Magic Blood

Magic Blood
chapter 23


__ADS_3

***lanjut


/////


"senang kak ari dapat mengingatku"kata Suji,lalu muncul lagi sihir teleportasi dan Quan muncul


"Maaf tuan hanya mereka yang dapat ku panggil"kata Quan,belum saja Zee menjawab mereka mendapat serangan dari Jiali.


Bummmmm......


"Si goblok biarin kita opening dulu ngapa biar keren"kata Lian Lian kesal sambil mengusap usap baju tidurnya,ya dia belum sempat ganti baju tadi


"Mati kalian"kata jiali sambil terbang


"Bersiaplah dan keluarkan kekuatan kalian sekuat mungkin"kata Zee


"Baiklah,lihat lah pertarungan perdana ku"kata Lian Lian sambil memunculkan pedang biru di tangan kanannya


"Aku selalu ingin melihat hasil kerja kerasku selama ini dan akhirnya Sekarang bisa"kata Suji sambil mengeluarkan bola api di kedua tangannya


"Entahlah aku mau ngomong apa yang jelas mari bekerja sama"kata Ari lalu muncul telinga kucing di kepalanya


"Kau terlalu buruk dalam berbicara Ari"kata Nian Nian lalu muncul panah es di tangan kirinya


"Bersiap"kata Zee lalu di tangan kanannya muncul pedang sabit hitam dengan kristal hijaunya,


sedangkan Jiali dari tangannya muncul tombak bulan miliknya ia tersenyum lalu melesat ke arah bawah


"Serang"teriak Ari lalu mereka berpencar


Zee,Ari dan Lian Lian bertarung jarak dekat dengan Jiali yang mengkloning dirinya menjadi tiga sedangkan Nian Nian dan Suji membantu dari jarak jauh,Quan?


Dia di suruh memantau dan mentransfer energi ke dalam tubuh mereka agar tetap bertahan


"Ku akui jika kekuatan Jiali memang meningkat"kata Lian Lian sambil menyerang kloningan Jiali dengan pedangnya,saat Jiali menyerang titik buta Lian Lian,Nian Nian dengan sigap meluncurkan panah es miliknya dan menjadi perisai di samping kanan kakaknya sehingga tombak Jiali mengenai perisai tersebut dan perisai itu langsung pecah


"Akhh kenapa susah sekali"kata Ari sambil berusaha menghindar dari kloningan Jiali yang lain,karena lengah tombak itu menusuk tubuh Ari tapi...


....blurrr.....


Tubuhnya melebur seperti kelopak bunga membuat kloningan Jiali bingung dan


"Ehem maaf ya"kata Ari dari belakang Jiali kloningan dan menonjok muka Jiali dengan keras


"Wahhh jadi gini rasanya memukul teman"kata Ari saat Jiali kloningan tersungkur ketanah


"ahh amitaba"kata Ari saat melihat wajah Jiali penuh tanah,sekuat mungkin ia menahan tawa saat melihat wajah Jiali yang merah marah,


sedangkan Zee melawan Jiali asli di atas udara dengan tombak dan pedang sabit di tangan masing masing


"Sial kekuatan macam ini,ini mah setara lawan Jiali"kata Zee


"Eh si tolol dia kan emang Jiali"kata Zee baru sadar lalu fokus,


Jiali akhirnya menedang perut Zee membuat ia mundur beberapa jarak


"Auch perutku"kata Zee


"Tuan"teriak Quan lalu mentransfer kekuatan miliknya


"Hais andai tuan memperbolehkan aku ikut"batin Quan saat melihat tuannya kembali bertarung


Di udara Zee masih kewalahan menghadapi Jiali


"Butuh bantuan"kata seseorang didalam pikiran Zee


"Kau diriku yang lain kan"kata zee


"Iya biarkan aku menggunakan tunuhmu"kata Zee zaman dulu


"Kenapa"tanya Zee disela sela pertarungannya


"Kau akan kalah jika melawannya,yang kau hadapi sekarang bukanlah Jiali yang kau kenal ia adalah roh jahat penghuni tombak itu,aku akan membantu Jiali sadar dengan cepat setidaknya tidak harus menunggu pagi tiba,asal kau tau jika kalian semua kalah maka Jiali yang terkurung dalam dunia abu miliknya sendiri akan terkurung selamanya dan tubuhnya akan dikuasai oleh roh itu"kata Zee dulu


"Baiklah tapi jangan menyakitinya jika kau menyakiti nya aku akan menyegelmu camkan itu"batin Zee sambil terbang mundur,


ia memejamkan matanya dan saat membuka matanya,warna matanya yang semula hijau berubah menjadi merah seperti Jiali namun dengan aura yang berbeda pastinya membuat teman temannya menengok kearahnya


sedang kan Quan ia terdiam saat merasakan aura dari tuan di kehidupan pertamanya


"Tuan"kata Quan pelan,Zee meliriknya sebentar dan kembali fokus kearah Jiali


"Lawanmu adalah aku"kata Zee lalu sabit yang semula bermata hijau berubah menjadi merah dan ia melesat kearah Jiali,Jiali menangkis Serangan Zee yang hendak menebas lehernya,Zee tersenyum dan menedang kepala kanan Jiali membuat Jiali oleng,tanpa jeda Zee menghilang dan muncul di belakang Jiali lalu memukul punggung Jiali hingga ia terjatuh membentur tanah


"Uhh sakitnya"kata Ari dan Lian Lian sedangkan Nian Nian merotasi kan matanya


"Kenapa orang menyebalkan ini harus ada teman yang sefrekuensi sih"batin Nian Nian jengah dengan kelakuan kakaknya namun bukan berarti ia benci lho


Kembali ke pertarungan Jiali dengan cepat kembali bangun dan menyerang Zee kembali dengan lebih cepat


"Wah wah wah menggunakan Mega alam ya"kata Zee lalu memusatkan energi di tubuhnya lalu mentransfer kearah sabit miliknya dan menyerang Jiali,pertarungan udara yang sangat sengit,andai bisa ingin rasanya Lian Lian mengambil popcorn dan duduk di samping Quan namun situasi nya tak sesuai dengan ekspektasi nya


"Suji,Lian Lian buatkan elemen gabungan kalian dan ubah menjadi awan kelabu sebisa mungkin tutup bulan itu"kata Zee sambil fokus menyerang membuat Suji dan Lian Lian saling melirik dan mengangguk,


Lian Lian mengeluarkan sihir airnya dan melempar ke udara sedang kan Suji ia membuat rantai api dan menyelimuti air milik Lian Lian,perlahan tapi pasti saat air yang dikumpulkan sudah menguap,Lian Lian menggunakan elemen angin miliknya membuat awan gelap untuk sebisa mungkin menutupi cahaya bulan,saat dirasa tugasnya aman ia melirik Zee


"Kami selesai"teriak Lian Lian,Zee yang mendengar itu,segera mengeluarkan elemen kegelapan miliknya dan mengarahkan ke arah Jiali dan


Wusss.....cahaya terang membuat silau mata orang orang yang melihat pertarungan mereka


"Apa yang terjadi"kata Nian Nian


"tidak tahu"kata Ari


"Semoga ini baik"kata Suji


Sedangkan di dimensi abu,Jiali sedang bertarung batin dengan roh yang menempati tombak miliknya


"Sialan tidakkah kau merasa kau itu menyebalkan"kata jiali asli sambil menyerang dengan tombaknya


"Tidak sama sekali"kata roh jahat


"Aku ingin tubuhmu agar aku dapat dengan leluasa menguasai tubuhmu seperti milikku sendiri dan menjadi penguasa dunia"kata roh itu


"Itu mencuri sialan"kata jiali lalu dengan cepat ia menggores lengan kiri roh itu dan roh itu hanya menatap luka tanpa merasakan sakit


"Eh kaya familiar"kata jiali,


sedangkan roh itu hanya tersenyum dan terdengar suara ganda


"Cepat kalahkan aku (dia) dengan begitu kau bisa keluar dari belenggu ini"kata roh itu dengan suara miliknya juga Zee


"Apa..apa yang terjadi"kata jiali


"Cepat kalahkan dia bocah"kata seseorang di fikirannya


"Teman temanmu sudah menunggu mu kembali"katanya lagi


"Aku ingin pulang"kata jiali pelan sambil memegang kepalanya dan menunduk sedih,lalu sebuah cahaya datang dan mendekatinya

__ADS_1


"Maka dari itu kau harus bisa bangkit kalahkan dia karna kau adalah pemilik asli dari tombak itu Jiali sang Dewi bulan"kata cahaya itu


"Aku...."kata jiali pelan lalu mengangkat kepalanya


"Aku tidak akan kalah"teriaknya lalu segera berlari dan menancapkan tombak miliknya tepat di perut roh itu, walaupun dia roh namun dalam pertarungan batin ia akan tetap terluka


.....Jleppp.....


Roh itu memegang luka di perutnya, berusaha untuk tetap berdiri dan mendekatkan dirinya ke Jiali asli,roh itu mendekatkan wajahnya kesamping wajah Jiali dan membisikkan sesuatu yang membuat Jiali melotot terkejut dan kepala roh itu terkulai di pundak Jiali sebelum terjatuh dengan tombak yang masih menancap di perutnya,Jiali? Ia masih saja terdiam sampai tak menyadari jika ruangan yang ia tempati perlahan berubah menjadi banyak pepohonan dan semuanya gelap


"Bagaimana apa dia baik baik saja"kata seseorang yang ia rasa itu suaranya Lian Lian


"Kau ini cerewet sekali kak tenang saja Jiali sudah aman"kata seseorang menyahut,suara Nian Nian


"Bagaimana dengan Zee"kata suara lainnya itu suara Ari


"Adikku,Quan sedang membawanya ke dimensi kristal"kata seseorang itu adalah Ziya


Perlahan Jiali membuka matanya dan mendapati Lian Lian yang sedang memangkunya,Lian Lian tersenyum


"Syukurlah kau sudah sadar"kata Lian Lian


"Dimana yang lain"tanya Jiali sambil dibantu duduk oleh Lian Lian


"Mereka tertidur Quan menyiapkan tenda untuk mereka karna pertarungan tadi bukanlah pertarungan yang sebentar"kata Lian Lian sambil menyerahkan minum ke Jiali sambil melirik ke arah salah satu tenda


"Maaf kalian jadi kelelahan karna aku"kata jiali


"Kau ini,ini bukan kemauan kamu kan jadi santai saja lagian kami menganggap pertarungan tadi sebagai latihan fisik dan kekuatan kami"kata Lian Lian


"Dimana Zee apa dia juga di tenda"tanya Jiali


"Dia tidak bersama kami,setelah cahaya terang itu meredup kami hanya melihat mu dan Quan juga menghilang dari sana,Ziya ia mengatakan bahwa adiknya dibawa Quan ke dimensi milik Zee sendiri jadi kami tidak tau kondisinya"kata Lian Lian panjang lebar


"Hoamm aku lelah kau sebaiknya istirahat saja lagian pasti kau masih lemah kan"kata Lian Lian di angguki Jiali dan dia membantu Jiali masuk kedalam tenda dan tidur,Jiali masih memikirkan perkataan roh tadi dan lama kelamaan ia tertidur juga


Di Dimensi kristal Zee sedang dalam keadaan kurang baik,Quan dengan sigap langsung mencarikan air roh untuk Zee,ia sangat terkejut disaat cahaya itu muncul Zee membisikkan sesuatu kepadanya


"Li Quan dia akan terluka parah karna aku,jadi kumohon obati dia"kata bisikan itu dan saat ia membuka mata pertama kali ia melihat Zee dan Jiali sedang terjun bebas untungnya dia dengan sigap langsung menangkap keduanya dan meletakkan Jiali di dekat Lian Lian yang masih diam tak bergerak,


sedangkan ia membawa Zee yang terluka dibagian samping perutnya,bahkan baju miliknya sudah kotor terkena noda darah milik tuanya,jadilah disini dimana Quan sedang merawat luka Zee dan memberikan yang terbaik agar lukanya tidak begitu parah dan terbuka,setidaknya walaupun ia tak bisa langsung menyembuhkan tapi ia sudah berusaha bukan,ia terus menunggu tuannya sampai terdengar lenguhan dari Zee


"Tuan kau sadar"kata Quan lalu mengambil air minum


"Tuan minum"kata Quan lalu Zee mengambil gelas itu dan meminumnya


"Apa semua baik baik saja"tanya Zee pelan karna masih merasakan sakit di perutnya


"Semua sudah kembali normal tuan"kata Quan


"Aku akan kembali"kata Zee lalu menghilang dari sana dan masuk kedalam tenda yang berisikan Jiali dan Lian Lian dan ikut tertidur di sana


Di alam bawah sadar Zee bertemu dengan dia versi masa lalu


"Kau mau membunuh ku ya"kata Zee marah


"Siapa yang mau membunuh mu aku tidak"kata Zee masa lalu(biar gampang Zee masa lalu panggil Zeena nama asli saat di kehidupan pertamanya👌)


"Kau...kenapa melukai tubuh kita kau tau rasa sakitnya bukanlah seperti di gigit semut ini sakit sekali,kau memang tidak merasakan tapi aku bisa"kata Zee sambil menunjuk perban di perutnya


"Kalau begitu maaf tidak ada cara lain selain membawamu masuk kedalam roh jahat itu"kata Zeena


"Emangnya kau mau aku menggunakan teman teman mu"kata Zeena membuat Zee terdiam


"Diantara kalian berlima hanya kau yang bisa mengaktifkan sihir regenerasi dari elemen kristal milikmu dan itulah kenapa aku membawamu masuk kesana jika aku membawa salah satu di antara mereka mungkin saat ledakan cahaya mereka tak akan hidup atau kembali utuh"kata Zeena


"Tentu saja kita satu satunya pemilik elemen kristal diantara semuanya,itu sangat langka jadi gunakan itu dengan baik,untungnya kau memperbolehkan aku mengambil alih posisi jadi aku bisa mengendalikan nya"kata Zeena


"Kau bilang kau pecahan ingatan dari masa lalu kan apa kau bisa memberi tau apa yang tidak aku ketahui dimasa lalu"tanya Zee


"Aku ingin tapi aku tidak mau seperti Agena yang nantinya hanya tersisa roh aku ingin kembali seperti dulu maka dari itu jangan memaksa aku untuk menceritakan hal itu cukup ikuti alurnya saja kau mengerti"kata Zeena sambil mengusap rambut Zee


"Aku mengerti maaf jika pertanyaan ku sedikit kurang baik"kata Zee


"Hais kau ini,aneh rasanya melihat diriku yang lain yang bahkan lebih baik dari diriku"kata Zeena lalu memeluk Zee dan menghilang


bersamaan dengan itu Zee terbangun dan hari sudah pagi,ia keluar tenda dan baru menyadari bahwa mereka saat ini berada di hutan,Zee melihat Nian Nian dan Lian Lian di luar dengan Quan yang sedang membakar beberapa ikan ditemani Ari yang menjadi kucing


"Zee kau sudah bangun kemarilah kita makan ikan"kata Lian Lian lalu Zee mendekat dan duduk bersama mereka


"Bagaimana keadaan kalian"tanya Zee


"Setelah istirahat kemarin kami sudah lebih baik,kapan kau kembali aku gx sadar lho"tanya Nian Nian


"Aku kembali saat kalian semua tertidur aku gx mau bangun kalian karna kalian juga pasti cape kan"kata Zee


"Hei aku bilang tunggu dulu itu belum matang"kata Quan berteriak saat Ari mencomot satu ikan yang sedang dibakar


"Tapi aku mau"kata Ari yang saat ini sedang dalam wujud kucing


"Belum matang"kata Quan lalu kembali membakar ikannya,


Ari mendekat kearah Zee dan Zee pun memangku Ari dan mengelusnya


"Apa kau benar benar lapar Ari"tanya Zee


"Iya aku lapar"kata Ari


"Jangan tertipu tuan dia bahkan sudah memakan tiga ikan saat di sungai tadi"kata Quan


"Diam kau"kata Ari kesal


"Aku berkata jujur"kata Quan


"Tunggulah sebentar"kata Zee


"Oh ya dimana kakak,Jia dan Suji"tanya Zee


"Mereka disungai sedang membersihkan badan kau juga bersihkan badanmu dulu"kata Lian Lian lalu Zee pergi mengikuti jejak yang di buat oleh Quan.


Saat sampai ia dapat melihat Ziya dan Jiali sedang mandi berendam di tengah sungai yang sepertinya lumayan dalam itu sedangkan Suji hanya di pinggiran sungai


"Kakak,Jia,suji"panggil Zee mereka menengok


"Hai Zee kau sudah kembali kau ingin mandi kemarilah airnya sangat segar"kata Ziya sambil berenang ke tepian


"Aku cuci muka saja dulu"kata Zee sambil mendekat ke arah sungai dan mencuci wajahnya


"Takut ketahuan pasti"kata jiali pelan lalu menenggelamkan tubuhnya


Beberapa menit kemudian mereka kembali dan bergabung bersama yang lain,mereka lalu makan ikan hasil bakaran Quan


"Eummm enak"kata Ari makan Disamping kaki Zee beralaskan daun


"Setelah ini apa kita akan kembali"tanya Ziya


"Benar kita harus kembali jika tidak maka mereka akan mencarikan kita"kata Nian Nian


"Kalau begitu kami duluan ya"kata Lian Lian mencomot satu ikan dan menghilang dari sana menggunakan sihir teleportasi sambil menggandeng Suji yang hampir menjatuhkan ikannya

__ADS_1


"Dasar"kata mereka bersama


Setelah makan mereka segera kembali ke jalan dekat festival yang sudah usai tersebut


"Sayang sekali kita melewatkan kembang apinya"kata jiali sendu


"Tidak apa apa kita bisa mencobanya lain kali lagi"kata Ziya lalu mereka kembali ke arah penginapan mereka yang sudah banyak berkumpul murid murid dan guru pembimbing mereka


"Lihat mereka disana"teriak salsa lalu mereka menengok kearah gerombolan Zee


"Kalian darimana saja kalian membuat ibu cemas tau cepat berkemas atau kita akan tertinggal pesawat"kata Bu Yord kesal dan khawatir secara bersamaan


"Baik Bu"jawab mereka lalu kembali ke dalam dan berkemas dengan cepat.


Skip dalam pesawat karna merasa kelelahan kebanyakan dari mereka semua tertidur,Quan yang sedang asik mendengarkan musik tiba tiba satu earphone nya di lepas dan dipasang di telinga orang itu


"Hei kau.....Dowan"kaget Quan saat melihat Dowan di sebelahnya


"Kenapa aku pinjam sebentar"kata Dowan


"Kau mau apa datang kembali jangan harap dapat menyakiti tuanku lagi atau aku akan menggigit ku"kata Quan dingin


"Santai saja jika bisa aku ingin sekali membunuh tuanmu itu"kata Dowan


"Kau...."marah Quan


"Namun aku tak bisa aku memiliki janji dengan seseorang"kata Dowan lalu memejamkan matanya


"Dasar rubah tua"kata Quan


"Tidak bercermin kakek"balas Dowan,


sedangkan Zee ia hanya tersenyum kecil mendengar perdebatan di belakangnya dan kembali memejamkan matanya


"Tidak buruk juga"batin Zee,


Jiali disebelahnya menatap perut Zee yang dilapisi jaket kulitnya dengan emosi yang rumit,ia masih saja memikirkan perkataan terakhir yang diucapkan oleh roh penunggu tombak miliknya


"Kau berani juga melukainya tanpa berfikir panjang"kata roh itu sebelum melebur


"Aku harus memastikannya sendiri"batin Jiali dan tertidur


Sesampainya di bandara mereka semua berpisah kembali ke kediamannya masing masing termasuk Zee dan Ziya yang sudah dijemput oleh Zhu,mereka kembali ke rumah dan istirahat setelah perjalanan jauh,Zee memberi pesan kepada Tama dokter di RS keluarganya


"Tama aku akan datang ke rumahmu"pesan Zee lalu kembali melanjutkan pekerjaannya membereskan barang barang miliknya


Di rumah sakit Tama yang mendapatkan pesan absurt dari bosnya malah gelapakan dan tidak fokus bekerja


"Bos mau datang ke rumahku,ya ampun rumahku kan berantakan"teriak Tama.


Sore nya Zee ijin pergi kepada ibunya dan pergi,sesampainya di depan rumah tepatnya apartemen milik Tama ia langsung mengetuk pintu


"Sebentar bos"teriak Tama dari dalam Dan beberapa saat kemudian ia membuka pintunya


"Silahkan masuk bos"kata Tama lalu Zee masuk


"Mau minum apa bos"tawar Tama


"Cola"kata Zee lalu Tama pergi ke dapur dan mengambilkan dua minuman cola dingin dan meletakkan dimeja


"Kenapa bos kemari apa ada perlu bantuan"tanya Tama


"Sedikit dan kuharap kau menjaga rahasia ini"kata Zee


"Emm akan saya usahakan bos"kata Tama


"Tama aku memiliki luka kau Tolong obati lukaku karna aku tak paham tentang medis"kata Zee membuat Tama terkejut


"Bos terluka dimana oh sebentar"kata Tama lalu pergi ke kamarnya dan mengambil peralatan medisnya


Zee dengan muka tanpa dosanya membuka baju bawahnya setengah dan memperlihatkan perban yang masih ada jejak darah di perutnya,awalnya Tama terkejut saat zee mengangkat bajunya namun ia lebih terkejut lagi melihat luka itu


"Boss kau kenapa bisa seperti ini"kata Tama terkejut


"Obati saja"kata Zee,


Tama dengan sigap membuka perban itu pelan pelan ia benar benar takut jika bosnya merasakan sakit,ia benar-benar gugup antara mengobati luka Zee dan ujian yang ia hadapi


"Berikan aku ketabahan"batin Tama sambil mengelap keringatnya,Zee yang melihat kelakuan Tama hanya mengangkat alisnya bingung,Tama dengan sigap membalut kembali perut Zee dengan perban baru setelah menjahit luka yang lumayan besar itu


"Huhh akhirnya selesai juga"batin Tama sambil menghela nafas


"Beruntung lukanya tidak tepat mengenai tengah perut jika tidak maka bos akan mati"kata Tama sambil mengumpulkan alat medisnya yang kotor kedalam bak medis,sedangkan Zee menurunkan lagi bajunya


"Sebaiknya bos istirahat sampai jahitannya mengering dan setelah itu kembalilah kemari"kata Tama sambil melepas sarung tangan miliknya lalu masuk kedalam kamarnya dan memberikan Zee obat,


setelah beberapa menit Zee pun pulang ke rumahnya,di meja makan


"Zee apa kau tau khusus kelas kita yang baru pulang berlibur besok kita tidak ada kelas jadi kita bisa istirahat dirumah sehari"kata Ziya setelah makan malam


"Baiklah lagian aku juga capek"kata Zee,ia lalu lebih dahulu ke kamar dengan alasan ingin tidur sedang kan Ziya berbincang bincang sebentar dengan ayah dan ibu sebelum masuk kamar.


Dikamar Zee segera meminum obat yang di beri Tama


"Kenapa kau tidak menggunakan sihir regenerasi bukankah aku sudah...."kata Zeena segera disela


"Sudah kucoba namun hasilnya nihil lukaku tetap tak tertutup itulah kenapa aku meminta Tama mengobatiku"kata Zee lalu merebahkan tubuhnya di kasur miliknya dan muncul roh Zeena disampingnya mengelus wajah Zee


"Sayang sekali ya"kata Zeena lalu mencium kening Zee yang sudah tertidur dan menghilang setelah Ziya membuka pintu dan tidur disamping Zee


Paginya mereka sarapan bersama


"Ayah bolehkah kami ikut ke kantor"kata Ziya membuat Zhu dan logan meliriknya


"Aku ingin melihat bagaimana seorang logan Anderson memimpin para pasukannya di kantor"kata Ziya sambil mengangkat garpu ke atas


"Dan betapa hebatnya dia saat duduk di singgasana kantor"sambung Zee mengangkat sendoknya


"Dan betapa kesalnya ibu melihat kalian tidak bisa diam"kata Zhu mengangkat Sutil miliknya membuat Zee dan Ziya kembali duduk dan makan


"Ahahahha"logan tertawa melihat kelakuan istrinya yang gx mau ketinggalan


"Baiklah kalian bersiaplah"kata logan sedangkan Zee dan Ziya tertos ria


Setelah bersiap mereka bertiga pergi ke kantor pusat Anderson,saat masuk banyak karyawan yang menatap mereka


"Pagi pak"sapa mereka


"Pagi"kata logan


"lihat anak pak bos"kata salah satu karyawan Adr


***ikuti kisah selanjutnya


ANJAY keren banget gw


oke lanjut


love you all 😘***

__ADS_1


__ADS_2