
)///////
lanjut
"Karna sebagian dari kalian sudah tau mengenai sihir"kata pak Raymond membuat geng Quan terkejut kecuali Quan,Tara,ghai,Tetsuya dan Teo yang memiliki sihir dan mengetahui rahasia sihir
"Kalian para laki laki lucnut tidakkah kalian merasa heran kenapa hanya kelas 2A yang didominasi oleh anak perempuan sedangkan kelas lainnya tidak,dan kenapa kalian dimasukkan ke kelas ini"kata pak Raymond
"Entah"jawab Quan
"Dan apa itu lucnut"batin Quan
"Karna yang berada di kelas ini adalah murid murid teratas yang sudah mempelajari sihir lebih lama,dan alasan kepala sekolah Luna memindahkan kalian kekelas ini karna kalian juga berpotensi memiliki sihir yang kuat dan itu terbukti dengan adanya Quan,Teo,Tara,dan ghai yang memiliki sihir seperti para gadis ini"kata pak Raymond
"Apa kami bisa memiliki sihir juga pak"tanya Sion
"Bisa pasti bisa"kata Raymond yakin
"Lalu bagaimana dengan kelas lain pak"tanya Tetsuya
"Nah ini,mulai hari ini tensius tidak hanya menjadi sekolah umum seperti biasanya tapi akan menjadi sekolah sihir mulai Sekarang,(melirik jam)mulai hari ini kalian akan difokuskan dengan pelajaran sihir sedangkan untuk pelajaran umum akan ada di hari Rabu saja"kata pak Raymond
"Tapi sebelum itu kalian berkumpul lah di auditorium karna disana akan ada pengetesan"kata pak Raymond lalu pergi di ikuti murid murid kelasnya,
terlihat semua murid berkumpul dengan guru yang lain juga
"Perhatikan semua kalian pasti tau alasannya di kumpulkan di sini karena wali kelas kalian sudah menjelaskan"kata Luna
"Jadi untuk itu tolong dengar kan instruksi dari Lily guru baru yang akan membantu guru lainnya mengajarkan kalian sihir"kata Luna lalu mempersilahkan Lily maju
"Nian itu ibumu"kata Ari sambil menyenggol lengan Nian Nian
"Iya kenapa dia selalu ada dimana mana"kata Nian Nian
"Tolong dengar kan"kata Lily lalu berdiri di depan anak anak tensius,
mengeluarkan bola kristal dari tangannya dan meletakkan nya di meja membuat murid murid tensius terkagum kagum
"Berbaris dan letakkan tangan kalian pada bola ini satu persatu,lalu rasakan apa yang kalian rasakan,jika cahaya muncul di tangan kalian maka bisa dipastikan kalian memiliki sihir dan akan mengikuti pelatihan"kata Lily
"Jika tidak bercahaya bagaimana"tanya Wendy Chiel anak kelas 2B yang merupakan fans gilanya Leon
"Karna jika aku memiliki sihir maka aku bisa menghancurkan Zeena"batin Wendy sambil tertawa jahat
"Jika tidak bercahaya maka ia tidak memiliki sihir sama sekali"jawab Lily sambil memperhatikan gelagat aneh Wendy,lalu satu persatu para murid melakukan uji coba pada bola Kristal tersebut
Dua jam kemudian Bu Yord telah mendata semua murid yang berpotensi memiliki sihir
"Dari semua murid semuanya memiliki sihir,namun kebanyakan dari mereka hanya memiliki sihir dasar dan sangat jarang yang memiliki sihir langka"kata Bu Yord pada Lily
"Coba aku lihat"pinta Lily lalu Yord menyerahkan data itu,Lily lalu membaca keseluruhan data tersebut dan memang semua hanya memiliki sihir dasar seperti tanah,angin,atau api,air,sedangkan untuk sihir es,petir sangat jarang apalagi elemen bawaan seperti Zee dan teman temannya,ya Lily tau semua tentang elemen bawaan Zee dan yang lainnya,jangan lupa bahwa ia adalah seorang Dewi sama seperti Zhu
"Tunggu"heran Lily
"Dimana siswi yang bernama Wulan"tanya Lily kepada Yord
"Wulan"kata Yord sambil mencari cari
"Itu di barisan kelas 2A yang berdiri di samping ketua OSIS"kata Bu Yord sambil menunjuk perempuan yang sedang bersama ketua OSIS siapa lagi jika bukan Mona
"Dia...."kata Lily menggantung sambil melihat data
"Sepertinya dia tidak hanya memiliki satu tipe sihir saja"batin Lily karna merasakan ada yang aneh di dalam tubuh Wulan tapi ia bingung itu apa
"Baiklah semua tolong jangan ribut,di tes tadi kalian memiliki tipe sihir yang berbeda beda bukan,maka dari itu ikuti arahan dari guru masing masing tipe,tipe penyerang kalian akan di ajarkan oleh pak Raymond dan pak Niken,sedangkan tipe Aray kalian akan diajarkan oleh Bu Yord dan pak Naomie,dan tipe Alfa atau tipe pertama akan diajarkan langsung oleh Lily,baik sesuai dengan tipe elemen kalian tolong di latih dengan baik dan jaga rahasia ini untuk sementara waktu ini tentang sihir kepada dunia luar"kata Luna
"Baik kepala sekolah"jawab semua siswa-siswi
"Oh ya dan untuk kelas 2A yang sudah memiliki sihir kalian bisa juga belajar sambil membantu teman yang lainnya"kata Luna,lalu mereka semua berpencar sesuai dengan arahan kepala sekolah Luna,
di tempat Zee
"Ketua kau mau masuk kelas apa"tanya Wulan
"Sepertinya aku Aray tipeku tanah soalnya"kata Mona sambil menunjukkan lambang tanah di telapak tangannya
"Aku angin"kata Wulan
"Kalau begitu kau ikut penyerang saja"usul Mona di angguki Wulan
"Noriko kau?"tanya Nian Nian
"Aku api dan pasti aku akan ikut kelas penyerang dong"kata Noriko semangat
"Kalian"tanya salsa
"Kami semua penyerang Alfa"jawab Jiali
"Kalian semua"kaget salsa
"Aku tipe Aray"kata Ziya
"Ohh"kata salsa
"Kalau kau sal kau ikut kelas apa"tanya Mona
"Aku Aray karna aku memiliki sihir tipe air"kata salsa
"Sebenarnya semua tipe bisa masuk ke kelas mana saja hanya mengikuti kemauan saja"kata Ari di angguki temannya
"Kau memiliki elemen apa Ari"tanya Ziya
"Aku tidak memiliki elemen apa apa"jawab Ari jujur dan santai
"Tapi kenapa bisa masuk tim Alfa"tanya Noriko
"Dan kenapa kau bisa lolos dari tes tadi"lanjut Wulan
"Aku memiliki sihir bawaan ku sendiri,dan masalah tes itu rahasia heheheh"jawab Ari,
ya siluman sepertinya memiliki kekuatan nya sendiri seperti kemampuan khusus yang dimiliki siluman itu sendiri
"Ohhhh"paham semuanya
"Ya udah kami pergi dulu"kata Mona lalu disusul Ziya dan salsa,sedangkan Wulan dan Noriko pergi ke kelompok pak Raymond dan pak Niken,Zee dan teman temannya kemudian masuk ke kelompok yang akan di ajarkan oleh Lily
"Kalian"kata Lily sambil melihat murid murid didik barunya
"Kalian bantu saja teman teman kalian untuk hari ini,esok baru kita mulai latihan"kata Lily di angguki murid murid nya yang beranggotakan sepuluh orang,Zee,Nian Nian,Jiali,Suji,Ari,Tara,Quan,
Soren(cewe),Rey(cewe),dan Naoya (semua dari kelas 2A kecuali Suji),lalu mereka berpencar,
Zee mendekati Quan dan menyuruhnya mengikutinya ke tempat sepi
__ADS_1
"Ada apa tuan"tanya Quan
"Apa Ari tidak bisa memiliki sihir seperti yang lainnya"tanya Zee
"Tidak tuan dia adalah siluman namun walaupun begitu dia memiliki kemampuan khusus dari bakatnya sendiri"kata Quan
"Dowan,kau ingat nama itu kan"tanya Zee
"Ya si siluman rubah jelek itu"kesal Quan saat mengingat Dowan
"Apa aku juga bisa mengubah Ari seperti dia,maksudku seperti saat Agena membagi separuh elemen petirnya kepada Dowan"kata Zee membuat Quan terkejut karna Zee mengenal Agena leluhurnya sendiri
"Tuan"kaget Quan
"Hahh sudahlah kau kembali saja"kata Zee sambil berlalu
"Mungkinkah"kata Quan pelan lalu tersadar dan segera berlari kearah Zee
"Tuan"panggil Quan membuat Zee melirik kearahnya
"Ada satu cara yang aku tau selain harus membagi separuh elemen tuan"kata Quan
"Apa itu"tanya Zee
"Ubah Ari menjadi hewan pendamping mu,tapi itu tidak pernah dilakukan dewa Dewi manapun"kata Quan karna ia yakin tuannya sudah mengingat masa lalunya sehingga membahas tentang dunia atas tidaklah masalah mungkin...
"Apa seorang Dewi bisa memiliki lebih dari satu hewan pendamping"tanya Zee
"Emm setahuku hanya ratu iblis kegelapan terdahulu yang bisa melakukan itu"kata Quan pelan
"Ratu Iblis kegelapan apa?"kata Zee membuat Quan tersadar
"Ehhh apa yang aku katakan,maksudku mungkin bisa saja"kata Quan
"Tapi sebaiknya tidak usah tuan,Karna aku tidak tau seperti apa resikonya nanti maaf"kata Quan menunduk,Zee mendekat dan mengusap kepala Quan dengan lembut
"Tidak apa apa,terima kasih infonya dan kau tidak perlu sedih,aku tidak marah"kata Zee
"Terima kasih tuan"kata Quan senang setidaknya ini pertama kalinya Zee mengusapnya setelah Beratus ratus tahun lamanya semenjak ia menjadi naga
"Kembalilah"kata Zee lalu pergi ke teman-temannya
"Iya"jawab Quan lalu pergi ke pak Raymond dimana teman teman nya ada disana,Leon hanya menatapnya dengan tatapan kesal
"Quan kau yakin kau dan Zee tidak ada ikatan spesial selain sebagai teman"tanya ghai
"Tidak kenapa"tanya Quan
"Leon cemburu"kata Teo
"Diam kalian"kata Leon geram membuat teman temannya tertawa
"Sayang sekali ya"kata Quan sambil tersenyum kecil
"Apa maksudmu"tanya Leon
"Jadilah kuat sehingga kau bisa melindungi nya,karna jika kau lemah bagaimana kau akan mengalahkan musuh"kata Quan
"Tenang saja aku akan menjadi kuat dan kau adalah orang pertama yang akan merasakan sihirku"kata Leon
"Aku tunggu"kata Quan lalu mereka tos ala geng mereka dan tertawa dan langsung ditegur oleh pak Raymond dan pak Niken
Setelah mereka selesai belajar sihir berkedok sekolah umum,mereka semua pun pulang,di rumah Tetsuya ia sedang memasuki rumahnya dengan senyuman manisnya yang membuat Thosikari yang saat itu ada dirumah heran
"Tadi aku mengantar pulang Ziya kakak,dan ibunya baik"kata Tetsuya
"Oh ya syukurlah tapi ingat jaga batasan ya"nasehat Thosikari pada adiknya diangguki Tetsuya
"Oh ya kak tadi aku belajar sihir,kukira hanya sebagian orang yang memiliki sihir tapi ternyata aku memiliki nya juga"kata Tetsuya bercerita,Tetsuya tidak pernah merahasiakan apapun dari kakaknya bahkan tentang sihir yang pernah ia lihat pada tarako,dan tanggapan Thosikari hanya tersenyum kecil dan menyahuti cerita adiknya
"itu hebat Runo"kagum Thosikari
"Jika aku sudah hebat aku akan tunjukkan pada kakak"kata Tetsuya
"Kakak akan menunggu kabar itu"kata Thosikari
"Runo apa kau tidak tau jika kakakmu juga memiliki sihir"kata Lyra yang sedang rebahan di sofa sebelah sambil memejamkan matanya menutup wajahnya dengan buku
"Kakak"kaget Tetsuya membuat Thosikari menggaruk kepalanya yang tidak gatal
"Emmm"Thosikari
"Apa itu benar kak"kata Tetsuya semangat
"Iya"jawab Thosikari
"Ajarkan aku kak,setidaknya aku juga bisa melindungi kalian nantinya"kata Tetsuya
"Kakak masih agak susah jika harus mengajar kan orang lain maaf Runo"kata Thosikari
"Kenapa bisa"kata Tetsuya
"Karna dia baru saja mencoba kemarin setelah bertahun tahun lamanya mandek belajar"kata lyra lalu masuk ke kamarnya yang selama ini ia tempati dirumah Thosikari,lalu keluar sambil memberikan buku kepada Tetsuya
"Ini buku tentang sihir pelajari lah dan jangan sampai orang lain tau"kata lyra
"Karna itu buku kerajaan pleadies"batin Lyra lalu Tetsuya mengambil buku itu dan membacanya
"Lyra kau,jangan bilang kalau kau"Thosikari
"Aku meminjamkannya,tanpa buku itu mungkin aku akan mati"kata lyra sambil tersenyum kecil
"Huhhh terserah"kata Thosikari
"Sudah bacanya nanti ganti baju dulu sana"kata Thosikari lalu Tetsuya mengiyakan dan pergi ke kamarnya dan membersihkan diri,setelah itu mereka makan siang lebih tepatnya sore dan kembali ke sibukkan nya masing masing
Di kediaman Anderson Zee sedang bersiap untuk pergi ke rumah Jiali karna ada janjian dengan yang lainnya juga,Ziya mengekor dari belakang setelah meminta izin kepada Zhu
"Bagaimana kak"tanya Zee
"Boleh tapi jangan pulang larut kata ibu"kata Ziya lalu mereka menuju garasi dirumah itu namun Zee merasa ada yang aneh
"Shiro dimana mobilku"tanya Zee saat tak melihat Buggati kesayangan nya
"Ohh mobil nona sedang dibawa oleh Daniel untuk perawatan mesin"kata Shiro,melirik jam tangannya
"Akhh aku lupa"kata Zee membuat Shiro geleng kepala
"Terus gimana"tanya Ziya
"Bukankah nona juga memiliki mobil lainnya"kata Shiro merasa heran karna Zee kan bukan hanya memiliki satu mobil saja
"Tidak enak saja"jawab Zee
__ADS_1
"Emang dimakan"kata Ziya polos membuat Shiro tertawa pelan
"Ya sudahlah Shiro ambilkan kunci mobil punyaku yang lain,aku malas masuk lagi"kata Zee,Shiro lalu mengiyakan dan pergi mengambil kunci mobil nona nya dan menyerahkan kuncinya,Zee lalu mendekat ke mobil Porsche 911 miliknya yang jarang dipake itu,dan masuk kedalamnya bersama Ziya lalu pergi dari sana menuju rumah Jiali, sesampainya di gerbang rupanya Jiali sedang mengemudikan mobilnya keluar dari sana dan melaju ke rumah Nian Nian,Zee pun mengikuti mobil Jiali dan tersenyum jahil
Sedangkan dimobil Jiali ia merasa kesal karna ada mobil asing yang mengikutinya
"Siapa sih dia"kesal Jiali karna dari tadi mobil itu slalu mengikutinya
"Tapi keren juga mobilnya Porsche njir,aku aja belum punya"kata jiali sedikit iri,ia terkejut saat mobil itu menyejajarkan mobilnya dan menurunkan kaca mobilnya dan nampaknya Zee yang tersenyum menyebalkan menurutnya
"Shitt,rupanya si Cecunguk"kata jiali lalu melajukan mobilnya
Di mobil Zee
"Eratkan pegangan kakak"kata Zee lalu melajukan mobilnya mengejar Jiali dan terjadilah aksi balapan antara dua mobil sport,Lamborghini dan Porsche 911 turbo dan sampainya didekat kediaman song mereka mengurangi kecepatan mobilnya dan Jiali sebagai pemenang,dan bertepatan dengan sampainya mereka sebuah mobil Rolls-Royce phantom muncul dan masuk ke gerbang kediaman song,
Zee dan Jiali pun ikut memasuki kediaman song saat melihat gerbang itu di buka juga tidak lupa menurunkan kaca mobilnya agar pak penjaga tau mereka teman Nian Nian,sesampainya di depan rumah mereka segera turun dari mobil mereka masing masing dan juga Lily yang turun dari kursi belakang mobil Rolls-Royce tadi
"Sore bibi"sapa Zee,Ziya dan Jiali
"Kalian datang juga ayo masuk"ajak Lily lalu mereka berempat masuk
"Tunggulah disini atau pergi ke kamar Nian"kata Lily lalu pergi ke kamarnya,mereka memilih menunggu di sofa dan pelayan di sana menawarkan minuman,beberapa menit Nian Nian turun dengan Lian Lian yang sudah segar
"Kak Lian Lian tidak bekerja"tanya Ziya
"Bekerja tapi hanya sebentar,ibu bilang kita akan belajar sihir mulai hari ini"kata Lian Lian
"Ohhh begitu rupa nya"kata Ziya,lalu Lily keluar dan turun
"Ayo kebelakang"ajak Lily,lalu mereka ke taman belakang rumah song dan berlatih disana selama beberapa jam
"Ziya kau semakin hebat teruskan"kata Lily saat melihat anak Zhu itu sedang mengendalikan elemen angin,setalah beberapa jam mereka lalu istirahat
"Besok kalian kemari lagi oke"kata Lily
"Emm bibi seperti nya aku tidak bisa"kata Zee membuat teman temannya heran
"Kenapa"tanya Nian Nian
"Emm rahasia yang jelas ini penting"kata Zee
"Aku juga tidak bisa Bu,kan aku harus datang ke jumpa pers ZL"kata Lian Lian
"Baiklah"kata Lily,setelah beberapa menit mereka pun pulang dan istirahat
Malamnya setelah makan malam keluarga Anderson sedang berkumpul di ruang keluarga,Zhu dan Ziya yang sedang nonton TV,logan yang sibuk dengan laptopnya dan Zee yang sedang bermain hp,seperti sibuk sendiri sendiri namun jika ada yang bertanya tetap mereka jawab seperti sekarang
"Ayah apa kau sesibuk itu"tanya Ziya
"Tidak juga ayah hanya sedang mengecek email tentang kerja sama dengan ZL"kata logan
"Tadi kak Lian Lian juga membahas tentang ZL,apa ayah akan pergi juga ke jumpa pers seperti kak Lian Lian"tanya Ziya
"Iya ayah di undang jadi harus datang dong"kata logan
"Apa ibu ikut"tanya Ziya lagi
"Ibu tidak ikut kak,kan hanya jumpa pers jika ulang tahun perusahaan ZL lah baru ibu ikut"kata Zhu
"Apa kami boleh ikut Bu saat ulang tahun perusahaan ZL itu"tanya Ziya antusias
"Tentu saja boleh"kata Zhu
"Zee kau dengar"kata Ziya
"Hah apa"kata Zee
"Ckk kau ini"kata Ziya kesal
"Maaf kak bisa katakan lagi heheheh"kata Zee sambil menyimpan hpnya
"Ulang tahun perusahaan ZL kita boleh ikut"kata Ziya mengulangi perkataan nya lagi
"Ohhh"kata Zee membuat Ziya kesal lalu mendekat dan menggelitik nya
"Ahahah kakak cukup geli ahahah"tawa Zee pecah sedangkan Zhu dan logan hanya menonton saja sambil sesekali ikut tertawa
"Sudah sudah,ini sudah malam ayo tidur"kata Zhu melerai mereka berdua lalu mereka pun berpisah dan tidur
Paginya semua bersiap untuk sekolah namun tidak dengan Zee,dengan seribu satu alasan dia berhasil membuat dirinya izin sekolah dan bersiap untuk pergi ke perusahaan setelah logan dan Zhu pergi, sesampainya di perusahaan ia disambut oleh karyawan nya,oh ya walaupun mereka sudah tau jika orang didepannya adalah pemimpin mereka namun mereka tidak bisa melihat wajah Zee,karna selama ini Zee slalu mengenakan topeng jika ke kantor,jadi mereka tau jika Zee adalah pemimpin nya karna hanya dia seorang yang memakai topeng di perusahaan,kadang karyawannya juga penasaran bagaimana rupa pemimpin mereka yang misterius itu,
namun satu yang harus mereka jaga yaitu rahasia identitas pemimpin mereka yang merupakan seorang gadis bukanlah kakek kakek tua seperti yang di rumorkan,kenapa bisa ada rumor seperti itu,karna saat awal peresmian Zee tidak hadir dan muncul di publik karna suatu alasan namun rumor tetaplah rumor yang dapat membuat seseorang menganggap itu nyata,karna mereka lebih mengandalkan telinga dan mulut dari pada mata,
di ruangannya Zee sedang mengecek dokumen dokumen penting milik perusahaan nya lalu Ryuga pun datang
"Bos acaranya sebentar lgi,semua tamu dan wartawan sudah berada di tempatnya"kata Ryuga
"Hemmm aku akan datang sebentar lgi"jawab Zee lalu Ryuga pun pergi dari sana,setelah selesai Zee mengenakan jasnya dan keluar dari ruangannya menuju ruangan jumpa pers yang ia adalah untuk mempromosikan produk baru ZL dalam bidang teknologi
Di ruang jumpa pers Ryuga sedang memberikan beberapa kata untuk tamu undangan dan para wartawan
"Sebelumnya kami berterima kasih banyak kepada para tamu dan wartawan karna telah memenuhi undangan kami,seperti yang tertulis di undangan bahwa hari ini kami akan mengumumkan peluncuran produk baru kami dalam bidang teknologi berupa robot AI tipe Xt-4 untuk membantu penyembuhan paranoid ataupun teman bermain manusia"kata Ryuga
"Dan seperti yang kalian lihat beberapa pekan yang lalu bahwa kami telah berhasil meluncurkan produk game virtual dan disambut positif oleh masyarakat,kami berharap robot ini juga di sambut baik oleh semua nya"lanjut Ryuga
"Tuan Ryuga apakah pemimpin ZL akan datang ke peluncuran produk baru ini"tanya salah satu wartawan
"Iya,hari ini untuk pertama kalinya pemimpin kami akan memunculkan dirinya pada publik"kata Ryuga membuat para tamu dan wartawan heboh
"Seperti yang kalian duga bahwa kalian pasti menerka nerka siapa pemimpin kami,kenapa identitasnya sangat misterius dan tidak dapat dilacak,bahkan kalian pasti pernah berfikir kenapa saat peresmian perusahaan kenapa pemimpin nya tidak datang,karna suatu alasan bos kami tidak dapat hadir saat itu dan siapa sangka malah membuat munculnya rumor aneh bahkan ada yang mengatakan hal negatif tentang ZL dulunya,dan siapa yang menduga bahwa kami telah sampai pada saat ini"kata Ryuga sedikit membuka kedok para wartawan yang menyebarkan rumor palsu di tahun awal ZL berkarir dalam dunia bisnis,membuat sebagian wartawan terdiam dan hanya bisa menyembunyikan rasa malunya dengan menunduk
"Banyak berita simpang siur tentang pemimpin kami,ada yang bilang dia adalah kakek tua yang sudah berpengalaman dalam bisnis,ada yang bilang adalah pemuda yang loyal dalam bekerja,bahkan ada yang menduga bahwa dia adalah wanita yang sudah berkarir selama bertahun tahun padahal ZL baru empat tahun berdiri"kata Ryuga di setujui semuanya
"Baiklah dari pada membuat kalian mati penasaran saya akan persilahkan pemimpin kami untuk menunjukkan dirinya"kata Ryuga lalu segera menyingkir ke samping,
setelahnya Zee datang dengan anggun namun tegas dalam bersamaan jangan lupa dengan topeng yang melekat di wajahnya benar benar memberikan kesan misterius,wartawan dan semua tamu yang baru pertama kalinya melihat pemimpin ZL langsung terkejut,bagaimana bisa pemimpin perusahaan terbesar yang menduduki puncak Piramida bisnis adalah seorang gadis muda,ya walaupun Zee menggunakan topeng namun visualnya tidak bisa bohong,tanpa berlama lama wartawan langsung berlomba lomba mendapatkan foto sang pemimpin ZL dengan sangat semangat seolah mereka berebut berlian didalam lumpur ANJAY
"Ehem"dehem Zee membuat semuanya diam namun tetap dengan siap siaganya para wartawan pastinya
"Selamat siang semua,saya Z pemimpin sekaligus pemilik perusahaan ZL"kata Zee
***dan saya z'las🤭
oke sampe sini dulu ya
seru lanjut
sorry kalo berantakan
♥️***
//////
__ADS_1