
***lanjut
kuy
Jang lupa like***
__________
Itu bukanlah hantu guys itu adalah roh Agena dan pastinya si pria adalah Dowan siluman rubah yang kehilangan separuh sihirnya juga tangan kanannya yang sudah hilang akibat terpotong pedang Zee
"Agena"panggil Dowan
"Dowan aku membutuhkan bantuan mu"kata Agena,Dowan berusaha meraih tubuh Agena namun hanya angin yang ia dapatkan membuat ia menghela nafasnya
"apa itu"tanya Dowan,Agena hanya tersenyum lalu menghilang,Dowan yang mengerti langsung bersiap
***
Di kediaman Song Lian Lian,Nian Nian,Jiali juga Zee sedang berkumpul didepan Lily
"Kenapa mengumpulkan kami Bu"tanya Nian Nian pasalnya baru pulang sekolah Lily sudah dirumah dengan kakaknya dan menyuruh Jiali dan Zee datang dan disinilah mereka
"Ibu mengumpulkan kalian karna ibu memiliki misi untuk kalian para anggota langit"kata Lily membuat mereka berempat saling menatap satu sama lain
"Lalu Suji bagaimana"tanya Lian Lian
"Aku sudah mengirimkan surat misi untuk nya,dan kalian juga akan mendapatkan misi"kata Lily lalu memberikan empat kertas kecil
"Alamat?"heran Jiali setelah membaca kertas kecil itu
"Itu adalah alamat masing masing dari para penjahat meresahkan yang memiliki sihir tingkat 2"kata Lily
"Penjahat yang memiliki sihir?"bingung Nian Nian
"Mereka adalah buronan dari negara Eden dan kabur kenegara kita,negara Eden telah membuat sayembara barang siapa yang bisa membunuh sepuluh penjahat kelas kakap tersebut akan mendapatkan hadiah yang besar"kata Lily membuat Lian Lian paham
"Dalam artian kau meminta kami membunuh mereka,sepertinya ada yang gx beres nih"kata Lian Lian membuat Lily pura pura bodoh
"Ehem...Bukan itu maksud ibu Lian,hanya saja mereka juga mengrusuh dinegara kita,bagaimana jika ada korban yang lainnya"kata Lily mencari alasan yang tepat
"Baiklah kau menang"kata Lian Lian membuat Lily tersenyum
"Jadi kapan kita berangkat"tanya Zee
"Kalau bisa nanti malam"kata Lily santai
"Dan kau akan tidur dengan nyenyak bersama bantal hidupmu"kesal Lian Lian membuat Lily tersenyum kecil
"Tugas ini memiliki batas waktu yang panjang jadi terserah kalian mau menyelesaikan dengan cepat atau tidak"kata Lily lalu pergi meninggalkan mereka berempat yang sedang saling menatap itu
"Semakin cepat semakin baik"kata Nian Nian diangguki semuanya lalu mereka berpisah,mereka memutuskan melakukan tugas itu disela sela sekolah dan kerjanya
***
(1)Lian Lian dan Sean mereka pergi ketempat yang sudah Lily beritahu kan dikertas tersebut,tempat itu tidak jauh dari kota mereka hanya saja itu berada di sebuah rumah tua yang sangat sepi yang sudah tidak terpakai dan menjadi rumah terbengkalai,Lian Lian masuk kedalam dengan waspada dan melirik ke segala arah dengan pistol pemberian Zee saat mereka baru beberapa hari pertemu ditangannya,
ia juga menggunakan seragam yang sama seperti secret menjalankan misi yaitu kemeja putih pas body namun dengan celana hitam di atas mata kaki,
menyusuri rumah tua yang cukup besar tersebut sendirian sedangkan Sean masih berada didalam liontin miliknya,ia mendengar suara dari atas dan saat ia mendongak ia melihat lima orang sedang membidiknya dengan minigun
"Sialan"kata Lian Lian berlari berlindung
Dor..dor..dor..dor..dor..dor...
Suara tembakan menggema di seluruh ruangan membuat Lian Lian harus berlindung
"Mereka tidak memiliki sihir berarti mereka adalah anak buah"kata Lian Lian memprediksi
"Sepertinya aku harus melumpuhkan mereka dulu"lanjutnya,dirasa tidak ada tembakan susulan ia segera keluar dari persembunyiannya dan menembak kelima orang itu tepat di kening dan lehernya
Dor..dor..dor..dor..dor...
"Ahh aku malah membunuhnya tembakan ku terlalu akurat sih"kata Lian Lian berbicara sendiri,
ia lalu naik kelantai atas dan menendang nendang pelan salah satu penjahat tersebut
"Maaf ya kalian harus gugur dalam kejahatan kalian sendiri"kata Lian Lian lalu pergi,ia dihadang dua pria bertubuh besar tepat pada anak tangga menuju atap
"Waww badan kalian oke juga"kata Lian Lian dengan senyum menggoda namun dua pria itu menatapnya dengan sangar
"Dih jangan jangan kalian bouty"tuduh Lian Lian membuat kedua pria itu marah dan menyerangnya dan tentu saja Lian Lian tidak tinggal diam ia segera menghindar dan dengan cepat menembak salah satu kaki pria tersebut juga memusuk kaki pria yang satunya dengan pisau lipat yang ia ambil dari sakunya
Dor...srekk
"Akhh"teriak kedua pria tersebut, Lian Lian dengan cepat menendang keduanya sehingga mereka berguling-guling terjatuh dari atas tangga dan tak sadarkan diri
"Modal tampang tidak akan bisa menggertak ku sayang"kata Lian Lian lalu naik keatas lagi menuju atap,
sampai dipintu menuju atap ia merasa ada yang janggal kenapa tidak ada penjaga,ia lalu mendobrak pintu tersebut dan benar saja ia sudah disambut meriah oleh banyaknya tembakan yang mengarah padanya
dor...dor..dor..dor..dor
Lian Lian dengan gesit mengeluarkan sihir anginnya sehingga tembakan itu melesat ke samping lalu terdengar suara tepuk tangan seseorang
Prok prook prok
Seorang pria paruh baya tengah duduk diantara kesepuluh orang bersenjata lengkap di tangan nya,orang itu menghisap rokok nya dengan santai dan menatap Lian Lian
"Sihir,Jadi ini si Lily kematian...masih muda"kata pria paruh baya itu
"Hei kau dibayar berapa oleh Aldebaran"tanya pria itu
"Banyak"jawab Lian Lian
"Bagaimana jika kau menjadi pengikutku aku akan kasih dua kali lipat dari harga yang ditawarkan oleh raja sialan itu"kata pria paruh baya itu
"aku memang tergeliur tapi maaf harga setia itu tidak ada bandingannya"kata Lian Lian membuat pria itu tertawa
__ADS_1
"Ahahhahah kau jelas bukan Lily kematian"kata pria itu lalu berdiri dan melepas jubah kebanggaan nya
"Kenapa aku bilang kau bukan Lily kematian"kata pria itu sambil mengambil pistol di samping nya
"Karna Lily kematian yang terkenal didunia bawah adalah orang yang mata duitan"kata pria itu membuat Lian Lian mengangguk
"Benar"kata Lian Lian
"Tapi...."lanjutnya lalu mengeluarkan kekuatan tanahnya dan membuat Golem
"Taukah kau jika orang yang kau sebut mata duitan itu adalah ibuku"kata Lian Lian membuat pria itu terkejut dan tersenyum
"Maka kau harus menggantikanya untuk mati"kata pria itu lalu menyuruh anak buahnya menyerang Lian Lian,anak buah yang sedari tadi menunggu bosnya dibelakang Lian Lian,
pria itu sengaja mengajak Lian Lian berbicara agar anak buahnya dapat menyelinap kedalam titik buta penyerangan
"Sean"panggil Lian Lian lalu dari arah atas terlihat pusaran awan gelap muncul dengan angin yang besar dan muncul kepala naga yang besar memakan kesepuluh anak buah pria itu dalam bersamaan bahkan senjatanya ikut kemakan
"Hei sisakan senjatanya"kata Lian Lian lalu Sean memuntahkan senjata itu yang sudah rusak itu dan menghilang
"Monster"kata pria itu
"Enak saja"kata Lian Lian
"Lawan aku pak tua"kata Lian Lian lalu melesat dibantu golemnya dan menyerang pria itu secara bersamaan,pria itu juga tidak tinggal diam dan mengeluarkan sihir nya,Golem yang sama namun dengan versi yang lebih besar sedikit membuat Lian Lian tersenyum kecil
"Ini yang aku suka"kata Lian Lian ia menyerang dan menghindar dari segala arah bahkan saat pria itu menyerang titik buta Sean dengan cepat membantunya,katakanlah jika itu curang tapi Lian Lian merasa ini adalah taktik,orang curang harus dikasih pelajaran dengan cara dicurangi balik,Sean juga selain menjaga tuanya ia juga menyerang anak buah pria itu yang masih tersisa dengan cepat sehingga membuat pria itu kesusahan
"Sialan kekuatan macam apa ini"kata pria itu,mundur lalu mengeluarkan bola apinya dan diarahkan ke wajah Lian Lian namun Sean dengan cepat melempar bola airnya sehingga dua kekuatan itu saling bertabrakan
Bummmm......
"Sial"batin pria itu sambil terengah-engah sama dengan Lian Lian yang juga terengah-engah akibat pertarungan tersebut,Sean yang sudah menyelesaikan tugas nya segera menghampiri Lian Lian
"Tuan"panggil Sean
"Aku tak apa"kata Lian Lian sambil mengelap bibirnya yang berdarah akibat pertarungannya dengan pria itu
"Kita selesaikan saja sekarang"kata Lian Lian
"Aku juga sudah lapar"lanjutnya,Sean mengeluarkan buah apel dari ransel milik Lian Lian yang ia bawa dan memberikannya kepada Lian Lian
"Makan"kata Sean,apel itu Lian Lian ambil dan menggigitnya
"Kraus...hei pak jeda dulu ya"kata Lian Lian membuat pria paruh baya itu melongo lalu ia tersenyum miring setelahnya
"Akhhh"teriak pria itu lalu tubuhnya membesar dengan separuh badannya yang berubah menjadi makhluk mengerikan
"Hihh apa itu iuyyy"jijik Lian Lian lalu mengeluarkan dark knight nya dan menyerang pria paruh baya yang sudah menjadi monster itu,kekuatan pria itu semakin kuat apalagi Lian Lian yang sudah kelelahan
Brukkk....
Lian Lian terlempar ke tembok dengan kerasnya sedangkan Sean terlempar ke lantai sama kerasnya
"Uhuk uhuk"batuk Lian Lian sambil memegang dadanya yang sakit bahkan pelipisnya kini sudah berdarah akibat benturan tersebut
"Tuan"papah Sean
"Memang"jawab Sean,Lian Lian lalu tersenyum membuat pria itu bingung lalu
Jlebbb...
Dark knight milik Lian Lian tiba tiba menusuk jantung pria paruh baya itu
"Akhh"pria itu menatap dadanya yang sudah mengeluarkan darah hitam dan terdapat benda tajam yang menusuknya dari belakang lalu pria itu tumbang dengan hilangnya dark knight milik Lian Lian
"Bermain peran adalah keahlian ku"kata Lian Lian yang sedang dipapah Sean,lalu mereka pergi dari sana namun sebelum itu Lian Lian mengumpulkan para mayat tersebut dan meledakkan rumah tua itu sehingga rumah itu mengubur para penjahat itu dengan puing puingnya,kejadian itu membuat orang orang disekitar rumah terkejut dengan adanya ledakan besar yang terjadi secara mendadak itu,para warga yang dekat dengan kejadian segera melaporkannya ke pihak berwajib dan kejadian itu diliput media dan menjadi berita utama hari itu
**
Di dalam mobil Lian Lian sedang mendengarkan radio dari mobilnya
"Ck seperti nya ibu sengaja memberikan tugas yang dekat dengan keramaian untuk ku"kata Lian Lian
"Tapi setidaknya tugas selesai dan aku bisa tidur sepuasnya ahaha"kata Lian Lian senang,Sean ia sudah masuk kedalam Liontin milik Lian Lian
"""
Sedangkan Lily tanpa disadari Lian Lian ia sedari awal sudah mengikuti anaknya mulai dari pengintaian sampai pertarungannya dengan pria paruh baya,ia dengan santainya masuk kedalam puing puing sebelum polisi datang,dengan kekuatan nya ia menarik para penjahat dan membawanya menghilang dari sana agar tidak diketahui oleh polisi, sesampainya ditempat tujuan ia mengubur penjahat itu dalam sebuah lubang dan menguburnya lalu pergi dari sana,setelah diselidiki oleh polisi mereka menetapkan jika kejadian tersebut murni karna rumah yang sudah tua dan rapuh karna usia dan tidak ada korban jiwa atas kejadian tersebut
"*"
Dikamarnya Lian Lian dibantu adiknya mengobati lengan kanannya yang terluka akibat serangan pria paruh baya
"Shitt pelan pelan nian"kata Lian Lian saat Nian Nian sedang membalut perban di lengannya
"Ini sudah pelan kak"kata Nian Nian
"Aduh...nian"kesal Lian Lian namun Nian Nian hanya memutar matanya jengah dengan kelakuan kakaknya
"Nah sudah"kata Nian Nian saat selesai membalut luka di lengan kakaknya kini ia beralih ke wajah kakak nya yang ada sedikit luka,nian nian memplester pelipis Lian Lian yang terluka lalu beralih mengoleskan krim ke sudut bibir Lian Lian yang terluka
"Shtt"keluh Lian Lian
"Diam"bentak Nian Nian kesal,Lian Lian hanya menatap adiknya yang sangat serius dalam mengobatinya
"Dah biarkan dulu lima menit"kata Nian Nian lalu membereskan alat alat p3k yang ia gunakan tadi,Lian Lian membantu adiknya
"Jadi apa tugas kakak selesai"tanya Nian Nian diangguki Lian Lian
"Bisa dikatakan iya,tapi aku bertanya tanya kira kira mayatnya akan ditemukan tidak ya"kata Lian Lian
"Entahlah"kata Nian Nian lalu meletakkan kotak obatnya di salah satu lemari kamar mereka lalu mendekati Kakaknya yang sedang rebahan,ia lalu duduk disamping kakaknya dan menatap wajah Lian Lian yang sedang memejamkan matanya
"Ada apa nian"kata Lian Lian lalu membuka matanya dan menatap adiknya
"Tidak ada hanya ingin menatap kakak saja hehehe"kata Nian Nian
__ADS_1
Lian Lian tersenyum lalu mengulurkan tangannya dan menarik Nian Nian agar rebahan di sampingnya
"Temani kakak tidur ya sebentar saja"kata lain kali lalu memejamkan matanya lagi dan memeluk Nian Nian dari samping
"Oke"jawab Nian Nian,dikamar terdapat dua tempat tidur yaitu milik Nian Nian dan Lian Lian yang didesain sesuai dengan kemauan mereka dan kini Nian Nian tidur bersama kakaknya di ranjang miliknya
"**"
Lily muncul di ruang rapat istana pleadies dimana Aldebaran sedang bergelut dengan dokumen dokumen yang menumpuk
"Maaf mengganggu"kata Lily membuat Aldebaran menatapnya dan meletakkan penanya
"Ada apa"tanya Aran
"Hanya mengantarkan paket"kata Lily lalu meletakan sebuah bungkusan di meja dan membukanya,jika orang lain yang melihatnya mungkin mereka akan berteriak ketakutan lalu kabur namun Aldebaran hanya tersenyum melihat benda yang berada di bungkusan tersebut
"Kenapa satu"tanya Aldebaran
"butuh proses"kata Lily
"Jadi mana Bayaran nya"kata Lily
"Ini baru satu kurang sembilan lagi"kata Aran
"Sekali lagi kau beralasan jangan salahkanku jika aku mengrusuh"ancam Lily serius membuat Aldebaran terdiam lalu ia berjalan kearah meja lalu mengambil amplop di dalamnya dan melemparkannya ke Lily
"Segitu cukup"kata Aldebaran
"Cukup cukup senang berbisnis dengan anda"kata Lily lalu menghilang meninggalkan Aldebaran yang pusing dengan Lily
"Seharusnya aku tidak meminta bantuan pembunuh itu"kata Aldebaran,baginya Lily adalah pisau bermata dua yang bisa menyerang balik dengan sangat rapi sehingga meminta bantuan dengan nya harus memikirkannya dengan matang matang,tapi mengingat hanya Lily lah pembunuh yang bisa diandalkan ia hanya bisa menghela nafas
"Andai saja Lily berada di bawah kekuasaan ku"batin Aldebaran lalu ia menggeleng
"tidak Itu lebih buruk"kata Aldebaran lalu melanjutkan pekerjaannya,sebelum itu ia menyuruh prajuritnya untuk membuang bungkusan yang tadi dibawa Lily,prajurit itu terkejut saat melihat isi bungkusan itu dan membawanya dengan tangan gemetar lalu pergi dari sana
"Sial ini kepala asli guys"batin prajurit itu sambil gemetar
**"
(2)Suji saat ini berada di apartemennya bersama kakaknya,karna rumah asli mereka kan di negara J,Tara dan Suji bersekolah di negara C karna kakek mereka yang menyuruhnya dan mereka hanya menuruti perintah itu,saat ini Suji sedang bersiap untuk melakukan tugas pertamanya yang dikirimkan oleh Lily,ia juga sudah memberitahu kakaknya dan Tara mengizinkan nya,lalu apakah Tara akan ikut?,
tidak dia tidak akan ikut karna ia tau jika ini adalah tugas pertama para anggota langit setelah ratusan tahun,anggap saja ini adalah latihan mereka dan juga ia sedikit tenang karna adiknya sudah mendapatkan hewan pendamping nya Blaze seekor Phoenix tipe api
"Tuan semua sudah siap"kata Blaze,seorang pria dengan rambut merahnya yang panjang berani,apalagi ditambah baju ketat tipis yang ia kenakan membuat ia semakin sangar dengan tatapannya yang tajam,Suji menatap hewan pendamping nya yang lebih mirip bodyguard itu dengan pose berfikir lalu tersenyum dan mengacak acak lemari kakaknya membuat tara bingung,Suji lalu melempar kan baju kepada Blaze
"Jangan gunakan baju kuno itu Blaze itu sudah ketinggalan zaman sekali"kata Suji membuat Tara tersenyum kecil,blaze menurut dan langsung pergi mengganti bajunya dengan baju milik Tara,setelahnya ia kembali ke Suji
"Nah ini baru keren"kata Suji saat melihat blaze yang menggunakan kemeja dan celana panjang terlihat seperti pemuda pekerja,Suji mendekat dan menyisir rambut serta mengikat rambut blaze dengan model kuncir satu
"Tampan sekali"puji Suji membuat blaze tersenyum,setelah Beratus ratus tahun lamanya akhirnya ia bisa bersama tuannya kembali,saat itu ia memilih tidur panjang seperti keempat hewan pendamping lainya,dan suatu hari ia merasakan sihir yang tidak asing dan ia terbangun dan menatap anak kecil yang memiliki aura seperti tuannya,lalu ia baru sadar bukan anak itu yang kecil tapi tubuhnya yang bongsor😅
"Ayo berangkat"kata Suji diangguki Blaze,setelah berpamitan dengan kakaknya mereka pun pergi menggunakan motor dengan Suji yang membonceng Blaze ke tempat tujuan,setelah sampai di tempat tujuan mereka segera turun dan berjalan kaki menuju lokasi,Blaze membawa ransel di punggungnya dan memimpin jalan sekaligus menjaga tuannya agar aman apalagi jalan yang terjal,setelahnya mereka bersembunyi saat melihat sekelompok orang yang sedang berjalan kearah gudang tua di berbukitan yang ditanami banyak ilalang,sekelompok yang berjumlah 5 orang itu membawa senjata ditangan mereka masing masing dan mulai masuk kedalam dengan seorang pria paruh baya yang memimpin jalan
"Ayo Blaze"kata Suji lalu maju secara perlahan
"Hati hati tuan"kata blaze lalu ikut dibelakang,saat sudah dekat mereka mendengar suara teriakan wanita dan suara gaduh,Suji yang terkejut langsung membuka pintu dan sebelum ia melihat keadaan didalam blaze sudah menutupi matanya dengan tangannya
"Lho blaze ada apa"heran Suji
"Jangan di liat tuan"kata blaze lalu mengeluarkan sumpit apinya dan menyerang sepuluh orang yang berada disana dengan cepat
"Akhh"teriak mereka lalu mati dengan tubuh yang mulai meleleh meninggalkan satu orang paruh baya dengan seorang wanita yang berada dibawah Kungkungan nya,pria paruh baya itu langsung berdiri dan tidak jadi melakukan aktivitas nya itu(padahal inti lho🤭),lalu ia mendorong tubuh wanita itu yang sudah tak sadarkan diri dengan keadaan yang tak menggunakan sehelai pakaian pun,setelah melihat pria itu sudah mengenakan celananya blaze baru menurunkan tangannya membuat Suji dapat melihat keadaan didalam dimana sudah banyak tengkorak yang menggunakan baju berceceran dengan sisa sisa darah di lantai
"Mana musuhnya"tanya Suji bingung
"Sudah aku bereskan tuan tinggal pria tua itu saja"kata Blaze
"Ohh"paham Suji membuat pria paruh baya itu melongo lalu mengeluarkan pedang sihirnya dan menyerang Suji,blaze hanya diam mengamati tuannya bertarung dan sesekali membantu tuannya dengan sumpit apinya,pria paruh baya itu sempat mengenai pakaian Suji sehingga robek di bagian bawah depan membuat blaze kebakaran jenggot lalu sumpit api miliknya menggores kaki pria paruh baya sehingga terluka
"Ck bukankah ini curang"kata pria paruh baya itu sambil melirik kakinya
"Aku sudah tua dan kalian masih muda kenapa harus keroyokan"kata pria paruh baya itu lagi
"Paman emang umur berapa"tanya Suji membuat blaze terkejut di saat bertarung malah saling berbincang dengan musuh
"Umurku saat ini 41"kata pria itu
"Masih muda"kata Suji lalu menyelimuti pedangnya dengan sihir petir lalu melesat ke pria itu
Srekkk....gluduk
"Maaf tapi kejahatan itu harus ditumpas tua atau muda"kata Suji dengan tenang,pedangnya ia masukkan kesarung pedang kembali dan ia memakai sarung tangan
"Blaze plastik"kata Suji,blaze lalu mengeluarkan plastik dari dalam ranselnya
"Biar saya saja tuan"kata blaze lalu mengambil kepala pria paruh baya itu yang sudah terpotong dan ia masukkan kedalam plastik yang di dobel banyak lapisan
"Sekarang bagaimana tuan"tanya blaze
"Pulang aku harus menceritakan ini ke kakak"kata Suji dengan riang gembira lalu keluar,blaze mengikuti tuannya dan membakar gudang tua itu dengan sihirnya dan mereka pun pergi
Keesokan harinya Suji mampir kerumah Nian Nian dan memberikan bungkusan itu ke Lily dan Lily juga memberikan card khusus misi ke Suji karna sudah melakukan tugasnya,Lian Lian juga sudah diberi card,sehingga saat sudah menjalankan misi dengan sukses maka poin atau uang akan masuk ke card tersebut,semua anggota langit akan diberi card tersebut,
Suji akhirnya berangkat dengan Lian Lian dan Nian Nian,mulai hari ini Lian Lian akan bersekolah juga karna memang sudah mendaftar dan karna Lily yang menyuruh agar semakin mudah,sampai disekolah mereka pun berpisah
"Pagi semua"sapa Nian Nian
"Pagi nian"jawab anak anak di kelas 2A,Nian Nian lalu berjalan ke mejanya dengan ghai yang sedang tersenyum menatapnya
"Pagi Nian"sapa ghai
"Pagi ghai"jawab Nian Nian lalu ia berkumpul bersama teman-teman nya
semuanya terlalu rumit dan kompleks namun itu akan terbayar di episode selanjutnya
tinggalkan komentar dan like kalian and
__ADS_1
see you next time 😘
👋👋👋