Magic Blood

Magic Blood
capter 49


__ADS_3

lanjut guys


________________


di bangku belakang


"Kau begadang Ari"tanya Ziya


"Iya aku dan ayah mencari Quan namun sampai sekarang ia tidak terlihat"kata ari


"Maaf Ari"kata Zee tiba tiba membuat mereka menatapnya


"Kenapa minta maaf"tanya Ari


"Karna sihirku menghilang Quan jadi menghilang"kata Zee membuat Ari tertawa kecil


"Ku kira apa,hei aku tidak menyalahmu,situasinya saja yang kurang berpihak kepada kita"kata Ari


"Tapi kenapa Ari tidak menghilang"tanya Jiali


"Iya juga ya"kata Ziya


"Iya padahal Ari juga sudah terkontrak dengan Zee"kata nian nian membuat Zee terdiam entah apa yang dia sembunyikan dari mereka,setelah beberapa menit bel berbunyi dan mereka kembali ke tempat duduk masing masing,saat pelajaran berlangsung sudah dua kali Zee izin ke kamar mandi


"Bu"panggil Zee


"Kekamar mandi"potong Bu Yord membuat Zee terdiam lalu mengangguk


"Huhh ini yang terakhir"kata Bu yord,Zee lalu keluar dan berlari menuju kamar mandi,sesampainya kamar mandi ia segera memuntahkan darah dari mulutnya sambil terengah-engah


"memang dia tidak menghilang tapi karna tidak ada sihir,energi Ari jadi tidak stabil dan karna sudah terkontrak aku jadi harus menanggung energi yang dikeluarkan dalam tubuhnya"kata Zee sambil mencuci mukanya


"Namun yang jadi pertanyaan"kata Zee lalu mengelap darah yang mengalir dari hidungnya dengan tisu basah


"Kenapa Ari tidak menghilang seperti Quan"lanjutnya,setelah memastikan bahwa tidak ada noda darah yang tertinggal ia segera pergi dari sana,namun saat keluar ia berpapasan dengan Rey yang terkejut melihat Zee


"Rey"panggil Zee


"Aku tidak mendengar apa apa suer tenang saja"kata Rey,Zee mendekat dan menepuk pundak Rey pelan dan tersenyum kecil


"Terima kasih"kata Zee lalu pergi,Rey hanya tersenyum


"Alur ini masihlah panjang Zeena"kata Rey lalu masuk ke kamar mandi untuk cuci muka,sesampainya dikelas Yord menatap Zee


"Zee ini memang ibu yang salah lihat atau memang kau semakin pucat"kata Yord membuat murid murid 2A menatap Zee


"Saya baik Bu"kata Zee


"Emm oke kembali ke tempat duduk"kata bu Yord,Zee lalu duduk di bangku Mona dan mengikuti pelajaran membuat Jiali dan Ari saling menatap heran


"""


Istirahat datang di kantin Jiali dan Ari menatap Zee dengan curiga


"Zee apa yang kau sembunyikan dari kami"tanya Jiali


"Iya Zee ada apa"tanya Ari membuat Nian Nian dan Ziya menatap Zee juga


"Aku baik baik saja hanya kurang tidur"kata Zee


"Lalu kekamar mandi sebanyak tiga kali"tanya Ziya


"Mencuci muka aku mengantuk"kata Zee diangguki mereka namun Jiali masih saja curiga dan ia tetap mengiyakan


***


Di tempat lain tepatnya di kediaman Lancaster Sean,Luyten,Jackson,dan blaze sedang bertemu dengan Alucard untuk membahas hilangnya Quan


"Jadi kau tidak tau kemana Quan menghilang"tanya blaze kesekian kalinya membuat Alucard dan teman temannya menghela nafasnya untuk kesekian kalinya juga


"Sungguh saya tidak berbohong terakhir ia berada dikamar dan setelah itu saya tidak melihatnya sampai sekarang"kata Alucard


"Ini aneh bukan,Bahkan energi sihirnya pun aku tidak merasakan"kata Luyten


"Aku juga"kata ketiga temannya


"Sepertinya aku menemukan sesuatu"kata Jackson membuat mereka menatapnya


"Bukankah Dewi kegelapan kehilangan sihirnya"kata Jackson diangguki mereka


"Dan Quan terikat dengan sihir milik Dewi kegelapan"kata Jackson membuat mereka mengangguk lagi


"Jadi?"tanya blaze membuat Jackson menatapnya


"Dia pasti menghilang karna sihir Dewi kegelapan juga menghilang"kata Jackson membuat mereka saling menatap


"Bisa jadi"kata Luyten lalu melirik Jackson dan tersenyum


"Kau masih pintar juga Jack kukira bakal lemot kaya blaze"kata Luyten


"Enak saja siapa yang lemot,anda kali"kata blaze sambil mengibaskan rambutnya seperti model duta shampoo membuat Luyten menatap nya horor


"Apa yang disukai Jackson dari cecunguk ini sih"batin Luyten sambil geleng-geleng kepala


"Aku pergi"kata Jackson lalu menghilang


"Ck dasar gx setia kawan"kata Luyten lalu menghilang juga diikuti blaze,Sean hanya menghela nafasnya lalu menatap Alucard


"Maaf atas kelancangan mereka"kata Sean


"Ti...tidak apa nona"kata Alucard,Sean lalu berdiri


"Sean nama ku Sean permisi"kata Sean lalu menghilang juga


Di atap tensius setelah menghilang dari rumah Lancaster Jackson memilih menunggu tuannya di rooftop sambil berjaga jaga lalu lingkaran sihir muncul di sampingnya dan muncullah blaze


"Wahh tempat tuan bersekolah nyaman juga"kata Blaze


"Benar"jawab Jackson


"Siapa yang terbangun lebih dulu diantara kita"tanya blaze


"Quan"jawab Jackson


"Tidak dapat dipungkiri dia yang terkuat diantara kita,tapi aku salut pada takdir,Quan yang notabenenya adalah hewan pendamping terkuat saja bisa menghilang tanpa kabar sampai sekarang"kata blaze


"Hemm"dehem Jackson sambil menatap sekitar


"Ngomong ngomong sudah lama sekali sejak kita memutuskan untuk tidur panjang ya"kata Blaze,menutup matanya membiarkan rambut panjang nya diterpa angin sambil merentangkan tangannya,Jackson menatap blaze di sebelahnya tanpa emosi,ia lebih tinggi tiga centimeter dari blaze,tinggi Jackson adalah 187cm dan blaze 184cm


"Aku lapar kau ingin makan tidak"tanya blaze


"Hewan pendamping mana bisa lapar hanya dalam beberapa menit"kata Jackson membuat blaze tertawa


"Benar tapi ini dunia manusia bukan dunia dewa dimana seseorang bisa tidak makan selama seminggu"kata Blaze,ia lalu melirik Jackson dan tersenyum kecil saat Jackson juga menatapnya

__ADS_1


"Aku harus pergi"kata Blaze lalu menghilang


***


Skip pulang sekolah di kamar karna Zee tidak ada sihir ia jadi diliburkan dalam pembelajaran sihir di rumah song,sehingga ia sendirian di kamar karna Ziya sudah pergi ke kediaman song,hpnya berdering saat ia sedang merebahkan tubuhnya,mengangkat


"Halo"kata Zee


"Bos ultah perusahaan sudah lewat dua bulan lebih,apa ini akan berlangsung seperti sebelumnya"kata Ryuga dari sebrang telepon membuat Zee menghela nafasnya,


sudah tiga tahun berlalu dan tiga tahun pula ia membangun istananya


"Besok buat pesta topeng pukul 7 malam apa bisa"tanya Zee membuat Ryuga terkejut namun dia langsung tersenyum senang


"Bisa bisa,saya akan siapkan dengan cepat"kata Ryuga,ini pertama kalinya Zee menyuruhnya membuat pesta,selama dua tahun ini ultah perusahaan ZL slalu dari usulan Ryuga dan Teman teman dan akibatnya Zee tidak pernah datang,namun sekarang bosnya sendiri yang meminta,walaupun menggunakan topeng tapi itu adalah pesta perdana Zee di perusahaannya sendiri,setelah itu Zee mematikan sambungan telepon,meletakkan hpnya di samping tubuhnya


"Huhh"helaan nafas terdengar


"Ibu"kata Zee tiba tiba lalu dia menutup matanya dengan tangannya


"Seperti apa dirimu di sana"kata Zee pelan lalu tertidur


Di dunia atas Cloe hanya bisa melihat anaknya dari pantulan cahaya seperti hologram didepannya dan meneteskan air matanya


"Maafkan ibu Zee,ibu terlalu takut walaupun hanya menemuimu"kata Cloe


Malamnya Zee terbangun,dan melihat kakaknya selesai mandi


"Akhirnya kau bangun,cepat bersihkan tubuhmu dan turun untuk makan"kata Ziya,setelah mengenakan piyama nya ia segera turun di susul Zee,setelah makan mereka berkumpul di ruang keluarga,logan mendapatkan email dari Alucard dan saat membuka nya ia terkejut lalu tersenyum membuat istri dan kedua anaknya Penasaran


"Ada apa ayah"tanya Ziya


"ZL memberikan undangan ultah perusahaannya kepada ayah"kata logan


"Wahhh sungguh apakah itu CEO ZL yang mengirimnya"tanya Zhu


"Bukan itu lucard"kata logan


"Apakah kami boleh ikut"tanya Ziya di angguki logan


"Kapan"tanya Zhu


"Besok"kata logan


"Hah besok"kaget Zhu dan Ziya


"Kita kan belum menyiapkan apa apa"kata Zhu diangguki Ziya


"Tenang ayah sudah menyuruh Yuko untuk mengurus masalah ini"kata logan membuat Zhu tenang


"Siapa itu Yuko?"tanya Ziya


"Yuko adalah desainer terkenal di China dan berada di bawah naungan Adr,bisa di bilang Yuko adalah desainer pribadi keluarga Anderson"kata Zee


"Wahh keren"kata Ziya kagum


"Ayah aku tidak akan ikut"kata Zee tiba tiba membuat mereka bertiga menatapnya heran


"Kenapa"tanya logan


"Aku memiliki urusan yang tidak bisa aku tunda"kata Zee


"Apa sepenting itu"tanya Zhu


"Lalu bagaimana dengan pestanya"tanya Ziya


"Kalian bertiga bisa pergi tanpa diriku"kata Zee


"Apa tidak bisa ditunda"tanya logan


"Maaf ayah tidak bisa"kata zee


"Kau ingin mempermalukan ayah Zeena"tanya logan membuat Zee terdiam


"Logan"Zhu menenangkan nya


"Diam"kata logan


"Zeena dengar ayah...ayah slalu mempertimbangkan perasaan mu,tapi bukan berarti semuanya,ayah mohon untuk kali ini jangan membuat ayah kesal"kata logan,


Zee bimbang di satu sisi ia ingin menuruti ayahnya namun disatu sisi ia adalah orang yang membuat acara tersebut sehingga ia harus hadir diacara yang ia buat,jika tidak maka ia di cap sebagai orang yang tidak menghormati semua tamu,apalagi ini sudah tiga tahun ZL berdiri.


"Ayah kali ini saja"kata Zee membuat logan menghela nafasnya kasar lalu berdiri


"Baik,terserah ini kemauan mu ayah mengalah seperti biasanya kau puas,sudah malam semua tidur"kata logan keras lalu pergi ke kamarnya


"Logan"panggil Zhu lalu berlari mengejar,Ziya mendekati adiknya yang menunduk


"Zee apa sepenting itu"tanya Ziya pelan


"Maaf"kata Zee,Ziya hanya tersenyum lalu mengajak adiknya untuk tidur


Paginya Ziya dan Zee turun untuk sarapan dan hanya melihat Zhu


"Ibu dimana ayah"tanya Ziya


"Dia sudah pergi ke kantor karna ada urusan mendadak,Ziya,Zee nanti sepulang sekolah ikut ibu ke toko Yuko ya"kata Zhu


"Mari makan"ajak Zhu lalu mereka bertiga sarapan


Di sekolah Zee sedang sibuk dengan chat dari Ryuga,Ryuga mengatakan bahwa persiapan nya sudah 80 persen dan juga permintaan Zee juga sudah ia lakukan,Zee menghela nafasnya


"Zee jangan menghela nafas terus mari kantin"ajak Ari sambil merangkul Zee,membuat Zee terkejut dan menutup mulutnya dengan tangan nya


"Ugh"tahan Zee lalu berlari ke kamar mandi membuat Ari dan teman temannya heran,di kamar mandi Zee memuntahkan darah nya


"Uhuk uhuk"batuk Zee sambil menekan dadanya,setelahnya ia membasuh mulutnya juga darah di wastafel,ia lalu membuka pintu dan terkejut melihat kakaknya disana


"Kakak"kaget Zee,Ziya mendekat dan mengeluarkan tisu di sakunya dan mengelap darah yang mengalir dari hidung Zee


"Kak"panggil Zee namun Ziya malah memarahinya


"Diam"kata Ziya membuat Zee terdiam,setelah selesai Ziya membuang tisu tersebut dan tersenyum kecil


"Kita saudara,kau menyembunyikan rahasia saja itu membuat ku merasa aku bukanlah kakak yang baik karna tidak bisa menjadi tempat keluh kesah untuk mu dan itu membuat ku resah kau tau"kata Ziya panjang lebar membuat Zee merasa bersalah


"Maafkan aku kak"kata Zee,Ziya menepuk kepala adiknya


"Minta maaf kepada ayah"kata Ziya


"Akan ku coba"kata Zee lalu tersenyum dan mereka pergi dari sana menuju kantin agar tidak ada yang curiga


"Zee kenapa kau berlari"tanya Ari yang sudah duduk bareng Jiali,tadinya ia juga ingin menyusul namun Jiali malah menyeretnya ke kantin dan bilang kalo mereka akan menyusul


"Aku kebelet"kata Zee diangguki Ari sambil tertawa

__ADS_1


"Kukira apa"kata Ari sambil menyodorkan minumnya


"Minumlah"kata Ari di angguki Zee dan ia meminum air pemberian Ari dan berbincang-bincang


***


Di kastil Huang Zhong sedang menyebarkan suatu sihir melalui udara dan ia tersenyum jahat


"Para benih Gisla menyebarlah dan bunuh para Dewi yang menghalangi rencana besar Huang Tian"kata Huang Zhong lalu puluhan benih Gisla menyebar dan berpencar mengikuti angin


"Permainan baru saja di mulai"kata Huang Zhong di belakangnya ada Wendy yang sedang melihat Huang Zhong


"Apa yang kau sebar itu Huang"tanya Wendy,Huang Zhong hanya meliriknya dengan kesal sejak kapan mereka Akrab dan siapa Huang itu marganya


"Benih Gisla"kata Huang Zhong


"Apa itu benih Gisla?"tanya Wendy,Huang Zhong menghilang dan muncul di depan Wendy dan mengampit dagu Wendy


"Kau banyak tanya"kata Huang Zhong namun saat melihat mata Wendy ia pun menyerah dan melepaskan tangannya dari wajah Wendy


"Benih Gisla adalah suatu sihir yang dapat masuk kedalam tubuh makhluk hidup dan akan menjadi monster liar,mereka bisa menguasai atau kehilangan kesadarannya tergantung mereka sendiri mampu atau tidak menjadi wadah Gisla,jika tidak maka jiwa mereka akan dimakan dan bumm berubah menjadi makhluk yang akan menyerang dengan bruntal"kata Huang Zhong panjang lebar


"Menyeramkan sekali"kata Wendy membuat Huang Zhong tersenyum mengejek


"Kau takut ahahah itu tidak ada apa apanya,ini hanya pembuka,hidangan utama akan segera di siapkan"kata Huang Zhong membuat Wendy bingung


"Huang...."Wendy lalu di sela Huang Zhong


"Hei jangan panggil aku Huang itu margaku"kata Huang Zhong kesal


"Kau memanggil Huang sama seperti memanggil ayahku juga Huang Tian"batin Huang Zhong


"Lalu aku harus memanggil mu apa tidak mungkin hei"kata Wendy


"Zhong Wei"kata Huang Zhong


"Wei apa bedanya dengan hei,ini sama saja seperti memanggil seseorang di negara Indonesia 'Wei yang disana' ahahah"kata Wendy sambil terkekeh


"Kalau begitu panggil aku sesukamu sialan"kesal Huang Zhong


"Ahahah Yuan bagaimana"kata Wendy membuat Huang Zhong heran


"Kenapa Yuan"tanya Huang Zhong


"Ya karna itu dekat dengan kata Huang,Huang,Yuan"kata Wendy membuat Huang Zhong memalingkan wajahnya


"Tidak ada bagus bagusnya"kata Huang Zhong lalu pergi membuat Wendy heran sekaligus kesal karna di tinggal


"Hei tunggu sialan"kata Wendy lalu berlari mengikuti Huang Zhong


***


Di kantor Adr Zee keluar dari kantor ayahnya dengan lesu,pasalnya ia diberitahu oleh salah satu karyawan disana jika ayahnya sedang menghadiri rapat dan setelah itu akan langsung pulang untuk pergi lagi ke pesta


"""


Malam pesta ulang tahun perusahaan ZL dimulai,tidak ada salah satu media yang tidak datang untuk acara satu ini,mereka berebut mencari berita panas,apalagi pesta ini mengundang banyak tamu VIP yang kebanyakan dominan dalam bidang bisnis dan dunia hiburan,Zee menyambut tamunya,ia mengenakan topeng setengah wajah dan sedikit riasan untuk menyamarkan wajah aslinya,saat ia berpapasan dengan keluarga nya ingin rasanya ia berkata kepada ayahnya jika dia adalah anaknya namun untuk saat ini hatinya berkata untuk tidak memberitahu identitas nya saat ini jadi dia hanya bisa menghela nafasnya,ia berbincang bincang dengan tamu dan kolega yang diundang,acarannya berakhir tepat saat tengah malam saat pemotongan kue dan setelah malam yang panjang akhirnya pesta berakhir dengan keberhasilan,para wartawan juga sudah memberitakan ultah perusahaan ZL sehingga menjadi trending topik hari ini,di ruang direktur utama Zee melepas jas dan topengnya lalu merebahkan tubuhnya di sofa, memejamkan matanya berusaha mengeluarkan sihir namun sampai sekarang ia belum bisa melakukannya.


Di rooftop gedung ZL Yuma sedang berdiri sendirian menatap pemandangan malam hari dari keatasan,ia lalu tersenyum


"Benar benar di luar dugaan ku"kata Yuma


"Ahahah Ini bisa dikatakan jika aku membantu keponakan ku sendiri"lanjutnya,ia berbalik dan menghilang dari sana.


FLASHBACK ON MASA AGENA


Di hamparan rumput di dunia atas telah terjadi pertarungan yang cukup sengit diantara dua gadis,anak dewa dan anak iblis,namun itu bukanlah pertarungan yang sesungguhnya terlihat dari keduanya saat selesai mereka merebahkan tubuhnya di rumput sambil tertawa terengah-engah


"Eli kau semakin jago memainkan pedang kembar mu"kata gadis dari anak dewa


"Benarkah aku tidak merasa"kata gadis anak iblis yang bernama Eliana Sanchez


"Agena memangnya kau tidak akan di marahi oleh orang tua mu jika kau masih bermain dengan ku"tanya Eliana pada Agena


"Tentunya akan dimarahi tapi tidak apa apa,aku lebih baik dimarahi dari pada kehilangan mu"kata Agena membuat Eliana terharu,mereka adalah sahabat dari kecil dimana Agena menemukan Eliana berada di makam kegelapan dan akhirnya mereka berteman dari sana walaupun butuh waktu yang lama untuk Agena membuat Eliana menjadi temannya.


Sampai suatu ketika Agena yang saat itu masih seorang Dewi pemula diculik oleh kelompok iblis dan di sekap di dunia bawah untuk dijadikan Sandra oleh raja iblis terdahulu sebelum Huang Tian dan Eliana,Eliana yang saat itu menyaksikan penculikan Agena menjadi bimbang karna disatu sisi ia adalah iblis yang memang seharusnya bermusuhan dengan para dewa,tapi dilain sisi ia tidak ingin Agena kenapa Napa,


sampai suatu ketika ia akhirnya memutuskan untuk berkhianat pada kelompoknya dan menolong Agena dari penjara bawah tanah yang gelap,namun saat ia membawa Agena pergi ia ketahuan dan dikejar kejar oleh kelompok iblis yang marah,ia bersembunyi di makam kegelapan dan meletakkan Agena yang tak sadarkan diri disana,Eliana terlihat bingung dan sedih karna Melihat Agena yang belum sadarkan diri juga memar di tubuhnya yang membuat hatinya tercubit dan merasa marah pada para iblis,Agena terbangun dan menatap Eliana yang sedang sibuk membuat Aray juga api unggun untuk mereka,Agena mendekat dan ambruk di punggung Eliana membuat Eliana terkejut dan terjatuh di bawah Agena


"Agena kau sudah sadar"senang Eliana namun saat melihat wajah Agena yang memerah dan nafasnya yang tidak teratur,ia terkejut


"Agena"khawatir Eliana lalu menempelkan tangannya di dahi Agena


"Panas"kata Eliana,Agena menatap Eliana yang berada di bawahnya,ia masih sadar walaupun tubuhnya sudah merasakan hal yang lain


"Eli mereka memberiku obat emas"kata Agena pelan membuat Eliana terkejut,obat emas adalah obat yang sama seperti obat perangsang hanya saja jika tidak dihilangkan maka orang yang meminumnya akan mati keesokan harinya membuat Eliana bingung,apa ia harus memanggil seseorang untuk membantu Agena terlepas dari pengaruh obat emas itu


"Agena apa yang harus aku lakukan"kata Eliana bingung,karna setahunya Agena belum pernah dekat dengan dewa manapun


"...."Agena sudah mulai tidak fokus penglihatannya dan ia terjatuh di atas badan Eliana


"Agena"kaget Eliana,ia mencoba bangun,Agena mengangkat wajahnya


"Maukah kau..."kata Agena membuat Eliana terkejut setengah mati


"A...apa"kaget Eliana,belum sempat Eliana terlepas dari rasa terkejutnya ia sudah di buat terkejut lagi saat Agena mencium bibirnya,Eliana hanya diam saja,namun Agena segera sadar sehingga ia segera melepaskan ciumannya dan berusaha berdiri dan menjauh dari Eliana,Eliana pun bangun dan menatap Agena yang menjauh


"Biarkan saja"kata Agena pelan lalu ia bersandar di batu nisan disalah satu makam dan menatap Eliana seolah tidak terjadi apa apa


"Eli maaf gara gara aku kau jadi di buru oleh kelompok mu sendiri"kata Agena membuat Eliana terdiam


"Tidak apa"kata Eliana,Agena sudah merasakan tubuhnya semakin lemah namun ia tidak ingin memberitahu kan Eliana


"Eli tetaplah hidup walaupun nantinya aku tidak bisa bermain dengan mu lgi"kata Agena membuat Eliana bingung


"Apa maksudmu"kata Eliana karna ia merasa Agena aneh


"Aku....mungkin akan mati"kata Agena sambil tersenyum kecil lalu ambruk di samping makam dan tidak sadarkan diri lagi


"Agena"teriak Eliana lalu berlari kearahnya dan memegang tubuh dingin Agena yang sudah tidak bernafas


"Tidak tidak ini belum esok kenapa Agena"teriak Eliana lalu memeluk Agena sambil menangis


"Kau satu satunya Agena,satu satunya teman ku jangan tinggalkan aku"kata Eliana,ia membelai wajah Agena lalu mencium bibir Agena berusaha siapa tau dengan ini Agena akan hidup kembali,namun yang ia rasakan hanya energi sihir Agena yang samar,itu cukup membuat nya senang dan was was,ia menatap tubuhnya dan tubuh Agena,setelah berdebat dengan fikirannya ia akhirnya melakukannya melakukannya agar Agena selamat walaupun ia tidak begitu yakin karna mereka kan.....🌚


Paginya Agena membuka matanya secara perlahan dan terkejut jika ia masih bisa hidup,ia menatap tubuhnya yang polos dengan berselimutkan pakaian miliknya,siapa yang menolongnya apa Eliana memanggil seseorang untuk menyelamatkan nya namun apa yang harus ia lakukan sekarang,apakah ia harus senang melihat Eliana menyelamatkannya atau sedih karna Eliana membuatnya terbangun kembali,karna ia tau obat emas hanya bisa hilang jika seseorang yang terkena melakukan hubungan,ia melihat ke sebelahnya dan matanya melebar saat melihat seseorang tertidur disampingnya,ia gemetar melihat siapa orang itu,tangannya secara perlahan menyentuh wajah orang itu


"E.....Eli"kaget Agena,bagaimana bisa ini terjadi,apakah yang menyelamatkan nya adalah Eliana,tapi memangnya mungkin,mereka kan.....Agena benar benar pusing memikirkannya.


tak disangka tak diduga akhirnya satu persatu rahasia terlihat seperti Yuma yang memiliki ikatan saudara dengan Zee.


dan sebenarnya apa yang Huang Zhong sebarkan dan seberbahaya apa benih Gisla itu,ikuti terus kelanjutan nya di episode selanjutnya


πŸ‘‹πŸ‘‹πŸ‘‹πŸ‘‹

__ADS_1


__ADS_2