Magic Blood

Magic Blood
chapter 3


__ADS_3

lanjut say.......


ehem....


/////////


terdiam karena bingung


"emmm itu"kata Zee gugup


"Aku Aksel dan dia Eksel kami hanya orang asing yang kebetulan lewat"kata Jiali santai dan mendapatkan tatapan aneh dari Zee


"Nama yang bagus ya sudah ibu pergi dulu ya semoga kita bisa bertemu lagi di lain tempat"kata ibu itu lalu pergi di angguki mereka.


melompat ke arah gedung


"Kau mengarang nama dengan bagus Jia"kata Zee


"Ya habisnya kau kelihatan grogi gitu"kata Jiali


"Hemmm ayo kita pulang saja aku ingin bermain di rumah mu Aksel"goda Zee lalu mereka saling kejar kejaran sampai rumah Jiali,mereka bahkan lupa ancaman dari pencuri tadi bahwa musuh yang mereka hadapi akan jauh lebih kuat.


Di rumah Jiali ternyata ayah dan ibunya sedang pergi bekerja jadi otomatis yang di rumah hanya mereka dan para maidnya,di kamar.


"Zee kau sedang baca apa"tanya Jiali saat melihat Zee yang sangat fokus itu


"Baca buku yang di berikan oleh pria aneh itu"jawab Zee


"Apa yang kau baca"tanya Jiali sama tapi dengan maksud lain


"Buku tentang sihir kata pria itu kita tidak boleh lemah seperti dulu aku gx tau apa maksud nya tapi aku rasa kultivasi tidaklah cukup maka dari itu aku juga ingin belajar sihir"kata Zee menjelaskan


"Waww jadi maksudmu seperti energi spiritual barat dan timur kau kombinasikan"tanya Jiali


"Iya kau juga harus melakukannya"kata Zee lalu memberikan bukunya kepada Jiali,Jiali menerimanya dan membaca judul tersebut


"sihir bulan"kata Jiali lalu membacanya juga sedang kan Zee ia memilih tiduran di sofa kamar Jiali.


"Apa maksudnya tidak boleh lemah seperti dulu ya"batin Zee lama kelamaan ia tertidur.


Jiali menghampiri nya


"Sepertinya kau kelelahan"guman Jiali saat melihat Zee tertidur


"Biar ku bantu"kata Jiali lalu mencoba mantra dan memindahkan Zee ke kasurnya.


"Waww keren aku berhasil"kata Jiali senang lalu tiduran di samping Zee dan memandang nya.


"Benar benar nyeyak sekali ya Hoammmm aku juga ingin tidur"kata Jiali lalu tidur di samping Zee padahal hari masih belum terlalu siang.


Tiga jam kemudian Zeena terbangun dan melirik jam ternyata sudah jam satu siang ia pun membangunkan Jiali


"Jia bangun ini sudah siang ayo makan"kata Zee sambil menggoyangkan tubuh Jiali


"Hemm ada apa"kata Jiali terbangun lalu duduk sambil mengucek matanya


"Ini sudah siang aku lapar ayo makan"ajak Zee


"Ayo"kata Jiali, sebelum mereka pergi mereka kekamar mandi dulu untuk membersihkan diri dan jiali pun meminjam kan bajunya kepada Zee karna sehabis pertarungan tadi bajunya kotor


"Ini pas juga"kata Zee sambil berdiri di depan cermin


"Ya iyalah Jiali gitu lho ayo lah"ajak Jiali lalu mereka turun dan pergi menggunakan mobil Jiali karna Zee datang ke rumah Jiali kan dengan peringan tubuh.


Di depan cafe Adr (Anderson),Jiali memarkirkan mobilnya dan masuk ke dalam cafe,untungnya cafe itu sedikit sepi walaupun siang karena jam makan siang sudah lewat.


"Zee ayo duduk di pojok sana"kata Jiali menunjuk ke arah pojok,lalu mereka duduk di sana dan memesan makanan.


Saat sedang makan segerombolan laki laki berbadan kekar mendekati mereka


"Hai cantik mau saya temenin makan gx"kata pria itu


"Gx"jawab Zeena cuek


"Cuek amat cantik saya duduk ya"kata pria itu


"Masih banyak tempat duduk kan duduk di tempat lain saja"kata Jiali ketus membuat pria itu kesal


"Sombong sekali asal kalian tau aku adalah keponakan dari pemilik organisasi gajah hitam"kata pria itu marah


"Nggak"jawab Zeena dan Jiali cuek


"Kurang ajar kalian akan ku buat kalian terbaring di rumah sakit selama lamanya"kata pria itu lalu menyerang Zee namun di tangannya di tangkap oleh Zee dengan santai


"Kau mengganggu makan kami"kata Zeena dingin membuat pria itu ketakutan


"Zeena ingat kita tak memakai topeng"bisik Jiali


"Aku tau"kata Zeena lalu menghempaskan tangan pria itu dan berdiri,lalu ia mengeluarkan kartu identitas diri nya.


"Kau(melempar kartu identitas nya ke muka pria itu)jika kau ingin organisasi gajah hitam aman maka pergilah atau aku akan menyuruh ayah ku untuk meratakan organisasi kalian"kata Zeena,pria itu di buat kaget dengan adanya kartu identitas itu bahwa orang yang akan dia celakai adalah anak orang berpengaruh.


"Ahh maafkan saya sa....saya tidak akan mengulangi nya lagi"kata pria itu takut lalu pergi,Zee pun melanjutkan makannya namun seorang pelayan cafe menghampiri nya.


"Emmm permisi terima kasih atas bantuannya karna sudah mengusir mereka dan maaf ini uang dari saya sebagai tanda terima kasih ku tapi bukan maksud menyinggung anda ya"kata pelayan itu membuat Zee mengerutkan keningnya


"Kau baru disini"tanya Zee lembut


"Iya nona saya baru dua Minggu di sini namun mereka tadi sudah mengganggu cafe ini selama sebulan saya tau dari menejer di sini"kata pelayan itu


"Uang itu kakak simpan saja itu milik kakak hasil kerja keras kakak selama ini"kata Zee menolak secara halus


"Aku tak apa kok kakak juga ikhlas"kata pelayan itu


"Siapa nama kakak"tanya Zee


"Aku Thosikari"kata pelayan itu yang bernama Thosikari


"Kakak orang Jepang"tanya Jiali


"I..iya kakak pindah ke China untuk bekerja,kakak tinggal sini bersama adik kakak"kata Thosikari


"Ohhh"sahut Zee dan Jiali lalu tiba tiba suara pintu terbuka dan nampak lah seorang pria tampan


"Kak aku sudah bereskan rumah kita jadi akan membantu kakak"kata pria itu


"Ehhh"kikuk pria itu karna baru sadar kalo kakaknya tidak sendirian


"Itu adik kakak namanya Tetsuya"kata Thosikari


"Ehh hai aku Tetsuya"kata Tetsuya


"Aku Zee"


"Aku Jiali"kata Jiali


"Ohh ya kakak lupa kakak masih harus kerja kalian lanjutkan saja makannya dan maaf jika tadi ada masalah saat makan"kata Thosikari lalu menyeret Tetsuya.


"Aku terkesan dengan semangat kerjanya"kata Zee


"Lalu apa yang akan kau lakukan"tanya jiali


"Tunggu sebentar"kata Zeena lalu mengambil hpnya dan mengirimkan pesan kepada seseorang.


"Selesai tinggal tunggu aja"kata Zee melanjutkan makannya.


Beberapa menit kemudian seorang pria datang dengan bodyguardnya dan menghampiri meja Thosikari,sedang kan Zee dan Jiali fokus menonton.


"Permisi apa ada pelayan cafe yang bernama Thosikari"kata pria itu


"Ahh iya itu dengan saya sendiri ada yang bisa saya bantu tuan"kata Thosikari sopan


"Saya meneger restoran ternama di kota sini yaitu Ander Resto,bos kami ingin anda pindah Bekerja di restoran kami apa anda bersedia"kata pria itu membuat Thosikari terkejut


"Maksud tuan saya pindah kerja ke restoran Ander milik keluarga Anderson"kata Thosikari


"Iya apa anda bersedia"kata meneger itu


"Iya saya bersedia pak"jawab Thosikari senang

__ADS_1


"Bagus dan ini(mengeluarkan card 1)ini dari bos kami dia bilang ini gaji selama kau bekerja di cafe ini permisi"tanpa menunggu jawaban dari Thosikari ia langsung saja pergi.


"Tu..tunggu"kata Thosikari lalu menatap card itu


"Ini gaji ku"kata Thosikari tak percaya padahal ia baru kerja dua Minggu


"Kak ada apa"tanya Tetsuya saat selesai mencuci piring


"Kakak akan pindah kerja ke restoran Ander"kata Thosikari


"Sungguh itu kan impian kakak bagaimana bisa"kata Tetsuya ikut senang


"Ya kakak juga gx tau dah lah ambil positifnya aja"kata Thosikari lalu melanjutkan kerjanya


"Ayo pulang"ajak Zee lalu mereka pergi dan berpisah Jiali pulang ke rumah nya dan begitu juga dengan Zee.


Di perjalanan Zee terlihat lemas padahal ia sudah terbiasa jalan.


"Sial kenapa kepalaku pusing sekali"batin Zee dengan jalan agak sempoyongan


"Tidak aku harus kuat aku harus kuat"batin Zee menyemangati diri sendiri dari kejauhan ada sebuah mobil dan pemiliknya melihat gerak gerik Zee yang aneh.


"Kak..kakak itu terlihat tidak baik baik saja"kata gadis yang lebih muda


"Sungguh yang mana"tanya si kakak


"Itu"kata adiknya menunjuk Zee


"Tunggu itukan anak baru di kelas kakak"kata sang kakak lalu keluar dari mobil dan menghampiri Zee


"Hei kau tak apa"tanya pria itu cemas,Zee melirik sekilas ke arahnya lalu pingsan,untungnya tubuhnya langsung di tangkap.


"Hei bangun sial"kata pria itu lalu membopong tubuh Zee ala bridal style ke dalam mobil


"Kakak mau apain kakak ini"tanya sang adik


"Kakak akan membawanya ke rumah untuk sementara"kata pria itu lalu melesat ke kediaman keluarga Bodewig.


Di lain tempat khususnya kediaman keluarga Anderson ayah dan ibu Zee di buat cemas karena Zee pergi sejak pagi hingga hampir menjelang malam ini ia belum kembali


"Logan kenapa Zeena Belum pulang juga yah aku khawatir terjadi apa apa kepadanya"kata mama Zee cemas panggil saja Zhu


"Sabar sayang aku akan menyuruh orang orang ayah mencarinya"kata ayah Zee yang bernama Logan Anderson,lalu ia menelfon orang nya untuk mencari keberadaan anaknya.


Di tempat kediaman Bodewig Zee sedang di rawat oleh sang adik di kamar tamunya


"Bagaimana"tanya si kakak


"Ia hanya kelelahan mungkin ini akibat disminore"kata sang adik agak canggung menyebutkan alasan akibat Zee pingsan,membuat sang kakak terdiam.


"Emm..kakak akan keluar sebentar kau jaga dia ya"kata sang kakak langsung buru buru keluar,sang adik yang melihat kakaknya bersikap seperti itu pun terkekeh


"Akhh bodohnya kau Leon kenapa malah nanya jika jawabannya seperti itu"batin sang kakak yang ternyata bernama Leon dengan wajah memerah malu,ia adalah anak pertama dari keluarga Bodewig salah satu keluarga terkaya di negaranya.


Di kamar Zee terbangun dan merasakan pusing.


"Akhh kepala ku"lirih Zee memegang kepalanya


"Kakak sudah bangun ini minum dulu"kata sang adik Zee menurut karena ia memang haus.


"Makasih"kata Zee setelah minum lalu mengedarkan pandangannya ke segala arah


"Ini di mana"tanya Zee lirih


"Ahh ini rumah keluarga Bodewig kak kakak tadi pingsan di jalan akhirnya kakakku menolong Kaka"kata adik itu


"Emm siapa nama mu"tanya Zee


"Kenalin kak nama ku Leni Bodewig aku adik kak Leon,kak Leon bilang kakak adalah teman sekelas kak Leon ohya nama kakak siapa"tanya balik Leni


"Aku Zee"kata Zee tersenyum


"Aku ingin pulang pasti orang tuaku cemas"pinta Zee lalu segera berdiri


"Apa kakak baik baik saja kak Leon akan mengantarkan kakak jika perlu"kata Leni


"Sungguh walaupun pucat ia masih tetap cantik"batin Leon lalu tersadar saat suara deheman dari zee


"Ehemm makasih atas semuanya saya permisi pulang karena orang tua saya pasti mencari saya"kata Zee membungkuk tanda terima kasih


"Tak apa tapi apa kau yakin atau mau aku antar"tawar Leon


"Tak perlu aku bisa sendiri"kata Zee lalu pamit dan pergi,saat di rasa aman ia menggunakan kekuatan teleportasi nya menuju rumah nya.


sampai di depan rumah dan masuk.


"Aku pulang"kata Zee lemas lalu di sambut dengan pelukan hangat dari sang ibu membuat ia harus menunduk


"Zee kau dari mana saja ibu cemas kau kenapa Napa"kata Zhu sambil menangis lalu Logan pun memeluk anak semata wayangnya


"Zeena jangan buat kami cemas kami sangat khawatir tentang keadaan mu dan maaf kami sering mengabaikan mu"kata ayah Logan membuat Zeena menangis


"Ayah hiks ibu Zeena sudah lama ingin di peluk kalian seperti ini lagi"kata Zee lalu kedua orang tua nya memeluknya hangat,Zee sangat senang bisa mendapatkan kasih sayang orang tua nya kembali.


Malam hari selesai makan.


"Zee sayang kau dari mana saja kenapa pergi tidak Titip pesan pada maid"tanya mamah Zhu


"Zee main bu dan tadi Zee pingsan di jalan...terus"kata Zee terpotong


"Bagaimana bisa pingsan kau baik baik saja kan nak gx ada yang sakit kan lalu siapa yang menolong mu apa perlu ke rumah sakit"tanya ayah Logan sambil mengecek tubuh Zee


"Hentikan ayah Zee baik baik saja,dan gx ada yang sakit"kata Zee


"Syukurlah lalu siapa yang menolong mu"tanya sang ayah


"kakak beradik Bodewig"kata Zee


"Mereka ya pantas saja mereka di bilang keluarga paling baik karna bukan hanya orang tuanya yang dermawan tapi anaknya juga"kata Logan tenang


"Ya mereka memang baik"kata Zhu dan berbincang bincang tentang keluarga.


"Ayah ibu Zee mau tidur dulu ya besok Zee mau izin pergi ke rumah teman"kata Zee


"Kau punya teman"goda sang ayah


"Ayolah ayah aku juga manusia pasti punya teman"Zeena


"Ayah kira kulkas berjalan tidak akan ada yang mendekati hahaha"goda ayah Logan mendapatkan sikutan dari sang istri


"Aww aduhh aduhh aduhh"rintih sang ayah


"Berhenti menggoda nya ia juga anak mu boleh kok sayang kamu boleh pergi tapi ingat hati hati ya"kata Zhu tersenyum


"Makasih mah selamat malam ayah selamat malam ibu"kata Zee lalu ke kamarnya


"Anak mu udah besar ya"kata Logan merangkul istrinya yang sependek


"Anak mu juga tuh"kata Zhu ketus


"Hehehe mau bikin adek buat Zeena gx mah"goda sang suami,Zhu tersenyum


"Tidur di sofa"ancam sang istri membuat Logan lemas


"Akhh tidak tidak tidak maafin aku sayang aku hanya bercanda"kata Logan sambil ngekor sang istri ke kamar dan tidur.


Paginya Zee dan keluarga nya sarapan


"yah mah Zeena pergi dulu ya" Zee


"Hati hati sayang"kata Zhu mencium pipi anaknya


"Kok cuma anaknya yang di cium ayah juga mau dong"rengek sang ayah membuat Zee terkekeh


"Mau"kata Zhu sambil mengambil pukulan lalat


"Ahhh gx sayang ayah bercanda ayah pergi dulu ya"tapi sebelum ia pergi sempat sempatnya ia mencium pipi sang istri sekilas dan lari


"Akhh sialan kau logan"teriak sang istri bagaimanapun ada anaknya di depannya ia juga punya rasa malu.

__ADS_1


"Aku juga mencintaimu sayang"teriak Logan dari luar


"Gila"kesal Zhu ya mereka masih di bilang cukup muda di antara pengusaha lainya karna umur mereka masih berumur 36 (Zhu) dan 38 (Logan) tapi dah punya anak gede,ya orang tua Zeena menikah saat usia mereka 18 dan 20 tahun karna mereka memang sudah lulus kuliah,mereka termasuk jenius dan sudah menyelesaikan studinya,orang tua mereka juga sudah menyetujui kemauan anak mereka asalkan tidak berpengaruh buruk pada masa depan,dan satu tahun kemudian setelah menikah Zhu melahirkan Zeena dan kakaknya


"Zee pergi mah"kata Zee lalu pergi meninggalkan ibunya yang sedang kesel sendiri.


ibu Zee memiliki tinggi badan yang setara seperti anak kelas lima SD dan terlihat masih sangat muda dan imut


Di tempat Zee ia sudah berada di rumah Jiali dan masuk ke kamarnya setelah meminta izin kepada orang tua Jiali,ayah Jiali adalah CEO dari perusahaan Han sedang kan ibunya seorang chef terkenal,Zee di beritahu bahwa kemarin Jiali pingsan di depan rumah untungnya ada maid yang menolongnya dan kebetulan orang tua Jiali pulang lebih awal.


Di kamar Jiali,Zee melihat Jiali yang tertidur dengan errrrr Taulah


"Apa mereka yakin Jia pingsan jika orang nya aja seperti ini sekarang"kata Zee geleng geleng kepala


"Jia bangun ini aku Zee"kata Zee membangun kan Jiali,sontak Jiali langsung membuka matanya dan memeluk Zee yang terkejut dan kesal karena kaget


"Akhh swety ku aku kangen kamu"kata jiali


"Jia kau apa apanan sih katanya kau sakit kemarin"kata Zee kesal karena belum siap di peluk


"Ohh iya Zee sepulang dari cafe kemarin di mobil kepalaku terasa sakit sekali lalu seperti muncul film di otak ku seperti film kuno"kata Jiali to the poin membuat Zee terkejut pasalnya saat ia pingsan kemarin ia juga mengalami hal yang sama dengan Jiali yaitu seperti ada sesuatu yang berputar di otaknya seperti sebuah film


"Kemarin aku juga pingsan"kata Zee membuat Jiali kaget


"Apa kau mengalami hal yang sama"tanya Jiali Zee menjawab dengan mengangguk kan kepalanya.


"Ini aneh"kata Jiali


"Cepat mandi kita akan ketempat Nian Nian"kata Zee berdiri,Jiali mengangguk dan segera membersihkan diri.


15 menit kemudian mereka pun pergi ke rumah nian nian.


Setelah sampai mereka di sambut dengan baik oleh nian nian dan kebetulan ada Lian Lian di sana.


"Pagi nian nian"sapa Jiali dan Zee


"Pagi juga ayo masuk Kaka juga ada di dalam"kata Nian Nian lalu mereka masuk dan berkumpul di ruang keluarga,Zee dan Jiali menceritakan semua tentang kejadian yang mereka alami.


"Ini aneh"kata Lian Lian berfikir


"Tunggu apa kalian berdua sudah membaca buku yang di berikan oleh Quan"tanya Zee


"Belum emang nya kenapa"tanya nian nian balik


"Mungkin ini ada kaitannya dengan buku itu karena aku dan Jia sudah membaca nya"tebak Zee


"Kalau begitu sekarang kalian baca"perintah Zee dan anehnya kedua anak song itu menurut,mengeluarkan buku namun belum saja sempat di baca mereka berdua berteriak kesakitan


"Akhh kepalaku"kata Nian Nian kesakitan Begitu juga dengan Lian Lian


"Kalian harus tahan rasa sakit itu dan fokuslah"arahan dari Zee,Lian nian pun menurut dan mulai menahan rasa sakit itu


"Apa mereka baik baik saja"tanya Jiali cemas


"Iya asal mereka tahan"kata Zee santai


10 menit kemudian Lian nian membuka matanya dan bernafas lega.


"Hahh hahhh sial filmnya sangat mengerikan"kata Lian Lian


"Iya kak aku takut melihatnya"kata nian nian


"Nih minum dulu"kata Zee memberikan minum kepada Lian nian


"Makasih"kata Lian nian


"Jadi apa kesimpulannya"tanya Jiali


"Kesimpulannya adalah.........."kata Zee menggantung membuat ketiga kawannya penasaran


"Aku tak tau"jawab Zee enteng lalu mendapat jitakan dari ketiga temannya


Tak....tak...tak


"Duhhh ini kepala bukan pintu asal ketok aja"kesel Zeena


"Zeena Anderson lagian siapa suruh bikin orang kesel huhhhhh"gemes Jiali


"Heheheh sory"kata Zee nyengir kuda


"Di ingatan itu terjadi sebuah perang yang sangat mengerikan aku sampai takut jika mengingat nya"kata Lian Lian


"Ya tapi kenapa itu bisa muncul di ingatan kita"tanya Jiali penasaran.


"Aku juga tak mengerti"jawab Zee


"Oh ya aku mau nanya Suji sudah pulang dari Jepang belum"tanya Zee


"Kayaknya sih belum secara kan liburan masih lama emang kenapa"tanya Jiali


"Dia belum kita kasih liontin miliknya bukan dan siapa tau dia juga seperti kita bukan kah Quan bilang kalo Suji juga termasuk"kata Zee


"Ya juga sih lalu apa pendapat mu"tanya Lian Lian


"Kita akan ke Jepang jika perlu"kata Zee enteng


"Sepertinya ide yang bagus tapi kami tidak bisa karena beberapa hari kemudian kita akan kedatangan keluarga besar kami"kata Lian Lian menjelaskan sedikit sedih


"Sayang sekali jadi hanya aku yang pergi"kata zee


"Aku ikut Zee aja deh aku juga gx ada acara sekalian jalan jalan"kata jiali


"Perfek jadi yang pergi aku dan Jiali kalian fokus saja dengan rencana kalian lagian jarang jarang kalian berkumpul kan"tebak Zee


"Iya juga sih heheh"kata nian nian


"Okey sesuai rencana aku dan Jia Yang akan pergi menyusul Suji"terang Zee


"Ya"jawab ketiganya


"Baik rapat selesai sekarang kalian boleh pergi"kata Zee sok jadi pemimpin rapat mendapatkan pukulan bantal dari Jiali


Pukkk....


"Hei ogep ini rumah orang Napa kaya kau saja yang punya main usir si tuan rumah dan ini bukan kantor"gemes Jia sambil meremas bantal


"Hehehe sory sory ya sudah aku mau bersiap,semua biar aku yang urus kita berangkat besok,Jia bersiaplah pagi besok akan menjadi awal perjalanan kita ke Jepang"kata Zee lalu menghilang dari sana


"Wahh keren baru berapa hari saja dia sudah menguasai ilmu dari buku aneh itu"kagum Lian Lian


"Ya dia memang jenius tapi aku tak kalah jenius dari Anderson fersi cewe itu"kata Jiali bangga


"Ya sudah bye"lanjutnya lalu menghilang juga


"Mereka cepat belajar ya"kata Nian Nian


"Enak jadi orang jenius mah"lanjut Lian Lian


"Kita juga harus kuat kak"kata nian nian


"Kau benar"kata Lian Lian lalu mereka membaca buku yang tadi sempat tertunda karena kejadian tadi.


Keesokan harinya Zeena dan Jiali sedang berada di bandara,orang tua jiali mengizinkannya pergi karna jiali beralasan ingin liburan sekalian belajar jadi di bolehin,sedang kan Zee ia beralasan ingin belajar dan mengawasi perusahaan ayah nya,di sana juga ada Lian Lian dan Nian Nian


"Kami pergi dulu ya mah pah"pamit Zee


"Hati hati Zeena jaga kesehatan ya"kata Zhu sambil memeluk Zeena anak kesayangan nya


"Ya mah"jawab Zee


"Ayah ibu aku pergi ya"pamit Jiali


"Ya hati hati sayang jaga kesehatan dan jangan nakal di sana dan jangan buat susah Zeena dan jangan......"kata mamah Jiali terpotong oleh Jiali


"Iya mamaku tersayang"kata Jiali sedikit pusing lantaran ibunya memiliki sifat cerewet yang akut,ibunya merupakan teman SMA Zhu ia menjadi chef ternama di negaranya,sedangkan sang ayah tau lah


"Hati hati ya Jia"nasehat sang ayah Leozhert


"Ya ayah"jawab Jiali,ayah Jiali memiliki nama asli Han leo tapi karna menikah dengan ibunya Jiali ia menambahkan namanya menjadi Han Leozhert karna sang istri bernama Joy Anzhert,sedang kan Jiali menggunakan marga ayahnya.

__ADS_1


__ADS_2