Magic Blood

Magic Blood
chapter 11


__ADS_3

lanjut


///////


🎶pria pria o..pria pria🎶


"Kenapa kau sangat yakin ia seorang pria siapa tau dia seorang perempuan bagaimana"tanya Jiali


"Iya juga tapi yang paling mendekati pastikan pria"kata nian nian


"Iya juga"angguk jiali


"Kenapa harus ribut sih"tanya Zee kesal


"Kau tak penasaran"tanya Jiali dan nian nian


"Gx untuk apa mengurusi hal seperti itu mending urusin urusan untuk pesta besok malam"kata Zee


"Lagian untuk apa aku penasaran dengan diriku sendiri"batin Zee lalu ia mengambil air minum dan minum


"Fiks sih ini ceo-nya pasti kakek tua"kata jiali tiba tiba membuat Zee menyemburkan minuman nya


Byurrrr......


"Uhuk uhuk"batuk Zee


"Kau lagi lagi tersedak bisa tidak makan atau minum itu pelan pelan gx akan ada yang ngambil kok"kata jiali sambil mengelap mulut Zee dengan tisu di meja makan


"Habisnya kau bicara yang aneh aneh sih"kata Zee sambil merebut tisunya


"Dan aku ini bukan pria tua aku gadis muda yang cantik tau"batin Zee kesal


"Haiss udahlah gx usah bahas itu bikin pusing aja"kata nian nian


Bel pelajaran segera berbunyi dan semuanya kembali ke kelas masing masing untuk pelajaran selanjutnya.


Skip pulang sekolah semua murid meninggalkan gedung sekolah dan pulang menuju tempat masing\-masing


Begitu juga dengan Zee dan kawan kawan,di tempat parkir sekolah


"Nian...."teriak Ari dari jauh


"Kenapa Ari"tanya Nian Nian


"Numpang lagi ya"jawab Ari


"Astaga rupanya dia siluman miskin"batin Zee


"Ok semakin rame semakin baik"kata nian nian lalu masuk ke mobilnya di ikuti Ari


"Kami duluan Jia,Zee bye"kata nian nian


"Bye Jia"kata Ari tanpa melihat Zee


"Bye"jawab Jiali


"Sepertinya Ari punya kesan buruk dengan mu hihihihi"lanjut Jiali


"Yang ada aku yang punya kesan buruk dari dirinya"jawab Zee


"Uang ku yang malang"batin Zee


"Oh ya aku tak percaya hahahaha"kata jiali tertawa


"Hais sudahlah aku pergi dulu"kata Zee


"Mau balapan"ajak Jiali


"Dimana kapan"tanya Zee antusias


"Setelah Keluar gerbang sekolah sampai kediaman mu bagaimana mana"kata jiali


"Tantangan di terima"jawab Zee lalu masuk mobil begitu juga Jiali,mereka sudah mulai menyalakan mobilnya masing-masing,saat setelah keluar dari gerbang sekolah


"Siap...mulai"teriak Jiali lalu keduanya tancap gas dan melesat jauh


Wusshhhh.....


Dua mobil melaju cepat dan saling salip


"Wahh mobil Zee cepat juga"batin Jiali saat ia berada di posisi kedua


"Sekalian melepas penat"batin Zee


Mereka balapan sampai kediaman Anderson dan pemenangnya adalah Zee,di luar gerbang


Wusshhh ckittt......(mobil ngerem😅)


"Wahhh apa itu"kata penjaga terkejut lalu di susul mobil lainnya


"Hahahaha aku menang"kata Zee keluar dari mobil


"Kau memang jago segalanya Zee"kata jiali mengakui


"Memang...mau mampir"tawar Zee


"Lain kali saja aku harus siapkan diri untuk pesta esok bye"kata jiali lalu melajukan mobilnya pergi dari depan kediaman Anderson


"Yasudah aku juga lelah"kata Zee lalu berjalan masuk setelah di bukakan gerbangnya


"Paman bawa mobilku aku ingin jalan"kata Zee sambil melempar kunci mobilnya Kepada penjaga di sana


"Baik nona"kata penjaga itu


Sesampainya di dalam rumah Zee segera ke kamar


"Apa kabarnya kakak ya"batin Zee


membuka pintu kamarnya dan melihat Cadance yang sedang tidur dengan buku di tangannya sepertinya ia tertidur saat membaca ia juga sudah mengganti bajunya membuat Zee tersenyum


"Ternyata masuk kamar di sambut saudara tidak begitu buruk"batin Zee lalu meletakkan tasnya dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri,tepat saat Zee di kamar mandi Cadance terbangun


"Hoammm ya ampun aku ketiduran"kata Cadance pada dirinya sendiri lalu mendengar suara gemericik air dari arah kamar mandi


"Apa gadis itu sudah pulang"batin Cadance lalu segera duduk menunggu


10 menit kemudian Zee keluar dari kamar mandi hanya dengan memakai handuk ia lalu melirik Cadance


"Sudah bangun"kata Zee


"Hemm"dehem Cadance lalu melirik Zee membuat ia terkejut lalu membalikkan badannya


"Shitt kau ini tak tau malu ya"malu Cadance membuat Zee heran lalu ia menuju lemarinya dan berganti baju setelahnya ia segera duduk di meja rias dan mengeringkan rambutnya


"Kau ingin tanya apa tanyakan saja"kata Zee saat melihat pantulan Cadance dari cermin


"Emm pertama Tama siapa namamu tidak mungkin aku memanggilmu dengan hei"tanya Cadance


"Zee panggil aku Zee"jawab Zee


"Ohh kalo aku Cadance panggil aku Cadance"kata Cadance di angguki Zee ia lalu mengubah arah duduknya menghadap Cadance


"Kau bagaimana bisa memiliki rupa mirip seperti ku"tanya Cadance


"Karna kita sama"jawab Zee membuat Cadance heran


"Sama?"heran Cadance


"Cadance jika aku bilang aku adalah saudara mu apa kau akan percaya"tanya Zee membuat Cadance terkejut


"Hahh kau kembaran ku mana mungkin aku selama ini selalu di rumah bersama keluarga ku dan mereka bilang aku anak satu satunya mereka tak ada yang lain bagaimana mungkin aku tiba tiba memiliki saudara yang bahkan entah benar atau tidaknya"kata Cadance


"Kau yakin kau anak mereka"tanya Zee


"Heii kau mencurigai orang tuaku"marah Cadance


"Apa mereka mengganggap mu"tanya Zee tanpa menggubris amarah Cadance membuat ia terdiam


"Emm itu...."fikir Cadance


"Benar juga yang di katakan dia jika aku anak mereka mereka seharusnya mempublikasikan diriku yang notabenenya anak mereka tapi jika aku bukan anak mereka kenapa mereka baik sekali dengan ku"batin Cadance berfikir


"Hahh sudah ku duga"kata Zee lalu berdiri menuju meja belajarnya dan mengambil sebuah foto ia kecil dengan saudaranya saat berumur 1 tahun dan memberikannya kepada Cadance


"Ini foto ku saat kecil kenapa sama persis"kaget Cadance


"Itu fotoku dengan saudara ku aku mendapatkan nya dari ibuku,dia hilang saat kami berumur 2 tahun ia di culik oleh musuh ayahku"jawab zee datar


"Ini membuat ku pusing"kata Cadance


"Jika pusing maka kita hanya perlu melakukan satu cara"usul Zee


"Apa itu"tanya Cadance


"Tes DNA"kata Zee lalu mencabut beberapa helai rambutnya

__ADS_1


"Berikan rambutmu"kata Zee lalu Cadance mencabut beberapa helai rambutnya juga


"Apa kau yakin dengan ini"tanya Cadance sambil melihat Zee menyimpan rambutnya di plastis simpan kecil


"Tentu rumah sakit Anderson adalah yang terbaik"kata Zee


"Anderson apa kau kenal dengan pebisnis China yang terkenal itu"kaget Cadance sambil matanya berbinar


"Emm iya bukan hanya sekedar kenal sih"jawab Zee santai


"Oh ya apakah kau bisa mendapatkan tanda tangan logan Anderson aku fans beratnya"kata Cadance memohon


"Kau fans beratnya"tanya Zee terkejut


"Benar walaupun aku jarang keluar tapi aku aktif di sosial media jadi aku tau CEO logan Lee itu aku benar benar merasa bersemangat saat melihat wajahnya benar benar tampan"kata Cadance sampai berbinar


"Eeee apa kau tak tau jika ia sudah berkeluarga"tanya Zee


"Aku tau beruntung sekali istrinya,pak Logan itu kan awet muda xixixi"kata Cadance


"Dia juga sudah punya anak lho"kata Zee


"Iya sih tapi identitas anaknya kan di rahasiakan dari publik bahkan tidak tau dia pria atau wanita"kata Cadance


"Begitu ya..."kata Zee terkekeh


"Oh ya sebentar ya"lanjut Zee lalu mengambil hpnya dan menelpon sekertaris perusahaan Zl


Tut..tutt...tutt...


"Halo"sapa Zee


"Halo bos selamat siang ada yang bisa saya banting"jawab sebrang telepon


"Kenapa kau menerima undangan Bz"to the poin Zee


"Ohh itu maaf bos itu salah saya"kata sebrang telepon merasa bersalah


"Hahh kali ini kau saja yang datang kau tau harus berbuat apa kan"kata Zee


"Baik bos akan saya lakukan"jawab sebrang telepon


"Hemm dah itu aja aku sibuk"kata Zee hendak mematikan telepon


"Nanti dulu bos kapan kamu kemari banyak sekali perusahaan luar negeri yang ingin kerja sama dengan Zl"kata sebrang telepon


"Nanti setelah aku ada waktu,untuk kerja sama biarkan saja dulu"kata Zee lalu menutup teleponnya


Di tempat lain di kantor


"Ya ampun bos ini suka sekali mematikan telepon sebelum aku selesai menjelaskan"kata pria itu


ya seseorang yang tadi di telpon oleh Zee adalah seorang pria muda tampan sekertaris perusahaan Zl,ia berumur 23 dan bernama Ryuga,Zee saat menyamar menjadi pria yang mirip dengan Gikwan dengan menggunakan namanya,Ryuga sudah bekerja dengan Zee mulai dari awal dua tahun yang lalu saat ia masih menjadi gelandangan dan Zee yang masih berumur lima belas tahun menghampirinya dan menawarkan pekerjaan yang langsung membuat ia terkejut,dan lebih terkejut karna kecerdasan bos-nya membuat perusahaannya melesat cepat dan menduduki peringkat pertama dunia,ia sangat kagum pada Zee dan bekerja lebih keras lagi sebagai sekertaris nya,ia juga memiliki seorang adik laki-laki.


kediaman Anderson


"bicara dengan siapa"tanya Cadance


"Teman"jawab Zee


"Karna wajah kita mirip bisakah aku minta tolong darimu"tanya Zee


"Minta tolong apa"jawab Cadance


"Aku akan pergi ke RS kau bisakah menggantikan ku untuk makan malam nanti dengan orang tuaku"pinta Zee


"Baiklah karna kau sudah memberikan tumpangan untuk ku apa salahnya membantu mu anggap saja ini balasan dari ku"jawab Cadance


"Terima kasih"kata Zee lalu bersiap


"Kau akan pergi sekarang"kaget Cadance


"Tentu saja semakin cepat semakin baik oh ya bicara dengan orang tuaku dengan bahasa Mandarin ya jangan Jepang nanti mereka bingung"jawab Zee lalu mengambil sempel rambutnya dan pergi


"Aku serahkan padamu ya"kata Zee lalu segera pergi


"Aku harus memberikan ruang untuk kakak bertemu dengan ayah dan ibu"batin Zee senang,ia berlari ke luar dan berteleportasi pergi dari sana tanpa membawa mobil karna akan mengundang kecurigaan,ia berteleport di gang kecil setelah aman ia baru memesan taksi dan pergi ke RS Adr.


Di rumah setelah membersihkan diri Cadance segera turun untuk melihat lihat


"Aku baru sadar kemarin malam sepertinya aku ada di depan rumah kenapa bisa berada di kamar lantai atas ya"batin Cadance sambil menuruni tangga menuju ruang tamu saat hendak ke dapur ia berpapasan dengan Zhu dan logan


"Zee kami pulang"sapa mereka membuat Cadance terkejut,ia terkejut lagi saat Zhu memeluknya dan memberi kecupan di pipinya


"Ini ibunya Zee kenapa seperti anak kecil dan mukanya kok gx asing"batin Cadance


"Haiss sudahlah sayang ayo kita ke atas dulu badanmu bau makanya anak kita tidak jawab"kata logan datang dari belakang membuat Cadance terkejut untuk kesekian kalinya


"Pak Logan"ucap Cadance spontan membuat keduanya merasa heran


"Hahh kau salah makan apa Zee"tanya Zhu sambil memegang dahi anaknya


"Ahh tidak tidak aku baik baik saja i..ibu"jawab Cadance


"Ya ampun rupanya Zee anak dari pak Logan Anderson ia anak Anderson yang identitasnya di sembunyikan itu"batin Cadance berteriak


"Ya sudah kami naik dulu kau tunggu ayah dan ibu di ruang makan ok kita makan malam"kata logan mengusap rambut Cadance membuat ia terdiam


"Emmm aneh bukanya aku fans ya sama pak Logan tapi kenapa rasanya saat ia memegang kepalaku aku tidak terkejut malah seperti terasa terbiasa dengan hal itu"batin Cadance lalu segera pergi ke ruang makan saat Zhu dan logan sudah ke atas,ia tau tata letak ruang di rumah Zee karna sebelum Zee pergi ia memberikan sebuah peta kecil untuknya.


Di rumah sakit Zee sudah masuk ke dalam ruang salah satu dokter tanpa permisi


"Tama periksa DNA dari tiga rambut ini apakah ada kecocokan"suruh Zee langsung membuat dokter yang sedang membaca itu menengok ke arah nya


"Ohh bos aku kira siapa"kata Tama


"Siapa lagi yang berani seperti ku hihihi"kata Zee lalu meletakkan sampel rambut nya


"Tes ini"kata Zee lalu duduk


"Baik bos"kata Tama mengambil Sempel itu


"Kapan hasilnya keluar"tanya Zee


"Bagiku paling lama tiga hari paling cepat ya besok"kata Tama


"Besok sore aku tunggu"kata Zee lalu pergi tanpa mendengar jawaban dari Tama


"Ya ampun kenapa aku punya nona yang kurang sopan seperti itu untungnya hanya pada ku saja nona melakukan perlakuan spesial di rumah sakit ini"kata Tama aneh


"Sudahlah kerjakan yang di suruh nona dulu ini adalah tugas hidup dan mati"kata Tama dramatis


Saat malam Zee menyuruh Ryuga membawakan mobil ke rumah sakit


Sesampainya di rumah sakit


"Nona di sini"kata Ryuga sambil melambaikan tangannya lalu Zee menghampiri nya


"Mana kuncinya"tanya Zee lalu Ryuga menyerahkan kuncinya


"Aku pinjam dulu ya"kata Zee lalu masuk mobil dan pergi


"Emm kok kaya ada yang aneh ya"kata Ryuga lalu ia tersadar


"Lahh aku pulang nya gimana nonaaa"teriak Ryuga mana ia hanya menggunakan piyama karna ia sedang di rumah tadi


Di jalan Zee melajukan mobilnya kencang menuju bukit dekat hutan


Ia segera menghentikan mobilnya dan keluar dari dalam ia memuntahkan darah dari mulutnya dan tanaman yang terkena darahnya segera layu dan mati


"Sial racunnya semakin menyebar"batin Zee terengah engah


"Quan"panggil Zee lalu Quan langsung muncul di samping Zee


"Ada apa tuan"tanya Quan


"Bantu aku cari penawar racun ini aku sudah tidak kuat"kata Zee lalu terduduk bersenderan mobil


"Maaf tuan bukanya saya tak bisa tapi siluman kucing itu sangat langka tuan"kata Quan sedih


"Apa Ari bisa"tanya Zee


"Ari?"tanya Quan heran


"Ya...ia juga seorang siluman kucing"kata zee


"Sungguh kenapa aku tak merasakan auranya"kata Quan terkejut


"Dimana dia tuan"tanya Quan namun tak mendapatkan Jawaban dari Zee yang ternyata ia sudah pingsan


"Tuan"kaget Quan lalu membawa ke dimensi kristal di sana ia merawat Zee dengan air roh suci yang muncul dari pohon roh


"Hanya ini yang bisa menghambat racunnya aku harus mencari orang yang di sebut tuan tadi"kata Quan


"Ari Lancaster ya aku tau wajahnya seperti apa dan tempat tinggalnya"batin Quan lalu menghilang menuju apartemen Ari,

__ADS_1


Ari yang sedang bersantai di kejutkan dengan aura mengimintidasi yang sangat kuat bahkan ia langsung ketakutan


"Aura siapa ini kenapa seperti di tujukan kepada ku"batin Ari lalu dari jendela muncul sebuah asap hitam yang masuk ke kamarnya dan berubah menjadi seorang pria tampan ia adalah Quan


"Apa kau Siluman itu"tanya Quan dingin


"Si...siapa kau"tanya Ari takut


"Aku bawahan dari tuanku aku ingin meminta tolong kepada mu apa kau bersedia"tanya Quan sambil mengurangi auranya agar Ari tak takut


"Kenapa kenapa harus aku"tanya Ari


"Karna kristal darah"kata Quan membuat Ari terkejut


"Kau tau tentang Kristal darah"tanya Ari Terkejut


"Iya apa kau membantu"tanya Quan lagi


"Aku...aku akan mencobanya tapi bisakah setelah ini kau tidak menggertak ku lagi"pinta Ari


"Baiklah"kata Quan lalu menghilang dari sana di ikuti Ari,


Quan membawa Ari ke dalam dimensi kristal milik Zee


"Wahhh ini kastil yang sangat indah"kata Ari kagum melihat bangunan di depannya


"Ini milik tuanku sekarang aku memintamu untuk membantu tuanku untuk sembuh dari racun hitam kau pasti tau racun itu kan"kata Quan


"Apa...racun hitam apa tuanmu tidak akan mati karna racun hitam sangat ganas bukan,berapa lama tuanmu terkena racun itu"tanya Ari


"Sudah beberapa hari ini"kata Quan sedih


"Beberapa hari...tuanmu sangat kuat ya jika orang biasa yang terkena racun ini hanya butuh beberapa menit ia akan mati"kata Ari terkejut mendengarnya


"Karna tuanku spesial ayo jangan menunda waktu"kata Quan lalu mereka segera masuk kedalam kastil tersebut dan menuju kamar Zee,


di kamar Zee sudah gelisah dalam tidurnya sepertinya racun itu benar benar lebih menyakitkan dari biasanya,Ari masuk dan terkejut siapa yang terbaring di ranjang itu


"Ini...tuanmu"kata Ari terkejut


"Iya memangnya kenapa kau kenal dengan tuan"tanya Quan


"Ini bukanya si pencuri itu kenapa ia terbaring di sini dan jika benar ia memiliki sihir kuat di tubuhnya kenapa aku tak menyadari dari awal apa tuan yang terkontrak denganku sungguh sangat kuat"batin Ari


"Tunggu apa lagi"desak Quan


"Tunggu sebentar kau kira mengeluarkan kristal darah itu mudah apa"kata Ari kesal


"Anggap saja aku menolong mu karna bagaimanapun kau adalah tuanku"batin Ari


mengeluarkan cahaya dari dahinya dan keluarlah sebuah kristal berwarna merah dari sana kristal itu memasuki tubuh Zee beserta Kilauan cahaya yang membuat mata siapa saja silau,


di alam sadar Zee,Ari dapat merasakan detak jantung Zee melemah,ia lalu menghampiri roh Zee


"Hei kau"sapa Ari lalu Zee meliriknya


"Walaupun aku malas mengakuinya tapi kau adalah tuanku maka aku akan mematuhi perintah mu"kata Ari memberi hormat kepada Zee


"Sebenarnya kenapa kau beranggapan bahwa aku bukanlah tuanmu"tanya Zee membuat Ari gelapakan


"Emm karna saat aku masih terkutuk menjadi sebuah pena ada sihir yang kuat sehingga dapat membuka segel pengutukan sedangkan saat aku melihat mu aku tak dapat merasakan aliran sihir dari dalam dirimu"jujur Ari


"Jadi karna itu"kata Zee paham


"Iya kenapa"tanya Ari


"Karna aku menyembunyikan aura ku dan saat itu aku sangat lemah"kata Zee lalu mendekati Ari


"Aku akan tunjukkan sesuatu"kata Zee lalu mengeluarkan sihir kristal miliknya membuat Ari terkejut


"Ini sihir saat aku menjadi pena jadi kau memang tuan asliku"kata Ari terkejut


"Hemm jadi bagaimana"tanya Zee


"Aku Ari Lancaster dari ras siluman kucing malam bersumpah setia kepada tuan dan atas kesalahan saya mohon maafkan saya tuan"kata Ari menunduk bersalah


"Baiklah aku maafkan"kata Zee


"Ayo kembali ke dunia nyata tubuhku sudah lebih baik"ajak Zee saat merasakan detak jantungnya kembali normal


"Baik tuan"senang Ari sifatnya berubah seratus delapan puluh derajat terhadap Zee,


mereka kembali dan Zee terbangun dari tidurnya


"Tuan..."kata Quan senang lalu memeluk Zee


"Kau sudah sembuh seutuhnya tuan dan aura kegelapan mu sudah pulih seutuhnya"kata Quan senang


"Iya..tapi lepaskan pelukan mu ini"kata Zee kesal karna merasa sesak


"Hehehehe maaf tuan"kata Quan


"Dimana siluman kucing itu"tanya Quan lalu Ari muncul dari belakang Zee dengan wujud kucingnya


"Kenapa tidak berubah menjadi manusia"tanya Quan


"Aku tak mau aku akan seperti ini dulu untuk sementara ini tuan aku ingin ikut dengan mu"pinta Ari


"Tidak boleh aku saja tidak ikut tuan dan siapa tuanmu"kata Quan kesal


"Ternyata naga yang menyeramkan itu sifatnya seperti ini ya"batin Ari


"Zee sudah mengakui ku sebagai bawahannya,kami juga sudah kontrak darah"kata Ari bangga


"Apaa..."kaget quan


"Baiklah Ari kau ikut denganku sebagai hewan peliharaan ku"kata Zee


"Tuannn"kata Quan memelas


"Kau itu laki laki aku tak mau membawamu lagian kau mau berubah menjadi naga gitu ingin membuat dunia gembar sebaiknya kau seperti biasa saja dan sekarang kau juga Ari sama mengerti jangan saling bertengkar"final Zee lalu keluar dari dimensi kristal bersama Ari yang di peluk Zee


"Ahh nyamannya"batin Ari saat Zee mengelus bulunya,Zee menelpon Ryuga untuk mengambil mobilnya dan ia memilih jalur teleport untuk pulang


Di kamar ia sudah melihat Cadance tertidur


"Tuan kenapa kau ada dua"tanya Ari


"Dia kakakku berlakukan dia seperti kau memperlakukan ku"perintah Zee


"Baik tuan"jawab Ari bersungguh sungguh,lalu Zee merebahkan dirinya di samping Cadance


"Besok aku akan membelikan mu peralatan kucing agar kau nyaman"kata Zee membuat Ari senang,ia berubah menjadi manusia dengan telinga kucing yang menggemaskan dan tidur di antara Zee dan Cadance


"Selamat malam tuan"kata Ari lalu tertidur


"Kasur tercinta ku menjadi sempit tapi tak apalah"batin Zee


Keesokkan harinya Zee sudah bangun dan bersiap untuk sekolah sedang kan Ari masih tertidur dalam wujud kucingnya,Cadance ia sedang makan


"Cadance hasil tes akan keluar hari ini jika itu positif apa reaksi mu"tanya Zee


"Senang aku akan senang karna akhirnya aku memiliki saudara"kata Cadance tersenyum


"Aku juga,aku berharap kita adalah saudara"kata Zee


"Hemm"dehem Cadance


"Jika kita saudara apa reaksi ayah Jepang mu dan apa ia akan marah"tanya Zee


"Pasti dia akan marah sangat marah tapi aku lebih marah padanya karna memisahkan ku dari keluarga kandungku sendiri dan selama ini juga aku hanya seperti boneka baginya"kata Cadance kesal


"Ibumu"tanya Zee


"Dia memang baik tapi setiap ia akan pergi bersama temannya ia tidak mau membawaku seakan takut jika mereka tau aku adalah anaknya padahal di luar sana banyak ibu yang membawa anaknya bersama,jika bersama pun pasti memilih tempat private"kata Cadance


"Hemm begitu,yasudah bahas nanti lagi aku pergi dulu ingat jangan keluar dari kamar kau tak bosan kan"kata Zee


"Tidak sama sekali kamar seluas ini gimana mau bosan apalagi di sini lengkap sekarang di tambah kucing akan rame bukan"kata Cadance memperhatikan Ari


"Hemm baguslah bye"kata Zee lalu ke bawah


"Zee sarapan"kata Zhu


"Gx mah hampir telat"kata Zee


***kira kira hasilnya gimana ya


kalo penasaran ikutin terus ya


love you all 😘


tinggalkan jejak like dan komentarnya ya***


///////

__ADS_1


__ADS_2