Magic Blood

Magic Blood
chapter 39


__ADS_3

////////


oke lanjut kuy


_________________


"Menjauhkan dari ku Jia atau aku tidak akan bisa menahannya"kata Zee sambil mendorong tubuh Jiali dan menatap pantai


"Kalau begitu hisap lah"tawar jiali membuat Zee menatapnya


"Kenapa"tanya Jiali


"Tidak"balas Zee


"Dan kau akan mati kehausan bodoh"kesal Jiali sambil menarik Zee dan menunjuk lehernya


"Ayo bukankah kau haus cobalah darahku,darahku segar apalagi aku habis sarapan tadi"tantang Jiali,Zee menatap leher yang di tujuk Jiali namun ia menggeleng


"Tidak Jia jangan gila"kata Zee


"Cara mengendalikan dirimu itu masih payah Zee"kata Jiali lalu memukul leher belakang Zee hingga pingsan dan ditangkapnya


"Bodoh"kata jiali lalu memasukkan Zee kedalam mobil Zee dan ia juga masuk,ia datang dengan sihir teleportasi jadi tidak membawa mobil,menyayat jarinya dan meneteskan darah kemulut Zee lalu pergi dari sana menuju rumah Quan


Sesampainya di sana Quan langsung membopong tubuh Zee kedalam ruang bawah tanah dimana ada Ari juga yang sudah di ikat menggunakan rantai sihir,Zee juga diperlakukan sama seperti Ari


"Maaf tuan tapi ini adalah cara untuk membuat kalian berdua aman"kata Quan yang sebenarnya enggang untuk melakukan hal ini


"Bagaimana apa masa ujian pengendali ras kucing malam sudah diketahui"tanya Jiali


"Nanti malam,raja ku bilang tengah malam nanti mereka akan kembali seperti semula"kata Alucard


"Kalau begitu apa yang harus kita lakukan"tanya Quan


"Quan kau jaga mereka berdua,dan nona Jiali anda bisa kembali ke sekolah jika memang ada sesuatu akan saya sampaikan"kata Alucard diangguki mereka,jadi kembalilah Jiali ke sekolah dan karna Zee tidak ada Jiali yang menjadi ketua pengganti secret hari ini dan Lily juga tidak memberitahu tugas apa yang ia janjikan kemarin sore sehingga tim secret memilih berlatih dengan Jiali yang memimpin dibantu Tara yang notabenenya adalah Hekko yang dulunya adalah jendral perang di kekaisaran langit sehingga tidak susah untuk nya mengendalikan tim secret yang hanya beranggotakan kurang dari seribu orang pasukannya dulu


Di ruang bawah tanah Ari terbangun dan melirik Quan dan Alucard secara bergantian


"Hei lepaskan aku,aku tidak akan menyakiti kalian"kata Ari membuat Alucard sedikit terkekeh


"Hehh maaf tapi cara berakting mu sangat lah payah putri Ari"kata Alucard


"Akhh"teriak Ari membuat Zee terbangun


"Hati hati dia memang sadar tapi jangan sampai tertipu sampai malam nanti,usahakan jangan dengarkan permintaan nya"bisik Alucard pelan pada Quan


"Baik"jawab Quan


"Lepaskan aku Quan kau berani sekali mengikatku"kata Zee membuat Quan sedikit goyah namun di sadarkan Alucard


"Quan apa kau ingin aku hukum"kata Zee


"Dengar Quan aku tau kekuatan mu lebih besar darinya untuk saat ini jadi jangan goyah"kata Alucard


"Sial kau siluman tua aku akan mencabik-cabik mu"teriak Ari berusaha memberontak


"Bagaimana jika kita memberikan mereka darah apa mereka akan tenang"tanya Quan karna tidak tega melihat Ari juga tuannya


"bukannya tenang mereka malah ketagihan nantinya dan ingin terus,biarkan saja sampai nanti malam itu pesan raja Tagon pemimpin ras kucing malam"kata Alucard


"Tagon?"kata Quan


"Iya dia adalah raja kami"kata Alucard


"Apa dia ayah kandung Ari"tanya Quan


"Lebih tepatnya dia ayah sambung putri Ari,ibunya menikah dengan raja Tagon saat Ari berusia empat belas tahun dan entah kenapa Ari tidak menyambut baik raja padahal raja Tagon itu baik"kata Alucard


"Tagon ini tidak seperti yang aku pikirkan bukan"batin Quan


"Apa dia siluman kucing malam juga"tanya Quan


"Kami tidak tau karna auranya tertutup tidak terdeteksi namun telinganya dapat dipastikan itu telinga ras kami"kata Alucard sebenarnya sedikit merasa bingung karna setiap bulan darah raja Tagon akan mengurung dirinya dan melarang siapapun mendatanginya.


"Bagaimana keadaan ras Kalian"tanya Quan


"Cukup baik kurang dari seratus tahun ras kami bisa lebih maju dari masa kepemimpinan raja David ayah kandung putri Ari"kata Alucard entah kenapa ia seperti tidak bisa menyembunyikan rahasia didepan Quan sehingga secara tidak langsung ia mengatakan hal peribadi ras mereka.


"Sean,Luyten"panggil Quan lalu Sean dan Luyten muncul di belakang mereka dengan kepulan asap di sekitarnya saat asap menghilang lalu menampakkan mereka


"Kalian ingat Tagon"tanya Quan


"Maksudmu raja siluman rubah yang kalah saat pertarungan Agena"kata Sean,para hewan pendamping hidup lebih lama sebelum tuan mereka lahir sehingga mereka tau tentang Agena.


"Iya"kata Quan


"Bisakah kalian membantuku"batin Quan telepati kepada kedua temannya


"Apa"tanya mereka


"Selidiki siapa Tagon yang menjadi pemimpin kucing malam usahakan dengan cepat"kata Quan


"Baik tapi ada timbal balik nya lho"kata Luyten


"Benar aku tidak mau gratisan"kata Sean


"Terserah"kata Quan lalu memutuskan telepati tersebut sebelum Alucard sadar,setelah nya Sean dan Luyten menghilang kembali membuat Alucard bingung.


"Di mana kedua siluman tadi"tanya Alucard


"Jaga bicaramu ayah mereka sama seperti ku hewan pendamping para anak dewa"kata Quan membuat Alucard terdiam


"Kau setia terhadap siapa,rajamu atau putri Ari"tanya Quan


"Kenapa kau bertanya terus tentang kami"tanya Alucard


"Jawab saja ayah"kata Quan


"Masa mudaku aku habiskan dengan menjaga kesetiaan ku terhadap raja David dan ratu Mia namun setelah raja David mati aku setia terhadap putri Ari"jawab Alucard,menarik nafasnya


"Sebenarnya ini adalah rahasia tapi menyembunyikan dari mu seperti menyimpan air di ember yang bolong,jadi aku akan katakan sebenarnya sebelum mati raja David memintaku untuk menjaga Ari dari ibu dan ayah sambungnya nanti,ayah tidak tau apa maksudnya karna saat bertanya raja David keburu mati"kata Alucard


"Kenapa kata kata ayah sadis sekali MATI"kata Quan


"Kita ini kan siluman jadi mau dibilang meninggal juga sedikit aneh"kata Alucard


"Tapi kenapa rasanya kau seperti lebih percaya Tagon daripada Ari"kata quan membuat Alucard terkejut


"Semenariknya raja Tagon aku memang mengaguminya namun setiaku tetap pada putri Ari"kata Alucard lalu menunjukkan lehernya yang bertuliskan Ari dalam bahasa latin


"Ini artinya aku adalah budak putri Ari jadi tidak ada kata berkhianat dalam diriku kepadanya,jika berkhianat raja David akan marah dan tidak tenang,dan aku akan mati"kata Alucard


"Kau sampai rela menjadi budaknya"kata Quan sedikit terkejut


"Karna aku takut kalau nantinya aku goyah"kata Alucard

__ADS_1


"Bodoh"kata Ari pelan disela sela lelahnya


"Lepaskan aku,biarkan aku membunuhnya"teriak Ari


"Apa maksudnya putri"kata Alucard namun Ari hanya berteriak,sedangkan Zee hanya diam memejamkan matanya yang sebenarnya ia sedang berada di alam bawah sadar bertemu Zeena hendak menghisap darah nya lagi,namun Zeena yang wujudnya bisa berubah memilih menjadi roh untuk sementara agar Zee tidak dapat meminum darahnya lagi(karna ia berada di dimensi miliknya ia bisa merubah wujudnya seperti Manusia normal)


"Berikan Zeena"pinta Zee sambil mendekat dan menangkap kembaran masa lalunya tapi tembus


"Zeena kumohon"pinta Zee lagi


"Atau aku akan mati,aku haus"kata Zee pada akhirnya melemah dan terduduk lemas


"Aku sudah tidak kuat"pelan Zee lalu terjatuh,Zeena mendekat


"Kenapa malang sekali nasib mu"kata Zeena lalu mengubah wujudnya lagi,Zee yang melihat itu langsung dengan sigap mendorong tubuh Zeena hingga ia berada di atas tubuh kembaran masa lalunya dengan keadaan yang sedikit intim,memegang kedua tangannya agar tidak memberontak


"Zee sadarlah"kata Zeena saat wajah Zee menyentuh lehernya dan mengendusnya


"Aku menginginkan nya Zeena"kata Zee


"Kau ti..tidak boleh"tolak Zeena sambil mencoba memberontak namun kakinya dikunci oleh Zee


"Aku akan lebih pelan jadi nikmatilah"kata Zee ambigu


"Zee sadarlah kau ingin menjadi manusia bukan"kata Zeena berusaha mengulur waktu


"yah tapi aku sudah tidak dapat menahannya lagi Zeena"kata Zee sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Zeena


"Jadi maaf"kata Zee saat wajahnya sangat dekat dengan wajah Zeena bahkan hanya tinggal beberapa senti lagi bibir mereka akan bersatu


"Kau boleh meminta bayaran nya nanti"kata Zee lalu membuka mulutnya dan muncullah dua taring tajam di deretan gigi atas lalu menusuk leher kembarannya dengan pelan dan menghisap darahnya


"Akhh Zee"teriak Zeena


"Kau akan menyesal Zee ku jamin"kata Zeena disela sela sakitnya.


Zee menghisap darah kembaran masa lalunya dengan pelan tidak seperti kemarin yang terburu buru dan rakus ia hanya meminumnya sedikit namun yang namanya sakit tetaplah sakit,Zeena lemas dibawah Kungkungan Zee yang masih stenbai di atasnya,dengan wajah memerah menahan segala emosi yang bercampur aduk di benaknya Zeena berusaha tetap sadar.


"Maaf"kata Zee lalu mengusap leher Zeena dan bekas gigitan itu menghilang


"Kau mau bayaran apa"tanya Zee membuat Zeena menatapnya entah sadar apa enggak jika Zee masih belum beranjak dari posisinya sehingga rambut hitam panjang nya menyentuh sebagian wajahnya


"Permintaan ku akan sangat aneh jadi hentikan saja"kata Zeena sambil berpaling


"Anu mau sampai kapan kita begini"kata Zeena membuat Zee tersadar akan posisinya ia langsung bangkit duduk dan membantu Zeena duduk juga


"Maaf maaf"kata Zee merasa bersalah sambil membantu Zeena duduk


"Apa kau sudah kenyang"tanya Zeena


"Ya untuk saat ini terima kasih"kata Zee


"Oh ya apa permintaan mu"tanya Zee


"Untuk apa"tanya Zeena


"Sebagai timbal balik"kata Zee,Zeena menatap kembaran masa kininya namun segera berpaling


"Tidak usah"kata Zeena


"Ayolah aku tidak suka berhutang"kata Zee sambil mendekati Zeena


"Ternyata sifatnya memang masih sama,sama sama benci berhutang Budi seperti ku dulu"batin Zeena


"Aku takut kau tidak bisa memenuhinya jadi tidak usah"kata Zeena berdiri namun ia malah hendak jatuh akibat darahnya berkurang


"Kau kembalilah"kata Zeena


"Tapi kau"tanya Zee


"Aku baik baik saja berada disini membuat tenagaku cepat pulih,oh ya beritahu Quan untuk membunuh Tagon secepatnya karna dia adalah salah satu sekutu Huang Tian"kata Zeena


"Tapi dia yang melarang aku dan Ari meminum darah"kata Zee


"Itu karna ia takut Ari semakin kuat"kata Zeena


"Biarkan Ari menghisap darah dan ia akan menjelaskan semuanya"kata Zeena diangguki Zee lalu menghilang tersisa lah Zeena sendiri disana lalu meraba lehernya yang digigit Zee


"Timbal balik ku tidak akan sepadan dengan yang ia perbuat kepadaku"kata Zeena lalu menghilang


Kembali ke ruangan tempat Zee dan Ari disekap,Zee membuka matanya dan melihat sekeliling yang sepi hanya ada mereka berdua,Zee mematahkan rantai sihir milik Alucard dan membebaskan dirinya,setelah itu ia menepuk pipi Ari agar bangun


"Ari...Ari"panggil Zee membuat Ari tersadar


"Zee"panggil Ari pelan


Zee melepaskan rantai yang mengikat Ari dan menompangnya agar tidak jatuh,terlihat Ari yang sudah lemas


"Ari bertahanlah"kata Zee lalu teringat akan ucapan kembaran masa lalunya,ia meletakan Ari di lantai lalu mengambil pisau lipat dibalik roknya lalu melukai tangannya dan meneteskan darah ke mulut Ari membuat Ari terjaga dan memegang tangan Zee lalu menusuknya dengan dua taringnya lalu menghisap darah Zee,Zee hanya bisa meringis melihat itu


"Ini yang dirasakan Zeena ya"batin Zee


setelah beberapa menit Ari telah selesai dengan kegiatannya lalu menatap Zee yang pucat


"Maaf Zee aku terlalu banyak mengambil darahmu"kata Ari


"Tidak apa apa"kata Zee lalu meraba tangannya dan luka itu menghilang


"Oh ya dimana yang lain"tanya Zee


"Mereka sedang bertemu dengan Tagon,Zee kita harus kesana aku ingin membunuh Tagon"kata Ari


"Sebenarnya kenapa kau membenci Tagon"tanya Zee


"Dia yang membunuh ayahku"kata Ari sedih


"kau tidak salah kan"tanya Zee sambil membuka pintu dan pergi dari sana diikuti Ari


"Tidak aku melihat dengan mata kepala ku sendiri dimana ibu dan Tagon merencanakan pembunuhan untuk ayahku"kata Ari sedih mengingat ayahnya


"Maaf seharusnya aku tidak bertanya"kata Zee


"Tidak apa apa"kata Ari


lalu sampailah mereka di tempat dimana tempat itu sudah sangat kacau akibat pertempuran antara prajurit kucing malam yang dipimpin Tagon melawan Jiali,Luyten,Sean,dan Quan


sedangkan Alucard dia hanya diam karna bingung ingin membantu yang mana,ingin membantu Quan tapi Tagon adalah rajanya sekarang dan jika ia membantunya otomatis ia akan dicap sebagai pengkhianat,tapi jika ia membantu Tagon setelah mengetahui fakta yang sesungguhnya ia merasa telah berbuat kesalahan besar pada mendiang raja David dan Ari,Zee yang melihat pertarungan itu hendak menyela.


"Biar aku saja Zee"batin Zeena dibenak Zee lalu mereka bertukar tempat,Zeena dengan cepat merantai Tagon dengan rantai emosi miliknya yang hanya dia seorang yang memiliki sihir tersebut


"Berhenti atau aku akan membunuh raja kalian"kata Zee membuat pertarungan berhenti,salah satu ras kucing malam hendak menyerang Zee namun Zee dengan cepat menendang pria itu hingga terjatuh didepan Quan,Quan dengan sigap menggunakan belenggu hitam miliknya,salah satu sihir naga yang memiliki kemampuan ilustrasi yang tinggi sehingga lawannya tidak dapat membedakan mana yang nyata dan tidak,pria itu langsung pingsan.


"Lepaskan raja kami"teriak para kucing malam


"Setelah kalian mengetahui semua kesalahannya kalian akan tetap membantunya"tanya Quan tidak menyangka membuat para prajurit kucing malam saling melirik

__ADS_1


"Raja kami tidak mungkin membunuh raja David"kata salah satu prajurit panggil saja Dan


"Jika aku yang berkata apa kau juga tidak percaya Dan"tanya Ari muncul dari belakang Zee


"Putri"panggil mereka serentak memberi hormat begitupun dengan Alucard


"Tagon kau tidak ingin mengaku jika kau yang membunuh ayahku"kata Ari


"Kenapa aku harus membunuh David sahabat ku sendiri"kata Tagon santai


"Kau...kau yang membuat ayah sakit dan membawanya ke sarang musuh lalu membunuhnya"teriak Ari


"Ahahhahah ternyata penguntit itu adalah kau anakku"kata Tagon


"Aku bukan anakmu rubah sialan"teriak Ari membuat Tagon dan para prajurit kucing malam terkejut


"Rubah?"kata mereka saling bertanya


"Jangan asal bicara Ari atau kau akan mendapatkan hukuman"kata Tagon dengan sedikit terbata


"Hehh masih tidak mau mengaku"kata Ari sambil mendekat kearah Tagon


"Kau...mau apa kau"kata Tagon


"Membuktikan jika kau adalah rubah bukanlah kucing"kata Ari sesampainya di depan Tagon ia menatapnya dengan tatapan permusuhan lalu menarik kalung taring di leher Tagon


"Tidak..tidak"teriak Tagon lalu dirinya bercahaya dan terlinganya yang semula pendek seperti siluman kucing mulai memanjang dan berubah warna menjadi Oren putih lalu matanya juga seperti rubah


"Apa"kaget para prajurit begitu juga dengan Dan juga Alucard


"Sialan akan kubunuh kau"kata Tagon sambil memberontak namun sia sia


"Kalian kenapa diam saja selama ini aku yang membuat kalian maju apa ini balasan kalian"teriak Tagon membuat prajurit saling menatap


"Dan apa dengan membunuh ayahku itu adalah cara balasan mu terhadap kebaikan nya"balas Ari sambil menangis


"Dulu kau diselamatkan ayah walaupun dia tau kau adalah klan rubah musuh besar klan kami lalu membuat penyamaran untuk mu,memberi tempat dan semuanya tapi balasanmu apa Tagon,kau membunuhnya"kata Ari sesak saat dengan mata kepala nya sendiri ayahnya sedang ditusuk oleh Tagon,hendak menolong namun apalah daya dulu ia masih lemah dan itu adalah salah satu alasannya kenapa ia pergi dari dunia para siluman karna dulu ia takut dibunuh oleh Tagon dan ibunya.


"Jika saja ayah tidak menolongmu pasti dia masih hidup"kata Ari pelan sambil menunduk,para prajurit hanya bisa diam melihat putri mereka menangis,jika mereka boleh jujur mereka juga sedih kehilangan raja David namun ratu Mia tiba tiba mengumumkan bahwa raja baru akan menjadi penggantinya dengan dalih pesan terakhir dari raja David.


"Kau ingin tau kenapa aku membunuhnya"kata Tagon tersenyum sinis


"Karna dia aku diusir dari klan ku,aku kalah dalam pertandingan antar ras,jelas jelas aku adalah raja tapi mereka lebih mementingkan kepentingan klan"kata Tagon


"Dan sebagai sahabat yang baik aku berpura pura baik kepada ras kucing malam,merebut tahta nya dan membunuhnya bagaimana baik kan aku ahahaha"kata Tagon membuat para prajurit kucing malam marah


"Dasar pembunuh raja"kata Alucard marah


"Kalian diam saja para sampah jangan berani berteriak kepada raja kalian"kata Tagon


"Kau sekutu Huang Tian kan"kata Sean membuat Tagon terkejut


"Kau"kaget Tagon saat melihat Sean lalu menyadari jika ada beberapa wajah tak asing didepannya


"Ka...kalian"gagap Tagon


"Akhhh"teriak Tagon saat Zeena mengeratkan rantainya,ia memang tidak pernah melihat Tagon di masa lalu tapi ia tau tentang cerita perang Agena yang menewaskan banyak prajurit langit.


"Zee aku ingin menyiksanya"kata Ari


"Baiklah"jawab Zee lalu melepaskan rantai emosi miliknya dan membuat sebuah Aray kristal dengan Ari dan Tagon didalamnya


"Bertarung lah dengan ku"kata Ari


"Kau bodoh sekali membiarkan manusia itu melepaskan ku"kata Tagon remeh


"Meremehkan orang lain tidaklah bagus orang tua"kata Ari lalu melesat dan menyerang Tagon,


Tagon benar benar salah jika mengira Ari masih lemah seperti dulu terbukti ia sudah terpojok dan sudah terkena serangan Ari dan ia akan dibuat marah saat menyerang Ari namun hanya udara yang ia serang membuat tenaganya terbuang sia sia sampai ia kewalahan karna tidak dapat menyentuh lawannya sama sekali bahkan kali ini ia terluka parah,Ari mendekat dan menusuk lengan kanan dan kiri Tagon


"Akhhh"teriak Tagon


"Ini balasan karna kau mengambil nyawa ayahku dengan tangan busukmu"kata Ari lalu memotong kaki kiri Tagon membuat ia berteriak lagi dan lagi


"Ini karna kau menendangnya"kata Ari lalu saat hendak menusuk jantung Tagon ia terhenti sambil menangis mengingat kenangan dengan ayahnya yang memintanya untuk tidak menyimpan dendam karna itu adalah penyakit hati yang tidak akan bisa sembuh walaupun sudah terbalaskan,


Zee yang sudah puas melihat menghancurkan Aray itu dan terlihat Ari sedang mengangkat pisaunya dan berdiri,


saat Ari hendak pergi muncul sebuah panah yang melesat cepat disampingnya dan mengenai tepat pada jantung Tagon membuat nya mati seketika,Ari melihat arah asal panah tersebut dan terlihatlah kelompok yang sama dengan mereka hanya saja mereka siluman rubah sama seperti Tagon dengan seorang pria yang wajahnya sama persis dengan Tagon.


"Kau...."kaget Ari


"Maaf menyela tapi tidak baik jika tangan seorang putri ternodai oleh darah penjahat seperti Tagon"kata pria tampan itu sambil mengambil tangan Ari dan menciumnya mengikuti sapaan ala barat


"Siapa kau"tanya Ari


"Perkenalkan saya Argon raja dari klan rubah barat"kata pria itu yang bernama Argon


"Argon raja siluman rubah barat"kata Ari


"Kenapa kau membunuh dia"tanya Ari


"Dia adalah pengkhianat klan dan memang sudah seharusnya dilenyapkan maaf jika aku mengganggu kesenangan kalian"kata Argon


"Kenapa kau memiliki wajah seperti nya"tanya Ari lagi membuat tangan kanan Argon yang bernama Mika terkejut pasalnya rajanya tidak pernah berbicara banyak dengan orang lain kecuali kepada gadis didepannya yang merupakan siluman kucing malam musuh bebuyutan siluman rubah.


"Dia adalah kakak kembarku"kata Argon terlihat air wajahnya yang berubah sendu


"Dan kau membunuhnya?"kata Ari


"Ya Karna sebuah aturan klan"kata Argon


"Sepertinya pertemuan kita hari ini berakhir sampai disini,saya pergi karna bagaimanapun klan kita sedikit tidak akrab"kata Argon sambil menyelipkan anak rambut Ari ke telinganya,lalu menatap prajurit dari klan kucing malam yang terlihat siaga menatapnya


"Sampai jumpa lagi putri Ari"kata Argon lalu pergi diikuti kesepuluh anggotanya dan menghilang,Ari mendekat kearah teman teman nya,ada Alucard,Sean,Quan,Luyten,Jiali dan Zee,


dalam bersamaan Zee dan Ari tiba tiba merasakan kering di tenggorokan nya dan menunduk sambil menyentuh lehernya


"Ari"teriak Quan dan Alucard sambil mendekat


"Zee"panggil Jiali sambil mendekat kearah Zee dan ikut berjongkok


"Jia maaf"kata Zee membuat Jiali bingung lalu mereka berdua menghilang dari sana dan muncul di tengah tengah hutan,mendorong Jiali ke pohon dan menguncinya lalu mengigit leher Jiali sambil mengisap darah Jiali membuat Jiali terkejut


"Akhh"teriak Jiali teredam saat ia mengigit bibirnya,Zee mengisap darah nya selama beberapa menit lalu melepaskannya dan menatap Jiali yang terengah-engah sambil berpaling


"Sakit ya"kata Zee sambil mengusap pelan leher Jiali


di gigit nyamuk aja sakit Zee


kok santai banget nanyannya ๐Ÿ˜Œ


oke lanjut kuy


see you next time ๐Ÿ˜˜

__ADS_1


//////


__ADS_2