
lanjut
)////////
Setelah beberapa jam kemudian pesawat mendarat dengan selamat di bandara internasional negara sana,semua murid dan dua guru pembimbing turun
"Anak anak jangan ada yang berpencar karna saya akan mengapsen kalian"kata pak Raymond sambil menyebutkan nama nama muridnya dan setelah itu mereka pergi ke hotel yang sudah di sediakan.
Di hotel,Bu Yord membagikan kartu kamar kepada murid muridnya
"Satu kamar dua orang ya"kata Bu Yord
Zee mendapatkan nomor 9 dan ternyata ia akan tidur satu kamar dengan Bu Yord,mereka berdua memasuki kamar dan ada dua kasur besar di sana
setelah membereskan barang barangnya Zee memilih melihat pemandangan dari jendela sedang kan Bu Yord membersihkan diri,Zee memainkan hpnya,karna bosan Zee berniat jalan jalan,setelah izin ia keluar dari hotel penginapan mereka dan jalan jalan di sekitar sana,melihat pemandangan indah dan membeli jajanan tradisional Jepang dan berbagai macam
sampai saat sedang menikmati es krim nya ia tiba tiba melihat semua orang berbaris di pinggir jalan karna penasaran ia juga kesana dan menerobos orang orang agar ia di depan saat sudah sampai ia melihat adanya gerombolan mobil hitam yang sedang mengekori mobil ala kerajaan di depannya,dan terdapat pria muda dengan setelan ala kerajaan pastinya,orang di sebelah Zee berkata
"Aku dengar pangeran dari negara lain berkunjung ke sini"kata A
"Oh ya apakah pria tampan yang sedang duduk dengan elegan itu"kata temannya
"Kurasa begitu tidak sia sia juga ya kita jalan jalan di sekitar sini"kata teman yang satunya,Zee hanya mendengarkan omongan mereka sambil menatap pria yang di maksud mereka,memakan eskrim nya yang hampir saja meleleh ke tangan ia fokus ke wajah pria itu
"Aku seperti pernah melihat wajah itu tapi dimana ya benar benar Terlihat familiar sekali"batin Zee
tiba tiba pria itu menengok ke arah gerombolan Zee pria itu tersenyum membuat cewe cewe di sebelahnya berteriak KYAAA
sedangkan Zee hanya menatapnya tanpa ekspresi,entah itu hanya fikirannya atau apa namun ia berfikir bahwa seolah pria itu juga menatapnya,namun Zee segera berpaling dan pergi ke dari barisan depan itu,sedangkan pria itu hanya tersenyum sendu
"Apa jika aku menemukan kedua adikku mereka akan berpaling seperti dia"batin pria itu sedih
dia adalah pangeran pertama dari kerajaan pleadies,Leda pleadies,ia sedang melakukan kerja sama dengan kekaisaran negara J dan menyempatkan diri untuk berjalan jalan di negara itu sebelum kembali ke negaranya sendiri,dan alasan lainnya adalah sebenarnya ia ingin menemukan dua adik kandungnya yang telah lama menghilang akibat penculikan saat berkunjung di negeri ini,saat itu dia berumur 10 tahun sedangkan adiknya berumur 6 dan 4 tahun,Leda berhasil di selamatkan tapi kedua adiknya berhasil di tangkap oleh penculik yang ternyata adalah para penghianat dari kerajaan pleadies
mereka membawa kedua adiknya menaiki kapal dan hendak pergi dari sana,namun sebuah insiden terjadi dimana perahu tersebut mengalami kerusakan mesin dan meledak,Leda yang melihat kepulan asap dari arah depan saat sedang mengejar penculik itu segera menyuruh pengawalnya untuk melajukan kapal milik mereka dan berharap semua baik baik saja,
namun naas tiba tiba sebuah badai datang yang memaksa mereka untuk kembali ke darat,bahkan Leda harus di buat pingsan agar menurut karna ia hampir saja ingin melompat dari kapal,
saat ia sadar ia sangat marah pada diri sendiri yang bisa bisanya tak sadarkan diri disaat kedua adiknya dalam bahaya,ia bahkan meminta ayahnya agar melakukan pencaharian secara besar-besaran bahkan kekaisaran J juga ikut membantu karna bagaimanapun juga anak dari raja pleadies yang menghilang dan lebih buruk nya itu menghilang di wilayah mereka,mereka hanya takut ini akan menjadi petaka bagi mereka
sampai saat pada hari ketiga hari pencaharian Leda mendapatkan informasi dari para penyelam yang ia sewa bahwa mereka menemukan sebuah bangkai kapal di dalam laut dan terdapat sebuah potongan tubuh manusia yang sudah tak utuh lagi,disana juga terlihat bahwa ledakan itu terjadi dengan sangat besar sehingga mustahil untuk mereka bisa selamat dari kapal,apalagi mengingat bahwa putri pertama dan pangeran kedua pleadies masihlah anak anak,jikapun mereka selamat dari ledakan itu,itu adalah tengah laut mereka tak bisa berenang jadi hanya ada kata mustahil dari semua hasil pencaharian
Leda yang sudah pandai berfikir mendadak ingin menjadi bodoh agar tak mengerti satu pun dari semua hasil ini,ia tak ingin dengar jika ia sudah kehilangan mereka,sejak saat itu ia terus bersedih beberapa hari,sampai suatu hari ayah Leda yaitu Aldebaran pleadies menghampiri nya dan menyemangati anaknya kembali agar tak terlalu bersedih,ia berkata
"bukan hanya kau yang kehilangan Leda tapi ayah dan ibumu juga apalagi ibumu,bahkan ia sekarang selalu mengurung dirinya sendiri di kamar kedua adikmu,jadi Leda ayah mohon bangkitlah dan jangan terpuruk kita doakan saja yang terbaik untuk mereka,mereka sekarang sudah tenang disana"kata Aran
jika dibilang ia merasa kehilangan,sangat ia sangat kehilangan mereka apalagi ia adalah seorang ayah,ia merasa bahwa ia tak pantas disebut sebagai seorang ayah,namun jika ia terpuruk bagaimana nantinya Leda dan istrinya mereka akan lebih tertekan lagi,maka dari itu ia berusaha kuat dan menyemangati istri dan anaknya.
Leda pun mulai bangkit dan mulai menjadi diri sendiri seperti biasanya namun dengan kehampaan hati yang tetap menyelimuti dirinya,ia beranggapan bahwa kedua adiknya masihlah hidup dan berjanji akan menemukan mereka,ia bekerja lebih keras lagi dan melakukan pencaharian diam diam selama beberapa tahun ini
Dan ini adalah tahun ke 14 ia mencari mereka,ia hampir ingin menyerah pada kenyataan,
sampai beberapa bulan yang lalu ia mendapatkan kabar dari suruhan nya bahwa 14 tahun yang lalu saat badai ada seorang nelayan yang selamat dari badai,entah kenapa Leda sungguh ingin bahwa kabar ini cukup membuatnya untuk terus beranggapan bahwa adiknya masih hidup,padahal belum pasti nelayan yang selamat itu berjumpa dengan adiknya,dan karena ia juga mendapatkan tugas dari ayahnya untuk mengurus kerja sama dengan kekaisaran negara ini makanya ia dapat melakukan hal ini dengan lebih baik,namun ini adalah hari terakhirnya berada di negara ini sebelum ia kembali pada kerajaannya sendiri,ia menatap langit dan berfikir
"Mungkinkah aku harus menyerah"batinnya sambil menutup matanya membiarkan air matanya yang sedari tadi Sombong untuk tetap bertahan pada tempatnya menetes
Lanjut Zee yang sudah berjalan jalan mendadak terdiam saat melihat Tetsuya yang sedang duduk berdua dengan Ziya bahkan eskrim nya sudah terlepas dari tangannya,bukan karna keadaan mereka yang membuat Zee terdiam namun senyuman Tetsuya yang membuat nya terdiam
"Pantas saja aku seperti pernah melihat wajah dari pria di mobil tadi rupanya di dekatku juga ada yang memiliki senyum seperti itu"batin Zee
"Apa mereka punya ikatan darah ya"batin Zee asal
"Hais apalah pikiran ku ini aneh sekali"batin Zee lalu lanjut untuk memasuki hotel dan beristirahat,
namun Zee tetaplah Zee bukannya istirahat ia malah mengintip di balik kumpulan bunga bunga di taman itu,ia mengintip Tetsuya yang sedang menyendiri,
di samping Zee tiba tiba Jiali muncul dengan wajah menyebalkan nya juga Ari,
Zee yang terkejut langsung saja kesal kepada mereka dan langsung menceramahi mereka,
sedangkan yang di ceramahi hanya cekikikan tidak jelas,lalu Ari memotong pembicaraan Zee sambil menunjuk Tetsuya yang akan pergi
"Menurut kalian dia mau kemana"tanya Ari
"Entah"jawab Jiali dan Zee membuat Ari kesal
"Ikutin yuk"ajak Ari
"Ngapain kita malah jadi kaya penguntit jadinya nanti"kata Zee,namun Ari sudah menyeret mereka untuk mengikuti Tetsuya, ternyata Tetsuya pergi ke supermarket,Ari yang melihat itu langsung menatap Zee
"Apa"tanya Zee saat melihat tatapan Ari
"Ahh Zee gx peka"kesal Ari membuat Jiali dan Zee terkekeh
"Nahh jangan semua"kata Zee sambil memberikan kartu debit nya kepada Ari
__ADS_1
"Ahh Zee kau yang terbaik aku pergi dulu"kata Ari lalu pergi masuk kedalam
"Sekarang kita ngapain"tanya Jiali
"Iya yah,kan kita tadi ikutin Ari,lah sekarang anaknya malah ngilang"kata Zee sambil tepuk jidat
"Akhh pusing deh makan aja yuk"ajak Jiali,ujung ujungnya mereka malah makan di restoran sebelah super market itu sambil menunggu Ari selesai belanja
Di tempat yang sama dengan Ari yaitu supermarket Tetsuya sedang memilih cemilan untuk di kamarnya nanti,karna pastinya dia akan bosan apalagi dia satu kamar dengan Quan yang suka makan juga,
saat memilih milih ia tak sengaja bertabrakan dengan orang di sebelahnya membuat camilan milik orang itu jatuh
"Ahh maaf tuan saya tidak sengaja"kata Tetsuya sambil membantu pria itu mengambil cemilan miliknya yang jatuh
"Ya tidak apa apa"kata pria muda itu,dia menggunakan topi dan masker hitam sehingga tidak jelas wajahnya
lalu Tetsuya memberikan barang itu
"Terima kasih"kata pria itu
"Ya sama sama"kata Tetsuya tersenyum kecil,pria itu terkejut saat melihat wajah Tetsuya bahkan cemilan yang ada di tangannya terjatuh lagi membuat Tetsuya bingung sambil menatap barang itu
"Eeeee ini prank kah"batin Tetsuya,
sedangkan pria itu sudah menahan air matanya ia menatap wajah Tetsuya lekat bahkan tanpa sadar memegang wajahnya membuat Tetsuya agak risih
"Maaf tuan"kata Tetsuya
"Runo"panggil pria itu membuat Tetsuya mengangkat satu alisnya
"Maaf tuan cemilan nya jatuh lagi"kata Tetsuya
namun tidak di jawab malah dia di peluk erat oleh pria itu sambil menangis
"Runo...ini kau"kata pria itu walaupun sudah berpisah selama 14 tahun tapi garis wajah Tetsuya mirip dengan nya dan ibunya
"Lepas"kata Tetsuya keras sambil melepaskan pelukan pria itu lalu pergi meninggalkan pria itu
"Tunggu"kata pria itu sambil memegang tangan Tetsuya
"Maaf tuan saya buru buru"kata Tetsuya kesal
"Kau tidak ingat dengan kakakmu"tanya pria itu
"Maaf saya hanya punya satu kakak dan dia perempuan bukan laki-laki"kata Tetsuya datar
"Siapa Adhara dan kau mendoakan kakakku mati enyahlah"kata Tetsuya lalu pergi sambil berlari meninggalkan pria itu
"Mereka masih hidup"kata pria itu senang lalu seorang bodyguard mendatanginya
"Maaf pangeran kita harus segera kembali"kata bodyguard itu
"Sampaikan kepada ayah aku akan kembali lain hari,sekarang ada yang lebih penting dari pada pulang dan bersantai"kata pria itu
dapat di tebak bahwa ia adalah Leda yang sedang mencari oleh oleh untuk orang tuannya
"Ini berikan kepada ayah dan ibu aku tak suka di langgar"kata Leda lalu pergi sambil meninggalkan cemilan miliknya kepada bodyguard itu
"Baik pangeran"katanya lalu pergi ke arah berlawanan dengan Leda
Di tempat Zee setelah menunggu Ari mereka akhirnya pulang ke penginapan dan berpisah di lorong,saat di lorong menuju kamar Zee sempat merasakan aura sihir namun itu tak lama,ia melirik ke kanan dan kiri namun tidak ada siapa siapa disana,lalu ia masuk ke kamarnya dan melihat ada yang salah disana,terlalu berantakan padahal saat ia pergi masih rapi,
ia juga melihat Bu Yord yang sedang menghadap jendela,
saat berbalik itu bukanlah Bu Yord melainkan makhluk menyeramkan dengan lidah yang panjang,ia langsung menyerang Zee dengan cakarnya yang panjang namun Zee dapat menghindar
"Makhluk apa ini"batin Zee sambil menangkis Serangan dari Bu Yord jadi jadian itu,makhluk itu seolah di kendalikan oleh orang lain karna gerakannya acak namun tepat membuat bahu Zee terkena cakaran nya membuat bahu Zee berdarah mengenai baju yang ia pakai,Zee tidak meringis ataupun kesakitan ia malah menatap darah yang masih mengalir itu dengan datar seolah bukan lukanya
"Kini giliran ku"kata Zee lalu ia mulai menggunakan sihir senjatanya dan membuat sebuah pedang dengan mata yang pendek atau belati kembar dengan cepat ia melesat ke arah makhluk itu dan kini ia menyerangnya dengan serius terbukti dalam beberapa menit makhluk itu sudah terpotong kedua tangannya oleh pedang kembar Zee
"Bayaran yang impas bukan"kata Zee saat melihat makhluk itu menggelepar di lantai,
Zee mendekatinya dan menebas leher makhluk itu dan dia pun mati,saat makhluk itu mati pemandangan di sekitar tiba tiba berubah yang awalnya dikamar menjadi sebuah hutan
"Dunia antah berantah lagi"pasrah Zee lalu ia segera pergi dari sana untuk mencari jalan pulang
"Sepertinya saat aku masuk lorong disitulah awal mula aku masuk kemari"kata Zee berbicara sendiri
"Tidak ada ujungnya"kesal Zee karna sedari tadi ia sudah berjalan cukup jauh namun tak sampai di ujung hutan juga,
lalu tiba tiba ada sebuah Serangan dari belakang beruntung Zee peka dan segera menghindar,disana terlihat lah murid murid kelas 2A yang menatapnya dengan aneh,mereka sepertinya makhluk yang sama dengan yang Zee kalahkan tadi karna di tangan mereka ada tanda dua titik hitam,Zee menatap mereka semua dan melihat kakaknya di Antara barisan tersebut membuat ia geram
"Sepertinya musuh kali ini dapat mengambil sebagian sel seseorang untuk dijadikan prajuritnya dan kakakku ternyata juga jadi korbannya pantas mereka memandangku seperti itu ternyata targetnya dari awal memanglah aku"kata Zee
lalu dengan energi sihir yang lumayan besar ia menggunakan sihir senjata nya dan membuat seribu pedang dan menghujankan ke arah para makhluk yang menyamar sebagai murid 2A itu dan dalam sekejap mereka mati dan hancur karna bagaimanapun Zee menggabungkan elemen senjatanya dengan sihir akar beracun miliknya,
__ADS_1
disaat itulah seseorang keluar dari persembunyian nya dan sejak awal Zee memang sudah curiga dengan murid baru ini siapa lagi jika bukan
"Ternyata kau bukan manusia Dowan"kata Zee
"Dan kau ternyata tidak lemah Zeena"kata Dowan lalu melesat cepat kearah Zee dan mereka bertarung dengan sangat sengit
"Siapa yang menyuruhmu untuk membunuh ku"tanya Zee di sela sela pertarungannya
"Tidak ada"jawab Dowan lalu menendang Zee beruntung Zee mundur dengan cepat dan tendangan Dowan hanya sampai pada angin
"Tidak mungkin aku bahkan tidak kenal dirimu"kata Zee sambil melapisi pedangnya dengan elemen petirnya
"Kau cukup pintar juga tapi itu tidak akan membuat ku melunak"kata Dowan
mengeluarkan kekuatan petir putih nya dan menyerang satu sama lain,tidak di sangka mereka seimbang namun Dowan seperti nya lebih unggul karna Zee terlihat lelah sedang kan Dowan masih berdiri tegak dengan nafas teratur,terlihat dari bibir Zee ada bekas darah di sana yang kontras dengan kulitnya
"Teknik peluncur keras hantamkan"kata Zee lalu sebuah petir besar menghantam tubuh Dowan dan Dowan pun terkena serangan itu dan sedikit mundur
"Ini teknik milik tuanku kenapa dia bisa menguasainya"batin Dowan dilihat dari matanya ada jejak kerinduan
Zee dapat melihat itu namun ini bukan saatnya untuk berdiam diri apalagi yang dilawannya adalah siluman karna tadi Dowan sempat mengeluarkan aura siluman miliknya dan Zee menebak bahwa dia adalah siluman rubah benar benar cocok dengan Dowan yang memiliki wajah tukang tipu,
Dowan kembali sadar dan melirik Zee yang sedang melakukan tranformasi dan dari dahinya muncul sebuah tanda berwarna emas dan dia berubah rambutnya menjadi perak sama seperti Jiali namun dengan aura yang lebih besar,sepertinya Zee mengaktifkan mode dewannya tanpa sadar dan di tangannya muncul pedang dewa ilahi milik leluhur para dewa atau nenek dari Andreas artinya leluhur Zee juga sih,Dowan yang melihat itu langsung terkejut
"Agena"kaget Dowan saat merasakan aura milik tuan terdahulunya di dalam tubuh Zee,Zee langsung menyerang Dowan dan itu tepat mengenai sasaran dan cahaya silau terpancar dari hutan buatan Dowan dan
BUMMM......
seketika dunia buatan milik Dowan hancur dan mereka sudah kembali ke dunia nyata dengan Dowan dan Zee yang tak sadarkan diri di dalam hutan,lalu sebuah sosok serba putih mendekat ke arah mereka dan membawa mereka menghilang dari sana.
di alam bawah sadar Dowan ia berada di sebuah ruangan serba putih dan melihat seseorang yang ia rindukan,ia mendekat dan melihat bahwa tuannya sedang bermain dengan seekor hewan yaitu rubah putih,ia tentu saja tau karna rubah itu adalah dia,apa dia sedang kembali ke masa dimana ia masih bersama tuannya
"Dowan suatu hari nanti saat aku tiada ingatlah untuk menjaga keturunan ku"kata gadis cantik itu,sulit di percaya jika gadis cantik yang terlihat muda itu adalah seorang yang bahkan sudah memiliki cucu,rubah itu Dowan ia tidak mengatakan apa apa karna saat ia berbentuk rubah ia tidak bisa berbicara namun ia mengerti maksud dari tuannya sehingga ia mengelus eluskan bulunya pada gadis itu
"Ahahah aku tau Dowan akan sangat pintar"kata gadis itu
"Anak dari cucuku kelak akan mendapatkan ujian yang sangat buruk bahkan melebihi dewa lainnya entah dia bisa bertahan atau tidak"kata gadis itu sedang kan rubah itu hanya diam bahkan ia juga berfikir
"Dari mana tuan tau bukankah apakah dia menggunakan kekuatan nya untuk melihat masa depan,melihat masa depan adalah larangan"batin rubah namun seolah gadis itu tau apa yang difikirkan rubah peliharaan nya
"Aku hanya menebak Dowan lagian itu sudah takdir"kata gadis itu
ia berdiri dan mengangkat rubah itu dan menyamakan tinggi nya di depan wajahnya,menempelkan dahinya dengan dahi rubahnya
"Aku sudah melanggar hukum Dowan jadi aku akan di usir sesuai dengan aturan"kata gadis itu sambil memejamkan mata,tentu saja melihat masa depan adalah mustahil apalagi jika itu adalah kejadian buruk,dan gadis itu atau yang bernama Agena melakukan hal yang seharusnya tidak ia lakukan
"Karna kau sudah bersamaku selama ini aku akan menunjukkan rasa terima kasih ku padamu Dowan"kata gadis itu lalu ia melepaskan kekuatan elemen sihir petir putih nya setengah dan mentransfer nya ke tubuh Dowan
Dowan yang awalnya hanya siluman tingkat rendah kini memiliki kekuatan separuh dari dewa walaupun tidak begitu kuat namun itu cukup baik untuk siluman seperti dia,walaupun rubah menjadi siluman yang kuat namun rubah putih ini terlahir dengan garis takdir yang buruk makanya ia di usir dari klannya beruntung ada seorang gadis kecil yang memungutnya dan merawatnya sampai sekarang tentu saja gadis kecil itu adalah Agena
"Setidaknya saat aku pergi kau memiliki sesuatu yang akan kau capai Dowan"kata Agena terlihat tubuhnya menjadi pucat dan dari mulutnya mengalir darah yang tercetak di sudut bibirnya,itu membuat rubah itu ketakutan
"Ini sudah takdir Dowan"kata gadis itu melemah,
ia bahkan langsung ambruk ke belakang tentunya agar rubah miliknya tidak tergencet jika ia jatuh ke depan,
rubah itu perlahan meletakkan tangannya ke wajah Agena yang sudah memucat seolah memberi dukungan agar tak menyerah
"Berjanjilah Dowan kau tidak akan menyakiti dia walaupun kau membencinya,lebih baik lagi jika kau buang jauh rasa benci itu"kata Agena lemah,rupanya ia tidak hanya melihat masa depan sekali dua kali tetapi berkali-kali,
rubah itu menangis dengan cara yang menyakitkan bagaimana pun kehilangan seseorang tepat di depanmu bukanlah hal yang di inginkan nya
"Kau masih cengeng Dowan"kata Agena sambil menutup matanya dan tak akan pernah terbuka lagi
"Setidaknya katakan selamat tinggal yang baik tuan"kata rubah itu mulai bisa berbicara namun tentu saja tidak ada akan sautan dari gadis itu lagi,perlahan tubuh Agena melebur seperti bunga yang terbawa angin dan menghilang menyisakan rubah putih yang kini sedang menangis sedih.
Dowan yang melihat cuplikan kisah tentangnya di depannya itu tidak bisa untuk tidak menangis padahal kejadian itu sudah lama sekali
"Sudah aku katakan bukan kau itu sangat cengeng"kata seseorang dari belakang Dowan,Dowan terkejut dan melihat wajah tuannya
"Agena"kata Dowan
"Lihatlah bahkan kau sudah tak memanggil ku dengan kata tuan lagi"kata Agena kesal walau hanya pura pura,
Dowan berlari dan memeluk tuannya,Agena hanya membiarkan nya,bahkan ekor dan telinga rubah Dowan muncul akibat perasaan senangnya itu,membuat Agena sedikit merasa aneh sekaligus terpukau
"Kau menyakiti keturunan ku Dowan"kata Agena sambil melepaskan pelukan Dowan dan menyentil dahi Dowan membuat Dowan mengusap dahinya
"Maaf tuan aku yang salah yang sudah dengan mudahnya di kuasai oleh amarah ku sendiri"kata Dowan merasa bersalah namun sebelumnya ia juga tidak tau bahwa Zee adalah keturunan Agena.
***seru kan
lanjut episode selanjutnya
love you all 😘
__ADS_1
/////♥️***