Magic Blood

Magic Blood
chapter 28


__ADS_3

lanjut


///////


"Anakku hanya demam kenapa bisa seperti itu"teriaknya lagi sedang kan Ziya menangis di dekat Zee,Zhu?ia hanya terdiam,dan menghela nafas


"Tama pergilah"kata Zhu,mereka bingung tapi Tama tetap pergi


"Dan jangan beritahu kondisi Zee saat ini kesiapa pun"kata Zhu,setelah Tama pergi ia berubah menjadi Zhu di dunia atas,


Ziya tidak terkejut lagi karna ia pernah melihatnya tapi logan? Ia terkejut melihat istrinya,jika dulu menurut nya itu sudah cantik tapi ini wujud asli Zhu yang sebenarnya dan terlihat sangat sempurna dimatanya.


"Ehem fokus"batin logan,Zhu mendekat ke arah Zee dan membopongnya membawa mereka berempat menghilang dari sana dan berada dikamar Zee,meletakan Zee di kasurnya


"Biar aku jelaskan,Zeena tidaklah mati"kata Zhu membuat Ziya dan logan terdiam mendengarkan


"Dia hanya sedang dalam masa detoksifikasi"lanjut Zhu,


logan dan Ziya memang tidak mengerti apa yang dimaksud Zhu tapi mereka mengangguk saja


"Berperilaku lah seperti biasa anggap Zee hanya tertidur"kata Zhu lalu menyelimuti tubuh Zee dengan Aray api miliknya


"Ini agar tubuhnya tetap hangat"kata Zhu


"Ziya jangan mendekati adikmu apapun yang terjadi atau kau akan terbakar sihir api milik ibu"kata Zhu di angguki Ziya


Di rumah sakit tempat Thosikari berada gadis yang bernama lyra itu terbangun dan sedang berusaha menyesuaikan matanya dengan cahaya yang masuk,saat ia sadar sepenuhnya ia baru sadar jika tangan nya ada yang menindih dan saat ia melirik rupanya tangannya di pegang oleh seseorang dan dia adalah Thosikari yang tertidur saat menjaganya


"Entah kenapa aku sangat yakin kalau dia Adhara"batin Lyra,lalu berusaha melepaskan pegangan Thosikari membuat ia terbangun karna merasakan ada pergerakan,setelah sadar sepenuhnya ia terkejut dan sejurus kemudian ia memeluk lyra


"Kau menakuti ku lyra kenapa lama sekali kau tertidur"kata Thosikari sambil menangis memeluk lyra


"Jadi kau benar benar Adhara"kata lyra, Thosikari melepaskan pelukan nya dan mengangguk


"Bagaimana kau tau jika aku Adhara"tanya Thosikari


"Tatapan mu tidak pernah berubah dan hatiku mengatakan jika yang berada di depanku adalah perempuan kecilku"kata lyra membuat Thosikari terkekeh


"Lihat sekarang siapa yang lebih kecil"kata Thosikari bercanda di sambut kekehan lyra


"Oh ya apa kau kemari bersama kak Leda"tanya Thosikari was was


"Pangeran cengeng itu,aku tidak bersamanya"kata lyra santai membuat Thosikari geleng kepala


"Kau ini"kata Thosikari


"Tunggu jika kau Adhara apa laki laki yang menolongku adalah"kata lyra


"Ya dia Runo"kata Thosikari membuat lyra terkejut


"Ya ampun tidak menyangka saja kalau anak balita yang nempel dengan ibunya itu sudah sebesar itu"kaget lyra,karna Runo atau Tetsuya saat itu masihlah balita saat dia sering ke istana pleadies,dan slalu berada di gendongan ibunya,imut namun sangat susah berinteraksi menurutnya,setelah berbincang sebentar lyra meminta Thosikari membawanya pulang karna ia tak betah di rumah sakit dan Thosikari pun mengiyakan nya


Di tempat yang jauh lebih tepatnya dimensi lain,yaitu dimensi ciptaan Zeena,Zee sudah agak tenang setelah Berjam jam merasakan sakit yang luar biasa menguras tenaga dan pikiran nya,Zeena masih setia memeluknya bahkan pakaian miliknya sudah kotor akibat ulah Zee namun ia tak peduli,setelah tenang beberapa saat tiba tiba sekelibat cahaya muncul dan memisahkan mereka berdua


"Tidak zee"teriak Zeena saat tubuhnya di lilit rantai emas membuat nya tak dapat bergerak,sedangkan Zee di angkat ke udara dengan rantai yang menyelimuti tubuh nya juga dan ia membuka matanya saat mendengar suara seseorang


"Ternyata kau cukup kuat juga anak kegelapan"kata suara itu membuat Zeena terkejut karna ia pernah mendengar suara ini


"Siapa kau"tanya Zee


"Kau bisa memanggilku kakek"kata suara itu


"Kedatangan ku disini hanya untuk memberikanmu sebuah pilihan yang menentukan masa depan mu,akan suram atau sebaliknya"kata suara itu yang mengaku adalah kakek Zeena


"Pilihan?"bingung Zee


"Apa ujian ini mudah untuk mu Dewi kegelapan"tanya suara itu


"Tidak ini sangat sulit jika disuruh memilih aku lebih baik mati daripada merasakan sakit ini"kata Zee langsung


"Maka dari itu aku akan membuat sebuah pilihan untuk mu"kata suara itu


"Pilihan apa"tanya Zee dengan tubuhnya yang tetap terbang


"Ada dua pilihan,yang pertama melepaskan salah satu elemen diantara cahaya atau kegelapan,atau tetap menggunakan keduanya tapi kau akan mengalami kejadian ini untuk selanjutnya"kata suara itu


"Apa ada perubahan nantinya atau akibat dari pilihan yang aku pilih"tanya Zee karna ia merasa ada yang janggal


"Kau ternyata tidak sebodoh yang aku kira"kata suara itu


"Jika memilih pilihan pertama maka salah satu kekuatan mu akan menghilang bukan,dan kau akan dengan mudah menggunakan kekuatan yang lainya tanpa harus merasakan sakit yang sama,tapi musuh yang kau hadapi nanti kau tidaklah tau seberapa kuatnya dia,walaupun kau hampir memiliki semua elemen"kata suara itu


"Dan jika kau memilih pilihan kedua maka kau akan tetap menggunakan dua elemen yang bertolak belakang itu dan akan merasakan sakit itu untuk kesekian kalinya"kata suara itu


"Dia memilih yang pertama"bukan Zee namun Zeena yang berteriak dari bawah


"Oh ya dan jika kau memilih yang pertama maka ingatan tentang masa lalumu akan kembali dengan bayaran yang dibawah sana akan menghilang menjadi kepingan kepingan memori mu,karna dia adalah sebuah roh memori dari masa lalumu yang sangat beruntung karna bisa memiliki jiwa"kata suara itu membuat Zeena terdiam


"Apa jika aku memilih yang kedua dia akan tetap ada"kata Zee


"Jangan bodoh Zee jika kau melepas elemen kegelapan kau akan memiliki memori masa lalu mu dan kau tidak akan merasakan sakit lagi"teriak Zeena sambil berusaha melepaskan diri


"Pilihlah"kata suara itu lagi


"Ingat waktu dimensi ini berbeda dengan didunia luar,disini semakin lama maka disana dua kali lipat lebih lama dari waktu disini"kata suara itu membuat Zeena terkejut


"Aku sudah memindahkan kalian kedunia atas"kata suara itu


"Pilihlah atau kau tidak akan dapat memilih"lanjut suara itu


"Zee pilihlah yang pertama dengan cepat,energi kehidupan mu sedang terserap"teriak Zeena karna baru menyadari jika energi mereka berkurang sedangkan Zee hanya diam sambil mendongak ke arah atas samping kanan dan tersenyum ganjil,membuat seseorang yang bersembunyi di suatu tempat terkejut bukan main


"Ternyata kau dapat merasakan aura ku ya"kata suara itu


"Tidak juga"jawab Zee santai


"Aku memilih untuk tetap menggunakan dua elemen ini"kata Zee


"Zeena kau gila"teriak Zeena masa lalu


"Awalnya aku ingin sekali melepas salah satu elemen ini karna rasa sakit itu tapi itu tidaklah sepadan jika harus kehilangan mu,


persetan dengan ingatan masa lalu,jika sekarang tanpa ingatanku di masa lalu saja sudah bisa sedikit mengalahkan musuh kenapa tidak,


dan kau lebih berharga dari ingatan masa lalu itu,lagian yang aku butuhkan adalah dirimu Zeena,diriku dimasa lalu yang akan membimbing ku nantinya benar kan"kata Zee membuat Zeena terkejut terdiam


"Dan jika aku melepas elemen kegelapan ku apa julukan ku nanti,bukankah kakek tua itu bilang kalau aku adalah Dewi kegelapan ya walaupun aku tidak merasa menjadi seorang dewi"kata Zee kemudian membuat seseorang yang mengaku sebagai kakek tertawa


"Ahahhahah benar aku tidak berfikir sampai situ"tawanya


"Karna kau tua jadi otakmu sudah meleyot"kata Zee


"Kau benar benar keturunan Agena,sifatmu sama persis dengan nya"kata suara itu


"Baiklah kau sudah memilih kuharap kau tidak menyesal"kata suara itu lalu tubuh Zee seperti terbakar


"Akhhh"teriak Zee,bukan hanya dia bahkan Zeena dari masa lalu juga mengalami hal yang sama


"Kuharap apa yang kau impikan akan segera menjadi kenyataan karna itu juga mimpi kami"kata suara itu terdengar samar disela sela teriakan dua gadis itu lalu suasana berubah menjadi gelap


Sedangkan di dunia nyata tepatnya di kamar Zee,Ziya yang saat itu sedang tidur di meja belajar merasakan gerah pada tubuhnya,dan saat menengok ia terkejut saat Aray yang dibuat ibunya bercahaya dan retak,baru saja ia hendak berdiri,tepat di depannya Aray milik ibunya hancur dan meledak dengan keras

__ADS_1


Bummmm.....darrr....


Membuat seisi rumah terkejut,Zhu yang saat itu berada di kamarnya segera berlari dan membuka pintu kamar anaknya dengan keras


"Kakak apa yang terjadi"tanya Zhu cepat namun ia malah dibuat kaget saat melihat ziya yang menatapnya dengan wajah gosong dengan rambutnya yang berantakan,di depan Ziya,Zee sudah berdiri dengan sisa sisa bajunya yang berubah menjadi abu dan masih menunduk memegang dadanya


"Apa yang terjadi"tanya logan sambil berlari dan hendak masuk namun Zhu dengan cepat menendang mukanya


"Jangan kemari bodoh"teriak Zhu sambil menendang logan dan logan mental beberapa meter saja dengan wajahnya yang mendarat duluan


"Sa...sayang aku"kata logan lalu tepar, Shiro yang juga penasaran melihat aksi brutal nyonya majikannya segera mengurungkan niatnya dan memapah logan


"Beruntungnya aku"batin Shiro saat melihat wajah logan ada cap kakinya


"Hihihi kaya minuman ada cap kakinya"batin Shiro,


sedangkan Zhu mendekati kedua anaknya,mengambil selimut dan menutup tubuh Zee,sedangkan saat melirik Ziya ia terdiam tapi karna tak tahan ia tertawa juga


"Ahahhahah"tawa Zhu saat melihat wajah Ziya,sedangkan Ziya ia hanya bingung kenapa ibunya tertawa,Zee melirik ibunya dan kakaknya bergantian


"Zeena"batin Zee


"Ya aku juga merasakan nya,sihirmu meningkat menjadi 60 persen"kata Zeena dalam batin Zee


"Itu lebih baik kan"batin Zee


"Tentu saja"kata Zeena


"Ibu berapa lama aku tertidur"tanya Zee membuat Zhu yang sibuk tertawa langsung diam dan melirik anaknya, kemudian memeluknya


"Seminggu Zeena,kenapa kau lama sekali,apa memang sesakit itu"kata Zhu


"Awalnya tapi sekarang aku sudah lebih baik"kata Zee


"Seminggu lama juga"batin Zee


"Dimensi buatan mu memiliki lingkar waktu seperti apa"tanya Zee


"Satu hari setara dengan satu jam dunia luar"jawab Zeena di angguki Zee


"Anak anak sebaiknya kalian bersihkan tubuh kalian ibu ingin menyiapkan makanan untuk kalian,terutama adik"kata Zhu


namun sebelum pergi sempat sempat nya ia mendekati Ziya dan Zee,mengangkat hpnya dan berfoto Selfi membuat Ziya yang tadi bingung jadi terkejut sendiri dan memegang wajahnya,sedangkan Zee merapatkan selimut miliknya


"Ahahhahah"Zhu pergi dengan penuh tawa saat mendapat kan aib anaknya sendiri,Zee dan Ziya saling tatap dan terkekeh geli


"Mandi"tawar Ziya di angguki Zee karna ia memang cape,cape batin dan tenaga pastinya,soalnya kalo cape tubuh mungkin encok doang tidur seminggu nonstop


Dikamar mandi Ziya membantu adiknya menggosokkan punggung nya


"Zee aku baru sadar jika luka diperutmu sudah tidak ada bahkan bekasnya saja tidak"tanya Ziya


"Ya saat aku sadar aku sudah bisa melakukan sihir regenerasi ku lagi seperti dulu"jawab Zee,karna tanpa sihir itu bekas luka yang Zee terima waktu tertusuk di pundak nya dulu pasti meninggalkan bekas,apalagi jika difikir fikir ini kesekian kalinya ia terluka parah,setelah selesai membersihkan diri mereka masing masing,


Zee dan Ziya kebawah untuk makan malam


"Malam ayah malam ibu"sapa Zee dan Ziya,logan melirik kedua anaknya dan bangkit dari tempat duduknya lalu memeluk kedua anaknya


"Syukurlah"kata logan pelan karna melihat anaknya sadar kembali


"Aku tidak akan pergi dengan cepat ayah jadi tenanglah"kata Zee pelan sambil mengusap usap punggung ayahnya


"Hemm"dehem logan lalu melepaskan pelukannya dan kembali duduk,Zhu yang melihat interaksi antara suami dan anaknya hanya tersenyum senang, setelahnya mereka makan,setelah makan mereka pun berkumpul sebentar setelah itu mereka berpisah untuk tidur


Paginya Zee memutuskan untuk sekolah kembali seakan tidak terjadi apa apa bahkan ia sudah berangkat saat Ziya sedang ganti baju karna pastinya ia akan dilarang oleh Ziya apalagi logan,sesampainya di sekolah Zee hanya tertawa kecil saat membayangkan wajah kakaknya yang sudah tak melihatnya lagi di rumah, sesampainya dikelas Ari yang melihat tuannya segera berlari dan memeluk Zee sambil berlutut membuat Zee susah bergerak


"Ari"kesal Zee sambil berusaha melepaskan pelukan Ari


"Begini kan benar"kata Zee yang ternyata agak risih jika Ari memeluknya seperti tadi apalagi banyak orang yang melihat,setelah puas Ari melepaskan pelukan nya sambil cengengesan


"Selamat datang kembali Zee"kaya Ari membuat Zee yang semula kesal akhirnya tersenyum kecil lalu pergi ke ketempat duduknya


"Dimana Nian Nian,Jiali,dan Wulan"tanya Zee kepada mona yang sedang sibuk dengan bukunya ditemani kacamata yang bertengger di pangkal hidungnya


"belum datang"kata Mona lalu menutup bukunya dan melepas kacamatanya dan menatap Zee


"Kau sakit apa"tanya Mona karna yang ia tau Zee izin seminggu karna sakit,ia sudah mencoba untuk meminta ijin menjenguk tapi ia agak takut dengan logan


"Sakit biasa saja"jawab Zee,Mona hanya mengganguk dan memakai kacamata nya lagi dan lanjut membaca


"Apa yang kau baca ketua"tanya Zee


"Ketua"ulang Mona sambil melirik Zee


"Ma..maksudku Mona"kata Zee sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal


"Hanya mengulang kembali pembelajaran yang pernah di jelaskan para guru"kata Mona


"Buku setebal itu"tanya Zee sambil menatap horor buku tebal ditangan Mona


"Memang kenapa"tanya Mona


"Bukan apa apa hehehe"kata Zee


lalu Jiali,Nian Nian,Wulan,Ziya akhirnya datang


"Yo...Zeena akhirnya kau datang kembali"kata Wulan sambil meletakkan tasnya dan ke meja belakang


"Pagi ketua"sapa Wulan di jawab dehemam oleh Mona yang sedang sibuk


"Kenapa dia seserius itu"tanya Jiali sambil duduk


"Entahlah"jawab Ari


"Kalian tidak membuka chat grup kah bukankah hari ini akan ada ujian yang akan diadakan selama tiga hari"kata Wulan membuat mereka melongo kecuali Mona yang hanya tersenyum miring melihat teman teman nya yang sepertinya tidak tau akan hal ini


"Hari ini"kaget Ari lalu membuka hpnya


"Oh tidak...aku sibuk menjahili Quan sampai lupa kalau akan ujian"teriak Ari membuat teman teman kelasnya meliriknya


"Quan?"tanya Wulan lalu mendekat kearah Ari


"Apa yang terjadi diantara kalian"tanya Wulan membuat Ari garuk garuk kepala


"Kami saudara"kata Ari membuat teman temannya terkejut kecuali gerombolan Zee juga Leon dan Sion yang memang sudah tau juga saat di palkiran


"Sungguh kau bersaudara dengan Quan"kaget Noriko yang muncul dari jendela membuat teman temannya menatapnya horor


"Eheheh pagi semua"kata Noriko setelah semua tubuhnya sudah masuk kekelas tidak lupa juga dengan pedang kayu miliknya


"Kau ini ketua kedisiplinan tapi kenapa sikapmu seperti itu,dan kenapa kau lewat jendela"tanya Wulan heran karna kelas mereka kan berada di lantai 2


"Oh bukan apa apa,tadi ada anak yang hendak membawa contekan jadi aku mengurusnya karna tak sempat jika lewat tangga makanya aku lewat jendela biar cepat"kata Noriko sambil menarik tali yang ia gunakan untuk turun tadi,beruntung ia lewat belakang gedung jika depan apa tidak membuat para murid lain geger


"Ternyata menjadi ketua kedisiplinan tidaklah mudah ya"kata Nian Nian diangguki yang lain,Noriko lalu melirik ke jendela yang bersebrangan dengan nya dan melihat murid yang tadi hendak membuat contekan


"Baiklah aku pergi dulu mangsa sudah terlihat"kata Noriko lalu berlari keluar bahkan teriakan masih terdengar jelas


"Damian berhenti kau"teriak Noriko membuat teman temannya menggelengkan kepalanya


"Kata lain untuk ketua kedisiplinan"kata Ari

__ADS_1


"Ninja sekolah"sambung Nian Nian lalu mereka tertawa


Setelah itu mereka fokus belajar karna takut nilai ujiannya jelek,namun belum lama bel berbunyi membuat mereka mau gx mau harus menyimpan bukunya kembali


"Hei bagaimana jika kita membuat tantangan"usul Wulan


"Tantangan apa"tanya nian nian


"Yang nilai ujiannya lebih rendah harus mentraktir makan yang menang"kata Wulan sambil tersenyum cerah


"Eummm boleh"jawab Mona membuat Wulan terkejut


"Sungguh..akhh ketua kau yang terbaik"kata Wulan


"Bagaimana"tanya Ziya


"Aku ikut"kata jiali


"Aku juga"jawab Ari dan Nian Nian,Ziya


"Baiklah"jawab Zee


"Baik jadi yang ikut aku,ketua,Nian Nian,Ari,Jiali,Zeena,dan Ziya"kata Wulan


"Tuan aku ikut ya"kata Quan sambil muncul dari belakang nian nian membuat Nian Nian terkejut dan refleks memeluk ghai yang ada di sebelahnya,bagaimana ekspresi ghai tentu saja terkejut namun sedetik kemudian ia tersenyum senang melihat pujaan hatinya memeluknya


"Terima kasih Quan kau yang terbaik"batin ghai,Nian Nian saat menyadari langsung melepaskan pelukan nya


"Maaf gx sengaja refleks"kata Nian Nian


"Tidak boleh ini Hanya untuk kami para cewe"kata ari membuat Quan kesal


"Kalau mau buat saja dengan gengmu kenapa harus ikut kita"lanjutnya


"Aku bertanya pada Zeena Ari Lancaster"kata Quan


"Tidak boleh"kata Zee membuat Quan murung dan pergi ke tempat duduknya


"Kalau begitu kalian mau kan"kata Quan menatap teman teman nya


"Hemm"dehem Sion di angguki lainnya


"Huhh dasar tukang tiru"kata Ari


"Iri bilang sayang"kata Quan membuat Ari terdiam dan memalingkan wajahnya


"Huhhh"kesal Ari lalu duduk,Zee yang melihat Ari tersipu hanya tersenyum kecil,lalu guru pun datang dan membagikan kertas ujiannya,ujian diadakan selama tiga hari


Skip tiga hari kemudian kini mereka sedang berkumpul di kantin


"Akhh akhirnya ujiannya selesai juga"kata Wulan


"Sepertinya aku harus menyiapkan banyak uang"kata Ari


"Kenapa"tanya Wulan


"Karna kebanyakan aku mengisi ujian hanya dengan menghitung kancing baju"kata Ari membuat teman temannya tertawa


"Kuno sekali bukankah kau bersekolah dari sekolah dasar"kata Noriko yang kebetulan sedang senggang dan ikut berkumpul di kantin bersama mereka,ia juga masuk dalam tantangan itu


"Seumur hidup ini pertama kalinya aku bersekolah"kata Ari membuat Mona,Wulan dan Noriko terkejut


"Hahh gimana gimana"kata Wulan membuat Ari gelapakan karna sudah keceplosan


"Semua yang aku pikirkan hanya tentang ikan jadi aku lupa belajar itu maksudku"kata Ari sambil cengengesan sedangkan Zee ia hanya menghela nafas


"Ohh"kata Noriko


"Kalian percaya"kaget jiali


"Iya memang kenapa"tanya Wulan


"Ti..tidak ada"jawab Jiali lalu lanjut makan,tak lama tiba tiba anak anak lain berlarian kearah aula,karna penasaran mereka pun mengikuti murid murid lainnya,ternyata hasil ujian sudah dipajang dan mereka pun melihat hasil ujian merdeka


NAMA SISWA :: HASIL UJIAN :: KELAS


Ari Lancaster B.C.B 2A


H.Jiali A.B.A 2A


Mona Benitez A.A.A 2A


Noriko B.B.A 2A


S.Nian B.A.B 2A


Wulan B.B.A 2A


Zeena Anderson A.A.A 2A


Ziya Anderson. A.A.B 2A


(Nama yang ikut tantangan aja yang lain gx usah)


"Yessss Ari traktir kami"kata Wulan


"Baiklah"kata Ari


"Tapi aku yang pilih tempat nya"lanjut Ari


"Baiklah"jawab mereka lalu pergi,sedangkan kelompok Quan,Teo yang kalah dan ia harus piket selama seminggu


Skip pulang sekolah mereka pun izin keorang tua mereka jika mereka akan pulang sedikit terlambat,di tempat yang Ari tuju yang lain hanya terdiam


"Tempat ini..."Wulan tak bisa mengatakan apa apa saat melihat tempat didepannya ini,gimana tidak Ari membawa mereka ke tempat yang jauh dan ini berada di pantai dan ternyata mereka pergi ke rumah makan yang menjual serba serbi ikan


"Ari...kau yakin disini"tanya Wulan sambil melihat sekeliling yang sangat ramai sepertinya mereka pergi ke pasar tradisional di pinggir pantai


"Iya aku yakin ayo ikut aku ke toko langganan ku"ajak Ari,lalu mereka pergi kedalam dan memasuki toko yang lumayan ramai


"Selamat sore paman"sapa Ari pada pria dewasa yang sedang melayani pelanggan


"Oh Ari sore juga,wah kau mengajak temanmu"kata paman Diki


"Iya paman kali ini aku pesan 8 porsi ya paman"kata Ari


"Siap"kata paman Diki,Ari mengajak mereka ke bangku di pojok dengan meja bundar pendek di tengahnya


"Ari kau sering makan disini"tanya Noriko sambil meletakkan tasnya Disamping


"Iya aku sering kesini kalo lagi senggang"kata Ari


"Ramai juga ya"kata Zee sambil melihat sekeliling


"Karna mereka ingin melihat indahnya sanset"kata Ari ngasal


***sunset Ari bukan santet😌


seru lanjut ya


love you all 😘***

__ADS_1


/////


__ADS_2