
lanjut
////)
Jiali dan Nian dan mengambil kartunya lagi,sebelum Wulan makin menjadi dan menyimpannya
"Anu... Ziya,Zee kalian juga punya kan"tanya salsa karna ia juga melihat kartu itu juga Mona,Zee mengiyakan itu tapi tak mengeluarkan nya,Wulan tiba tiba teringat akan sesuatu
"Oh ya Teman teman aku pergi sebentar ya"kata Wulan lalu pergi,Zee juga pergi untuk kekamar mandi
Di panggung acara Leozert dan Jimmy sedang di kerumuni oleh wartawan di sana
"Bisa beritahu kami kenapa tuan Han dan tuan Song berada di sekolah Tensius hari ini"tanya salah satu wartawan
"Kami kemari karna undangan dari logan karna bagaimanapun anak kami juga bersekolah di sini"kata Leozert membuat wartawan heboh
"Wahh sungguh apa anak kedua tuan Song juga"tanya wartawan
"Yap benar sekali"jawab Jimmy
"Berita ini pasti akan mengejutkan dunia nantinya dimana hampir semua pewaris dari puncak Piramida sekolah di sekolah yang sama"kata salah satu
"Kurasa begitu karna bagaimana pun juga Tensius adalah sekolah unggulan yang sangat terkenal dan sangat sempurna untuk anak anak seperti calon pewaris"jawab salah satu,leo ke ingat sesuatu
"Oh ya tadi anda bilang hampir semua pewaris keluarga puncak bukan menurut anda memang siapa yang tidak datang kemari"tanya Leozert pada salah satu wartawan
"Saya hanya asal berkata tadi seandainya jika keluarga Piramida Anderson,Han,Song,Benitez,dan Bodewig bersekolah di sekolah yang sama apakah pemilik perusahaan Zl yang terkenal misterius itu juga sudah berkeluarga dan memiliki pewaris lalu menyekolahkan anaknya di Tensius jika iya itu akan sangat mengejutkan bukan pak leo"kata wartawan itu di angguki yang lainnya juga
"Tapi bahkan kita tidak tau dia itu sudah menikah atau belum bahkan laki laki atau perempuan saja tidak tau kan"kata wartawan lainya
"Iya benar juga"jawab yang lainnya
Sedang kan di tempat lain yaitu di rooftop Wulan sedang berbicara dengan seorang pria namun sepertinya itu bukanlah pembicaraan yang baik, terlihat seperti sedang berdebat
"Tapi bukankah kita sudah di jodohkan bahkan akan bertunangan apa salah jika aku bilang aku menyukai mu"kata Wulan
"Karna aku tidak suka dengan mu"kata pria itu
"Tapi jika begitu kenapa kau baik kepadaku saat pesta"kata Wulan
"Itu karna kau yang berlebihan saja aku hanya menolong mu dan menggombalimu saja tapi kau malah tersentuh itu bukan salahku"kata pria itu
"Dan aku tak Sudi perpacaran dengan wanita murahan seperti mu"kata pria itu membuat Wulan terkejut dan sedih,
sedih bukan karna di tolak melainkan di ejek oleh pria di depannya,perlahan air matanya menetes membuat pria itu tersenyum mengejek
"Dasar cengeng"kata pria itu sarkas,detik berikutnya sebuah pukulan mendarat di wajah pria itu membuat dia dan Wulan terkejut
"Siapa"marah pria itu lalu melirik seseorang di sampingnya itu adalah Sion,pria itu marah
"Sion kau berani memukulku"kata pria itu
"Tentu binatang seperti mu sudah sepantasnya untuk di pukuli"kata Sion
"Kau...kau"pria itu
"Jika kau menyakiti dia tanpa alasan itu membuat ku marah Damian"kata Sion yang ternyata pria itu adalah Damian atau anak dari kelas 2-B
"Alasannya karna dia cewe murahan"kata Damian mendapatkan pukulan lagi dari Sion,setelah memukul wajah Damian Sion menyeret Wulan dari sana
"Diam disana Sion atau aku akan menghancurkan mu"teriak Damian
"Aku tunggu"kata Sion lalu pergi dari rooftop
"Akhhh sialan"teriak Damian marah.
Setelah menarik Wulan ia meliriknya dan melihat Wulan masih menangis
"Tidak ada gunanya menangisi pria seperti dia"kata Sion sambil menyerahkan sapu tangan miliknya
"Terima kasih Sion"kata Wulan sambil mengelap air matanya
"Hemm"dehem Sion
"Kau benar air mata ku ini tak pantas keluar untuk pria seperti Damian"kata Wulan tiba tiba membuat Sion tersenyum kecil
"Aku akan bilang kepada ayah untuk membatalkan rencana pertunangan ku dengan Damian"kata Wulan lalu melirik Sion
"Kau jadi terlibat karna aku maafkan aku"kata Wulan
"Tidak apa apa"jawab Sion
"Jika Damian melakukan hal sesuatu yang buruk kepada mu bilang kepada ku saja aku akan membantu mu"kata Wulan
"Tidak perlu aku bisa mengurusnya sendiri"kata Sion datar
"Baiklah"kata Wulan
"Oh ya...sebelumnya kenapa kau mau menolong ku"tanya Wulan
"Karna aku ingin"jawab Sion cuek
"Hahh?"heran Wulan,Sion mendekat ke Wulan
"Wulan awalnya aku takut untuk mengatakan ini karna bagaimana pun juga kau menyukai orang lain tapi melihat kejadian hari ini aku semakin yakin bahwa menunda sesuatu tidaklah baik"kata Sion
"Maksudmu apa"tanya Wulan
"Aku menyukai mu Wulan"kata Sion membuat Wulan terkejut
"A..apa tu..tunggu se..sejak kapan"tanya Wulan
"Tahun lalu saat kelas 1 aku sudah menyukai mu awalnya aku hanya menganggap kau adalah teman sekelas tapi melihat kau dekat dengan laki laki lain itu membuat hatiku panas"kata Sion sambil menatap mata Wulan
"Kali ini aku sudah mengungkapkan isi hatiku yang selama ini aku pendam aku tidak berharap kau menjawabnya hari ini tapi aku akan selalu menunggu Jawaban dari mu"kata Sion tersenyum kecil lalu pergi meninggalkan Wulan yang masih diam,ternyata percakapan mereka di dengar oleh Zee yang memang habis dari kamar mandi
"Sepertinya Sion lebih cepat dari kebanyakan teman temannya,memang air tenang jangan dikira aman"batin Zee tersenyum kecil lalu menghampiri Wulan
"Wulan kau sedang apa disini"tanya Zee pura pura tak tau
"Ohh aku sedang tidak apa apa kau ingin kekelas kan bareng ya"kata Wulan lalu mereka ke kelas
Di kelas Wulan masih merasa canggung dengan Sion setelah pernyataan nya itu,ia menjadi lebih pendiam hari ini
"Wulan kau baik baik saja"tanya Mona khawatir
"Aku baik baik saja ketua jangan khawatir"kata Wulan tersenyum
Di kelas namun di bangku lain Sion sedang mengirimkan sebuah pesan pada seseorang
[Kak aku ingin bertemu dengan mu hari ini selepas pulang sekolah] itulah isi pesannya,beberapa detik kemudian ada balasan
[Baiklah hari ini kakak akan pulang cepat,untuk adikku apa yang tidak bisa aku lakukan😘]balasnya dengan emoji yang menjijikkan menurut Sion
[Geli🤮]Sion
[😨]Balas kakaknya,lalu Sion meletakkan hpnya lagi.
Tiba tiba hp Zee bergetar dan melihat ada sebuah pesan dari Ryuga sekertaris nya
[Boss hari ini aku izin pulang cepat ya🙏🥺]isi pesan itu
[Kenapa?]tanya Zee
[Adikku ingin bertemu]balas Ryuga
__ADS_1
[Baiklah]balas Zee lalu menyimpan hpnya kembali
Di kantor Zl,Ryuga bersiap untuk pulang karna memang jam sudah hampir menunjukkan waktu pulang anak SMA,ia segera bergegas ke tempat sekolah adiknya di Tensius,tidak lupa juga menggunakan masker agar tak dapat di kenali kecuali adiknya
Di gerbang Sion melihat mobil kakaknya
"Yo Sion adikku yang tampan tapi masih lebih tampanan aku,apa sudah siap untuk pulang"kata Ryuga
"Cepat masuk sebelum banyak yang liat"kata Sion lalu masuk ke mobil kakaknya duluan,ya Ryuga adalah kakak kandung Sion,kenapa Sion tak mengenali Zee sebagai bos dari kakaknya,
karna saat Ryuga di temukan oleh Zee Sion tidak bersama kakaknya dan ia berada di gubuk bawah jembatan,disaat itu ia sedang sakit parah namun berkat bantuan Zee ia dapat sembuh dan memutuskan untuk menghormati bos kakaknya itu walaupun ia tidak tau siapa.
Sepulangnya ke apartemen mereka,Sion dan Ryuga pun masuk dan masuk ke kamar masing masing untuk membersihkan diri,setelahnya Sion segera kedapur dan memasak sedang kan Ryuga masih sibuk dengan dokumen penting lainnya karna bagaimanapun hari masihlah sore,setelah selesai memasak untuk makan malam nanti Sion segera menaruh makanannya di tempat makan dan menghampiri kakaknya
"Kakak ada yang ingin aku katakan padamu"kata Sion,membuat Ryuga menghentikan pekerjaannya dan fokus dengan pembicaraan
"Apa"tanya Ryuga
"Itu...aku seperti nya telah menyinggung salah satu anggota keluarga Dessel"kata Sion to the poin membuat Ryuga memicingkan matanya
"Di Dessel...ada banyak siapa yang kau singgung"tanya Ryuga
"Damian Di Dessel"kata Sion membuat Ryuga terdiam
"Pewaris Di Dessel ya"kata Ryuga
"Lalu apa yang akan kau lakukan"tanya Ryuga
"Keluarga Forsizen kita apa tidak lebih kuat dari Di Dessel maksudku jika keluarga kita kuat maka jika mereka mengancam setidaknya akan berfikir dua kali bukan"kata Sion
"Jadi kau takut hemm"goda Ryuga
"emm.....sedikit"kata Sion
"Hahahah"tawa Ryuga keras
"Hentikan tawamu kakak"kata Sion kesal
"Hahah maaf maaf huhhh"kata Ryuga
"Asal kau tau Sion bahkan jika Di Dessel merasa mereka kaya kita masih lebih kaya dari mereka bahkan dua kali lipat darinya"kata Ryuga sedikit sombong
"Sungguh"kaget Sion
"Iya makanya jangan terlalu kaku dalam hidup sesekali kau belajar juga untuk lebih lembut dan masuk dalam hidup dunia jangan slalu menutup diri"kata Ryuga
"Aku tak menutup diri aku terbuka kok"kata Sion tak mau kalah
"Jadi keluarga Forsizen aman jika Di Dessel mengancam"kata Sion
"Lagian bukannya kamu gx menggunakan marga ya di identitas sekolah mu"kata Ryuga
"Itulah kenapa aku bertanya aku berniat membongkar identitas ku ini agar Damian tak bisa menyakiti Wulan"bisik Sion pelan namun Ryuga dapat mendengarnya
"Ohhh cewe rupanya ternyata adikku sedang jatuh cinta ya"goda Ryuga membuat Sion malu
"Diam kau"kata Sion
"Hahahah baiklah baiklah di jika kau ingin mengungkapkan identitas mu itu malah lebih baik"kata Ryuga,lalu melanjutkan percakapan mereka sampai waktu makan malam tiba, setelah makan malam mereka istirahat di kamar masing masing dan tidur.
Paginya setelah bersiap Ryuga mengantar Sion dengan mobilnya walaupun sudah di tolak oleh adiknya,namun ia berkata
"Jika kau ingin mengungkapkan identitas ya harus di mulai dari sekarang lah dan ingat nanti aku akan datang dan membawamu ke jumpa pers untuk mengumumkan dirimu ke media bahwa Sion Fors adalah adik dari Ryuga Sizen si sekertaris Zl"kata Ryuga panjang lebar
"Hemm"dehem Sion jadilah sekarang dimana saat mencapai gerbang dan keluar dari mobil Sion di tatap banyak murid karna bagaimanapun juga Ryuga ikut turun,siapa yang tak kenal dengan wajah tampan Ryuga si sekertaris Zl
"Sampai jumpa nanti Sion"kata Ryuga lalu pergi,saat Sion berbalik sudah ada Teo dan Ghai yang mengejutkan nya
"Sial pagi pagi sudah bikin kesel orang saja"kata Sion
"Ta..tadi bukanya sekertaris Zl ya"kata ghai
"Kok kamu bareng dia"tanya Teo
"Emang salah"kata Sion
"Bukan,aneh saja kalau kau kenal dengan dia secara kan kalian gx pernah ketemu"kata Teo
"Sok tau sekali anda"kata Sion lalu berjalan di ikuti Teo dan Ghai
"Ihh benar dong bahkan kamu gx pernah bilang dekat sama sekertaris Ryu"kata ghai
"Kalian ketemu dimana kenal dimana"tanya Teo
"Kami ketemu di rumah dan kenal di rumah juga,kami sudah lama saling mengenal"kata Sion
"Gx percaya aku,aneh rasanya kalau kalian dekat"kata Teo
"Justru lebih aneh lagi jika kami tak dekat"kata Sion
"memangnya kenapa"tanya Teo dan Ghai
"Karna kami saudara kandung jadi kami pasti dekat kalian tidak bisa lihat kah bahwa aku mirip dengan kakak"kata Sion sambil merogoh sakunya dan mengambil hpnya lalu memperlihatkan foto kecil mereka berdua
"WTF"kaget Teo dan Ghai
"Kau...adik dari Ryuga sekertaris Zl"kaget ghai"
"iya"jawab Sion lalu pergi meninggalkan mereka berdua
"Sejak kapan sekertaris Ryu memiliki adik"kata Teo
"Jika Sion beneran adik sekertaris Ryu maka bisa di pastikan kalau sebagian dari kelas kita itu kelompok anak terpandang"kata ghai,karna kebanyakan murid dari kelas 2A adalah anak dari orang orang berpengaruh
"Kenapa kau sangat yakin Quan,Ari,Salsa,Jiali,Nian Nian bagaimana"lanjutnya
"Kan aku bilang sebagian"kesal ghai lalu pergi ke kelas
Di kelas bel berbunyi dan pak Raymond datang dengan seorang pria di sampingnya ia juga menggunakan seragam Tensius sepertinya murid baru
"Anak anak kita kedatangan murid baru lagi"kata Raymond
"Silahkan kenalkan dirimu"suruh Raymond
"Halo saya Dowan Kim dari Korea Selatan salam kenal"kata Dowan sambil melirik satu persatu murid di sana,disaat ia melihat Zee ia tersenyum kecil
"Target terkunci"batin Dowan
"Baiklah Dowan kau duduk di bangku belakang sebelah Ari,Ari berdiri"kata Raymond,Ari berdiri untuk memudahkan Dowan menemukan tempat duduknya,lalu pelajaran pun di mulai
"Anak anak Tolong dengarkan saya karna hari kemarin adalah acara ulang tahun sekolah,jadi pemilik sekolah akan memberikan hadiah untuk kelas kita karna kelas kita mendapatkan juara di acara kemarin berkat band Leon tepuk tangan untuk mereka yang sudah berusaha"kata Raymond lalu murid murid di kelas tepuk tangan dan bersorak gembira atas kemenangan mereka
"Pak apa hadiahnya"tanya Teo
"Kelas kita akan mengadakan tur pariwisata di Jepang selama seminggu"kata Raymond membuat kelas menjadi ribut karena senang
"Dan bonusnya semua biaya pariwisata ini sudah di atur oleh pak logan kalian hanya perlu membawa uang untuk pribadi kalian sendiri"kata Raymond lagi
"Wahhh senangnya bisa berlibur"kata salsa
"Di Jepang lagi"kaget murid murid
"Ziya,Zee sampai kan Terima kasih kami kepada ayah kalian ya"kata Wulan
"Iya iya"kata murid lain
__ADS_1
"Pasti"jawab Ziya dan Zee,lalu pelajaran berlanjut sampai istirahat tiba,
kelompok Zee semuanya segera ke kantin ada Zeena,Ziya,Jiali,Nian Nian,Ari,Wulan,sedangkan salsa,Noriko,dan Mona sibuk dengan urusan osis mereka masing masing
"Wulan kau itu dekat dengan Mona ya"tanya Nian Nian disela sela makan mereka
"Ya kami sudah bersama dari kecil ketua sering di titipan ke rumah ku karna ibunya sibuk"kata Wulan
"Bagaimana dengan ayahnya"tanya Ari
"Sebenarnya ini rahasia tapi kurasa kalian perlu tau juga,sebenarnya ibu ketua dengan ayahnya bercerai karna sang ayah menikah diam diam di belakang ibu ketua,saat tau ayah ketua lebih memilih istri keduanya dan mereka pun berpisah walaupun kurasa kepala sekolah masih mencintainya mantan suaminya itu,ayah ketua sangat ingin ketua bersama nya,namun ketua dengan nada benci berkata bahwa ia ingin bersama ibunya tidak ingin bersama dengan ayah yang sudah menghancurkan hati ibunya,saat kecil ketua pernah melihat kepala sekolah menangis saat malam hari karena perpisahan itu makanya ketua sampai saat ini sangat membenci ayahnya"kata Wulan panjang lebar kali tinggi
"Tapi kenapa Mona mau menerima penobatan saat pesta itu"kata Ziya
"Karna itu permintaan ibunya walaupun akhir akhir ini ketua sedang tidak akur dengan ibunya namun ia tetap menuruti perkataan kepala sekolah dan dengan terpaksa ia harus menggunakan nama Benitez lagi di namanya"kata Wulan
"Ohhhh"jawab lainnya
"Kau berbicara terlalu banyak Lan Lan"kata Mona dari belakang Wulan membuat Wulan terkejut kecuali Zee,Ziya dan Jiali yang sudah melihat Mona dari tadi
"Ahahah hai ketua"sapa Wulan gugup
"Huhh biarlah itu masa lalu kuharap kalian tidak membocorkan rahasia ini"kata Mona sambil meletakkan makanannya di meja dan mengambil asal bangku di sana dan ikut makan bersama mereka
"Ketua tidak marah"tanya Wulan
"Mau marah tapi gimana lagi mereka sudah tau,kau ini sangat ember ya"kata Mona sambil mencubit pelan pipi wulan
"Hehhehe maaf ketua"kata Wulan di dehemi Mona
"Ketua apa kau akan ikut berlibur nantinya"tanya Zee
"Kurasa tidak aku akan menggunakan liburan kali ini untuk bersama ibu"kata Mona
"Ingin memperbaiki hubungan yang sedikit retak itu"tanya Jiali
"Iya"jawab Mona
"Tapi bukan merujuk pada bajingan itu ya"kata Mona menekankan
"Ya ya kami tau"kata yang lainnya
Setelahnya mereka semua kembali ke kelas,di sepanjang lorong Zee merasakan tatapan sinis dari murid kelas lain bahkan entah itu adik kelas atau kakak kelas,untuk nya namun ia tak mengerti kenapa seperti itu
"Teman teman kalian merasa ada yang aneh tidak dengan mereka"tanya Zee
"Aneh bagaimana"tanya Wulan
"Ahh tidak tidak ada"kata Zee akhirnya
"Sepertinya hanya imajinasi ku saja"batin Zee,Jiali juga merasakan hal itu namun ia diam saja karna mendengar omongan Wulan,
sesampainya di kelas tiba tiba kelas menjadi sepi dan anak anak melirik gerombolan Zee tepatnya melirik Zee dengan pandangan yang rumit,choco mendekati mereka
"Hai Ziya kami ingin bermain dengan mu boleh ya"kata choco
"Boleh aku kesana dulu ya"kata Ziya lalu menuju bangku depan samping,mereka berpencar ke bangku sendiri,Zee menatap choco yang sepertinya tidak seperti biasanya
"aneh"batin Zee
"Zee kurasa ada yang tidak beres disini"kata jiali
"Kurasa begitu"jawab Zee,skip pulang sekolah Zee menunggu kakaknya di gerbang,ia melihat kakaknya sedang bersama Choco ia lalu menghampiri mereka
"Kak ayo pulang kita harus bersiap untuk liburan nanti bukan"kata Zee, Choco melirik Zee sebentar lalu
"Baiklah aku pergi dulu ya sampai jumpa besok"kata Choco lalu pergi
"Apa yang kalian bicarakan"tanya Zee
"Choco bilang saat perjalanan nanti ia ingin duduk bersama ku"kata Ziya lalu pergi mendahului Zee
"Apa hanya aku yang merasa kakak berbeda hari ini kurasa pagi tadi biasa saja"batin Zee,lalu menyusul Ziya dan menaiki mobilnya dan pulang,tadi siang Sion mengumumkan identitas aslinya di sekolah begitu juga dengan Ryuga yang mengadakan jumpa pers dengan para wartawan untuk mengumumkan identitas adiknya,jadi Sekarang Sion juga sudah menggunakan nama aslinya lagi Sion Forsizen
Di rumah Zee,mereka berdua sedang bersiap untuk liburan esok hari, menyiapkan yang harus dibawa selama dua jam,saat selesai mereka memilih untuk istirahat di kasur,Ziya yang duduk selonjoran dan Zee tidur di pangkuannya
"Kak kau terlihat aneh hari ini"kata Zee mengungkapkan isi hatinya
"Emm itu sebenarnya aku sengaja melakukan itu di depan choco"kata Ziya jujur dan merasa bersalah kepada adiknya
"Ngomong ngomong soal Choco kenapa dia seperti mempunyai pandangan aneh kepada ku kak"tanya Zee
"Sebenarnya bukan hanya Choco tapi semua anak sekolah begitu,kau tau kan kejadian saat identitas kita di bongkar"tanya Ziya
"Ya tentu saja aku tau"kata Zee
"Mereka menganggap kalau kau itu sengaja melakukan itu untuk pamer kepada mereka bahwasanya mereka bukanlah level mu"kata Ziya
"Kenapa hanya aku bukankah kakak juga iya"kata Zee
"Itulah anehnya kenapa mereka hanya membencimu dan aku tidak,dan untuk mencari tau aku sengaja mengacuhkan mu maaf ya"kata Ziya
"Iya kak aku gx papa kok aku senang ternyata kakak gx seperti yang aku bayangkan saat mendengar rumor itu"kata Zee lega,nyatanya Ziya sekarang sedang tersenyum jahat kepada Zee matanya sempat berubah dalam sekejap dan kembali ke semula.
Skip esok harinya semua murid Kelas 2A kini sudah berkumpul di bandara dan bersiap untuk liburan,mereka duduk di pesawat sesuai dengan nomor yang sudah di berikan oleh Raymond,Ziya duduk dengan choco,Nian dengan Ari,Noriko dengan salsa,Wulan dengan Bu Yord karna Mona gx ikut,sedangkan Zee dengan Jiali,untuk anak lain dan yang laki laki juga mendapatkan nomor mereka masing masing,Sion dengan Tara,ghai dengan Leon,Teo dengan tetsuya,Quan dengan Dowan karna memang hanya mereka anak laki laki di kelas 2A,sedangkan pak Raymond ya sendiri (sudah nasib😅)
Beberapa menit kemudian mereka berangkat dan bersiap untuk berlibur
Di perjalanan Zee memejamkan matanya dan tertidur begitu juga dengan Jiali,ia ikut tertidur juga,nyatanya mereka itu tidak tidur melainkan masuk ke dimensi dimana mereka bisa masuk bersama dan dimensi dimana awal mereka mendapatkan kekuatan sihir,Nian juga kesana
"Setelah sekian lama ini kedua kalinya kita masuk kemari"kata Nian Nian sambil duduk di bawah pohon rimbun
"Ya ini juga tempat dimana kita mendapatkan sihir pertama kita"kata jiali sambil tiduran
"Teman teman kalian merasa tidak jika teman teman sekelas kita itu aneh"tanya Zee di pangkuan Nian Nian
"Ya aku juga merasa begitu"kata Nian Nian sambil mengusap usap rambut Zee karna bosan
"Apa ini ada kaitannya dengan sihir kan sudah lama kita tidak melawan penjahat"kata jiali
"Jika itu sihir kenapa kita tidak bisa mendeteksi nya"tanya Zee
"Hanya ada dua kemungkinan"kata Nian Nian membuat Zee dan Jiali penasaran
"Pertama ini tidak ada hubungannya dengan sihir dan yang kedua ini ada hubungannya dengan sihir namun si pemilik sihir ini lebih kuat dari kita"kata Nian Nian membuat Zee dan Jiali saling menatap
"Kurasa alasan kedua lebih mendekati"kata jiali
"Hemm begitu ya"kata Zee
"Jika benar maka kita harus lebih waspada nantinya"lanjut Zee,dan berbincang bincang hal lainnya
Setelah beberapa jam kemudian pesawat mendarat dengan selamat di bandara internasional negara sana,semua murid dan dua guru pembimbing turun dari pesawat dan berkumpul mengikuti instruksi pak Raymond dan Bu Yord
seru lanjut
banyak nama yang sama
oke karna ini cerita gabungan dari
imajinasi dengan semua yang author lihat di dunia. ASEK
pokoknya gitulah jadi🙏
__ADS_1
kan cerita ini cuma luapan imajinasi
jadi ada sama ada enggaknya