Magic Blood

Magic Blood
chapter 22


__ADS_3

///////////


lanjut


Zee keturunan Agena?


namun sebelumnya ia juga tidak tau bahwa Zee adalah keturunan Agena, yang ia tau adalah bahwa Zee adalah keturunan ras iblis tertua makanya ia ingin membunuhnya karna ras iblis tertua itu juga musuh dari tuannya,


namun siapa sangka bahwa dalam diri Zee terdapat dua darah sekaligus yang mengalir,darah dewa dan iblis sulit di percaya


"Ya bagaimanapun cucuku menikah dengan seorang dengan darah setengah iblis sehingga mengalir ke anaknya juga"kata Agena


"Ngomong ngomong tentang cucu aku masih kesal saja jika aku harus besanan dengan musuh ku sendiri sungguh menyebalkan"kata Agena sedangkan Dowan hanya tersenyum sendu bagaimanapun ia tau tentang kisah hidup tuannya ini


"Tapi kenapa dewa Andreas tidak memiliki garis darah iblis"tanya Dowan


"Entahlah"kata Agena,lalu mereka berpindah tempat ke tempat dimana Zee istirahat,itu di kamar hotelnya sendiri,Dowan dan Agena hanya berwujud roh saat ini


"Keturunan ku sangat cantik bukan"kata Agena


"Iya..cantik"kata Dowan baru merasa


"Aku memberikan kekuatan ku padamu untuk melindungi dia Dowan"kata Agena


"Tapi aku membenci darah iblis yang mengalir di tubuhnya"kata Dowan pelan ia ingin menuruti perintah Agena namun ia membenci klan iblis


"Memang susah jika sudah begini"batin Agena


"Intinya jika kau tak mau jangan sakiti dia lagi"kata Agena lalu menghilang


"Tuan..tuan"teriak Dowan


"Kita akan bertemu lagi di lain waktu Dowan"kata Agena entah di mana,Dowan menatap Zee dengan ekspresi yang rumit ia sebenarnya tidak membenci Zee hanya saja ia membenci darah yang mengalir di tubuhnya itu saja,darah iblis,walaupun ia adalah siluman yang hampir mirip dengan iblis namun karna suatu alasan ia menjadi membenci semua iblis di dunia ini,walaupun ia tau jikapun ia melawan mereka jawabannya adalah sia sia,lalu setelah melamun sebentar ia juga menghilang dari sana meninggalkan Zee sendiri


Di dunia atas tepatnya dunia para dewa,Dewi Cloe atau ibu asli Zee sedang termenung sendiri di ruangan miliknya,ia sedang memikirkan sesuatu yang menurutnya akan menarik tak lama ia tersenyum


"Kurasa ini boleh juga"kata Cloe lalu pergi dari sana menghampiri Andreas di suatu pengadilan empat kaisar,saat sampai ia langsung masuk dan mendekati Andreas dengan tatapan yang aneh di tambah senyumannya yang tidak enak di lihat bagi Andreas


"Beruntung kami tak memiliki istri seperti itu"batin kaisar Titan dan Vrost


"Sepertinya Cloe belajar kebarbaran ini dari Chelsea"batin Hades karna sifat istrinya membuat ia takut,sangat aneh jika dua dari empat kaisar dewa takut pada istrinya,suami takut istri😂


"Andreas aku ingin kedunia manusia"pinta Cloe langsung ke intinya


"Apa..."kaget keempat kaisar


"Ya kau melarang"kata Cloe


"Tentu saja"kata Andreas dengan wajah bangga kirannya ia sudah keren


"Baiklah jika seperti itu lagian selama beberapa bulan nanti aku akan mengajak Chelsea pergi mengungsi dari istana"kata Cloe membuat Hades dan Andreas terkejut


"Heii kenapa istriku dibawa bawa"batin Hades


"Cloe aku tidak akan melakukan itu kau dengar"kata Andreas merasa bahwa istrinya akan mendengar nya karna bagaimanapun yang bisa membuka portal ke dunia manusia adalah keturunan Agena langsung yaitu Andreas,Zhu,dan Zee sedang kan Lily ia mengikuti Zhu makanya ia bisa kedunia manusia juga(gx tau aja mereka siapa Cloe)


"Baiklah"kata Cloe dengan senyum misterius yang membuat Andreas bingung,lalu Cloe langsung pergi


"Hei kau tidak akan mengajak istriku pergi kan"kata Hades cemas


"Tidak"singkat Cloe sebelum menghilang di balik pintu,sedangkan Andreas masih memikirkan senyum misterius istrinya ia merasa itu bukanlah senyuman yang baik.


Di dunia manusia tepatnya di kamar Zee ia tiba tiba di kejutkan dengan Jiali yang tiba tiba muncul di sana menggunakan sihir teleportasi nya


"Zee kau dalam bahaya sebaiknya kau jangan keluar untuk saat ini,Nian Nian sudah memasangkan pelindung sehingga musuh tidak akan bisa masuk dan mencarimu untuk sementara"kata jiali cepat membuat Zee bingung


"Ada apa Jia"tanya Zee bingung namun belum saja di jawab suara yang Zee kenal terdengar


"Jika kau tidak keluar sekarang juga maka anak es ini akan ku bunuh"kata suara itu


"Dowan"batin Zee


"Nian Nian"kaget jiali lalu keluar di ikuti Zee mereka berlari sampai ke bawah dan melihat keadaan yang sudah porak poranda dan terlihat Dowan sedang melayang dengan santainya dengan Nian Nian yang sedang di kurung menggunakan sihir petir milik Dowan


"Lepaskan Nian Nian"teriak Jiali


"Aku tidak ada urusan nya dengan mu anak bulan"kata Dowan


"Aku bukan anak bulan sialan"kata jiali lalu menggunakan tombaknya dan menyerang Dowan,Dowan menghindar dengan cepat dan perkelahian tak terelakkan


"Jia hentikan bahaya"teriak Zee bagaimanapun ia sudah pernah berhadapan dengan Dowan,


Jiali yang terus menyerang,sebelum di serang Dowan menggunakan tubuh Nian Nian untuk di jadikan tameng,


Jiali secara refleks menghentikan serangannya agar tak mengenai Nian Nian,


lalu dengan liciknya Dowan menyerang Jiali dari belakang dan Jiali terpental ke depan dan dengan keras Dowan meninju perut Jiali dan jiali terjatuh beruntung di selamatkan oleh Zee sebelum mendarat dengan keras,Jiali tak sadarkan diri


"Kenapa kau menyerang teman teman ku Dowan"teriak Zee


"Mereka mengganggu"kata Dowan


"Jika kau bisa mengalahkan ku aku tidak akan menggangu mu tapi jika kau kalah kau harus mati"kata Dowan lalu ia langsung menyerang Zee dengan cepat,


Zee segera mundur sambil menggendong Jiali


"Quan"panggil Zee lalu Quan muncul


"tuan"jawab Quan dengan ekspresi datar tanpa emosi apalagi penampilan nya sekarang berbeda


"selamatkan Jiali dan Nian Nian bawa mereka ke dimensi lima liontin"perintah Zee sambil memberikan Jiali kepada Quan


"Baik tuan putri"jawab Quan lalu pergi dan Nian dan dalam kurungan Dowan juga menghilang membuat Dowan heran


"Aku memang lemah tapi tidak dengan Quan"kata Zee menjawab raut wajah Dowan,


mengeluarkan pedang kembarnya sambil melihat sekeliling


"Kau sungguh ingin memberitahu sihir kepada dunia kah"tanya Zee karna bagaimanapun di sekitar mereka ada orang lain yang sedang memandang mereka dengan takut walaupun dari jarak yang cukup jauh


"Hanya orang orang di sekolah mu saja orang awam akan melihat ini seperti pertarungan biasa yang mempertaruhkan nyawa tanpa sihir"kata Dowan sambil mengeluarkan pedang dengan lapisan petirnya


"Kau gila"kata Zee


"Terserah katamu karna itu hanya akan menjadi kata terakhir mu"kata Dowan lalu menyerang Zee,


Zee juga maju dan pertadingan pedang tak terelakkan,zee menyerang leher Dowan dengan pedang kanannya dan di tangkis,tersisa pedang kirinya dengan cepat ia menebas perut Dowan dan kena walaupun Dowan sudah mundur, terlihatlah luka besar di sana namun tidak sampai keluar isinya kalo keluar ya serem


"Ini minesnya kalo bertemu petarung yang menggunakan dua tangan"batin dowan,Zee tidak berhenti sampai situ ia menyerang menggunakan kekuatan akar beracun miliknya dan menancap di tubuh Dowan,dan dengan cepat ia mengeluarkan racun miliknya,Dowan terlihat kesakitan namun dengan cepat akar itu hancur dengan Dowan yang mundur,dan luka yang terbuka perlahan kembali seperti tak pernah ada luka di sana itu membuat Zee kesal,


namun racunnya sempat masuk ke tubuh Dowan dan sekarang Dowan sedang kesusahan karna melawan Zee dan racun dalam tubuhnya juga,


jangan lupa bahwa racun akar milik Zee adalah racun terkuat kedua setelah racun api hitam,

__ADS_1


lalu Zee teringat sesuatu ia tersenyum membuat Dowan merasa heran,perlahan Zee terdiam lalu menggigit satu jarinya agar mengeluarkan darah lalu ia membuat pola sihir di tanah di bawah pijakan nya dan setelah selesai ia merapalkan mantra miliknya


"Guntur langit sihir penghalau dengan segel ini hancurkan pola"kata Zee lalu pola yang ia buat di tanah dengan darahnya menjadi bercahaya dan dengan cepat menyelimuti Dowan membuat Dowan terkejut


"Lumpuhkan"kata Zee lalu segel itu mengunci Dowan dan Dowan terjatuh seketika dengan tidak elitnya


brukkkkk....


"Beruntung ini berguna untuk siluman juga"kata zee,


sedangkan Dowan ia merasa heran karna ia tak dapat merasakan sihir apapun di dalam dirinya


Zee dengan cepat mendekat ke Dowan dan menendang keras wajah sampingnya sehingga Dowan terpental jauh ke pohon


"Kau curang"kata Dowan di sela sela batuknya


"Dalam pertarungan musuh kata curang tidaklah tepat tapi itu bisa di katakan dengan kata taktik"kata Zee lalu mengeluarkan pedang pendeknya dan dalam sekejap sebelum Dowan berdiri sebuah pedang sudah menempel di lehernya walaupun tidak melukainya tapi jika ia bergerak sedikit saja maka kepalanya bisa putus kapan saja,Zee menatap Dowan dengan dingin


"Aku tak peduli jika kau adalah peliharaan leluhurku jika ada yang mengusikku sekalipun itu leluhurku maka aku tidak akan tinggal diam"kata Zee dingin dengan mengeluarkan aura membunuhnya,Dowan terkejut


"Kau...aku mengaku kalah"kata Dowan


"Maka matilah"kata Zee sebelum pedangnya memutus kepala Dowan sebuah tangan lembut memegang tangan Zee,tangan itu bercaya dan muncullah sosok gadis yang cantik


"Agena"kata Dowan pelan sedang kan Zee hanya melihat nya saja


"tidak terima peliharaannya aku bunuh"kata Zee seperti yang ia katakan walaupun itu leluhurnya tapi jika sudah di usik maka apapun akan ia lakukan agar puas menyiksa di pengusik tidak terkecuali orang di depannya ini


"Dia bukan piaraan"kata Agena


"Aku ingin membunuhnya"kata Zee


"Tidak bisa"kata Agena,Zee hanya menatapnya lalu segera membuang pandangannya


"Kalo begitu akan ku buat lumpuh saja"kata Zee membuat Dowan terkejut namun sebelum dowan berbicara Zee sudah memotong tangan kanan milik Dowan


crassss...


"Akhhh"teriak Dowan karna bagaimanapun sakit tetaplah sakit apalagi sekarang tangan kanannya sudah tergeletak di tanah


"Itu balasan karna mencelakai temanku di depan wajahku"kata Zee lalu pola yang mengelilingi Dowan masuk kedalam tubuh Dowan


"Dan ini karna sudah menyakiti Nian Nian dengan sihir maka kau tidak akan memiliki sihir lebih dari 90% untuk selamanya"kata Zee benar saja Dowan tak dapat merasakan sihir miliknya seperti biasanya bahkan sihir miliknya yang sekarang tak dapat mengurangi rasa sakit di tangannya


"Apa ini tidak keterlaluan"kata Agena


"Keterlaluan?....Tidak sama sekali aku berbaik hati untuk tidak membunuhnya"kata Zee sambil menghilangkan puing puing sisa pertarungan dan menggunakan sihir pembalikan waktu agar kembali utuh tak lupa juga orang yang sempat melihat pertarungan mereka di hapus ingatannya tentang sihir


"Kau siapa"tanya Zee


"Ehh kukira kau sudah tau jika aku leluhur mu"kata Agena terkejut


"Maksudku namamu tidak mungkin aku memanggilmu leluhur terdengar tua mau ku panggil tua"kata Zee


"Ohh begitu ya aku Agena Dewi cahaya"kata Agena


"Kau roh yang ada di dalam pedang yang kemarin muncul kan"kata Zee


"Hemm benar"kata Agena


"Dewi yang menghuni pedang miliknya sendiri absurt juga"kata Zee membuat Agena melongo dengan kata kata Zee


"Bagaimana pun sekarang aku hanyalah roh"kata Agena


"Hemm"dehem Zee lalu menghilang meninggalkan Agena dengan Dowan,


"Rupanya sihir penyegel yang sebenarnya di gunakan di saat ia merasa marah karna hal sepele"kata Agena,


sebenarnya sihir penyegel hanya bisa di miliki oleh Agena karna ia adalah orang yang membuat sihir tersebut tetapi kenapa Huang Zhong bisa menggunakan karna ia mencuri artefak milik Agena yang menyimpan mantra sihir tersebut


namun Agena sengaja menulis mantra itu setengah agar si pengguna selain dirinya mengalami kecacatan dalam penyegelan


namun sekarang ia justru harus terkejut karna keturunan nya bahkan bisa membuat sihir penyegel dengan sempurna lebih darinya bahkan tanpa kecacatan sehingga walaupun sekuat apapun sihir yang di gunakan orang yang tersegel hanya akan merasakan sia sia dalam usahanya begitu juga dengan orang yang membantunya lalu apakah sihir penyegel ini bisa di hilangkan jawabannya bisa dan tidak karna ini memiliki dua tipe,tipe permanen dan tipe sesaat,tipe sesaat adalah sihir penyegel tidak akan selamanya berada di tubuh tersegel namun membutuhkan banyak waktu untuk menghilangkan sihir tersebut sedangkan yang tipe permanen mau sekuat dan sekeras apapun ia mencoba kegagalan adalah jawabannya dan Dowan sedikit beruntung karna Zee menggunakan tipe sesaat,


setidaknya walaupun membutuhkan waktu yang lama itu tidaklah selamanya bukan


"Bukankah sudah kubilang jangan usik Zeena"kata Agena sambil mengubah tubuhnya menjadi normal dan memapah Dowan


"Maaf tuan"kata Dowan


"Simpan maafmu untuknya"kata Agena lalu menghilang dari sana


Di dimensi lima liontin Zee segera mencari keberadaan Jiali dan Nian Nian,dan ia menemukan mereka sudah sadarkan diri


"Nian Jia"kata Zee lalu mereka berpelukan


"Kalian tak apa"tanya Zee


"Ya aku oke"jawab Nian Nian


"Udah lumayan sih sakitnya gx kaya pas awal-awal"kata jiali


"Dimana Quan"tanya Zee


"Tadi dia mengambil air roh sepertinya untuk kami"kata Nian Nian lalu yang dibicarakan muncul dengan wujud naganya yang hitam jadi saat ia akan mendarat dari terbangnya angin bertiup kencang


"Huhhh segernya"kata mereka bertiga saat angin menyapu wajah mereka


"Tuan kau sudah datang"kata Quan lalu memberikan tiga botol kepada mereka


"Minumlah air ini agar energi kalian cepat kembali"kata Quan lalu mereka meminum air roh itu rasanya sangat segar di tenggorokan dan tubuh mereka terasa ringan dan segar tanpa adanya lelah


"Zee sebenarnya siapa yang ingin membunuh mu"tanya Nian Nian


Di angguki Jiali dan Quan mode manusia


"Dowan"jawab Zee membuat mereka bertiga terkejut


"Dowan si murid baru itu"kaget jiali


"Iya dia bukan manusia dia siluman seperti Ari tapi dia rubah"kata Zee


"Pantas saja trik menipunya benar benar manjur untuk anak anak di sekolah sampai mereka memandang mu dengan tatapan permusuhan"kata Nian Nian


"Tapi alasannya Dowan ingin membunuh mu"tanya Jiali


"Aku tidak tau"jawab Zee karna memang ia gx tau,yang ia tau hanya Dowan menyimpan dendam dengan nya tapi seperti bukan dengannya


Sedangkan di kantor ZL tepatnya di ruang sekertaris ia kedatangan tamu yang sangat tak di duga


"Lama tidak bertemu"kata pria itu menyapa Ryuga


"Kau ternyata"kata Ryuga lalu mempersilahkan pria itu duduk,pria itu seumuran dengan Ryuga

__ADS_1


"Ada perlu apa sampai kau datang mencariku ini suatu keajaiban"kata Ryuga sambil memandang pria itu


"Kudengar kau sedang ada masalah dengan keluarga Di Dessel"kata pria itu


"Ya lebih tepatnya sih adikku kenapa tidak terima"kata Ryuga sinis


"Cih aku malah senang jika keluarga itu mempunyai masalah"kata pria itu


"Kau tidak merasa kasian sama mereka"kata Ryuga


"Untuk apa aku kasian"kata pria itu


"Kau kan....."Ryuga


"Jangan bahas itu"potong pria itu


"Sebenarnya aku kesini karna ingin meminta bantuan tapi aku tidak yakin jika kau ingin membantu ku"kata pria itu


"Ohh seorang yang menyebut dirinya raja sedang minta tolong kepada pengemis kotor hebat sekali"kata Ryuga sinis membuat pria itu terdiam


"Aku tidak tau jika kata kata itu akan sangat menyakitkan untuk mu sampai sampai kau masih mengingatnya"kata pria itu


"Tapi aku serius aku butuh pertolongan mu"lanjutnya


"Akan aku usahakan"kata Ryuga santai


"Baiklah kau masih menggunakan nomor mu yang dulu kan"kata pria itu sambil berdiri


"Tentu saja kenapa kau tidak sekalian bilang jika kau juga masih menggunakan hp butut itu kan"kata Ryuga di sambut kekehan dari pria itu


"Aku pergi dulu"kata pria itu


"Selama ini kau berada di mana"tanya Ryuga sebelum pria itu pergi


"Di suatu tempat yang kau bilang adalah tempat legenda"kata pria itu


"Kau masih menyimpan dendam juga dengan mereka Arman"kata Ryuga


"Ya"jawabnya


"Mereka keluarga mu bukan"kata Ryuga


"Setelah mereka membuang ku mereka sudah kuanggap mati"kata pria itu


"Sayang sekali,ingin rasanya aku menonjokmu karna bagaimana pun nama belakang mu sama dengan para bajingan itu"kata Ryuga


"Kau bisa melakukannya saat semuanya sudah berakhir"kata pria itu lalu pergi


"Arman Di Dessel anak pertama dari keluarga Dessel yang dirumorkan meninggal karna penyakit menjijikkan, tidak kusangka dia mendapat karma saat saat sekarang"kata ryuga lalu melanjutkan pekerjaannya


Malam hari di hari terakhir mereka berlibur adalah malam festival bulan di kota sakura itu,sudah beberapa hari ini dunia Zee dan teman temannya damai,Ziya,Ari,Zee,Nian Nian dan Jiali memutuskan untuk jalan jalan berlima untuk menikmati berbagai hiburan disana,mereka juga menunggu kembang api di tengah malam nanti,


namun mereka tak menyadari bahwa malam hari ini adalah malam purnama bulan darah,malam dimana seorang Dewi bulan mendapatkan ujian selanjutnya setelah berbulan bulan yang lalu,dan itu lebih sulit dari ujian pertama,


saat bulan purnama sudah mulai berubah warna Jiali tiba tiba merasakan rasa sakit yang luar biasa di kepalanya bahkan ia sampai terjatuh saat sedang berjalan


"Akhhh"teriak Jiali sambil memegang kepalanya membuat keempat temannya terkejut


"Jia,Jiali"teriak mereka bersamaan lalu mendekat


"Jia apa yang terjadi"tanya Nian Nian panik tapi Jiali tidak menjawab ia malah semakin berteriak dan meronta-ronta dari pegangan Ziya dan Ari,


tiba tiba dari dahinya muncul cahaya dan perlahan berubah menjadi tanda bulan sabit dengan tetesan darah di tengahnya,Jiali berhenti berteriak dan diam membuat teman teman nya semakin bingung


"Ahahahha"tawa Jiali tiba tiba membuat mereka kaget


"Jiali"kata Ari sambil memegang tangan Jiali namun mereka kembali terkejut saat Ari terpental jauh ke arah belakang dan jatuh tersungkur


"Ari"teriak mereka lalu mereka mendekat,


Ziya memeriksa Ari sedangkan Zee dan Nian Nian berdiri di depan mereka sambil memandang Jiali yang sedang berdiri sambil menatap mereka,


namun tatapan matanya kali ini Sangat berbeda dari Jiali bagi Nian Nian,Ari juga Ziya,namun berbeda dengan Zee yang mengenal tatapan itu tapi yang ia herankan warna mata Jiali tidak lagi abu abu melainkan merah seperti warna bulan di atas mereka


"Uhuk lemparan nya kuat sekali"kata Ari sambil berusaha berdiri di bantu Ziya dan mereka berempat saling mendekat


"Apa yang terjadi pada jiali kenapa dia menjadi aneh"tanya Ziya


"Lihat keatas teman teman"kata Zee sambil menunjuk bulan


"Bulannya..."Ari terkejut


"Ari bukankah kau juga siluman apa kau tau tentang ini"tanya Zee


"Aku tidak tau pasti walaupun aku hidup sudah ratusan tahun aku tak tau mengenai bulan merah sungguh"kata Ari


"tunggu Kau bilang kau berumur berapa"tanya Ziya memastikan bahwa telinganya baik baik saja


"Tahun ini aku sepertinya aku berumur 105 aku ini paling muda di antara para kucing lainnya tau,ini termasuk umur umum untuk remaja para siluman"kata Ari membuat Ziya melongo


"Tolong fokus nona nona"kata Nian Nian kesal


"Quan"panggil Zee


"Maaf tuan saya memang tau tentang ini tapi cara menghentikan nya adalah dengan menyerang nya sekuat tenaga kalian karna seorang Dewi bulan akan melipatgandakan kekuatannya saat bulan darah seperti sekarang dan ujian kedua ini termasuk ujian pelepasan karna emosi Dewi Jiali akan saling bertentangan,tuan kusarankan kalian menyerang secara bersamaan sampai pagi datang karna itu adalah berakhir nya waktunya ujian tersebut,jika tuan ingin aku akan memanggil bala bantuan"kata Quan panjang lebar kali tinggi di dalam pikiran Zee membuat Zee terdiam entah nyimak apa enggak


"Panggil mereka yang dapat membantu dan kau buat Aray untuk mereka yang tidak terlibat"kata Zee


"Teman teman ini buruk Jia tidak akan sadar sampai pagi mendatang jadi cara satu satunya adalah menahan ia agar tak keluar kedunia luar dan kita harus menyerang sekuat kita"kata Zee


"Apa ini semacam latihan"tanya Nian Nian


"Kurasa antara hidup dan mati"kata Zee membuat Ari dan Nian dan langsung fokus


"Kak kemari"panggil Zee lalu Ziya mendekat,Zee memegang tangan Ziya dan Ziya menghilang dari sana


"Kemana Ziya"tanya Ari


"Dimensi ku"kata Zee,


lalu dari sebelah Ari dan Nian dan muncul tanda sihir teleportasi lalu muncul seseorang dari sana


"Hoamm kami datang,maaf mengganggu acara kalian"kata perempuan itu


"Kakak"kaget Nian Nian saat melihat Lian Lian di sebelahnya


"Kau adiknya Tara bukan"kata Ari saat melihat Suji ada di sebelahnya


"Iya senang kakak dapat mengingatku"kata Suji,lalu muncul lagi sihir teleportasi dan Quan muncul


nantikan episode selanjutnya


lanjut kuy

__ADS_1


♥️


love you all 😘


__ADS_2