
***lanjut kuy
like dulu say***
_______&&_______
"Ahahah tapi aku senang sekali akhirnya saingan ku berkurang salahkan dirimu sendiri kenapa kau mengganggu leonku"kata Wendy samping menatap plafon kamarnya dimana terdapat banyak sekali foto Leon entah itu ia foto dari dekat ataupun jauh,sepertinya ia benar benar terobsesi dengan Leon bahkan bantal miliknya ada gambar leonnya juga,ia lalu merebahkan tubuhnya sambil memeluk bantal leonnya.
"Leon sebentar lagi kau akan menjadi milikku"kata Wendy lalu tertawa senang dikamarnya sendiri
***
Di rumah sakit Lily bertemu dengan Zhu di rooftop
"Apa maksudmu jika ini ada hubungannya dengan sihir"tanya Zhu
"Yeol,aku menyuruhnya untuk menggunakan sihir dan ia tidak bisa menggunakannya"kata Lily membuat Zhu terkejut
"Bagaimana bisa"tanya Zhu
"Sepertinya Zee terkena air penenang dari pohon perak"kata Lily
"Air pohon perak"kaget Zhu
"Hemm kau tau kan jika kita meminum atau terkena air tersebut maka kita tidak akan bisa menggunakan sihir selama beberapa Minggu"kata Lily diangguki Zhu
"Lalu apa hubungannya dengan anakku"tanya Zhu
"Sepertinya seseorang menggunakan air tersebut untuk menghilangkan sihir dalam diri Zee untuk sementara waktu dan ia menggunakan kesempatan itu untuk melukai Zee"kata Lily
"Sialan jadi yang melukai Zee adalah orang yang mempunyai air pohon perak tapi bukankan pohon itu sudah tidak ada lagi bahkan tempatnya saja sudah tidak ada yang tau"kata Zhu
"Hemm entahlah"bingung Lily juga
***
Beberapa Minggu kemudian Ziya sedang tertidur di sofa rumah sakit setelah mengajak adiknya mengobrol walaupun tidak ada jawaban
"""
di ranjang jari Zee bergerak dan perlahan ia membuka matanya,berusaha menyesuaikan penglihatannya dan akhirnya ia bisa melihat dengan jelas dimana ia sekarang berada dirumah sakit,ia melirik ke sebelah dimana terdapat Ziya yang tertidur lalu melirik ke plafon
"Aku"batin Zee
"Hidup"lanjutnya tersenyum kecil dan berusaha mengumpulkan tenaga untuk berucap namun itu hanya sia sia tenaganya masih belum pulih kembali
"Sakit sekali"batin Zee saat merasakan sakit di perutnya,ia pun menyadari ternyata sihirnya belum kembali jadi rasa sakitnya tidak bisa ia redam dengan sihir cahaya miliknya,menatap sekeliling dan ide gila pun muncul di otak nya
"Aku memang jenius"batinnya lalu menahan nafasnya sampai alat bantu pernapasan menunjukkan angka mundur secara perlahan dan saat angkanya mencapai nol
Tiiiitttttttt.....
Bunyi monitor dari alat bantu pernapasan berbunyi tanpa putus putus membuat Ziya terbangun dan berlari mendekat
"Tidak tidak tidak"teriak Ziya
"Zee jangan tinggalkan kakak"teriak Ziya lalu memeluk tubuh adiknya
"Ugh"keluh Zee
"Ehh"heran Ziya lalu
Tit..tit...tit...
Bunyi monitor kembali putus putus dan angkanya kembali naik,Ziya menatap adiknya yang sudah membuka matanya dan tersenyum kecil kepadanya,Ziya bahkan mendekati wajahnya dan mencubit pipinya
"Aww sakit"keluh Ziya lalu tersadar
"Zee kau....kau bangun"kata Ziya lalu memeluk adiknya perlahan dan menangis bahagia
***
Sedangkan di sekolah tensius logan sedang melakukan jumpa pers untuk menjelaskan permasalahan yang terjadi dua Minggu ini
"Seperti yang sudah kalian ketahui jika ada sebuah kabar bahwa terjadi kasus percobaan pembunuhan di tensius dan itu benar adanya"kata logan membuat wartawan heboh
"bagaimana pendapat anda tuan tentang reputasi sekolah tensius di masyarakat umum yang menurun tuan logan"tanya wartawan
"ku akui saya pun pasti takut jika memiliki anak yang bersekolah di sekolah yang memiliki kasus besar seperti ini"kata logan
"Tapi saya akan usahakan untuk yang terbaik dan saya akan berjuang untuk menangkap pelaku tersebut karna bagaimanapun ini sudah mencoret nama baik sekolah yang notabenenya adalah rumah berilmu"kata logan di angguki para wartawan
"Lalu pak logan bolehkah kami mengetahui siapa korban tersebut dan sekarang bagaimana keadaannya"tanya wartawan dan langsung membuat wartawan lain menunggu nunggu jawaban dari logan,wajah logan pun berubah menjadi sedih
"Dia selamat namun masih belum sadarkan diri"kata logan sedih lalu mengusap air matanya yang lolos begitu saja
"Apakah bapak merasa bersalah kepada keluarga korban sampai bapak menangis"tanya wartawan
"Sangat sangat"kata logan lagi lagi merasa gagal menjadi seorang ayah
"Jika boleh kami tau siapa korban tersebut pak"tanya wartawan
"Dia anakku sendiri Zeena"kata logan membuat wartawan terkejut bukan main,rupanya korban dari percobaan pembunuhan tersebut adalah anak pemiliknya sendiri
"Ja..jadi korban percobaan pembunuhan tersebut adalah anak dari pak logan sendiri"kaget wartawan diangguki logan
"Iya karna itu saya merasa sangat sedih saya merasa sangat gagal menjadi seorang ayah"kata logan,ia bisa memimpin dan menjaga banyak perusahaan namun menjaga keluarga nya ia masih saja kecolongan
"Maaf jika pertanyaan saya tadi menyinggung pak"kata salah satu wartawan yang tadi bertanya merasa bersalah
"Tidak apa apa"jawab logan
,saat ingin melanjutkannya lagi Alucard mendekatinya dan berbisik sesuatu yang membuat logan terkejut dan tersenyum senang
"Aku akan selesaikan ini dengan cepat"kata logan
"Maaf semua pertemuan kali ini sampai sini dulu saya ada keperluan yang sangat penting permisi"kata logan lalu pergi dan jumpa pers digantikan oleh Alucard
***
Di rumah sakit setelah menghubungi ibu dan ayahnya kini Ziya sedang berdiri disamping dokter Violence yang sedang memindahkan alat bantu pernapasan yang masih menempel di tubuh Zee dengan perlahan dan menyisakan jarum infus saja ditangan kirinya,setelah memeriksa kembali ia berbalik
"Sebaiknya ajak ia bicara secara pelan pelan dulu"kata violence
"Baik dokter terima kasih atas selama ini"kata Ziya sambil nunduk
"Sama sama saya permisi"kata dokter Violence lalu pergi,Ziya mendekat ke adiknya dan menatapnya begitu juga Zee
"Aduh perih"kata Ziya setelah lama tidak berkedip membuat Zee tersenyum kecil melihat kelakuan kakaknya
"Zee katakan sesuatu"kata Ziya sambil mendekatkan telinganya kemulut Zee berharap Zee mengatakan kata pertamanya setelah dua Minggu lebih ini
"Te...rima kasih"kata Zee berbisik membuat Ziya tertegun dan menatap adiknya lagi dan memeluknya pelan
"Akhirnya kau sadar Zee kami merindukan mu jangan pergi lagi"kata Ziya pelan membuat Zee terdiam,
stelahnya logan dan Zhu datang dan Zhu memeluk anaknya dengan penuh kasih sayang dan menangis bahagia sedangkan logan hanya menatap anaknya dengan senang dan lega
"Zee bicaralah dengan ibu katakan sesuatu"pinta Zhu
"Ibu Zee bisa bicara hanya dengan berbisik"kata Ziya
"Baiklah Setidaknya itu sudah lebih baik"kata Zhu
"""
__ADS_1
Jiali dan Nian Nian berniat datang kerumah sakit karna mendengar jika Zee sudah sadar,bahkan Ari pun ngikut
Sesampainya di sana mereka bergegas ke ruang milik Zee dirawat
"Zeena syukurlah kau sadar"kata Ari sambil mendekat
"Bagaimana rasanya sekarat"tanya Jiali di beri geplakan oleh Nian Nian
"Nanya yang bener"kata Nian Nian
"Itu bener kok"kata jiali
"Lebih baik"jawab Zee pelan
"Apa kau melihat pelaku yang menusuk mu Zee"tanya Nian Nian digelengi Zee
"Hahh ini rumit"kata Nian Nian
"Cepat atau lambat itu akan terungkap"kata Ziya
"Iya semoga saja"kata Ari
***
Di kediaman Cath,Wendy sedang cemas karna mendengar Zee sudah sadar
"Sialan kenapa dia masih hidup sih"kesal Wendy
"Nggak nggak ini gx bisa dibiarin"kata Wendy lalu menghubungi seseorang
"Akhh sial dasar tidak berguna"marah Wendy sambil membanting hpnya
"Kenapa ia tidak bisa dihubungi"kata Wendy
"Sepertinya aku harus bertindak sendiri,Zeena nikmati hari terakhir mu, kali ini kupastikan kau mati di depanku secara langsung"kata Wendy lalu pergi dari kamarnya
***
Malam hari dirumah sakit logan dan Zhu pulang setelah menemani anaknya dan karna diusir Zee juga๐คญ
"Istirahat lah kak kau pasti lelah"kata Zee
"Hemm selamat malam"kata Ziya lalu menuju ranjang lainnya yang sudah logan bawakan untuknya,mereka pun tertidur
Di luar tepatnya di koridor tempat ruang Zee berada seseorang sedang mengawasi para penjaga yang sedang menjaga pintu ruangan Zee dirawat
"Sial bagaimana ini"kata Wendy
"Huhh terpaksa"batin Wendy lalu mengeluarkan sihir petirnya dan menyentrum para bodyguard yang berjumlah empat tersebut dan mereka langsung pingsan akibat tersetrum sihir milik Wendy,Wendy lalu berjalan dengan setelan suster tidak lupa dengan masker yang menutupi wajahnya,ia secara perlahan membuka pintu dan masuk dimana Zee dan Ziya sedang tertidur
"Mereka terlihat mirip sekali"batin Wendy lalu mendekat kearah ranjang dimana Zee tertidur
"Tidur dan jangan pernah bangun lagi Zeena"batin Wendy menyeringai lalu menyuntikkan cairan ke selang infus milik Zee membuat Zee terbangun dan merasakan sesak di dadanya lalu melirik kesebelah dimana Wendy sudah berdiri
"Sial pelakunya kembali"batin Zee lalu segera melepas infus sebelum racun itu semakin banyak didalam tubuhnya dan saat ia hendak bergegas turun dengan cepat Wendy menarik rambutnya dan langsung membekap wajah Zee dengan bantal
"Matilah matilah matilah kau Zeena"kata Wendy
"Sial kakak tolong"batin Zee karna ia sudah merasa sesak ditambah sedikit racun yang masuk ke tubuhnya membuat nya lemas,Wendy yang melihat korbannya sudah mulai melemah tersenyum lebar
"Akhirnya kau mati juga"kata Wendy
Ziya yang mendengar keributan segera bangun dan terkejut melihat seorang berpakaian suster sedang membekap adiknya dengan bantal
"Hei hentikan"teriak Ziya lalu dengan cepat mengeluarkan sihir Aray membuat Wendy terjebak di dalam gelembung yang dibuat Ziya dan maskernya sempat terlepas namun segera ia tutup kembali sehingga Ziya hanya melihatnya sekilas dan membuat nya terkejut,Ziya mendekat keadiknya yang sedang menghirup udara banyak banyak
"Zee kau tak apa"kata Ziya diangguki Zee,Ziya menatap suster tersebut yang sedang berusaha keluar dari gelembung sihir miliknya
"Jadi kau yang ingin membunuh adikku"kata Ziya sambil mendekat dan memperkecil ukuran gelembungnya sehingga membuat ruang lingkup Wendy terbatas,setelah berada didepan Wendy
"Sial ini diluar rencana"batin Wendy ketakutan saat melihat Ziya mengangkat pisaunya namun
.....Zblarrss....
Sebuah kilat menghalau serangan Ziya segingga Ziya mundur kembali dan mendekati Zee untuk melindunginya,dari asap yang dihasilkan oleh kilat tersebut muncul seorang pria bertudung yang langsung membawa Wendy pergi
"Berhenti"teriak Ziya sambil melempar kan bola api dan dihindari oleh pria tersebut namun pria itu tidak diam saja ia mengeluarkan sihirnya dan langsung menyerang Zee juga Ziya langsung
"Zee awas"teriak Ziya merangkul Zee untuk menghindari namun mereka berdua tetap terkena serangan tersebut karna pria itu menggunakan kecurangan sehingga Ziya dan Zee tergeletak tak sadarkan diri dilantai dengan tata ruang yang sudah berantakan
"Sungguh manusia yang merepotkan"kata Huang Zhong lalu membawa Wendy pergi dari sana meninggalkan Ziya dan Zee berdua
***
Di rumah Wulan tersadar dari tidurnya dan menghilang dari kamarnya menuju sebuah tempat dimana itu adalah rumah sakit tempat Zee dan Ziya diserang,menatap mereka satu persatu lalu membopong keduanya naik keranjang yang sudah rusak,mengambil sesuatu disakunya dan mengobati Ziya dan Zee sekaligus, setelahnya ia menghilang lagi dari sana dan sesampainya dikamar ia langsung tak sadarkan diri dan bertepatan dengan itu seseorang muncul kembali dihadapan nya dan langsung mengusap rambut wulan
"Resiko menjadi manusia memanglah tidak mudah Yui"kata wanita cantik tersebut
"Maaf harus menggunakan tubuh mu untuk melakukan telekinesis,karna aku belum bisa bertemu anakku secara langsung"kata wanita itu yang ternyata adalah Cloe ibu kandung Zee dimasa lalu dan hal mengejutkannya lagi adalah Wulan ada hubungannya dengan nya sebagai tuan dan majikan lebih tepatnya Wulan adalah hewan pendamping milik Cloe yang berubah menjadi manusia dengan ingatannya yang menghilang sehingga ia tidak mengetahui asal usul dirinya kecuali bahwa ia adalah manusia normal yang dianugerahi sihir
***
Di rumah sakit Ziya dan Zee masih belum sadakan diri akibat kejadian tadi dan juga pengaruh obat dari Wulan, Zhu menyuruh Tama menemani kedua anaknya sedangkan ia pergi kesuatu tempat bersama Lily
"Benar benar putri tidur yang manis"kata Tama saat melihat Ziya dan Zee bergantian
"Aku akan mempertaruhkan nyawa ini untuk bosku,tanpa disuruh pun akan aku lakukan"batin Tama namun
...Ngrokkk ngrokkk...
Suara dengkuran halus terdengar di sofa saat Haley masuk ruangan dan mendapati Tama sedang tertidur dengan tidak elitnya
"Astaga Tama"heran Haley lalu melempar bantal ke muka Tama sehingga Tama gelapakan dan terbangun mendadak dan menatap dua temannya
"Ryu,Aley"panggil Tama
"Kalau kecolongan bagaimana"marah Ryuga
"Maaf"kata Tama
"Ck aku kesini hanya sebentar jadi sekalinya aku lihat lagi kau mengabaikan perintah aku adu ke bos"kata Haley diangguki Ryuga
"Iya iya"kata Tama menyerah
Paginya Zee bangun terlebih dahulu dan melihat ruangnya yang berbeda dan menatap kakaknya yang masih tertidur,ia berusaha untuk duduk namun perutnya masih sakit sehingga ia merebahkan tubuhnya lagi
"Butuh bantuan"kata seseorang,Zee meliriknya dan itu adalah Lian Lian
"Kak Lian Lian kau disini"kata Zee diangguki Lian Lian lalu membantu Zee duduk
"Aku libur kerja jadi aku disuruh ibu menemani mu,ibuku dan ibumu pergi untuk beberapa waktu"kata Lian Lian di angguki Zee
"Yang lain mana"tanya Zee
"Mereka sedang pergi mencari makanan"kata Lian Lian
"Bagaimana rasanya tertusuk pisau"tanya Lian Lian membuat Zee tersenyum kecil
"Sakit"jawab Zee,Lian Lian menatap perut Zee
"Dokter Violence bilang lukanya cukup dalam sehingga butuh beberapa waktu untuk mengering dan kau sudah dibolehkan pulang setelah dua hari nanti tapi jika ada kemajuan"kata Lian Lian
"Baguslah aku juga sudah bosan dengan bau rumah sakit"kata Zee diangguki Lian Lian
"Benar benar tidak mengenakan kan"kata Lian Lian
__ADS_1
"Benar"jawab Zee,dokter Violence lalu masuk dan memeriksa Zee,namun Zee malah terlihat kesal melihat kakaknya tidur seenak udelnya dimana kakinya menumpang di atas kaki miliknya
"Dasar tukang tidur"kesal Zee lalu memukul pantat kakaknya membuat violence dan Lian Lian tertawa kecil melihat mereka,setelah selesai dokter Violence pun pergi namun sebelum pergi
"Oh ya nona nanti dokter Tama akan datang untuk memeriksa kadar racun ditubuh nona"kata violence membuat Zee menatapnya namun violence hanya tersenyum dan pergi
"Kau keracunan Zee"tanya Lian Lian
"Iya saat penyerangan tadi malam"kata Zee
"Apa kau melihat Wajah pelaku tersebut"tanya Lian Lian
"Tidak aku terlalu sibuk menghambat racun dalam tubuhku"kata Zee lalu melirik kakaknya
"Tapi sepertinya dia melihat"kata Zee lalu menyentil dahi Ziya
"Auchh"keluh Ziya lalu terbangun
"Jangan ganggu tidurku sialan"kata Ziya lalu berbalik
"Aku ingin bertanya kak dan juga ini sudah siang jangan tidur saja"kesal Zee
"Ck aku cape"kata Ziya namun tetap bangun
"Hoamm"Ziya menutupi mulutnya saat menguap dan berusaha mengumpulkan nyawanya yang belum mengumpul bahkan ia masih merem saat sudah duduk membuat Zee menonyornya kebelakang
"Adohh"keluh Ziya saat kembali tertidur membuat Zee dan Lian Lian tertawa
"Ck sialan kau"kesal Ziya lalu duduk
"Mau nanya apa"tanya Ziya
"Kakak lihat wajah pelaku nya"tanya Zee membuat Ziya menatapnya
"Huhh dia salah satu dari anggota tim Alfa Wendy Cath"kata Ziya membuat Lian Lian dan Zee terkejut
"Kau tidak salah lihat kan"kata Zee memastikan
"Tentu saja tidak aku ini tidaklah mudah melupakan wajah seseorang"kata Ziya
"Jadi dia ya"kata Zhu dari balik pintu
"Ibu,mama,bibi"kata Zee,Ziya dan Lian Lian bersama
"Maaf mengganggu pembicaraan kalian tadinya ibu ingin mengambil barang ibu yang tertinggal namun tidak diduga ibu mendapatkan informasi bagus seperti ini"kata Zhu sambil mengambil plastik di sofa
"Ibu pergi dulu"kata Zhu,Zee segera turun dan bergegas mendekat ke ibunya bodo amat dengan infus yang terlepas,memegang tangan ibunya
"Jika kau berani membunuhnya aku akan sangat marah"kata Zee menatap ibunya
"Kenapa aku tidak boleh membunuhnya"tanya Zhu
"Karna dia milikku,aku yang akan membunuhnya"kata Zee membuat Zhu tertegun
"Wow jawabannya diluar angkasa"kata Zhu
"Baik ibu tidak akan menyentuh mainan mu"kata Zhu
"Istirahat lah"kata Zhu lalu menghilang
"Huhh"Zee lalu duduk di sofa Disamping Lian Lian
"Akhh sial kupotong juga bonus Tama jika dalam satu menit tidak datang"kata Zee kesal karna menunggu
Sedangkan dikoridor Tama bersin bersin
"Hachim sial siapa yang mengutukku"kata Tama lalu masuk keruangan Zee
"Siang bos"panggil Tama lalu terhenti saat melihat wajah Zee yang tidak bersahabat
"Bonusmu aku potong Tama"kata Zee membuat Tama terkejut
"Cepat periksa aku ingin cepat pulang"kata Zee
"Ba...baik"kata Tama lalu memeriksa Zee
"Disini siapa yang dokternya sih kok galakkan pasiennya"batin Ziya dan Lian Lian
"Racun dalam tubuh mu sudah tidak ada"kata Tama
"Violence kasih infonya bener gx sih"batin Tama
"Baguslah"kata Zee
"Saya pergi dulu semua,oh ya b..nona infusnya jangan dilepas lagi"kata Tama lalu pergi
"Ck aku benci jika ada sesuatu yang masuk kedalam tubuhku walaun ini adalah vitamin atau apapun itu"kata Zee
"Sabar saja"kata Ziya
"Kau memiliki kesamaan seperti Nian Nian juga ya benci infus"kata Lian Lian
Lalu Ari Jiali dan Nian Nian masuk dan mereka mengobrol
"Oh ya Ari bagaimana dengan Quan"tanya Zee sambil memakan kripik kakaknya
"Quan masih belum kelihatan sepertinya dia menghilang karna sihirmu juga menghilang"kata Ari
"Ini sudah hampir sebulan dia menghilang semenjak kejadian penusukan itu"kata Ari
"Tapi kenapa Ari tidak menghilang juga dia kan sudah terikat kontrak dengan Zee"tanya Jiali
"Masih menjadi pertanyaan besar"kata Zee
***
Singkat nya dua bulan berlalu dan masalah sekolah telah diselesaikan oleh logan dengan adanya bukti yang ditemukan oleh detektif Yeol di salah satu kamera tersembunyi seorang murid yang berniat melihat para siswi 2A belajar,disana terlihat Wendy masuk saat suasana depan kelas sepi dan keluar sepuluh menit setelah kejadian dan juga dengan bukti darah di kostum yang ia buang di tempat sampah adalah darah milik Zee,Wendy dikatakan kabur dari keluarga Cath dan orang tuanya hanya bisa pasrah saat rumahnya di datangi para wartawan,logan juga terlihat tidak ingin berdamai dan segera menyuruh orang suruhan nya mencari keberadaan Wendy dimana pun itu,
Sedangkan Zee ia sudah mulai sembuh namun sihir miliknya belum juga kembali,Zhu masih berusaha mencari penawaran nya dengan dibantu,Yuma,Lily bahkan Sean yang notabenenya adalah hewan pendamping Lian Lian,
mereka memulainya dengan bertanya pada Andreas mengenai air suci dari pohon perak,Andreas mengatakan bahwa penawarannya berada di bukit Wizen di negara T,sebuah bukit dengan lembah yang disebut lembah Kematian,dimana disebuah danaunya terdapat teratai salju tengah tengah danau lava karna danaunya bersatuan dengan gunung bawah tanah,Andreas bahkan untuk pertama kalinya dalam lima ratus tahun bertemu dengan anaknya saat Zee dan Ziya tertidur dan juga Cloe,mereka hanya menatap anaknya bahkan pernah mencoba mentransfer sihirnya namun sia sia sihirnya entah menghilang kemana
Jadilah dimana sekarang Zhu dan keempat sahabatnya berada di lembah Wizen,mereka berempat berjalan dan sesekali menemui sebuah masalah dan juga penunggu bukit Wizen yaitu serigala merah yang memiliki aura sihir,Zhu dengan Yuma sedangkan Lily dengan Sean bergantian menyerang para serigala merah itu dengan sihir mereka sesekali saling melindungi,saat mendekati danau mereka istirahat sejenak untuk menghilangkan penat,saat ini mereka menggunakan wujud saat mereka masih muda
"Jadi ingat saat kemah militer dulu"kata Lily sambil membakar marshmellow di sebuah api unggun
"Iya apalagi kalo ingat Sandra sama Joy yang lari ngibrit karna sebuah ular ahaha"kata Zhu mendapat lemparan batu kecil dari Sean
"Bagaimana pun itu ular Zhu,aku lari karna terkejut mendengar Joy mendadak berteriak"kata Sean
"Tapi tidak menampik kau juga kabur heheh"goda Zhu
"Ck sialan kau"kata Sean
"Ngomong ngomong bukankah sedikit tidak adil kita berkemah tanpa Joy"kata Yuma
***wahh rupanya para ibu rasa remaja itu adalah teman sejak lama toh
ikuti terus ya kisahnya
kota ungkap semuanya ok
see you next time ๐
๐๐๐***
__ADS_1