
//////
lanjut
______
"Uhh kenapa kau galak sekali sayang tapi semakin galak kau semakin cantik"kata Damian sambil mencengkram pipi Wulan dengan keras
"sa sakit"keluh Wulan
"Damian kau brengsek"teriak Sion sambil berlari kearah Damian dan menonjoknya sebelum para pengawal Damian bergerak,Sion dengan penuh amarah menyerang pengawal Damian dengan membabi buta bahkan ia tidak tanggung tanggung mengeluarkan sihirnya disela sela pertarungannya sehingga pengawal Damian yang berjumlah 5 itu mati seketika meninggalkan Damian sendiri,Damian hanya terduduk ketakutan saat Sion mendekati nya
"Ja...jangan mendekat pembunuh"kaya Damian gemetaran
"Kubunuh kau"kata Sion sambil mendekat,Damian yang terpojok menarik Wulan dan menyanderanya
"Akhh"teriak Wulan saat Damian menariknya dan menodongkan pisau ke lehernya
"Jangan mendekat"kata Damian membuat Sion terdiam
"Jika kau berani melukainya aku akan membunuhmu"kata Sion
"Ahahaha"tawa Damian
"Kau yakin"kata Damian lalu menarik rambut Wulan dan memasukkan sebuah pil ke mulut Wulan dan mendorong Wulan hingga terjatuh lalu beberapa saat kemudian
"Ughh"keluh Wulan sambil memegang lehernya
"Hah...hah...Si..Sion t..tolong"kata Wulan kesusahan bernafas dan serasa dicekik
"Wulan"teriak Sion lalu mendekat kearah Damian
"Mati kau"marah sion
"Kalau kau ingin dia mati silahkan saja bunuh aku karna asal kau tau hanya aku yang memiliki penawaran nya"kata Damian
"Sialan"kata Sion
"Ahahaha ada apa"kata Damian
"Berikan penawarannya"kata Sion
"Dengan satu syarat"kata Damian
"Apa"tanya Sion,Damian melempar pisau kearah Sion
"Bunuh dirimu sendiri dengan begitu akan aku berikan penawarannya"kata Damian sambil tersenyum jahat,Wulan yang mendengar hanya menggeleng melarang Sion seolah mengatakan untuk tidak melakukan hal itu
"Apa kau janji"kata Sion
"Hemm,semakin cepat kau melakukannya semakin aman nyawa Wulan,waktu racun itu hanya tinggal beberapa menit lagi sebelum ia akan kehabisan nafas"kata Damian,Sion mengambil pisau itu sambil menatap Wulan yang menggelengkan kepalanya
"Maaf Wulan aku tidak mau kehilangan mu jadi biarkan aku yang pergi"kata Sion
"Jangan"batin Wulan
"Aku mencintaimu Wulan"kata Sion lalu hendak menusuk perutnya sendiri dengan pisau itu membuat Damian tersenyum senang namun
Dor...dor.....traangg.....
"Akhh"teriak Damian sambil memegang kaki kanannya lalu terjatuh,sedangkan Sion ia terkejut saat seseorang menembak pisau yang hendak ia tusukan pada perutnya sehingga pisau itu mental dan terjatuh,ia melirik kearah sumber peluru pistol itu berasal dan ia melihat dua pria sedang berjalan kearah mereka
"Kakak"kaget Sion saat melihat Ryuga berada disana dengan seorang pria tinggi yang sedang memainkan pistolnya,pria itu berhenti di samping Sion dan melemparkan botol porselen
"Berikan itu"kata pria itu lalu pergi kearah Damian,Sion hanya terdiam
"Berikan penawar itu kau tidak mau pacarmu mati kan"kata Ryuga membuat Sion tersadar dan mendekat kearah Wulan yang sudah tidak sadarkan diri,ia memberikan penawar itu namun Wulan sudah sangat lemah membuat ia bingung
"Kak dia tidak bisa meminumnya"kata Sion frustasi
"Gunakan mulutmu lah"santai Ryuga membuat Sion terkejut
"kau gila"kata Sion
"Kalau begitu serahkan saja padaku"kata Ryuga menggoda adiknya
"Tidak akan"kata Sion marah
"Yasudah cepat udah sekarat tuh"kata Ryuga lalu pergi mendekat kearah pria yang bersamanya tadi
"maaf Wulan"kata Sion lalu meminum penawar itu dan memasukkannya kedalam mulut Wulan dengan bantuan dirinya
"Tahan tahan tahan tahan"batin Sion
setelah selesai ia melepaskan ciumannya dan menatap Wulan yang sudah mulai bernafas dengan teratur membuat ia merasa lega,ia melirik ke arah ketiga pria itu dimana Damian sedang menangis memegang kakinya yang tertembak itu,menggendong Wulan dan mendekat ke arah mereka,melihat Damian ingin sekali rasanya ia mencincang nya sampai tak terbentuk.
"Lama tidak berjumpa adikku"kata pria itu membuat Damian menatapnya dan terkejut lalu dengan susah payah ia memundurkan tubuhnya
"A...Arman kau masih hidup bukannya kau sudah mati"kata Damian ketakutan saat melihat kakak sulungnya tersebut
"Seharusnya aku memang sudah mati tapi Tuhan memberikan ku waktu kedua"kata Arman lalu mendekat dan menginjak kaki Damian yang tertembak dengan keras
"Akhhh"teriak Damian
"Sekarang kau dapat merasakan bagaimana rasanya tertembak dan di injak injak bukan"kata Arman
"A...ampun kak sakit maaf aku akhh"kata Damian sambil berteriak saat Arman menendang kakinya
"Tidak ada kata maaf untuk kalian semua,aku akan membalas semuanya dimulai darimu adik kesayangan ku yang menghasut kedua orangtuanya untuk membunuh kakak berpenyakitannya agar membungkam mulut orang orang dari buruknya keluarga Di Diesel"kata Arman
"Kak kumohon jangan"kata Damian memohon namun hati Arman seakan membatu ia mengarahkan pistolnya dan menembak kening Damian dan Damian pun mati ditangan kakaknya sendiri,
sedangkan Sion dan Ryuga hanya menontonnya saja,Wulan? Iya sudah tertidur di gendongan Sion,Arman lalu berbalik dan menatap Sion
"Kalian harus terikat"kata Arman
"Hahh?"bingung Ryuga dan Sion
"Kau harus mengikatnya dengan sebuah hubungan jika tidak maka dia akan mati"kata Arman sambil melirik Wulan yang berada di gendongan Sion dan berpaling
"Mati..kenapa bisa mati bukannya sudah diberi penawarannya"kata Sion
"Itu memang benar namun racun yang diberikan oleh damian adalah racun kutukan dari keluarga Di Diesel"kata Arman
"Racunnya memang sudah hilang namun kutukan itu tidak"lanjutnya
"Bagaimana caranya"kata Sion,Arman merogoh sakunya dan mengambil kotak kecil lalu membukanya dan terlihatlah dua cincin di dalamnya
"Kau bertunangan dengan Wulan"kata Arman membuat Sion dan Ryuga terkejut
"Apaa"kaget mereka
"Kau ingin menyelamatkan nya kan,kau mencintai nya kan"kata Arman
"I...iya"kata Sion
"Wulan juga mencintaimu kan"kata Arman pelan
"Iya"jawab Sion
"Kalau begitu nyawanya berharga untuk mu atau tidak"tanya Arman
"Tentu saja"kata Sion cepat
"Kalau begitu"kata Arman lalu menyerahkan kotak itu
"Pasangkan cincin ini dijari Wulan dan jarimu agar aku bisa merapalkan sihir penghapus kutukan itu"kata Arman sambil menyerahkan dua cincin tersebut,Sion menurutinya dan mengambil cincin di tangan Arman lalu memakaikannya ke jari manis Wulan lalu jarinya,Arman lalu menutup matanya dan membaca sebuah mantra sihir dan dari cincin tersebut keluar cahaya dan sesuatu seperti kabut hitam muncul dari dalam Wulan dan diserap oleh cincin tersebut
"Sekarang kalian sudah bertunangan,untuk selanjutnya sebaiknya kau bertemu dengan keluarganya"kata Arman
"Bagaimana jika Wulan menanyakan nya"tanya Sion
"Katakan saja itu untuk kebaikannya dan untuk cinta kalian berdua,oh ya bilang padanya nanti jangan sekalipun untuk ada niatan melepas cincin itu atau kutukan itu akan muncul kembali"kata Arman
"Baik akan aku ingat Terima kasih..."kata Sion terhenti
__ADS_1
"Arman,panggil aku Arman"kata Arman
"Baik kak Arman"kata Sion,setelah itu Ryuga dan Sion membawa Wulan ke mobil milik Ryuga dan berpisah dengan Arman yang sedang terdiam sambil memandang langit yang sudah gelap
"Pada akhirnya aku tetap saja kalah dari bocah itu"kata Arman lalu mengambil sebuah kalung di saku jasnya dan membuka Bandul yang terdapat foto dua anak kecil,laki laki dan perempuan dimana si gadis kecil itu sedang digendong oleh si pria kecil,terlihat senyum bahagia terpancar dari wajah si gadis kecil itu sambil memegang mainan kincir angin,Arman hanya mengusap foto itu lalu menghela nafasnya dan meneteskan air matanya
"Wulan kuharap kau bisa bahagia dengan nya,aku akan tetap mencintaimu walaupun kita tidak bersama"kata Arman lalu pergi,beberapa menit setelah Arman pergi sebuah ledakan besar terjadi di gedung tersebut membuat mayat Damian dan pengawalnya habis terbakar api yang membakar gedung terbengkalai tersebut
****
Kembali ke masa sekarang
"Ohh gitu ceritanya"kata Teo
"Kurang ajar banget itu si Damian"kesal ghai
"Iya harusnya anak kaya gitu di habisi saja"kata Quan
"Iya biar aman"kata Leon
"Hemm"dehem Sion,Tara hanya menatap teman temannya
Bel berbunyi mereka kembali ke tim masing masing dan melaksanakan pembelajaran mereka begitu juga dengan Jiali dan Zee yang masih berada di tim Alfa
***
Di tempat lain tepatnya di sebuah kantor polisi,seorang gadis baru saja keluar dari kantor polisi tersebut
"Huhh akhirnya selama 2 tahun keluar juga gua dari rumah kotak itu"kata gadis itu,lalu mengeluarkan HP-nya
"Behh jadul banget hp gua,dah ketinggalan zaman nih"kata gadis itu lalu menelpon seseorang
"Woi lama banget sih dah jamuran nih gua cepetan"kata gadis itu marah marah ke orang yang ia telepon
"Lima menit lho"kata gadis itu
"Oke gua tunggu"kata gadis itu lalu mematikan sambungan telepon nya
Beberapa menit kemudian sebuah mobil muncul dan berhenti didepannya dan dari kursi belakang muncul seorang wanita mungil yang langsung berlari kearahnya
"Akhh my bestie"kata Zhu lalu memeluk gadis tersebut
"Hei hei hei"kata gadis itu saat ia harus menunduk tiba tiba
"Bisakah kau menjemput ku dengan tubuh normal mu saja kenapa harus bocah"kata gadis itu
"Akh kau ini,semua mengenal Zhu dengan tubuh seperti ini tau,tubuh mungil imut cantik tiada Tara,lagian kau juga kan menggunakan tubuh muda dua puluhan tahun"kata Zhu
"Iya deh si paling cantik tiada Tara"kata gadis itu lalu mereka berdua masuk ke dalam mobil dan pergi dari sana
"Setelah ini kau akan melakukan apa untuk menjalani kehidupan mu lagi"tanya Zhu
"Entahlah gua bingung memangnya masih ada yang mau menerima mantan napi kaya gua"kata gadis itu membuat Zhu mencubit pipinya
"Aww sakit geblek"keluh gadis itu
"Lagian belum ngapa ngapain udah pesimis dulu"kata Zhu lalu naik ke pangkuan gadis itu dan menangkup kedua pipinya
"Lagian salahmu kenapa bunuh orang didepan seseorang ya dilaporin lah mana kamunya diem aja lagi"lanjut Zhu
"Ck salahnya membunuh adik angkat ku harusnya aku mutilasi juga"kata gadis itu sambil menatap wajah Zhu lalu beralih ke supir yang sedang menatap mereka dalam diam walaupun hanya sekedar melirik,mungkin supir itu merasa aneh dan terkejut dengan Zhu yang masih berada di pangkuannya
"Kau ingin mati ya"kata Zhu membuat sang sopir terkejut
"Ma...maaf nyonya"kata sopir itu,Zhu lalu turun dan duduk di samping
"Kerja di restoran suamiku saja"tawar Zhu
"Logan"kata gadis itu
"Iya siapa lagi"kata Zhu
"Oke"terima gadis itu,
sedangkan sang sopir hanya menahan emosinya dalam diam
"Pak ada apa dengan mobilnya tolong pelan-pelan ini jalan rawan"kata Zhu
"Baik nyonya"kata pak sopir namun tetap saja menancapkan gasnya
"Pak rem"perintah Zhu
"Sudah nyonya tapi sepertinya remnya blong"kata pak sopir yang jelas jelas sama sekali tidak menginjak pedal rem
sesampainya di jalan yang bersebelahan dengan jurang benar saja dugaan Zhu bahwa sang sopir ingin membunuhnya dilihat dari sang sopir yang langsung membelokkan mobilnya ke arah jurang dan menabrak pembatas jalan membuat mobilnya hancur seketika dan bertahan disela sela jalan dan jurang,
Zhu mendongakkan kepalanya dan menatap perempuan yang ia jemput tadi sedang menahan nya agak tidak terbentur walaupun tetap ada luka di tangannya akibat pecahan kaca
"Huh sial"kesal gadis itu,terlihat di kepalanya mengalir darah segar,gadis itu secara perlahan menendang pintu mobil dan terbuka
"Cepat mobilnya akan meledak"kata gadis itu saat mencium bau terbakar,sambil menarik tangan Zhu namun dicegah oleh sang sopir yang masih sadar walaupun sudah terluka parah
"Kau harus mati nyonya"kata sang sopir
"Mati sendiri saja sialan"marah gadis itu lalu menendang wajah sopir hingga terbentur kaca depan mobil yang sudah pecah sehingga membuat mobilnya tergelincir perlahan
"Brengsek"maki gadis itu lalu dengan sekuat tenaga mendorong Zhu ke jalan dan bersamaan dengan itu mobilnya terjatuh
"Yumaaaa"teriak Zhu,sedangkan gadis itu hanya pasrah
"Hah padahal baru saja keluar"kata gadis itu lalu menutup matanya seolah sudah menerima keadaannya dan saat ia menanti nanti mobil itu terjatuh dan meledak sebuah kehangatan menyentuh tubuhnya dan semilir angin menyambutnya
Brukk.......duarrrr
Mobil itu meledak beserta sang sopir didalamnya,sedangkan gadis itu hanya melihat kepulan api dan asap yang sangat besar
"Apa aku sudah mati sehingga bisa melihat tubuhku yang terbakar"kata gadis itu lalu saat mendongak ke atas ia melihat Zhu yang sedang tersenyum
"bidadari"kata gadis itu
"Shitt sakit"keluh gadis itu pada bagian kepalanya
"Ehh"gadis itu tersadar
"Sejak kapan mati bisa merasakan sakit"kata gadis itu lalu tersadar saat melihat dirinya benar benar masih hidup dan sedang berada di gendongan Zhu mode normal dengan sayap putih di punggungnya
"Syukurlah aku tidak terlambat"kata Zhu lalu melesat kearah jalan dan menurunkan gadis itu dan sayapnya menghilang
"Huh gua kira bakal mati"kata gadis itu
"Makasih Zhu"kata gadis itu
"Hemm jadi kau sudah tau ya kalau sopir tadi bermasalah"tanya Zhu
"Ya"jawab gadis itu membuat Zhu memeluknya
"Akh makasih Yuma tanpa kau pasti aku sudah mati"kata Zhu pada gadis yang bernama Yuma itu,Yuma membalas pelukan nya
"Sama sama"kata Yuma pelan lalu melepas pelukannya dan menatap Zhu
"Ada apa"tanya Zhu
"Tidak,Kita sudah tidak seperti dulu lagi jadi lupakan"kata Yuma membuat Zhu terkekeh
"Apa boleh buat tugas adalah tugas dan takdir..."kata Zhu
"Bisa diubah namun hasil tidak bisa di tentukan begitu saja sesuai dengan yang kita inginkan"lanjut Yuma,Zhu menarik tangan Yuma dan memeluknya erat
"Aku benar benar merindukan mu tapi aku tidak menyangka akan bertemu dalam keadaan seperti ini"kata Yuma
"Tapi bukankah ini keren,disambut ledakan yang besar"kata Zhu
"Hemm"dehem Yuma
***
__ADS_1
Beberapa saat kemudian logan beserta anak buahnya mendatangi tempat dimana sebuah ledakan terjadi yang katanya adalah mobil milik istrinya,logan lalu menghampiri istrinya yang sedang di obati oleh dokter yang sudah dipanggil logan untuk menangani istrinya yang selamat dari mautnya
"Sayang kau baik baik saja"kata logan cemas saat melihat tangan kanan Zhu sedang dibalut perban oleh perawat
"Tidak apa apa hanya luka ringan"kata Zhu membuat logan senang
"Bagaimana ini bisa terjadi Zhu"tanya logan
"Huhh biasa penghianat"kata Zhu
"Sialan mereka berani sekali bermain main dengan ku"marah logan
"Lalu bagaimana kau bisa keluar dari mobil padahal tim penyidik yang mengurus mobil mengatakan kemungkinan selamat hanya 10 persen saja"heran logan
"Ohh ada seseorang yang menyelamatkan ku sehingga aku dapat keluar dari mobil"kata Zhu
"Oh ya siapa aku ingin berterima kasih dengan nya"kata logan
"Itu"tunjuk Zhu dengan tangan kirinya menunjuk seseorang yang sedang diobati juga tangan dan kakinya,logan awalnya sumpriah namun saat melihat siapa yang menolong istrinya ia menjadi melongo
"Yuma"kaget logan membuat Yuma menatapnya
"Lama tidak bertemu"kata Yuma,logan yang melihat Yuma langsung mepet ke Zhu dan menatap Yuma tajam
"Dia sekarang istriku"kata logan membuat Zhu terkekeh
"Aku tau"kata Yuma,perawat itu selesai melakukan tugasnya lalu merapikan peralatan nya dan pergi dari sana
"Kenapa kau harus bebas"tanya logan
"Ya Karna masanya sudah berakhir bego"kata Yuma
"Kau yang bego"kata logan
"Terserah yang waras ngalah"kata Yuma membuat logan kesal dengan gadis didepannya ini
Lalu seorang detektif mendekati mereka
"Selamat siang tuan logan"sapa detektif itu
"Hem"dehem logan
"Bagaimana"tanya logan
"Menurut hasil yang sudah diselidiki tidak ada bukti yang tertinggal di puing puing mobil"kata detektif itu
"Bagaimana dengan kamera dasbor"tanya logan
"Kami menemukannya namun itu sudah rusak parah dan sepertinya tidak bisa diperbaiki lagi sehingga menyusahkan"kata detektif itu
"Lanjutkan penyelidikan dan ya kejadian ini jangan sampai banyak orang yang tau apalagi diliput media"kata logan tegas
"Baik tuan"jawab detektif itu lalu pergi
"Sayang ayo pulang kau harus istirahat setelah ini"kata logan
"Bagaimana dengan Yuma"tanya Zhu
"Dia punya rumah kan pulang saja kerumahnya sendiri"kata logan ketus
"Masalah nya rumah dia itu di sita dua tahun yang lalu dan rumahnya yang masih utuh itu di negara Indonesia bagaimana sih"kesal Zhu
"Ck lagian kenapa jauh jauh kemari coba kalo mau jadi tentara kan bisa di negaranya sendiri"kata logan
"Karna dia itu kuliah Ege dan saat itu mahasiswa negara kita kan harus melakukan masa wajib militer selama dua Minggu walaupun bukan asli dari negara ini"kata Zhu
"Tapi...awww"kata logan tidak jadi saat telinganya di jewer oleh Zhu
"Sudah aku mau pulang ayo"kesal Zhu lalu menatap Yuma
"Yuma nanti akan ada seseorang yang menjemput mu dan mengantarkan mu ketempat tinggal sementara jadi duluan ya"kata Zhu saat sudah digendong logan seperti anak kecil,
Yuma hanya membalas lambaian tangan Zhu dan menhela nafas
"Huhh rumit sekali"kata Yuma lalu berjalan kearah sepi dan melebur menjadi asap dan menghilang dari sana tanpa ada yang menyadari
***
Dimobil milik logan Zhu sedang melamun sambil melihat keluar dan baru menyadari sesuatu
"Ehh Tunggu dulu Yuma kan Lucifer"batin Zhu baru sadar
"Kenapa ia tidak menggunakan kekuatan nya saat di mobil dan malah membuat ku turun tangan"batin Zhu
"Hais sikapnya memang tidak pernah berubah ya"batin Zhu sambil tersenyum membuat logan heran
"Kenapa tersenyum sayang kau ingin menggoda ku"kata logan
"Idih sorry situ siapa"kata Zhu menggunakan bahasa Indonesia membuat logan mengerut kan dahinya
"Aku adalah istrimu yang paling tampan"kata logan ikut ikutan menggunakan bahasa Indonesia yang masih acak acakan sehingga salah penyebutan membuat Zhu tertawa
"Salah sayang bukan istri namun suami"kata Zhu sambil menyenderkan kepalanya ke tubuh logan
"Aku mengantuk"kata Zhu
"Kalau begitu tidurlah akan aku bangunkan nanti"kata logan,Zhu lalu merebahkan dirinya,logan lalu mengelus rambut Zhu agar tenang,Shiro yang sedang menyupir hanya bisa tersenyum kecil
"Andai istriku masih hidup ingin rasanya aku mengelus-elus rambut nya"batin Shiro
"Kalau begitu menikah lah lagi agar tidak jadi dunes"kata logan seolah tau apa isi hati pelayan nya saat tau raut wajah Shiro,ingin sekali ia mengerjainya lagi
"Dunes?"heran Shiro
"Duda ngenes ahahah"kata logan sambil tertawa membuat Shiro langsung kena mental ANJAY
"Te..tenang saja tuan sa..saya pasti akan mendapatkan istri yang lebih cantik dari nyonya"kata Shiro
"Enak saja istriku yang paling cantik didunia tidak ada yang lain"kata logan gx mau kalah
"Iya tuan,nyonya yang paling cantik"kata Shiro mengalah membuat logan mengangkat jari jempolnya
"Bagus"bangga logan
***
Disebuah apartemen Yuma sedang berdiri didepannya
"Jadi disini tempat tinggal ku sekarang cukup bagus"kata Yuma
"Zhu memang yang terbaik"lanjutnya lalu menaiki lift menuju lantai yang dituju,setelahnya ia menuju pintu nomor dua dan melihat jika pintu itu menggunakan pin
"Apa PINnya"bingung Yuma,lalu ia mencoba satu kali dan langsung berhasil,ia terkejut lalu wajahnya memerah
"Sialan kau Zhu"batin Yuma lalu masuk dan menutup pintunya,ia menatap ruangan itu yang sudah ada beberapa barang,meletakan tasnya dan merebahkan tubuhnya di sofa panjang
"Ahh lelahnya"kata Yuma lalu tertidur
Beberapa jam kemudian ia terbangun dan membersihkan diri nya setelah itu memasak,beruntung Zhu juga menyiapkan bahan bahan masakan walaupun hanya beberapa saja setidaknya bisa ia masak,setelah selesai ia makan masakannya sendiri dan masuk ke kamarnya dan berdiri didepan cermin didepannya dan tertawa pelan
"Ahahah kehidupan ku rumit sekali"kata Yuma
"Beh nih kalo gua bilang gua udah janda dua kali orang orang pasti gx percaya secara gua kan cantik muda lagi"kata Yuma dengan pedenya yang sudah tingkat langit,setelah itu ia merebahkan tubuhnya dan menatap langit langit kamar
ada tokoh baru nih
kita kira Yuma itu siapa ya
ikuti kisahnya terus
jumpa di episode selanjutnya
pay pay
ππππ
__ADS_1
love you all π