Magic Blood

Magic Blood
chapter 70 episode khusus


__ADS_3

jangan di skip


Lanjut


//Ini episode khusus//


***


Di kastil di tengah pulau Huang Zhong muncul di depan ayahnya lalu terjatuh kesakitan,Huang Tian yang melihat itu segera mendekat


"Apa yang terjadi"tanya Huang Tian


"Akhh....ayah...sakit sakit sekali ayah"kata Huang Zhong sambil berusaha menekan tangan kirinya yang mulai menghitam,Huang Tian mencoba mentransfer sihirnya untuk membantu meringankan beban anaknya,namun sihir itu seperti menghilang entah kemana


"Sialan"teriak Huang Tian marah membuat sebagian anak buahnya yang ada di dekat sana gemetar ketakutan


"Gounan...Arka...kunzait"panggil Huang Tian lalu muncul tiga lingkaran hitam didepannya dan muncul tiga pria dengan tudung di kepala nya lalu hormat pada Huang Tian


"Hormat yang mulia"salam mereka bertiga


"Bawa Zhong Wei ke lembah vulkan pastikan dia selamat"kata Huang Tian


"Baik yang mulia"jawab mereka bertiga lalu membawa Huang Zhong yang sudah pingsan akibat sakit yang tak tertahankan


"Tunggu pembalasan ku para dewa aku akan membuat kalian hancur"teriak Huang Tian dengan keras


"Akhhhh kalian harus mati"teriak Huang Tian membuat para burung kabur dari pohon pohon ANJAY


*"*


Sedangkan di kastil lainnya tepatnya di kastil milik Huang Zhong tinggal Wendy sedang menatap langit dengan gundah


"Kemana Huang pergi kenapa dia tidak kembali...apa selama itu"kata Wendy


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Masih ingat kan siapa Wendy?


Jangan bilang dah lupa😒


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"""


Huang Tian sedang duduk di singgasananya


"Zhing Jey"panggil Huang Tian lalu pria dengan tudung kepala lainya datang


"Ya yang mulia"jawab Zhing Jey


"Apa yang dilakukan Zhong saat tidak bersamaku"tanya Huang Tian


"Dia melakukan tugas yang diberikan oleh yang mulia"jawab Zhing Jey


"Begitu"kata Huang Tian sambil melirik Zhing Jey


"Lalu"lanjut Huang Tian membuat Zhing Jey gemetar ketakutan


"Tidak ada lagi yang mulia"kata Zhing Jey membuat Huang Tian tersenyum miring


"Jawab atau mati"kata Huang Tian membuat Zhing Jey terkejut


"Di...dia juga membawa manusia ke kastilnya yang mulia"jawab Zhing Jey dengan takut


"Maaf pangeran saya ingkar janji"batin Zhing Jey


"Manusia"kata Huang Tian


"Be...benar yang mulia"jawab Zhing Jey


"Kembali dan jaga Zhong Wei sampai ia sembuh"perintah Huang Tian


"Baik yang mulia"jawab Zhing Jey lalu menghilang dari sana


"Kau sudah berani membohongi ayahmu sendiri Zhong Wei"kata Huang Tian


"Kita lihat manusia seperti apa yang membuat mu bersusah payah menyembunyikan nya dariku"kata Huang Tian sambil tersenyum jahat


"Dan aku tidak sabar melihat reaksinya saat melihat manusia nya tinggal kulit dan tulang saja ahahaha.....sudah lama sekali"kata Huang Tian lalu tertawa keras,dia lalu menyuruh sepuluh anak buahnya untuk ikut bersamanya pergi ke kastil anaknya


*"*


Di kastil Huang Zhong


"Akhh Huang sialan"teriak Wendy dengan kesal


"Dasar penipu...pria buruk...brengsek..gx tau malu beraninya kau membohongi ku"kata Wendy


"Ini sudah hari ketiga tapi kau gx datang emang sepenting apa sih"kesal Wendy sambil berlalu menuju ruang dapur yang beberapa Minggu ini di buat atas permintaan Wendy yang bosan tinggal di kastil besar yang sangat sepi ini hanya mereka berdua dan beberapa pengawal milik Huang Zhong saja,dan ingat ini di pulau tak berpenghuni jadi wajar saja jika Wendy bosan mana gx bisa main sosial media dengan hpnya kendala sinyal,bukannya ia tidak bisa pergi dengan teleportasi melainkan sihirnya tidak bisa melakukan itu.


Oke lanjut


Karna kesal menunggu dan itu membuatnya lapar dia kemudian mengambil bahan bahan makanan dan mulai memasak.


Sedangkan di luar kastil Huang Tian sudah sampai dan masuk dengan diikuti pengawalnya,sampai di sebuah lorong mereka mendengar suara bising dan bau harum dari sebuah ruangan


"Kalian tunggu diluar"perintah Huang Tian lalu ia berjalan masuk kedalam ruangan itu.


"""


Wendy sedang meletakkan piring di atas meja sampai gerakannya terhenti saat seseorang masuk tanpa permisi kedalam ruangan itu,Wendy melirik pria tersebut dan tersenyum senang


"Huang Zhong kau kembali"teriak Wendy dan tanpa sadar berlari dan memeluk pria itu dengan erat membuat pria itu terdiam dengan serangan mendadak dari Wendy.


Wendy kemudian melepaskan pelukannya dan memukul kepala pria itu


Plak...


Pria itu terkejut dengan keberanian Wendy yang Dengan lancangnya memukul kepalanya


"Dasar penipu kau bilang akan pergi sebentar"kesal Wendy sedangkan si pria menatapnya tajam membuat Wendy ciut


"Ck maaf maaf reflek....gitu aja marah"kata Wendy pelan


"Ayo duduk aku lapar...kau lapar kan....akh aku lupa kau mana mau makan dari tangan manusia ini iya kan"kata Wendy


"Dah basi"lanjutnya lalu mendekat ke meja lain sambil membawa hasil masakannya


"Aku akan makan,jika kau tidak lelah berdiri saja terus"kata Wendy lalu makan makanannya.


Pria itu menatap Wendy dengan kesal


"Jadi ini manusia nya..."kata pria itu yang ternyata Huang Tian bukan Huang Zhong...karna wajah mereka sedikit mirip sehingga Wendy mengira Huang Tian adalah Huang Zhong,hanya saja Huang Tian terlihat lebih tinggi dan aura nya lebih gelap dari Huang Zhong dan dia juga terlihat lebih dewasa pastinya,mereka terlihat seperti kakak beradik dari pada ayah dan anak.


Oke lanjut...


Dia tiba tiba terkejut saat Wendy menariknya mendekat ke meja dan ia di paksa duduk di salah satu kursi di sana


"Kau"teriak Huang Tian


"Husssttt diam....harusnya aku yang marah karna kau ingkar janji kenapa malah kau yang kesal"kata Wendy


Mengambil piring berisi makanan dan meletakannya di depan Huang Tian

__ADS_1


"Sebagai hukuman kau harus makan masakan manusia ini"kata Wendy membuat Huang Tian menatapnya tajam


"Kau....happ"Huang Tian terhenti saat sesuap makanan masuk ke mulutnya


"Kau tidak akan mati dengan masakan ku tenang saja"kata Wendy dengan perasaan bangga telah menjahili Huang Tian yang dikiranya Huang Zhong itu


Huang Tian awalnya hendak memuntahkan makanan itu namun ia langsung terdiam saat merasakan makanan tersebut


"Ini...."batin Huang Tian


"Bagaimana enak kan tentu saja...sudah kubilang sejak lama ini adalah makanan terenak tapi kau mengeyel mengatakan apapun yang dibuat manusia selalu bikin mual....aku sebagai manusia tersinggung tau"kata Wendy sedangkan Huang Tian hanya diam...tanpa sadar dia mengambil sumpit di tangan Wendy dan mengambil makanan di piringnya membuka Wendy tersenyum kecil dan kembali ke tempat duduknya dan makan kembali.


Setelah agak lama Huang Tian tersadar dan berdiri dengan cepat lalu melempar piring berisi makanan tersebut ke lantai hingga pecah berantakan.


Pranggg......


Wendy tentu saja terkejut dengan hal itu


"Huang Zhong apa yang kau lakukan"teriak Wendy


"Beraninya kau memberikan ku sampah seperti itu"kata Huang Tian dengan dingin


"Jika kau tidak suka kenapa dimakan...dan itu bukanlah sampah sialan"teriak Wendy


"Kau berteriak padaku kau sungguh minta mati makhluk rendah"kata Huang Tian


Mendekat lalu mencekik leher Wendy dengan keras membuat Wendy kesakitan dan susah untuk bernafas


"Hu..Huang apa yang ka...kau lakukan...lepaskan...aku susah bernafas"kata Wendy dengan pandangannya yang semakin gelap dan dia pun pingsan,Huang Tian melepaskan pegangannya membuat Wendy terkulai ke lantai dengan mengenaskan,Huang Tian sekilas terlihat terkejut dengan apa yang ia lakukan namun kemudian ia tersadar


"Dia hanya manusia Tian sadarlah"batin Huang Tian


"Kuroto"panggil Huang Tian lalu salah satu anak buahnya datang dan terkejut melihat ruangan yang berantakan dengan sosok yang terkulai di lantai


"Ya yang mulia"jawab kuroto


"Pastikan manusia itu hidup"kata Huang Tian sambil berlalu membuat kuroto terkejut dengan perkataan raja nya,sejak kapan Huang Tian memiliki perasaan iba pada manusia.


Karna takut pada raja nya dia bergegas membopong Wendy dan membawanya ke ruangan milik Wendy mengikuti Indra penciuman nya,dia mentransfer sihirnya pada Wendy agar membaik kemudian dia pergi dari sana dengan pandangan yang rumit.


***


Di lembah vulkan Huang Zhong sedang di rendam dalam air hitam dengan dipenuhi aura hitam dan jahat yang pekat


"Zhing Jey"panggil Huang Zhong pelan,Zhing Jey muncul di depannya dan hormat


"Kau tidak memberitahu ayahku tentang Wendy bukan"tanya Huang Zhong membuat Zhing Jey terdiam dan menunduk


"Maaf pangeran"kata Zhing Jey


"Brengsek kau Zhing Jey"kata Huang Zhong lalu memaksakan diri untuk berdiri dari sana membuat Zhing Jey panik


"Gounan,Arka,kunzait"panggil Zhing Jey sambil berusaha menahan Huang Zhong agar tidak keluar dari kolam air hitam tersebut


"Lepaskan aku...aku harus bertemu dengan Wendy"teriak Huang Zhong sambil berusaha keluar,


Gounan,Arka,dan kunzait muncul lalu membantu Zhing Jey menahan Zhong Wei


"Maaf pangeran kau tidak boleh meninggalkan kolam air hitam ini sebelum sembuh kembali"kata gounan lalu mengeluarkan sihir penenang membuat Zhong Wei lemas


"Jangan sakiti Wendy"kata Huang Zhong lalu pingsan kembali.


Mereka berempat kemudian membenarkan posisi duduk Zhong Wei dan menjaganya


"Aku heran apa yang berharga dari manusia bernama Wendy itu"heran kunzait


"Iya sampai sampai pangeran kehilangan akal seperti itu"lanjut gounan


"Yang jelas dia adalah manusia yang tidak boleh kalian sentuh"kata Zhing Jay


"Pasalnya wajah manusia itu sama persis seperti....."batin Zhing Jey,sekilas wajahnya terlihat sendu namun kembali datar seperti semula.


*"*


Di kastil Huang Tian dia sedang duduk sendirian dengan menatap hutan gelap di luar kastil


"Kenapa dia mirip sekali dengan mu"batin Huang Tian


"Tidak...tidak ada orang yang bisa menyamai mu tidak seorang pun"kata Huang Tian


"Fokus Tian tujuan mu adalah melenyapkan para dewa dan menguasai ketiga dunia"tekat Huang Tian lalu pergi dari sana


"""


Dikamar Wendy terbangun dari pingsan nya dan menatap sekitar


"Uhh leherku sakit sekali"kata Wendy pelan lalu menyenderkan tubuhnya ke belakang sambil meraba lehernya yang sakit.


"Ini perasaan ku saja atau memang Huang lebih menakutkan dari biasanya ya....seperti bukan dirinya tapi jelas sekali dia Huang Zhong"kata Wendy


"Hahh lihat saja kau...aku tidak akan diam saja...kau merendahkan manusia maka lihatlah apa yang bisa dilakukan manusia ini....tak apa nyawaku jadi taruhannya tapi setidaknya aku tidaklah lemah"batin Wendy lalu bangkit dan pergi dari sana.


Sesampainya di pintu dan membukanya ia di kejutkan dengan seseorang yang sedang berdiri di luar kamarnya seperti sedang menjaganya?


"Apa yang kau lakukan disini"tanya Wendy membuat kuroto terkejut dan menatap Wendy


"Ahh nona kau sudah sadar"kata kuroto dengan cepat menunduk kembali


"Kau siapa"tanya Wendy


"Saya kuroto saya ditugaskan untuk menjaga anda nona"kata kuroto


"Aku gx perlu penjaga"kata Wendy sambil berlalu dan tentunya diikuti oleh kuroto membuat Wendy kesal


"Jangan ikuti aku"kesal Wendy namun kuroto hanya diam saja


"Ck awas kau diam disana"kata Wendy dengan sengit lalu berjalan kembali namun kuroto tetap mengikutinya seperti anak ayam membuat Wendy geram dan mengeluarkan sihir tanahnya sehingga mengunci pergerakan kuroto membuat kuroto terkejut dengan keberanian Wendy


"Kalau aku bilang jangan ikuti maka jangan"kesal Wendy lalu berlari menjauh.


Kuroto menatap tubuhnya yang di kubur oleh tanah namun percayalah sihir itu tidak ada apa apanya pada tubuhnya namun entah mengapa dia malah diam.


"Bahkan sikapnya..."kata kuroto


Akhirnya dia memilih untuk mengikuti Wendy secara diam diam dan menghilang dari sana


Di sudut arah seseorang tersenyum kecil saat melihat kejadian itu dan seketika dia tersadar kembali


"Apa yang aku lakukan disini"herannya lalu pergi dari sana.


"""


Wendy berlari ke luar kastil dan bertemu dengan kesepuluh pengawal yang mengikuti Huang Tian,Wendy sedikit terkejut melihat rupa makhluk didepannya ada yang seperti biasa dan ada yang menyeramkan...


Sedangkan para pengawal Huang Tian mereka tidak bisa tidak terkejut saat melihat manusia didekat mereka namun bukan itu yang membuat mereka terkejut melainkan...


"Ratu Samantha"kaget mereka semua membuat Wendy bingung


"Nona tunggu"teriak kuroto membuat Wendy tersadar dan menatap kuroto yang sedang berlari ke arah merek


"Akhh shittt"umpat Wendy lalu berlari kembali ke luar halaman


Sedangkan kuroto berhenti sebentar menatap teman temannya yang memasang wajah konyol

__ADS_1


"Hehh kendalikan wajah kalian"kata kuroto sambil tersenyum miring lalu berlari kembali


"Nonaaa"teriak kuroto sambil berlari...entah kenapa padahal ia bisa saja berteleportasi namun dia lebih memilih berlari mengejar Wendy...terlihat kekanakan baginya namun itu membuat nya Dejavu dan sedikit nostalgia untuk nya


"Itu...tadi"salah satu pengawal Huang Tian tersadar dan menatap teman temannya yang juga terkejut


"Mirip sekali dengan ratu"kata Jun-Jey


"Kau benar"Yun-Jay,Jun dan Yun adalah pengawal kembar Huang Tian dan mereka merupakan iblis dengan tingkatan menengah,memiliki rupa seperti manusia


"Kau lihat bagaimana sikap kuroto tadi"kata Kamiki


"Hehh dia menganggap kita konyol tapi lihatlah dia,lebih kekanakan dibanding kita"kata Kamiki pria dengan badan kekar dan tanduk di kedua sisi kepalanya selain itu tubuhnya sama seperti manusia


"Tidak bisa di pungkiri...kurasa dia hanya ingin mengenang masa lalu"kata Dayron,


pria bertudung dengan perawatan atletis namun hanya memiliki satu tangan kanan saja


"Kau benar bagaimana pun walau dia menyembunyikan ekspresi nya aku yakin seratus persen jika manusia itu mengingatkan nya pada adiknya"kata Kamiki


"Tapi bukankah ratu Samantha bukan adik kandung kuroto"kata Yun-Jay


"Benar...kuroto adalah ras rubah malam sedangkan ratu Samantha adalah ras iblis...walaupun memiliki roh yang lemah"kata Jun-Jey


"Hentikan kebiasaan gosip kalian"kata Frank salah satu pengawal misterius yang sedari tadi diam bersama lima pengawal lainnya


"Bilang saja kau penasaran Frank tidak usah mengelak"kata Jun-Jey


"Diam yang mulia sedang menuju kemari"kata Frank membuat semuanya kembali fokus dan berhenti bergosip


___________________________________


Laki laki kalo udah ngegosip lebih mengerikan dari wanita ya


___________________________________


Huang Tian pergi dari kastil diikuti oleh sepuluh pengawal pribadinya kembali ke kastil pribadi miliknya,jika kastil milik Huang Zhong adalah kastil di ujung pulau tempat kota vander di hancurkan oleh Huang Zhong,maka lain dengan kastil Huang Tian yang berada di tengah pulau dan terisolasi dari dunia luar dan tak tersentuh sama sekali oleh manusia luar,nama kastil Huang Zhong adalah kastil (Biar) sedangkan kastil milik Huang Tian adalah kastil Demencial.


***


Oke lanjut


Setelah Huang Tian pergi kastil kembali kosong karna hanya beberapa pengawal milik Huang Zhong saja yang berjaga sisanya berpencar di seluruh kota.


*"*


Di tempat Wendy dia berlari ke arah danau yang lumayan dekat dengan kastil dan membiarkan rambut panjangnya yang tergerai tersapu angin,selama persembunyian ia jadi jarang merawat rambutnya seperti dulu,entah kenapa dia merasa bodoh sendiri,jika ia tau akan berujung seperti ini maka dia pasti akan berfikir dua kali,tapi sudah terlambat dia adalah buronan sekarang dan kembali ke rumah orang tuanya akan membahayakan dirinya dan juga orang tuanya juga,dia benar benar rindu dengan ayah dan ibu tirinya,sudah hampir satu tahun dia berpisah dengan mereka entah apa kabar mereka sekarang dia berharap kedua orang tuanya sehat selalu.


"Ayah...maaf mengecewakan mu"kata Wendy pelan bahkan terdengar seperti berbisik


"Ibu maaf aku mengingkari janji kita"kata Wendy sambil menatap danau dengan wajah sendu.


Entahlah mungkin karna semakin tumbuh dewasa semakin besar pula pola pikir nya dan membuat nya sadar...mungkin?


"_"


Secuil kisah keluarga Wendy,ayah dan ibu kandungnya membesarnya dengan penuh kasih sayang sampai saat umurnya yang ke sepuluh tahun ibunya harus pergi untuk selamanya karna sakit,ibunya pernah berpesan untuk menjadi anak yang baik dan buat ayah bangga,jangan menjadi nakal dan pembangkang,namun janji itu hanya menjadi janji tanpa bisa di jalankan,dia menjadi seseorang yang tidak pernah di bayangkan,mungkin karna terlalu di manja oleh sang ayah atau karna faktor lingkungan.


Ayah Wendy menikah kembali saat usia Wendy lima belas tahun dan ibu tirinya sangat baik padanya,awalnya dia berfikir ibu tiri nya adalah orang jahat dan membuat nya di usir seperti di novel novel...namun nyatanya tidak ibu tirinya sangat baik dan menyayanginya,sayang sang ibu tiri tidak bisa memiliki anak sehingga Wendy menjadi anak satu satunya dari keluarga Cath,merasa kesepian karna tidak memiliki saudara itulah kenapa membentuk sifat arogan Wendy selama ini,dan selanjutnya ya kalian tau sendiri kan...obsesinya terhadap Leon membuat keluarga nya hancur dan terpecah.


***


"Hiks...hikss"tanpa sadar Wendy meneteskan air matanya yang semakin lama semakin deras dan membuat nya seseguhan


"Hiks...ayah...ibu...maaf"kata Wendy sambil berjongkok menutupi wajahnya,menangis sejadi jadinya menyesali perbuatannya.


Tanpa dia sadari seseorang menatapnya dari jauh dengan sendu,dia adalah kuroto,pengawal pribadi Huang Tian yang berganti tugas menjaga Wendy karna suruhan sang raja,namun disinilah dia menjadi saksi atas penyesalan seorang gadis yang masih labil menurut nya,ia hanya bisa diam ditempat nya sambil mendengarkan tangisan menyayat dari Wendy,


perlahan dia mendekati Wendy yang masih berjongkok,ia ikut menunduk dan menyamakan tubuhnya dengan Wendy,tangannya terulur untuk mengusap rambut Wendy yang seketika tersadar dan menatap kuroto dengan wajah basahnya,kemudian air mata Wendy kembali mengalir dan tanpa sadar memeluk kuroto dan menangis di dalam pelukannya,kuroto hanya tersenyum dan mengusap punggung Wendy untuk menenangkan nya,anggaplah dia seperti kakak yang tidak tega melihat adiknya bersedih,dan untuk Wendy?


Dia merasa jika kuroto tidaklah berbahaya dan tidak akan macam macam dengan nya juga dia butuh sandaran untuk meluapkan emosi nya yang selama ini ia pendam.


*"*


Setelah beberapa saat


"Maaf"kata Wendy setelah sadar dan merasa bersalah pada kuroto


"Tidak papa"kata kuroto


"Oh ya jangan kasih tau ke Huang ya tentang tadi"kata Wendy dengan gestur mengancam yang sama sekali tidak mengancam bagi kuroto, membuat kuroto tersenyum kecil


"Baiklah"jawab kuroto


"Huang?....hehehe dia memang mirip sekali dengan mu"batin Kuroto


Wendy segera berdiri,setelah mencuci mukanya dia kembali mendekat


"Oh ya kau siapa...dan kenapa kau mengikuti ku terus"tanya Wendy


"Saya sudah memberitahu nya nona"kata kuroto sedikit gemas


"Iyakah...aku lupa hehehe"kekeh Wendy membuat Kuroto tersenyum


"Saya Kuroto...saya akan menjaga nona mulai sekarang"kata kuroto


"Memangnya Huang kemana"tanyanya


"maksudnya Huang Zhong....ehem dia sedang dalam tugas"kata kuroto sedikit gugup


"Tugas....jadi dia pergi lama karna tugas"kata Wendy pelan


"Siapa yang memberikan tugas itu apa raja kalian"tanya Wendy


Dia mungkin berani tapi dia tidak bodoh oke


"Benar sekali nona"jawab kuroto


"Jangan panggil aku nona...kau terlihat hanya tua beberapa tahun dariku panggil saja Wendy dan aku akan memanggil mu kakak bagaimana"tanya Wendy membuat Kuroto terdiam dengan perkataan tersebut....perkataan yang sama yang di ucapkan oleh ratu Samantha saat bersamanya.


_____________________________________


("Jangan ikuti aku..kau bukan budak lagi,kau bebas...pergilah")kata Samantha saat masih remaja,dia pergi ke pasar budak untuk melepaskan para tawanan iblis yang kebetulan membawa kuroto remaja yang saat itu masih siluman tingkat rendah


"Izinkan aku ikut dengan mu nona saya hanya akan setia pada anda"kata kuroto


"Emmm...aku gx mau kamu jadi pengawal ku"kata Samantha lalu ikut berjongkok mendekati kuroto yang sedang membungkuk hormat padanya


"Jadilah keluarga ku"pinta Samantha


"Kau terlihat tua beberapa tahun jadi panggil aku Samantha saja...dan aku akan memanggil mu kakak mulai sekarang....ini perintah"kata Samantha


Dan kuroto menyanggupinya,menjaga dan menyayangi Samantha seperti adik kandung dan berlajar menjadi kuat sampai dia pantas di mata adiknya,dan akan menjadi perisai nya sampai akhir.


____


***jadi ada kemungkinannya klo Wendy itu


reinkarnasi dari ratu Samanta atau


emang cuma mirip


ikuti aja terus

__ADS_1


Jangan lupa like***


__ADS_2