Magic Blood

Magic Blood
chapter 58


__ADS_3

lanjut


________&__________


Di kantor kepala sekolah,Luna sedang melanjutkan pekerjaannya


Sampai Bu Yord datang


"Bu kepala ini semua data bulanan anak anak saat berlatih sihir dan berkas yang anda minta itu"kata Bu Yord sambil menyerahkan berkas di tangannya


"Terima kasih Bu Yord"kata Luna


"Sama sama"kata Yord lalu pergi dari ruang kepala sekolah


"Haiss kenapa menumpuk sekali tugas ini,Zhu kau membuat otakku pecah rasanya"kata Luna


"Kau memanggilku teman"kata Zhu tiba tiba muncul dari lingkaran sihir di lantai tepat depan meja milik Luna sambil menyeruput secangkir jus buah di tangannya


"Hei kau saja lah menjadi kepala sekolah"kata Luna


"Aku sibuk"kata Zhu santai


"Sibuk apa cuma foto sana sini aja"kesal Luna


"Itu sama saja sayang"kata Zhu lalu duduk di sofa ruang tersebut


"Kapan kau membuka segel ku,kau tau ini sudah ratusan tahun berlalu"kata Luna


"Kapan kapan"kata Zhu mendapat lemparan pulpen dari Luna


Tukkkkkk.......


(gx mama gx anak sama aja๐Ÿคฃ)


"Aduhh"keluh Zhu sambil mengusap kepala nya


"Yang benar saja Zhu aku sudah tersiksa menjadi manusia biasa,karna kau aku harus menjadi Higolos karna tidak adanya sihir"kata Luna membuat Zhu tertawa pelan


"Oke Malam ini"kata Zhu


"Apanya?"bingung Luna membuat Zhu memutar matanya jengah


"Ck ya sudah gx jadi"kata Zhu


Dan dengan kecepatan tinggi Luna berlari lalu memeluknya


"Akhh jangan tuan"bujuk Luna


"Ck ada maunya baru manggil tuan"kata Zhu meledek


"Sudah jangan marah marah barusan aku ngomong apa ya"kata Luna pura pura bodoh


"Suka mu aja lah"kata Zhu menyerah


"Heheheh"kekeh Luna


Jarang sekali melihat kepala sekolah tensius bersikap konyol seperti itu,biasanya selalu diam namun tegas secara bersamaan.


"Oh ya itu kertas apaan"tanya Zhu,Luna lalu melirik berkas yang tadi dibawa Bu Yord


"Oh itu proposal perlombaan antar sekolah sihir"kata Luna


"Bukankah setiap tahunnya kalian slalu menyegel ingatan murid tensius sehabis perlombaan"kata Zhu


"Hemm memang tapi tahun ini dan seterusnya tidak akan terjadi lagi"kata Luna


"Kenapa"tanya Zhu


"Karna mereka sudah bisa mengendalikan sihir dan juga kurasa tidak baik jika harus menyembunyikan nya terus menerus"kata Luna


"Itu lebih baik sih lagian ini sudah tahun ke tiga sekolah sihir mengadakan perlombaan dan akan terasa aneh saat mereka bertemu lawannya terdahulu dengan tampang cengonya"kata Zhu santai di balas anggukan Luna


"Oleh karena itu aku membutuhkan sihir milikku untuk membuka segel tersebut"kata Luna


"Baiklah"kata Zhu membuat Luna bingung baiklah gimana maksudnya dan apa yang Zhu lakukan membuat Luna paham.


Zhu mengubah tubuhnya menjadi normal dan menarik Mona agar berdiri di lingkaran sihir yang ia buat,setelah Luna berdiri tepat di tengah lingkaran sihir tersebut Zhu merapalkan mantra sihir dan di sekeliling tubuhnya muncul cahaya terang yang menyilaukan


"Kekuatan semesta dengan ini segel terbuka"kata Zhu


Tiba tiba muncul rantai sihir di sekeliling tubuh Luna dan memancarkan sinar terang


"Akhhh"teriak Luna kesakitan namun sebisa mungkin ia menahannya


Bummmmm.......


Ledakan sihir terjadi didalam ruang kepala sekolah membuat beberapa ruang yang berdekatan dengan ruang tersebut bergetar sehingga membuat panik semua orang


"Ada apa ini gempa kah"bingung pak Naomie


"Aura ini berasal dari ruang kepala sekolah"kata pak Raymond


Sebagian dari siswa dan siswi berteriak ketakutan


"Mari kita periksa"kata pak Niken lalu para guru mendekati ruang kepala sekolah


Sementara itu di ruang kepala sekolah kepulan asap memenuhi ruangan sampai Zhu menghilangkannya dengan sihir angin miliknya sambil terbatuk


"Uhuk uhuk uhuk sialan asapnya banyak banget"kata zhu


Setelah asap menghilang nampaknya sosok Luna yang berbeda dengan yang sebelumnya membuat Zhu berdecak kagum


"Wahhh cantik sekali,kau kembali muda"kata Zhu jujur sambil menatap Luna di depannya yang berbeda, rambutnya yang tadi hitam berubah menjadi biru tua di kombinasikan dengan warna ungu gelap,lensa matanya juga berubah yang tadinya warna normal menjadi ungu gelap samar jangan lupakan wajahnya yang cantik itu


Sedangkan yang di puji hanya mengangguk mengiyakan


"Sihirku kembali"senang Luna lalu memeluk Zhu


"Terima kasih tuan aku akan tetap setia padamu sampai kapanpun"kata Luna


"Hemm ngomong ngomong bajumu pas dengan wajah mudamu memang ya kecantikan hydra selalu menipu aku suka"kata Zhu blak blakan membuat Luna salting


"Terima kasih pujiannya tuan"kata Luna


"Kenapa kau slalu memanggil ku tuan aku kan tidak mengontrak mu seperti Yeol"tanya Zhu


"Bagiku setia tidak perlu kontrak tapi keyakinan"kata Luna membuat Zhu tersenyum kecil


"Baiklah kami pergi dulu"kata Zhu


"Kami?"bingung Luna


"Aku kemari bersama Yuma dia ingin menjenguk anaknya jadi sekalian saja"kata Zhu


"Ohh"paham Luna


Namun belum juga menghilang,suara benturan keras terjadi dari arah luar membuat mereka berdua bingung,karna penasaran mereka melihat,dan saat membuka pintu terpampang dengan jelas dimana pak Niken dan pak Raymond sedang di cekik dengan kekuatan Yuma


"Yuma apa yang kau lakukan lepaskan mereka"kata Zhu membuat Yuma melepaskan Niken dan Raymond


"Mereka memaksa masuk jadi aku menghalangi nya"kata Yuma santai


"Kami hanya ingin melihat keadaan kepala sekolah"kata pak Naomie yang sedang berdiri dibelakang Yord


"Ada apa ini apa kalian terlalu banyak waktu sehingga membuat keributan di depan ruangan ku"kata Luna sambil keluar dari ruangan yang mana membuat para guru serta sebagian murid yang melihatnya melongo karena Terkejut


"Ada apa"tanya Luna


"Dimana kepala sekolah Luna"tanya pak Naomie membuat Luna berdecak jengah


"Ini aku"kata Luna


"Whatttt"kaget mereka serempak


"Kembali ke ruang kalian ini perintah"kata Luna


"Tapi...."pak Niken


"Bersiap kita akan bertemu di ruang rapat lima menit lagi"kata kepala sekolah Luna lalu masuk kedalam ruangan,mereka lalu melirik Zhu dan Yuma


"Maafkan kesalahannya,dia tidak tau jika kalian itu ada di pihak kami"kata Zhu sambil membungkuk


"Anda siapa?"tanya pak Raymond sambil menatap Zhu membuat Zhu tersadar jika ia menggunakan tubuh keduanya


"Aku Zhu"kata Zhu sambil kembali ke wujud semula nya

__ADS_1


"sihir nyonya mengagumkan"kagum pak Naomie


"Hemm"dehem Zhu


"Bersiaplah jika tidak ingin Luna marah"kata Zhu di angguki para guru dan mereka pun bersiap untuk rapat


Di ruang rapat para guru masih saja terkagum kagum dengan pemandangan didepannya,dimana


Luna dengan fisik barunya,disana juga ada Zhu dan Lily


"Baiklah sebelum dimulai rapatnya saya akan mengatakan sesuatu"kata kepala sekolah Luna


"Ini adalah wujud asliku"kata Luna membuat mereka merasa bingung


"Wujud yang kalian lihat selama ini adalah Luna yang tidak memiliki sihir lebih tepatnya adalah saat sihirku masih tersegel"kata Luna


"Dan sekarang sihirku sudah terbuka dan mulai sekarang sampai kedepannya wujud ini adalah wujud yang akan sering kalian lihat"kata Luna


"Jadi selama ini Bu kepala juga memiliki sihir?"tanya pak Naomie


Diangguki Luna


"Benar saya memiliknya hanya saja sihir itu tersegel dalam waktu yang lama"kata Luna


"Itu lebih baik bukan"kata pak Raymond di angguki yang lain


"Baiklah mari kita kesampingkan hal ini dan mulai rapatnya"kata Luna


"Tahun ini kita akan melakukan lomba sihir antar sekolah seperti beberapa tahun terakhir"kata Luna


"Lomba sihir antar sekolah?,kapan kita pernah melakukannya"bingung pak Niken


Luna memakluminya bagaimanapun juga semua orang yang terlibat lomba sihir antar sekolah di tensius semua termasuk guru di segel ingatan nya oleh Zhu dengan suatu alasan,sehingga hampir setiap tahun mereka akan melakukan uji bola sihir seperti sebelum sebelumya, sebenarnya ia muak harus mengulang hal yang sama berkali kali tapi apa boleh buat,lalu kenapa Luna tidak melupakannya?


Karna Zhu tidak melakukannya


Simple emang,dan sekarang itu tidak akan terjadi lagi,


mulai sekarang dan seterusnya ingatan yang tersegel akan di buka sehingga mereka ada persiapan untuk kedepannya


Lalu bagaimana dengan sekolah lain yang mengikuti lomba sihir juga?


Mereka sama seperti Tensius,semuanya akan lupa saat lomba telah usai,namun karna sebuah kesepakatan mereka sudah melepas segel ingatan itu tahun lalu dan Tensius juga akan melakukannya


LANJUT...


Luna lalu melirik Lily dan diangguki nya


Lily kemudian maju ke depan dengan Luna yang bergeser


Lily memejamkan matanya dan merapalkan sebuah mantra,tubuhnya bersinar dan muncul lingkaran sihir di sekelilingnya,dan dari


Dalam lingkaran sihir tersebut muncul bunga dandelion yang kemudian bulir bulir bunganya berterbangan kesegala arah seluruh wilayah tensius


"Sienc Croft Dhel Hese"kata Lily membaca mantra sihir miliknya


Wussss ......


Semua serpihan dandelion itu tersebar kemana mana,lalu masuk ke tubuh semua murid dan guru di sekolah tensius membawa kepingan ingatan dimasa lomba sihir berlangsung yang diadakan dua tahun terakhir


Sedangkan di lapangan kelompok murid murid yang sedang istirahat terdiam saat melihat keindahan dari serpihan dandelion yang berterbangan di atas mereka yang perlahan masuk ke tubuh mereka yang perlahan mengingat masa lomba sihir


"Ini ingatan yang terlupakan"kata Ning Yu di angguki teman temannya


"Aku ingat sekarang aku pernah melakukannya"kata salsa saat ingatannya kembali


"Tidak kusangka ada juga sihir kuat yang seperti ini"kagum Zee dan teman temannya,


Zee,Ziya,Jiali dan Nian Nian tidak memiliki ingatan tentang lomba sihir karna mereka termasuk murid baru yang belum pernah mengikuti perlombaan antar sekolah tersebut


"Sial aku tidak akan kalah lagi"teriak Teo tiba tiba membuat mereka melirikku dan saling menatap dan mengangguk.


Di ruang rapat para guru juga sudah mendapatkan ingatan nya kembali


"Pantas saja seperti ada yang mengganjal ternyata memang ada yang menjelekkan ku dulu"kata pak Raymond


"Karna kau memang buruk dalam sihir"ejek pak Niken membuat para guru tertawa


"Jadi pak Raymond apakah kau akan mempermalukan diri mu lagi kali ini"tanya pak Raigan salah satu guru Tensius,guru sains


"Tidak akan"kata pak Raymond


"Baiklah akhiri reuniannya sebentar mari kita ke inti"kata Luna


"bulan depan kita akan berangkat ke sekolah houdryen untuk lomba sihir,setelah Cyrand yang menjadi tuan rumah tahun lalu"kata Luna


"Houdryen"kaget para guru


gimana gx kaget


Houdryen adalah salah satu sekolah elit di kota lain yang sangat jauh yang sama besarnya seperti tensius,hanya saja sekolah itu khusus untuk atlet sehingga lebih dominan laki laki,murid murid disana lebih menonjol dalam pelajaran fisik seperti olahraga dan sedikit di akademi,mereka terkenal sangat menyebalkan karena suka sekali meremehkan orang yang lemah namun apalah daya jika memang mereka unggul di bidang mereka sendiri,untuk menuju ke Houdryen mereka harus menaiki pesawat agar lebih cepat sampai


Sedangkan Cyrand adalah sekolah


Elit yang terkenal akan kelicinannya dalam bermain taktik jika menyangkut lomba,namun dibalik itu murid murid disana sangatlah ramah dan mudah bergaul sehingga tensius akrab dengan sekolah itu tidak dengan Houdryen yang seperti menjadi musuh utama tensius yang bukan hanya murid tapi gurunya juga,mereka juga sekolah yang sangat jauh


"Tidakkkkk....kenapa harus Houdryen"keluh pak Raymond


"Kenapa kok pesimis udah tau kalau bakal kalah lagi"kata pak Dhigo


"Enak saja"kilah pak Raymond


"Jadi persiapkan semuanya,lagian kita kan sudah mengajarkan siswa siswa sihir jadi jangan pesimis"kata Bu Yord


Di angguki guru lain


"Baiklah kalian bisa bubar"kata Luna


"Lily dan Zhu tetap disini"lanjutkan


Para guru pergi dan langsung mengajarkan sihir kembali membuat murid murid menjadi semangat apalagi setelah ingatan nya terbuka tambah semangat lah mereka mengingat dulu tensius dipermalukan di Cyrand dulu


"Ada apa Luna"tanya Zhu


"Kalian yakin secret di sembunyikan dan menjadi gelandang sihir,waktu kita hanya sebulan"kata Luna


"Bagaimanapun secret adalah tim yang sudah turun lapangan"kata Luna


"Houdryen dan Cyrand akan menurunkan para bakat mereka kelapangan,tingkat terendah mereka adalah pin perak tipe rank"kata Luna


"Sedangkan tensius persiapan emas rank saja belum maksimal"kata Luna


"Dan hanya secret yang bisa menggempur lapangan"lanjutnya


"Kalau begitu 90 anggota kau ambil dari emas dua tipe dan perak tipe rank lalu sisanya keluarkan semua gelandang sihir"usul Zhu


"Gelandang sihir kau tidak bercanda"kaget Luna


"Tidak"kata Zhu


"Zhu kau itu maksud gx sih apa yang sedang kita bicarakan"kata Lily


"Enggak"jawab Zhu membuat Lily dan Luna menghela nafasnya


"Maksud Luna bagaimana jika secret di publikasikan kepada yang lain lalu mereka ikut dengan resmi"kata Lily


"Itu kurang menarik"kata Zhu


"Maksudmu?"tanya Lily membuat Zhu tersenyum miring


"Maksudku tetap buat secret menjadi gelandang sihir dan buat mereka masuk anggota inti perlombaan,


aku yakin seratus persen sekolah lain pasti akan merendahkan tensius apalagi Houdryen dan disitu poin pentingnya,semakin mereka menganggap remeh tensius semakin besar peluang tensius maju karna lawan akan menjadi bodoh saat merasa ada yang lebih bodoh"kata Zhu panjang lebar kali tinggi


"Dan saat itu Bummmm...kita buat mereka menelan kotoran mereka sendiri ahahah"kata Zhu sambil tertawa jahat


"Idemu itu bagus tapi bagaimana pendapat para siswa,mereka memangnya bisa menerima gelandang sihir maju menjadi anggota inti perlombaan,kau tau gelandang sihir adalah kasta terendah dalam tingkatan sihir"kata Luna


"Itu akan menjadi urusan ku"kata Zhu


"Kami mengandalkan mu Zhu"kata Lily


Di arena lapangan para siswa terbagi menurut tingkatan sihir mereka


Terlihat Zhu yang sedang berjalan menuju para gelandang sihir membuat sebagian siswa menghentikan kegiatannya

__ADS_1


"Siang anak anak"sapa Zhu membuat para gelandang sihir berdiri tegak


"Saya kemari ingin memberikan lencana kaisar sihir pada kalian semua kecuali Tara dan Quan yang memang sudah memilikinya"kata Zhu langsung membuat para murid dan guru terkejut


Dan sedikit mendekat


Mengeluarkan delapang lencana kaisar sihir dari tangannya


"Zee,Soren,Naoya,Rey,Jiali"panggil Zhu mereka berlima maju dan mengambil lencana tersebut dan seketika lencana itu bercahaya dan kembali seperti semula hanya saja sudah berwarna yang menandakan bahwa lencana itu sudah bertuan,


Zee memiliki lencana kaisar dengan warna hijau gelap degradasi hitam dan merah di sampingnya


Jiali memiliki lencana berwarna perak dengan merah darah di samping


Soren berwarna biru gelap dengan hitam di samping


Rey berwarna coklat kayu ek dan coklat gelap di samping


Naoya berwarna kuning pucat dengan warna coklat muda di sampingnya


"Ari,Nian Nian,Suji"panggil Zhu dan sama seperti kelima anggota yang lainnya lencana mereka juga kini sudah bertuan


Ari memiliki lencana kaisar berwarna merah gelap dengan warna hitam emas di sampingnya


Nian Nian berwarna biru es dengan biru gelap laut di sampingnya


Suji berwarna merah terang dengan emas di sampingnya


"Jaga baik baik"kata Zhu


"Kenapa mereka mendapatkan lencana kaisar?"bingung pak Dhigo


"Mereka sudah memiliki seribu poin dari tugas yang mereka kerjakan"kata Zhu sambil memberikan berkas ke pak Dhigo agar percaya


"Ini luar biasa"kaget Dhigo


Lalu menatap para gelandang sihir


"Dari sepuluh tugas enam adalah peringkat A"kata Dhigo membuat para siswa kaget


Karna sebagian dari mereka poin terbesar adalah tiga ratus dari semua tugas yang mereka lakukan saat turun lapangan itupun tugas tingkat B sampai D jarang yang mengambil tugas tingkat A karna itu lebih sulit dan nyawa mereka bisa jadi taruhan,dan ini seribu poin hanya sepuluh tugas


Mereka jadi merasa malu karna sempat berprasangka buruk


"Semua bisa mendapatkan lencana kaisar jika poin yang terkumpul sudah masuk seribu poin jadi semangat"kata Zhu di angguki para siswa


"Satu bulan lagi lomba sihir antar sekolah akan di adakan kuharap kalian bisa lebih baik dari lomba sebelum nya"lanjutnya


"Baik Bu"jawab mereka serempak


"Para gelandang sihir kalian akan masuk tim inti dengan 90 siswa pilihan lainya jadi berlatihlah dengan rajin"kata Zhu


"Kalian keberatan"tanya Zhu sambil melihat semua anak yang sedang berkumpul itu


"Tidak Bu"serempak mereka


Jika di tanya mereka keberatan,mereka lebih keberatan jika tensius harus mengalami kekalahan untuk kesekian kalinya,


Membawa para kaisar sihir berkedok gelandang sihir adalah hal yang memang harus di lakukan Tensius untuk menggempur lawan


Mereka bukanlah siswa bodoh yang tidak tau taktik Zhu,mereka semua pintar dan dapat mengerti maksud Zhu


Dan itu yang membuat Zhu senang


Setidaknya pemilihan ketat


Siswa siswi tensius tidaklah sia sia.


Dan selama sebulan penuh itu para siswa dan siswi tensius belajar sihir dengan giat agar tidak ketinggalan sekolah lainnya


Bummmmm....


Sebuah ledakan terjadi di area berlatih


"Wuuuuhuuuu"teriak Ari saat melihat Quan menendang Leon dengan keras keluar lapangan sehingga Leon menabrak pembatas area


"Pemenang nya Quan"teriak pak Raymond


Pak Naomie menghampiri Leon dan memapahnya


"Sial tulangku sakit sekali"kata Leon pelan,lalu ia di antar ke area samping dimana terdapat Tara,ghai,Glen,Sion yang sedang di obati oleh Bu Yord dan lily


"Kalian ini kenapa lemah sekali"kata Lily


"Quan yang terlalu kuat Bu"keluh ghai


"Haruskah kalian senang dong artinya kita memiliki monster di sekolah kita"kata Bu Yord


"Iya sih iya tapi ya gx kita juga yang jadi bahan uji coba kekuatan monster itu,ini sakit lho Bu"kata Leon membuat Bu Yord dan lily tertawa pelan


"Nanti juga sembuh"kata Lily


Quan mendekat ke arah mereka


"Sorry teman teman aku tidak bermaksud melukai kalian aku gx sengaja"kata Quan


"Iya dan gx sengaja nya itu lebih dari satu kali"kesal Tara membuat Quan terkekeh sedangkan Glen dan Sion hanya diam karna masih merasa lelah sehabis latihan tadi.


***


Skip satu bulan sudah berlalu dan kini semua murid tensius berbaris di lapangan menunggu untuk berangkat,


Terdapat seratus siswa Tensius yang mengikuti lomba sisanya mereka akan tinggal di Tensius,serta para guru pembimbing juga hadir disana


Luna lalu maju ke depan lapangan,sudah sebulan namun murid murid masih saja terkejut dengan perubahan drastis kepala sekolah mereka apalagi Mona yang notabenenya adalah anaknya,ia merasa seperti adik kakak dengan Luna dari pada ibu dan anak


"Sebagai awalan apakah kalian sudah siap"tanya Luna


"Siap Bu"jawab mereka kompak


"Baik masuk kedalam bus,pesawat sudah menunggu"kata Luna


Butuh tiga puluh menit untuk sampai di bandara dan mereka pun menaiki jet pribadi ZL,iya ZL.


Entah bagaimana caranya pemimpin ZL dengan baik hati meminjamkan dua jet pribadi sekaligus kepada tensius dan Luna tentu saja tidak akan


menyia-yiakan kesempatan emas ini walaupun ia masih penasaran apa alasannya.


Satu jam kemudian mereka sampai di kota tujuan,para siswa pergi ke penginapan sekolah Houdryen untuk beristirahat sedangkan para guru harus mengapsen dan mengisi formulir pendaftaran Tensius,disana juga ada Lily dan Zhu yang mengaku guru baru Tensius.


Zhu dan Lily menggunakan tubuh kedua mereka sehingga guru dari sekolah lain tidak mengenal mereka dan mengiyakan kehadiran mereka


"Apakah Bu Lily dan Bu Zhu sama lemahnya dengan kalian"tanya guru dari Houdryen Ester Jon dengan sinis


Membuat guru Tensius menahan amarahnya


"Kami tidak lemah pak Ester"kata pak Raymond


"Mengerti mengerti"kata pak Ester


"Bagaimana bisa kau seperti itu pak Ester jangan mempermalukan mereka lagi"kata pak Xierd (bukan pasir ya๐Ÿ˜…)


"Saya tidak mempermalukan mereka kok"kata pak Ester santai


"tolong berkasnya"kata Lily dengan datar karna sudah lelah dan malah bertemu dua cecunguk ini


"Santai santai"kata pak Ester sedikit takut dengan guru baru tensius itu


Ia lalu mengeluarkan brosur pendaftaran kepada Zhu yang sejak tadi diam


"Dimana kepala sekolah kalian dia benar-benar tidak menghormati tuan rumah"tanya pak Xierd


Membuat Luna tersenyum kecil


"Sepertinya anda sudah terlalu tua sehingga matamu menjadi rabun"kata Luna membuat Ester,Xierd,dan guru Houdryen lainya menatapnya


"Sebaiknya anda pensiun saja pak Xierd karna kau sudah tua,jika tidak takutnya kau akan terkejut dan mari disini"kata Bu Yord


"Apa maksudmu hahh"marah pak Xierd


"Santai santai"kata pak Raymond,Dhigo,dan Naomie bersamaan,senangnya mengembalikan kata.


semoga kalian masuk


dengan alurnya ya

__ADS_1


and pay pay sampai sini dulu


๐Ÿ‘‹๐Ÿ‘‹๐Ÿ‘‹


__ADS_2