Magic Blood

Magic Blood
chapter 16


__ADS_3

lanjut


///////


"Tapi ku dengar Ari sebelumnya tinggal di apartemen sendiri kan"tanya Leon


"Ya itu saat kami marahan,tapi kami di marahi balik sama orang tua kami,menyuruh kami berbaikan dan bersama lagi"kata Quan


"Kalian tinggal bersama berdua"tanya Sion


"Kami pulang ke rumah bukan di apartemen"kata Quan


"Kami tak pernah melihat orang tua kalian ya kan sion,Quan kami boleh ikut ke rumah kalian tidak"tanya Leon


"Tidak untuk sekarang,kalian hanya perlu tau jika kami adalah saudara itu sudah cukup dan untuk hari ini aku menolak kalian"kata Quan dingin dan datar membuat Leon dan Sion terkejut dengan sikap Quan yang berbeda,


meninggalkan Leon dan Sion yang masih terkejut Quan dan Ari sudah pergi dari sana


"Ternyata Quan bisa menyeramkan juga ya"kata leon


"Iya"jawab Sion lalu mereka pergi dengan Leon yang mengendarai mobil sedang kan Sion dengan moge nya,


sebelum pergi di gerbang Tarako menunggu Suji


"Kakak"sapa Suji lalu masuk ke mobil


"Sepertinya sedang senang"kata Tara tersenyum


"Iya kak aku senang aku terpilih sebagai pemeran utama dalam drama kelas yang akan di pertontonkan di acara ulang tahun sekolah mewakili kelas ku"kata Suji


"Wahh adikku sangat pintar ya"puji Tara


"Iya dong dan apa kakak tau aku senang karna saat ulang tahun sekolah nanti pemilik sekolah akan datang bukan"kata Suji


"Tentu saja mereka datang"kata Tara lalu mereka pergi dari sana sambil berbincang bincang di mobil.


Di rumah Zee setelah istirahat sebentar Zee izin pergi sebentar tanpa Ziya,ia ingin ke kantor nya


"Baiklah hati hati ya"kata Ziya sambil menonton tv,Zee pergi dengan motor nya dengan menggunakan helm pastinya,ia hanya mengenakan kemeja putih yang di tekuk di atas lengan dengan celana jeans dan sepatu Kets putihnya,terlihat keren,mengendarai motornya ke kantor Zl dan memakirkannya di tempat parkir bawah tanah,menuju kantor ia segera masuk ke gedung Zl karna seluruh karyawan di sana sudah tau bos mereka namun mereka tetap setia dan tutup mulut tentang identitas bos-nya


Di ruang CEO Zee masuk dan di sambut oleh Ryuga


"Bos akhirnya kau datang"kata Ryuga senang


"Tentu saja aku ingin melihat apa kau bekerja dengan sangat baik atau tidak"kata Zee lalu duduk di kursi kebesarannya dan menandatangani dokumen dokumen yang menurut nya penting,di antara dokumen itu ada sebuah dokumen kerja sama dengan perusahaan luar negri yang membuat ia terdiam,melihat bos-nya terdiam Ryuga segera menyadarinya


"Bos ada apa"tanya Ryuga membuat Zee sadar kembali


"Ohh tidak ada"kata Zee,Ryuga lalu mendekat dan melihat kertas yang di pegang Zeena


"Perusahaan Rachan dari luar negeri"batin Ryuga


"Apa bos tidak ingin bekerja sama dengan perusahaan Rachan"tanya Ryuga


"Akan aku fikirkan dulu"kata Zee


Setelah beberapa jam di kantor Zee segera pergi untuk pulang, sesampainya di rumah Zee ke kamar membersihkan diri dan makan malam bersama keluarga,setelah berbincang bincang dengan keluarga mereka berpisah untuk tidur,di kamar setelah Ziya tertidur Zee belum juga mengantuk ia teringat akan nama Rachan yang ia baca di dokumen tadi


"Ku harap hanya namanya saja yang sama"batin Zee


"Jika memang itu nama keluarganya entah bagaimana aku harus menghadapi nya"lanjutnya lalu tertidur.


Pagi hari Zeena dan Ziya bersiap ke sekolah,sesampainya di kelas Zeena merasa kalau kelasnya lebih ribut dari biasanya


"Ada apa ini pagi hari sudah ribut ada ulangan kah"tanya Zee


"Ada murid baru di kelas 2-B"kata Wulan


"Terus kenapa heboh"tanya Ziya


"Katanya ia dari luar negeri lho"kata Choco


"Ohh laki laki atau perempuan"tanya Nian Nian baru datang dan langsung masuk ke pembicaraan


"Laki laki kurasa karna tadi saat lewat kelas sebelah mereka berbincang bincang tentang ketampanan"kata Wulan


"Tampan"kata Nian Nian berbinar,Nian Nian memang suka melihat pria tampan tapi bukan berarti dia gadis yang bukan bukan ya hanya saja menurut pemikiran nya jika ada sebuah kecantikan kenapa harus di sia siakan,dan tampan bukan berarti itu tipe Nian Nian


"Mulai lagi"kata jiali


Bel berbunyi pelajaran pertama di mulai,saat berganti jam pelajaran selanjutnya Zee di mintai oleh Bu Yord untuk membawakan buku miliknya ke kantor,Zee lalu mengambil dan membawa buku milik Bu Yord dan hendak ke kantor sedang kan Bu Yord sedang ke kamar mandi,di lorong saat Merapikan buku Zee bertabrakan dengan seseorang


BRukkkk.....


"maaf aku tak sengaja"kata Zee lalu mengambil buku yang berserakan


"Gx papa aku juga gx fokus tadi biar ku bantu"kata seseorang itu ia seorang pria,membantu Zee mengambil bukunya saat sudah selesai Zee hendak berterima kasih namun ia malah terdiam saat melihat siapa yang ia tabrak sekaligus yang menolongnya


"Glen"batin Zeena


"Hai halo"kata pria itu sambil melambaikan tangannya


"Ahh terima kasih saya permisi dulu"kata Zee buru buru pergi meninggalkan pria itu sendiri


"Aneh kenapa aku merasa familiar dengan dia ya"kata pria itu lalu pergi menuju kelas barunya


Di tempat Zee setelah menaruh buku ia bergegas pergi ke kelas


"Apa aku tak salah liat"batin Zee


"Apa yang harus aku lakukan jika berhadapan dengan nya lagi nanti"batin Zeena


"Aku masih merasa bersalah sampai sekarang"lanjutnya lalu ke kelas


Di kelas Zee tak fokus membuat ia di tegur dengan perlahan oleh Raymond


"Zeena ini sudah ketiga kalinya saya tegur"kata Raymond


"Baik"kata Zee singkat tapi nyatanya ia tak fokus bahkan Jiali dan Ari pun jadi ikut ikutan membuat Raymond mengelus dada


"Ada apa dengan hari ini apa hari ini hari pengujian kesabaran"batin Raymond lalu melanjutkan pelajarannya tanpa menegur siapa siapa lagi dan akhirnya hanya sebagian yang tetap fokus dan sebagian sibuk dengan urusan sendiri


Jam istirahat Zee dan kawan kawan segera ke kantin bahkan sekarang di meja mereka menjadi ramai karna bertambah suji,Tara,Tetsuya,Ziya,dan Ari membuat meja yang awalnya hanya berisi tiga orang menjadi delapan orang


"Selamat makan semua"kata Suji


"Selamat makan"jawab lainnya lalu makan makanan mereka masing masing,di meja sebelah duduk sendiri murid laki laki yang sepertinya ia murid baru,


ya dia adalah murid baru yang tadi bertemu Zee,ia tampan dan terlihat ramah dan baik,seragamnya juga terlihat rapi tidak seperti murid laki laki lainya,terlihat sekali ia adalah murid yang menjaga kerapian


"Yo apa dia murid baru di kelas 2-B"tanya Nian Nian


"Ya"jawab yang lainnya kecuali Zee dan Suji yang memang sibuk dengan makanan nya dan Suji yang tak tau arah pembicaraan


"Ia terlihat sangat menjaga ketertiban dan kewibawaan ya ini pasti orang paling anti di hukum"tebak Nian Nian


"Nyatanya dulu dia sering di hukum"batin Zee


"Dan itu semua karna diriku"lanjutnya Zee lebih merasa bersalah,Ziya yang melihat raut wajah adiknya segera bertindak


"Zee daging hari sangat enak kau cobalah punyaku"kata Ziya sambil menyuapi Zee,Zee yang sadari kembali lalu memakan suapan dari Ziya


"Makasih ini enak"kata Zee


"Apa sih yang aku pikirkan"batin Zeena


"Jika enak Ziya boleh memakan milikku"kata Tetsuya membuat semuanya terdiam


"Apa"tanya Tetsuya


"Ti...tidak ada"kata yang lainnya


"Kau kenapa Tetsuya"tanya Ari


"Tidak kenapa napa aku hanya menawarkan daging milikku saja,Ziya bilang enak jika ia mau makan punyaku juga bisa"kata Tetsuya

__ADS_1


"Kau gila ya"bisik Tara ke Tetsuya


"Tidak Itu sesuai dengan di buku cara menaklukkan hati wanita yang aku pinjam dari pak Raymond"bisik Tetsuya membuat Tara terkejut sampai terbatuk


"Uhukk uhuk uhuk"batuk Tara lalu Suji membantu kakaknya mengambil minum


"Ini kak"kata Suji sambil menyerahkan minumannya


"Terimakasih Suji"kata Tara


"Baiklah baiklah tak baik menolak makanan makasih tetsu"kata Ziya sambil mengambil daging di mangkuk Tetsuya


"Sama sama Ziya"jawab Tetsuya sambil tersenyum


"Berasa obat nyamuk"batin lainnya


Bel masuk berbunyi Zee mesuk lebih lambat dari teman temannya,di lorong menuju kelas ia bertemu dengan murid baru tadi


"Hei kau"panggil pria itu membuat Zeena terdiam dan berbalik


"Kau dari kelas mana"tanya pria itu


"2A"singkat Zee


"Kebetulan kelasku bersebelahan dengan mu boleh bareng"tawar pria itu


"Ya"jawab Zee lalu mereka berjalan bersama


"Sekolah ini lumayan nyaman dari sekolah lamaku"kata pria itu membuka sebuah perbincangan


"Ya di sini memang nyaman"kata Zee membuat pria itu senang karna Zee menyahut


"Oh ya apa kau memang sudah lama sekolah di sini"tanya pria itu


"Tidak"jawab Zee


"Oh ya lalu apa nama sekolah lamamu"tanya pria itu


"Tidak ingat"jawab Zee


"Ohh gitu"kata pria itu kecewa,lalu ia sampai di depan kelasnya


"Baiklah aku sudah sampai sampai jumpa lagi ya"kata pria itu


"Ya"jawab Zee


"Oh ya siapa namamu kalau namaku Glen Rachan salam kenal"kata pria itu,namun yang ia lihat hanya punggung Zee yang sudah membelakangi nya dan menghilang masuk ke dalam kelas 2A


"Kenapa dia dingin sekali dengan ku mengingatkan ku dengan dia"batin Glen lalu


masuk kelasnya


Di kelas Zee kelompok Zee sedang membahas tentang kunjungan mereka ke Zl


"Jadi besok"tanya Tara


"Ya"jawab laiy


"Baiklah kalian siap siap jam delapan dan membawa mobil dua saja"kata Tara karna ia menjadi ketua tim di sana


"Baik ketua"kata yang lainnya.


Skip pulang sekolah Zee dan Ziya segera pulang dan mereka memutuskan untuk bermain ke taman di dalam mobil Zee


"Oh ya Zee saat kau pergi kemarin di tv ada sebuah berita tentang gempa yang terjadi kemarin lusa itu dan taman kota menjadi korban dari amukan alam namun anehnya hanya taman itu saja yang hancur lebur seolah memang hanya tempat itu yang memiliki kesialan"kata Ziya bercerita sedangkan Zee mendengarkan


"Apakah efeknya sampai sebegitunya"tanya Zee


"Iya andai mereka tau itu karna sihir entah seheboh apa berita itu nanti"kata Ziya


"Asalkan kita rahasiakan itu akan aman"kata Zee


"Iya kau benar"jawab Ziya


"Kenapa kan ada aku,aku siap kok jadi supir pribadi kakak"canda Zee


"Iya sih tapi melihat mu menyetir membuat aku penasaran dan ingin mencoba juga"kata Ziya


"Baiklah lain kali akan aku ajarkan"jawab Zee


"Bagus"kata Ziya senang


Di taman kota yang jelas berbeda dengan taman yang kemarin Zee dan Ziya berkeliling,membeli jajanan di sana dan berfoto bersama mereka cukup bersenang-senang dengan gembira,saat merasa lelah Ziya membelikan es krim untuk mereka berdua,dan mencari tempat duduk di sana,saat mencari Ziya tak sengaja melihat seseorang


"Zee bukankah itu Tara dan adiknya"kata Ziya sambil menunjuk seseorang


"Oh ya mana"tanya Zee sambil mengikuti arah telunjuk kakaknya, ternyata memang benar mereka Tara dan Suji


"Ayo kesana"ajak Ziya lalu mereka berdua menghampiri Suji dan Tarako


"Boleh gabung"tanya Ziya tiba tiba membuat Tara yang sedang memegang sebuah kertas terkejut


"Ohh Ziya,Zeena"kaget Tara


"Boleh silahkan tempat duduk di taman ini untuk semua orang"lanjutnya lalu mereka duduk


"Apa yang kau pegang"tanya Zee


"Ahh ini,ini milik Suji teks naskah drama yang akan di mainkan di ulang tahun sekolah nanti"kata Tara


"Oh ya Suji kau mendapatkan peran apa"tanya Zee


"Aku mendapatkan peran tokoh utama sang putri"kata Suji


"Wahh keren sekali"puji Zeena dan Ziya


"Hahaha kakak bisa saja"malu Suji


"Coba aku liat teks nya"pinta Zee lalu mengambil kertas itu dan membacanya


"Alurnya agak ekstrim tapi aku suka"kata Zee setelah membaca teks nya


"Siapa pemeran utama laki laki nya"tanya Ziya


"Ohh itu dari kelas sebelah Denzo namanya"kata Suji


"Denzo siapa itu"tanya Zee


"Adik kelas kita,adik dari Damian dari kelas 2-B"kata Tarako


"Kelas 2-B lagi sepertinya kelas itu sepertinya tidak asing untuk anak kelas 2-A ya"kata Ziya


"Kami rival bahkan sejak kelas 1"kata Tarako


"Wahh memangnya kelas 2 ini tidak melakukan pertukaran murid"tanya Ziya


"Ari dari kelas sana"kata Zee


"Ahh sudah jangan bahas itu"kata Tara


"Oke oke,Suji mau aku bantu agar kau lebih mendalami peranmu tidak,aku akan menjadi pemeran pendamping bagaimana,aku pandai berakting lho"kata Zee


"Baik kak mohon bantuannya"jawab Suji lalu mereka belajar bersama dengan Ziya dan Tara yang menjadi juri


Satu jam kemudian mereka beristirahat sebentar sebelum pulang


"Sudah petang kami pulang duluan ya"kata Ziya


"Ya hati hati dan terima kasih kak"kata Suji


"Ya kalian juga hati hati ya"kata Zee dan Ziya lalu pergi pulang ke kediaman


"Ayo pulang"ajak Tara


"Iya"jawab Suji

__ADS_1


Di kediaman Anderson saat sedang makan malam


"Ayah beberapa Minggu lagi ulang tahun sekolah akan di adakan,apa ayah sudah menyiapkan persiapan aku dengar sekolah itu milik ayah"tanya Ziya


"Sudah dong dan kali ini ulang tahun sekolah Tensius ayah akan membuat sebuah kejutan"kata logan


"Ayah akan mengumumkan anak anak ayah ke dunia"tanya logan


"Emm gimana ya"kata Ziya agak keberatan,sedangkan Zee hanya diam saja bahkan makanan yang akan ia makan ia letakan lagi dan hanya melihat piringnya tanpa ekspresi apapun,Zhu yang melihat keadaan canggung itu segera menginjak kaki logan


"Yoss shitt"sakit logan melirik Zhu yang ternyata sedang memperlihatkan raut wajah marahnya


"Ziya,Zeena kalian lanjut makan saja urusan itu kita bahas nanti lagi"kata Zhu lalu mereka melanjutkan makan


"Ayah ibu kakak aku sudah kenyang aku ke atas duluan"kata Zee lalu pergi ke kamar


"Tapi..."kata Ziya terpotong


"Sudah tak apa Ziya adikmu hanya ingin istirahat saja"kata Zhu menenangkan anaknya


"Emm ibu ayah aku juga ke atas ya"kata Ziya lalu berlari mengejar Zee


"Semua karna dirimu"kata Zhu kesal


"Kenapa aku,aku hanya ingin mengumumkan anakku saja apa itu salah,itu semua aku lakukan agar semua orang tau bahwa Ziya dan Zeena adalah anak dari logan agar mereka tidak berani macam macam nantinya"kata logan marah


"Di sini siapa sebenarnya kepala keluarga aku atau Zeena,Aku tapi semua yang aku usulkan selalu di pertentang dengan alasan perasaan Zee,Zee dan Zee aku juga ingin melindungi keluarga ku seperti kepala keluarga lainnya"kata logan panjang lebar


"Dan selama ini aku selalu menuruti kemauan Zeena apa salahnya jika dia turuti kemauan ku juga yang merupakan seorang ayah dan lebih tau kebaikan untuk nya"kata logan marah,membuat Zee yang memang selama ini belum pergi namun mendengarkan pembicaraan mereka dari atas terdiam


"Apa selama ini aku sebegitunya membebani ayah"batin Zee sedang kan Ziya yang berada di belakangnya hanya diam memandang Zee sedih


"Anu..Zee kurasa ayah hanya..."kata Ziya terpotong


"Tak apa kak yang di bilang ayah itu benar"potong Zee lalu masuk ke kamar


"Zee aku tak suka melihat mu terpuruk seperti ini"kata Ziya sambil menutup pintu kamarnya


"Aku tak apa kak tenang aku baik baik saja dan masih bisa menjaga emosiku"kata Zee sambil tersenyum setidaknya ia tak mau membuat kakaknya ikut terbebani masalah nya


"Sudah malam besok kita harus ke Zl bukan mari istirahat agar besok lebih segar"kata Zee lalu Ziya naik ke kasur dan tertidur


"Selamat malam adikku jangan merasa terbebani ya"kata Ziya sambil mengecup kening Zee


"Selamat malam juga kak"kata Zee


Sampai tengah malam Zee tidak bisa tertidur ia kepikiran tentang ucapan ayahnya,lalu tiba tiba tubuhnya terasa sakit


"Sakit sekali"batin Zee sambil memegang dadanya


"Bukankah racun api itu sudah keluar"batin zee


"Zee tenang kau tidak boleh seperti dulu kau adalah Zeena yang baru bukan Zeena yang lemah lagi"batinnya,dirasa sudah cukup tenang ia kembali ke kasurnya dan tidur


Pagi hari Zee dan Ziya terbangun membersihkan diri,memakai seragam dan sarapan,sebelum pergi Zee berbalik dan menatap ayahnya


"Ayah keputusan yang kau ambil adalah hak mu,kali ini dan seterusnya aku tak akan menggangu mu lagi dengan alasan apapun dari ku kau pasti senang kan"kata Zee lalu pergi membuat logan terkejut dengan perkataan anak bungsunya itu,ternyata Zeena mendengar semua yang ia katakan,


semalaman ia berfikir bahwa ia sudah kelewatan terhadap Zeena apalagi yang ia ucapkan kemarin pasti sudah melukai perasaan anaknya jika memang Zee mendengarnya,ia jadi teringat tentang mental Zee yang pernah terganggu ia takut itu akan terjadi lagi


"Zhu aku sudah kelewatan ya"tanya logan


"Ya kau sangat kelewatan sampai aku tak menyangka akan hal itu"kata Zhu lalu pergi meninggalkan logan sendiri


"Apa yang harus aku lakukan"batin logan.


Di sekolah di kelas Zee,ia hanya melamun membuat ia tak fokus pada pembicaraan teman temannya


"Hei Zee kau dengar tidak"tanya Jiali


"Ahh ya ada apa"tanya Zee setelah sadar


"Perusahaan Zl ternyata menyediakan alat transportasi untuk kita jadi bersiaplah karna sebentar lagi kita akan berangkat"kata jiali,


lalu mereka bersiap siap,dirasa barang yang di perlukan lengkap mereka pergi ke gerbang dan sudah menunggu dua mobil di gerbang,mereka masuk ke dalam mobil masing masing tiga orang,mobil pertama Zee,Nian Nian Tarako,mobil kedua Jiali,Ziya dan Tetsuya,mobil segera jalan menuju perusahaan Zl,


tiga puluh menit kemudian mereka sampai di gedung utama Zl,itu sangat besar dan mewah,saat masuk mereka di sambut hangat oleh karyawan di sana


"Selamat pagi Adik adik silahkan ikut saya"kata resepsionis lalu mereka masuk ke dalam lift dan menuju lantai atas..


,sesampainya di atas mereka keluar dari lift dan di antar ke ruang pertemuan yang sudah di ubah menjadi ruang gaya remaja agar tak kaku,mereka masuk dan melihat seseorang sedang membaca koran,pria itu sangat tampan dengan visual sampingnya,melirik gerombolan remaja di depannya ia terkejut ada bosnya di sana


"Wahh mau pamer skil tapi ada bos"batin Ryuga


"Selamat pagi pak sekertaris Ryu"sapa mereka bahkan Zee juga ikut membungkuk hormat


"Ahh ya selamat pagi anak anak tak perlu setegang itu santai saja anggaplah rumah sendiri"kata Ryuga,mereka lalu duduk dan Ryuga menyuruh seseorang menyiapkan minuman


"Oh ya saya masih belum tau loh nama kalian"tanya Ryuga lalu Tarako selaku ketua memperkenalkan diri terlebih dahulu


"Saya Yuji Tara terima kasih sudah menerima kunjungan kami"kata Tarako


"Saya Jiali"kata jiali


"Saya Tetsuya Runo salam pak"kata Tetsuya


"Saya Song Nian salam"kata Nian Nian


"Dia adik Lian Lian kah cantik seperti kakaknya tapi masih cantikan Lian Lian lah"batin Ryuga


"Saya Zeena"kata Zee


"Saya Ziya salam"kata Ziya


"Kalian kembar ya"tanya Ryuga basa basi


"Ya saya kakak dari Zee"kata Ziya,mereka berbincang bincang sebentar sebelum Ryuga mengajak mereka berkeliling


"Mari aku tunjukkan kepada kalian sebuah proyek baru yang akan di buka Minggu depan,kali ini kalian sangat beruntung menjadi tamu pertama kami"kata Ryuga lalu mereka turun ke bawah dan menaiki sebuah bus,berjalan tidak jauh dari sana mereka sampai pada sebuah gerbang besar,saat gerbang terbuka mereka masuk dan mereka seperti berpindah dimensi ke masa depan,di sepanjang jalan ada sebuah taman dengan rusa yang berkeliaran,di depan ada sebuah gedung tinggi walau tak setinggi gedung Zl,mereka turun dari bus


"Selamat datang di dunia game di dalam gedung itu kalian akan melihat sesuatu yang lebih menarik dari ini"kata Ryuga,mereka masuk dan melihat tata letak dalam gedung di buat persis seperti di dalam game virtual


"Proyek kami adalah membuat sebuah Vidio game virtual 3d bertemakan sihir,di dalam game kita bisa bermain, melakukan banyak hal di dalam sana dan yang jelas menyelesaikan misi,ini juga bisa membantu menyembuhkan paranoid seseorang loh karna banyak pilihan tema juga"kata Ryuga


"Wahh keren"puji mereka


"Baik mari aku akan mengajak kalian merasakan langsung bagaimana rasanya di dalam dunia sana"kata Ryuga menyerahkan ponsol game dan kacamata pintar kepada mereka,mereka semua memakainya dan salah satu karyawan di sana segera mengaktifkan game itu,saat mereka membuka mata mereka seperti berada di dunia lain dengan karakter mereka masing-masing,mereka juga menggunakan baju ala kesatria yang pastinya mengikuti gaya mereka


"Waahh ini seperti mimpi tapi nyata"kata Tetsuya


"Benar"jawab yang lainnya,mereka bermain cukup lama di sana sampai waktu menunjukkan waktu makan siang,mereka istirahat dan pergi ke restoran Ander's dan semua makan siang mereka Ryuga yang mentraktir


"Terima kasih pak jadi merepotkan Anda"kata Tara


"Tak apa itu tanggung jawab saya karna bagaimanapun kalian kan tamu kami"kata Ryuga


"Bisakah kalian memanggilku dengan kak Ryuga saja mendengar kata pak membuat seperti saya itu sudah tua umur kita kan tak terpaut jauh"kata Ryuga


"kami kan tidak akrab pak"kata Tetsuya langsung membuat teman temannya terdiam dan meliriknya terkejut begitu juga dengan Ryuga yang langsung mati gaya karna perkataan bocah didepannya


***duhh Tetsuya lu polos apa bego


kasian tuh temen temennya


pada tekanan batin🤭


lanjut seru


ehhh seru lanjut


tinggalkan jejak kalian


love you all 😘***


)//////////(

__ADS_1


__ADS_2