Magic Blood

Magic Blood
chapter 56


__ADS_3

lanjut


____________


Zee menendang salah satu papan yang sudah lapuk hingga hancur beberapa bagian dan menumpuknya setelah itu dengan sihir apinya ia membuat api unggun


"Sudah"kata Zee,Nian Nian dan Jiali mendekat dan duduk melingkar di pinggir api unggun itu


"Kita menginap disini?"tanya Jiali


"Sepertinya iya karna ini sudah malam"jawab Nian Nian sambil melirik jam tangannya yang menunjukkan pukul sepuluh malam


"Lama juga ya kita bertarung dengan mereka"kata Nian Nian di angguki Jiali


"Dan sekarang aku lapar"kata jiali sambil mengusap perut nya membuat Nian Nian dan Zee terkekeh


"Tunggu lah disini"kata Nian Nian lalu pergi mengambil tas yang ia tinggalkan di motor miliknya


Lima menit kemudian Nian Nian datang dan memberikan roti dan apel kepada Jiali dan Zee


"Hanya ini yang tersisa maaf ya"kata Nian Nian


"Tidak apa apa ini sudah lebih dari cukup terima kasih nian"kata jiali dan Zee


"Sama sama"jawab Nian Nian


Dan malam itu mereka memutuskan untuk tidur di rumah tersebut tanpa mengganti pakaian mereka yang sudah kotor karna noda darah juga tanah


Pagi hari Nian Nian menemukan sungai di sekitar sana sehingga mereka bertiga memutuskan untuk membersihkan diri di sungai itu


Berhubung hanya memiliki pakaian yang mereka pakai jadilah mereka mencuci ala adanya dan menggunakannya kembali walaupun masih ada sedikit noda,dan karna bantuan sihir pakaian mereka cepat kering


Setelah itu mereka pulang dari sana dan istirahat di rumah masing-masing sebelum nantinya ke rumah song.


***


Di rumah song nian nian sedang menatap ibunya dengan intens sedangkan yang di tatap sedang sibuk dengan teh di tangannya


"Ibu"kata nian nian kesal membuat Lily terkekeh dan meletakkan cangkirnya


"Maaf ibu salah informasi"kata Lily membuat Nian Nian pasrah


"Baiklah lagian Ini bukan pertama kalinya"kata nian nian membuat Lily memeluk putri bungsunya


"Sayang nian"kata Lily


"Hemm nian juga sayang ibu"kata nian nian


"Semua yang sudah di bunuh ada tujuh,sedangkan semua buronan negara Eden ada sepuluh terus sisanya bagaimana Bu"tanya nian nian


"Sudah ibu selesaikan"kata Lily


"Apa karna itu ibu jadi terluka"kata Nian Nian membuat Lily tersenyum


"Kau melihatnya"tanya Lily


"Lebih tepatnya merasakannya"kata Nian Nian sambil membuka baju bawah ibunya dan terlihatlah balutan perban di sekitar perut dengan sedikit noda darah


"Ini sakit ya Bu"tanya Nian Nian sambil menusuk nusuk perut ibunya dengan jarinya pelan


"Tentu saja tapi sepadan kok"kata Lily


"Ayo sarapan"ajak Lily


Lian Lian dan Jimmy sudah pergi dari tadi dan karna Lily dan Nian Nian baru pulang mereka terlambat sarapan


Di rumah Han Jiali sedang makan bersama ayah dan ibunya


"Ayah ibu di antara kalian siapa yang memiliki sihir"tanya Jiali


"Ayah"jawab Leozert di angguki Joy


"Memangnya kenapa"tanya Joy


"Jia jarang melihat ayah menggunakan sihir"kata jiali


"Sihir ayah tidak sehebat teman ibumu makanya ayah jarang menggunakan nya,dan sihir ayah ini hanya tingkat pertama"kata Leozert


"Itu sudah termasuk hebat leo"kata Joy


"Ayah yang terbaik benar kan Bu"kata jiali di angguki Joy membuat Leozert salting


"Kalian ini"kata Leozert membuat Jiali dan Joy tertawa,keluarga yang harmonis.


Lain di kediaman Han Lain juga dengan di kediaman Anderson,Zee sedang bertarung dengan Zhu,Zhu bilang ini adalah penyambutan


"Bu hentikan"kata Zee sambil menangkis serangan ibunya


"Nanggung ibu belum melukai mu"kata Zhu santai membuat Zee memutar matanya jengah,Zee lalu mengeluarkan sihir akarnya membuat Zhu terlilit dan di ikat menggantung di udara


"Akhh Zeena sialan turunkan aku"teriak Zhu kesal


"Maaf ibu aku lapar setelah makan aku akan menurunkan mu atau kau akan mengganggu waktu makanku"kata Zee lalu pergi meninggalkan Zhu yang sedang menggantung walaupun tidak sampai menyakitinya sih


"Ck padahal ini adalah penyambutan yang spektakuler"kata Zhu


Perlahan ia menyusut kembali ke tubuh kecilnya sehingga ia bisa terlepas dari jeratan akar milik Zee dan ia berlari ke arah ruang makan


"Aku juga mau makan"kata Zhu sambil mendekati Zee


"Kau belum sarapan"tanya Zee


"Sudah tapi gara gara bad mood jadi lapar lagi"kata Zhu membuat Zee menggelengkan kepalanya.


Disela sela makan


"Bu apa kau juga sering mengusili ku di kehidupan dulu"tanya Zee membuat Zhu menatapnya lama lalu mengangguk,ia jadi geli sendiri saat membayangkan masa lalunya dengan keponakan yang sekarang menjadi anaknya,aneh memang tapi itulah takdir.


Ia jadi teringat dimana dia dengan usilnya membututi Zee di masa lalu dengan hewan hewan miliknya,ia juga pernah bereksperimen pada Zee dimana ia mengacak acak rambut dan pakaian yang dikenakan Zee sampai Andreas memarahinya,ia berkata dengan santainya bahwa selagi keponakannya tidak mengeluh dia bisa apa membuat Cloe dan Andreas menghela nafasnya.


FLASHBACK 1


saat itu di dunia atas seorang gadis sedang berlari di ikuti oleh hewan pendampingnya harimau putih yang besarnya dua kali lipat dari harimau dewasa biasanya,ia berlari ke istana Airis tempat Zeena tinggal


Brakkkk....


"Zeena bibi datang"teriak Zhu membuat seorang gadis mengalihkan pandangan ke arah nya


"Hei setidaknya sambutlah dengan senyuman"kata Zhu lalu masuk diikuti harimau nya


"Ada apa"tanya Zeena sambil meletakkan pedang miliknya


"Hanya main,ayah dan ibumu menyebalkan menyuruh ku untuk belajar tari ya sudah aku kabur saja"kata Zhu,mendekat


"Hei Zeena kau tidak sibuk kan"tanya Zhu membuat Zeena mengerjapkan matanya


"Kau tau jawabannya"kata Zee lalu melanjutkan pekerjaannya membersihkan pedang satunya


Karna setiap bibinya datang ia akan bertanya hal ini dan jika ia berkata sibuk maka jurus selanjutnya dari Zhu adalah...


"Jangan terlalu serius belajar itu membuat otakmu tumpul nantinya"kata Zhu asal lalu menyeret Zeena pergi dari sana menunggangi harimau miliknya menuju suatu tempat


Tempat yang di tuju adalah air terjun langit


"Yeol sekarang"teriak Zhu lalu harimau putih miliknya membalikkan tubuhnya di udara sehingga membuat Zhu dan Zeena terjatuh dan terjun ke dalam air


"Yuhuuuuuu"teriak Zhu sedangkan Zeena hanya terkejut dengan aksi bibinya yang kelewat normal


Byurrrrr.......


Tubuh keduanya tercebur kedalam kolam yang dalam di bawah air terjun dengan keras dengan posisi yang aman sehingga mereka tidak akan mati konyol


Bresss...


"Ahahah"tawa Zhu saat sebagian tubuhnya sudah muncul dari dalam air dengan keras sedangkan Zee ia hanya menghela nafasnya berat karna paru parunya sempat kemasukan air tadi sambil menepuk nepuk dadanya


"Seru kan"kata Zhu di diamkan Zee


"Ayo lagi"kata Zhu lalu menyeret Zee ketepian,saat hendak memanggil hewan pendamping nya


"Yeol....akhhh aduh aduh sakit akhh"teriak Zhu saat telinganya di tarik oleh seseorang


"Berapa kali aku bilang jangan bermain yang berbahaya apalagi mengajak Zeena"kata seorang pria muda yang sedang menjewer telinga Zhu, percayalah tampangnya memang muda tapi dia udah tua oke


"Akhh kakak sakit kalo kupingku copot gx bisa dipasang lagi"kata Zhu membuat pria itu atau Andreas melepaskan jewerannya membuat Zhu langsung cari aman dengan menjauh sedikit dari kakaknya,dilihatnya kakak iparnya sedang membantu Zee menepuk nepuk punggungnya agar air yang ia minum keluar


"bermain yang sewajarnya Zhu kau lihat anakku yang jadi korbannya"kesal Andreas

__ADS_1


"Salahkan dia tidak menolak"kata Zhu santai membuat Andreas jengah


"Ayo kembali dan ganti pakaian kalian"kata cloe


Di tempat peristirahatan,baru saja hendak menggunakan pakaian luarnya Zhu masuk dengan menerobos seenak jidatnya dengan tampang tanpa dosanya


"Zee biarkan bibi beritau kau sesuatu"kata Zhu lalu menyeret Zee agar duduk di meja rias,ingat meja


"Tapi aku butuh kau untuk menjadi objeknya"kata Zhu


Tanpa mendengar persetujuan dari zeena mulailah dia mengacak acak penampilan Zeena sesukanya


"Apa yang kau lihat pagi ini"tanya Zee


"Pria tampan"kata Zhu


"Jadi ini alasannya"kata Zee di angguki Zhu


"Jika itu cocok padamu maka untuk ku juga"kata Zhu


"Bagaimana dengan aturan"tanya Zee


"Persetan dengan aturan aku ingin cinta yang aku pilih sendiri tanpa kekang"kata Zhu


"Seperti dulu"singkat Zee


"Ahh kau mendengar nya ya"kata Zhu di angguki Zee


"Ya begitulah"lanjut Zhu


Beberapa menit kemudian


"Nahh jadi"kata Zhu lalu menyuruh Zee melihat dirinya dari cermin


"Lihatlah karyaku"bangga Zhu membuat Zee terdiam melihat pentulan dirinya sendiri di cermin,apa apaan dengan wajah putih tepung itu dan pewarna pink di pipinya terlihat terang sekali di tambah pewarna bibirnya yang merah ngejreng,


Belum lagi gaya rambut dan pakaiannya yang seperti kurang bahan,ia jadi seperti badut gila


"Seleramu buruk"final Zee mengomentari hasil karya bibinya


"Oh ayolah tidak usah menipu diri sendiri"kata Zhu


"Buruk"ulang Zee


"Ck ini bakat murni tau"kata Zhu kesal namun Zee biasa saja dan mulai membersihkan wajah nya tapi belum saja ia memulai Cloe masuk ke kamarnya dan melihat anak dengan adik iparnya yang sedang menatapnya,satu dengan tampang cengonya dan satunya dengan tampang datarnya


"Astaga Zhu"teriak Cloe membuat Zhu mengerutkan dahi nya sambil cengengesan


Mendekati anaknya dan membantu membersihkan wajah Zee


"Jika bibimu melakukan hal aneh padamu tolak saja dengan keras jangan hanya diam saja"kesal Cloe


"Hei jangan salahkan aku"kata Zhu ngotot


"Diam aku tidak bicara dengan mu"kata Cloe membuat Zhu mendengus


"Apa apaan ini kau ingin menakut nakuti orang lain dengan make up ini"kata Cloe


"Ini fashion oke"kata Cloe


"Fashion lah osyen lah gunakan wajahmu sendiri"kata Cloe


"Nanti juga iya"kata Zhu gx mau kalah


Dan berlanjutlah mereka berdua berdebat sedangkan Zee pergi begitu saja saat melihat ibu dan bibinya sibuk dengan dunia debat mereka lagi


"Sudahlah aku kemari untuk mengajak kalian makan"kata Cloe


"Salah mba lah kenapa ngajak ribut"kata Zhu


"Dih siapa"kata Cloe


"Lihat Zee jadi duluan"kata Zhu membuat Cloe menatapnya jengah namun dia bisa apa


Mereka lalu pergi ke ruang makan keluarga Andreas


Saat Cloe hendak menyuruh penjaga membuka pintunya Zhu sudah nyerocos sambil bergegas membuka pintunya


"Kelamaan keburu mati kelaparan"kata Zhu lalu membuka pintunya namun sedetik kemudian sesuatu yang membuat Cloe,Zhu dan dua penjaga terkejut bukan main dengan apa yang menimpa Zhu


Sebuah ember terjatuh dari atas tepat saat pintu terbuka menumpahkan air ke tubuh Zhu dengan cepat membuat Zhu kembali basah kuyup


Zhu hanya menganga tak percaya lalu menatap ke depan dimana ia melihat Zee sedang duduk santai sambil meminum tehnya sedangkan kakaknya sedang menahan ketawanya terlihat dari bahunya yang bergetar dengan kedua telapak tangannya berada di mulut


"Zhu diluar hujan ya"kata Andreas dengan sengaja sedangkan Cloe hanya menutup mulutnya dengan telapak tangannya karna masih terkejut,Zee melirik Zhu dan tersenyum miring


"Kita impas"kata Zee membuat Andreas yang sedang menahan tawanya akhirnya tertawa juga


"Ahahah"tawa Andreas sedangkan Cloe hanya tertawa kecil agar Zhu tidak kesal karna


"Lihat saja Zee aku akan kembali membalasnya"kata Zhu sambil kembali ke kediamannya untuk mengganti pakaiannya lagi.


Itulah keseharian Zhu dengan keponakannya yang saat itu sedang di jauhkan orang orang walaupun tidak separah dulu sampai sampai Zee pergi jauh,dan alasan lainnya karna saat itu Zee belum memiliki teman sehingga orang tuanya menyuruh Zhu menemani anak mereka dan Zhu menerimanya dengan senang hati namun ya dengan sesuatu yang tidak gratis pastinya,dan sesekali Zee juga membalas perbuatan bibinya walaupun jarang


dan ya aksi balas membalas Zhu tidak akan pernah tertinggal bahkan sampai ke kehidupan kedua Zee,


Dimana takdir yang merubah Zhu dan Zee yang semula adalah ikatan bibi dan keponakan sekarang menjadi ibu dan anak


FLASHBACK OFF


Karna hari ini Zee tidak sekolah ia berencana pergi ke rumah black sekalian bertemu dengan istri dan anak black


Saat ia mampir sebentar ke pusat perbelanjaan ia bertemu dengan Nian Nian yang sedang mengantar ibunya berbelanja


"Zee"panggil Nian Nian sambil melambaikan tangannya,Zee mendekat


"Apa yang kau lakukan di sini"tanya Nian Nian


"Mandi"jawab Zee asal membuat Nian Nian cengengesan


"Ck kau ini,itu adalah basa basi tau"kata Nian Nian sambil tertawa pelan


"Belanja aku akan pergi ke rumah kakak angkatku dan sekalian bawa hadiah"kata Zee sambil menenteng tas belanjaan miliknya


"Ohh good luck"kata Nian Nian di angguki Zee lalu pergi.


Karna rumah black itu jauh dari rumahnya jadi perjalanannya membutuhkan waktu 2 jam menggunakan mobil



Sesampainya di kediaman black,ia di cegah oleh satpam yang menjaga gerbang


"Maaf siapa nona"tanya salah satu penjaga sambil menatap gadis cantik yang terlihat mendominasi sekitar walaupun tidak begitu


"Saya adik angkat tuan kalian black"kata Zee membuat dua penjaga itu saling menatap


"Jangan berbohong nona"kata penjaga


"Saya tidak berbohong katakan saja pada kak black"kata Zee


"Banyak orang mengaku sebagai keluarga tuan black atau nyonya Iris pada akhirnya mereka adalah penipu"kata penjaga membuat Zee bingung


"Beritahu saja"kata Zee,salah satu penjaga memasuki pos dan menelpon black


"Bos seorang gadis datang mengaku sebagai adik bos"kata penjaga


"Kau tau harus bagaimana kenapa bertanya aku tidak memiliki adik perempuan selain Haley"kata black tegas membuat penjaga takut


"Ba...baik bos"gagap penjaga lalu mematikan sambungan telepon nya dan keluar


"Usir dia"kata penjaga ke penjaga satunya


"Baik,maaf nona kami tidak bisa membukakan pintu untuk anda segera pergi dari sini"kata penjaga sambil mengusir membuat Zee menyeritkan keningnya


"Baiklah"kata Zee hendak pergi ke arah mobilnya namun sebuah mobil muncul dari arah belakang lalu berhenti dan seorang wanita cantik turun dari mobil tersebut


"Nyonya"sapa para penjaga


"Ada apa ini"tanya wanita ramah


"Ini nyonya ada seseorang yang mengaku adik bos"kata penjaga membuat wanita yang di panggil nyonya itu mengerutkan keningnya lalu menatap zee,tiba tiba ia terkejut


"Kau bos suamiku yang ulang tahun tempo lalu kan"kata wanita itu mengingat saat ia menghadiri acara ulang tahun Zee dan Ziya bersama black membuat Zee bingung


"Boss?"batin Zee


"Ikutlah denganku"kata wanita itu,Zee awalnya berfikir lalu menatap kedua penjaga itu yang terlihat terkejut

__ADS_1


"Baiklah"kata Zee


"Oh ya ikut dengan ku saja mobil mu biar penjaga yang bawa"kata wanita itu di angguki Zee


Ia lalu menyerahkan kunci mobil miliknya ke salah satu penjaga dan ikut mobil yang di tumpangi wanita itu,


Saat mobil yang membawa wanita dan Zee itu pergi giliran penjaga itu yang saling menatap bingung


"Kau saja"kata penjaga satunya sambil menyerahkan kunci dan bergegeas masuk


"Hei aku tidak bisa mengendarai mobil sport"kata penjaga yang di tinggal namun apalah daya teman satunya sudah pergi,ia menghampiri mobil dengan perpaduan warna hitam dan merah tersebut,menatap kunci dan mobil bolak balik,memantapkan diri lalu ia masuk ke mobil dan menyalakan nya lalu membawa masuk ke dalam gerbang


"Real Buggati Veyron"kata penjaga itu sedikit gugup takut melecetkan mobil orang


"Mobil yang harganya gx ngotak"lanjutnya,lalu memalkirkannya dan bergegas pergi kembali bekerja


Setelah turun wanita cantik itu membawa Zee masuk


"Ibu pulang"kata wanita itu


"Mama"teriak gadis kecil sambil berlari ke arahnya


"Ahh putri mama"kata wanita cantik tersebut sambil memeluk anaknya


"Emm wangi udah mandi ya"kata wanita itu di angguki anak kecil tersebut


"Iya Ruby sudah mandi"kata gadis lima tahun tersebut


"Ruby ini kakak masih ingat kan"kata wanita itu membuat gadis kecil tersebut menatap Zee yang berdiri di belakang wanita tersebut


"Kakak"kata si kecil Ruby membuat Zee tersenyum lalu ia berjongkok menyamakan tingginya dengan Ruby


"Lihat kakak bawa hadiah Ruby suka"kata Zee sambil menyerahkan paper bag sedang kepada Ruby


"Wawww makasih kakak"kata Ruby sambil mengambil paper bag tersebut


"Sayang kau sudah pulang"kata suara pria dari arah tangga


"Ayah"kata Ruby lalu berlari ke arah black,black lalu memeluk anaknya sayang dan menatap istrinya,ia terkejut saat melihat Zee di rumahnya


"Bos"kaget black membuat Zee menyeritkan keningnya


"Maaf aku datang tanpa memberitahu"kata Zee membuat black terdiam


"Jangan bilang yang di maksud adik perempuan itu adalah bos"batin black


"Ayah lihat aku dapet hadiah dari kakak"kata Ruby sambil menyodorkan paper bag kedepan wajah black membuat black tersadar


"Terima kasih b...Zee"kata black kaku


"Tidak apa"kata Zee


"Aku akan masak makan siang kalian tunggu lah di ruang keluarga"kata wanita yang ternyata istri black


"Oh ya Zee kan,aku Iris salam kenal"kata Iris


"Kak Iris"kata Zee sambil membungkukkan sedikit badannya


"Beristirahatlah"kata Iris lalu pergi


"Biarkan aku membantu"tawar Zee sambil mengekor


"Bagaimana mungkin aku membiarkan tamuku kelelahan"kata Iris


"Tidak apa justru aku merasa tidak enak jika hanya diam"kata Zee


"Baiklah"pasrah Iris


Lalu mereka masak bersama sambil berbincang bincang mengisi waktu,sedangkan black ia bermain dengan Ruby dan salah satu bodyguard kesayangan Ruby Lay,Zee juga berkenalan dengan lay dan sedikit berbincang bincang mengisi waktu luang nya,lay juga terlihat ramah,dia memiliki umur yang sama seperti Thosikari dan sudah menjadi pelayan setia Iris sejak kecil karna umur mereka tidaklah jauh berbeda sehingga iris merasa seperti memiliki adik daripada pelayan,lay juga menganggap iris dan Noriko keluarga nya (Noriko dan Iris adalah adik kakak kandung)


Setelah bertamu ke rumah black tanpa di undang Zee langsung pamit pulang karna sudah petang


"Hati hati dijalan Zee"kata Iris


"Dadah kakak"kata Ruby sambil melambaikan tangan membuat Zee tersenyum dan ikut melambaikan tangannya walaupun tidak selincah Ruby yang ada di gendongan black


"Hati hati bos"kata black,sepertinya kebiasaan nya memanggil Zee bisa tidak bisa diubah


Menaiki mobilnya dan pergi dari sana


"benar benar gugup"batin black


"Ayah mengantuk"kata black membuat iris tersenyum kecil


"Lay"panggil iris lalu seorang gadis seumuran Thosikari datang


"Bawa Ruby ke kamarnya"kata iris


"Baik nyonya"jawab Lay


Ruby lalu di gendong Lay dan pergi ke kamarnya


"Ayo"kata Iris sambil memegang tangan black dan menariknya ke kamar untuk istirahat


Di kamar black tiduran di pangkuan istrinya


"Sepertinya aku gx ngantuk"kata black membuat iris menatap nya bingung


"Aku lapar"kata black


"Bukankah ini belum lama"kata Iris


"Hemm"black


"Baiklah tunggu disini"kata iris hendak turun namun di cegah black


"Ada apa"tanya iris


"Aku mau kamu"kata black


"Hahh"kaget iris


"Aku mau memakanmu"kata black membuat iris terdiam,lalu ia tersenyum dan menjepit pipi black


"Uhhh kenapa dengan kesayangan ku, ini petang lho gx takut"kata iris sayang


"Lagian siapa yang akan melarang"kata black membuat iris tertawa pelan dan ๐ŸŒš


Baik tinggalkan pasutri tersebut yang merasa seakan dunia milik berdua,kita pergi ke tempat Lay dan Ruby


Dia sedang meletakan Ruby yang sudah tertidur ke kasurnya secara perlahan agar tidak bangun,setelah itu ia pun berdiri


"Selamat tidur Ruby"kata Lay lalu pergi


Menuju ruangannya karna ia tau apa yang sedang di lakukan kedua bos-nya jika sudah menyuruhnya membawa Ruby pergi,ia hanya bisa geleng-geleng kepala melihat suami nona nya yang terlihat dingin diluar namun hangat dan romantis di dalamnya


Di ruang yang menjadi tempat tinggalnya selama ini lay meletakkan jas luarnya di meja dan merebahkan tubuhnya di sofa,melirik jam


"Tujuh malam"kata Lay,berdiri dan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri


Lima menit kemudian ia keluar dan mengenakan pakaian nya,karna tidak ada kerjaan ia memainkan laptopnya,belum lama hpnya berbunyi


Telpon dari iris


"Halo nona sudah selesai bermainnya"kata Lay langsung membuat yang di sebrang telepon memerah malu terdengar juga kekehan seseorang


"I..iya anu itu Ruby....."iris


"Dia sudah tidur"kata Lay memotong perkataan iris


"Kalau begitu Kau istirahat lah"kata iris


"nona saya izin pergi"kata Lay meminta izin


"Ya hati hati"kata iris


"Baik"kata Lay lalu sambungan telepon terputus


Walaupun status lay dan iris adalah pelayan dan tuan,iris melarang lay untuk selalu hormat padanya namun sepertinya itu sudah untuk Lay.


karakter baru lagi


jangan bingung ya


ada keluhan tinggalkan saja di komen nanti saya coba bereskan


see you next time ๐Ÿ˜˜

__ADS_1


__ADS_2