Magic Blood

Magic Blood
chapter 69


__ADS_3

oke lanjut


jangan lupa tinggalkan jejak like


***


"Jadi apa yang kau lakukan disana"tanya Zee


"Apa yang kau lakukan disana,kenapa pria itu menamparmu,kenapa harus diam saat dia menamparmu,kenapa....."pertanyaan Zee terdiam saat Jiali membekap mulutnya dengan tangan miliknya


"Gx segitu banyak juga Zeena"kesal Jiali,Zee hanya tersenyum kecil,karna jail bibir miliknya dengan sengaja menyentuh tangan Jiali yang sedang membekapnya membuat Jiali tersadar lalu menarik tangannya kembali


"Ehemm...biar aku jawab aku disana karna ada urusan dan kenapa aku diam saja saat dia menamparku karna kau mendahului ku"kata jiali


"begitu"kata Zee


"Tapi apa maksudnya dengan Gikwan"lanjut Zee bertanya


"Aku sudah memberitahu mu bukan jika Gikwan bunuh diri,aku merasa dia bunuh diri juga mungkin karena aku"kata Jiali pelan


"Memangnya kau yakin dia sudah tiada,kau melihat mayatnya,kau yang menguburnya hahh"tanya Zee membuat Jiali tersadar


"Aku....waktu itu pingsan saat melihat Gikwan terjatuh dari lantai atas dan saat terbangun aku hanya melihat darah dan si brengsek Hansilu yang bilang kalau mayat Gikwan sedang diurus oleh suruhan nya"kata jiali


"Bagaimana dengan keluarga Han mu, lalu orang tuamu"tanya Zee


"Keluarga old Han sudah tau...hanya saja mereka merahasiakan ini dari kedua orang tuaku,lagian tetua bilang memang itu adalah kesalahan dan seperti nya Gikwan memang sudah memilih jalan ini....hahhhh kenapa harus melibatkan aku sih"kata jiali sambil menghela nafasnya berat,Zee hanya menatapnya dengan tatapan mata kosong.


"Ryuga memiliki wajah seperti Gikwan kan"tanya Zee diangguki Jiali


"Ya Ryuga pacar gadungan kak Lian Lian tepatnya kau sendiri"jawab Jiali


"Bagaimana kau bisa kepikiran membuat wajah seperti itu Zee"tanya Jiali,Zee kemudian berfikir kemasa saat ia pertama kali menggunakan sihir penyamarannya...dia menggelengkan kepalanya


"Kita kesampingkan ini dulu"kata Zee membuat Jiali bingung


"Jia kenapa kau menghindari ku selama di Houdryen"tanya Zee membuat Jiali terdiam


"Apa aku melakukan kesalahan"tanya Zee di gelengi Jiali


"Karna kau dekat dengan Veronica bego"batin Jiali tapi gx mungkin dia mengatakan hal itu dengan jujur


"Perasaan mu aja kali"kata Jiali


"Jadi jawab"desak Jiali mencoba mengubah pembicaraan membuat Zee menghela nafasnya


"Aku juga gx tau mungkin aku pernah berpapasan dengan dia dan tidak sengaja memikirkan wajah itu saat memusatkan energi"jawab Zee jujur.


Dia tidak pernah terlalu memikirkan wajah apa yang akan ia gunakan saat itu sehingga wajah Gikwan yang muncul,mungkin selama hidupnya dia pernah melihat wajah itu entah dimana,maklum otak selalu menyimpan ingatan wajah seseorang walaupun hanya sekilas.


"Gikwan mati saat usiaku dua belas tahun jika kau mengingat wajah Gikwan selama waktu dekat ada kemungkinan dia masih hidup dong"terka Jiali


"Mungkin"kata Zee gx peduli


"Hisss kau ini Zee bantu aku berfikir"kesal Jiali sambil menggoyangkan tubuh Zee kebelakang kedepan sedangkan Zee hanya tertawa jahil


"Ahahah hentikan Jia"kata Zee


"Huhhh"kesal Jiali sambil membuang mukanya sedangkan Zee hanya tersenyum,menyalakan mesin mobil dan pergi dari sana.


"Nge-mall yuk"ajak Zee


Sudah lama dia tidak jalan jalan sambil belanja


"Kuy lah"setuju Jiali


***


Mobil yang mereka tumpangi pergi menuju mall pusat kota,Zee memarkirkan mobilnya disana dan mulai menjelajahi mall tersebut,berbelanja,makan dan bermain mereka lakukan dengan riang gembira sampai waktu menunjukkan jam tujuh malam,setelah makan malam bersama Zee mengantar Jiali pulang,namun Joy justru menyuruhnya menginap dan dia juga sudah bilang ke Zhu yang masih di akademi Houdryen yang letaknya di kota lain,Zee mengirim pesan pada ayah dan kakaknya jika dia tidak pulang dan mereka mengizinkan nya.


*"*


Dikamar Jiali,Zee sedang mandi sedangkan Jiali sedang mengeringkan rambutnya dengan hairdryer.


Clekk....


Pintu kamar mandi dibuka dan Zee keluar dengan menggunakan pakaian milik Jiali


"Kemari"kata jiali sambil menyuruh Zee duduk di kursi depan meja rias miliknya,Zee duduk dan diam saat Jiali mengeringkan rambutnya juga


"Bagaimana pas kan"tanya Jiali


"Hemm"dehem Zee


Jiali mengeringkan rambut Zee dengan telaten dan setelah itu mereka pergi ke tempat tidur untuk istirahat.


***


Di dimensi kristal Zee sedang melatih sihirnya agar semakin kuat didampingi oleh Zeena atau dirinya di masa lalu


Bummmm......


Ledakan terjadi didalam sana dan terlihat kedua anak yang masih sama sama berdiri di tempatnya dengan terengah-engah


"Kau semakin hebat Zee"kata Zeena


"Tentu"kata Zee


Quan muncul dengan membawa air roh untuk diminum Zee


"Selama di dimensi kristal kau tinggal dimana Quan"tanya Zee pada Quan versi naga hitam besar


"Kastil itu tuan"kata Quan sambil menunjuk kastil besar di seberang danau roh


"Sendirian?"tanya Zee


"Iya namun sekarang saya lebih sering di rumah Lancaster"kata Quan


"Itu lebih baik bukan dari pada kau sendiri disini"kata Zee diangguki Quan


"Saya pergi tuan"kata Quan lalu menghilang dari sana


"Menyebalkan bukan memiliki hewan pendamping yang cerewet seperti dia"kata Zeena


"Benar"jawab Zee


"Tapi bukankah itu lebih bagus"kata Zee


"Sayangnya iya"kata Zeena lalu mereka tertawa pelan


"Aku akan kembali"kata Zee lalu menghilang dari sana meninggalkan Zeena sendirian


"Karna aku hanya berbentuk roh aku gx bisa bebas kemana mana"kata Zeena pelan


"Tapi setidaknya ini bagus....kapan lagi dua jiwa sama sama hidup....tunggu memangnya roh memiliki jiwa?"bingung Zeena lalu menghilang dari sana juga


***


Pagi hari Jiali dan Zee bangun dan sarapan bersama,setelah itu Zee pamit untuk pulang


*"*


Di kediaman Anderson


Zee masuk dan melihat kakaknya sedang menonton televisi di ruang keluarga,Zee tiba tiba nimbrung dan memeluk kakaknya


"Pagi kak"sapa Zee dengan manja,


Ziya mengelus rambut adiknya dengan sayang


"Pagi kau sudah sarapan"tanya Ziya,Zee duduk di samping kakaknya sambil mengangguk mengiyakan


"Sudah tadi ditempat Jia"jawab Zee diangguki Ziya


Mereka berdua sedang fokus Menonton film dan karna sedang jeda iklan Ziya mengganti channel TV yang memperlihatkan sebuah berita tentang perusahaan yang bangkrut baru baru ini termasuk perusahaan besar Ht.company,perusahaan milik keluarga Huyen yang sudah berdiri lebih dari sepuluh tahun lebih,semua pekerjaan ilegal mereka tersebar ke publik pagi ini dan banyak pemilik saham besar yang berinvestasi pada Perusahaan itu menarik saham mereka membuat perusahaan Ht diambang kebangkrutan.

__ADS_1


Zee diam diam tersenyum samar saat melihat berita tersebut


"Nikmati sensasi nya Jon Huyen"batin Zee sambil mengambil teh milik Ziya dan menyesapnya dengan santai


"Aku salut dengan mereka,melakukan pekerjaan ilegal selama sepuluh tahun lebih namun tidak ada yang mengetahuinya...aku penasaran siapa yang membongkar kedok Perusahaan gelap itu"kata Ziya sambil menatap berita,ia beralih ke hpnya dan mencari berita terpanas hari ini.


Brakk....


Ziya menggebrak meja didepan mereka membuat Zee terkejut dengan kelakuan kakaknya


"DAM**IT....pantas Ht tercium bau busuknya mereka bermain main dengan ZL ahahaha"teriak Ziya lalu tertawa puas


"Kau ini kenapa"aneh Zee sambil menenangkan jantung nya


"ZL adalah monster wajar jika perusahaan Ht.company hancur"kata Ziya lalu memperlihatkan hpnya


"Lihat ini walaupun ZL diam namun banyak yang berkomentar tentang ZL...dan perusahaan yang menarik saham dalam perusahaan Huyen kebanyakan adalah kaki tangan ZL walaupun tidak semua tapi itu sudah menjadi bukti jika awalnya perusahaan Huyen berusaha bermain kotor dengan ZL namun bau mereka tercium sehingga mereka menginjak ranjau yang mereka Pasang sendiri"jelas Ziya dengan detail membuat Zee kagum dengan kakaknya juga sedikit takut....takut kakaknya nanti malah ada niatan untuk mencari tau identitas bos ZL,bisa bahaya tuh...


"Kau hebat sekali"puji Zee


"Tentu saja"bangga Ziya lalu ia menye-croll hpnya mencari berita terbaru sambil memakan cemilan sedangkan Zee kembali menonton televisi


"Pemimpin Ht.company ditemukan pingsan setelah mencoba melakukan bunuh diri dirumahnya...beruntung polisi segera mengetahuinya dan membawanya kerumah sakit"kata Ziya


"Dasar giliran sudah ketahuan bukannya bertanggung jawab malah mau lepas tangan"kesal Ziya


"Beruntung polisi cepat tanggap"lanjutnya


"Bagaimana dengan kelanjutannya"tanya Zee karna malas melihat hp


"Jika Huyen Jon tidak bisa membayar uang pinjaman bank selama tiga hari maka seluruh aset milik Huyen akan disita....juga Huyen Jon sepertinya akan dipenjara karna dia juga pernah menghilangkan nyawa seseorang yang tidak bersalah dan juga dia adalah koruptor jelas sekali lahh"jelas Ziya sambil membaca komentar komentar publik di dunia media


"Pantas untuk nya?"tanya Zee


"Iya sepertinya begitu"kata Ziya sambil menatap adiknya aneh


"Lalu bagaimana dengan mu"tanya Ziya


"Apanya"tanya Zee


"Bukan apa apa...aneh saja kau terlihat sangat tenang padahal ini termasuk lagi panas panas nya lho"kata Ziya curiga membuat Zee gelapakan


"Ma...mana ada...aku juga liat kok"kata Zee sambil mengambil hpnya dan membuka sosial media miliknya,Ziya hanya terdiam dan acuh tak acuh dan melanjutkan bermain hpnya.


Sampai tiga puluh menit kemudian terdengar suara seseorang


"Bermain hp terlalu lama tidak baik untuk mata nona nona"kata seseorang membuat Zee dan Ziya menatap ke arah orang tersebut.


"Bibi Sean"kata Ziya dan Zee


Sedangkan orang yang dipanggil itu hanya tersenyum lalu mendekat


"Aku sudah mendapatkan izin dari Zhu dan penjaga diluar,dan juga aku sudah mengetuk pintu tapi tidak ada sautan....rupanya kalian sibuk dengan dunia masing masing"kata Sean dengan tenang membuat Zee dan Ziya tersenyum malu


"Kami salah"kata Ziya lalu mereka menatap kearah belakang dimana seorang wanita serba putih mengikuti Sean masuk.


"Dia siapa"tanya Zee


Wanita serba putih itu kemudian membungkuk hormat


"Salam nona saya Mirai hewan pendamping dari tuan Lilya"kata wanita bernama Mirai tersebut


"Kenapa dua hewan pendamping yang sudah bertuan datang kemari"tanya Zee


"Kami membutuhkan bantuan mu put...ehem nona Zeena"kata Mirai


____


Tidak terbiasa berbicara sekalinya berbicara hampir keceplosan memanggil Zee dengan panggilan putri,maklum Mirai terlalu hormat pada dewa Dewi tapi pada tuannya serampangan 😂


___


Skip....


"Lebih tepatnya kami membutuhkan racun dari akar beracun milik mu"kata Sean


"Untuk?"tanya Zee


"Membunuh Arthur"kata Sean


"Kenapa harus dibunuh"kaget Ziya


"Dia membunuh siswa bernama Lucas,membuat kepala sekolah Morges terluka parah,dan membuat kerusakan tiga puluh persen pada akademi Houdryen"kata Sean


"Kasihan sekali"kata Ziya


"Kenapa disaat kita pergi justru Houdryen diserang"kata Ziya pelan


"Takdir"kata Mirai membuat mereka bertiga menatapnya


"Aku tidak bisa memberikan racun akar ku"kata Zee tiba tiba membuat Sean dan Mirai menatapnya heran sedangkan Ziya hanya diam


"Tapi aku akan kasih gantinya"kata Zee lalu dari tangannya muncul lingkaran sihir kecil hijau merah lalu muncul botol porselen kecil dari lingkaran sihir tersebut,ia memberikannya pada Sean


"Ini...gunakan ini"kata Zee membuat Sean dan Mirai bingung


"Aa....jangan salah paham racun akarku digunakan untuk menyiksa mainan ku sedangkan Arthur dia bukan siapa siapa bagiku hanya kenalan untuk melemaskan otot saat berada di Houdryen,dan ya racun akarku bukan untuk dibagikan aku tidak sebaik itu"kata Zee membuat ketiganya menatapnya dengan ekspresi nya masing-masing,ada yang tercengang ada yang tersenyum dan ada yang terdiam dengan mulut menganga.


"Aku melupakan fakta jika dia adalah anak dewi Cloe...dewi yang yang menggunakan suasana hatinya untuk membuat pilihan maka tidak heran jika dia anaknya"batin Sean


"Ternyata memang Dewi kegelapan...masih pelit"batin Mirai


"Adikku jahat tapi keren"batin Ziya dengan bangga


"Lalu ini"tanya Mirai


"Ucapan selamat"kata Zee


"Atas?"bingung Ziya


"Hiburannya di Houdryen"kata Zee dengan santai membuat mereka kembali terdiam.


"Ehemm....ini akan kami bawa sebelumnya terima kasih"kata Sean setelah tersadar kembali


"Ya sama sama"kata Zee


"Kita harus kembali"kata Mirai diangguki Sean lalu mereka menghilang dengan kabut asap biru tua dan putih yang menyebar ditempat mereka berpijak tadi


"Keren"kata Ziya dengan mata berbinar


Menyeret adiknya kebelakang rumah


"Ada apa"bingung Zee


"Ajari aku sihir menghilang seperti itu"pinta Ziya


"Kau bisa kan"tanya Ziya


"Aku gx bisa sihir menghilang seperti itu...tapi jika teleportasi bisa"kata Zee


"Ajari aku"kata Ziya


"Baiklah"kata Zee


Lalu dia mengajari kakaknya namun sebelum itu mereka kembali ke kamar dan belajar di dimensi kristal milik Zee dengan Ziya yang sudah bisa masuk jadi mudah saja.


***


Tinggalkan mereka kini kita kembali ke dunia nyata dimana Ryuga sedang duduk disalah satu cafe dengan seseorang.


"Ini ulah ZL bukan"tanya orang tersebut pada Ryuga,Ryuga dengan santai meminum kopi miliknya,setelah itu meletakkannya kembali ke meja


"Yapp"jujur Ryuga


"Sudah kuduga...ZL benar benar monster"kata orang tersebut

__ADS_1


"Hei Arman dari pada kau menganggur kenapa tidak mencari pekerjaan saja"kata Ryuga pada pria yang ternyata Arman Di Diesel salah satu putra dari keluarga Di Diesel yang di nyatakan tiada oleh orang tuanya sendiri yang dengan tega nya membuang anak kandung sendiri demi reputasi.


"""


"Kau kira cari kerja gampang"kesal Arman


"Kau tampan,pintar enak saja lah"kata Ryuga mendapatkan timpukan tisu dari Arman


"Berkas goblok"kesal Arman membuat Ryuga tertawa senang menjahili mantan musuhnya yang bisa di bilang sekarang mereka ini sudah berteman.


"Kau yang bayar ya"kata Arman sambil berdiri


"Dasar ya sudah"kata Ryuga


Ikut berdiri dan memberikan kartu kredit miliknya pada Arman


"Bekerjalah agar kau bisa menggantinya"kata Ryuga


"Aku tidak memintanya sialan"kata Arman tapi tetap mengambil kartu tersebut lalu pergi sedangkan Ryuga hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya lalu ikut pergi dari sana


***


Kita kembali ke kota lain tepatnya di tempat akademi Houdryen,


Lily,Zhu,Luna,Mirai,Sean dan Yeol (hewan pendamping Zhu) sedang berkumpul di taman Houdryen yang sudah sepi,karna penyerangan kemarin para siswa dan siswi Houdryen di pulangkan untuk sementara sampai Houdryen aman.


"Jadi mana anakku"tanya Zhu sambil celingukan mencari Zee


"Dia tidak ikut"jawab Sean membuat Zhu melongo


"Lahh kok bisa gimana sihh"kata Zhu ngegas


"Tenang Zhu"kata Lily sambil menarik kerah belakang Zhu agar Zhu tidak baku hantam dengan Sean walaupun gx beneran sih


"Nona Zeena tidak ikut bukan berarti kita tidak mendapatkan apa yang kita butuhkan"kata Sean lalu melirik Mirai


Mirai mengangguk dan mengeluarkan botol porselen kecil pada Lily


"Pemberian putri Zeena"kata Mirai


Zhu mendekat ke Lily dan mencoba mengamati botol kecil tersebut


"Ini apa"tanya Zhu membuat yang lainnya memutar matanya jengah


"Jika dilihat sekilas itu seperti semacam gumpalan sihir...Tapi ada aura pekat yang mengerikan"kata Luna


"Kau benar ini adalah racun sihir...walaupun aku tidak tau ini racun apa tapi ini sepertinya cukup untuk membunuh Arthur"kata Lily


"Kalau begitu tunggu apalagi"kata Zhu


"Strategi Zhu"kata Lily


"Kita tidak bisa meninggalkan Houdryen begitu saja...bisa saja kan saat kita pergi justru musuh masuk benteng utama itu yang harus kita fikirkan"kata Lily


"Kalau begitu kalian berdua yang akan berfokus pada misi pembunuhan Arthur sedangkan sisanya akan menjaga Houdryen bersama dengan yang lainnya"kata Luna sambil menunjuk Lily dan Zhu


"Kalian kuat dan lagi kalian memiliki bala bantuan"kata Luna


"Itu lebih baik sih"kata Lily diangguki Zhu


"Kalau begitu sudah ditentukan masalah selanjutnya adalah menentukan waktu"kata Yeol membuat mereka yang disana menatapnya aneh


"Ada apa"tanya Yeol


"Kau yakin kau sudah hidup ratusan tahun"tanya Luna


"Tentu saja emang ada yang salah"bingung Yeol


"Kau pasti tau jika Zhu dan Lily di satukan bukan"kata Sean


Awalnya Yeol bingung namun sedetik kemudian dia jadi merasa orang paling kolot di dunia.


Tentu saja jika lily dan Zhu sudah bersama dalam misi maka tidak ada yang namanya menunda waktu,Lily yang menganggap waktu adalah emas sedangkan Zhu benci jika waktu bermain di ulur ulur,intinya mereka adalah tiga orang yang sangat tidak mengenal kata TUNDA jika dalam misi.


Tunggu kenapa tiga?


Tentu saja karna Yuma juga salah satu dari mereka dan Yuma akan ikut serta,didunia atas dulu jika Zee dkk mendapatkan julukan lima jendral harimau maka Yuma,Lily dan Zhu adalah tiga puma gila,dimana mereka gila dalam perang namun jika diluar itu mereka malas lebih malas dari seorang pengangguran🤭


Oh ya Yuma saat itu menekan aura iblis ditubuhnya sehingga para dewa Dewi tidak tau asal usulnya kecuali Cloe tentunya yang pastinya mengenal kakak kandungnya sendiri walaupun tanpa aura sekaligus.


*"*


Oke lanjut kini kita beralih pada Zhu,Lily,dan Yuma yang sedang berada di sebuah bangunan besar yang terbengkalai di salah satu kota tempat Arthur melarikan diri,


Disana telah terjadi pertarungan besar dimana tiga orang melawan Arthur yang dibantu oleh para Higolos kiriman dari Huang Zhong,bahkan kali ini Huang Zhong ikut serta dalam pertarungan sehingga ini menjadi pertarungan yang sangat sengit


Bummmm......


Ledakan terjadi dimana mana dengan banyaknya mayat dari kubu lawan yang sudah berserakan sedangkan di tim Zhu mereka sudah terluka namun tidak begitu parah,


Mirai dan Yeol selaku hewan pendamping turut andil dalam pertarungan udara dimana Yeol dan Mirai berubah menjadi tipe hewan ular putih dan harimau putih sedangkan Yuma ia tidak mengeluarkan hewan pendamping nya sama sekali karna masih ingin merahasiakan identitas nya dari Huang Zhong.


"Wanita itu aku tidak bisa merasakan auranya sama sekali...dia Dewi atau iblis"batin Huang Zhong sambil menatap Yuma sedangkan Yuma dia mengalihkan fokusnya pada Zhu yang terpental akibat serangan Higolos sehingga Yuma melesat dan menolongnya agar tidak terjatuh ke tanah


"Kau baik baik saja"tanya Yuma


"Seperti yang kau liat aku kurang beruntung"kata Zhu


Yuma menurunkan tubuh Zhu dan kembali menyerang Higolos yang menyerang Zhu dengan brutal


"Bangsat kau Gisla"batin Yuma berteriak ia melesat dan menembus tubuh Higolos dengan pedang miliknya dan mengoyak bagian dalam Higolos dengan brutal dan Higolos itu kemudian hancur meledak,Yuma terbang dengan pedangnya dan mengeluarkan sihir seribu panah


"Arcos Patha Explosion"Yuma membaca mantra dan dari atas langit muncul panah es yang langsung membekukan Higolos dengan Arthur didalamnya


"Sekarang Lilya"teriak Yuma


Lily segera terbang menaiki Mirai dan melemparkan botol porselen kearah Higolos membeku dan melesatkan panah miliknya untuk menghancurkan botol tersebut


Prakkk......kreesssss.....bummmm


Sebuah kabut hitam menyebar di sekitar Higolos dan Arthur dan disusul ledakan api hitam yang besar dari dalam tubuh mereka sehingga Higolos dan Arthur berteriak kesakitan akibat ledakan itu dan mereka mati seketika dengan mengenaskan,tubuh mereka seketika berubah menjadi tumpukan abu dan tulang belulang


Yuma dan yang lainnya yang menyaksikan hal itu sungguh terkejut melihat isi botol porselen milik Zee bisa berefek sebegitu besarnya dimana langsung membunuh delapan Higolos sekaligus Arthur didalamnya


"Akhh"teriak Huang Zhong saat sebagian tubuhnya terkena ledakan besar itu membuat tubuhnya meleleh,ia langsung kabur dari sana tanpa meninggalkan jejak sebelum Yuma dan lainnya sadar


"Sial Huang Zhong kabur"kata Yeol


"Tidak apa...dia terluka parah dia...dia tidak akan bisa menyerang dalam waktu dekat ini"kata Zhu lalu ia terjatuh pingsan di tubuh Yeol versi harimau


"Zhuya"teriak Yuma sambil mendekat dan membawanya menghilang dari sana


Yeol dan Mirai hanya saling melirik dan mengangkat bahunya lalu Yeol menghilang dari sana mengikuti tuannya,Lily?


Dia terdiam lalu tersenyum kecil saat melirik tempat Zhu dan Yuma menghilang tadi


"Zhuya?....kapan terakhir kali aku mendengar kalimat itu...dasar Yuma"batin Lily


"Ayo kembali"kata Lily lalu mereka menghilang dari sana


***


Di kastil di tengah pulau Huang Zhong muncul di depan ayahnya lalu terjatuh kesakitan,Huang Tian yang melihat itu segera mendekat


"Apa yang terjadi"tanya Huang Tian


"Akhh....ayah...sakit sakit sekali ayah"kata Huang Zhong


episode selanjutnya berfokus pada Huang Zhong yang kabur dan akan sedikit sensasi aneh antara Wendy,Huang Tian dan Huang Zhong.


seperti apa kisahnya tunggu chapter berikutnya


Lanjut guys


See you😘

__ADS_1


__ADS_2