Magic Blood

Magic Blood
chapter 26


__ADS_3

llllllll


lanjut


"Ahaha ti..tidak apa apa maksudnya semoga teman nona Ziya cepat sembuh ahaha ka..kalau begitu saya permisi dulu"kata Tama lalu pergi membuat Ziya curiga,lalu ia mengikuti Tama diam diam sampai Tama memasuki ruangannya


"Apa sih yang aku lakukan"kata Ziya hendak pergi namun ia mendengar suara pintu di buka,ia bersembunyi di balik tembok dan mendengar suara adiknya berbicara dengan dokter Tama


"Ingat bos obatnya di minum"kata Tama lalu masuk


"Obat?"bingung Ziya lalu tiba tiba muncul dihadapan Zee membuat Zee terkejut


"Apa yang...."ucapan Ziya terpotong


"Oh ya bos jangan melakukan aktivitas berat jika tidak luka di perutmu akan terbuka lagi"kata Tama tiba tiba membuka pintu namun saat ia sadar ia melihat dua orang menatapnya,yang satu menatapnya dengan datar dan satunya menatapnya dengan entahlah


"Ahh sepertinya aku ada pasien"kata Tama kabur


"Huhh"helaan nafas keluar dari Zee,Ziya yang mendengar ucapan Tama dan melihat Zee membawa obat juga membuat ia mendekat kearah adiknya yang menunduk,saat hendak mengangkat baju bawah Zee tangannya di pegang


"Jangan"kata Zee pelan tapi Ziya tidak mendengarkan dan membuka bajunya sampai terlihat perban yang melilit perut Zee membuat Ziya menutup matanya agar tenang


"Berapa lama,berapa lama luka ini ada di tubuhmu"kata Ziya sambil meraba pelan perban itu


"Beberapa hari terakhir"kata Zee


"Kak jangan kasih tau ayah dan ibu ya"pinta Zee


"Kenapa aku harus mendengarkan mu"kata Ziya sinis


"Kumohon kak"kata Zee lagi


"Huhh baiklah tapi biarkan aku membantumu"kata Ziya lalu membawakan obat miliknya dan pulang setelah memberi pesan kepada jiali jika ia duluan


Dikediaman Anderson Ziya membawa adiknya istirahat


"Itu luka gores atau luka apa Zee"tanya Ziya saat Zee sedang melepas bajunya


"Luka biasa"jawab Zee sambil mengenakan piyama


"Jam berapa ini"tanya Zee setelah tiduran di samping kakaknya


"Satu pagi"kata Ziya


"Aku akan tidur kemungkinan aku gx sekolah hari ini jadi kak tolong sampaikan izinku"kata Zee lalu memejamkan matanya


"Hem"kata Ziya ikut tertidur juga


Siang hari setelah Zee tidur dalam waktu yang lama ia terbangun,karna ia tidak sekolah ia memutuskan untuk menjenguk Nian Nian dirumah sakit,di dalam ruangan Nian Nian sudah sadar sedari pagi,karna ada Zee,Lian Lian meminta tolong padanya untuk menemani adiknya sebentar karna ia akan kekantor karna ada rapat yang harus ia datangi,jadi disinilah dia dimana Zee sedang berdiri dihadapan Nian Nian yang sedang menatap nya


"Ada apa Zee"tanya Nian Nian


"Kepalamu apa sudah lebih baik"tanya Zee


"Jauh lebih baik"jawab Nian Nian


"Maaf jika aku lebih cepat melacak sihir itu kau pasti tidak terluka separah ini"kata Zee


"Ini bukan salahmu Zee malahan aku ingin berterima kasih karna jika tidak ada kau mungkin saat ini aku belum bertemu keluarga ku lagi"kata Nian Nian


"heh terdengar keren sama sama"jawab Zee lalu duduk di samping Nian Nian


"Saat kau menyadarkan kakakmu apa kau merasakan energi sihir yang besar"tanya Zee


"Aku merasakan nya"kata Nian Nian


"Saat badai kemarin aku melihat naga selain Quan di laut walaupun keadaan gelap tapi aku tetap bisa melihat,dia naga tipe timur sedangkan Quan tipe barat dan naga itu sepertinya milik kakakmu Nian"kata Zee


"Naga?Apa itu pendamping kakak,Quan pernah bilang tentang hewan pendamping bukan"kata Nian Nian


"Ya dan kakakmu seperti nya memanggil naga itu tanpa sadar"kata Zee lagi lalu melirik Nian Nian dan tersenyum ganjil


"Jadi...bagaimana kau bisa kepikiran sampai sana saat menyadarkan kakakmu"tanya Zee jahil membuat Nian Nian meliriknya


"Apa yang kau bicarakan Zee"tanya Nian Nian bingung


"Kau bagaimana bisa memikirkan hal itu untuk menyadarkan kakakmu aku saja gx kepikiran sampai sana"kata Zee,


awalnya Nian Nian gx ngerti tapi setelah difikir fikir ia mendadak kaget sendiri dan wajah sampai telinganya memerah


"Ahahhahah"tawa Zee melihat wajah Nian Nian


"Kau....kau melihatnya Zee"tanya Nian Nian gugup


"Ya aku gx sengaja"kata Zee


"Tapi bukankah aku sudah menggunakan labirin es ku"kata Nian Nian malu


"Aku memiliki mata naga dan apa kau lupa pijakan yang kau injak saat itu terbuat dari kristal ku"kata Zee


"To..tolong rahasia kan hal ini Zee aku malu"kata Nian Nian menutup wajahnya membuat Zee tertawa


"Ahahah kenapa malu bukankah itu seperti super Hero"kata Zee


"Super Hero palamu"kesal Nian Nian


"Apa kau pernah melakukan ini sebelumnya"tanya Zee jahil


"Itu pertama kalinya jadi jangan bahas itu lagi"kata Nian Nian sambil melempar bantal kearah Zee yang tertawa


"Baiklah agar kau merasa tak dirugikan aku akan mengatakan sesuatu"kata Zee sambil menangkap bantal


"Anggap saja ini rahasia besarku sehingga jika aku membocorkan rahasia mu kau dapat membocorkan rahasia ku"kata Zee lalu membisikkan sesuatu membuat Nian Nian melongo terkejut


"WTF"kaget Nian Nian


"Kau tidak berbohong kan"kata Nian Nian


"Tidak jadi bukan hanya kau"kata Zee


"Tapi...tetap saja"kata Nian Nian


"Apa kak Lian Lian tau"tanya Zee


"Dia tau saat aku hendak melepaskan nya ia malah membuka matanya terlebih dulu membuat aku terkejut dan setelah itu semuanya gelap"kata Nian Nian


"Apa kau tau reaksinya seperti apa"kata Zee


"Aku tidak tau"kata Nian Nian

__ADS_1


"Wajahnya memerah sepertinya dia malu"kata Zee tersenyum jahil


"Su..sungguh akh aku malu bagaimana harus bertemu kakak nanti"kata Nian Nian menutup wajahnya


"Hahahaha"tawa Zee senang dapat menjahili temannya


"Aneh rasanya melihat diriku seceria ini"kata Zeena yang berbentuk roh dari sudutan ruangan,kaya penunggu aja😅


Sementara dikantor Lian Lian masih saja kepikiran yang terjadi kemarin malam bagaimana mungkin ia tidak dapat mengendalikan diri nya dan sekarang ia tambah pusing Lantaran melihat berita di hp tentang bencana kemarin,itu ulahnya tau dan banyak korban yang terkena dampaknya


"Hah aku gx nyangka bakal sebesar itu dampaknya"kata Lian Lian lalu kembali mengerjakan tugasnya,saat sedang fokus tiba tiba kejadian saat Nian Nian menyadarkan dirinya terlintas membuat wajahnya merah tiba tiba dan kebetulan sekertaris nya masuk keruangan nya sehingga sekertaris itu dapat melihat wajah bosnya yang memerah


"Apa bos sedang dalam suasana yang kurang baik ya"kata sekertaris itu,


nyatanya tidak,Lian Lian hanya tak menyangka sesuatu yang tidak pernah ia pikirkan terjadi padanya bahkan itu terjadi secara nyata,


karna walaupun ia tak sadar namun saat membuka matanya ia melihat dengan kepala nya sendiri bagaimana wajah adiknya terlalu dekat dengannya,


saat ia sadar rupanya bibir Nian Nian menyentuh bibirnya dan itu membuatnya terkejut seketika


"Akhhhh aku bisa gila"teriak Lian Lian membuat sekertaris nya terkejut


"Nona kau baik baik saja"tanya sekertaris Gries,pria muda tampan berumur 22 tahun,Gries sudah lama menjadi sekertaris Lian Lian dari pertama Lian Lian dinobatkan sebagai CEO perusahaan cabang song,ia juga merupakan kakak kelas di sekolah Lian Lian dulu


"Eh Gries ehem ada apa"Lian Lian sambil menetralkan rasa malunya


"Semua sudah siap nona"kata Gries


"Baiklah"kata Lian Lian lalu keluar bersama Gries untuk rapat


Di restoran Anders tepatnya di restoran tempat kerja Thosikari kakak Tetsuya,ia sedang melayani tamu VIP dari luar negeri yang katanya sangat galak,Thosikari jadi was was dan takut namun ia malah dipilih untuk melayani nya,jadilah ia disini didepan pintu VIP no 2 di lantai atas,ia menarik nafas dan membuka pintu itu dan menutupnya ia berbalik sambil mendorong troli makanan,didalam terdapat tiga orang,2orang pria dan satunya perempuan


"Hei kenapa bengong cepat bawa kemari makanannya"teriak pria bundal dengan perut buncit


"Ba..baik tuan"kata Thosikari lalu meletakkan makanannya di meja


"Benar benar hebat restoran ini pelayan nya saja bisa secantik ini"kata pria buntal itu menatap Thosikari dengan tatapan mesum


"Si...silahkan dinikmati tuan"kata Thosikari hendak pergi


"Hei kau mau kemana layani kami sini tuangkan anggurnya"kata pria itu membentak Thosikari membuatnya terkejut,karna tidak ingin mengecewakan tamu dia segera mendekat dan menuangkan anggur kedalam gelas yang tersedia,saat sedang menuangkan anggur tangan pria buntal itu hampir saja menyentuh pantat Thosikari jika saja tak di tepis dengan kasar oleh pria muda di dekatnya


"Hentikan paman"kata pria muda itu membuat Thosikari tersadar dan segera bergegas berdiri dan hendak pergi


"Hei berhenti disana"kata si pria buntal lalu berdiri dan mencekal lengan Thosikari membuat Thosikari meringis kesakitan


"Auw sakit tuan tolong lepaskan"kata Thosikari berusaha memberontak


"Enak saja"kata pria itu namun tiba tiba


....Buk....


"Leda berani kau memukul pamanmu sendiri"teriak pria buntal itu dengan bahasa negara asli mereka karna wajahnya di tonjok pria muda itu


"Tentu saja,sikapmu benar benar memalukan paman"kata pria muda itu yang ternyata adalah Leda


"Bibi Lily kuserahkan dia padamu"kata Leda sambil menarik Thosikari,


sedangkan perempuan yang bersama mereka yang merupakan Lily ibu dari Lian Nian segera berdiri dan menarik pria buntal yang sedang kesakitan itu dan pergi sambil menutup pintu meninggalkan Thosikari berdua dengan Leda


"Tu..tuan tanganmu"kata Thosikari karna tidak nyaman dipegang oleh Leda


"Ahh maaf saya gx sengaja apa masih sakit"tanya Leda


"Bisakah kau menemaniku,aku tidak akan nyaman jika makan sendiri, tenang saja aku tidak akan melakukan apapun"kata Leda


"Baik tuan"kata Thosikari lalu duduk berhadapan dengan Leda dengan wajah menunduk


"Sedari tadi kau menunduk terus apa tidak sakit,angkat kepalamu tidak usah malu"kata Leda lalu Thosikari mengangkat wajahnya dan ia bertatapan dengan Leda membuat Leda terdiam melihat wajah Thosikari yang terlihat cantik dan lembut


"Ini pertama kalinya aku melihat kecantikan seperti itu,seharusnya aku berdebar tapi kenapa aku malah merasakan sakit"batin Leda lalu setelah sadar ia segera mengambil makanan di meja dan menyantapnya


"Eumm ini enak sekali"kata Leda menggunakan bahasa kerajaan miliknya,bahasa kerajaan pleadies adalah bahasa kuno sedangkan bahasa di negaranya adalah bahasa sehari hari di wilayah kerajaan pleadies


"Karna itu memang makanan unggulan kami tuan,saya senang jika tuan menyukainya"kata Thosikari tanpa sadar berbicara menggunakan bahasa yang sama dengan Leda membuat Leda menghentikan kegiatan makannya dan melihat Thosikari


"Ada apa tuan"tanya Thosikari menggunakan bahasa Mandarin seperti biasanya


"Kau tadi berbicara menggunakan bahasa apa"tanya Leda membuat Thosikari tersadar dan gugup


"I..itu tuan saya belajar dari teman"kata Thosikari berusaha tenang


"Apa kau tau itu bahasa apa"kata Leda membuat Thosikari berkeringat dingin


"Itu adalah bahasa kuno yang hanya digunakan oleh keluarga kerajaan dan tidak untuk di pelajari di jenjang pendidikan karna sangat susah"kata Leda membuat Thosikari menunduk takut


"Maaf tuan saya harus kembali"kata Thosikari lalu berlari keluar meninggalkan Leda


"Apa sudah ada yang membocorkan bahasa kuno itu sehingga sekarang bahasa itu dapat di pelajari semua orang,itu bahaya"kata Leda,karna bagaimanapun bahasa kuno milik kerajaan pleadies sengaja di sembunyikan karna banyak harta Karun tersembunyi menggunakan bahasa itu


Sedangkan Thosikari berlari ke arah kamar mandi dan menyalakan keran air disana dan menangis dalam diam


"Kau sudah tumbuh semakin tampan kakak"kata Thosikari sambil memegang kalung miliknya,kalung yang didalamnya terdapat foto tiga anak kecil,


foto saat ia dan kedua saudara nya masih anak anak,


awalnya saat ia masuk ia sudah curiga dan terkejut melihat Leda apalagi gaya berpakaiannya yang berbeda dan setelah melihat kalung milik Leda yang tak sengaja keluar membuat ia yakin Leda adalah kakak kandungnya yang sudah terpisah dengan nya 14 tahun yang lalu,walaupun ia saat itu masih kecil namun ia sudah dapat berfikir selayaknya orang dewasa,


lalu kenapa saat ia masih hidup ia tidak kembali kekeluarganya?,itu karna faktor ekonomi dan untuk membalas Budi,ia diselamatkan oleh nelayan dan dia memutuskan membalas Budi dengan membantunya melakukan pekerjaan sehari hari,nelayan itu tidak memiliki anak dan mengangkat kedua anak yang di temukan nya di laut,makanya Leda tidak dapat mencari tau adiknya karna nelayan itu mengubah nama mereka dari Adhara pleadies menjadi Thosikari dan Runo pleadies menjadi Tetsuya Runo,sampai beberapa tahun mereka harus kehilangan kedua orang tua angkat mereka dan mereka hanya hidup berdua,karna Thosikari merasa tidak bisa hidup di negara J karna takut musuh mengetahui mereka makanya ia memutuskan pindah ke negara tetangga namun siapa sangka setelah berbulan bulan tinggal di negara ini ia malah bertemu saudara kandungnya.


Sedangkan di tempat sepi Lily membawa pria buntal tadi kesana dan melemparkannya dengan keras


"Kurang ajar kau berani melempar ku kau ingin adukan ke raja agar kau di hukum"kata pria itu sok berkuasa


"Maaf sekarang kau di wilayah ku dan apa kau tau aku memiliki tugas ganda di sini yaitu mengawal pangeran Leda dan membunuh penghianat"kata Lily sambil berjalan mendekat membuat pria buntal itu ketakutan


"Apa...apa yang akan kau lakukan"kata pria itu mundur


"Bukan aku tapi tanaman ku"kata Lily lalu dari dalam tanah muncul sebuah akar mawar berduri dan melilit kaki pria itu membuat pria itu berteriak ketakutan dan kesakitan


"Akhh tolong tolong"kata pria itu saat merasakan akar berduri itu semakin naik dan naik ke atas hingga lehernya


"Bye sampah"kata Lily lalu


....Crassss....gluduk...


Bersamaan dengan itu tanaman miliknya memotong kepala pria buntal itu dan kepala itu jatuh dibawah kaki Lily,menendang dan menghancurkan tubuh dan kepala itu dengan elemen apinya agar tak meninggalkan jejak lalu pergi dari sana


Sorenya Zee dan Ziya memutuskan untuk pergi ke restoran milik ayahnya dan itu tempat dimana Thosikari bekerja,dan saat sampai mereka meminta Thosikari yang melayani

__ADS_1


"Nona Zee anda memiliki kembaran"kata Thosikari


"Tidak usah terlalu formal kak panggil Zee saja,dan ya dia kakak kembarku Ziya Anderson"kata Zee,Ziya menyalami Thosikari


"Saya Thosikari"kata Thosikari


"Aku masih tidak percaya jika penyelamat ku adalah anak dari bos tempat ku bekerja"kata Thosikari


"Penyelamat?"bingung Ziya


"Dulu saat kakak sedang sial Zee menolongku dan akhirnya aku selamat,entah apa jadinya jika Zee tidak datang mungkin sekarang aku tidak berani melihat dunia lagi"kata Thosikari mengingat kejadian saat ia di hadang preman yang mau mempermainkan nya


"Ohhh"kata Ziya paham


"Oh ya Tetsuya apa dia ikut bekerja disini juga seperti dulu ia membantu kakak"tanya Zee membuat Ziya terkejut


"Apa hubungannya Tetsuya dengan kakak ini"batin Ziya


"Iya sekarang dia ada di belakang"kata Thosikari


"Eum maaf sebelumnya apa hubungan anda dengan Tetsuya"tanya Ziya


"Kami kakak beradik,saya kakak kandung Runo"kata Thosikari membuat Ziya terkejut lagi


"Calon kakak ipar"kata Ziya tiba tiba membuat Thosikari dan Zee terkejut


"Ehh maaf maaf"kata Ziya


"Runo pernah bercerita jika ia sekarang sedang jatuh cinta apa itu kau"tanya Thosikari kepada Ziya


"Eumm sebenarnya belum sih"kata Ziya pelan


"Tidak apa apa Runo dia orangnya kaku namun blak blakan jadi tolong maklumi"kata Thosikari lalu Tetsuya datang dan terkejut melihat Zee dan Ziya


"Ziya,Zeena"kata Tetsuya


"Hai"kata mereka berdua


"Zee boleh pinjam kakakmu sebentar"kata Tetsuya senang


"Dengan senang hati"kata Zee


"Hei kau menjual ku"kata Ziya dramatis padahal dia juga mau


"Udah sana kak nanti diambil kelas sebelah"kata Zee lalu Tetsuya membawa Ziya kebangku seberang pojok untuk makan bersama,sedangkan Zee dan Thosikari hanya melihat saja


"Mereka berdua cocok kan kak"kata Zee diangguki Thosikari


"Aku senang akhirnya Runo bisa senang juga"kata Thosikari lalu pamit ke Zee untuk melanjutkan pekerjaannya setelah Zee memesan makanan


Di bangku Tetsuya dan Ziya mereka sama sama canggung


"Ya tuhan aku tidak pandai berkata-kata jadi aku bingung mau ngomong apa,buku tentang cinta yang di pinjamkan pak Raymond kan tidak aku bawa"batin Tetsuya


"Apa ini kencan"tanya Ziya membuat Tetsuya menatapnya


"Ini bukan kencan jika hanya makan saja"kata Tetsuya membuat Ziya mengangkat sebelah alisnya


"Akhir pekan ini jika kau ada waktu kita bisa berkencan"kata Ziya langsung membuat Tetsuya terkejut namun detik berikutnya ia tersenyum


"Apa aku diperbolehkan untuk menolak"kata Tetsuya membuat Ziya senang lalu mereka memesan makanan dan makan bersama,


sedangkan Zee hanya melihat mereka saja,jika orang lain melihat ia sendirian namun salah sebenarnya ia berdua dengan roh Zeena didepannya


"Kau bisa di cap gila jika senyum senyum sendiri"kata Zeena jengah


"Bukankah mereka cocok"kata Zee


"Jika kau ingin kau bisa mencari pasangan juga"kata Zeena


"Aku tidak tertarik saat ini"kata Zee


"Bagaimana dengan mu,di kehidupan dulu apa kau menyukai seseorang"tanya Zee


"Tidak ada tapi sekarang ada"kata Zeena


"Siapa"rasa penasaran Zee muncul namun Zeena hanya tersenyum membuat Zee kesal,setelahnya ia kebelakang menemui Thosikari


"Kak akhir pekan nanti Tetsuya akan kencan dengan kakaku apa kau mau berkencan dengan ku juga"kata Zee sambil bercanda


"Dengan senang hati Zee"kata Thosikari lalu mereka tertawa bersama


Skip akhir pekan Tetsuya benar benar melakukan niatnya,ia datang kerumah Anderson untuk meminta izin kepada orang tua Ziya,untungnya logan dan Zhu pengertian jadi mereka memperbolehkan mereka berdua asalkan tau batasan,mereka juga bilang


"Karna bagaimanapun kami juga mau berkencan"kata logan membuat Zee dan Ziya cekikikan,Tetsuya datang dengan gaya yang rapi dan keren membuat Ziya senang ia pamit dan mereka pergi ke wahana di kota,Zee yang gx mau ketinggalan segera mengekor bersama Thosikari,Lian Lian,Nian Nian,Ari,Jiali.


Thosikari satu tahun lebih tua dari Lian Lian yang artinya dia baru berumur dua puluh tahun dan Lian Lian ia merasa senang karna ada yang lebih tua darinya karena katanya pengen rasanya jadi adik walau sehari


Sekarang disinilah mereka di tempat wahana tengah kota,mereka yang niatnya mengekori kencan Ziya dengan Tetsuya malah bersenang senang sendiri,mencoba banyak wahana mulai dari yang biasa hingga ekstrim seperti sekarang dimana Zee dan Jiali juga Ari sedang naik roller coaster dan berteriak senang,sedangkan Lian Nian dan Thosikari mereka main yang wajar-wajar aja seperti biang Lala atau komedi putar,sebenarnya Nian Nian ingin ikutan Zee juga namun kakaknya melarang karna ia belum sembuh total


Ditempat Tetsuya mereka melakukan banyak hal seperti memancing ikan mainan ataupun melempar bola agar dapat menjatuhkan kaleng yang disusun agar mendapatkan hadiah,seperti sekarang dimana Tetsuya dengan sok kerennya melakukan lemparan agar dilihat oleh Ziya namun malah membuat dirinya malu karna sudah tiga kali lemparan tapi gx kena kena


"Bolanya bermasalah"kata Tetsuya karna gx mau mengakui kalau dirinya kalah membuat Ziya tertawa pelan,lalu ia membeli satu bola


"Kau yakin bisa aku aja gx kena kena"kata Tetsuya


"Bolanya bermasalah itu"kata Tetsuya membuat si penjual kesal


"Hustt diam biarkan aku konsentrasi"kata Ziya lalu


..husss...plak..prang...


Lemparan Ziya tepat mengenai sasaran membuat Tetsuya dan penjual itu terkejut dan melongo


"Yessss"kata Ziya senang lalu segera menyadarkan si penjual,ia meminta hadiah boneka Boba yang lembut lalu pergi dari sana,sepanjang perjalanan Tetsuya hanya cemberut


"Kau kenapa"tanya Ziya


"Niatnya mau pamer tapi kenapa malah kau sepertinya lebih jago dariku,main pancing ikan kau dapat lebih banyak,lempar bola kau mengenainya hanya dalam satu kali lemparan sedangkan aku selalu gagal"kata Tetsuya


"Bolanya bermasalah"kata Ziya mengulangi perkataan Tetsuya lalu tertawa,lalu mereka melanjutkan jalan jalan mereka


Sedangkan di wahana yang sama namun ditempat yang berbeda para orang tua juga sedang melakukan kencan mereka,seperti Zhu yang menyerat logan masuk ke rumah hantu,Lily yang mengajak Jimmy naik komedi putar,sedangkan Joy dan leo hanya sewajarnya saja seperti makan di kedai dengan saling suap suapan(wajar kan)


"Leo apa kau memikirkan apa yang kupikirkan"tanya Joy


"Mana aku tau apa yang kau pikirkan sayang,emang apa itu"kata leo


***maaf lama ini dah up

__ADS_1


seru lanjut ya


see you next time 😘***


__ADS_2