Magic Blood

Magic Blood
chapter 27


__ADS_3

lanjut


//////


"Mana aku tau apa yang kau pikirkan sayang,emang apa itu"kata leo


"Aku baru sadar jika nama sekertaris ZL dengan orang yang mirip dengan gikwang itu sama yaitu Ryuga selain itu sama sama Forsizen lagi"kata Joy membuat leo menghentikan tangannya


"Iya yah kok aku baru sadar"kata leo kaget sendiri


"Yang benar yang mana nih apa salah satu diantara mereka ada yang menggunakan identitas palsu, sebenarnya mana Ryuga yang asli,Ryuga sekertaris ZL atau Ryuga yang memilik anak"kata leo malah berfikir


"Hais kita kan sedang kencan sayang jangan bikin aku mikir ah"kesal leo sedang kan Joy hanya tertawa pelan lalu menyuapi leo kembali,dunia serasa milik berdua saja


"Mereka romantis sekali"kata Zhu sambil mengintip dari balik stan makanan disana sedangkan logan Disampingnya sedang dalam keadaan yang kurang baik setelah keluar dari rumah hantu


"Uhh sa..sayang bisakah kita istirahat sebentar"kata logan namun Zhu malah menyeretnya lagi ke wahana berikutnya sedang kan logan hanya pasrah setidaknya istrinya dapat senang.


Di tempat anak muda tepatnya Ziya dan Tetsuya mereka sedang duduk di bangku sambil memakan kembang gula miliknya,lalu Tetsuya berdiri di depan Ziya


"Ziya aku mencintaimu"kata Tetsuya membuat Ziya menatap nya


"Aku suka dengan mu semenjak pertama kali kau datang ke kelas,disitu entah kenapa aku merasa gugup melihatmu dan hatiku tidak karuan"kata Tetsuya lagi


"Jadi maukah kau menjadi pacarku"kata Tetsuya sambil menggaruk tengkuknya gugup


"Maaf"kata Ziya membuat Tetsuya tersenyum pahit namun


"Maaf aku tidak dapat menolaknya"kata Ziya berdiri dan mencium Tetsuya


"aku mau"jawab Ziya lalu memeluk Tetsuya yang terdiam karna baru saja dicium


"Apa ini artinya kita pacaran"kata Tetsuya diangguki Ziya,Tetsuya membalas pelukan Ziya


"Terima kasih"kata Tetsuya senang


Di tempat yang tidak jauh dari sana ada yang sedang kebakaran jenggot siapa lagi jika bukan logan yang melihat anaknya pacaran


"Huhh aku kesal sekali ingin sekali kupukul anak itu"kata logan kesal


"Bagaimana mungkin gadisku di ambil orang lain tanpa seijin ku"kata logan lagi sedangkan Zhu hanya tertawa melihat suaminya,ia maju dan menarik baju logan lalu mencium bibir suaminya sekilas


"Sudah jangan marah dia kan sudah dewasa biarkan dia merasakan cinta masa mudanya,kau itu sudah tua jangan seperti itu aku jadi gemas"kata Zhu membuat logan diam dan menurut


"Jika pemuda itu serius apa salahnya"kata Zhu


"Tapi jika tidak"kata logan


"Aku akan membunuhnya"kata Zhu membuat logan terkejut dan tersenyum


"Baiklah"kata logan lalu melanjutkan kencan mereka yang tertunda


Di tempat Zee semua sedang berkumpul sambil makan sedangkan Zee sibuk dengan hpnya membalas chat dari Ryuga


"Bos jadi gimana ulang tahun perusahaan ZL sebentar lagi apa kau akan mempublikasikan dirimu"isi pesan Ryuga


"Lagian Itu masih lama yang benar saja"balas Zee lalu memasukkan hpnya ke kantong celananya dan ikut berbincang dengan mereka


"Teman teman aku kekamar mandi dulu"kata Zee lalu pergi,


Jiali juga ijin kekamar mandi umum disana,saat hendak keluar Zee di hadang oleh Jiali dan memojokkannya ke tembok


"Ada apa Jia"tanya Zee namun Jiali tidak menjawabnya melainkan menekan perut Zee dengan tangan kanannya membuat Zee meringis kesakitan


"Kenapa kau diam saja"kata jiali


"Apa maksudmu"kata Zee pura pura gx tau,lalu Jiali membuka baju bawah Zee dan terlihatlah perban yang sudah ternodai darah tersebut sepertinya Jiali menekan terlalu keras namun ekspresi nya seakan tidak merasa bersalah


"Luka ini apa karna aku"tanya Jiali sambil memandang perban itu


"Bukan"jawab Zee


"Aku tau kau berbohong"kata jiali


"Maaf"katanya pelan


"Lukamu kurasa tidak terlalu terbuka kan"kata jiali dengan wajah sok polosnya membuat Zee merotasikan matanya


"Tetap saja sakit"kata Zee membuat Jiali tertawa pelan lalu mereka pergi dari sana seperti tidak pernah terjadi sesuatu di antara mereka,setelah beberapa lama mereka pulang dan berpisah


Di perjalanan Tetsuya menaiki motor miliknya yang baru baru ini dibelikan kakaknya,Thosikari bilang itu hadiah untuk nya karna telah membantunya selama ini,dibelakangnya Thosikari hanya tersenyum melihat adiknya senang


"Sepertinya kau senang sekali hari ini Runo"tanya Thosikari


"Iya kak aku di terima sekarang aku berpacaran dengan Ziya"kata Tetsuya


"Wahh selamat kalau begitu"kata Thosikari senang,lalu Thosikari melihat Tetsuya dari spion dan tersenyum sendu


"Garis wajahnya sama persis seperti ibu"batin Thosikari sendu


"Apa kabar ayah dan ibu apa mereka baik baik saja,aku benar benar rindu sekali dengan mereka"lanjutnya sedih dan tanpa ia sadari Tetsuya melihat perubahan raut wajah kakaknya


"Kak kau kenapa"tanya Tetsuya sambil fokus mengemudi


"Ahh aku baik baik saja Runo"kata Thosikari tersenyum setidaknya adiknya sedang dalam suasana yang baik ia tidak ingin mengacaukan nya


"Baiklah"kata Tetsuya


"Kau pasti menyembunyikan sesuatu kak"batin Tetsuya


Sedangkan di negara I tepatnya di kerajaan pleadies seorang wanita sedang memandang foto tiga anaknya saat masih kecil,ia memeluk foto itu sambil menangis


"Anak anakku"kata wanita itu sedih,lalu seseorang mendekatinya


"Sudahlah Spica semua sudah berlalu jangan bersedih terus jika Leda melihat mu terpuruk dia akan menyalahkan dirinya lagi"kata Aldebaran menenangkan istrinya


"Maaf Aran aku hanya merasa gagal menjadi ibu"kata wanita itu yang bernama Spica


"Iya aku tau aku juga merasa gagal menjadi ayah tapi mau bagaimana lagi kita masih punya tanggung jawab untuk Leda"kata Aran


"Maaf"kata Spica sambil memeluk suaminya dan menangis


Di rumah Thosikari ia tiba tiba merasakan sakit di dadanya dan menangis tiba tiba membuat Tetsuya yang sedang menyiapkan makanan cemas


"Kakak ada apa dengan mu"tanya Tetsuya cemas melihat kakaknya meneteskan air mata


"Kakak....kakak gx papa Runo"kata Thosikari lalu pergi kedapur


"Kakak"cemas Tetsuya


"Aku baik baik saja tenanglah"kata Thosikari diangguki Tetsuya dan mereka makan malam dan istirahat

__ADS_1


Sedangkan di rumah Tama,Zee mendapatkan ceramah unfaedah dari Tama karna membuat lukanya terbuka lagi


"Bos bisakah sekali saja kau diam dan menuruti apa kata kata ku,jika bisa kau pasti akan cepat sembuh lihatlah ini ketiga kalinya kau mengganti perban dalam kurun waktu yang singkat dan lihat lukamu jadi lama keringnya"kata Tama panjang lebar kali tinggi


"Hemm"dehem Zee membuat Tama kesal


"Jika kau tak mendengar kan aku lagi aku akan lapor ke tuan logan"ancam Tama membuat Zee memandangnya,sedangkan Tama ia malah takut sendiri


"Duh kayaknya gua salah ngomong nih"batin Tama berusaha tenang


"Laporkan saja"kata Zee santai


"Kau tidak takut bos"tanya Tama


"Karna aku punya seribu satu alasan agar ayah lebih percaya kepadaku dibanding kau dan setelah itu ucapkan lah selamat tinggal dengan pekerjaan mu"kata Zee santai namun bisa membuat Tama syok


"Apa yang barusan aku katakan"kata Tama pura pura pikun sedang kan Zee hanya tertawa pelan telah mengerjai dokter pribadinya itu,ya anggap aja gitu karna jika dia sakit slalu Tama yang memeriksa dan merawat nya,sedangkan untuk Tama sendiri dia ingin mengabdikan dirinya untuk Zee karna utang balas Budi.


Setelah selesai Zee segera pulang dengan berteleportasi agar cepat dan merebahkan tubuhnya Disamping Ziya yang sudah tertidur


"Zeena apa kau sudah tau alasan kenapa aku tidak bisa melakukan sihir regenerasi"kata Zee batin


"Ya dan Maaf ternyata itu karna aku,saat melawan Jiali aku terlalu memaksa menggunakan energi kegelapan jadinya elemen cahaya milikmu terkontaminasi tapi itu tidaklah lama setidaknya kau bisa bertahan kan"kata Zeena di alam bawah sadarnya


"Hemm akan kucoba"batin Zee lalu tertidur,Zeena hanya memandang dirinya yang lain itu lama lalu tersenyum sendu dan menghilang


Pagi sekali bahkan hari masih terlihat gelap Zee terbangun dan merasakan suhu tubuh nya naik,ia berusaha berdiri walaupun kepalanya pusing,ia mengambil alat cek suhu dan ternyata ia sedang deman,karna masih gelap dan tidak ingin merepotkan keluarga nya ia segera keluar ke balkon kamarnya


"Zeena sebenarnya aku kenapa"kata Zee pelan sambil menyandarkan tubuhnya,Zeena muncul dalam wujud roh dan mendekati Zee


"Maaf sepertinya kekuatan cahaya mu sedang mendetoksifikasi tubuh mu,dan berusaha memisahkan elemen yang tercampur,apa sesakit itu"kata Zeena


"Hanya sesak dan pusing"kata Zee


"Sampai kapan"lanjutnya


"Tergantung,itulah salah satu kelemahannya jika memiliki dua elemen dari dua kubu yang bertabrakan"kata Zeena,karna ia juga pernah merasakan ini bahkan lebih parah


"Li Quan"panggil Zeena lalu Quan muncul dan hanya dapat melihat Zee


"Suruh dia mengambil air roh untuk mu"kata Zeena


"Ambilkan aku air roh di dimensi kristal Quan"kata Zee mengulangi perkataan Zeena


"Baik tuan"kata Quan saat melihat kondisi tuannya lalu menghilang, beberapa saat kemudian Quan datang dan menyerahkan air roh untuk diminum Zee


"Kau dapat kembali Quan"kata Zee


"Tapi tuan"kata Quan cemas


"Aku tidak apa apa,aku tidak sendiri"kata Zee,Quan hanya menganguk dan menghilang,Zee duduk sambil tetap menyenderkan dirinya dan Zeena mendekat dan memeluknya dari samping dan meletakkan kepala Zee di pundaknya


"Tidurlah aku akan menjagamu"kata Zeena


"Tubuhmu"kata Zee karna ia dapat menyentuh Zeena yang notabenenya adalah sebuah roh


"Aku bisa melakukannya walaupun dalam batas tertentu jadi tidurlah"kata Zeena,Zee menurut dan memejamkan matanya,


sedangkan Zeena menggunakan kekuatan kristalnya untuk membuat aray pelindung agar Zee tidak kedinginan,Zee mendekati kepalanya ke leher Zeena membuat Zeena terkejut dan lebih mengeratkan pelukannya agar Zee nyaman


"Tidurlah diriku yang lain"kata Zeena pelan dan ikut memejamkan matanya


Paginya Ziya terbangun dan terkejut karna tidak ada Zee disampingnya,ia langsung duduk dan lari kekamar mandi tapi tidak ada Zee,ia berlari lagi ke pintu dan membukanya lalu berhenti di lantai atas dan melirik ibunya yang ada di bawah


"Tidak ada,coba balkon mungkin"kata Zhu sambil meletakkan piring di meja


"Baik"jawab Ziya lalu masuk kekamar,ia melirik kebalkon dan membuka pintu itu dan melihat Zee tertidur di sana


"Astaga Zee"kaget Ziya lalu menggoyangkan tubuh Zee


"Hei bangun Zee kau kenapa tidur di sini"kata Ziya


"Eh...badan Zee panas"kata Ziya lalu berlari ke luar kamar lagi


"Ayah ibu Zee demam kemarilah"teriak Ziya,logan yang memang sedang duduk di bawah langsung lari keatas mengikuti Ziya dan mencoba membangun kan Zee


"Zeena bangun hei"kata logan lalu membopong tubuh Zee masuk,Zhu masuk dan langsung mendekat


"Bawa dia ke RS saja logan,Ziya bersiaplah sekolah nanti tolong buat ijin untuk adikmu"kata Zhu diangguki Ziya,logan membawa Zee ke rumah sakit lalu Zhu menemaninya,sedangkan Ziya ia bersekolah dan membuat ijin untuk Zee


Di rumah sakit dokter yang merawat Zee bukanlah Tama namun orang lain karna Tama sedang ada pasien lain


"Nyonya,kami sudah memeriksa nona muda dia hanya kelelahan dan perban diperutnya juga sudah kami ganti"kata dokter itu panggil saja Violence teman Tama di kampus dulu


"Perban?,diperut?kapan Zee terluka"kata Zhu bingung membuat violence bingung juga namun tetap menjelaskan


"Sepertinya itu luka baru karna masih sedikit basah,dan sepertinya sudah pernah diobati karna ada jahitan disana"kata violence membuat Zhu terkejut


"Dijahit dok,kira kira jika menurut anda anak saya itu terluka karna apa ya"tanya Zhu


"Menurut saya itu seperti luka sayatan atau luka tusuk"kata violence membuat Zhu kaget untuk kesekian kalinya,Zhu langsung berlari masuk dan berdiri di samping bangsal Zee yang sedang tertidur,ia membuka baju Zee setengah dan melihat perban yang masih baru melilit di perutnya,ia meraba perban itu dan dari tangan nya muncul cahaya hangat,Zee terbangun dan terkejut melihat ibunya


"Mama"kaget Zee cepat cepat duduk dan menjauhkan perutnya dari tangan Zhu


"Ibu akan membantumu Zee jadi tidak usah takut,ibu sudah melihat semuanya"kata Zhu lalu kembali mentransfer kekuatan nya


"Hentikan ma atau kekuatan mama akan terbuang sia sia"kata Zee membuat Zhu menghentikan kegiatan nya


"Kenapa"tanya Zhu


"Karna ini proses dari detoksifikasi elemen,kau pernah mendengarnya kan"kata Zeena yang mengambil alih tubuh Zee membuat Zhu terdiam dan teringat kejadian dimasa lampau dimana Zeena saat didunia atas harus mengalami nasib yang kurang baik karna memiliki dua elemen yang bertolak belakang sekaligus,disana ia tidak Sekhawatir kakaknya karna Zee waktu itu adalah keponakan nya namun sekarang Zee adalah anaknya,aneh memang namun ia sekarang malah sedih karna Zee harus merasakan nya lagi,Zhu meneteskan air matanya membuat Zee terkejut


"Mama kau menangis"kata Zee


"Maaf ibu keluar sebentar ya kau sebaiknya istirahat yang cukup agar cepat sembuh,kau pasti kuat kan"kata Zhu sambil mengecup kening Zee dan pergi meninggalkan Zee sendirian


"Benar benar berbeda"kata Zeena tiba tiba muncul di samping Zee


"Apanya yang berbeda"tanya Zee


"Tidak ada"kata Zeena membuat Zee kesal


"Aku mau tidur lagi"kata Zee membuat Zeena menatapnya lama


"Ada apa"kata Zee


"Tidak ada"kata Zeena mendekat dan menggenggam tangan Zee mendekati kepalanya dan menyatukan kening mereka


"Tetaplah hidup Zee"kata Zeena lalu menghilang,Zee memegang keningnya lama dan tersenyum kecil lalu merebahkan tubuhnya kembali


Sedangkan di sebuah bandara terdapat gadis cantik yang terlihat sangat bersemangat,jangan melihat dari tampangnya saja,dia memang terlihat seperti gadis SMA tapi nyatanya dia sudah berumur 20 tahun

__ADS_1


"Menurut perhitungan peta milikku aku yakin Adhara pasti disini,aku sudah berkeliling Negara Jepang maka sekarang aku akan berkeliling negara ini juga untuk menemukan belahan jiwaku akhh aku berharap dia masih hidup,hei tentu saja dia masih hidup nyatanya hatiku selalu berdetak"kata gadis itu bicara sendiri sambil berjalan keluar dari bandara


"Akhirnya aku bisa kabur kesini juga, salahkan ayah karna berusaha menjodohkan ku dengan Pangerang cengeng itu,aku hanya mau dengan Adhara seorang"kata gadis itu,sekarang ia berada di dalam taksi,di jalan sepi tiba tiba sopir taksi itu berhenti dan mencoba melecehkan gadis itu


"Akhh sialan akhh lepas bangsat tolong tolong"teriak gadis itu berusaha kabur,saat berhasil keluar dari mobil ia berlari namun dapat di kejar


"Lepaskan"kata gadis itu dan


Bukkk....buk...buk


"Sampah benar benar tidak tau malu"kata seseorang tiba tiba menarik pria sopir itu dan memukuli nya,saat sopir itu kabur pria yang menolong gadis itu berbalik dan berhadapan dengan gadis itu


"Kau tidak apa apa kan"tanya pria itu,jika orang lain yang melihatnya mungkin mereka akan berteriak melihat ketampanan dia tapi lain halnya dengan gadis ini


"Ya terima kasih"kata gadis itu


"Yahh tasku di mobil itu lagi mana sebagian uangku disana"kata gadis itu


"Apa aku bisa membantu mu"tawar pria itu


"Kau mau membantu ku menemukan belahan jiwaku"kata gadis itu semangat membuat pria itu kikuk sendiri


"Bukan maksudku seperti membutuhkan tumpangan atau apa,ini jalan sepi kau yakin mau aku tinggal"kata pria itu


"Antar aku ke penginapan murah,sekarang aku hanya punya sedikit uang"kata gadis itu blak blakan


"Ahh ok"pasrah pria itu lalu membawa gadis itu dengan motor yang masih baru itu,pasti tau siapa yang menolong gadis ini,ya dia adalah Tetsuya


Tetsuya tidak membawa gadis itu ke penginapan yang dicari gadis itu melainkan kerumahnya


"Maaf aku juga baru disini jadi tidak begitu tau dimana saja penginapan murah,untuk malam ini tidurlah di rumahku,tenang saja kau akan tidur dengan kakaku,dia perempuan jadi kau akan merasa aman"kata Tetsuya sambil turun diikuti gadis itu


"Ya ya tidak apa apa"kata gadis itu lalu ikut masuk kedalam


"Kak aku pulang"kata Tetsuya


"Rapikan sepatumu dan bantu aku menyiapkan piring dimeja,tapi ingat ganti seragam dulu"teriak seseorang membuat gadis itu terkejut


"Apa dia kakakmu"tanya gadis itu saat Tetsuya masuk ke kamarnya


"Ya"jawabnya


"kamar mandi ada dimana"tanya gadis itu


"Belakang dekat dapur"kata Tetsuya lalu menutup pintunya,gadis itu berjalan sampai mendengar suara bising,ternyata dia kedapur dan melihat seseorang membelakangi nya


"Maaf tapi dimana letak kamar mandi disini"tanya gadis itu membuat Thosikari kaget dan berbalik dan melihat gadis yang lebih pendek darinya yang terlihat tidak asing


"Kau....siapa"tanya Thosikari tapi gadis itu malah melotot terkejut melihat Thosikari,perlahan air matanya jatuh dan ia terduduk menunduk menangis sambil menutupi wajahnya dengan kedua tangannya Membuat Thosikari kaget dan menghampiri gadis itu


"Hei kau kenapa menangis"tanya Thosikari tapi gadis itu malah memeluknya erat


"Huaaaa huhuhu"tangis gadis itu di pelukan Thosikari


"Aku berhasil"kata gadis itu lalu badannya merosot membuat Thosikari memegangnya


"Eh hei bangun...dia pingsan"kaget Thosikari lalu memanggil adiknya untuk membawa gadis itu ke kamarnya


Selang beberapa jam gadis itu terbangun dan menyadari dirinya berada di kamar,pintu di buka dan masuklah Thosikari


"Kau sudah bangun syukurlah"kata Thosikari lalu mengambil air minum dimeja


"Ini minumlah kau pingsan karna dehidrasi"kata Thosikari lalu gadis itu mengambil gelas yang disodorkan oleh Thosikari dan meminumnya


"Kau kenapa menangis tadi"tanya Thosikari namun gadis itu tidak menjawabnya melainkan menariknya dan membawa Thosikari dalam tindihan nya


"Ehh...apa yang kau"kata Thosikari terjeda saat gadis itu mencium bibirnya membuat Thosikari terkejut,saat hendak meronta gadis itu memegang kedua tangannya setelah beberapa saat gadis itu melepaskan ciumannya ambruk di atas badan Thosikari


"Adhara"kata gadis itu pelan membuat Thosikari terkejut dan melirik gadis yang memejamkan matanya itu


"Hei...hei"panggil Thosikari mencoba membangunkan gadis itu namun nihil,karna panik dia membawa gadis itu ke rumah sakit terdekat


"Dia sepertinya kelelahan apalagi dia memiliki detak yang lemah pada jantungnya,suruh dia jangan terlalu lelah saya permisi"kata dokter lalu pergi membuat Thosikari terdiam dan memandangi gadis itu yang sedang tertidur


"Jantung lemah,Adhara"batin Thosikari lalu ia mendekat dan menggenggam tangan gadis itu


"Lyra"kata Thosikari lalu meneteskan air matanya sambil mendekatkan tangan gadis yang bernama lyra itu kewajahnya


Malamnya Zee tiba tiba terbangun saat merasakan jantungnya seperti di remas dengan kuat dan seakan ingin lepas dari tempat nya


"Akhhh"teriaknya kesakitan


....Blarrr....brukk....


Ia muntah darah dan ambruk ke lantai ia terus memegangi dadanya berharap rasa sakit itu mereda


"Sakit ini sakit sekali"batin Zee,ia bahkan sudah tidak kuat untuk duduk bahkan berbicara sehingga saat ia terjatuh ia tidak bisa meminta tolong


"Zeena"batin Zee lalu Zeena muncul dan bergegas membawa roh Zee kedunia buatan miliknya,bukan dimensi Kristal ataupun dimensi lima liontin,melainkan dimensi ciptaannya saat ia masih hidup,ia membawa Zee kesana dan meletakan Zee di atas dipan di sana


"Akhh"Teriak Zee kesakitan bahkan ia tanpa sadar memegang erat leher Zeena yang memang masih menemaninya


"Sa...sakit"kata Zee pelan sambil mencakar Zeena


"Bersabarlah Zee"kata Zeena pelan sambil memeluk Zee,bahkan kali ini Zee memuntahkan darahnya lagi membuat baju yang ia kenakan kotor juga Zeena


Di dunia nyata seseorang terdiam saat melihat Zee di lantai dengan darah di baju dan mulutnya


"Ibu...ayah"teriak Ziya membuat logan dan Zhu terkejut dan buru buru masuk dan terkejut melihat ziya sedang memeluk Zee di lantai


"Astaga Zeena"kaget Zhu sedangkan logan berteriak memanggil dokter


"Ibu...Zeena Bu"tangis Ziya sambil memeluk Zee


"Bantu ibu membawanya ke bangsal"kata Zhu lalu Ziya membopong tubuh Zee dan meletakkan nya di bangsal lagi,kemudian dokter datang dia Tama dan memeriksa Zee,Ziya hanya diam karna syok


"Detak jantungnya berhenti"batin Ziya karna ia sempat memeriksa tadi


"Bos kau kenapa lagi kumohon bertahan lah"batin Tama karna merasakan dingin pada tubuh Zee


"Maaf nona sudah tak bernyawa"kata Tama menunduk


"Bos"batin Tama sedih,lalu.....brakkk....


"Jangan bercanda"teriak logan mendorong Tama


"Anakku hanya demam kenapa bisa seperti itu"teriaknya lagi sedang kan Ziya menangis di dekat Zee,Zhu?ia hanya terdiam


kok diam ya


seru lanjut

__ADS_1


see you next time 😘


//////


__ADS_2