Magic Blood

Magic Blood
chapter 57


__ADS_3

Lanjut


_________


Setelah mendapatkan izin lay mengganti bajunya dengan sweater rajut miliknya dan pergi menggunakan moge miliknya dan melaju di jalanan yang sedikit ramai itu menuju suatu tempat.


***


Di tempat tinggal Tetsuya dan Thosikari setelah makan malam mereka bertiga bersama lyra sedang berkumpul di ruang tengah sedang menonton TV dan mengerjakan pekerjaan rumah siapa lagi jika bukan Tetsuya


"Kak lyra tau ini"tanya Tetsuya sambil menyerahkan buku tugasnya


"Biar kulihat"kata lyra lalu melihat buku tersebut


"Ini di kesiniin dulu,lalu baru kamu jumlahkan"kata lyra sambil menunjukkan cara caranya


"Ohh oke"kata Tetsuya,Thosikari hanya melihat mereka dengan senyuman kecil.


Beberapa menit kemudian suara ketukan pintu terdengar


Tok....tok...tok....


mereka bertiga saling menatap satu sama lain


"Biar aku saja"kata Lyra lalu berlari ke arah pintu dan membukanya


"Siapa"kata lyra lalu menatap gadis tinggi di depannya begitu juga dengan gadis tersebut yang menatap lyra dengan bingung


"Aduh leherku sakit"kata lyra setelah lama mendongak membuat gadis itu tersadar


"Thosikari ada"tanya gadis tersebut


"Hahh siapa Thosikari"bingung lyra lalu tiba tiba ia merasa bego sendiri


"Oh ya Adhara kan namanya Thosikari"kata lyra baru ingat


"Ada mari masuk"kata lyra setelah memastikan bahwa gadis tersebut tidak berbahaya


"Adhara ada yang mencarimu"kata lyra membuat Tetsuya dan Thosikari melirik mereka


"Kak Ian"kata Tetsuya dan Thosikari bareng,mereka berdiri dan memeluk gadis tersebut


"Bagaimana kabar kalian maaf baru datang"kata gadis tersebut


"Kami baik"kata Thosikari,lalu mereka berempat duduk berhadapan


"Lyra kenalkan dia kak Lay tapi kami memanggilnya kak Ian"kata Thosikari


"Hali kak Ian aku Lyra"kata lyra sambil mengangguk


"Halo aku Lay"kata gadis tersebut yang ternyata adalah Lay


"Oh ya ini"lay menunjukkan sebuah bungkusan kecil dari sakunya


"Kalung milik Tetsuya"kata Lay


Tetsuya mengambil Bungkusan kecil tersebut dan membukanya,terlihatlah sebuah kalung dengan bandul kalung giok ungu dengan gambar kepala burung hantu di dalamnya,itu adalah lambang identitas kerajaan pleadies,kalung yang sama digunakan oleh Leda saat bertemu dengan Thosikari pertama kali


"Aku menemukannya di rumah tua"kata Lay


"Bagaimana keadaannya"tanya Thosikari


"Hancur semuanya,rumah paman hancur oleh mereka"kata Lay


"Lalu bagaimana"tanya Tetsuya


"Tenang sebagian sudah aku bereskan"kata Lay


"Dia juga tidak akan berani bergerak dengan bebas karna kehilangan sebagian besar anak buahnya"kata Lay


"Usahakan jangan lengah walaupun kalian sudah tidak tinggal di negara J kalian tetap akan terlacak"lanjutnya di angguki Tetsuya dan Thosikari


"Tunggu tunggu kalian ini bahas apa sih"tanya lyra bingung membuat mereka lupa jika ada orang lain disitu


"Musuh"kata Tetsuya membuat lyra terkejut


"Kalian punya musuh"kaget lyra sambil menatap Thosikari meminta penjelasan


"Tepatnya orang tua angkat kami di negara J,tapi berimbas kepada semua keluarganya termasuk kami"kata Thosikari


"Kenapa tidak beritahu paman Aran"kata lyra


"Siapa Aran"tanya Lay


"Orang tua kandung kami"kata Thosikari


"Bukankah namanya Aldebaran"heran Lay


"Itulah kenapa kau jangan terlalu mengikuti alur kehidupan kakumu itu kak Lay,Aran adalah nama panggilan ayah AldebARAN"jelas Tetsuya membuat Lay terdiam sejenak


"Emm baiklah"kata Lay


"Lalu bagaimana dengan pertanyaan ku kenapa tidak beritahu paman Aran"tanya lyra ulang


"Sudah kami beritahukan ayah bilang bisa tapi belum dapat kabar hingga saat ini makanya kita tidak bisa bergerak jauh"kata Thosikari di angguki Lyra dan lainnya.


***


Kembali ke tempat Zee dimana ia sekarang berada di jalan dan sedang berhadapan dengan Yuma,iya Yuma


Yuma dan Zee saling menatap satu sama lain


"Kenapa menghentikan ku"tanya Zee


"Aku hanya ingin menumpang"kata Yuma santai membuat Zee mengerutkan keningnya


"Dengan berdiri di tengah jalan"kata Zee di angguki Yuma dengan santai


Zee memutar matanya jengah lalu masuk ke dalam mobil diikuti Yuma lalu melajukan mobilnya


"Sebenarnya apa maumu"tanya Zee


"Tidak bisa disembunyikan ya"kata Yuma sambil menatap Zee yang sedang fokus menyetir


"Jadi seperti ini rasanya bertemu dengan keponakan dari adik sendiri setelah sekian lama"batin Yuma,ingat kah kalian jika Yuma adalah kakak kandung Cloe ibu kandung Zee di dunia atas


Lanjut


"Mauku ya"pikir Yuma


"Antar aku ke apartemen ku"kata Yuma membuat Zee menatapnya terkejut,tiba tiba menghentikan mobil miliknya,terus ikut menumpang dan sekarang minta di antarkan ke apartemennya sebenarnya ada apa ini fikir Zee


"Dimana"kata Zee akhirnya menyerah entahlah anggap saja dia itu tidak bisa apa apa terhadap Yuma


"Jalan......"Yuma menunjukkan alamat nya


Jadilah mereka sekarang di depan apartemen tempat tinggal Yuma saat malam tiba


"Mau menginap"tawar Yuma,Zee melirik jam tangannya yang menunjukkan pukul sembilan malam


"Menggunakan mobilmu jika menggunakan kecepatan normal butuh waktu dua puluh menit untuk sampai rumahmu"kata Yuma


"Aku pulang saja besok sekolah"tolak Zee


"Baiklah hati hati"kata Yuma lalu masuk ke apartemennya tanpa melihat kebelakang


Zee berbalik dan masuk ke dalam mobil


"Kecepatan normal ya"kata Zee lalu tersenyum kecil,menyalakan mesinnya


"Kalau begitu bagaimana jika menggunakan kecepatan tinggi"kata Zee pada diri sendiri lalu menancapkan gasnya dengan kencang membelah sunyinya malam.


Di jalan sebuah mobil Lamborghini warna silver sedang melaju dengan kecepatan normal walaupun keadaan jalan sedikit lenggang


"Akhh lelahnya"kata seorang gadis dari dalam mobil


"Sudah berapa lama aku tidak ikut ayah bekerja jadi sedikit kaku"lanjutnya,saat sedang fokus tiba tiba dari arah belakang mobil yang familiar menyalip mobil miliknya dengan laju


Wusss......


"Itu seperti mobil..."kata gadis tersebut lalu ikut menancapkan gasnya mengejar mobil didepannya.


"""


Di dalam mobil Zee melirik ke spion


"mobil Jia"kata Zee sambil memperhatikan mobil silver dibelakangnya,ia tersenyum


"Baiklah coba kalahkan ini"kata Zee lalu menambah kecepatannya


"Hahh kurasa dia konek juga"kata gadis itu Jiali lalu menyusul mobil didepan


Sesampainya di dekat kediaman Anderson mobil silver itu sudah memimpin dan menjadi yang pertama sampai di susul mobil Zee,Jiali membuka kaca mobilnya begitu juga dengan Zee


"Ingin menginap"tawar Zee


"Tidak bisa ditolak"kata jiali


Skip di dalam kamar terlihat Ziya yang sedang mengerjakan tugas sekolah miliknya


"Kak"panggil Zee membuat Ziya menghentikan kegiatannya


"Zee kau sudah pulang.....ada Jia juga"kata Ziya sambil melirik Jiali dibelakang Zee

__ADS_1


"Hemm"dehem Zee sambil berlalu kekamar mandi


Jiali lalu mendekat dan duduk di kursi belajar milik Zee


"Ini sudah larut"kata jiali


"Memang,ini juga sebentar lagi akan selesai"kata Ziya


Beberapa menit kemudian Zee keluar menggunakan piyama dan merebahkan tubuhnya di kasur dan tertidur


"Sepertinya dia kelelahan"kata Ziya sambil melirik adiknya di angguki Jiali


"Ayo tidur"kata Ziya sambil menyeret Jiali dan tidur di samping kanan dan kiri Zee


"Selamat malam"kata Ziya


"Malam"Jiali


Sebelum tidur mereka berbincang-bincang sebentar sampai alam mimpi memanggil mereka


***


Skip pagi hari di sekolah sekelompok orang nampak menatap kelas 2A dengan tatapan yang sulit diartikan saat melewati kelas tersebut membuat seisi kelas bingung karna ini sudah kesekian kalinya sejak beberapa hari yang lalu


"Pak kenapa murid murid berperilaku aneh akhir akhir ini"tanya ghai membuat pak Raymond menghela nafasnya


"Terjadi sesuatu"kata pak Raymond


"Quan,Tara,Ari,Zeena,Jiali,Nian Nian,Rey,Soren,Naoya pergilah ke aula barat kalian sudah ditunggu oleh Bu Lily"kata pak Raymond saat mendapatkan pesan dihpnya


"Baik pak"jawab mereka yang namanya disebut dan mereka pergi walaupun bingung


Di lorong


"Kenapa kita di panggil ya"tanya Quan


"Entah aku juga tidak tau"kata Tara


"Mungkinkah ini ada hubungannya dengan hari ini"terka Ari


"Mungkin saja"kata Rey


"Benar lagian kalian sadar tidak semua yang terpanggil adalah anggota tim secret"kata Nian Nian menyadarkan mereka


"Kau benar"kata Naoya baru sadar


***


Sesampainya di aula barat mereka melihat Lily,Suji dan Lian Lian disana


"Ada apa ini"tanya Nian Nian


"Huhh begini ibu lupa mengatakan jika selama ini tim secret tidaklah terdaftar sebagai anggota sihir tensius"kata Lily membuat mereka terkejut


"Maksud ibu"tanya Tara


"Kalian mungkin telah menyadari sesuatu pada hari ini,itu semua ada hubungannya"kata Lily


"Sistem tingkatkan sihir di Tensius yang tercatat di mulai dari tingkat atas adalah penyerang inti atau Alfa,Alfa pengganti,pengguna Aray,taktik fondasi,sihir ilmiah dan yang tidak terdaftar adalah gelandang sihir,Secret tidak termasuk dalam tingkatan sihir manapun"kata Lily menjelaskan


"Jadi selama ini....."Quan


"Benar kalian dianggap gelandang sihir"kata Lily


"APA"kaget mereka


"Gelandang sihir,kok bisa sih,terus yang lainnya gimana"tanya Ari


"Semua murid memiliki sihir dan terendah pun itu adalah sihir ilmiah yaitu sihir dasar di antara semua sihir,sisanya masuk tingkatkan atas"kata Lily


"Jadi selama ini kami tidak memiliki tingkatan sama sekali di pelajaran sihir"tanya Rey di angguki Lily


"Tapi kenapa baru diberitahu sekarang kenapa tidak sebelum sebelumya,terus selama ini saat kau mengajarkan kami mereka melihatnya seperti apa"tanya Quan beruntun membuat mereka kecuali Lily menatapnya kagum


"Berani sekali dia"batin mereka


"Emmm....Selama itu ibu menggunakan suatu sihir yang membuat semua kegiatan latihan secret terisolasi dari yang lainnya dan karna sihir ibu terbatas sehingga beberapa hari yang lalu sihir itu sudah menghilang"kata Lily sambil garuk kepalanya yang tidak gatal membuat yang lainnya melongo


"Kenapa bisa"tanya Zee


"Karna secret adalah rahasia"santai Lily


"Termasuk pertarungan kami di area yang bahkan mereka lihat saat pemilihan ketua secret"tanya Jiali di angguki lily


"artinya dari mulai hari setelah tes dengan bola sihir sampai sekarang mereka menganggap kami gelandang sihir"tebak Tara


"Betul"kata Lily


"Terus sekarang apa"tanya Ari pusing


"Bagaimana bisa"protes Lian Lian


"Kalian akan mendapatkan stempel perunggu"kata Lily tanpa menghiraukan ucapan Lian Lian


"Ibu"kesal Lian Lian


"Ibu bilang pembelajaran sihir di hentikan sementara waktu"tanya Naoya


"Memang,tapi itu tetap jalan"kata Lily


"Kami gx maksud"kata mereka membuat Lily tersenyum


"kalian akan tau nanti"kata Lily lalu pergi


"Kalian pergi juga"kata Lily lalu menghilang


***


Skip semua murid tensius berbaris di aula utama


"Kalian sudah belajar sihir selama beberapa bulan terakhir dan telah menunjukkan bakat kalian tersendiri"kata pak Niken


"Dan bakat kalian akan mendapatkan apresiasi berupa lencana yang menunjukkan tingkatkan kelas sihir kalian"lanjutnya


"Lencana itu berupa pin dengan lapisan emas,perak,juga yang terakhir perunggu"kata pak Naomie


"Masing masing Lencana memiliki dua tipe gambar yang berbeda yaitu tipe rank dan atas"lanjut Bu Yord sambil membuka lembaran di tangannya


"mulai dari lencana pin emas tipe rank adalah pin dengan gambar Griffin dan tipe atas adalah gambar sayap kanan diberikan kepada


tingkatkan penyerang inti,


pin perak tipe rank gambar rusa emas dan tipe atas gambar pedang silang Alfa pengganti,pemegang fondasi sihir dan taktik"pak Niken


"lencana perunggu tipe rank gambar kelinci dan tipe atas gambar tanah dan di isi oleh anggota dengan tipe sihir ilmiah,berbeda dengan perak yang anggotanya banyak memiliki sihir Aray dan penyerang jarak jauh atau Alfa pengganti"kata pak Niken panjang lebar kali tinggi.


"Ehh gelandang sihir yang dibilang Bu Lily terus apa"batin Ari bingung


"Pak bagaimana dengan sisanya"tanya ghai


"Sisanya adalah sampah"kata pak Raymond pedas


"Ughh sakitnya"batin ghai


"Maksud bapak?"tanya Tetsuya


"Mereka masuk dalam gelandang sihir karna sihirnya dibawah rata rata penilaian batu sihir"kata Lily yang sedari tadi diam berdiri dekat kepala sekolah Luna


"Apakah mereka akan tetap menjadi gelandang sihir?"tanya kakak kelas Ning Yu


"Tentu tidak,roda itu berputar,saat ini gelandang sihir kedepannya mungkin saja bisa mendapatkan lencana emas,dan yang emas bisa saja menjadi turun tingkatkan"kata Lily


"Maka dari itu kerja keras kalian lah akan menentukan hasil"kata Bu Yord


"Gelandang sihir,memangnya ada yang menyandang gelar tersebut"tanya adik kelas sembari berbisik kepada temannya namun sebagian masih dapat mendengar nya termasuk Lily


"Ada sepuluh orang"kata Lily membuat mereka terdiam dan saling menatap


"Kalian akan tau nanti saat pembagian lencana"kata Bu Yord


Pak Niken dan pak Raymond pun saling mengangguk dan pergi ke kantor dan kembali lagi


Dengan dua koper mini hitam di masing masing tangan,lalu meletakkannya di meja yang sudah disiapkan di podium


"Baik akan saya mulai pembagiannya"kata kepala sekolah Luna.


_____________________________________________


Lencana emas tipe rank terdapat 25 orang,tipe atas 45 orang


Lencana perak tipe rank 56 orang dan tipe atas 74 orang


Lenaca perunggu tipe rank 105 orang dan sisanya tipe atas perunggu yang dihuni paling banyak anggota ilmiah sihir yaitu 185 orang


______________________________________________


Setelah pembagian tiga pin lencana masih tersisa dua tas kecil di tangan Luna


"Untuk gelandang sihir kalian mendapatkan pin kayu dengan corak tanda tanya di tengahnya"kata Luna sambil memperlihatkan pin berwarna coklat bulat dengan tanda tanya di tengahnya


"Yang merasa gelandang sihir maju,tidak perlu malu"kata Luna tegas.


Zee,Jiali,Nian,Tara,Ari,Quan,Naoya,

__ADS_1


Soren,Rey,Suji mereka semua maju dan mendapatkan pin tersebut


"Pin ini hanya sementara di tangan kalian jika kalian berusaha untuk meningkatkan sihir kalian"kata Luna


"Baik Bu"jawab mereka lalu turun dari podium


Saat turun banyak pasang mata yang menatap mereka


"Apa yang kalian lihat"tegas pak Niken membuat para murid tertunduk diam


"Ingat ini bisa berubah jadi jangan menganggap remeh yang berada dibawah kalian bisa saja nanti mereka berada di atas"kata pak Niken


"Dan ingat lencana tersebut adalah tanda kalian memiliki bakat jangan sampai hilang"lanjutnya dengan tegas membuat Bu Yord dan pak Naomie geleng kepala


"Hentikan pak Niken"kata Luna membuat Niken berhenti memarahi murid murid dan kembali ke belakang,Luna kemudian maju dengan tas kecil di tangannya


"Apa kalian penasaran apa isi dalam tas kecil ini"kata Luna sambil tersenyum kecil membuat mereka tidak terkecuali guru bergidik,cukup tau jika sudah begini maka jangan lewati batas mu.


Luna membuka tas tersebut dan terdapat tiga lencana yang berbeda dengan yang lainnya


Lencana itu indah terdapat ukiran rumit di dalamnya,itu bukanlah lencana pin seperti sebelumnya,lencana itu berbentuk pipih kecil namun seperti terdapat dimensi lainya di dalam lencana pipih tersebut,dimensi hutan dengan naga yang tertidur,lencana berwarna putih transparan dengan garis emas di sampingnya,seperti resin yang di buat seni tapi itu terbuat dari giok asli dengan sedikit untaian benang emas yang disatukan menjadi hiasan di bawahnya,


"Wahh cantiknya"kata salah satu murid


"Kau benar itu indah"kata temannya


Begitu juga yang lainnya,sepertinya sangking terpesonanya mereka sampai lupa jika Luna tidak dalam suasana yang baik


"Ehem"dehem pak Raymond menyadarkan mereka semua dan mereka menatap kepala sekolah Luna yang masih anteng di tempatnya mereka pun kembali diam


"Bu Lily tidak menyebutkan lencana ini bukan"kata Luna sambil mengangkat salah satu lencana tersebut,mereka pun mengangguk


"Benar Bu kepala"kata mereka


"Lencana ini adalah lencana kaisar sihir,dia lebih berharga dari seratus pin lencana emas milik kalian"kata Luna


"Lencana ini akan diberikan kepada murid yang paling berbakat dan paling banyak mengumpulkan poin dari tugas,kalian masih ingat kan tujuan sekolah ini setelah sihir di umumkan"kata Luna


"Ingat Bu"jawab mereka


"Baguslah"kata Luna


"Tarako dan Quan maju"panggil Luna membuat mereka terkejut dan maju ke podium kembali


"Kami Bu"kata Tara dan Quan,Luna mengangguk dan menatap sisanya


"Kalian tadi menatap para gelandang sihir dengan tatapan cemooh kan"kata Luna membuat mereka ketakutan karna terpergoki


"Tapi apa kalian tau jika dua diantara gelandang sihir sudah mendapatkan lencana giok naga ini"kata Luna membuat murid murid dan guru terkejut kecuali Lily


"Apa"kaget Ari sambil menatap Quan


"Keluarkan"perintah Luna


Quan dan Tara pun mengeluarkan lencana mereka dari saku masing masing,di tangan Tara lencana itu berwarna ungu dan milik Quan berwarna hitam


"Wahhh benar mereka memilikinya"kata murid A


"Bukankah artinya tingkatannya lebih tinggi dari tim inti"kata B


"Tapi kenapa warna nya berbeda ya?"


"Warna itu menunjukkan bahwa lencana itu sudah bertuan atau sudah dimiliki"kata Luna saat mendengar suara tersebut


"Lencana ini tidak bisa diperebutkan oleh orang lain,jika sudah dimiliki maka tetap pada tuannya"kata Luna


"Dan tiga yang tersisa silahkan kalian berusaha untuk mendapatkan nya dengan KERJA KERAS dan JUJUR"tekan Luna pada beberapa kata


"Baik Bu"jawab mereka semua


"Baiklah sekian,pin itu bisa kalian pakai mulai besok untuk menunjukkan kedudukan sihir kalian,itu hanya berlaku di dalam tensius diluar kalian akan seperti biasanya"kata Luna lalu pergi dari sana


"Pembelajaran Sihir akan dimulai besok jadi jangan bermalas malasan"kata pak Raymond


"Baik pak....."kata semua murid


"Baiklah silahkan menikmati istirahat pertama kalian selamat siang"kata pak Raymond lalu semua guru keluar menyusul kepala sekolah Luna dan Lily yang sudah pergi duluan,begitupun para murid.


***


Di kantin sebagian dari mereka sedang bersenang senang dengan bercanda memamerkan pin mereka masing masing namun masih dalam candaan wajar,mereka tau apa itu batasan dan aturan Tensius sehingga mereka bisa masuk dalam sekolah tensius sang sekolah unggulan.


"""


Di bangku kelompok Zee


"Bukankah mereka kekanak-kanakan"kata Ari sambil menatap anak anak lain


"Bukankah sama saja"kata Zee,Ari


Menatap teman temannya dimana, Nian Nian sedang mengadu jengkel lantaran ia mendapatkan pin kayu sedangkan Ziya,Wulan,salsa mendapatkan pin perak tipe rank


Mona dan Noriko lebih hoki lagi,mereka mendapatkan pin emas tipe atas


"CK"decak kesal Ari lalu mengambil daging di mangkuk Zee


"Bagi"kata Ari,Zee hanya menatapnya dan mengangguk dan melanjutkan makannya


"Hei sudahlah kalian mengganggu waktu makan kami"kata jiali


"Benar"kesal Ari


"Huhh iri bilang sayang"kata Nian Nian lalu melanjutkan makannya


"Dihh siapa yang iri gw sih gx ya"kata Ari


"Hahh?"bingung Mona,Wulan,salsa,Noriko dan Nian Nian


"Apa"tanya Ari


"Apa itu gw?"tanya salsa


"Gw artinya aku itu bahasa keren"kata Ari bangga


"Dihh nyesel gw nanya"kata salsa langsung mempraktekkan


"Nahh gitu hahaha"tawa Ari


Tinggalkan kelompok mereka kita beralih ke tempat geng Quan berada


"Dam**it ini bagus banget Cok"kata Teo sambil membolak balikan lencana kaisar sihir milik Tara


"Ini bisa dibilang kita yang kalah"kata ghai


"Iya padahal aku berniat pamer"kata Teo


"Dan aku berniat mengejek mereka karna jauh dari kita"sambung ghai


"Tapi malah kita yang dibawah mereka"kata Tetsuya


"Iya"jawab ghai dan Teo bersamaan lalu terkekeh geli


"Kalian sejak kapan memiliki lencana kaisar sihir ini"tanya Sion


"Ohh itu.....dua Minggu yang lalu"jawab Tara sambil merebut lencana miliknya sebelum Teo mengambilnya dan menyimpannya untuk dirinya sendiri kan repot


"Anjrot lah dah lama itu"kata Teo


"Memang"bangga Quan mendapat sikutan dari Leon


"Wajahmu menjijikkan Quan"kata Leon


"CK iri bilang"kata Quan


"Sialan kau"kata Leon


"Ngomong ngomong sepertinya kita hebat ya"kata Teo tiba tiba


"Hebat gimana"bingung ghai


"Ya hebat,dari kita kita semua gx ada yang gx dapat lencana emas tipe rank,kecuali Tara sama Quan tapi mereka memiliki lencana kaisar sihir itu sama saja hebat bahkan lebih dari kita,itu artinya usaha kita gx sia dia dong"kata Teo menjelaskan


"Benar memuaskan sekali"kata Leon


"Benar"setuju teman temannya


Lalu mereka membahas hal lainya


***


Di kantor kepala sekolah,Luna sedang melanjutkan pekerjaannya


Sampai Bu Yord datang


"Bu kepala ini semua data bulanan anak anak saat berlatih sihir"kata Bu Yord sambil menyerahkan berkas di tangannya


"Terima kasih Bu Yord"kata Luna


"Sama sama"kata Yord lalu pergi meninggalkan Luna sendirian


saya harap kalian maksud dengan alurnya ya


sorry masih amatiran soalnya

__ADS_1


and pay pay


๐Ÿ‘‹๐Ÿ‘‹๐Ÿ‘‹


__ADS_2