
***lanjut kuy
di like dulu ya***
_________________
"Ngomong ngomong bukankah sedikit tidak adil kita berkemah tanpa Joy"kata Yuma
"Mau bagaimana lagi hanya Joy yang manusia normal kita tidak mungkin kan mengajak dia ke area berbahaya seperti ini"kata Lily
"Iya juga"jawab ketiganya,lalu mereka beristirahat dan melanjutkan perjalanannya
Sesampainya di danau Yuma mengerutkan keningnya
"Bukankah ini tempat ibu menyate serigala merah"batin Yuma
"Di tengah danau teratai itu berada"kata Zhu
"Haiss kalau begitu kita melakukan kesalahan besar"kata Yuma membuat ketiganya meliriknya
"Teratai salju yang tumbuh di danau lava akan muncul saat bulan purnama merah dan itu satu Minggu lagi"kata Yuma
"Bagaimana kau bisa tau"tanya Zhu
"Seseorang pernah berkata kepada ku"kata Yuma asal
"tidak mungkin aku bilang aku mengenali tempat ini seperti telapak tangan ku sendiri"batin Yuma
"Kalau begitu sekarang bagaimana"tanya Sean
"Ya pulang dengan tangan kosong"kata Yuma santai
"Sialan beraninya kakak memberi informasi setengah setengah"kesal Zhu lalu mereka memutuskan untuk pergi
"Mengingat bagaimana kita menghadapi serigala merah dan tidak membawa hasil apa apa membuat aku makin kesal saja"kata Zhu sambil berjalan
"Ahahah nikmati saja"kata Lily dan mereka menghilang dari sana menuju tempat awal mereka di negara T
***
Sedangkan di tempat para anak anak Zee sedang menatap teman temannya yang sedang berlatih sihir di rumah song,ia menatap liontin nya dan memegang nya lalu menutup mata berharap ada keajaiban namun nihil ia sama sekali tidak merasakan sihir
"Huhh bahkan aku tidak bisa berkomunikasi dengan Zeena"batin Zee
sangking bosanya ia mengambil panah dan membidik arah Nian Nian lalu melepaskannya,Nian Nian yang melihat bahaya langsung mengeluarkan sihir esnya dan membuat perisai es,
Zee berlanjut kearah Lian Lian,Lian Lian dengan pedangnya membelah busur tersebut,Zee lalu menarik busurnya lagi dan melesat ke Jiali,Jiali dengan tombaknya menangkis busur Zee dan melempar tombaknya ke arah Zee,
Zee dengan cepat berlari dan dengan benang sihirnya Jiali membuat tombaknya mengejar Zee,Zee lalu mengambil dua belati di meja taman dan bertarung dengan tombak Jiali,Jiali dengan usilnya membuat pedang menggunakan elemen logamnya dan menyerang dari arah belakang dan ditangkis Zee walaupun bajunya yang jadi korbannya.
"Ck niat sekali"kata Nian Nian diangguki Ziya dan Lian Lian,
Zee terpojok saat kedua belatinya terlepas dan ia terjatuh dengan pedang logam milik Jiali di depan lehernya
"Aku menang"kata jiali lalu membantu Zee berdiri
"Cukup menyenangkan juga"kata Ziya mendekat
"Bagaimana sekarang kau sudah tidak badmood lagi kan"kata Ziya diangguki Zee namun
.....Srek....
Baju yang koyak terjatuh sebagian membuat Zee dengan cepat menahan area atasnya dengan sisa kain bajunya dan berlari kedalam sedangkan Jiali,Ziya dan Lian Nian hanya tertawa melihat Jiali yang mengusili Zee
***
Malamnya dimeja makan hanya ada mereka bertiga karna Zhu belum kembali
"Anak anak karna kasus ini sudah selesai maka sekolah akan kembali buka"kata logan membuka pembicaraan
"Akhirnya sekolah juga"kata Ziya senang
"Sudah dua bulan lamanya sekolah tutup,dan ayah memangnya sekolah kita sudah mendapatkan izinnya kembali"tanya Ziya
"Sudah pemerintah sudah mengembalikan izin sekolah kembali namun jika terjadi hal seperti itu kembali maka tensius akan tutup permanen"kata logan
"Kami janji ayah kejadian itu tidak akan terjadi lagi di tensius"kata Zee diangguki Ziya membuat logan tersenyum
"Ayah tidak meminta kalian untuk itu tapi jagalah diri kalian berdua karna bahaya tidak akan ada yang tau kapan datangnya"kata logan
"Baik ayah"jawab mereka berdua,setelah itu mereka pun berpisah dan tidur
***
Di tempat persembunyian
"Akhh sial kenapa jadi begini sekarang aku adalah buronan"kata Wendy geram
"Salahmu sendiri manusia kenapa bertindak secara setengah setengah"kata Huang Zhong sambil duduk di kursi dengan santainya
"Diam ini juga salahmu kenapa kau tidak membunuh Zee dan kakaknya dirumah sakit"kata Wendy membuat Huang Zhong mengerutkan keningnya
"Dasar manusia aneh"batin Huang Zhong
"Tunggu bukankah aku ini pelajar apa hukum ku akan diringankan"kata Wendy tiba tiba
"Sekolah mu sudah mengeluarkan mu dan umurmu itu sembilan belas tahun jadi sudah termasuk dewasa jadi tidak akan ada keringanan"kata Huang Zhong
"Wahh kau tau banyak,kau tidak menguntitku kan"kata Wendy membuat Huang Zhong terkejut
"Hei jaga mulutmu manusia aku tidak semenganggur itu sampai melakukan hal yang membuang waktu"kata Huang Zhong
"Manusia manusia aku ada nama Wendy ingat baik Baik"kata Wendy kesal
"Cih kenapa aku harus mengingat namamu,aku hanya memanggil nama seseorang jika memang itu berarti"kata Huang Zhong
"Ck sialan kau"kesal Wendy
"Jadi sekarang bagaimana"tanya Wendy
"Mana kutahu kau yang berbuat kenapa aku yang pusing"kata Huang Zhong
"Mati saja kau"kata Wendy melempar bantal ke arah Huang Zhong
"Hei"kata Huang Zhong namun Wendy bodo amat,
aneh biasanya Huang Zhong sangat membenci manusia bahkan jika ada yang menatapnya saja maka ia akan membunuhnya dengan artian you look you will die atau menjadikannya boneka mainan nya seperti Luna saat itu
"Tidak tidak tidak kau tidak boleh lemah ingat Manusia hanyalah makhluk pengganggu dan mainan untukmu saja"batin Huang Zhong lalu melirik Wendy yang sudah tertidur,
beberapa waktu terakhir ia membawa Wendy ke villa miliknya,sebuah villa terpencil di pinggiran kota sehingga akan aman untuk sementara waktu
"kubunuh saja dia,sangat merepotkan menampung Manusia aneh sepertinya"batin Huang Zhong lalu mendekati Wendy yang sedang tertidur,mengeluarkan pedang kecil nya dan hendak menyerang Wendy namun
"Ibu...jangan pergi...ibu"Wendy mengigau dalam tidurnya dengan air matanya yang mengalir,Huang Zhong hanya menatapnya seketika pedang ditangannya menghilang ia pun pergi dari sana meninggalkan Wendy sendirian
***
Paginya mereka pergi ke sekolah dan mulai hari ini sekolah menonaktifkan pembelajaran sihir untuk sementara waktu sampai Lily kembali dan kembali ke pembelajaran umum biasanya,di kelas A2
"Jadi Quan ijin tidak masuk ya"tanya pak Raymond pada Ari setelah mengabsen siswa
"Iya pak"jawab Ari,Quan sampai sekarang belum ketemu di manapun
__ADS_1
"Baik anak anak selamat datang kembali ke sekolah dan semoga kejadian yang sudah berlalu dan sudah selesai itu tidak akan terulang kembali"kata pak Raymond
"Amin"jawab mereka
"Dan mari kita belajar"kata pak Raymond sambil membuka bukunya
"Hari ini kita belajar matematika"kata pak Raymond dan memulai kegiatan pembelajaran dihari pertama mereka kembali bersekolah
***
Di apartemen Yuma,Lily dan Zhu serta Sean sedang berkumpul
"Jadi apa yang ingin kau sampaikan kau tau kan aku ini sibuk"kata Zhu,mereka baru saja pulang dari negara T dan belum sempat beristirahat ia langsung dipanggil oleh Yuma dan ternyata bukan cuma dia Lily dan Sean juga dipanggil
"Memangnya kau sibuk apa"tanya Yuma
"Aku sibuk bernafas bodoh"kata Zhu membuat Yuma jenggah
"Sudahlah cepat kembali ke topik hoamm aku sudah sangat mengantuk"kata Lily bahkan ia masih menggunakan piyamanya sedangkan Sean duduk anteng melihat mereka bertiga
"Huhh aku seperti nya baru kepikiran sesuatu"kata Yuma membuat ketiganya menatapnya
"Apa"tanya mereka bertiga
"Pengambilan teratai salju tepat saat malam bulan darah namun apakah kalian sadar itu bertepatan juga dengan ujian seorang Dewi bulan"kata Yuma baru mengingatnya saat ia sedang mandi
"Ya ampun kenapa aku baru menyadarinya"kata Lily
"Artinya anak Joy akan menggila dong"kata Zhu
"Terus apa yang kita lakukan"tanya Sean
"Sepertinya kita harus membagi tugas"kata Yuma
"Membagi tugas seperti apa"tanya Zhu
"Lily kau akan ikut bersamaku menemani Zeena ke negara T sedangkan Zhu dan Sean saat bulan darah terjadi bisakah kalian menahan Jiali agar tidak membuat keributan di sekitar"kata Yuma,
Yuma adalah Lucifer yang hidup saat Zee dan teman temannya masih di dunia atas bahkan ia lebih tua dari Lily dan Zhu
"Oke"jawab mereka bertiga
"Ya sudah kalian boleh pergi"kata Yuma santai,Sean menghilang dari sana sedangkan Lily dan Zhu malah pergi ke kamar Yuma dan tidur disana membuat Yuma melongo
"Wei itu kamarku"teriak Yuma sambil berlari tapi saat masuk Lily dan Zhu sudah menguasai kasur miliknya dengan nyaman
"Sialan kalian"kesal Yuma lalu tidur juga Disamping Lily sehingga mereka tidur satu kasur bertiga
"Awas saja jika kalian kentut ku lempar dari jendela"kata Yuma lalu menyusul yang lainya ke alam mimpi
***
Di kantor Sg karna pelajaran sihir di hentikan untuk sementara waktu Lian Lian kembali bekerja seperti biasa nya dikantor milik ayahnya,Lian Lian memang belum dilantik menjadi CEO di kantor pusat Sg namun ia adalah CEO kantor cabang dan biasanya juga membantu ayahnya di kantor pusat,semua karyawan pun sudah mengetahui itu dan menghormatinya seperti menghormati Jimmy,
di ruangannya
"Akhh banyak sekali"kata Lian Lian sambil melempar kertas ke udara dan berhamburan di lantai lalu menidurkan kepalanya ke meja
"Mau liburan"kata Lian Lian pelan lalu kepulan cahaya biru tua terlihat dan muncullah Sean dan tertegun melihat keadaan sekelilingnya
"Nona"kaget Sean saat melihat Lian Lian,ia berlari ke arah Lian Lian dengan cemas takut terjadi apa apa dengan tuannya
"Nona"kata Sean saat mendekat dan melirik Lian Lian dan ternyata Lian Lian hanya memejamkan matanya,ia lalu membuka matanya dan melirik Sean
"Sean aku cape"kata Lian Lian sambil merentangkan kedua tangannya membuat Sean tersenyum kecil lalu menarik Lian Lian kepelukannya dan mengusap punggungnya
"Kalau begitu nona butuh istirahat"kata Sean
"Aku akan mengurusnya"kata Sean,Lian Lian menyenderkan kepalanya ke pundak Sean dan memejamkan matanya
"Sifat manjanya muncul kembali"batin Sean sambil mengusap usap punggung Lian Lian agar Lian Lian tertidur,
setelah melihat Lian Lian tertidur ia mengangkat tubuh Lian Lian dan meletakkan nya di sofa,setelah itu ia membereskan kekacauan yang dibuat oleh tuannya dan menyelesaikan tugas Lian Lian dikantornya,
setelah beberapa jam ia menyudahi kegiatannya dan beralih pada Lian Lian yang sedang mengusap matanya sambil meregangkan otot karna baru bangun
"Sean aku ketiduran ya"kata Lian Lian dengan nada setengah mengantuk
"Iya nona"kata Sean lalu menyerahkan air minum kepada Lian Lian
"Makasih"kata Lian Lian lalu meminumnya dan memberikan gelasnya kepada Sean
"Aku mau cuci muka dulu"kata Lian Lian berdiri dan pergi kekamar mandi,Sean mengikutinya dari belakang dan mengubah dirinya menjadi salah satu karyawan yang pernah ia lihat di kantor agar aman, setelahnya Lian Lian kembali ke ruangan dan mencari Sean
"Sean kau dimana"panggil Lian Lian
"Saya disini nona"kata Sean sambil menutup pintu dan mengubah dirinya lagi seperti semula,Lian Lian duduk di sofa sambil memesan makanan dari hpnya,Sean duduk di sofa sebelahnya
"Sean bagaimana aku ketika dulu"tanya Lian Lian,Sean menatap tuanya dan tersenyum
"Tidak ada yang berubah,tuan sama seperti sekarang hanya saja sekarang lebih modern"kata Sean
"Lalu apa dunia atas benar benar ada"tanya Lian Lian diangguki Sean
"Apa kau bisa membawaku kesana Sean"tanya Lian Lian membuat Sean terkejut
"Itu..."Sean
"Tidak bisa ya"kecewa Lian Lian
"Maaf nona"kata Sean
"Apa aku akan melanggar aturan lagi"batin Sean lalu menghela nafasnya,ia pun berdiri dan mengulurkan tangannya kepada Lian Lian membuat Lian Lian bingung
"Ayo akan kuantar ke dunia atas"kata Sean membuat Lian Lian terkejut
"Sungguh"kata Lian Lian diangguki Sean,Lian Lian yang senang langsung berdiri dan memegang tangan Sean,Sean memejamkan matanya dan Lian Lian merasakan pusing dan ngantuk lalu semuanya gelap
***
Di dunia atas,Sean sudah sampai disana dengan wujud naganya dengan Lian Lian yang duduk di badannya yang terdapat pelana,Lian Lian menatap takjub dengan pemandangan didepannya
"Nona hati hati aku akan mulai berjalan"kata Sean,Lian Lian memegang tali yang entah kapan munculnya,Sean mulai memasuki gerbang utama dunia atas dan
"Wawww"kagum Lian Lian melihat dunia atas,disana mayoritas penduduknya memiliki sayap dan terbang kesana kemari saat seseorang terbang kearah mereka Lian Lian gelapakan
"Tenang nona saat ini kita hanya dalam wujud roh"kata Sean
"Roh itu keren"kata Lian Lian
"Ini dimana Sean"tanya Lian Lian
"Ini jalur pertama nona disini tempat para penduduk tinggal"kata Sean,Lian Lian menatap takjub pada perumahan besar yang saling berhubungan dengan sebuah jalan layang
"Disini tidak ada kendaraan Sean"tanya Lian Lian
"Tentu saja tidak ada nona ini bukanlah dunia manusia yang berkembang dari kuno ke modern"kata Sean,
setelah itu mereka terbang lagi ketempat selanjutnya dimana terdapat air terjun yang indah
"Wahh jadi ingin masuk kedalam sana"kata Lian Lian
"Kalau begitu"kata Sean lalu melesat dan menceburkan dirinya kedalam air terjun membuat Lian Lian terkejut namun dalam sekejap menjadi terpesona
__ADS_1
pemandangan dibawah sana tidak kalah indah dengan didarat,ikan ikan dan beberapa hewan air lainnya,Lian Lian bisa bernafas di air,setelah puas bermain mereka melanjutkan perjalanan dan menuju gedung terbesar dengan banyak anak gedung
"Ini...Sean ini gedung apa"tanya Lian Lian ia seperti merasa pernah melihatnya
"Ini istana Agena istana para kaisar dewa berkumpul"kata Sean lalu masuk kedalam sana dan turun lalu mengubah wujudnya menjadi manusia,
Sean mengajak Lian Lian berkeliling disana mereka berpapasan dengan Dewi Chelsea dan Dewi Sora ibu kandung Jiali dan Sujinghan di dunia atas
"Mereka siapa Sean"tanya Lian Lian saat Chelsea dan Sora menembus mereka
"Mereka adalah Dewi Chelsea dan Dewi Sora,mereka salah satu pendamping para kaisar dewa"kata Sean membuat Lian Lian terdiam,Lian Lian lalu mengikuti mereka berdua
"Nona tunggu"kata Sean lalu mengejar Lian Lian,
mereka sampai pada sebuah taman yang ditumbuhi banyak jenis bunga yang indah,Sora dan Chelsea duduk di bangku taman sambil menikmati semilir angin sedangkan Lian Lian hanya menatap mereka dari jauh,Sean lalu berdiri disampingnya
"Ini taman Luci tempat para pendamping kaisar dewa sering bertemu"kata Sean
"Juga tempat para anak kaisar dewa"batin Sean,Lian Lian memperhatikan Sora dan Chelsea berbincang bincang sampai terdengar suara seseorang dibelakang mereka
"Rupanya kalian sudah datang"kata seorang perempuan muda cantik dengan rambut hitam panjang nya yang ditata rapi kebelakang,disampingnya berdiri seorang wanita berambut emas panjang dengan Tiara bermata hijau
"Jun Jiu,Cloe kemarilah"kata Sora,lalu dua orang menembus badan Lian Lian dan Sean membuat Lian Lian tertegun saat melihat punggung wanita berambut hitam itu,jantungnya berdetak kencang namun bukan karna jatuh cinta,
Sean hanya menatap tuanya dengan senyum kecilnya
"Jadi apa Lily dan Zhu sudah memberikan informasi terbaru"tanya Chelsea
"Sudah,ia memberitahu bahwa anak anak kita sudah menemukan hewan pendamping mereka semua"kata Junjiu
"Dan juga anakku dia belum mendapatkan sihirnya kembali"kata Cloe membuat Lian Lian mengerutkan keningnya dan menatap Sean yang hanya tersenyum kecil
"Apakah pacar Lily dan Zhu akan membantu mereka lagi"kata Chelsea sambil cengengesan gx jelas membuat Sean terdiam dan wajah sampai telinganya memerah beruntun Lian Lian sedang fokus pada keempat orang didepan sana
"Sepertinya"kata Cloe lalu meminum tehnya
"Junjiu menurut mu bagaimana dengan perkembangan mereka"tanya Cloe
"Menurut ku perkembangan mereka bisa dikatakan cepat karna mereka dengan cepat mencapai tingkat 5"kata Junjiu
"Lalu apa kau sering bertanya tentang anak anakmu padanya"tanya Chelsea diangguki Junjiu
"Mereka tumbuh dengan baik dan sehat,mereka bahagia"kata Junjiu
"Kau tidak rindu pada anak anakmu"tanya Sora
"Jujur aku rindu tapi aku tidak bisa pergi kedunia bawah"kata Junjiu
"Benar juga"kata Chelsea
"Akupun sama jadi jangan bersedih"kata Chelsea
"Kita kan best friend gx kaya situ..."chelse melirik Cloe yang sedang memakan cemilannya
"Apa"kata Cloe dengan watadosnya
"Kau..."Chelsea
"Jika kau berani bocor pada Andreas aku akan menggunting rambutmu"kata Cloe membuat Chelsea melempar cemilannya sedangkan yang lain hanya tertawa,
Junjiu tanpa sadar melirik kearah Lian Lian yang berada tepat di pintu masuk taman dan tersenyum Sendu seperti nya ia sedang merindukan anak anaknya,baginya ini adalah sebuah takdir yang cukup menggelitik,Lian Lian yang melihat wanita itu menatapnya dengan sendu merasakan sakit dihatinya entah karna apa padahal ia yakin jika wanita itu tidak bisa melihatnya karna sekarang ia berwujud roh,
tanpa ia sadari ia mulai mendekat dan berusaha menyentuh wanita itu namun tiba tiba tubuhnya mulai terurai karna waktu mereka sudah habis dan juga Sean sudah menggunakan kekuatan nya dengan waktu yang cukup lama,Lian Lian menggeleng dan saat itu ia mulai berlari dan memeluk wanita itu entah kenapa dan perlahan mereka menghilang dari sana,
sedangkan Junjiu sekilas ia merasakan kehangatan di sekeliling tubuhnya seolah seseorang memeluknya,ia melirik teman teman nya yang sedang mengobrol lalu ia tersenyum dan bergabung bersama mereka kembali
****
Kembali kemasa sekarang Lian Lian muncul dengan pose ia memeluk seseorang namun kosong sehingga ia hampir terjatuh,sedangkan Sean ia muncul dengan normal namun setelah itu tubuhnya langsung ambruk ke lantai membuat Lian Lian terkejut
"Sean"teriak Lian Lian lalu mendekat dan meletakkan kepala Sean dipangkuan nya
"Sean Sean"panggil Lian Lian,ia mencoba mengangkat Sean ke sofa dan mencoba menyadarkan Sean dengan minyak angin,sean mengerutkan keningnya saat mencium aroma menyengat,ia membuka matanya dan menatap Lian Lian
"Maaf nona aku merepotkan mu"kata Sean pelan
"Tidak,seharusnya aku yang minta maaf kau pingsan pasti karna aku memintamu untuk membawaku ke dunia atas jadi maafkan aku Sean"kata Lian Lian,Sean mengangguk
"Kau istirahat saja aku akan mencarikan makanan untuk kita"kata Lian Lian
"Tunggu"panggil Sean saat Lian Lian hendak membuka pintu
"Nona tidak usah repot-repot saya akan sembuh dengan sendirinya hanya butuh waktu sebentar saja"kata Sean
"kau harus menurut"kata Lian Lian lalu pergi meninggalkan Sean sendirian,Sean memejamkan matanya
***
Di rumah Thosikari,lyra yang sedang membaca buku tentang sihir tiba tiba merasakan sakit di jantungnya,ia dengan tertatih-tatih sambil menahan sakitnya menuju kamarnya dan mencoba mencari obatnya setelah mendapatnya ia segera mengeluarkan dua pil obat dan meminumnya langsung dan bersender di pinggir ranjang
"Bagaimana bisa ibu bertahan selama ini"kata lyra pelan,sudah dua bulan lyra kembali tinggal dirumah Thosikari yang lama dan ia menjalankan kehidupan nya seperti biasanya yaitu hanya berdiam diri di rumah sampai Thosikari atau Tetsuya pulang dari sekolah dan pekerjaan nya
"Huhh apa aku masih bisa melihat hari esok"kata lyra lalu menangis sambil memeluk lututnya
"Bu aku takut"kata Lyra menangis seorang diri di rumah itu
***
Dikantor Sg Sean terbangun dari tidur singkatnya dan duduk,mengusap air matanya dengan perasaan tak menentu
"Kenapa aku menangis"kata Sean lalu segera menghapus air matanya saat mendengar pintu terbuka dan Lian Lian muncul sambil membawa plastik berisi makanan
"Sean makanlah"kata Lian Lian
"Aku juga akan makan tenang saja"kata Lian Lian saat melihat Sean yang ingin berbicara
"Baiklah"kata Sean lalu mereka berdua makan disana,setelah makan Sean pun pamit pergi dari sana dan Lian Lian memperbolehkannya ia pun langsung pergi meninggalkan Lian Lian sendiri, Lian Lian melirik jam tangannya
"Jam 1 siang"kata Lian Lian dan ayahnya belum kembali benar benar membuat nya kesal
"Lihat saja aku akan melorotkan dompet ayah"kata Lian Lian kesal
"""
Di kantor Adr
"Hachim"bersin Jimmy disela sela rapatnya dengan logan perkara perpanjangan kontrak kerja sama
"Maaf itu bersin pertama saya"kata Jimmy berusaha menghilangkan rasa canggung yang ia buat didepan karyawan Adr dan sekertaris miliknya gries,setelah itu mereka melanjutkan rapatnya lagi dengan gries dan logan yang menahan tawa mereka karna itu bukanlah bersin pertama Jimmy tapi permulaan
***
Di sebuah tempat yang jauh dari kehidupan seorang pria sedang termenung sejenak setelah melatih tangan kirinya berpedang,karna tangan kanannya yang sudah terpotong jadi mau gx mau ia harus bisa melatih tangan kirinya,meletakkan pedangnya dan masuk kedalam rumah kecil yang terbuat dari kayu tersebut dan ingin membersihkan tubuh nya namun baru saja ia membuka pintunya ia terkejut saat melihat seorang wanita melayang didepannya,itu bukanlah hantu guys itu adalah roh Agena dan pastinya si pria adalah Dowan siluman rubah yang kehilangan separuh sihirnya
***wahh banyak sekali rahasia yang terjaga,Yuma aku tidak menyangka,
kira kira Huang Zhong akan termakan omongan sendiri gx ya untuk membenci Wendy atau justru mencintai nya,dan bagaimana rasanya Lian Lian melihat ibu kandung dari dunia atasnya,lalu ikatan darah antara Sean dan lyra,dan ya kisah Dowan si rubah tampan yang nelangsa akibat tangannya yang dipotong🤭
ikuti terus lanjutnya
see you next time 😘
👋👋👋***
__ADS_1