Magic Blood

Magic Blood
chapter 51


__ADS_3

lanjut


_______&_______


Paginya Zee dan Jiali terbangun dalam ruang rumah sakit,duduk Jiali memegang kepalanya yang sedikit pusing dan menatap sekeliling dan matanya menangkap sosok Zee yang sedang makan di ranjangnya


"Pagi"sapa Jiali membuat Zee menatapnya


"Pagi"jawab Zee,ia segera turun dan mengambil makanan di meja dan memberikannya kepada Jiali


"Makanlah setelah ini kita boleh pulang"kata Zee sambil memberikan bungkusan tersebut


"Thanks"kata jiali di angguki Zee,


Jiali membuka bungkusan tersebut dan melihat ada iga bakar asam manis,mie bekicot pedas dan beberapa ubi jalar manis,Jiali menatap Zee


"Ini siapa yang membeli"tanya Jiali


"Hahh ohh itu kakak"jawab Zee sambil menunjukkan mie bekicot pedas miliknya juga


"Eeeee"heran Jiali


"Dia bilang dia bertanya kepada 'Gulu Gulu' makanan yang disukai gadis yang sedang sakit di HP-nya"kata Zee


"Gulu gulu sesat"kata jiali namun ia tetap memakannya,


setelah selesai mereka meletakan sisa bungkusan tersebut di tempat sampah di ujung ruangan,Zee keluar dari kamar mandi setelah mencuci tangan dan berpapasan dengan Jiali yang hendak mencuci tangan dan mukanya juga


"Woahh"kaget Jiali juga Zee


"Hampir saja"kata jiali lalu masuk dan mencuci muka dan tangannya lalu keluar


"Hoamm"menguap Jiali lalu menatap Zee yang sedang mengganti bajunya


"Berarti hari ini kita gx sekolah dong"tanya Jiali


"Iya"jawab Zee lalu mengikat rambut nya dan beres beres


"Kita gx cek kondisi dulu"tanya Jiali sambil mengeluarkan baju di paper bag dan menggantinya,Zee mendekat dan melingkari pinggang Jiali dari depan dengan tangannya karna ingin menjahili Jiali


"Tidak"jawab Zee sambil menabrakkan kepalanya di leher Jiali membuat Jiali terkejut dan menjadi kaku


"Hei"tegur Jiali


"Hihihi"kekeh Zee lalu wajahnya menyusuri leher depan Jiali


"Wangi"kata Zee pelan lalu ia menghentikan kegiatannya saat melihat muka jelek Jiali


"Ahahaha"tawa Zee tanpa dosa lalu membuka pintu dan menatap Jiali


"Wlee"menjulurkan lidahnya lalu menutup pintu meninggalkan Jiali yang terdiam menatap pintu,wajah dan telinganya memerah dari tadi,ia pun segera mengganti bajunya dan berlari keluar setelah mengambil tas miliknya.


Di pintu masuk Zee sedang jalan santai saat Jiali tiba tiba menggeplak punggungnya dengan keras dan berlari tanpa rasa bersalah menuju mobilnya


"Ahahah"tawa Jiali saat melihat Zee yang kesakitan akibat ulah nya


"Jia"kesal Zee lalu mengejar Jiali,


saat masuk Jiali kalah cepat dari Zee dan Zee berhasil masuk ke mobil Ferrari Jiali


"Ampun"Jiali menyerah saat melihat wajah kesal Zee


"Ini sakit bodoh"kesal Zee


"Eheheh"kekeh Jiali lalu hendak menyalakan mobilnya namun tiba tiba Zee mendorongnya


"Zee"kaget Jiali saat tubuhnya membentur pintu mobil namun tidak sakit karna Zee menjaga kepalanya dengan tangannya,Jiali menatap lensa mata Zee yang berubah menjadi lebih pekat


"Zee ada apa dengan mu"tanya Jiali


"Aku tidak apa apa"kata Zee lalu membantu Jiali


"Jalankan mobilnya"perintah Zee


"Dih aneh"kata Jiali lalu menyalakan mobilnya dan pergi dari sana


"untung saja"batin Zee


Sepanjang perjalanan mereka hanya saling diam lebih tepatnya bingung harus bilang apa untuk membuka percakapan


"Jia"panggil Zee


"Ya"jawab Jiali namun Zee hanya diam


"Apa kampret"kesal Jiali sambil melempar tisu ke Zee membuat Zee tertawa pelan


"Tidak aku hanya bosan"jawab Zee


"Memang cuma kau"kata jiali


"Bagaimana jika membeli eskrim"ajak Zee


"Boleh"setuju lalu mereka pergi ke toko eskrim didekat sana dan memutuskan untuk duduk sebentar di taman dekat danau


"segarnya"kata jiali sambil memakan eskrim coklat nya


"Hemm"dehem Zee sambil fokus ke eskrim Macha dan vanila miliknya,melihat pemandangan danau yang tenang sambil menikmati angin sumilir,sesekali para capung akan saling berkejaran sambil menyentuh air kemudian terbang kembali.


Setelah beberapa menit Zee bangkit dari tempat duduknya karna telah menghabiskan eskrim miliknya


"Tunggu"kata jiali lalu mengigit semua eskrimnya membuat ia mencak mencak karna otaknya diserang rasa dingin dari eskrim miliknya,Zee melirik wajah Jiali,mendekati Jiali yang sedang duduk ia menundukkan tubuhnya,tangannya terulur untuk mengambil sisa eskrim yang menempel di sudut bibir Jiali dan menjilatnya


"Manis"kata Zee tersenyum perlahan tubuhnya ia condongnya ke depan lalu ia mencium bibir Jiali dengan jeda yang lumayan lama,setelah itu melepaskannya dan berdiri


"Ayo pulang"ajak Zee sambil mengulurkan tangannya,rambut yang ia ikut berkibar mengikuti arah angin dengan poninya yang menghiasi wajahnya juga senyum manisnya,Jiali meraih tangan tersebut dan berdiri lalu mendekat ke arah Zee


"Ada apa"bukanya menjawab Jiali malah mencium Zee kembali,


setelah itu ia melepaskannya


"kita seri"kata jiali lalu mereka pergi dari sana menuju mobil Jiali dan pergi dari taman danau tersebut.


***


Di sekolah tepatnya di kelas 2A mereka masih terkejut karna kedatangan seorang murid yang mengaku Quan tadi,di bangku belakang menatap pria muda yang duduk di bangku Quan dengan seksama begitu juga dengan geng Quan


"Sumpah ini terlalu mengejutkan"bisik Wulan di telinga Ziya,Wulan duduk di bangku Noriko karna Noriko sedang pergi


"Benar kenapa dia terlihat cool sekali"kata Ziya berbisik juga


sedangkan Ari hanya menguping saja sambil angguk angguk lalu melirik pria yang mengaku Quan


Di depan Raymond hanya menghela nafas panjang pasalnya yang dibilang bisik bisik itu bisa terdengar sekelas


"Ziya Wulan"panggil Raymond


"Ya pak"kata Ziya dan Wulan segera berdiri


"Apa yang kalian dengar dari pembelajaran hari ini"kata pak Raymond membuat Wulan dan Ziya saling menatap


"diferensial"jawab Ziya


"lanjutan"jawab wulan lalu mereka saling bertatapan dan terkekeh


"Kalian ini"Raymond hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kelakuan muridnya


Bel berbunyi tanda istirahat

__ADS_1


"Hore"senang para siswa siswi kelas 2A mengabaikan pak Raymond


"Baik silahkan istirahat"kata pak Raymond,ghai berdiri dan memimpin para siswa


"Terimakasih pak"kata para murid


"Ya"jawab pak Raymond lalu pergi


Quan mendekat ke arah teman temannya


"Hei mari kantin"ajak Quan namun teman temannya hanya diam kecuali Tara yang sudah berdiri dan melirik teman teman nya


"Kenapa...gx lapar"tanya Tara


"Hei dia itu orang asing jangan tertipu"kata Teo menyeret Tara


"Ck"decak Quan,Quan lalu melirik salsa yang sedang berkumpul bersama Ziya dan lainnya lalu tersenyum jahil


"Salsa ada yang ingin aku bicarakan"teriak Quan membuat Teo dan salsa bingung,salsa bingung karna pria itu tau namanya,sebelum Quan melanjutkan perkataannya ia sudah di bekap oleh Teo


"Diam kampret aku percaya aku percaya"kata Teo cepat


"Gitu dong"kata Quan


"Lu beneran Quan"tanya Leon


"Iya?"tambah Tetsuya


"Hemm tanya saja Tara"kata Quan santai membuat teman temannya menatap Tara


"Iya dia Quan"kata Tara


"Bagaimana mungkin"kaget teman temannya


"Mungkin lah"kata Quan,


pasalnya tuannya sudah masuk tingkat 7 dalam sihir setelah kehilangan sihirnya dan itu juga memengaruhi sihir dalam diri Quan sehingga wujudnya berubah seperti di masa lalu,hanya saja ia belum memangkas rambutnya,tubuhnya berubah drastis seperti tinggi badannya dan juga perawakan nya,Ari yang mendengar itu tersenyum lalu berlari kearah Quan


"Woi kau benar benar Quan"tanya Ari pasalnya tadi malam Quan tidak kembali ke rumah Lancaster


"Ari kau semakin pendek ya"bukannya menjawab Quan malah meledek Ari sehingga ia mendapatkan geblakan dari Ari


"Enak saja pendek lu yang kaya tiang tolol"kesal Ari membuat Quan tertawa


"Ari ayo"teriak Nian Nian dari arah pintu


"tunggu"teriak Ari lalu berlari dan mengikuti Nian Nian


"Ayo"ajak Tara lalu pergi


Setelah mengantarkan Zee,Jiali kembali ke rumahnya,Zee lalu masuk kerumahnya,di tangga


"Ehh"heran Zee lalu menyentuh dadanya yang sekilas merasakan sakit namun hanya sekejap saja,ia lalu menggelengkan kepalanya dan masuk kekamar dan merebahkan tubuhnya,sekilas ia melihat asap muncul disana dan berubah menjadi dirinya di masa lalu


"Zeena"kata Zee lalu berdiri dan hendak memeluk tubuhnya yang lain namun ia malah memeluk angin sehingga membuat Zeena terkekeh kecil


"Ck ini curang"kesal Zee,Zeena mendekat dan memeluknya


"Kau kemana kenapa kau menghilang"tanya Zee mendapat sentilan di dahinya


"Kau ini lupa ya aku adalah roh yang muncul dari kepingan ingatan dimasa lalu dan karna aku masih membutuhkan sihir untuk hidup jadi saat sihirmu menghilang otomatis aku juga menghilang,untungnya itu tidak melenyapkan ku"kata Zeena panjang lebar


"Begitu"paham Zee lalu duduk di dekat jendela kamarnya


"Hei"panggil Zeena


"Hemm"dehem Zee


"Apa kau masih memiliki energi yang cukup"tanya Zeena membuat Zee bingung lalu menatap Zee masa lalu


"Tubuhmu akan mendetoksifikasi sihir lagi karna kau menggunakannya"kata Zeena sambil mendekat


"Agar Jiali cepat sadar"jawab Zee,pasalnya ia menggunakan elemen kegelapan juga cahaya nya walaupun tidak banyak saat pertarungannya dengan Jiali,elemen kegelapan ia gunakan untuk mengimintidasi roh jahat di tombak bulan dan elemen cahaya ia gunakan untuk membantu Jiali memulihkan energinya sehingga dalam pertarungan batin Jiali bisa menang tanpa harus ia bantu seperti dulu didalam sana


"Huhh kau sudah siap"tanya Zeena


"Sudah"jawab Zee


"Rasa sakit itu aku tidak akan merasakannya lagi dan itu hanya kau"kata Zeena


"Bagaimana kau tau"tanya Zee


"Seseorang yang mengaku kakek yang memberitahu ku"jawab Zeena


"Aku penasaran siapa kakek kita dimasa lalu"tanya Zeena


"Entah aku juga tidak tau,aku lahir saat kakek dan nenek sudah tiada"jawab Zeena


"Sayang sekali"kata Zee diangguki Zeena


Sorenya Zhu pulang dan bersiap untuk membuat makan malam,Zee dan Ziya datang dan ingin membantu ibunya


"Aku ingin belajar masak"jawab Ziya


"Aku sudah sembuh jadi mau masak"jawab Zee membuat Zhu menyerah,lalu mereka masak bersama,untuk bibi mereka disuruh istirahat atau membantu maid lainya


Beberapa jam kemudian Zhu menyuruh anak anaknya turun untuk makan


"Gx nunggu ayah Bu"tanya Ziya


"Ayahmu akan makan dengan kliennya katanya ini tentang kerja sama dengan ZL jadi tidak boleh mengecewakan"kata Zhu sambil meletakan nasi diatas piringnya juga milik anak anaknya


"ZL malam malam?"heran Zee


"Iya"jawab Zhu lalu mereka bertiga makan


"Kak Ryu benar benar membuat ku susah"batin Zee kesal padahal ia sudah berniat untuk meminta maaf kepada ayahnya namun gagal gara gara sekertaris nya itu


"Tunggu saja"umpat Zee


Di restoran Anders tepatnya di sebuah ruangan private


"Hachim"suara bersin terdengar dari ruangan private tersebut


"Apa tuan sakit"tanya logan


"Aku baik maaf"kata Ryuga


"Siapa yang mengutukku"batin Ryuga


"Jadi tadi bagaimana"tanya Ryuga


"Begini kami berniat berinvestasi di proyek pengembangan AI gelombang kedua milik ZL"kata logan


"Itu adalah berita yang bagus tapi sepertinya ini tidak gratis"kata Ryuga membuat logan tersenyum


"Tuan memang pandai menebak"kata logan kagum


"Terima kasih"kata Ryuga


"Jadi apa syaratnya"tanya Ryuga


"Aku ingin masa kontrak Adr dengan ZL dapat diperpanjang"kata logan


"Ohh itu,ini kebetulan sekali tadi saya juga ingin mengatakan hal itu karna bagaimanapun ini kontrak yang menguntungkan kedua belah pihak"kata Ryuga senang


"Syukurlah jika kita sejalan"kata logan

__ADS_1


"Hemm besok saya akan antarkan dokumen kontrak tersebut"kata Ryuga


"Baiklah terima kasih pak"kata logan


"Sama sama"jawab Ryuga,setelah itu mereka pun makan malam bersama


Sampai jam sepuluh mereka pun memutuskan untuk pulang,di area luar


"Maaf jika saya lancang bolehkah jika saya membebankan anda dengan pertanyaan apakah saya bisa bertemu dengan bos ZL"tanya logan setelah sekian lama akhirnya ia mengungkapkan hal ini,setelah berfikir Ryuga menjawab


"Akan saya sampaikan tapi jawabannya saya tidak pasti jadi tidak perlu menunggu"kata Ryuga


"Tidak apa apa bekerja sama saja sudah lebih baik"kata logan


"Baiklah saya permisi"lanjutnya


"Baik selamat malam hati hati dijalan"kata Ryuga,saat logan pergi ia juga pergi


Di jalan menuju rumah logan menatap jalanan yang sudah agak sepi lalu melirik foto kecil keluarga yang ia letakkan di mobil


"Sepertinya ini sudah beberapa hari aku marah dengan Zeena"kata logan


"Huhh bagaimanapun dia adalah anakku"lanjutnya


"Baiklah kami harus berbaikan entah siapa yang memulai meminta maaf adalah yang utama"mantap logan lalu menaikan sedikit gas mobilnya agar cepat sampai rumah.


Sesampainya di rumah ternyata sudah jam sebelas,setelah menyuruh penjaga memarkirkan mobilnya ia segera masuk kerumahnya tanpa berniat membangunkan yang lainnya karna pastinya mereka sudah tidur,saat ia hendak naik ketangga utama untuk kelantai atas sebuah bayangan hitam terjatuh dengan cepat dari lantai atas menabrak Meja kaca di lantai dasar


Brukk.....Pranggg......


Meja kaca itu pecah tepat disampingnya dan berhamburan kemana mana sampai serpihan itu menggores pipinya hingga berdarah,namun ia terdiam bukan karna itu melainkan sesuatu yang jatuh dari lantai atas yang membuat nya seakan tersedot kedalam lembah kegelapan,dengan tubuh gemetar bahkan tas yang ia genggam sudah terjatuh dilantai,ia mendekat ke sosok terjatuh itu,ia membalikkan tubuh itu dan air matanya mengalir,itu anaknya Zee,yang terjatuh dari lantai atas dan menabrak meja kaca hingga hancur adalah Zeena anaknya yang sudah tidak sadarkan diri dengan darah yang mengalir dari keningnya akibat serpihan kaca


Zhu dan Ziya yang kebetulan terbangun akibat suara benda pecah keluar dari kamar namun belum sempat turun mereka terkejut saat mendengar suara teriakan dari logan


"Akhhh"teriak logan kencang sambil membopong tubuh Zeena dan berlari ke arah parkiran rumah,berteriak menyuruh penjaga memberikan kunci mobil setelah itu ia menancap gasnya dengan cepat menuju rumah sakit dan menelpon Tama,Zhu dan Ziya yang terkejut segera menyusul dengan Zhu yang melakukan teleportasi


Flashback sebelum logan sampai dirumah,Zee yang merasakan tubuhnya mulai mendetoksifikasi sihir segera terbangun dari tidurnya dan menahan sakit itu kembali,kali ini tidak terlalu sakit karna ia hanya menggunakan elemen ganda yang bertentangan itu dalam waktu singkat namun itu tetaplah sakit,ia membuka pintu kamarnya dan keluar berniat untuk meminta bantuan ibunya namun karna penglihatannya yang mengabur dengan konyolnya ia tersandung menabrak pagar lantai atas dan terjatuh ke lantai bawah,namun sebelum terjatuh dengan kencang ia mengeluarkan sihirnya sedikit untuk meminilasir benturan agar tidak terlalu sakit dan resiko kematian untuk nya karna jarak dari lantai atas dengan lantai dasar adalah 5 meter,dan akibatnya ia tidak terjatuh dengan keras langsung ke lantai marmer di bawah dan malah menabrak meja kaca yang ia angkat dengan sihir yang salah ia ucapkan,padahal niatnya ingin membuat lingkaran sihir teleportasi,jadinya ia langsun pingsan ditempat bertepatan dengan logan yang pulang


"Bodohnya"batin Zee disela sela kegelapan yang memakannya


Di rumah sakit Tama sedang membalut luka ditangan Zee,ia berdecak kagum dengan bosnya,tuan logan bilang bos terjatuh dari lantai atas namun lihatlah ia hanya mengalami luka luar,hanya luka akibat serpihan kaca dari meja di tangan juga di wajahnya namun tidak banyak,ia bisa membayangkan bagaimana tingginya lantai atas milik rumah Anderson,setelah selesai ia keluar dan berhadapan dengan logan serta Zhu dan Ziya


"Bagaimana keadaan anak saya"tanya logan


"Syukurlah nona muda hanya mengalami luka luar saja dan sekarang ia sedang tertidur karna obat yang saya berikan"kata Tama


"Syukurlah"kata logan dan Zhu,Ziya menyelonong masuk dan mendekat kearah adiknya,menatap dengan kesal


"Cukup bermain mainnya"kata Ziya pelan membuat Zee membuka matanya dan melirik kakaknya dan tersenyum


"Shuuttttt"bisik Zee membuat Ziya memutar matanya jengah lalu duduk di sofa dan memejamkan matanya,saat ia membuka matanya ia terkejut ia bukan berada di ruang rumah sakit melainkan di Padang rumput hijau yang indah dengan pohon rimbun di dekatnya,mendekat ke pohon rimbun dan melihat adiknya sedang bersender di batang pohon sambil mengusap usap naga hitam kecil dipangkuan nya


"Kemarilah kak"tawar Zee lalu Ziya duduk disamping adiknya


"Bukankah disini indah"kata Zee


"Benar"jawab Ziya,tiba tiba Ari dengan wujud kucingnya muncul dipangkuan Ziya dan Ziya mengelusnya


"Walaupun mereka di dunia nyata adalah teman manusia kita tapi tidak dengan dimensi kristal ini"kata Zee


"Apa maksudmu"tanya Ziya


"Mereka disini adalah hewan pendamping maka mereka akan secara terang-terangan memberikan yang terbaik sedang kan saat berada didunia nyata mereka seperti teman manusia pada biasanya"jelas Zeena,roh itu tiba tiba muncul didepan mereka berempat membuat Ziya,Ari dan Quan terkejut tidak dengan Zee,Zee hanya menghela nafasnya lalu menyuruh Quan juga Ari keluar dari dimensi kristal sebentar,Ari dan Quan pun menghilang


"Zee siapa dia kenapa wajahnya sama dengan kita"tanya Ziya heran,Zeena mendekat dan mengelus rambut Ziya


"Aku adikmu"kata Zeena santai


"Adikku hanya Zee?"kata Ziya


"Dan aku adalah Zee"jawab Zeena membuat Ziya semakin bingung


"Dia adalah diriku dari masa lalu kak"kata Zee membuat Ziya menatapnya


"Maksudnya"tanya Ziya


"Dia adalah pecahan ingatanku"kata Zee menyerah


"Aku gx maksud"kata Ziya


"Kalau begitu santai saja"kata Zeena lalu menangkup wajah Ziya dan mencium bibir Ziya didepan Zee membuat Zee terkejut bukan main,setelah itu Zeena berdiri


"Dengan itu kau bisa masuk ke dimensi kristal tanpa harus Zee atau aku panggil"kata Zeena,sedangkan Zee masih terdiam


"Kau....kau"Ziya terbata bata


"Itu untuk mu juga"kata Zeena menenangkan Ziya


"Aku"Ziya terdiam namun Zee segera menenangkannya


"Sudahlah kak itu juga bagus untuk mu"kata Zee membuat Ziya menatapnya


"Kau berkata seperti itu karna kau tidak merasakannya"kata Ziya kesal namun ia tidak marah


"Emm iya"jawab Zee sambil tersenyum misterius,tidak pernah berciuman?


Konyol bahkan ia lebih dulu berciuman dengan sahabatnya sendiri yaitu Jiali sebelum kakaknya dan lagi ciuman pertamanya di ambil oleh Ari saat ia terkena racun api hitam,dan kemarin...


Wajah Zee tiba tiba memerah sampai telinga namun wajahnya tetap saja datar dan beruntung Ziya dan Zeena tidak menyadarinya


Quan dan Ari kembali ke dimensi kristal dan Ari mempertanyakan siapa Zeena itu sedangkan Quan hanya menatap Zeena dengan bingung,Zeena menatapnya dengan datar


"Tuan"hormat Quan,Zeena hanya diam saja,sedangkan Ari hanya mangut mangut mendengarkan cerita Zee


Di kota saat subuh seseorang sedang berjalan di gang dalam keadaan mabuk


"Sial memangnya kenapa kalo dia adalah CEO Sg sombong sekali"kata pria mabuk itu


"Kau kira hanya kau yang memiliki perusahaan hei dengar perusahaan lain akan bekerja sama dengan ku dan kau akan aku injak injak saat aku sukses"racaunya yang sudah tidak sadar,pakaiannya sudah tidak rapih lagi dengan tas digenggamnya,ia sepertinya adalah pekerja kantor


Di saat pria itu berjalan dengan sempoyongan cahaya kecil dari atasnya mendekat dan tiba tiba masuk kedalam tubuhnya dan pria itu terdiam


"SESEORANG HARUS MERASAKAN PENDERITAAN MU BUAT DIA MERASAKAN APA ITU NAMANYA PENYESALAN DAN SEBAGAI BAYARAN ATAS APA YANG DIA PERBUAT PADAMU"kata suara seseorang di fikirannya,pria itu mendongak dan matanya berubah menjadi hitam semuanya


"AKAN KU BUNUH KAU JIMMY"teriak pria itu lalu tubuhnya diselimuti kabut dan perlahan tubuhnya berubah menjadi monster


"Akhhhh"teriak pria itu yang sudah berubah menjadi makhluk induk Gisla


Yaitu Higolos,makhluk Higolos itu pun melesat pergi dari sana dan mencari targetnya


Di tempat Huang Zhong ia tersenyum jahat di ruangan miliknya


"Satu benih Gisla menemukan wadahnya dan terbentuklah Higolos ahahaha"tawa jahat Huang Zhong memenuhi ruangan tersebut


"Nikmati permainan nya para Dewi"kata Huang Zhong lalu ia keluar dari ruangan itu,ia melirik kesana kemari dan bernafas lega


"Gadis itu tidak ada"kata Huang Zhong pelan namun saat ia melangkah kakinya seperti menendang sesuatu,ia melirik kebawah dan melihat Wendy yang sedang tidur dengan memeluk lututnya sendiri sambil bersandar di tembok terlihat dari nafasnya yang teratur,Huang Zhong hanya menatapnya datar


"Ck merepotkan"kata Huang Zhong,ia mendekat dan membopong Wendy ala bridal style untuk membawa Wendy ke kamarnya


wahh akhirnya yang ditunggu-tunggu Huang Zhong teka juga


dan sepertinya perkataan nya selalu berbanding terbalik dengan sikapnya


Zhong Wei apa yang terjadi padamu


ikuti kisah selanjutnya

__ADS_1


pay...pay....


๐Ÿ‘‹๐Ÿ‘‹๐Ÿ‘‹


__ADS_2