Magic Blood

Magic Blood
chapter 41


__ADS_3

///////


lanjut


_____________


 


Sedangkan di negara Eden tepatnya di kediaman Sargas,Lily sedang duduk dengan santai menikmati tehnya


 


"Kau terlihat lebih tenang dari biasanya"kata Sargas berbasa basi


"Dan kau terlihat lebih murung dari biasanya"balas Lily membuat Sargas tertawa pelan


"Terlihat jelas sekali ya"kata Sargas,Lily meletakan gelasnya dan menatap Sargas


"Kau masih belum bisa melupakan Sandra"tanya Lily membuat Sargas menatapnya lalu menatap ke luar jendela


"Entahlah bagiku cukup sulit untuk melupakannya"kata Sargas


"Walaupun sudah dua puluh tahun berlalu"tanya Lily


"Eheheh sudah dua puluh tahun berlalu ya,dan aku masih saja memikirkannya"kata Sargas membuat Lily tersenyum Sendu


"Mau bagaimana lagi inilah takdir sesuatu yang bisa diubah namun tak bisa dihindari dalam waktu bersamaan"kata Lily


"Bagaimana dengan putri mu"tanya Lily


"Lyra dia sudah melihat wajah Sandra dan ia sangat senang"kata Sargas saat memikirkan betapa hati hatinya lyra dalam menjaga foto ibunya


"Bukankah lyra terlihat sangat mirip dengan Sandra"kata Sargas


"Jika menurutmu sifatnya tentu saja sangat mirip"kata Lily membuat Sargas terkekeh


"Memang,setidaknya dia menjadi pengobat rindu ku kepadanya"kata Sargas


"Takdir,ada pertemuan dan perpisahan namun untuk melepaskan benar benar berat untuk dilakukan"kata Sargas membuat Lily tersenyum kecil saat mendengar kalimat itu


"Mau bagaimana lagi"kata Lily


"Jadi ada apa kau memanggilku kemari,tidak mungkin kan kau hanya ingin curhat tentang kerinduan mu pada istrimu"kata Lily


"Kau memang tidak berubah sama sekali,kukira setelah keluar dari militer sikapmu akan berubah"kata Sargas


"Waktu adalah emas"kata Lily


"Terserah"kata Sargas lalu mengeluarkan sebuah berkas


"Hanya masalah biasa,beberapa buronan kelas kakap negara kami berhasil kabur kenegara lain lebih tepatnya negara asalmu tinggal,Aldebaran sudah mengeluarkan dekrit untuk membunuh mereka"kata Sargas


"Jadi?"kata Lily


"Kami sepertinya membutuhkan kesediaan mu untuk membantu kami lagi"kata Sargas


"Untuk menghabisi mereka"tebak Lily di angguki Sargas


"Jumlah nya tidak banyak hanya sepuluh tapi yang jadi masalah mereka juga memiliki sihir tingkat 2"kata Sargas


"Emm gimana ya"kata Lily


"Kami akan bayar"kata Sargas mengetahui maksud dari perkataan Lily


"Bisa di nego jadi kapan"kata Lily membuat Sargas geleng kepala


"Semakin cepat semakin baik karna bisa saja mereka akan merusuh di negara mu"kata Sargas


"Jadi para sampah itu sudah tidak di butuhkan lagi kan,baiklah aku bisa menghancurkan mereka"kata Lily


"Bayaran nya akan kami kirim"kata Sargas


bagaimanapun walaupun Lily adalah teman satu kamp militernya Sandra dan teman semasa kuliah nya,ia tau betul jika Lily adalah pembunuh bayaran yang bekerja jika uang juga mengalir,dan gelar jendral yang dimilikinya adalah sebuah kamuflase baginya untuk melakukan aksinya walaupun di usianya yang sekarang ia sudah jarang melakukan hal tersebut.


"Oh ya bolehkah aku membawa anakmu ke negaraku"tanya Lily


"Sebenarnya Lyra memang akan pergi ke sana ikut putri Adhara dan pangeran Runo jadi tak apa"kata Sargas


karna yang ia tau Aldebaran pernah berkata bahwa anak-anak nya Tetsuya dan Thosikari akan kembali ke negara C untuk melanjutkan sekolah dan pekerjaan nya,


walaupun Aldebaran sudah berkata jika mereka bisa pindah ke negara ini bahkan Thosikari tidak perlu bekerja dan Tetsuya bisa bersekolah di akademi istana namun mereka menolaknya dengan alasan ingin membalas Budi pada seseorang sedangkan Tetsuya ia dengan jujur atau polosnya berkata bahwa ia tidak bisa meninggalkan pacarnya membuat Spica dan Aldebaran terkejut dan mau tak mau menyetujuinya,bahkan Spica ngotot ingin ikut ke negara C karna ingin melihat pacar anak bungsunya tapi Tetsuya melarang ibunya karna bagaimanapun ia mengkhawatirkan keselamatan ibunya disana setelah diberi tau tentang buronan tersebut.


***


Di kamar lyra,ia telah bersiap siap untuk ikut bersama Thosikari lalu seseorang mengetuk pintunya


"Masuk"kata lyra lalu seseorang masuk ke kamarnya,ia mengira itu adalah ayahnya namun salah itu adalah Lily,lyra sering melihat Lily dan sudah menganggap nya sebagai ibunya


"Ibu"kata lyra memeluk Lily


"Anak ibu akan pergi kenegara ibu kan"kata Lily sambil mengusap rambut Lyra dengan sayang


"Iya"jawab lyra


"Kalau begitu bagaimana jika berangkat dengan ku hari ini"kata Lily


"Tapi aku akan berangkat dua hari lagi Bu bersama Adhara dan Runo"jawab Lily


"Ibu sudah bilang jadi tak apa"kata Lily,setelah menimbang nimbang ia menyetujuinya saat Lily berkata bahwa ia kenal dengan Thosikari dan Tetsuya di sana jadi tidak perlu risau


"Baiklah Bu"jawab Lyra,Lily memegang tangan lyra lalu tersenyum dan mereka menghilang dari sana meninggalkan kesunyian


***


Kembali ke negara Swiss dimana Lian Lian sedang merawat adiknya yang sedang demam dengan telaten dan penuh hati hati,setelah selesai membersihkan tubuh adiknya ia membawa tempat air beserta lapnya turun dan membuat makanan untuk Nian Nian,


sedangkan Nian Nian masih belum sadar dan dalam alam bawah sadarnya ia sedang berada di tengah tengah salju lebat tanpa ada ujungnya


"Di...dingin sekali"kata Nian Nian berusaha membuat api Dengan sihirnya namun gagal,semakin lama tubuhnya semakin dingin dan kaku ia terjatuh di antara salju yang semakin lama mengubur tubuhnya lalu sebuah cahaya biru muda mendekat kearahnya dan berlahan berubah menjadi makhluk berbulu yang besar dengan taring tajam di mulutnya


"Tuan"panggil makhluk itu,semacam serigala namun memiliki kristal di keningnya dan ukurannya lebih besar dari serigala biasanya,mahkluk itu mendekati Nian Nian yang hanya bisa melihatnya saja


"Maaf tuan pasti kau kesakitan dengan ini"kata serigala lalu mengeluarkan cahaya dari tubuhnya dan perlahan wujudnya berubah menjadi manusia berjenis kelamin laki-laki,dengan rambut biru muda diselingi putih di surainya membuat penampilan nya semakin tampan,pria itu membopong tubuh Nian Nian lalu menghilang dari sana dan muncul kembali di dalam gua,


pria itu melukai sedikit jari Nian Nian agar berdarah dan ia menghisapnya untuk melakukan kontrak ulang dengan tuannya tersebut,tak lama cahaya di dahi Nian Nian dan pria itu muncul sebuah lambang es yang artinya mereka sudah terkontrak kembali,suhu tubuh Nian Nian juga sudah kembali normal seperti biasa nya dan ia sedang tertidur.


 


beberapa saat kemudian Nian Nian terbangun dan melihat kakaknya seperti sedang menangis


 


"Kakak"panggil Nian Nian membuat Lian Lian menengok ke arah adiknya dan tangisannya tambah kencang dengan diselingi pelukan dari Lian Lian


"Ku kira....ku kira tadi itu nyata huhuhu"tangis Lian Lian


"Jangan tinggalkan kakak nian"kata Lian Lian sambil sesenggukan


"Aku tidak kemana mana kak"heran Nian Nian


"Kau...kau sempat berhenti bernafas tau dan kakak sangat takut"kata Lian Lian lalu menjelaskan semuanya tentang dimana Nian Nian tidak sadarkan diri selama tiga hari dan di pagi hari ini Lian Lian berniat untuk membersihkan tubuh adiknya namun mendapatkan tubuh adiknya yang sudah dingin dan tak bernafas,kakak mana yang tidak syok.


"Tapi sekarang kan aku baik baik saja"kata Nian Nian menenangkan kakaknya


"Ja...jadi selama ini kau kemana"tanya Lian Lian,Nian Nian Pun menceritakan semuanya termasuk dia yang sudah mendapatkan hewan pendamping miliknya


"Panggil dia"kata Lian Lian,Nian Nian lalu memanggil hewan pendamping nya dan muncullah pria seusia Ryuga di samping Nian Nian


"Tuan"kata pria itu


"Kau yang membawa Nian Nian pergi kan"kata Lian Lian


"Benar putri Lian senang bertemu dengan putri kembali"kata pria itu namun justrua tamparan yang ia dapatkan.

__ADS_1


 


Plakkkk


 


"Bangsat kau tidak tau seberapa takutnya saya kehilangan adik saya hahh"teriak Lian Lian sambil menarik baju pria itu


"Maaf putri Lian itu memang salah saya"kata pria itu,saat Lian Lian hendak marah namun ia urungkan lalu menarik nafasnya dan membuangnya kasar membuat Nian Nian tersenyum kecil karna kakaknya masih bisa mengendalikan emosi nya walaupun tadi sedikit meledak


"Siapa namamu"tanya Lian Lian pada pria itu,mau lanjut marah namun ia urungkan karna pasti ia ada alasannya


"Saya Jackson,Jackal and snow"kata pria itu atau Jackson


"N"tanya Lian Lian


"Putri Nian Nian 'N' "kata Jackson membuat Nian Lian tepuk jidat


"Hais namanya benar benar aneh,Quan,Luyten,Sean dan sekarang Jackson nanti kita kira siapa nama hewan pendamping Suji"kata Lian Lian


"Blaze"kata Jackson


"Blaze?"kata Nian Lian bingung


"Nama hewan pendamping putri Sujinghan adalah Blaze"kata Jackson


"Ohhh"paham Nian Nian dan Lian Lian


Mereka berada disana hanya seminggu dan dua hari lagi mereka akan pulang


***


Kembali di kediaman song,setelah Lily membawa Lyra ke rumahnya dua hari yang lalu mereka sekarang baru saja kembali dari rumah Thosikari setelah malam hari tiba


"Wahh ibu apa tadi sihir teleportasi"kagum Lyra


"Tentu apa kau kagum dengan ibu sekarang"kata Lily


"Iya Bu kau keren"kata Lyra,Lily mengajak lyra ke kamar nya dan memberikan sebuah hadiah untuk nya


"Wahh ibu kau yang terbaik"kata Lyra


"Apa jika ibu masih hidup dia akan baik seperti mu bu"tanya Lyra


"Kau tau ini adalah kado dari Sandra ibumu"kata Lily membuat lyra terkejut


"Su...sungguh"kata Lyra


"Iya hadiah ini untuk putri kesayangannya"kata Lily


"Hiks ibu"lyra menangis sambil memeluk Lily


"Jika diberi kesempatan Apa kau benar benar ingin melihat ibumu"tanya Lily


"Iya aku mau sekali,walaupun hanya sebentar setidaknya aku mau mengucapkan terima kasih karna pengorbanan nya aku dapat hidup"kata lyra sedih


"Bukalah"kata Lily,lyra membuka kotak itu dan terdapat sebuah kalung dengan liontin yang dapat dibuka,saat ia membuka bandul itu terdapat sebuah foto seorang ibu yang sedang mencium kening seorang bayi dengan penuh kasih sayang.


"Dia Sandra ibumu"kata Lily membuat lyra terharu dan menangis lagi sambil mendekap erat kalung tersebut


"Lihatlah,anakmu sudah besar apa kau tidak ingin melihatnya"kata Lily pelan sambil meneteskan air matanya dan langsung di usapnya cepat lalu melirik ke arah pintu dimana sebuah asap biru tua terlihat dan menghilang,ia hanya tersenyum Sendu lalu pergi meninggalkan Lyra sendiri dikamarnya menuju taman belakang dimana seseorang sedang berdiri di sana.


"Tidak disangka ya hewan pendamping yang dulunya hanya bisa muncul saat tuannya memanggil sekarang sudah bisa muncul tanpa harus dipanggil"kata Lily dari belakang


"Dewi Lily"kata Sean sambil berbalik lalu menunduk hormat,Lily mendekati Sean


"Tidak usah terlalu formal Sean sudah kubilang kan,atau..."kata Lily sambil mendekat ke arah Sean dan mendekati wajahnya ke wajah Sean sampai hidung mereka hampir bersentuhan


"Aku harus memanggil mu Sandra"kata Lily pelan membuat Sean memalingkan wajahnya


"Sandra sudah tiada dua puluh tahun yang lalu sekarang aku adalah Sean hewan pendamping Dewi Lian"kata Sean


"Ya ya terserah saja"kata Lily lalu memeluk Sean membuat Sean terkejut


"Sebentar,tidak ada orang lain,setidaknya aku ingin melepas rinduku Sandra"kata Lily,Sean hanya diam


"Aku tidak pantas untuk menemuinya"kata Sean sendu


"Kenapa"tanya Lily


"Aku..."Sean,jika boleh jujur ia ingin sekali bertemu dengan anak dan suaminya namun sebagai hewan pendamping yang harus siap sedia melindungi tuannya membuat ia harus mengambil jalan ini,salahnya juga karna telah jatuh cinta pada manusia bahkan menikah dengan nya sampai memiliki keturunan,padahal ia hanya berniat pergi ke tempat dimana tuannya nanti terlahir kembali dan untuk membuang kenangan masa lalunya saat di dunia atas


"Cinta tidaklah salah Sandra"kata Lily seakan tau isi fikiran Sean


"Ya"kata Sean


"Jujur kau ingin menemui anakmu kan"kata Lily di angguki Sean


"Hehehe"kekeh Lily lalu mengusap rambut Sean


"Kau tidak bisa menyembunyikan sesuatu dari ku,kau ingat kata itu kan"kata Lily


"Iya"kata Sean tersenyum dibalas Lily


"Ayo ikut dengan ku"ajak Lily hendak masuk


"Tidak mau"tolak Sean


"Ikut tidak"kata Lily


"Tidak"jawab Sean


"Apa aku harus melakukannya seperti dulu baru kau ikut"kata Lily tersenyum kecil membuat Sean membelalakkan matanya terkejut


"A...apa yang kau katakan"kata Sean


"Ya sudah ayo"kata Lily lalu menyeret Sean masuk ke rumah dan pergi ke kamar Lily dimana lyra sedang tertidur sambil mendekap kalung pemberian ibunya,


Sean hanya menatap rindu anaknya lalu perlahan mendekat dan mengusap rambut anaknya untuk pertama kalinya setelah dua puluh tahun berlalu


"Ibu sayang kamu nak"kata Sean lalu mengecup kening lyra membuat lyra tersenyum dalam tidurnya,Sean yang tidak tahan ia hendak berbalik namun malah menabrak Lily yang sedari tadi dibelakangnya


"Maaf"kata Sean


"Menangis lah jika ingin"kata Lily membuat Sean menangis dalam pelukan Lily,Lily hanya mengusap punggung Sean agar tenang sambil melirik Lyra


"Ayo tidur"ajak Lily lalu membawa Sean ke tempat tidurnya


"Ta..tapi suamimu"kata Sean


"Tenang saja Jimmy sedang pergi untuk beberapa hari kedepan"kata Lily,Sean tidur di samping kanan lyra sedangkan Lily di samping kiri Lyra


"Selamat malam"kata Sean dan Lily bersamaan membuat mereka saling menatap dan tersenyum,sambil mengusap usap rambut anaknya Sean berucap


"Lily terima kasih telah menjaga anakku"kata Sean


"Setidaknya ia memiliki dirimu sebagai ibu penggantinya"kata Sean


"Anakmu adalah anakku juga"kata lily membuat Sean tersenyum


"Ya"kata Sean,Lily menatap Sean begitu juga dengan Sean


"Aku mencintaimu"kata Lily membuat Sean terkejut pasalnya Lily mengatakan hal ini ratusan tahun yang lalu dan sekarang ia mengatakan nya lagi,Sean hanya tersenyum kecil


"Ya aku juga"kata Sean membuat Lily terdiam dengan jawaban Sean lalu merebahkan tubuhnya


"Selamat malam"kata Lily


"Malam"kata Sean ikut merebahkan dirinya


Sean untuk pertama kalinya tidur dengan anaknya dan juga dengan Lily orang yang pernah mengisi hatinya ratusan tahun yang lalu sehingga ia memilih untuk mengubur kenangan itu dan pergi ke dunia tengah.


namun takdir berkata lain,ia dipertemukan lagi dengan Lily di negara Eden tempat ia berjumpa dengan suaminya Sargas,dan pertama kali bertemu dengan Lily,ia tersenyum dan menyapanya ia mengira jika Lily tidak mengetahui identitas aslinya sampai saat ia menikah dengan Sargas Lily berkata bahwa ia tau identitas aslinya.

__ADS_1


Hari ini juga menjadi hari pertama lyra tidur bersama ibu kandungnya walaupun ia tidak menyadarinya


 


Paginya lyra terbangun dan menatap sekeliling


 


"Astaga aku tertidur di kamar ibu"kata lyra lalu menatap kalung pemberian ibunya


"Mimpiku indah sekali"kata lyra,lalu beberapa saat kemudian Lily keluar dari kamar mandi dengan baju handuknya


"Pagi lyra"sapa Lily


"Pagi Bu"jawab lyra


"Bu kau tau semalam aku bermimpi bertemu dengan ibu Sandra dia mengelus rambut ku dan menemani ku sepanjang hari"kata lyra bercerita membuat Lily tersenyum


"Wahh mimpimu indah sekali"kata Lily di angguki lyra


"Bersihkan dirimu lalu kebawah"kata Lily lalu keluar setelah mengganti bajunya,lyra pergi kekamar mandi di kamar Nian Lian karna selama beberapa hari ini ia tidur di kamar kakak beradik song yang sedang pergi


Sesampainya dibawah mereka berdua sarapan setelahnya Lily mengantar lyra ke tempat Thosikari dan ia pergi ke sekolah


***


Di sekolah tim secret yang mendapatkan misi berkumpul di arena bertarung,Lily menatap mereka satu bersatu lalu menatap berkas di tangannya


"Akan ibu beri poin sekarang tapi sebelum itu"kata Lily sambil membagikan kartu kredit ke mereka


"Kartu itu berisi uang yang kalian dapatkan setelah melakukan misi dan seberapa besar poin itu maka semakin besar pula isinya"kata Lily


"Quan,Tara,Naoya,Soren,Rey,Ari kalian mendapatkan 95 poin dari hasil misi kalian"kata Lily membuat mereka senang


"Jiali dan Zee kalian mendapatkan 50 poin dari misi kalian"kata Lily membuat tim secret melongo pasalnya Jiali dan Zee adalah kombinasi yang tepat apalagi sihir mereka yang dominan


"Lho kok cuma 50"batin mereka


"Kalian pasti bertanya-tanya kenapa ibu memberi Zee dan Jiali poin kecil"kata Lily lalu memperlihatkan kertas di tangannya


"Semua barang bahkan uang sudah mereka amankan dengan sempurna sehingga transaksi nya bisa dikatakan gagal total"kata Lily membuat mereka heran


"Kalo begitu bukannya seharusnya mereka dapat nilai lebih ya"batin mereka


"Tapi satu kesalahan mereka"kata Lily lalu menatap Jiali dan Zee yang sedang menunduk sambil memainkan jarinya gugup


"Kalian tau kan kesalahan kalian"kata Lily kepada Zee dan Jiali membuat mereka reflek mengangguk


"Bagus"kata Lily


"Sampai sekarang ternyata mereka memang susah diatur kukira kebiasaan ini akan hilang saat mereka sudah terlahir kembali"batin Lily merasa heran dengan anak Chelsea dan Cloe ini yang memiliki sifat yang sama sama suka melanggar aturan


"Apa sih kesalahan mereka"batin Ari


"Bu memang kesalahan mereka apa"tanya Ari


"Mantap Ari"batin Quan dan Rey


"Mereka"kata Lily lalu menatap Zee dan Jiali seolah berkata boleh atau tidak membuat Jiali dan Zee saling melirik dan mengangguk


"Membunuh semua orang yang terlibat dalam transaksi tersebut sehingga kita tidak menemukan tersangka satu pun untuk di interogasi"kata Lily membuat mereka terkejut


"Membunuh semua orang yang terlibat transaksi"kata Rey terkejut


"Iya karna itu poin mereka ibu kurangkan"kata Lily


"Berapa banyak jumlah orang yang melakukan transaksi itu"tanya Soren


"Dua puluh"kata Lily berbohong sebenarnya ia tau jika yang dibunuh lebih dari itu namun tetap saja membuat mereka terkejut dan menatap Jiali dan Zee bersamaan


"Tapi ibu salut kepada mereka"kata Lily membuat mereka menatapnya


"Bagaimanapun tim secret juga akan menghadapi situasi seperti itu,bukan hanya secret semuanya juga akan seperti itu"kata Lily


"Hanya saja mereka mendahului kalian"kata Lily


"Sebagai hukumannya Jiali dan Zee kalian akan menjadi anggota tim Alfa selama satu Minggu lalu kembali ke secret setelahnya"kata Lily


"Baik Bu"jawab mereka berdua


***


Jadi disinilah mereka dimana tim Alfa sedang menatap dua gadis di depan mereka,tim Alfa dibagi beberapa regu dan terdapat lima regu dan setiap regu nya terdiri atas enam orang,Zee masuk dalam regu A dimana terdapat Mona,Wulan,Sion,Wendy(2B),Ziya dan Tetsuya sedangkan Jiali ia masuk ke regu B dimana terdapat Noriko,ghai,Leon,leni,salsa dan Teo


Di tempat regu B


"Bukanya salsa masuk dalam tipe Aray ya"bingung Jiali


"Beberapa siswa bisa naik ke tim Alfa karna sihir yang dimilikinya sudah lumayan kuat untuk membuat Aray dan untuk melindungi rekan juga"kata pak Raymond


"Ohh"paham Jiali lalu ikut bergabung dalam pembelajaran yang diajarkan pak Raymond


**


Sedangkan di tempat regu A Zee mendapatkan perlakuan sedikit kurang bagus dari Wendy


"Ohh jadi ini babu kita ya,Ahahah lihat siapa ini,anggota tim secret yang di keluarkan dari timnya"kata Wendy mendapatkan plototan dari Mona


"Ups maaf takut banget lho"kata Wendy,


semenjak dirinya memiliki kekuatan ia seperti merasa lebih kuat dan menjadi berani dengan Mona yang notabenenya adalah ketua OSIS bahkan dengan yang lainnya,maklum anak 2B sendiri(musuh bebuyutan 2A)


"Hei sini cepat elap sepatuku"kata Wendy merendahkan Zee sambil menunjukkan sepatunya


"Cukup Wendy kau sudah sangat kurang ajar"kesal Ziya


"Ohh kakaknya ngebelain gimana nih"kata Wendy


"Ohh iya beberapa hari terakhir ada yang nangis dipojokkan siapa ya"kata Wendy membuat Ziya terkejut


"Diam kau"kata Ziya membuat Wendy tertawa mengejek


"Ahahah lu gx sadar apa gimana Tetsuya itu beda level sama lu,ya pastilah dia cari yang lain lah"kata Wendy


"Wendy cukup"kata Wulan


"Kenapa ikut campur urus saja hidupmu sendiri"kata Wendy membuat Wulan dan Mona kesal


"Gx nyadar dirinya juga ngurusin hidup orang"kata Zee


"Apa lu bilang"kesal Wendy


"Cukup cukup,sekarang kita fokus belajar"kata pak Niken


"Raymond ayo bertukar"batin Niken putus asa


"Cihh"kesal Wendy lalu ikut berbaris dan mengikuti pembelajaran sihir,walaupun ia mengesalkan tapi jika sudah dalam masa belajar ia menjadi serius bahkan terlihat lebih diam.


"Huh andai kalemnya gx cuma pas belajar saja Leon mungkin meliriknya"batin Sion lalu melirik Zee


"Oh ya Leon kan suka ini anak"batin Sion sambil melirik Zee


"Dan sayangnya dia tak seberuntung Tetsuya"lanjutnya


"Hahh kapan dia kembali"batinnya lagi


***siapa yang sedang di tunggu Sion ya


apakah orang tersayang yang belum author buat karakter nya,


atau sudah namun belum peka.


ikuti kisah selanjutnya

__ADS_1


see you next time 😘***


_________


__ADS_2