Magic Blood

Magic Blood
chapter 45


__ADS_3

***lanjut


like guys***


_____________


"Sapu yang benar"kata Noriko sambil mengangkat buku buku sambil menyuruh Tara dan ghai menyapu bersama Rey juga Soren


"Baik"jawab ghai dan Tara,


Zee dan Ziya menata pencahayaan dengan tepat agar sesuai,mereka membagi tugas dengan baik


***


Sedangkan di tempat lain di belakang sekolah yang sepi,dua orang sedang saling berbincang bincang


"Gunakan cairan ini dan lakukan apa yang kau mau"kata seorang pria dengan tudung di kepalanya menyerahkan sebuah botol porselen kecil kepada gadis didepannya


"Apa kau yakin dengan ini maka sihir tidak akan mendeteksinya"tanya seorang gadis sambil menerima sebuah botol porselen kecil itu


"Tenang saja dengan menggunakan cairan tersebut sihir sekuat apapun tidak akan mampu muncul dan mereka akan melemah selama beberapa waktu dan dengan kesempatan sebanyak itu kau bisa melakukan apa yang kau ingin lakukan"kata pria bertudung tersebut


"Baiklah"jawab si gadis


"Senang berbisnis dengan anda"kata pria itu lalu pergi meninggalkan hadis tersebut


"Zeena jangan salahkan aku karna aku mengincar nyawamu,salahkan saja dirimu yang selalu membuat leonku mendekati mu"kata gadis itu,kalian pasti tau,ya gadis itu adalah Wendy yang benar benar dendam dengan Zee karna ia merasa Zee merebut cintanya kepada Leon,dan karna tertutup oleh dendam ia akan melakukan apapun untuk menyingkirkan saingannya.


***


Sedangkan di tempat yang berbeda tepatnya pada pria bertudung


"Tidak kusangka ternyata memanfaatkan manusia benar benar menyenangkan"kata pria bertudung tersebut


"Anak Andreas nantikan lah kematian mu"kata pria itu yang merupakan Huang Zhong lalu menghilang dari sana


***


Dikelas Ziya tiba tiba merasakan firasat buruk membuat Zee heran


"Ada apa kak"tanya Zee


"Entahlah hatiku tiba tiba merasa tidak tenang saja kenapa ya"kata Ziya


"Mungkin kau lelah istirahat saja dulu"kata Noriko lalu menyuruh semuanya istirahat sebentar


"Mungkin saja"kata Ziya lalu ikut beristirahat juga


***


Skip pulang sekolah Ziya sedang berenang untuk melenturkan otot karna akan mengikuti lomba renang nanti sedangkan Zee menjadi wasit


Ctek....priiiit


"9.04"kata Zee,Ziya menepi dari kolam


"Bagaimana Zee"tanya Ziya


"Lebih baik kak"kata Zee lalu duduk di pinggir kolam memainkan kakinya,Ziya pun mengikutinya


"Kira kira aku bisa menang ya"tanya Ziya


"Pasti kalau kakak percaya diri pasti bisa"semangat Zee


"Ahaha kau benar"kata Ziya


"Bagaimana persiapan lomba mu"tanya Ziya


"Aku akan berlatih nanti menunggu ibu Jiali,kata ibu dia mantan atletik panahan jadi bagus"kata Zee


"aku baru mengetahuinya"kata Ziya


"Sama"kata Zee,Zhu datang dari belakang


"Anak anak masuk sudah gelap,Ziya cepat bersihkan tubuhmu agar tidak dingin Zee juga"teriak Zhu dari belakang


"Baik mah/Bu"jawab mereka lalu pergi dari kolam untuk membersihkan diri


Skip setelah makan malam bersama


"Zee,Joy bilang kalian akan mulai latihan besok jadi persiapkan dirimu dia itu keras kalau mengajarkan sesuatu"kata Zhu


"Baik Bu"jawab Zee


"Bagaimana peralatannya"tanya logan


"Sudah semua ayah"jawab Zee


"Kalian akan berlatih dimana"tanya Ziya


"Zee akan berlatih dirumah Joy karna dia memiliki lapangan khusus panahan juga"kata Zhu di angguki ketiganya,setelahnya mereka tidur di kamar masing masing


***


Skip....\(skip terus\) Zee berangkat ke rumah Jiali dan berlatih disana setelah pulang sekolah,ia belajar dengan serius bahkan Jiali juga mengikuti mereka berdua


"Ibu akan membuat tantangan untuk kalian"kata Joy membuat Zee dan Jiali menatapnya


"Dengan Jarak lima belas meter coba kalian kenakan busur kalian pada apel disana"kata Joy sambil menunjuk apel yang sudah ia siapkan tadi


"Yang berhasil akan mendapatkan hadiah"kata Joy


"Hadiah"kata jiali dan Zee lalu saling menatap


"Baik"jawab mereka


Satu apel dipersiapkan oleh Joy lalu Zee dan Jiali menyiapkan busur dan panah mereka,Jiali menatap apel tersebut dan mengakuratkan titik bidiknya,tangan kirinya menarik busur dengan perlahan namun kuat dan melepaskannya


Wusss Splakk


Busur tepat mengenai apel dengan sangat sempurna


"Yttaa"senang Jiali


"Bagaimana Bu mana hadiahku"tanya Jiali


"Zee kan belum mencobanya"kata Joy


"Oh ya lupa"kata jiali sambil cengengesan


"Jia ambilkan apel lagi didalam"pinta Joy


"Tidak perlu"kata Zee membuat Jiali dan Joy menatapnya,Zee lalu menarik busur panah nya dengan tangan kanannya dan membidik arah apel yang sudah terdapat panah Jiali


Wusss........Strakkk


Busur panah ia lepaskan dan panahnya tepat pada sasaran sampai membelah panah Jiali dan apel juga


"Kita seri"kata Zee sambil tersenyum miring menatap Jiali


"Pemenangnya adalah kalian berdua selamat"kata Joy lalu menyerahkan bungkusan kecil kepada Zee dan Jiali


"Wahh hadiah"senang Jiali lalu membuka bungkus itu

__ADS_1


"Wahh Kawai"senang Zee saat mendapatkan gantungan kunci berbentuk boneka beruang sedangkan Jiali mendapatkan gantungan kunci berbentuk panda


"Terima kasih bibi/ibu"jawab Jiali juga Zee


"Hemm sama sama"kata Joy lalu ia mengajak anak anak masuk dan membuat masakan


"Selamat menikmati"kata Joy


"Wahh makanan dari koki terkenal"kata Zee membuat Joy tersenyum lalu Zee dan Jiali memakannya


"Eumm enak"kata jiali dan Zee


"Ahaha terima kasih"kata Joy


"Dia belajar dengan sangat cepat aku sampai terkejut"batin Joy sambil menatap Zee


Setelah makan dan bermain sebentar Zee pamit pulang


***


Setelah beberapa hari berlatih datang lah hari dimana pekan olahraga hari pertama dimulai,hari pertama mereka gunakan untuk upacara pembukaan di ikuti logan tanpa wartawan sama sekali karna permintaan beberapa murid,lalu diikuti lomba basket dan lempar bola,basket dimenangkan oleh 2B karna kelas2A tidak begitu pandai juga didomiman cewe,lempar bola jauh putri dimenangkan oleh Jiali dengan jarak 9.01 sedangkan yang putra Quan yang menang dengan jarak12.03,lalu lari estafet kelas 2A mendapatkan juara 2 dan beberapa lomba lainya bahkan olahraga anggar kelas 2A juga mendapatkan juara pertama putra putri yang dimainkan oleh Wulan juga Tara,


Dihari berikutnya panahan dan voli juga renang,renang Ziya mendapatkan juara pertama,voli kelas 2A sama sekali tidak memang alias kalah telak😌dan panahan Zee mendapatkan juara pertama


***


Dikantin setelah selesai lomba mereka memutuskan untuk beristirahat


"Teman teman ayo kita melakukan tour kelas"ajak Ari sambil menunjukkan brosur kecil ditangannya


"Jika kita bisa mengumpulkan kedelapan stempel kita bisa mengambil hadiah dari panitia,ayo sepertinya ini menyenangkan"kata Ari


"Terdengar menarik aku ikut"kata jiali


"Ya kami juga"jawab Ziya,Zee dan Nian Nian,


mereka lalu memulai tour kelas kecil kecilan mereka mulai dari kelas 10 kelasnya Suji dan teman temannya yang merombak kelas mereka menjadi cafe kucing,Ari,Nian,dan Ziya berfoto disana begitu juga Zee yang difoto diam diam oleh mereka saat sedang memakan cemilan yang dibelinya membuat mereka terkekeh,menerima stempel dari anggota OSIS yang bertugas memberikan stempel juga bando telinga kucing sebagai oleh oleh lalu berlanjut ke kelas 12 dimana merupakan kelas senior mereka,mereka sedikit ragu namun tetap melakukannya,


Jiali dan Nian Nian mengikuti permainan teka teki yang dilakukan kakak kelas dan berhasil mendapatkan tiga stempel dari tiga ruang kelas 12,lalu mereka menuju kelas 11 dimana terdapat tiga kelas juga


"Tersisa dua stempel lagi"kata Ari sambil menunjukkan kertas kecil ditangannya


"Kelas B atau C ?,kelas C aja kelas B aku males"kata Nian Nian


"Baiklah"jawab mereka,lalu mereka pergi kekelas 2C dimana mereka memberikan tantangan adu kekuatan otot,


Ari yang mengikuti permainan itu,bahkan saat adu panco Ari dengan curang memainkan mimik wajah memelas dan imut sehingga membuat lawan laki lakinya terpesona dan ia langsung membanting tangan pria itu dan menang membuat teman teman kelas 2C bersorak kegirangan dan mengolok olok pria itu walaupun bercanda,


sedangkan dipojok kelas


"Ini adalah hari dimana kematian mu datang Zeena"kata Wendy lalu pergi dari sana menuju tempat yang akan didatangi Zee dan Teman teman selanjutnya


Sekarang mereka sudah berada di ronde terakhir dan karna Zee tidak mengikuti game apa apa tadi jadi giliran dia yang masuk ke kelasnya sendiri yang sudah dirombak menjadi rumah hantu itu


"Ayo Zee semangat kami menunggu mu"kata Ari sambil berdiri disamping penitipan pemberi stempel yang tersenyum kecil melihat tingkah Ari yang menurutnya menggemaskan


"Tenang saja aku akan cepat"kata Zee


"Lagian ini kan kelas sendiri jadi sudah tau seluk beluk nya karna bagaimanapun kita yang mendekor"kata Zee membuat teman temannya tertawa pelan sedangkan Ziya entah kenapa ia merasakan firasat buruk tentang ini


"Zee biarkan kakak yang masuk kau diluar saja"kata Ziya membuat Zee tersenyum


"Kau sudah lelah kak biarkan aku saja lagian selama ini aku yang banyak nganggur nya"kata Zee lalu memasuki rumah hantu tersebut dan menjumpai teman temannya yang sedang mengcosplay menjadi hantu ada yang seram ada juga yang lucu menurutnya dan saat dibagian akhir menuju game seseorang merubah pintu labirin yang dibuat,Zee hanya terdiam dan mengira itu adalah salah satu dari scane,lalu seseorang menyiram kan air ke tubuhnya membuat baju Zee basah


"Bukankah ini diluar scene"kata Zee mengira yang menyiramnya adalah salah satu temannya yang menjadi karakter hantu,ia mencoba mengeringkan pakaian nya dengan sihir anginnya namun aneh ia tidak dapat merasakan aura sihir sama sekali membuat ia terkejut


"aku tidak dapat merasakan aura sihir sama sekali"kata Zee,lalu berbalik dan melihat seseorang yang menggunakan kostum hantu yang masih disana


"Kau apa yang kau siramkan padaku"tanya Zee,namun orang itu malah mendekat dan mengeluarkan pisau dari balik kostumnya,berlari mendekat dan menusuk perut Zee dengan pisau tersebut,Zee yang tidak dapat mengelak pun harus tertusuk


"Akhh hah"Zee hanya membelalakkan matanya saat merasakan cairan mengalir dari balik bajunya dan ia merosot terjatuh dengan pisau yang masih menancap di perutnya,ia menatap orang berkostum tersebut dengan nafas yang tersengal-sengal menahan sakit


"Si..siapa kau"tanya Zee sambil menekan lukanya,orang berkostum tersebut hanya diam dan pergi begitu saja meninggalkan Zee yang sedang sekarat


"Aku belum mau mati sekarang masih banyak yang harus aku lakukan"batin Zee dengan pandangan mulai merabun


"I..ibu"kata Zee lalu semuanya gelap dan sebelum semuanya gelap ia sedikit mendengar suara teriakan seseorang dan semuanya menjadi sunyi


Sedangkan di luar Jiali dan teman temannya sedang menuggu Zee keluar sampai beberapa saat kemudian terdengar teriakan dari dalam membuat mereka terkejut,lalu mereka masuk kedalam sana begitu juga dengan anggota OSIS yang menjadi panitia tersebut,didalam mereka melihat Sylla yang sedang menangis di pelukan Naoya


"Ada apa"tanya panitia tersebut yang merupakan kakak kelas mereka


"Zee"teriak Ziya saat Melihat adiknya sedang terbaring bersimbah darah dengan pisau di perutnya,ia berlutut dan memangku kepala adiknya


"Zee,Zeena bangun Zee jangan tinggalkan kakak"kata Ziya sambil menangis,Nian Nian,Ari dan Jiali pun sama terkejutnya melihat keadaan Zee,


seketika sekolah gaduh karna seorang siswi terluka parah di rumah hantu kelas 2A,Zee dengan cepat dibawa kerumah sakit dengan Ziya yang setia disampingnya yang masih saja menangis,diambulan Zee sedang dilakukan pertolongan pertama karna banyaknya darah yang berkurang


"Maaf nona kami membutuhkan darah anda"kata dokter Violence


"Ambil saja dok,sebanyak mungkin"kata Ziya,lalu dokter itu melakukan transfusi darah untuk Zee


"Pak lebih cepat pasien sudah dalam keadaan kritis"kata violence kepada sang sopir


"Baik Bu"kata sang sopir lalu melajukan mobilnya


"Zee kumohon jangan pergi"kata Ziya


"Bersabar saja nona"kata violence sambil menangani luka Zee semaksimal mungkin


***


Sesampainya di rumah sakit Zee dengan cepat bawa ke ruang operasi untuk mengambil pisau yang ada diperutnya karna posisi pisau itu berdekatan dengan organ penting dalam tubuhnya,Zhu dan logan segera datang ke rumah sakit saat mendengar berita itu dari Jiali,Ziya yang melihat orang tuanya langsung menangis di pelukan ibunya


"Ibu"tangis Ziya pecah,Zhu menenangkan anaknya walaupun dia sendiri juga merasakan sedih dan takut terjadi sesuatu yang buruk pada Zee,


logan menatap ruang operasi itu yang masih tutup dengan emosi yang bercampur aduk,karna berita tersebut sekolah langsung memulangkan semua siswa siswi tensius dan menutup rapat kejadian tersebut agar tidak bocor ke media luar,ia juga menyuruh detektif andalannya untuk menangani kasus ini


"Kenapa ini bisa terjadi"frustasi logan,yang menyerang Zhu tempo lalu saja ia belum mendapatkan jawaban sekarang anaknya juga mendapatkan serangan yang fatal dari seseorang


"""


Beberapa jam kemudian lampu tanda operasi mati membuat logan,Zhu dan Ziya berdiri,lalu beberapa saat kemudian dokter keluar dari ruangan tersebut


"Dokter bagaimana keadaan anak saya"tanya logan berharap namun saat melihat raut wajah dokter yang sedikit tidak mengenakan membuat ia terdiam


"Begini sebelumnya kami memang berhasil menyelamatkan anak tuan dari mautnya"kata dokter membuat logan,Zhu dan Ziya lega


"Tapi karna lukanya yang dalam dan sedikit mengenai hatinya membuat ia koma dengan waktu yang tidak dapat ditentukan"kata dokter membuat logan terkejut lagi dan ia merosok kelantai,jongkok sambil mengusap rambutnya kasar


"Akhh"teriak logan merasa gagal menjadi seorang ayah


"Maaf tuan kami sudah berusaha yang terbaik"kata sang dokter ketakutan saat melihat logan berteriak


"Apa kami bisa melihat anak kami"tanya logan setelah tenang


"Bisa nanti setelah kita pindahkan ke ruang rawat tapi diusahakan hanya satu orang saja yang menjenguknya"kata sang dokter,lalu Zee dipindahkan ke ruang rawat VIP milik keluarga nya


Zhu yang pertama masuk kedalam dan menangis saat anaknya banyak dipasangi alat bantu pernapasan dan lainya


"Zee maafkan ibu yang gagal menjagamu"kata Zhu sambil memegang tangan Zee yang dingin


"Apa yang aku katakan pada kakak nanti huhuhu"tangis Zhu

__ADS_1


"Zee ibu berjanji dengan tangan ibu sendiri ibu akan membunuh orang yang berani melukai mu"kata Zhu


"Bangunlah Zee jangan buat ibu sedih"kata Zhu lagi namun yang diajak berbicara hanya diam tak bergeming


Setelahnya ia keluar dan menangis di pelukan logan yang menenangkannya,Ziya lalu masuk ke dalam dan melihat adiknya dengan sedih mendekat dan mengelus rambut Zee


"Bukankah sudah ku bilang biar aku saja yang masuk kenapa kau ngeyel"kata Ziya


"Jika kau menurut kau tidak akan seperti ini"kata Ziya sambil mengusap air matanya


"Bodoh"kata Ziya lalu berbicara banyak walaupun tidak ada balasan


***


di kantor sang detektif,Sylla sedang di interogasi oleh detektif milik logan panggil saja Yeol,


"Bisa ceritakan apa yang kau lihat atau dengar saat kejadian berlangsung"tanya Yeol,walaupun masih takut Sylla tetap menceritakannya


"Awalnya saya dan teman-teman saya sedang memerankan karakter hantu di rumah hantu buatan kelas kami dengan Zee yang menjadi pengunjung nya,saat itu ia sudah melewati base bagian ku dan lanjut ke base depannya,dan karna saya haus saya memilih untuk keluar dari kelas namun tata ruang yang semula mudah menjadi sulit karna sudah diubah seseorang dan saya mencoba mencari jalannya,lalu sekilas saya mendengar suara aneh seperti benda jatuh dan saat saya hendak masuk lewat seseorang dengan kostum hantu lainya dan saat saya masuk saya sudah melihat Zee yang....yang ma..maaf"kata Sylla tidak bisa melanjutkan nya karna masih merasakan terkejut dan ketakutan


"Tidak apa apa"kata Yeol mengerti,ia mencatat semua yang Sylla ceritakan


"Apa kau mengetahui ciri-ciri orang yang keluar dari ruang tersebut"tanya Yeol


"Entahlah saya hanya melihat sekilas karna saya langsung bersembunyi dan suasana di sana juga gelap"kata Sylla


"Baiklah"kata Yeol


menutup buku catatan


"Untuk sementara waktu sebaiknya kau jangan kemana mana karna bagaimanapun kau adalah saksi disini"kata Yeol


"Dan jangan bilang kepada siapapun cukup disimpan dalam diri sendiri sampai semua ini terpecahkan oke"kata Yeol diangguki Sylla


"Baiklah saya antar pulang"kata Yeol


"Ti...tidak perlu pak"kata Sylla


"Jangan menolak ini termasuk tugas saya dari tuan logan untuk melindungimu yang merupakan seorang saksi"kata Yeol


"Baiklah"jawab Sylla,


didalam mobil


"Makasih pak maaf jadi merepotkan bapak"kata Sylla


"Tidak apa apa,oh ya memang saya setua itu ya"kata Yeol


"Ma...maksudnya pak"tanya Sylla


"Panggilan bapak terdengar sangat tua bagiku kenapa tidak panggil kak Yeol atau Yeol saja saya masih muda lho"kata Yeol berbohong,tentu saja berbohong karna dia adalah🙃


"Itu....."Sylla


"Jika tidak bisa tidak apa apa lagian kau pasti merasa aneh kan kita baru pertama kali pertemu tapi saya malah menyuruhmu untuk mengubah nama panggilan,lagian kau ini pasti berusaha profesional kan maaf ya"kata Yeol


"Bu..bukan begitu"kata Sylla lalu menghela nafasnya


"Baiklah kak Yeol"kata Sylla


"Wahh terima kasih.....ehh"kaget Yeol karna ia baru menyadari bahwa ia belum mengetahui nama gadis disebelahnya


"Hihihi Sylla nama saya Sylla kak"kata Sylla sambil tersenyum kecil setidaknya ada sedikit hiburan


"Oh terima kasih Sylla"kata Yeol


"Sama sama"jawab Sylla,Yeol mengantar Sylla sampai kerumahnya dan sedikit memberitahu kepada orang rumah jika ia ingin meminta izin untuk menjaga Sylla sementara waktu dengan alasan yang tidak bisa ia beritahu dan ia juga berjanji jika ia akan menjaga Sylla dengan baik,beruntungnya orang tua Sylla memperbolehkan nya namun dengan peraturan yang ketat dan sedikit ceramah no jutsu dari sang ibu dan akhirnya Yeol mendapatkan izin,setelahnya dia pun pamit pulang


***


Beberapa hari kemudian Ziya masih setia menemani adiknya yang masih betah dalam tidurnya,ia juga kadang bergantian dengan ibunya ataupun Nian Lian dengan Jiali,logan ia disibukkan dengan banyak hal apalagi beberapa hari terakhir dikatakan ada seorang wartawan yang datang ke sekolah selama pekan olahraga sehingga wartawan itu mengetahui kejadian percobaan pembunuhan terhadap salah satu siswa dan ia juga langsung mempublikasikan nya dan dengan cepat itu tersebar bahkan mereka sampai ke kantor Adr untuk mewawancarai logan yang seorang pemilik sekolah


"Pak apakah berita itu benar pak jika ada seorang siswa yang menjadi korban percobaan pembunuhan"tanya wartawan A saat logan sedang berjalan menuju mobilnya


"Pak apa tanggapan bapak pada kejadian tersebut pak"tanya wartawan


"pak kejadian ini telah mencoreng nama baik sekolah apa tanggapan bapak"wartawan


"Pak pak pak pak"wartawan,Alucard mencoba menghalang para wartawan tersebut sampai logam dan ia masuk mobil


"Maaf semuanya tuan logan sedang tidak ingin diwawancarai permisi"kata Alucard lalu menutup pintunya dan pergi meninggalkan banyak pertanyaan pada para wartawan lalu mereka bubar karna tidak mendapatkan apa apa


***


Di rumah sakit logan masuk keruangan Zee


"Zee kenapa kau betah sekali disana,ayo bangun kami merindukan mu kapan kau mau bangun kau ingin membuat ayah stress ya"kata logan lalu mengusap air matanya dan pergi,tanpa sepengetahuannya zee mengeluarkan air mata dalam tidurnya seolah mendengar apa yang ayahnya katakan


***


Di sekolah Yeol sedang mengolah TKP dengan rekan kerjanya,ia juga sedikit terhalang karna adanya wartawan didepan tadi namun beruntung Lily dan pak Niken yang menyamar sebagai polisi dapat mengelabui nya,ia mengecek seluruh ruangan,Lily masuk kedalam sana


"Bagaimana"tanya Lily


"Masih belum ada bukti"bingung Yeol,Lily mendekat dan berhenti beberapa meter dari Yeol dan menatap lantai


"Yeol coba gunakan sihirmu"perintah Lily


"Hah sihir apa hubungannya"tanya Yeol


"Gunakan saja"kata Lily


"Baik"jawab Yeol lalu menggunakan sihirnya namun anehnya ia hanya bisa menggunakan sihirnya seperempat dari keseluruhan membuat ia terkejut sedangkan Lily menghela nafasnya dan menghubungi Zhu


"Pelakunya mengetahui sihir"kata Lily


"Tunggu aku disana"kata Lily lalu mematikan sambungan telepon nya


"Yeol jangan sentuh cairan dibawahmu menjauhlah dari air itu"kata Lily lalu menghilang,Yeol lalu menatap cairan dibawah kakinya


"Bukankah ini darah"kata Yeol


"Mungkinkah ini darah nona kedua"batin Yeol lalu pergi setelah mengunci pintu kelas tersebut


***


Di kediaman Cath tepatnya di kamar Wendy ia sedang membanting barang barang miliknya dengan keras


pranggg.......akhhhhh


"Akhh bagaimana ini bisa terjadi,kenapa bisa ketahuan bahkan sampai sejauh ini,bagaimana jika mereka mengetahui bahwa itu ku akhhh"kata Wendy frustasi namun sedetik kemudian ia terdiam lalu tertawa


"Ahahah tapi aku senang sekali akhirnya saingan ku berkurang salahkan dirimu sendiri kenapa kau mengganggu leonku"kata Wendy yang sedang merasa senang diatas penderita orang


***siapa yang kaya gitu senang liat bestie menderita apalagi kalo ulah kalian sendirian angkat tangan✋


🤭


ikuti terus ya episode selanjutnya


Jangan lupa like dan share dan tinggal kan jejak comen biar bisa Thor berbaiki lagi


kedepannya

__ADS_1


see you next time 😘


chao***


__ADS_2