Magic Blood

Magic Blood
chapter 29


__ADS_3

lanjut


////////


"Karna mereka ingin melihat indahnya santet"kata Ari ngasal lalu dijitak oleh Mona


"Sunset bukan santet,memangnya santet ada dinegara ini"kata Mona membuat Ari cengengesan


"Sepertinya menarik"kata Ziya


"Itulah alasan ku mengajak kalian kesini"kata Ari di angguki teman teman nya dan tersenyum senang


"Kalau begitu bagaimana jika setelah makan kita pergi melihat"ajak Jiali


"Oke"jawab mereka,


lalu makanan yang mereka pesan pun datang,ikan bakar dengan sambal diatasnya ditambah lalapan dan semangkuk nasi diatas piring yang terbuat dari keramik tanah liat, terdapat dua piring masing masing pesanan


"Ini makanan apa"tanya Ziya sambil melihat makanan asing didepannya


"Ini ikan bakar"kata Ari sambil menyisihkan potongan timun dari piringnya ke piring Zee sambil cengengesan menatap tuannya


"Ck aku tau jika ini ikan bakar maksudnya kenapa dikemas seperti ini"kata Ziya


"Ini makanan khas dari negara kami"jawab wanita yang mengantarkan makanan mereka


"Kalian bukan dari negara ini"tanya Wulan diangguki wanita itu


"Saya dari negara seribu pulau yang jauh dari sini,makanan ini memang sudah menjadi makanan yang melekat di daerah kami apalagi bagi yang di pesisir pantai"jawab wanita itu


"Seribu pulau"kata Noriko


"Maksudmu negara dengan banyak kebudayaan nya,ah Jangan lupakan tentang bahasa mereka,sangat banyak"kata Ziya


"Sungguh aku jadi ingin kesana"kata Nian Nian


"Berkunjunglah sesekali"kata wanita itu lalu pergi meninggalkan mereka,


mereka pun mulai memakan makanan mereka,setelah selesai makan Ari membayar semuanya dan pergi,tapi bisa dikatakan Zee yang membayar karna ternyata Ari masih menyimpan kartu miliknya,kartu pribadi bukan dari logan tapi dari perusahaan nya


"Ptss Zee"bisik Ari saat melihat teman temannya sudah jalan didepan,Zee menengok dan mengangkat alisnya


"Ini"kata Ari sambil memberikan kartu


"Heheheh aku menggunakan nya lagi"kata Ari cengengesan


"Tidak apa apa"kata Zee lalu mereka melanjutkan perjalanan mereka menuju pesisir pantai


"Disini sangat ramai"kata Ziya


"Iya padahal bukan hari libur"kata Nian Nian,setelahnya mereka menikmati keindahan alam di sore hari mereka juga berfoto bersama dengan penuh canda tawa,setelah menikmati keindahan alam mereka pun berpisah untuk pulang,Noriko di jemput oleh sopir keluarganya,Wulan bersama mona menggunakan taksi,awalnya Nian Nian menawari tumpangan pada mereka tapi mereka menolak karena sudah sangat sore,Ari dijemput Quan dengan Mogenya sedangkan Zee,Jiali,dan Nian Nian membawa mobil mereka masing masing,Ziya? Ya bareng adiknya


Sedangkan di tempat lain tepatnya di pulau tempat persembunyian Huang Tian


....Bruk.....prang....akhhh


Suara bantingan keras terdengar hingga suara teriakan seseorang


"Kau membuat ku marah Zhong,kau bahkan tidak bisa melenyapkan Dewi es dan air yang lemah itu"teriak Huang Tian setelah melempar anaknya


"Uhuk aku akan memperbaiki kesalahan ini ayah percayalah"kata Huang Zhong sambil berusaha berdiri,Huang Tian mendekat dan mencekik anaknya


"Lakukan dengan benar atau kau yang akan mati di tangan ku kau dengar"teriak Huang Tian lalu pergi setelah melepaskan cengkraman tangan di leher anaknya,setelah Huang Tian pergi


"Akhhh sialan"teriak Huang Zhong


"Kalian semua harus mati anak dewa"teriaknya lagi


Sedangkan di rumah tempat Tetsuya tinggal ia merasa seperti orang asing di rumahnya


"Emm anu kak"panggil Tetsuya ragu sambil melihat kakaknya yang sedang asik tertawa bersama gadis yang ia bawa


"Iya Runo"kata Thosikari


"Dia siapa,apa kakak kenal"tanya Tetsuya


"Ahh dia...."kata Thosikari


"Aku Lyra pacar kakakmu"kata lyra membuat Thosikari dan Tetsuya terkejut


"Hahh pacar...ka..kalian...pacar"kaget Tetsuya


"Iy....Hmppp"ucapan lyra terpotong saat Thosikari menutup mulutnya menggunakan tangannya


"Ahahahha ja..jangan percaya dia hanya bercanda,dia teman kakak"kata Thosikari sambil memalingkan wajahnya


"Oh"jawab Tetsuya heran dengan sikap kakaknya


"Akhh sudah sudah aku akan menyiapkan makanan"kata Thosikari lalu berdiri dan menuju dapur meninggalkan lyra dan Tetsuya


"Eummm itu"kata Tetsuya ragu


"Aku mau kekamar"kata lyra lalu berdiri dan masuk kekamar Thosikari,dari arah dapur


"RUNO.....belikan kakak kelapa dan daging,di kulkas sudah habis"teriak Thosikari


"iya kak"kata Tetsuya lalu berdiri memasuki kamarnya dan bersiap, setelahnya dia pun pergi,didalam kamar lyra menutupi wajahnya dengan bantal


"Akhh malunya"teriak lyra lalu berbalik


"Adhara bodoh"kata lyra pelan lalu membenamkan wajahnya di kedua tangannya


Tengah malam di atap gedung,Huang Zhong sedang memandangi pemandangan dibawah sana, dibelakangnya terdapat sepuluh makhluk yang sedang menunggu perintah nya,makhluk yang sama seperti kepala sekolah Luna alami hanya saja dengan bentuk dan wajah yang berbeda,mereka seperti zombie yang bergerak tak berarah namun tetap mengikuti apa yang Huang Zhong katakan


"Era kehancuran dimulai sekarang"kata Huang Zhong lalu menghilang bersama kesepuluh makhluk itu


Paginya saat dijalan menuju sekolah Zee melirik langit dengan pandangan yang rumit


"Ada apa Zee"tanya Ziya di sebelahnya


"Entahlah aku hanya merasa hari ini sedikit aneh"kata Zee


"Mungkin karna kau kurang tidur"kata Ziya di angguki Zee


"Memang iya sih"kata Zee sambil cengengesan,pasalnya ia sibuk karna sebentar lagi ulang tahun perusahaan miliknya jadi Ryuga slalu saja mengganggu nya


Sesampainya disekolah ternyata mereka semua dikumpulkan di aula


"Ada apa ini"tanya Zee yang baru saja datang


"Kami juga tidak tau"jawab Ari


"Dimana Wulan dan Nian Nian"tanya Ziya karna tidak melihat mereka berdua


"Mereka menyusul Mona karna sedari tadi mona tidak kembali dari kamar mandi"jawab Jiali,lalu kepala sekolah Luna menaiki podium


"Selamat pagi anak anak"sapa kepala sekolah


"Selamat pagi kepala sekolah"jawab semua murid disana


"Mungkin kalian bertanya tanya kenapa saya mengumpulkan kalian disini"kata Luna sambil tersenyum kecil,dan makin lama menjadi senyuman misterius


"Karna ini adalah hari kehancuran Tensius"kata Luna dengan suara berat seperti laki laki membuat semuanya terkejut,mereka lebih terkejut saat melihat kepala sekolah Luna juga guru guru dibelakang perlahan berubah


"Huang Zhong"kata Zee pelan


"Ahahhahah"tawa Huang Zhong keras


"Serang mereka semua"teriak Huang Zhong dan kesepuluh makhluk yang menyamar menjadi guru tadi langsung turun dari tribun dan menyerang siswa siswa dibawah

__ADS_1


namun sesuatu terjadi membuat Zee dan yang lainnya terkejut,bagaimana tidak dengan mata kepalanya sendiri mereka melihat sebagian siswa Tensius menggunakan sihir,tepatnya anak kelas A2 yang didominasi oleh perempuan,dan yang lainnya segera berlindung dibalik Aray yang dibuat oleh siswa yang memiliki sihir tipe Aray


"Aku...aku tidak salah lihat kan"kata jiali


"Mereka memiliki sihir"kata Ari


"Tuan awas"teriak Quan lalu menendang kepala salah satu makhluk yang akan menyerang Zee dari belakang


"Mereka...."tanya Zee


"Aku juga baru tuan"kata Quan seakan tau Zee ingin menanyakan apa,Tetsuya mendekati Ziya


"kau baik baik saja kan"tanya Tetsuya


"Iya"jawab Ziya


"Apa kau juga memiliki sihir"tanya Ziya


"Aku tidak tau"jawab Tetsuya


"Sebagian dari kita tersegel ingatan tentang sihir"kata Tara dari belakang Jiali sambil menunjuk ke arah Teo yang sedang menggunakan elemen apinya menyerang makhluk makhluk itu,juga ghai dengan elemen anginnya


"Ayo kita bantu"kata Zee


"Tetsu bawa kakaku masuk kedalam Aray apa kau bisa"kata Zee


"Ya"jawab Tetsuya lalu berlari menuju gerombolan siswa yang berlindung sambil membawa ziya.


jiali,Ari dan Zee pun ikut bertarung namun menggunakan satu elemen saja,api,petir,dan logam


"Lawanmu adalah aku"kata Huang Zhong sambil menghadang Zee yang hendak bertarung


"Kita bertemu lagi monster"kata Zee


"Terakhir kali kita bertemu kau sepertinya sekarat di tanganku,sayang sekali kau tidak mati,apa kau ingin merasakan nya lagi"kata Huang Zhong sambil melempar kan api hitamnya


"Tidak terima kasih"jawab Zee sambil menangkis api hitam milik Huang Zhong dengan pedang kembarnya,lalu mereka bertarung


Sedangkan didunia nyata tepatnya di sebuah lapangan luas,Raymond,Yord dan guru lainnya dibuat bengong


"Kita gx salah tempat kan"kata pak Raymond sambil mengecek hpnya


"Tidak ini memang lokasi sekolah"kata Bu Yord


"Tapi dimana gedung sekolah dan lainnya"kata pak Niken guru olahraga


"Apa dicuri"kata pak Naomie guru seni dan dibalas jitakan oleh Bu Yord


"Ehh ganteng mana ada pencuri yang ngegotong gedungnya juga"kata Bu Yord kesal


"Lapor pak logan saja"kata pak Niken


"Oke"kata Bu Yord lalu menelpon si pemilik sekolah


"Halo pak"kata Bu Yord


"....."logan,Bu Yord mengatakan semuanya tentang hal yang terjadi


"Baik pak maaf ganggu waktunya"kata Bu Yord lalu mematikan sambungan telepon nya


"Gimana"tanya pak Raymond


"Sihir"kata Bu Yord membuat semuanya menatap nya


"Tadi Zhu yang mengatakan jika mereka akan kesini,ia bilang sepertinya ini ada kaitannya dengan sihir"lanjutnya


"Apa kita akan menggunakan nya disini"tanya pak Naomie


"Mau gimana lagi,sepertinya memang sudah tidak dapat disembunyikan"kata Bu Yord


"Gunakan kekuatan hologram mu buat seolah gedung itu ada"kata Bu Yord kepada pak Naomie,pak Naomie lalu menggunakan sihir hologramnya dan membuat gedung buatan,lalu mereka menunggu Zhu dan yang lainnya datang


"Tidak kusangka kau lebih hebat dari terakhir kita bertemu"kata Huang Zhong


"Tentu saja aku akan menjadi yang terkuat agar aku bisa mengalahkan mu dan yang lainnya"kata Zee,


melihat sekitar,dan menyadari jika makhluk itu sudah tersisa tiga saja,dengan Jiali dan Ari yang membantu lainnya,Suji juga ikut dalam pertempuran ini bahkan dia duet dengan kakaknya,terlihat sekali tarako dengan cekatan menghadang tentakel yang akan menyerang Suji sambil menyerang balik,sedangkan Suji menggunakan bola apinya untuk membuntungkan tentakel tersebut


"Ahh aku baru ingat jika kita memiliki bantuan"kata jiali disela sela pertarungannya


"Apa itu"tanya Ari


"Lindungi aku"kata jiali di angguki Ari lalu ia memusatkan energi sihir pada dirinya dan dibelakangnya muncul dua dark knight (kesatria baja malam) dan membantu Jiali menyerang makhluk itu


"Wawww"kagum Ari


"Lawanmu didepanmu sialan"kata Huang Zhong sambil menendang tubuh Zee yang kurang fokus dan akibatnya ia pun terjatuh


"Zeena"teriak Ziya dari balik Aray,membuat Huang Zhong meliriknya dan tersenyum ganjil


"Ini akibat jika kau berani tidak fokus didepanku"kata Huang Zhong lalu melemparkannya bola petir kearah Aray,seketika Aray itu pecah membuat siswa penggunaan sihir tipe Aray terpental jatuh dan siswa siswi dibalik Aray semua teriak ketakutan


"Tara,Teo,Quan,ghai jaga yang lainnya kami yang menghadapi sisanya"teriak Jiali sambil menyuruh dark knight nya melindungi siswa yang kelelahan akibat bertarung,juga yang terluka, sedangkan ia melawan makhluk itu


Jiali melawan satu makhluk,Ari dan Suji melawan satu,dan kelompok Quan melawan makhluk satu lagi yang hendak menyerang siswa awam


"Kurang ajar"kata Zee pelan matanya pun memiliki dua lensa yang berarti Zee dan Zeena menguasai tubuh secara bersamaan


"Hemm"bingung Huang Zhong


"Sial mereka kuat sekali"kata Huang Zhong pelan lalu melirik Ziya yang bersembunyi dibalik Tetsuya,Huang Zhong tersenyum kejam dan melesat kearah depan Tetsuya membuat Tetsuya terkejut dan ia langsung di pukul hingga tersungkur jauh


"Tetsu"teriak Ziya lalu ia dicekik oleh Huang Zhong


"Kakak"teriak Zee lalu berlari kearah Huang Zhong


"Matilah"kata Huang Zhong sambil mengeluarkan bola api hitam yang pastinya memiliki racun yang sama seperti yang pernah ia berikan kepada Zee,saat hendak menyerang perut Ziya


"Tidak"teriak Zee lalu ia menggunakan kekuatan nya untuk menukar posisinya dengan kakaknya jadi saat Huang Zhong menyerang Ziya tepat sebelum terkena Zee menukar posisinya membuat ia harus terkena bola api hitam milik Huang Zhong untuk kedua kalinya,racun yang sangat mematikan di urutan pertama


"Kena kau"kata Huang Zhong yang ternyata memang sengaja menjebak Zee untuk mendekat


"Akhhh"teriak Zee,tanpa belas kasih Huang Zhong melempar Zee hingga menabrak tembok


"Zee"teriak teman teman nya


"Sa...sakit"keluh Zee sambil memegang dadanya,untuk kedua kalinya ia harus merasakan sakitnya terkena racun hitam


"Untuk kali ini kumohon bertahanlah"kata Zee pelan sambil berusaha bangkit ia melihat Jiali dan Ari yang menyerang Huang Zhong


"Zeena"kata Zee lirih


"Baiklah"kata Zeena batin lalu ia menguasai tubuh Zee dan mengeluarkan pedang sabitnya lalu melesat kearah Huang Zhong dan menedang kepala nya walaupun membutuhkan waktu yang lama


"Huhh puasnya"kata Zeena saat melihat Huang Zhong tersungkur


"Kurang ajar"teriak Huang Zhong lalu menyerang Zeena,namun melesat


"Yoss maaf gx kena"kata Zeena membuat Huang Zhong marah tepat sebelum ia menyerang sebuah cahaya keluar dari pintu aula lalu melesat dengan cepat menyerang ketiga mahluk tentakel itu sekaligus dan mereka pun mati,saat cahaya itu menghilang muncullah Zhu dalam bentuk keduanya atau Zhu versi dunia manusia kedua lengkap dengan dark knight ber Armor emas di belakangnya


"Ck mengganggu saja"kata Huang Zhong lalu berbalik dan hendak menyerang Zhu namun dengan cepat ditangkis oleh Golem tanah yang tiba tiba muncul didepannya,rupanya itu ulah pak Niken guru olahraga yang memiliki sihir tipe tanah,disebelahnya ada pak Raymond,pak Naomie juga Bu Yord,dan ternyata ada Lily juga,jangan lupakan logan yang sedang bersembunyi dibelakang mereka dengan Jimmy,juga Nian Nian,Wulan juga Mona yang sedang terkejut melihat hal ini


"Apa ini"kata Wulan sambil melihat sekelilingnya,awalnya ia hanya ingin menjemput Mona bersama Nian Nian namun tiba tiba ia malah melihat para guru didepannya yang membuat mereka sama sama terkejut,dan ia sekarang lebih terkejut lagi mengetahui hal diluar nalar ini


"Sekarang kau sendiri Huang"kata Zhu,membuat Huang Zhong kesal namun tidak bisa apa apa,karna memang nyatanya ia sendiri ia kalah


"Jangan harap kalian menang lain waktu"kata Huang Zhong lalu menghilang dari sana,Zhu menatap Zee dengan pandangan yang rumit begitu juga Zeena


"Kalian baik baik saja kan"tanya Nian Nian sambil mendekati Ari yang kelelahan

__ADS_1


"Akhh capek"keluh Ari lalu duduk sedangkan guru dan murid yang selamat membantu yang sedang terluka,Jiali mendekati mereka dan mengobrol sebentar


"Aku...bingung harus ngomong apa kenapa semuanya jadi aneh gini sih"kata Wulan


"Nanti akan kami jelaskan"kata logan tiba tiba datang dengan memapah Tetsuya dan berlalu melewati mereka,sedangkan Zhu mendekati Zee yang sedang sendirian menatap teman teman nya


"Zee....Zeena"kata Zhu saat merasakan aura yang berbeda dalam Zee


"Lama tidak berjumpa bibi"kata Zeena membuat Zhu menatapnya dan menunduk


"Hemm"dehem Zhu membuat Zeena merasa bersalah,bagaimana pun juga tanpa orang didepannya ini mungkin dia tidak akan terlahir kembali


"I...ibu Ziya datang"kata Zeena agak kaku jika memanggil adik dari ayah kandungnya dengan sebutan ibu bukannya bibi,Zhu yang mendengar itu hanya tersenyum dan mengusap rambut nya


"Tidak apa apa tak usah dipaksakan panggil saja seperti biasa kau memanggilku dulu"kata Zhu lalu menghampiri Ziya


"Kau baik baik saja kak"tanya Zhu sambil meneliti tubuh anaknya


"Aku oke Bu,oh ya asal ibu tau adik sangat keren tadi,wuahh rasanya aku juga ingin memiliki kekuatan"kata Ziya membuat Zeena meliriknya dan tersenyum,dan mendekat


"Kau juga bisa memiliki sihir Ziya"kata Zeena


"Sungguh"kata Ziya kaget sekaligus senang


"Apa aku bisa"kata Ziya lagi di angguki Zeena


"Wah kalau begitu ajarkan aku Zee,ibu kau akan mengajarkan ku sihir juga kan"kata Ziya sambil melirik ibunya


"Eummm itu baiklah"kata Zhu


"Yesss"kata Ziya senang sambil memeluk adik dan ibunya,logan yang sedang melihat Tetsuya di obati oleh anggota kesehatan sekolah hanya tersenyum kecil melihat interaksi istri dan anaknya


"Aku beruntung bisa lahir kembali di antara orang orang yang menyayangi ku"batin Zeena tersenyum


"Zee bisakah"batin Zeena lalu memejamkan matanya dan tersenyum


"Terima kasih"kata Zeena seperti nya untuk saat ini dia yang akan mengambil alih tubuh nya


"Ini jam berapa"tanya Ziya


"Ini sudah malam"kata zhu membuat Ziya terkejut


"Apa cepat sekali"kaget Ziya


"Karna ini bukan di dunia nyata melainkan labirin waktu makanya jangka waktu di sini dengan dunia nyata berbeda jauh"kata Zhu diangguki Ziya


"Lalu apakah semua yang berada di tensius memang sudah tau mengenai sihir Bu"tanya Zeena


"Sebagian...makanya mereka tidak terkejut"kata Zhu


"Baiklah ayo kita pulang kalian pasti lelah"kata logan tiba tiba datang dan mereka pun pergi begitupun dengan teman teman Zee


Di kamar mandi Zeena hanya menatap ruangan itu dengan pandangan yang rumit,lalu ia membuka pintu setengah dan memunculkan kepalanya mencari keberadaan Ziya atau kakaknya dimasa sekarang


"Ziya bagaimana cara menggunakan ini"kata Zeena sambil menunjukkan botol shampoo,membuat Ziya kaget dan bingung sekaligus namun tetap mendekat sambil terkekeh


"Ini untuk rambut"kata Ziya di angguki Zeena


"Kau seperti orang pikun saja"kata Ziya membuat Zeena tersenyum malu,lalu menggunakan shampo itu dan mengusapnya di rambut,setelah selesai ia keluar namun itu membuat Ziya terkejut dan melemparkan handuk ke arah Zeena


"Kau itu bodoh ya"kata Ziya sambil menyerat Zeena kekamar mandi lalu membilas rambutnya yang penuh dengan busa tadi


"Kau tidak menyuruh ku untuk menyiram nya lagi kan"kata Zeena sambil melihat ziya yang sedang mengusap usap rambutnya dengan handuknya


"Haiss seperti nya otakmu ketinggalan separo"kata Ziya lalu mengambil jubah mandi


"Pakai,saat keluar dari kamar mandi gunakan handuk atau jubah mandi ini jangan seperti tadi lagi,bagaimana jika ada orang lain"kata Ziya lalu keluar,


Zeena mengekor dibelakang nya,lalu menuju lemari yang pernah Zee dekati,sambil meneliti pakaian didalam sana


"Aku harus menggunakan apa"tanya Zeena membuat Ziya menatap nya aneh namun tetap mengambilkan piyama milik adiknya


"Pakai ini dan kebawah untuk makan malam"kata Ziya lalu meninggalkan Zeena sendiri


"Dia seperti orang lain saja"kata Ziya sambil menuruni tangga


"Malam"sapa Ziya


"Malam juga sayang"kata logan dan Zhu


"Dimana adikmu"tanya logan


"Masih diatas,hari ini dia sangat aneh"kata Ziya


"Aneh gimana"tanya logan


"Dia seperti orang asing,seperti bukan Zee yang biasanya"kata Ziya membuat Zhu menatapnya


"Benarkah"tanya logan diangguki Ziya


"Mungkin hanya perasaan mu saja kak"kata Zhu lalu memasukkan nasi kepiring masing masing,setelah itu Zeena datang ke bawah menghampiri mereka dan langsung duduk,logan menatap anaknya intens


"Ada apa"tanya Zeena


"Kau terlihat berbeda Zee"kata logan


"Benar kan"kata Ziya


"Aku..."Zeena


"Dia hanya lelah kalian tau kan dia tadi habis bertarung"kata Zhu


"Iya juga ya"kata Ziya dan logan


"Sudah sudah ayo makan"kata Zhu lalu mereka berempat makan malam bersama


"Makan malam ya"batin Zeena sambil mengunyah makanan nya


"Terakhir kali aku makan malam bersama ayah dan ibu.....sebelum aku mati di tangan Huang Tian"batin Zeena


"Dan sekarang,apa aku bersyukur mempunyai keluarga lagi"batinnya


"Iya aku bersyukur sekali,sangat"batin Zeena sambil tersenyum kecil


"Ada apa Zee apa makanan nya memiliki rasa yang aneh"tanya Zhu melihat Zee tersenyum


"Tidak Bu,ini sangat enak"kata Zeena membuat Zhu terbang


"Benar ini enak"kata Ziya di angguki logan


"Akhh kalian aku terbang nanti"kata Zhu di sauti tawa oleh suami dan anak anaknya,setelah makan malam mereka kembali ke kamar masing-masing dan istirahat


Sedangkan Zee masa sekarang berada di alam bawah sadar sedang melakukan penyatuan dengan ingatan ingatan masa lalu miliknya,mulai dari dimana dia sendirian sampai memiliki teman


FLASHBACK


Di dunia atas pada ratusan tahun yang lalu Zeena hanyalah seseorang yang dijauhi banyak dewa karna kekuatan nya,mereka menganggap bahwa memiliki elemen kegelapan adalah kutukan,saat Zeena muncul pasti mereka menghindar sambil berbisik bisik tetangga,sedangkan tanggapan Zee hanya diam saja,karna baginya percuma jika membela diri nyatanya memang ia memiliki elemen kegelapan itu,karna tidak tahan dia memilih menyendiri,saat itu ia baru berumur sepuluh tahun


***umur sepuluh tahun


kalian ngapain aja


see you next time 😘


love you all


rame lanjut***


//////

__ADS_1


__ADS_2