
lanjut
////////
"Akan ku perlihatkan sisi lain ku jadi nikmati lah"kata Ziya
lalu dengan cepat memotong tangan kiri duk hingga membuat Duk berteriak keras,darah Duk sampai menciprati wajah Ziya
"Akhhh"teriak Duk
"Hahahahah"tawa Ziya keras membuat anak buah logan yang memang masih disana merasa ngeri akan sikap Ziya,
Jiali yang melihat itu langsung menyihir mereka membuat mereka tertidur dan tidak akan mengingat tentang kejadian malam ini
"Aku suka caramu bersenang senang"kata jiali
"Aku tau itu"kata Ziya,
melihat Duk yang masih menahan sakit Ziya tersenyum
"Lihat lah kau bahkan bisa merasakan sakit lalu apa kau tidak berfikir jika yang kau lakukan pada Zee itu menyakitinya"kata Ziya sambil mengelap noda darah di wajahnya,Jiali yang melihat itu segera angkat bicara
"Ahh sayang sekali jika darah yang segar itu berada di tubuh mu Duk bagaimana jika kami membantu mu mengurasnya"kata jiali lalu menyuruh dark knight miliknya mengangkat Duk dengan cara di Jambak
"Akhh"teriak Duk,
Jiali lalu memotong tangan kanan Duk dan kakinya,ia benar benar memutilasi tubuh Duk sampai ia puas,untuk penutup ia menebas kepala Duk dan badan yang sudah tak utuh itu segera terpisah
"Ahh selesai juga"kata jiali,melirik Ziya
"Maaf Ziya aku mengambil bagianmu"kata jiali sambil mengibaskan tangannya lalu dark knight miliknya menghilang
"Tak apa satu tangan cukup untuk memuaskan haus darah ku"kata Ziya
"Kukira selama ini kau orang yang baik lho"kata jiali
"Jangan hanya lihat dari luarnya ingat itu pesan moral"kata Ziya diangguki Jiali,memegang tangan Ziya dan menghilang dari sana
Di rumah sakit Zee masih di tangani oleh dokter disana salah satunya Tama ia terkejut melihat bos\-nya terluka sangat parah
Setelah melalui masa yang panjang Zee akhirnya dapat di selamat kan namun kabar buruknya adalah ia koma dengan waktu yang tidak menentu,
Zee di pindahkan ke ruang VIP oleh orang tuanya,mereka sedih melihat anaknya harus hidup dengan alat bantu pernafasan di tubuhnya
"Anakku Zee"kata Zhu pelan lalu ia pingsan akibat kelelahan untungnya logan sigap menangkap Zhu dan membopongnya,setelah itu baru memanggil dokter,Ziya dan Jiali menyusul ke rumah sakit setelah membersihkan diri dari noda darah
Mereka sama sama sedih melihat Zee seperti itu,mereka bergantian datang ke rumah sakit,
teman teman sekelas Zee juga sudah tau Zee berada di rumah sakit,yang mereka tau Zee menjadi korban penculikan dan saat kabur ia tertusuk pisau penculik itu,mereka berkunjung ke ruang Zee dan mendoakan agar Zee cepat sadar
Ari dan Quan yang merasa gagal menjadi penjaga tuannya sangat terpukul dan menyalahkan diri sendiri namun untungnya ada teman teman Zee yang menyemangati mereka dan bilang ini semua hanya kecelakaan.
Di alam bawah sadar Zee ia berada di sebuah ruangan yang sangat gelap bahkan ia tidak dapat merasakan ada tanah di bawah ia seperti mengambang,yang ia lihat hanya kegelapan dan tiba tiba sebuah cahaya mendekati Zee membuat ia menyipitkan matanya karna silau,saat sudah reda ia membuka matanya dan melihat dirinya di depan sana dengan versi ia di jaman dulu
"Siapa kau"tanya Zee jaman sekarang
"Aku adalah kau dan kau adalah aku"kata Zee jaman dulu
"Aku tak paham"kata Zeena
"Kau sangat lemah Zee"kata Zee dulu
"Yahh aku mengakuinya"kata Zee sekarang
"Aku datang kemari ingin mengajarimu sihir milik kita yang hilang saat kita hidup dulu"kata Zee dulu
"Sihir yang hilang"kata Zee heran
"Dan apa itu kehidupan jaman dulu aku yang sekarang adalah aku yang hidup di jaman sekarang"kata Zee
"Kau tak bisa mengelak dari takdir"kata Zee dulu
"Terserah"kata Zee sekarang
"Baiklah aku menyerah"kata Zee dulu
"Kau ingat segel yang mengunci sihirmu kan"tanya Zee dulu to the poin
"Ya aku ingat tapi aku tak tau siapa penggunanya"kata Zee
"Huang Zhong"kata Zee dulu
"Dia lagi ya"kata Zee
"Sepertinya ia benar benar ingin membunuhku sebenarnya ia ada dendam apa sih sama aku"kata Zee kesal
"Dendam masa lalu"kata Zee dulu
"Hahh masa lalu lagi"heran Zee
"Sudahlah fokus ke topik''kata Zee dulu
"Segel itu sebenarnya tidak akan berfungsi bagi keturunan lima kaisar dewa tapi karna kau masih sangat lemah makanya itu berefek untukmu itu juga berlaku untuk teman teman mu"kata Zee dulu
"Apa itu juga berefek untuk musuh"tanya Zee
"Tentu saja sangat berefek karna itu kan segel yang tak pernah gagal"kata Zee dulu
"Ajari aku"pinta Zee lalu Zee masa lalu mengajari Zee masa sekarang tentang berbagai sihir di alam sadar zee selama berhari-hari
Sedang kan di dunia nyata dua bulan sudah berlalu dan Zee masih belum sadarkan diri,Jiali yang saat itu sedang menjaga Zee merasa sedih
"Zee bisakah kau bangun,aku ingin melihat matamu,suaramu,dan semuanya"kata jiali sedih
"Asal kau tau kelompok kita menjadi peringkat pertama dari hasil kerja sama tim saat kita mendapatkan tugas dari pak Raymond untuk mendapatkan stempel"kata jiali mulai bercerita
"Mereka sangat kaget melihat stempel milik kita Zee"kata jiali
"Mereka iri saat tau kita menjadi tamu istimewa Zl,di traktir sekertaris Ryu dan menjadi tamu pertama yang mencoba proyek baru mereka"kata jiali
"Itu sangat keren andai kita bisa menyombongkan itu bersama"kata jiali lalu ia mengantuk dan tertidur
"Zee kumohon bangun lah,jangan tinggalkan kami"kata jiali pelan sebelum terlelap,
saat Jiali terlelap Zee membuka matanya ia melirik Jiali dan tersenyum
"Aku janji tidak akan meninggalkan mu lagi Jia"kata Zee pelan,memandang ke atas dan sekeliling
"Sudah berapa lama aku tertidur"batin Zee,lalu Zeena jaman dulu menyahut
"Dua bulan"katanya sambil muncul di samping Zee namun hanya berupa roh
"Kau tidak pergi"tanya Zee
"Aku tercipta dari pecahan ingatan kita yang dulu jadi aku akan slalu bersamamu"kata Zee dulu
"Terserah tapi dua bulan lama juga"batin Zee,ia haus hendak minum namun ia takut membangunkan Jiali, akhirnya benar saja saat ia bergerak sedikit Jiali tersentak dan bangun,ia memandang mata Zee sebentar sambil mengumpulkan nyawanya,saat di kira bukan mimpi air matanya menetes ia memeluk Zee pelan namun pasti
"Zee kau sudah sadar"kata jiali sambil menangis pelan
"Iya aku sudah kembali untuk mu"kata Zee,menunggu Jiali puas Zee baru meminta minum
"Jia aku haus"kata Zee lalu Jiali dengan sigap mengambil minum untuk Zee,Zee melepas alat bantu pernafasan di mulutnya dan minum ia dengan lihai melepas itu sehingga alarm tidak berbunyi,saat selesai minum Jiali meletakan lagi di meja saat berbalik ia malah di kejutkan dengan Zee yang sudah berdiri di depannya
"Zee kau masih belum sehat"kata jiali
"Sudah aku sudah sehat kok"kata Zee
"Sehat dari mananya"kata jiali kesal
"Senangnya akhirnya kau tidak sedih lagi"kata Zee sambil memeluk Jiali
"Jangan sedih Jia aku kan sudah bilang aku tak akan mati dengan mudah"kata Zee
"Ya aku percaya itu"kata jiali,Zee memegang wajah Jiali
"Sebagai hadiah karna sudah setia menunggu ku aku kasih kamu satu kecupan"kata Zee mencium pipi kiri Jiali
"Itu...pipi kanannya iri"kata jiali membuat Zee terkekeh
"Hehehe baiklah"kata Zee lalu mencium pipi kanannya juga
"Ada tempat lainnya tidak"goda Zee membuat Jiali terkejut
"Ti...Tidak ada"kata jiali sambil berbalik,hendak menyeret Zee ke bangsalnya,
namun Zee malah menarik Jiali dan dengan cepat ia mengecup bibir Jiali sekilas membuat Jiali terkejut
"Hadiah spesial khusus untuk mu"kata Zee lalu menuju kasurnya dan tiduran sambil melihat Jiali yang terdiam,ia memencet alarm sehingga Tama dokter yang bertugas bergegas ke sana karna takut terjadi apa apa dengan bos-nya,saat ia masuk ia malah di suguhi pemandangan dimana Zee sedang merapikan alat bantu agar tidak menggangunya saat tiduran sedang kan Jiali hanya meliriknya tanpa mengucapkan sepatah kata pun
"Bos kau sudah bangun syukurlah"senang Tama hendak memeluk Zee
__ADS_1
"Gx ada peluk peluk cepat periksa aku agar aku bisa cepat pulang"printah Zee membuat Tama sedih dan mau tak tau ia memeriksa bosnya
"Syukurlah kesehatan bos sudah lebih baik dari sebelumnya tapi tetap di kontrol agar tidak ada kecacatan dalam pemulihan tubuh"kata Tama
"Hemm"dehem Zee
"Pinjam hpmu"pinta Zee
"Hah buat apa bos"tanya Tama
"Aku buang...Ya aku mau nelpon keluarga lah"kata Zee kesal
"Kenapa bukan hp nona Han saja"kata Tama
"Lagi loading dia"kata Zee terkekeh lalu Tama memberikan hpnya,Zee menelpon logan
"Halo ada apa Tama apa Zee baik baik saja"tanya logan buru buru,Zee yang mendengar itu terdiam sebentar
"Ayah"satu kata dari Zee cukup mengejutkan logan
,detik berikutnya terdengar suara gaduh dari sana seperti suara kursi terjatuh dan pintu yang di buka dan tutup keras bahkan saat ia berlari pun terdengar,Zee dapat mendengar sapaan dari karyawan untuk ayahnya namun ayahnya malah teriak-teriak
"Jangan halangi jalan"teriak logan, membuat Zee terkejut
"Halo ayah"kata Zee
"Zee ayah di mobil ayah matikan dulu ya"kata logan lalu mematikan telepon nya membuat Zee terdiam
"Bicara apa juga belum cuma kata ayah doang langsung heboh"batin Zee lalu tersenyum
"Terimakasih Tama"kata Zee membuat Tama terkejut
"Bos berterima kasih kepada ku"batin Tama senang
"Sama sama bos"kata Tama cengengesan
"Saya pergi sebentar bos ada panggilan soalnya"kata Tama setelah mengecek hpnya lalu pergi,saat pintu di tutup Jiali bergerak mendekati Zee,membuat Zee takut melihat Jiali
"Jia ada apa ya"tanya Zee namun tak di jawab Jiali
"Apa dia marah ya"batin Zee
"Anu...aku kan hanya bercanda"lanjutnya saat Jiali sudah dekat dan mengangkat tangannya ke atas Zee menutup matanya takut Jiali akan memukulnya namun ia tak merasakan pukulan namun tangan Jiali menarik dagunya dan sesuatu yang lembut menyentuh bibirnya ia membuka matanya dan melihat Jiali menciumnya
"Aku tak akan kalah darimu Zee kau membuat ku terkejut tapi sekarang kita impas"kata jiali setelah melepas ciumannya
"Hahaha kau ini slalu ingin menang ya"tanya Zee menggoda
"Tentu saja"jawab jiali membuat Zee terkejut
"Wahh keberanian ku membuka rahasia besar ya"kata Zee membuat Jiali heran,
lalu tiba tiba pintu di dobrak keras oleh seseorang membuat Jiali dan Zee kaget,ternyata itu adalah logan
"Ayah"kata Zee lalu logan buru buru berlari dan memeluk anaknya
"Zee ini beneran kamu"kata logan
"Bukan"jawab Zee asal
"Zeena"teriak Ziya lalu mendorong ayahnya dan memeluk Zee
"Hei berbagilah dengan ayahmu"kata logan
"Yang tua ngalah"kata Ziya
"Sepertinya selama dua bulan ini Ziya sudah melakukan pendekatan dengan ayah dan ibu syukurlah jadi keadaan tidak akan Canggung lagi"batin Zee senang,lalu Zhu muncul
"Anakku"kata Zhu memeluk Zee dan Ziya
"Ibu"kata Zee
"Ibu senang akhirnya kau sadar Zee"kata Zhu
"Dimana Tama apa dia tak memeriksa mu"kata Zhu
"Sudah kok mah"kata Zee
"Mulai lagi"kata Zhu gemes dengan anaknya lalu memeluk kedua anaknya
"Huhh irinya"kata logan
"Aku juga mau sayang"kata logan
"Oke"senang logan,Jiali hanya tersenyum melihat keluarga itu,Zee melirik Jiali dan mengedipkan sebelah matanya membuat Jiali kaget
"Jia makasih ya sudah menemani Zee"kata Zhu setelah melepas pelukannya dan memeluk Jiali
"Ya sama sama bibi"jawab Jiali
"Kak kau masih pakai seragam tapi kenapa Jia tidak"tanya Zee
"Aku sekolah sedang kan Jiali dia izin hari ini untuk menunggu mu dan dia malah jakpot"kata Ziya
"Ohhh"Zee
Seminggu kemudian Zee sudah boleh pulang kerumahnya tapi tetap harus dijaga tubuhnya agar tidak melakukan aktivitas berat
Zee yang dikamar sedang bosan dan memanggil Jiali untuk menemani nya
Mereka berbincang-bincang dan melakukan hal membosankan lainnya di dalam kamar Zee karna hari ini Minggu,Ziya juga di sana,setelah malam Jiali makan malam disana dan kemudian pulang
Paginya Zee sudah bersiap dengan seragam nya membuat Ziya terdiam
"Emm kau mau kemana"tanya Ziya
"Sekolah"jawab Zee
"Tapi kan"kata Ziya tak sampai karna Zee sudah berlari keluar
"Benar yang di bilang ayah dan ibu dia benar-benar keras kepala"batin Ziya geleng geleng kepala akan sikap adiknya,ia keluar dari kamar dan ikut sarapan,di bawah sana Zee sedang berdebat dengan ayahnya
"Tapi Zee kau kan baru keluar dari rumah sakit dua hari lalu"kata logan
"Benar ayah makanan ini enak"jawab Zee
"Bukan itu topiknya"kesal logan
"Hahahah"tawa Zhu,Ziya,dan Zee,setelah sarapan mereka pergi ke sekolah,sesampainya di sekolah dan kelas Zee di sambut pelukan oleh Ari dan Quan
"Tuan,Zee"kata Ari dan Quan bersamaan membuat anak anak disana terkejut apalagi dengan sikap Quan yang memeluk Zeena dan kelihatannya Zee tidak keberatan malah mengelus elus rambut mereka seolah sedang menenangkan mereka
"Quan menang banyak"kata Sion membuat Leon cemburu
"Jelas jelas aku tak pernah melihat Quan dekat dengan Zeena kenapa ia memeluk Zeena apa dia juga suka sama Zee ya"kata ghai mengompori Leon
"Diam"marah Leon mendapatkan tawa dari teman temannya
"Maafkan kami tuan"kata Quan setelah melepas pelukannya
"Itu bukan salah kalian"kata Zee lalu duduk
"Kembali ke tempat dudukmu sana"usir Zee lalu Quan berkumpul dengan teman-temannya lagi
"Quan kau suka dengan Zeena juga ya"tanya Tara
"Gx kenapa"tanya Quan
"Leon cemburu lihat kau peluk Zeena karna dia saja belum pernah di peluk jangankan peluk dekat dengan Zee saja gx lebih dari satu menit"kata Tetsuya gamblang
"Uhh Atit ati ku"ejek ghai membuat teman temannya tertawa
"Ohh Leon ya"kata Quan mengerti
"Leon kurasa saingan mu banyak"kata Quan tersenyum ganjil membuat Leon terkejut
"Apa ada yang menyukai Zee juga"batin leon sambil melirik teman temannya satu persatu
"Apa..aku mengincar Nian Nian"kata ghai saat melihat Leon meliriknya
"Aku belum berminat"kata Sion
"Ada tapi bukan Zeena"kata Tara
"Aku..aku suka uang"kata Teo mendapatkan jitakan dari ghai
"Ahahhha aku suka salsa tapi diam"bisik Teo gamblang
"Aku sedang mengincar Ziya bukan Zee"kata Tetsuya dengan suara biasanya membuat Ziya yang memang sedang melihat mereka terkejut
"Bego"batinnya dengan pipi memerah
__ADS_1
"Wahh kakak ada yang mengincar mu ya"goda Zeena
"Diamlah"kata Ziya kesal
"Tapi Tetsuya tidak buruk"kata jiali
"Cocok dengan Ziya"tambah Nian Nian membuat Ziya semakin malu
"Dan aku dengar ada yang suka Tetsuya di kelas lain dan ingin mengajaknya kencan"kata Ari jahil membuat Ziya terkejut
"Sungguh"kata Ziya sedikit kesal membuat teman temannya tersenyum menjengkelkan
"Uhh ada yang cemburu"kata Wulan
"Hahaha"tawa mereka bersama,di bangku belakang cukup rame juga karna ada Zee,Jiali,nian nian,Ziya,Ari,wulan,sedang kan Mona,salsa dan Noriko sedang melakukan rapat OSIS dengan guru makanya jam pelajaran pertama dan kedua di kosong kan
"kantin yuk"ajak Zee lalu mereka berenam pergi meninggalkan kelas menuju kantin,di lorong mereka berpapasan dengan Glen,Glen melihat Zee dan menghampirinya
"Zeena"kata glen membuat mereka berdiam di depan lorong,Glen mendekat dan perlahan memeluk Zee yang hanya diam saja tanpa merespon
"Zeena maaf aku tak mengenalmu dari awal"kata Glen
"Lebih baik lagi jika kau tak mengenalku Glen"kata Zee hendak melepas pelukan Glen namun Glen cegah,
memberi tatapan mohon kepada teman teman zee,mereka paham dan pergi meninggalkan mereka berdua
"Lepasin"pinta Zee sambil menahan tangis
"Maafin aku Zee"pinta Glen
"Kenapa kau minta maaf kau sama sekali tidak bersalah seharusnya aku yang minta maaf tapi lebih baik kau tidak memaafkan ku"kata Zee
"Jangan bilang seperti itu lagi"kata Glen
"Kenapa kenapa Glen aku sudah jahat sama kamu kenapa kau baik sama aku"kata Zee
"Karna aku masih mencintaimu Zee sampai sekarang"jawab Glen membuat tangis Zee pecah
"Huhuhu"tangis zee di pelukan Glen
"Maaf"kata Zee pelan
"Ya"kata Glen,setelah beberapa menit Glen melepaskan pelukan dari Zee
"Maaf Glen"kata Zee sambil mengelap air mata nya
"Tidak apa apa"jawab Glen tersenyum
"Maaf aku tak tau jika dulu kau sangat menderita"kata Glen
"Tidak apa apa aku yang menderita kenapa harus kau yang meminta maaf lagian aku seperti itu karna pilihan ku sendiri"kata Zee
"Aku pergi dulu"lanjutnya
"Zee bolehkah aku menjadi temanmu lagi"pinta Glen,
Zee berbalik tersenyum lalu pergi,Glen yang mendapatkan senyuman dari Zee sangat senang,ia pun pergi ke perpus untuk membaca,
Zee yang sampai di kantin rupanya sudah ada makanan yang di pesankan oleh Ziya
"Makasih kak"kata Zee
"Ehemm ada yang berbunga nih"kata Nian Nian membuat Zee dan Jiali melihat nya
"Apa"tanya Nian Nian
"Ya ampun Jia masa kau cemburu sih kau kan normal"batin Jiali,Zee yang kebetulan mendengar batin Jiali tersenyum lalu ia memakan makanannya,setelah selesai makan mereka berenam berpisah,Wulan dan Ari pergi ke kelas,nian nian menemani Ziya ke kamar mandi sedang kan Jiali dan Zee ke rooftop
"Kami akan menyusul nanti"kata nian nian lalu pergi,Zee dan Jiali ke rooftop dan menikmati keindahan sekolah dari atas sana,kebetulan di sana hanya mereka berdua jadi tidak begitu berisik
"Ahh damainya tanpa pusing memikirkan hal berbau magis"kata jiali
"Hemm iya sudah beberapa hari ini kota damai tanpa kejadian kejadian aneh"kata Zee,lalu mendekati Jiali yang sedang di pojokan menikmati keindahan di bawah sana
"Jia bagaimana jika kita bertarung di disini"ajak Zee
"Kau gila ya tubuhmu belum fit seutuhnya"kata jiali kesal
"Hanya beberapa pukulan saja"pinta Zee
"Tidak"jawab Jiali,namun yang di ajak bicara adalah Zee yang keras kepala ia langsung memukul Jiali dan di tangkis oleh Jiali
"Zee jangan gila"kata jiali kesal
"Tidak"jawab Zee lalu menyerang Jiali dan mereka pun bertarung tanpa sihir
Namun Jiali hanya terus menghindar tanpa melawan membuat Zee kesal
"Jia ayolah serang aku"kata Zee
"Tidak sebelum kau sembuh total"kata jiali sambil terus menghindar
"Jia kau yang memaksa ku ya"kata Zee
"Siapa yang memaksa"teriak Jiali kesal
"Hahaha"tawa Zee sambil menyerang Jiali,
karna kesal Jiali langsung menggunakan kekuatan nya dan membekap Zee dengan memegang kedua tangan Zee kebelakang dan meniup telinganya membuat Zee kaget
"Jia"kaget Zee
"Jangan membuat aku makin kesal Zee"kata jiali
"Sudah kuduga dengan cara ini Jiali akhirnya tak tahan untuk mengamuk juga hahaha"batin Zee yang memang sengaja
"Oh ya"dengan cepat Zee berbalik dan mendorong Jiali ke tembok dan mengangkat kedua tangan Jiali
"Kalau begitu mau aku bantu meredakannya tidak"goda Zee membuat Jiali tambah kesal
"Sudahlah Zee jangan bermain main Nian Nian dan Ziya akan datang sebentar lagi"kata jiali
"Baiklah"kata Zee lalu melepaskan Jiali,benar saja setelah mereka berhenti berantem Nian Nian dan Ziya datang
"Wahh ini pertama kalinya aku ke rooftop rupanya nyaman juga"kata Ziya sambil mengamati sekitar
"Mau permen"kata Nian Nian sambil menyerahkan permen ke mereka bertiga,mereka duduk duduk di sana sambil berbincang bincang
"Ziya kau suka dengan Tetsuya ya"tanya Nian Nian
"Emm kelihatan banget ya"kata Ziya di angguki ketiganya
"Ya aku suka dia tapi entah sejak kapan rahasiakan ya"pinta Ziya
"Baik"jawab ketiganya,saat nian nian melirik ke bawah ia melihat gerombolan Quan
"Lihat itu Tetsuya di lapangan"kata Nian Nian lalu Ziya dan ia melirik ke bawah,
Tetsuya yang kebetulan melirik ke rooftop dan melihat gerombolan Zee
"Teman teman mereka di atas"kata Tetsuya lalu mereka melirik ke atas
"Haii"sapa Nian Nian dari atas sambil melambaikan tangannya di sahuti ghai,Teo dan Quan
"Akhh manisnya"kata ghai
"Ayo ke atas"ajak Quan lalu mereka ke atas menyusul ke rooftop,
di atap akhirnya menjadi rame dengan bertambahnya gerombolan Quan
"Tuan kami ikut ya"pinta Quan
"Duduk saja"kata Zee
"Makasih tuan"kata Quan senang lalu mereka berbincang-bincang
"Quan kau dan Zeena apa ikatannya"tanya Tarako yang memang agak dekat dengan mereka setelah tugas kelompok itu
"Majikan"jawab Quan
"Majikan"kaget geng Quan
"Iya"jawab Zee
"Majikan apa"tanya Leon
***majikan apa haayo
seru lanjut oke
tinggalkan balasan kalian
__ADS_1
love you all 😘***
//////