Magic Blood

Magic Blood
chapter 63


__ADS_3

lanjut


***


"Sayang sekali kau tidak termasuk kriteria mainan ku"kata Zee


....Crasss.....crass....


"Akhhh"teriak Diki saat kedua tangannya di potong oleh Zee


"Indah bukan"kata Zee lalu mengeluarkan sihir akarnya


"Moval forest"kata Zee lalu akar beracun miliknya melilit tubuh Diki dan Raka membuat mereka terangkat


"Akhh"teriak mereka berdua.


Dengan santainya Zee mengeratkan lilitan akar beracun miliknya pada tubuh Diki membuat Diki kesakitan,perlahan tubuhnya membiru dengan dagingnya yang meleleh menyisakan tulang tengkorak dengan bagian daging yang masih sebagian melekat,Raka yang melihat temannya mati mengenaskan membuat nya ketakutan.


"To...tolong jangan bunuh aku kumohon"pinta Raka ketakutan


"Jika dulu aku tidak sempat membunuh pria itu maka aku akan membunuhmu sebagai gantinya"kata Zee dengan santainya membuat Raka menggeleng cepat.


"Akhhh"teriak Raka saat lilitan akar semakin kencang dan menusuk tubuhnya namun karna ingin menikmati keindahan didepannya Zee tidak langsung memasukkan racunnya sehingga Raka bisa tersiksa dengan tenang


"Merdunya"kata Zee sambil tersenyum iblis


Mengabaikan teriakan Raka ia mendekat ke arah kakaknya


"Kau pasti ketakutan,maaf aku terlambat,aku akan membunuh mereka semua tanpa terkecuali"kata Zee


Lalu ia mengangkat tubuh Ziya dan memasukkan Ziya ke dalam dimensi kristal miliknya


"Quan jika kakak tidak bangun saat aku kembali kau akan kubunuh"kata Zee membuat Quan yang berada di dimensi kristal gemetar ketakutan


"Baik tuan"jawab Quan melalui batin


"Kembali ke permainan"kata Zee


Ia mendekat ke arah Raka dan dengan tanpa ba-bi-bu langsung menggores wajah Raka dengan belati nya hingga hidung Raka terbelah dalam


"Akhhh"teriak Raka saat merasakan perih di wajahnya,bahkan karna darahnya ia jadi tidak bisa melihat dengan jelas.


"akhh aku suka melodi ini"kata Zee sambil tertawa senang


Zee lalu melanjutkan kegiatannya dengan menusuk punggung Raka hingga berulang ulang kali


Jlep....srukk...Jlep...sruk...Jlep


Terakhir ia memutar belatinnya didalam punggung Raka hingga sang empu sudah tidak bisa berteriak sangking tidak tahannya dengan rasa sakit yang dia terima,


Zee lalu menancapkan belati lainnya pada kaki dan tangan Raka


Dan terakhir ia menusukkan belati miliknya di jantung Raka dan Raka pun mati di tangan Zee dengan tragis.


Namun tidak ada tanda tanda amarah Zee yang mereda,justru dia kini bangkit dan pergi dengan santainya meninggalkan para mayat siswa Houdryen di dalam Villa tersebut.


Di luar Villa Zhu yang merasakan aura pekat menatap Zee yang baru saja muncul dari dalam Villa yang diselimuti kabut hitam


"Zee"panggil Zhu namun Zee hanya diam saja dan melewati nya


"diam disana"teriak Zhu namun tidak di tanggapi nya


"Sialan"kesal Zhu lalu ia memanggil lima harimau miliknya dan menyerang Zee


"Mainan ku datang sendiri hehehe"kata Zee tertawa jahat lalu mengeluarkan pedang miliknya,berbalik dan menyerang kelima harimau Zhu sekaligus.


"Zeena dimana Ziya"tanya Zhu


"Dimensi kristal"jawab Zee sambil menebas tubuh harimau milik Zhu


"Thunder **Vold**" kata Zee lalu muncul kilatan petir di pedangnya


"Explosion"Zee meledakan kelima harimau Zhu dengan tebasan pedang petir miliknya dilanjut berlari ke arah Zhu,tentu saja Zhu yang belum siap langsung terkejut dengan kecepatan Zee


"Vundoma Ciel"sebuah Aray mawar melindungi Zhu dari tebasan pedang milik Zee dengan tepat waktu


"Lilya"senang Zhu saat melihat Lily datang tepat waktu,


Zee yang marah karna ada yang mengganggu tidak tinggal diam dan langsung berbalik menyerang Lily


"Arcos Voma Explosion"kata Lily lalu sebuah lingkaran sihir di udara terbentuk dan memunculkan ratusan panah yang berjatuhan tepat di atas Zee


Trang...Trang....srek...Trang....


Zee menebas semua panah yang tidak ada habisnya,bahkan lengan,kaki juga wajahnya menjadi korban hingga terlihat darah yang mengalir dari lengan baju yang robek.


Lily menghentikan serangannya setelah melihat Zee yang sudah tidak begitu agresif dan mulai lemas,namun untuk berjaga jaga dia tetap memunculkan lingkaran sihir nya


Tepat saat pedang Zee terjatuh Zhu menangkap tubuh anaknya yang terkulai lemas


Trang....bruk....


"Zeena"panggil Zhu


"I...bu"kata Zee pelan


Zhu hanya diam sambil mengusap darah yang mengalir dari pipi Zee yang tergores,Lily mendekat


"Tenang Zhu aku hanya menggunakan sihirku untuk membuat Zeena sadar dari amarah nya"kata Lily


"Baguslah"kata Zhu


"Aku akan menyelesaikan yang didalam"kata Lily sambil berlalu kedalam Villa


"kita pulang"kata Zhu sambil menggendong tubuh Zee dan melesat pergi dari sana meninggalkan kesunyian.


***


Di dalam dimensi kristal tepatnya di istana kristal Zeena sedang menatap Quan yang sedang mentransfer sihirnya kedalam tubuh Ziya,disini Quan dapat melihat Zeena tuan di kehidupan pertamanya,awalnya ia terkejut namun ia sekarang sudah lebih baik,


"Akhirnya selesai juga"kata Quan merasa lega


"Sekarang dia sedang tertidur"kata Quan,Zeena hanya mengangguk


"Kalau begitu bisakah kau pergi aku ingin membantu Ziya mengganti baju"kata Zeena membuat Quan tersadar dengan keadaan Ziya,ia pun segera berbalik dan pergi dengan cepat dengan wajah memerah,Zeena hanya tersenyum tipis.


Setelah selesai Zeena segera keluar dari kamar menuju ruangan seperti ruang tamu,terlihat Quan sedang menyiapkan air minum


"Roh tidak bisa minum Quan"kata Zeena membuat Quan kaget dan menatap tuannya

__ADS_1


"Saya mengerti tuan"jawab Quan


Zeena duduk di bangku yang terdapat disana


"Aku sudah bukan tuanmu"kata Zeena


"Bagiku kau tetap tuanku tuan"kata Quan


"Bagaimana dengan Zee"tanya Zeena


"Dia juga tuanku karna dia adalah dirimu dan kau adalah dirinya"jawab Quan membuat Zeena terdiam


"Bagaimana dengan Ziya"tanya Zeena


"Dia adalah saudara kalian di masa sekarang jadi mau tidak mau saya harus menghormatinya sebagai saudara dari majikan ku"jawab Quan


"Baguslah"kata Zeena


"Kau tau Quan kau sama sekali tidak berubah"kata Zeena


"Selalu menuruti perintah ku atau dia"kata Zeena


"Dengar jika suatu saat aku atau dia menyuruhmu melakukan perintah yang bertentangan dengan hatimu tidak perlu dituruti"kata Zeena


"Baik tuan"kata Quan


"Baik apa"tanya Zeena


"Tidak akan melakukannya"jawab Quan membuat Zeena mengerjapkan matanya linglung


"CK"decak kesal Zeena membuat Quan tersenyum lebar


"Kau tau tuan kau banyak berubah semenjak menjadi roh"kata Quan


"Oh ya?"kata Zeena


"Iya kau jadi banyak bicara juga ekspresi mu sudah mulai banyak berubah"kata Quan


"Jadi menurut mu aku berisik"kata Zeena di gelengi Quan dengan cepat


"Ten...tentu saja tidak tuan"kata Quan gugup


"Santai saja"kata Zeena


"Aku juga bingung kenapa aku seperti ini"kata Zeena lalu mereka terdiam dengan fikirannya masing masing.


***


Di tempat Lily dia hanya geleng-geleng kepala melihat keadaan di dalam Villa tersebut,ternyata bukan hanya lima orang yang dibantai namun belasan,mereka mati dengan cara yang mengenaskan,lima orang yang di dalam ruangan bekas Ziya disekap dan sisanya orang orang di sepanjang jalan.


"Sepertinya orang yang dibunuh Zeena bukanlah orang sembarangan"kata Lily


Saat ia masuk ke dalam ruang penyekapan ia tidak bisa tidak terkejut melihat darah dimana mana,tapi bukan karena takut melainkan


"Wahh lihatlah lukisan ini indah tapi lebih indah jika dilukis diatas kanvas putih"kata Lily dengan maksud lain pasti nya


Ia berjalan sambil melihat beberapa mayat yang bermacam macam bentuknya,ada yang kepalanya hancur oleh kayu,ada yang tersisa daging dan tulang seperti zombie,ada yang tersisa sepatunya saja,dan ia tersenyum manis saat melihat yang terakhir dimana mayat Raka yang sangat mengenaskan dengan banyaknya belati yang tertusuk di tubuhnya


"Tidak heran dia adalah majikan ku"kata Lily,ingatkah kalian jika Lily adalah budak milik Zee di masa lalu.


"Baiklah,Mirai bantu aku"kata Lily lalu muncul Mirai dalam wujud manusianya,masih ingat kan siapa Mirai,hewan pendamping milik Lilya ular putih.


***


Malam hari tiba Zee terbangun dari tidurnya dan menatap plafon atas


"Ini asrama"batin Zee,ia lalu mencoba untuk duduk namun karna pergerakan nya membuat seseorang yang sedang memainkan ponselnya menatapnya dan bergegas turun dari ranjangnya


"Zee kau sudah sadar"kata jiali sambil mendekat


Zee melirik kearah lainnya dimana terlihat Nian Nian sedang tertidur di ranjangnya dengan Ari versi kucing tertidur di atas wajahnya dengan santuy membuat Zee tersenyum kecil melihat kelakuan kucing satu ini


"Minum"tawar Jiali sambil memberikan segelas air


"Terima kasih"kata Zee lalu meminum minuman nya,memberikan gelas kepada Jiali


"Kau bermain tidak mengajak kami"kata jiali sambil duduk di ranjang milik Zee


"Maaf"kata Zee


"Tidak apa,bagaimana Ziya?"tanya Jiali


"Sudah lebih baik besok dia akan datang"kata Zee di angguki Jiali


"Dia dimana emangnya?"tanya Jiali


"Dimensi kristal"kata Zee membuat Jiali bingung


"Dimensi kristal?"bingung Jiali


"Dimensi yang sama seperti dimensi lima liontin"jelas Zee


"Ohhh"paham Jiali


"Ini jam berapa"sekarang giliran Zee yang bertanya


"Jam sebelas malam"jawab Jiali


"Kau belum mengantuk"tanya Zee


"Hemm belum aku menunggumu"kata Jiali


"Seharusnya kau tidur saja"kata Zee di gelengi Jiali


"Lagian tadi siang kan kita sudah tidur lama"jawab Jiali


"Iya juga"kata Zee


"Zeena"panggil Jiali membuat Zee menatapnya heran,jarang sekali Jiali memanggil lengkap seperti itu


"Ada apa"tanya Zee


"Ada seseorang yang aku sukai"kata jiali sambil menatap wajah Zee yang menatapnya juga


"Katakan apa yang akan kau lakukan jika ternyata orang yang kau sukai tidak sebaik dan sepolos yang kau kenal"tanya Jiali


"Apa kau akan tetap bertahan atau memilih berpisah"lanjutnya


"Sebelum aku menjawab katakan dengan jujur ini kisahmu bukan"kata Zee menyela,Jiali terdiam lalu mengangguk mengiyakan

__ADS_1


"Tergantung kondisi"jawab Zee


"Apa maksudmu"tanya Jiali


"Jika apa yang dia lakukan memiliki alasan yang jelas dan tidak mengulangi perbuatannya lagi maka kita bisa mempertimbangkannya,tapi jika dia tidak bisa mempertimbangkan mana yang harus ia pilih antara masa depan dengan masa kini yang sedang ia jalani maka keputusan berpisah adalah solusi terbaik"kata Zee,dia lalu menarik Jiali agar dekat dengannya


"Karna bersama dengan orang yang kau cintai namun tidak dicintai oleh nya itu bukanlah kehidupan"lanjutnya


"Aku pernah jatuh cinta namun semuanya hancur ketika aku terlalu merasa kami cocok,merasa yakin itu yang terbaik dan hanya memandang yang bagus dan indah tanpa aku sadari jika dalam kesempurnaan tidak seutuhnya sama"kata Zee mulai terbuka menceritakan kisahnya.


"Karenanya aku terjerumus dalam lembah kegelapan,terang tak dapat menggapai Zeena yang dulu, selamanya terkubur di dalamnya"kata Zee


"Tapi setitik cahaya tiba tiba mendekat dan menjadi harapan yang tidak pernah ia impikan"lanjutnya,ia lalu mengelus rambut Jiali


"Jika menurut mu pilihan yang kau pilih membuat mu bimbang,cari akar permasalahannya dan pahamilah,karna apa yang otakmu jalankan kadang berbanding terbalik dengan yang hatimu katakan"kata Zee,Jiali menangkap tangan Zee


"Seperti kau yang membencinya namun dalam hati kecilmu kau masih mencintainya"tanya Jiali,Zee hanya tersenyum


"Dan usaha adalah kunci untuk keluar dari ilusi"kata Zee


"Aku berusaha melupakannya"kata Zee


"Kau?"tanya Zee


"Aku sudah tidak memiliki perasaan apa apa semenjak sepuluh tahun terakhir"jawab Jiali


"Kenapa kalian berpisah"tanya Zee


"Fikiran kami berlawanan dan takdir tidak akan bisa membuat kami bersama"jawab Jiali


"Dia menginginkan apa yang tidak bisa aku berikan padanya dulu dan dia juga tidak baik"kata jiali


"Dia Gikwan"tebak Zee di angguki Jiali Jiali lalu tertawa pelan


"Bukankah lucu kami adalah paman dan keponakan tapi memiliki kisah yang rumit yang tidak pernah difikirkan orang lain"kata jiali


"Lalu kenapa kalian..."Zee terdiam


"Dulu aku mengagumi nya seperti seorang kakak namun rasa asing itu muncul dan aku menceritakannya kepada nya,dia mengatakan hal yang sama namun sesuatu membuat ku merasa jijik lalu aku membencinya"kata jiali dipahami Zee


"Lalu sekarang dia dimana"tanya Zee


"Dia sudah menjadi bintang,aku membuat nya pergi"kata jiali


"Kau membunuhnya"tanya Zee di gelengi Jiali


"Dia bunuh diri,itulah kenapa kedua orang tua ku tidak mengetahui keberadaan nya sampai sekarang dan mungkin selamanya"kata jiali


"Aku menolaknya karna dulu aku berfikir aku masih kecil walaupun tidak menampik aku juga menyukainya dan juga kami adalah sedarah satu dalam darah Han"kata Jiali


"Lalu jika tidak sedarah"tanya Zee


"Maksudmu"bingung Jiali,tidak menjawab namun Zee mendekati wajahnya ke wajah Jiali membuat Jiali terkejut dan gelapakan


"anu...itu...Zee"gugup Jiali,wajahnya sudah memerah saat wajah mereka sudah sangat dekat dan sedikit saja bibir mereka hampir bersentuhan bahkan ia sampai memejamkan matanya namun.....


"Hachim....."terdengar suara bersin yang keras dari arah Nian Nian membuat ketiganya termasuk Ari terkejut,bahkan Ari sampai melompat dari wajah Nian Nian


Jiali dan Zee segera menjauh kan wajah mereka dengan cepat dan dan berusaha bersikap seperti biasanya walaupun wajah mereka masih terlihat memerah malu


"Apa yang kulakukan"batin keduanya


"ARIIIII........"teriak Nian Nian karna ia jadi susah bernafas


(lalu selama ini ngapain aja Nian Nian😬,ganggu aja🤭)


Ari versi kucing segera berlari saat Nian Nian melempar bantal kearahnya


"Kucing sialan"marah Nian Nian karna tidurnya terganggu,ia belum sadar jika ada dua anak orang sedang menatapnya


"lihat saja kau aku..akan...membalasjabdna"Nian Nian berbicara tidak jelas sambil membalikan badannya dan kembali menenggelamkan diri nya ke alam mimpi kembali bahkan dengan cepat terdengar suara dengkuran halus dari arah Nian Nian


"Lihatlah cepat sekali dia tertidur"kata Ari tiba tiba muncul di antara kaki Jiali,dia lalu naik ke ranjang dan duduk di pangkuan Zee dan menyamankan dirinya sendiri dan mulai memejamkan matanya,Zee dan Jiali hanya saling menatap kemudian saling membuang pandangan karna masih canggung


"A...aku akan kembali ke ranjang ku"kata jiali hendak berdiri


"Tunggu"kata Zee,Jiali menatapnya,Zee menarik tangan Jiali agar mendekat kearahnya


Cupp.....


Ciuman bibir terjadi diantara Zee dan Jiali,Jiali tentu saja terkejut dengan yang terjadi,awalnya ia tidak mengira ini tidak akan terjadi setelah adegan Nian Nian koar koar gx jelas namun ternyata tetap saja terjadi


"Selamat malam"kata Zee sambil tersenyum penuh arti,Jiali hanya diam dan membalikkan tubuhnya dan bergegas ke kasur miliknya dan menutup seluruh tubuhnya dengan selimut membuat Zee terkekeh geli,ia lalu juga merebahkan tubuhnya juga


"Apa yang kurasakan sekarang?"batin Zee sambil memejamkan matanya


"Rasa yang sama saat aku bersama dengan Raka(pacar Zee yang dulu ya)"


"Tapi kini lebih intens"lanjutnya lalu menyusul yang lainnya kedalam mimpi


"Kurasa aku sudah gila"batinnya


::AKU JUGA GILA ZEE !!! + AUTHOR✌️


***


Skip setelah Lander abadi tingkatan pertama selesai untuk yang terakhir Kalinya pada hari ini,karna suatu alasan dua kelompok di satukan menjadi satu perlombaan hari ini,dan tentu saja alasannya adalah kematian masal para murid murid dari Houdryen,dan para guru akan memulai penyelidikan terhadap kasus tersebut,kematian para siswa Houdryen telah menyebar ke seluruh akademi Houdryen dan membuat sebagian mereka takut dan merasa ngeri dan itu yang membuat para guru harus ekstra hati-hati dan berfikir keras untuk menenangkan hati para siswa siswi tiga sekolah,walaupun tidak menampik para guru juga resah.


***


kini Ziya sudah kembali ke dunia nyata,dia terlihat lebih baik dari sebelumnya,bahkan ia terlihat seperti tidak terguncang dengan yang terjadi waktu itu membuat Zhu dan Zee merasa tenang,Ziya juga menceritakan semuanya yang terjadi kepadanya kecuali tentang pembantaian yang dilakukan Zee karna ia tidak mengetahuinya,Zee hanya merasa senang setidaknya apa yang ia pikirkan tentang kondisi kakaknya tidak terjadi,tanpa ia sadari seseorang menatap nya sejak tadi


"Kenapa dia santai sekali setelah apa yang ia lakukan tadi malam"batinnya siapa kalau bukan.......


AHA....AHA siapa hayo😗


hahahah


Sorry ya kalo ceritanya sedikit nyeleneh dari yang kalian harapkan,


Thor gx maksa kok kalian untuk tidak kecewa,tapi kan dari awal emang udah di kasi tau kalo ceritanya rada lain dari novel lainya,disini semua genre thor masukin,apa sih ya genre apa gender yang jelas itulah🙃


Tapi Thor harap ceritanya dapat menggelitik kalian sehingga bisa menghibur dan ya mohon sarannya namanya juga amatiran


dan iya mantra yang di tulis itu hasil memeras otak sendiri jadi kalo ada kesamaan atau kesalahan tolong di maklumi🙏


Oke seru lanjut


See you next time 😘

__ADS_1


///////


__ADS_2