
lanjut
________&_________
"Santai santai"kata pak Raymond,Dhigo,dan Naomie bersamaan lalu tersenyum miring membuat pak Ester kesal
"Baiklah aku akan memperkenalkan diriku lagi agar kalian ingat"kata Luna
"Perkenalkan saya Roosevelt kepala sekolah Tensius"kata Luna membuat para guru Houdryen terkejut bukan main,bagaimana bisa gadis cantik didepan mereka adalah Luna kepala sekolah tensius,ya walaupun Luna yang dulu sama cantiknya tapi yang ini....
"Jangan bercanda nona"kata pak Ester
"Saya tidak bercanda pak Ester"kata Luna sambil mengeluarkan lencana kaisar miliknya,tunggu lencana kaisar?
"Kau sungguh Luna"kaget Bu Doya salah satu guru Houdryen sambil menatap lencana kaisar sihir milik Luna yang berwarna emas biru dengan tulisan Roosevelt di tengahnya
"Saya sudah mengisi semua formulir nya"kata Zhu,Luna mengangguk
"Baiklah kami pergi dulu kami harus istirahat,dan sampai bertemu di pertandingan nanti"kata Luna sambil pergi diikuti para guru tensius meninggalkan para guru Houdryen yang masih melongo.
***
Kembali ke penginapan karna waktu masih menunjukkan pukul sebelas pagi kelompok Zee memilih berkeliling untuk mengisi waktu santai mereka.
Mereka berkeliling di penginapan besar tersebut,sebenarnya Houdryen adalah sekolah akademi sehingga memiliki luas yang lebih besar dari tensius dan juga karna mereka memiliki asrama untuk siswa siswi Houdryen itu sendiri,dan penginapan yang di maksud oleh guru tensius adalah salah satu asrama di Houdryen.
Saat sedang berjalan jalan mereka berpapasan dengan kelompok lain yang sepertinya mereka juga peserta dimana mereka menggunakan pin sihir sama seperti mereka,mereka menggunakan pakaian khas seragam sekolah...
"Cyrand"kata Mona
membuat kelompok Zee menatap kedepan dimana tujuh gadis sedang berdiri di depan mereka
"Selamat pagi ketua Mona"sapa salah satu gadis tersebut dengan sopan
Mona mengangguk
"Selamat pagi juga ketua Vira"jawab Mona,gadis yang bernama Vira itu melirik kebelakang Mona dimana teman temannya berdiri
"Sepertinya ada wajah baru yang belum kami lihat sebelumnya"kata Vira di angguki Mona
"Mereka siswi baru"kata Mona
"Hai semua saya Vira ketua OSIS sekolah Cyrand"sapa Vira
"Hai juga saya Ziya"kata Ziya sambil tersenyum kecil
"Saya Jiali"jawab Jiali singkat
"Zeena"jawab Zee
"Aku Nian Nian salam kenal Vira"kata Nian Nian langsung maju dan menjabat tangan Vira dengan senang
"Cantik"puji Nian Nian langsung membuat Vira dan teman temannya terdiam
"Mereka temanmu beritahu kami siapa nama mereka"tanya Nian Nian tanpa canggung membuat Vira tersenyum
"Benar mereka teman teman ku"kata Vira sambil melirik kebelakang nya
"Aku Sam salam kenal semua"kata gadis tinggi dengan lensa mata coklat
"Aku Frey semoga kita bisa akrab"kata gadis dengan rambut panjang nya yang ia ikat tinggi
"Vior"kata gadis dengan lensa mata berwarna hitam kelamnya
"Aku Jena"kata gadis tinggi disamping Frey
"Aku Mira"kata gadis lainya dengan warna rambut pirangnya
"Aku Kanaya salam kenal"kata gadis terakhir
"Wahhh salam kenal semuanya"kata Nian Nian
"Vira,Sam,Jena,Frey,Vior,Mira,
kanaya wahh dapat kenalan baru"kata Nian Nian lalu bertukar nomor WeChat
"Ketua kita masih ada keperluan"kata Jena di angguki Vira
"Maaf teman teman kami harus pergi,kita akan bertemu lagi nanti malam saat jam makan malam tiba"kata Vira lalu pergi diikuti ke enam teman temannya
"Hati hati"kata Nian Nian,salsa,dan Ari
"Sepertinya mereka juga baru sampai"kata Ari
"Kau benar Ari"kata Wulan sambil melihat kedepan dimana kelompok Cyrand sedang berjalan kearah mereka
"Pagi pak Zack"sapa Mona saat seorang pria mendekat bersama para siswa siswi Cyrand
"Pagi Mona lama tidak berjumpa"kata pak Zack kepala sekolah Cyrand
"Banyak wajah baru rupanya"kata pak Zack lalu melirik kebelakang Mona dan fokus pada pin yang dikenakan sebagian teman Mona
"Ternyata benar Luna membawa gelandang sihir,cukup mengejutkan"kata Zack saat melihat Ari,zee,Jiali,Nian Nian
"Benar kami kehabisan bakat"kata Mona enteng,Zack pun mengangguk
"Kami harus pergi"kata Zack
"Silahkan hati hati"kata Mona
Lalu Zack dan para siswanya pergi dari sana dan sempat melirik Zee dan kawan kawan
"Apa apaan tatapan itu ingin kutusuk rasanya mata mereka"kata Ari kesal
"Sudahlah mereka lebih wajar yang tidak wajar akan kalian lihat nanti"kata Wulan
"Benar jadi siapkan saja mental kalian"sambung Salsa
Mereka lalu pergi dari sana dan melanjutkan perjalanan nya
Skip malam hari semua murid dan guru dari tiga sekolah berkumpul di cafetaria milik Houdryen,disana semuanya menikmati makan malam dengan hikmat
Deng...deng...deng
"Dengar semua dengar"teriak seseorang sambil memukul nampan logam di tangannya,itu berasal dari meja barisan sekolah Houdryen
"Seperti tahun tahun sebelumnya yang ingin melakukan taruhan kami akan membukanya mulai sekarang"kata pemuda yang merupakan siswa Houdryen dengan rambut merah yang di tata kebelakang itu
"Bagi yang berminat silahkan hubungi kami"kata pemuda itu
Di bangku barisan para guru
"Dimana etika Houdryen pak Morges"tanya Zack dengan menahan amarahnya
"Ehem maaf itu salah saya"kata pak Morges kepala sekolah Houdryen
"Tapi bukankah ini bagus"kata Zhu tiba tiba membuat para guru menatapnya
"Aku bertaruh tensius akan menang kali ini"kata Zhu yakin
"Aku juga"kata Lily
"Tentu saja kalian yakin,itu adalah sekolah kalian"kata pak Xierd
"Kalau begitu aku bertaruh untuk sekolah ku juga"kata pak Ester
"Hentikan"kata Luna sambil mengeluarkan cincin sihir di lantai area tempat meja guru makan dan membuat daya serap sehingga membuat para guru merasa tertekan
__ADS_1
"Kalian terlalu berisik"kata Luna lalu pergi dari sana
Sehingga cincin sihir itu juga menghilang membuka para guru bernafas lega
"Jadi ini kekuatan asli Roose kuat sekali"kata Bu Doya sambil menghela nafasnya berat
"Setelah sihirnya kembali dia benar benar kuat"batin Zack
Sementara dibangku para murid mereka dibuat terdiam saat merasakan aura mengerikan dari arah bangku para guru sehingga membuat mereka ketakutan namun setelah Luna pergi mereka baru bisa tenang
"Semua salahmu Bara"kata salah satu siswa Houdryen sambil menunjuk kesal kearah pemuda rambut merah itu
"Ma...mana aku tau endingnya kaya gini sudahlah aku kembali"kata pemuda bernama Bara tersebut lalu pergi dari cafetaria dengan congkak nya padahal aslinya dia sedang merinding akibat aura Luna tadi
Bangku cewe Tensius
"Aura ibumu mengerikan ketua"kata Wulan namun dia berbicara tidak sesuai dengan ekspresi tenang diwajahnya lain dengan teman teman nya yang masih terkejut,walaupun itu tidak pada aslinya,sebenarnya mereka terkejut bukan karna aura Luna tapi karna kemarahannya😁
"Kau aneh berbicara seperti itu namun wajahmu lain"kata Ziya
"Hai bagaimanapun dia itu spesial"kata Rey lalu menarik tangan Wulan dan Ziya dan menyatukan tangan mereka berdua
"Kau merasakan nya,dia memiliki suhu tubuh rendah kan,jika orang asing melihat Wulan tidur di tengah jalan mungkin akan dikira mati jika tidak memeriksa denyut jantungnya"kata Rey
"Kau benar tangannya dingin"kata Ziya sambil menggosok gosokkan tangannya dengan tangan Wulan agar hangat
"Wahhh keren"kagum Ziya
"Kami sudah selesai makan ayo kembali ke penginapan dan istirahat untuk besok"ajak Mona sambil melihat Ziya dan Wulan yang masih saling mendengar dan berbicara itu,Wulan yang menjelaskan dan Ziya yang mendengar kan
"Atau jika kalian berdua ingin menginap juga tidak apa"kata Mona
"Tidak kami ikut"kata Wulan dan Ziya bareng lalu mereka semua pergi dari sana yang mulai sepi suasananya.
***
Di penginapan tempat Luna berada Zhu menghampirinya untuk membiarkannya menghisap darahnya
"Kenapa kau malah jadi ceroboh sih"marah Zhu sambil melihat Luna yang sedang mengigit tangannya
"Maaf Zhu aku kesal sehingga lupa"kata Luna setelah tuntas dan ia mengelap sisa darah dari tangan Zhu
"Terimakasih"kata Luna
"Hemm"dehem Zhu
"Kau tidak akan mati kan aku serap darahmu"tanya Luna
"beribu-ribu kali kau bertanya setelah menyerap darahku jawabanku tetap sama TIDAK"kata Zhu
"Baiklah kau bisa pergi"kata Luna enteng membuat Zhu mengerjapkan matanya linglung
"Sialan kau"kata Zhu lalu pergi dan beristirahat
*"*
Paginya semua telah berkumpul di stadion luas khusus untuk sebuah perlombaan atau acara lainya milik Houdryen,disana kurang dari lima ratus siswa berkumpul menunggu,semua siswa menggunakan seragam yang sama hanya saja warnanya yang membedakan asal sekolah mereka,
Tensius menggunakan seragam sekolah berwarna hitam,kuning dan merah gelap,cowo dan cewe memiliki kombinasi warna yang berbeda namun serasi
Houdryen menggunakan seragam berwarna merah dan biru gelap sama seperti tensius hanya banyaknya warna yang berbeda,
Sedangkan Cyrand berwarna silver dengan kuning,dan untuk cowo dan cewe tidak ada bedanya mereka sama hanya saja perbedaannya adalah cowo menggunakan celana sedangkan cewe menggunakan rok
(ya semuanya sih)
"Semuanya"panggil pak Xierd dengan bantuan sihir sonar suara agar besar atas bantuan sihir pak Naomie
"Lomba ini akan terbagi menjadi beberapa bagian tingkatan dan setiap tingkatan memiliki beberapa babak seperti tahun sebelumnya"kata pak Xierd
"Dan bagi seratus siswa yang sudah di tunjuk sekolahnya masing masing bersiaplah karena lomba kali ini lebih berat dari sebelumnya"kata pak Xierd
Dan dihari pertama itu ketiga sekolah melaksanakan lomba pertandingan adu sihir yang di ikutkan oleh peserta,
Pertandingan pertama adalah tentang ketahanan diri
"Baik semua peserta silahkan masuk ke arena"kata Bu Doya
Dan tiga puluh orang maju,mereka semua adalah siswa dengan sihir tipe Aray
"Baiklah kalian akan di suruh membuat Aray untuk menahan serangan monster dan siapa yang bertahan hingga batas waktu yang ditentukan dia pemenangnya dan maju ke ronde selanjutnya mengerti"kata Bu Doya
"Mengerti Bu"jawab mereka
Mereka semua bersiap sedangkan sisanya hanya menonton di bangku masing masing
"Ziya,salsa,semangat"teriak Ari dan Nian Nian dari bangku mereka
Bu Doya lalu merapalkan sihir dan dari lantai muncul sebuah lingkaran sihir besar lalu muncullah Monster Golem tanah dengan elemen petir di sekeliling tubuhnya dan mulai menyerang
Para peserta mulai membentuk Aray mereka sama seperti Ziya dan salsa
"Waktunya tiga puluh menit"kata Bu Doya sambil mundur ke tempatnya
Semua peserta mulai mempertahankan diri mereka didalam Aray yang mereka buat untuk menahan serangan Golem besar di depan mereka yang terus menerus melempar kan bola sihir dengan kekuatan besar.
"Ayo ayo ayo"kata Ziya sambil mengeluarkan teknik Aray tipe angin miliknya
"Sial dia terlalu kuat"batinnya
Lalu ia menambahkan kekuatan nya dan melapisi Aray miliknya dengan elemen petir yang sangat jarang ia keluarkan
Sedangkan para guru yang di tujuk untuk menjadi juri menatap area dengan beragam ekspresi
"Kurasa tahun ini akan sedikit berbeda dari biasanya"kata pak Niel guru Cyrand
"Kau benar ini adalah wujud perubahan"kata pak Zack membenarkan
"CK mereka semakin mengagumkan"kata pak Ester jujur
"Semua akan berubah pada akhirnya"kata Bu Yord di angguki mereka.
Kembali ke arena pertandingan sekitar tujuh belas siswa sudah mencapai batas dan menyerah atau tereliminasi,
Tujuh belas siswa yang keluar tidak akan di serang oleh Golem sehingga mereka bisa keluar dari arena dengan selamat
Untuk Cyrand mereka memiliki lima siswa yang bertahan begitu juga Houdryen,sedangkan tensius hanya tersisa tiga siswa,Ziya,salsa,dan Denzo adik Damian.
Tiga puluh menit berlalu mereka dinyatakan lolos ke babak selanjutnya dan di perbolehkan istirahat untuk melakukan pertandingan babak dua esok hari.
Dan untuk siswa unggulan yang terpilih di masing masing sekolah akan mengikuti pertandingan,hari ini pertandingan babak pertama dinamakan pertandingan Lander abadi.
Dalam sehari akan ada enam puluh siswa yang mengikuti lomba sehingga babak pertama akan diadakan selama lima hari berturut turut begitu juga dengan yang lainnya.
Hari pertama Mona,Jiali,Ari,Quan,Noriko,Nian Nian, Naoya masuk ke arena begitu juga dengan siswa Tensius lainya yang terpilih hari pertama
"Tema pertandingan babak pertama adalah fondasi sihir,ketangkasan juga ketahanan"kata pak Xierd
"Kalian harus memiliki sihir terkuat karna kalian akan menahan semburan badai pasir petir yang terdapat Golem pasir didalamnya,
kalian diharuskan melenyapkan Golem Golem tersebut jika ingin maju ke babak kedua dan juga luka di tubuh kalian akan menjadi penentuan maju atau tidaknya kalian"kata pak Xierd
"Tapi tenang saja penilaian bukan hanya tentang luka tapi bakat kalian"lanjutnya
"Dan ya maksud dari kalian harus memiliki sihir yang kuat adalah karna perlawanan Kali ini akan sedikit berbeda"kata pak Xierd sambil mengangguk pada Bu Yord
Bu Yord maju ke arena dan membuat sebuah lingkaran sihir di lantai dan seketika angin kencang berpusat dengan keadaan yang menjadi gelap di sekitar anggota inti pertandingan hari pertama.
__ADS_1
Di dalam arena tepatnya dalam pusaran gelap semua peserta sedang berusaha keras untuk menahan kencangnya angin dan juga kuatnya hantaman pasir di tubuh mereka yang seakan mencabik-cabik.
"Vort Di Stel"Mona mengeluarkan tameng menggunakan elemen air miliknya dan mulai membentuk Aray di tubuhnya dan mulai mendekati Golem pasir didepannya begitu juga dengan yang lain
"Gra Biel Stel"teriak Bara lalu dalam tubuhnya mengeluarkan gelombang api yang langsung menyerang Golem,setelahnya ia maju dengan pedangnya mendekati Golem tersebut.
"""
Di tempat Quan,dengan pedang hitamnya ia mulai mendekat sesaat setelah menghadapi badai pasir
Golem itu terlihat besar namun itu bukan tandingan nya,dengan sekali tebas tangan dan kepala Golem itu sudah tergeletak di lantai bertepatan dengan tubuhnya yang melebur yang membuat nya bingung.
Begitu juga dengan Nian Nian setelah membekukan Golem tersebut dan menghancurkannya dengan elemen petir miliknya ia juga melebur membuat nya merasa bingung.
Di tempat Jiali Golem itu sudah menjadi tumpukan pasir setelah mendapatkan serangan dari Jiali,dan sama seperti yang lain dia pun melebur
*"*
Sedangkan di luar arena satu jam sudah berlalu dan terlihat lima lingkaran kecil di arena
"Lihat lima siswa kembali"teriak salah satu siswa Houdryen
Dari lima lingkaran tersebut muncul,Mona,Quan,Nian Nian,Jiali dan Bara yang telah menyelesaikan babak pertama mereka
"Teman teman"teriak Ari sambil berlari dan memeluk Jiali dan Nian Nian bersamaan
"Kejam sekali kalian membuat ku berdiri lama lama"kesal Ari
"Ari kau...."Jiali
"Aku lolos kalian juga asik"senang Ari sedangkan kelima anggota inti yang baru keluar masih bingung apa maksud ini semua
*"*
Sedangkan di bangku khusus guru mereka masih bergelut dengan fikirannya masing masing setelah apa yang mereka lihat tadi sebelum kelima anggota inti itu berhasil lolos babak pertama,siapa lagi jika bukan Ari yang mereka pikirkan,dia kurang dari satu jam sudah berhasil keluar dari ilusi yang Bu Yord buat dan hanya kehabisan energi tanpa luka yang berarti di tubuhnya,jelas jelas tahun kemarin Ari tidak begitu kuat fikir mereka
"Roosevelt benar benar mengeluarkan bakat para monster nya"batin para guru sambil melirik Luna yang sedang duduk santai melihat arena yang masih terdapat gelombang hitam tersebut.
Seperti yang dijelaskan mereka tidaklah bertarung di arena sungguhan melainkan dalam ilusi sihir kuat yang Bu Yord ciptakan,dan saat lingkaran sihir muncul disitulah enam puluh siswa masuk dalam ilusinya dimana mereka akan dihadapkan dengan kekuatan yang sama kencangnya dan kunci keluar dari ilusi tersebut adalah mengalahkan Golem yang menyerang mereka,itulah kenapa pak Xierd mengatakan kalian harus memiliki sihir yang kuat.
Tiga jam kemudian dua puluh anggota inti dari enam puluh siswa telah berhasil keluar dari dalam ilusi Bu Yord dan sisanya dikatakan gagal atau di tereliminasi.
Yord menghilang kan ilusi tersebut dan terlihat sisa siswa yang sedang kelelahan bahkan ada yang langsung pingsan di tempat yang langsung ditolong oleh anggota kesehatan sekolah Houdryen yang ditugaskan untuk memantau keselamatan dan untuk melatih ketangkasan mereka agar lolos dalam pemilihan ketua kesehatan sekolah Houdryen selanjutnya,anggap saja magang.
***
Tersisa dua puluh siswa yang masih berada di arena
"Babak pertama pertandingan Lander abadi telah usai"kata pak Xierd selaku pembawa acara tahun ini
"Kalian pasti bertanya tanya bukan sebenarnya apa yang terjadi"kata pak Xierd
"Lander abadi adalah sebuah ilusi tingkat tinggi yang akan membuat si penerima merasakan sensasi pertarungan antara hidup dan mati yang sesungguhnya,dan kunci untuk keluar dari ilusi tersebut adalah mengalahkan objek utama yang menjadi lawan dalam ilusi"jelas pak Xierd
Dipahami oleh mereka
"Baiklah selamat untuk yang lolos bersiaplah untuk babak selanjutnya Minggu depan"lanjutnya
"Dahh sana pergi"usir pak Xierd
Semua peserta kembali ke bangku mereka
"Baiklah agenda kegiatan hari ini berakhir di sini,semuanya kerja bagus dan bersiaplah untuk hari esok"kata Luna lalu pergi dari ruang khusus guru tersebut diikuti guru lainnya
Di trimbun tensius mereka memberi selamat pada yang lolos hari ini
Lalu memutuskan untuk beristirahat atau latihan.
Saat sedang keluar dari lapangan Kelompok Quan berpapasan dengan geng Houdryen laki laki
"Ohh sial sekali diriku harus berpapasan dengan siapa ini...ohhh Tara apa kabar"kata salah satu pria seumuran Tara dengan senyuman menjengkelkan nya,Tara dan teman temannya menghentikan langkahnya
"Yifeng"kata Tara lalu tersenyum kecil
"Rupanya dari sini arah bau busuk itu kukira bangkai hewan"kata Tara sambil melirik pria tadi
"Kurang ajar kau Tara"marah Yifeng
Mendekat dan menarik kerah Tara dengan keras
"Akan kubuat kau malu untuk kesekian kalinya Tara"kata Yifeng
"tahun lalu aku memang kalah tapi tidak dengan tahun ini dan akan ku buat kau seperti babi"kata Tara pelan sambil mendorong Yifeng dan merapihkan pakaiannya
"Teman teman ayo aku ingin mandi pakaian ku kotor terkena noda"kata Tara lalu berlalu
"Bagaimana jika kita bertaruh seperti dulu Tara"tantang Yifeng membuat Tara terdiam membuat Yifeng tersenyum mengejek
Sedangkan Tara ia hanya diam,tantangan ya
"Baik aku terima"jawab Tara membuat Yifeng dan teman temannya tertawa mengejek
"Apa kau siap merangkak dibawah kakiku lagi"ejek Yifeng
"Kurasa keadaan akan berbalik jika kau terus menerus meremehkan orang lain Yifeng"kata Tara
"Dam*it persetan dengan remeh meremehkan jika kau kalah aku ingin adikmu untuk diberikan kepada ku dan teman temanku bagaimana"kata Yifeng seketika membuat suasana menjadi hening dan menyeramkan saat Tara mengeluarkan aura nya
"Dan jika aku menang aku menginginkan nyawamu"kata Tara datar membuat bulu kuduk merinding,
Wahh seperti nya Yifeng menekan titik kesabaran seorang Tara,ingatkah kalian jika dalam tubuh Tara dihuni oleh roh Hekko kakak kandung Suji di dunia atas.
"Ba...baik siapa takut"gagap Yifeng lalu kabur,entah kenapa ia merasa seperti tertekan berhadapan dengan Tara yang sekarang,
Quan hanya menatap Tara dengan pandangan yang berbeda
"Hekko"panggil Quan membuat Tara dan teman temannya menatapnya bingung dan celingak-celinguk mencari orang yang bernama Hekko tersebut,Tara hanya diam dan mengangguk
"Tara saja"kata Tara lalu merangkul Teo dan mereka pergi dari sana.
*"*
Di kamar penginapan,satu kamar diisi oleh 4 orang namun karna Ari ingin tidur dengan Zee dia pun merubah dirinya menjadi kucing
"Ari bagaimana caranya kau keluar dengan sangat mudah seperti itu"tanya Nian Nian masih bingung
"Hanya bertarung seperti yang lainnya"jawab Ari
"Tapi kenapa kau keluar lebih dulu"tanya Ziya
"Entah mungkin karna aku hebat"kata Ari narsis
"Ingin rasanya aku mencoba melempar kucing dari ketinggian gedung untuk mencoba gravitasi bumi disini"kata Ziya jengkel membuat teman temannya terkekeh
"Zee mungkin besok adalah giliranmu jadi bersiaplah"kata Nian Nian diangguki Zee
Skip malam hari setelah makan malam mereka memutuskan kembali ke penginapan masing masing dan tidur untuk menyambut hari esok
Keesokan harinya enam puluh siswa yang berbeda telah berdiri di tengah arena dan mulai bersiap,terlihat disana ada Zee,Wulan,Rey,Suji,ghai,Glen,Tara dari sekolah tensius juga siswa lainnya
kuharap kalian maksud dengan alur cerita nya
sorry lama up soalnya krisis paket dan sinyal
and see you next time
ikuti terus kelanjutan ya
__ADS_1
👋👋👋