Magic Blood

Magic Blood
chapter 7


__ADS_3

/////////


lanjut


Maaf membuat kalian menunggu apa kami lama"tanya Zee


"Ohh tidak Gikwan kami baru saja sampai"kata Joy,lalu Zee dan lainnya segera duduk,Leozert lalu memanggil pelayan


"Saya mau pesan menu utama di sini"kata Leozert sambil membaca menu itu


"Baik tuan silahkan tunggu"kata pelayan lalu pergi


"Gikwan apa dia anakmu"tanya Joy sambil melihat Jiali intens


"Kok mirip Jia ya"batin Joy


"Kok gitu banget mah liatnya aku gugup lho"batin Jiali deg deg kan


"Iya dia anak saya Sena"kata Zee


"Hai Sena"sapa Joy dan Leozert


"Hai"jawab Jiali singkat


"Oh ya kami belum kenalan bukan"kata Leozert


"Oh ya perkenalkan nama saya Ryuga Sizen dari keluarga barat Forsizen"kata Zee sedikit membuat Joy kecewa karna belum bisa terima kalau dia bukan adiknya


"Salam kenal Ryuga saya Leozert dan istri saya bernama Joy maaf jika sebelumnya kami mengganggap kamu adik kami karna memang mirip dengan Gikwan adik kami"kata Leozert


"Tidak apa apa di dunia ini banyak orang yang mirip"kata Zee tersenyum


"Oh ya Presdir Lian kau terlihat dekat dengan tuan Ryuga"tanya Leozert


Lian Lian yang sibuk bermain dengan Jiali membuat ia terkejut


"kami memang sedang dekat tapi tuan Han anda bisa panggil saya Lian saja tak usah terlalu formal ini di luar jam kerja lagian tuan Han yang lebih dewasa"jawab Lian sekenanya


"Saya juga tuan Han panggil saya seperti biasa anda memanggil saya Gikwan"lanjut Zee


"Hahahah baiklah baiklah kalian juga panggil saya paman saja"kata Leozert


sedang kan Jiali merasa risih dengan tatapan maut emaknya yang seakan ingin mengulitinya


"Ayah"panggil Jiali sambil sembunyi di belakang Zee


"Ahh maaf aku menakuti mu ya maafkan bibi ya"kata Joy merasa bersalah


"Tidak apa apa bibi"jawab zee membuat Joy senang setidaknya panggilan bibi tidak lebih buruk dari panggilan kakak


"Oh ya Ryuga kau bilang kau berasal dari keluarga barat aku dari barat kenapa tidak tau"kata Leozert


"Mampus lah"batin Zee,Jiali,dan Lian


"Emm keluarga kami memang tidak begitu terkenal kami hanya pengusaha kecil saja"kata Zee


"Pengusaha kecil yang dapat mengeluarkan uang 100 juta dalam seperkian menit pengusaha mana itu"batin Leozert kaget


lalu makanan pun datang dan mereka lalu makan


Setelah itu berbincang bincang dan jalan jalan sampai malam lalu Zee dkk pamit pulang,di jalan kali ini Zee yang menyetir mobil


"Zee kau terlihat pucat"kata Lian lian saat melihat wajah Zee


"Ahh ini mungkin hanya lelah saja kak Lian Lian tau kan walaupun sihir penyamaran ini memang sihir bawaan dari diriku sendiri namun ini menggunakan kekuatan yang tak sedikit pada awalnya"kata Zee


"jika Zee menggunakan elemen penyamaran bisa menguras energi mana berarti nian nian"tebak Jiali


"Sial aku duluan"kata Lian Lian lalu teleportasi ke rumahnya


"Kau ingin menyusul"tanya Zee


"Ya bye"jawab Jiali lalu menghilang meninggalkan Zee sendirian di mobil


setelah menepikan mobilnya Zee yang sudah tak tahan langsung memuntahkan darah dari mulutnya akibat energinya yang berkurang dari batas limitnya


"Padahal ini elemen bawaan tapi aku tidak bisa mengendalikannya huhh ternyata aku terlalu lemah"batin Zee


"Aku ingin tidur sebentar"kata Zee lalu ia pingsan di dalam mobil di tempat sepi


di rumah keluarga Song


"Nian nian"teriak Lian membuat nian nian yang sedang di kamar mandi terkejut lalu ia segera keluar agar kakaknya tak curiga


"Hai kak"jawab nian nian agak gugup


"Kau....dari mana"tanya Lian Lian terkejut sambil menghela nafasnya


"Aku aku dari..."nian


"Jangan berbohong"putus Lian Lian


"Aku dari kamar mandi dapur Taulah setor"kata nian nian


tanpa berlama lama Lian Lian menuju kamar mandi dapur dan mengecek sesuatu,nian nian memang membersihkan noda darah di kamar mandi itu namun nian nian tetaplah nian nian si orang yang tak pandai menyembunyikan sesuatu dari kakaknya,lalu Lian Lian mendekat ke arah adiknya


"Kau itu adik terbodoh yang pernah aku temui kau bego nian"teriak Lian Lian membuat nian nian kaget


"Kakak apa maksudnya"tanya nian nian merasa aneh,bukanya menjawab Lian Lian memeluk adiknya


"Walaupun kau membersihkan kamar mandi tapi saat kau keluar tadi kau itu mimisan lagi nian apa kau tak sadar"kata Lian Lian


"Hahhh"kaget nian nian lalu menyentuh hidungnya ternyata ia memang masih mimisan padahal ia kira sudah berhenti makanya ia berani bertemu kakaknya


"Maaf aku juga gx tau kenapa aku begini"kata nian nian


"Itu karna kau membantuku nian"kata jiali tiba tiba datang


"Ohh Jia hai"kaget nian nian,Jiali segera mendekat


"Kak Lian bisa lepaskan nian nian sebentar"pinta Jiali lalu Lian Lian melepaskan pelukan dari nian nian


"Maaf aku akan membayarnya"kata jiali lalu mentransfer energinya ke tubuh nian nian,nian nian pun menyerapnya


beberapa menit kemudian energi nian nian kembali seperti semula


"Selesai,bagaimana Nian"tanya Jiali


"Jauh lebih baik Jia terima kasih"kata nian nian ia sama sekali tidak pernah menyalahkan Jiali

__ADS_1


"Sama sama itu juga merupakan timbal balik dari kekuatan yang kau gunakan bisa di katakan kekuatan mu aku kembalikan"kata jiali


"Huhh makasih Jiali kau datang tepat waktu tapi kenapa kau kesini mana Zee"tanya Lian Lian


"Ia tak datang mungkin pulang kan dia juga harus mengisi energinya lagi"kata jiali


"Ya sudah aku pamit pulang dah"kata jiali hendak pergi


"Tunggu"kata nian nian


"Ada apa lagi nian"tanya Jiali


"Kau pulang dalam keadaan bocil"kata nian nian menyadarkan Jiali lalu ia mengubah tubuh Jiali seperti semula lalu Jiali pun pulang sedang kan kedua saudari song memilih istirahat,


di sebuah kamar seseorang seperti tersadar akan sesuatu lalu ia menghilang dari ruangan itu dan tiba di depan mobil Zee yang sedang parkir di tepi jalan sepi ia mendekat dan membuka pintu mobil terlihat Zee yang masih pingsan dengan noda darah di mulutnya dengan tubuh asli Zee tanpa penyamaran nya


"Ternyata sudah selama ini ya kau mendapatkan kekuatan mu kembali tidak di pungkiri aku kan tua jadi mudah lupa walaupun dengan tubuh kecilku ini hihihi"kata orang itu yang ternyata seorang wanita dengan tubuh mungilnya siapa lagi jika bukan Zhu ibu Zee sendiri,


perlahan tubuhnya bercahaya dan tubuhnya berubah menjadi wanita cantik lebih tinggi 5 cm dari Zee ia lalu mengeluarkan Zee dari sana dan membopong tubuh Zee dan membawanya pulang ke rumah dan melesat ke kamar Zee,ia meletakkan Zee di kasurnya dan melepas pakaian Zee dan di ganti dengan sebuah piyama,setelah itu ia menggunakan kekuatan nya untuk menyalurkan energinya ke tubuh anaknya agar lebih baik,setelah di kira cukup ia lalu mengecup kening Zee


"Selamat malam anakku"kata Zhu lalu keluar kembali ke kamarnya dan berubah wujud seperti semula,


sedang kan di dunia atas


"Sialan Zhu ini menyebut anakku sebagai anaknya huhhh aku sebagai ibu kandungnya merasa cemburu huh"kata Cloe membuat Andreas tertawa pelan


"Sudahlah sayang masa cemburu sama adik sendiri sih"kata Andreas merasa lucu kalau istrinya cemburu dengan adik iparnya karna menyebut Zee anaknya


"Kau ini tidak cemburu kah anak kita di ambil orang"kesal Cloe walaupun ia kesal namun ia tidak membenci adik ipar nya itu karna bagaimanapun adiknya yang selama ini bersama dan menjaga anaknya


"Aku tidak sudah lah ayo istirahat"ajak Andreas lalu mereka kembali ke kamar mereka dan istirahat


Esoknya Zee terbangun namun masih lemas lalu ia sadar bahwa ia tidak di mobil melainkan di kamarnya dan sudah ganti pakaian


"Kenapa aku di sini"batin Zee


"Kau sudah bangun Zee mari makan agar kau sehat"kata Zhu saat masuk kamar Zee sambil membawa makanan


"Mah kenapa aku di sini apa kalian yang bawa aku"tanya Zee


"Iya tepatnya ibu sendiri yang membawa dirimu"kata Zhu sambil menyuapi Zee


"Sungguh aku tak percaya Bu"kata Zee


"Kau ini baiklah lihat ini"kata Zhu lalu menaruh makanan nya di meja lalu ia berdiri mundur beberapa langkah lalu memejamkan matanya dan tubuhnya bersinar dan ia berubah menjadi wanita cantik yang jika di liat mirip Zee namun itu versi dewasanya


"Astaga Kau siapa"tanya Zee kaget mendapat jitakan dari Zhu


"Aku ibumu kau kira hanya kau yang memiliki sihir kau kalah jauh dari ibumu ini"kata Zhu bangga


"Jadi mama tau kalau aku"Zee


"Ya kau memiliki sihir dengan 7elemen cahaya salah satunya elemen bawaan kristal bagaimana benar tidak"tebak Zhu membuat Zee melongo tak percaya


"Apa selama ini mama juga memiliki sihir"tanya Zee


"Ya sebelum kau lahir pastinya"katanya


"Apa ayah tau"tanya Zee lagi


"Tentu saja tidak,setiap ia melihat sihirku aku selalu membuat ingatan tentang sihir pada ayahmu terlupakan jadi ayahmu akan lupa akan hal berbau sihir"katanya


"Kenapa ibu merahasiakan ini dari ayah"tanya Zee


"aku nyaman saja dengan itu"kata Zee tersenyum senang


"Hemmm"dehem Zhu lalu melanjutkan menyuapi anaknya lagi


"Ibu apa aku punya saudara kembar"tanya Zee tiba tiba membuat Zhu kaget dan menjatuhkan sendok dari tangannya


"Ahh maaf Zee mama kurang fokus sebentar ya mama ambil sendok lagi"kata Zhu lalu pergi namun


"Kau sepertinya menghindari pertanyaan ini ya"kata Zee membuat Zhu terdiam


"Apa ada yang tidak aku ketahui"lanjutnya


"Ini bukan urusan anak anak Zee"kata Zhu seperti menahan Isak tangis


"Kenapa Bu apa aku salah"kata Zee


"Sebaiknya kau tidak usah fikirkan itu Zee itu bukan apa apa"kata Zhu lalu pergi,setelah itu ia kembali memberikan sendok kepada Zee


"Mama ada urusan kerja kau makan sendiri saja Zee tidak apa apa kan"kata Zhu lalu pergi meninggalkan Zee yang hanya diam sedari tadi raut wajahnya kosong tanpa emosi seperti tubuh tanpa raga


"Kau tidak ingin aku mengetahui kebenarannya bahwa aku memiliki kakak yang menghilang bukan"kata Zee membuat seseorang yang bersembunyi di balik tembok kamar menangis


"Maaf Bu jika pertanyaan ku ini menyakiti mu tapi aku sudah ingat semua tentang kakak dan apa kau tau kakak tidak mati dia masih hidup"kata Zee pada akhirnya membuat Zhu terkejut ia menghampiri Zee


"Apa yang kau katakan benar adanya Zee"kata Zhu serius


"Ya"singkatnya lalu mengunakan kekuatan nya kepada Zhu mentransfer ingatan tentang Cadance


"Aku tak tau itu kakak atau bukan namun aku merasa adanya ikatan batin dengan nya"kata zee sambil menunggu reaksi ibunya


"Ibu sayang kamu Zeena"kata Zhu memeluk Zee sambil menangis


"Aku akan memberitahu ayahmu bahwa kakakmu masih hidup tapi apa kau senang"kata Zhu sambil mengelap air mata nya


"Tentu saja aku senang selama ini aku merindukan sosok saudara tapi ibu tidak memberi ku adik"kata Zee sambil menggoda ibunya


"Aiyahhh kau ini"malu Zhu lalu melanjutkan suapan Zee


"Ibu bilang ingin kerja"kata Zee


"Gx jadi"kata Zhu lalu melanjutkan memberi makan anaknya,setelah selesai Zhu berdiri


"Ibu pergi dulu ya kau jangan terlalu capek harus istirahat"kata Zhu lalu pergi


"Ya dah mah"kata Zee lalu ia segera istirahat,saat memejamkan matanya ia teringat akan pena yang ia beli di pelelangan ia segera bangun dan menuju meja belajarnya dan mengambil pena di laci tersebut dan membuka kotak penutup itu,terlihat sebuah pena yang nampak rapuh karna termakan usia,


Zee mengambilnya dan meraba pena tersebut secara naluriah Zee memberi sedikit sihir kepada pena tersebut,seketika pena tersebut bercahaya dan berubah menjadi pena cantik berwarna hitam malam dan terdapat ukiran rumput emas yang menjerat kristal darah merah di atas pena tersebut membuat Zee terpukau akan kecantikan pena itu


"Ini sangat indah"kata Zee lalu berniat ingin memperlihatkan pena tersebut kepada teman temannya sebelum itu ia melihat jam menunjukkan pukul setengah 1 ia segera ke kamar mandi dan membersihkan diri


"Aku sudah sehat ini"batinnya lalu setelah membersihkan diri dan menggunakan pakaian nya ia segera menuju bagasi dan di sana ia bertemu kepala pelayan Shiro sedang bersama montir keluarga Anderson Daniel Radcliffe


"Ehh nona muda anda mau kemana"tanya pelayan Shiro ia berusia 26 tahun


"Saya ingin pergi Shiro ada apa"tanya Zeena sambil melirik Daniel yang sibuk dengan mobilnya

__ADS_1


"Maaf nona mobil nona sedang dalam masa pemeriksaan apa nona ingin menggunakan mobil lain"tanya Shiro


"Emm tak perlu aku naik taksi saja"kata Zee lalu pergi


"Oh ya katakan pada ibu jika ia pulang aku pergi sebentar"kata Zee di angguki Shiro,Zee lalu keluar menuju gerbang dan menunggu taksi


Beberapa menit kemudian taksi datang dan ia naik lalu pergi menuju rumah Nian Nian,di jalan terlihat sepi apalagi ini seperti menuju hutan perbatasan Zee semakin merasa aneh saat melihat sopir taksi itu tersenyum ganjil


"Ini sepertinya bukan jalan menuju kediaman song kau mau membawaku kemana"tanya Zee pada akhirnya


"Membawamu menemui raja neraka"kata sopir itu lalu menyerang Zee beruntung ia bisa menghindar dan segera mendobrak paksa pintu mobil tersebut dan melesat menggunakan kekuatan anginya menghindari sosok tersebut ia juga dapat melihat sosok itu keluar dan ternyata seorang pria muda namun anehnya ia juga memiliki aura magis yang sialnya itu aura jahat


"Siapa kau"tanya Zee sambil waspada


"Tak ku sangka kau sudah mendapatkan kekuatan mu kembali tapi itu tidaklah bagus untuk kami maka dari itu kau mati saja"kata pria itu lalu menyerang Zee dengan kekuatan apinya,Zee menangkis dengan kekuatan esnya,terlihat perbedaan kekuatan antara mereka berdua di mana api pria itu semakin kuat mendorong perisai es milik Zee


"Menyerah dan matilah"kata pria muda tersebut


"Tidak akan"kata Zee lalu tangan kirinya mengeluarkan kekuatan akar beracun nya dan menyerang pria tersebut walau begitu dia tetap bisa menghindari akar tersebut


"Hahahah kau lemah Anak Andreas"kata pria tersebut dan ia merilis kekuatan yang lebih besar dan langsung menyerang Zee Dengan kekuatan besarnya membuat Zee terpental cukup jauh dan menabrak pohon di belakangnya membuat ia memuntahkan darah dari mulutnya


Ia melirik pria tersebut semakin maju mendekat sambil membawa pedang yang entah mendapatkan nya dari mana ia tersenyum jahat lalu menodongkan pedangnya di samping leher Zee yang sudah terkapar lemas


"Sayang sekali kau cukup lemah dan permainan ini menjadi tidak seru lagi maka kita akhiri saja okey"kata pria tersebut sambil tertawa jahat


"Si..siapa kau"tanya Zee lagi karena menurutnya pria ini seumuran dengan nya namun memiliki aura dendam yang pekat dan kekuatannya bahkan lebih besar dari Zee yang notabenenya lebih kuat dari keempat temannya


"Aku Huang Zhong ingat itu sampaikan salam ku kepada raja neraka di sana dan katakan bahwa aku yang membunuhmu"kata Huang Zhong


"Kau terlalu percaya diri"kata Zee lalu dengan sisa kekuatan nya ia berteleportasi dan menghilang dari sana membuat Huang Zhong terdiam


"Hehh kau malah menunda kematian mu bodoh"katanya lalu perlahan tubuhnya menghilang seakan ia tak pernah di sana


sedangkan di tengah hutan Zee merasa tubuhnya terdapat sebuah racun


"Sepertinya api yang dia rilis memiliki racun yang bahkan lebih kuat dari racun akarku"batin Zee karna sudah tak kuat berbicara


"Sepertinya dia tak main main dengan yang ia katakan hais apakah ini akhir hidupku"batinnya


di sela sela kesadarannya lalu semua nampak gelap,darah dari luka Zee terus mengalir sampai mengenai pena yang berada di saku bajunya membuat pena itu bercahaya dan berubah menjadi kucing betina hitam malam dengan tanda merah di dahinya ia kemudian mendekati Zee perlahan tubuhnya berubah menjadi seorang gadis dengan rambut hitam panjang indah dan telinga kucingnya yang menggemaskan namun tidak dengan ekspresi wajahnya yang seakan tak peduli dengan keadaan Zee di depannya


"Apakah dia tuanku kenapa saat aku bangun malah merepotkan ku begini dasar tidak berguna lebih baik biarkan mati saja lagian ini bukan kontrak hidup mati,aku hanya ingin tuan yang memberiku kenyamanan seperti saat dimana aku menjadi pena sialan itu tapi dimana tuan ya,pasti orang ini yang mencuri ku dari tuan asliku dasar merepotkan"kata siluman kucing itu namun tubuhnya merespon hal lain dimana ia dengan perlahan menggendong Zee dan membawanya pergi dari sana


"Ya ampun berat sekali kau ini tidakkah kau tau kau adalah orang pertama yang aku perlakukan seperti ini kau harus berterima kasih kepada ku nantinya"ocehnya ia melesat menuju sebuah gubuk yang ada di hutan tersebut dan meletakkannya di sana,ia lalu pergi mencari air untuk membangunkan Zeena dengan cara di siram membuat zee terkejut akan kejadian barusan dan rasa sakitnya semakin besar


"Kau sudah bangun aku tidak bisa menyembuhkan mu jadi lakukanlah sendiri aku ingin mencari tuan ku yang sebenarnya,dasar pencuri mengambil barang milik orang lain membuat kesal saja"kata siluman itu Zee yang sedang terbaring melirik siluman itu


"Kau siapa"tanya Zee


"Bagus kau bertanya aku ini pena yang kau curi dari tuanku sekarang dimana dia katakan padaku pencuri"kata siluman itu membuat Zee terdiam


"Aku...tuanmu"kata Zee


"Kau memang tuanku tapi kau lemah bahkan terluka seperti ini di saat aku terbangun sedangkan saat aku menjadi pena aku bisa merasakan sihir yang kuat itu pasti bukan milikmu kan kau mana punya sihir"kata siluman kucing tersebut


"Sudahlah mau kau mati atau tidak bukan urusan ku aku mau pergi selamat tinggal"kata kucing tersebut lalu melesat cepat meninggalkan Zee yang sedang sekarat


"Pena yang aku beli menjadi hidup dan kurang ajar seperti itu sial sekali aku rugi 100 juta hanya karna pena sialan"batin Zee dengan sekuat tenaga ia masuk kedalam dimensi kristal miliknya saat ia masuk ia langsung terjatuh pingsan


"Tuan"teriak Quan lalu melesat ke arah zee dan membawanya ke kastil Zee


Di sana Quan merawat luka Zee dan mengobatinya terlihat bahwa ia sangat mencemaskan keadaan tuannya tersebut,


ternyata Quan juga mengalami luka yang serius akibat rantai emosi yang ia lepas paksa


Zee terbangun dan merasakan tubuhnya sakit semua ia lalu segera duduk dan melihat sekeliling,ia melihat Quan datang dengan derai air mata


"Tuan kau akhirnya sadar tuan huhuhu jangan membuat ku takut"kata Quan menangis memeluk Zee


"Aku haus"kata Zee sambil melepaskan pelukan Quan


"Tunggu sebentar tuan"kata Quan lalu dengan cepat ia mengambil air minum dan memberikannya kepada Zee,selesai minum ia bertanya


"Apa aku di kastil Kristal"tanya Zee


"Ya tuan"jawab Quan


"Apa rajamu tidak marah"tanyanya lagi


"Tuan dengar rajaku adalah kau pemilik dimensi kristal ini,kau adalah satu satunya pemilik dimensi ini jadi jangan membahas itu lagi tuan aku salah mengatakannya pada waktu itu"kata Quan membuat Zee heran namun iya iya aja


"Oh ya apa kau tau jenis racun apa yang aku terima ini"


"Tuan racun yang ada pada tubuhmu adalah racun hitam yang di ekstra dengan elemen api hitam itu racun yang sangat berbahaya tuan jika terkena sedikit saja sudah dapat membunuh ratusan orang untungnya tuan adalah orang hebat yang bisa mengekstra racun dari tubuh tuan menjadi energi racun akar namun ini juga harus segera di sembuhkan tuan jika tidak takutnya membahayakan nyawa tuan"kata Quan panjang lebar


"Tidak mungkin aku mengatakan yang sebenarnya kalau tuan selamat karna ia seorang Dewi kegelapan"batin Quan sedikit bangga akan tuannya


"Apa pengobatan modern tidak ada yang bisa"tanya Zee


"Mungkin yang mereka lakukan hanya mendetoksifikasi saja tidak bisa menghilangkan sepenuhnya"kata Quan


"Apa yang harus aku lakukan"kata Zee


"Tuan harus mendapatkan kristal darah dari ras siluman kucing malam karna dengan kekuatan kristal darah itu racun di tubuh tuan akan menghilang tapi.."kata Quan


"Tapi apa"tanya Zee


"Ras siluman kucing itu sangat langka dan sangat susah mendapatkan kristal darah tersebut bahkan bisa dikatakan bahwa itu hanya angan angan saja"kata Quan sedih lantaran membuat jawaban yang tidak nyaman untuk tuannya


"Aku akan berusaha mencarinya"kata Zee lalu segera menyadari luka Quan


"Kenapa kau terluka"tanya Zee


"Ohh ini ini hanya luka habis latihan tuan"kata Quan berbohong


"kemari"panggil Zee lalu Quan mendekat dan menyembuhkan luka Quan membuat Quan terkejut


"Tuan kau masih lemah tak usah mementingkan diriku tuan luka ini bisa sembuh sendiri"kata Quan terkejut


"Jika sudah menjadi orang ku maka itu tanggung jawabku"


***sorry mandeg beberapa hari


paket kritis makAnya lama


thanks yg dah nunggu


love you all😘

__ADS_1


seru. lanjut***


//////


__ADS_2