
***lllllllllllll
lanjut kuy***
__________
"Sakit ya"kata Zee sambil meraba leher Jiali namun bekas gigitan itu tidak menghilang ia lupa jika sihir regenerasi hanya bisa ia gunakan pada dirinya sendiri
"Tentu saja kau menggigitku secara tiba-tiba"kata jiali kesal
"Maaf maaf"kata Zee
"Mau bayaran apa"tanya Zee
"Bayaran?"bingung Jiali
"Iya"kata Zee,Jiali menatapnya sekilas lalu menggeleng
"Tidak ada"kata jiali
"Ahh gx seru"kata Zee karna ia benci berhutang Budi
"Aku akan memintanya lain kali"kata jiali sambil mengulurkan tangannya dan di tangkap oleh Zee
"Baiklah"jawab Zee lalu mereka menghilang
*****
Malam telah lewat dan masa ujian Ari telah selesai,ia meminta maaf kepada Alucard karna hampir setiap menit ia menghisap darahnya hari itu namun Alucard hanya tersenyum dan berkata
"Apapun akan aku lakukan putri bahkan nyawaku aku siap"kata Alucard saat itu sedangkan Zee kembali normal seperti biasa nya setelah malam itu juga,Jiali karna kehilangan banyak darah ia harus kerumah sakit untuk sementara
Hari ini tim secret telah mendapatkan misi dan dibagi menjadi beberapa grup,Zee dengan Jiali,Quan dengan Ari,Tara dengan Naoya,Rey dengan Soren dan Suji sedangkan Nian Lian mereka sudah pergi Swiss untuk mencari hewan pendamping Nian Nian
Misi mereka adalah mengagalkan sebuah transaksi ilegal diberbagai tempat terpisah dan jika berhasil akan mendapatkan poin,Lily memberi batas waktu sampai dua hari,setelah memberi mereka misi Lily pergi ke negara Eden untuk membahas sesuatu bersama Sargas
Zee menjumpai Jiali dirumah sakit dan terlihat Jiali sedang berbincang bincang dengan hewan pendamping nya Luyten juga seorang perawat yang sedang memeriksa nya,terlihat bahwa perawat itu sedikit gugup saat dikelilingi orang orang cantik dan tampan,apalagi tidak bisa dipungkiri bahwa para hewan pendamping juga memiliki paras manusia yang tampan dan cantik,dan Luyten salah satunya,dalam wujud manusianya dia seperti pria muda berkarir yang sangat tampan dengan rambut hitam perak sebahunya yang diikat menambah kesan cool,padahal jelas jelas dia adalah lelaki pengangguran yang numpang dirumah orang🤭
"Jia apa aku mengganggu"tanya Zee setelah masuk lalu tersenyum keperawat dan Luyten
"Kyaa disapa anak pak logan"batin perawat senang
"Oh Zee kau datang rupanya"kata jiali
"Hei kau pergilah"usir Jiali kepada Luyten membuat Luyten murung
"Baiklah"kata Luyten lalu pergi ke tempat tinggal sementaranya yaitu tempat Quan
"Dan carilah pekerjaan jangan hanya bisa menumpang saja"kata jiali
"Iya iya"jawab Luyten lalu pergi disusul perawat itu yang sudah selesai
"Jadi bagaimana keadaan mu"tanya Zee
"Sudah lebih baik,bahkan sudah boleh pulang,jadi misi kita apa"kata jiali
"Menggagalkan sebuah transaksi senjata dan obat ilegal yang terjadi diberbagai tempat"kata Zee
"Titik lokasi kita dimana"tanya Jiali sambil melepas infusnya membuat Zee menatapnya dengan tatapan menyipit
"Distrik 04 dekat apartemen Recoil D4,tepatnya di gedung terbengkalai Scher gedung bekas rumah sakit"kata Zee menjelaskan
"Berapa targetnya dan berapa yang harus kita amankan"tanya Jiali lagi
"Jumlah orang 20,barang 100 dengan sebuah senjata lengkap revolver,minigun,RPG,pistol,bahkan bom pun ada berjumlah lebih dari 70 jadi semuanya yang akan kita sita berjumlah 100 lebih belum lagi dengan uang yang akan menjadi alat transaksi nya"kata Zee sambil membaca informasi di Hp miliknya
"Lengkap sekali informasi nya,bibi Lily ternyata jago juga mencari informasi"kata jiali membuat Zee terdiam pasalnya informasi ini ia cari sendiri sedangkan Lily hanya memberitahu tentang tempat dan lokasi strategis untuk menyerang
"Iya dia luar biasa"kata Zee
"Baiklah ayo pergi"kata jiali sambil turun dari ranjangnya
"Ah aku baru ingat aku mau ganti baju dulu"kata jiali lalu mengambil paper bag berisi seragam khusus yang dibawa oleh Zee lalu ia pergi kekamar mandi,setelah beberapa menit Jiali keluar dengan baju yang sudah diganti, mengenakan celana hitam panjang dan kemeja putih pas body,dan dasi hitam yang belum di pasang
"Baik kita mulai darimana"kata jiali sambil mengikat rambutnya
"kita akan masuk melalui titik yang sudah ditentukan"kata Zee sambil menyerahkan hpnya kepada Jiali lalu membantu Jiali menggunakan dasinya
"Bukankah jika dengan sihir akan mudah"kata jiali
"Memang iya Tapi sebisa mungkin orang lain jangan sampai tau"kata Zee diangguki Jiali lalu mereka pun bersiap,karena tidak memungkinkan menggunakan mobil ataupun sihir sehingga mereka berangkat kekota lain menggunakan motor trail dan mulai menjalankan misi dan untuk berjaga jaga mereka menggunakan sihir penyamaran wajah agar lebih aman
Sesampainya di tempat tujuan mereka mengenakan topeng setengah wajah agar tidak diketahui identitasnya dan mulai menjalankan tugas nya,sambil membawa pistol berisi peluru karet mereka mulai menyusuri gedung itu,dengan kode tangan Jiali mulai melancarkan aksinya dengan melumpuhkan lawan yang berjaga di luar,sedangkan Zee ia mengintai situasi lalu mereka menuju lantai atas tempat transaksi di lakukan, sesampainya di lantai atas dengan sedikit kendala karna banyaknya musuh yang berjaga lebih dari yang diinformasikan akhirnya mereka sampai dan mengendap endap kedalam,terlihat beberapa kelompok sedang berbicara dan mulai melakukan jual beli,disaat mengawasi mereka tidak menyadari jika salah seorang sedang berjalan tanpa suara dibelakang mereka dan
......Bukk..... bukkk......
Dua pukulan menggunakan balok pria itu pukulkan pada area leher sehingga membuat kedua gadis itu pingsan seketika,lalu para kelompok itu hanya tersenyum,rupanya mereka sudah mengetahui hal ini dan bersandiwara seolah mereka tidak mengetahui bahwa tidak ada bahaya
"Mereka benar benar merepotkan"kata ketua kelompok serigala Bokang
"Siapa sebenarnya mereka,baru kali ini transaksi kita ketahuan jelas jelas kita lakukan tanpa persiapan"kata ketua geng harimau Hima
"Entahlah,lalu kita apakan mereka"tanya Bokang
"Ikat mereka lalu telpon penjual organ atau pemilik clup malam"kata Hima lalu mendekat dan mengangkat wajah Jiali yang sudah tidak mengenakan topeng
"Cantik sekali tapi sayang sekali kau sudah mengganggu ketenangan ku maka menderita lah"kata Hima lalu beralih dari sana
"Ikat mereka berdua di kursi"perintah Hima lalu kelompok harimau mengikat Jiali dan Zee disatu kursi
Beberapa jam kemudian transaksi sudah dilakukan namun entah kenapa mereka belum juga pergi dari sana,lalu beberapa menit kemudian mereka kedatangan mafia terkenal dikalangan dunia hitam di antara kelompok itu
"Bukankah dia adalah ketua mafia terkenal black"kata Bokang saat melihat black datang dengan sepuluh anak buahnya
"Aku ingin membeli barang kalian"kata black to the poin
"Maaf tuan black,barangnya sudah di beli oleh ketua Hima,apa tuan black ingin yang lainya,oh ya kami naru saja menangkap dua penguntit cantik jika tuan mau kami bisa menjualnya kepada tuan black untuk bersenang-senang"kata Bokang
"Tidak tertarik"kata black,tentu saja tidak tertarik pasalnya dia sudah memiliki istri yang sangat ia cintai
"Begitu ya"kata Bokang lalu seseorang berlari kearah Hima
"Bos beberapa teman kita mengalami kejang kejang bos"lapor anak buah Hima sambil terengah-engah
__ADS_1
"Apa bagaimana bisa"teriak Hima
"Mereka seperti keracunan"kata anak buah Hima
"Bos gawat teman teman kita banyak yang tewas keracunan bos"suara anak buah Bokang terdengar dari holkitoki
"Bagaimana bisa"teriak Bokang sambil melirik Hima lalu Hima mengangkat bahunya
"Apa mereka kejang kejang"tanya Bokang
"Be...benar bos mereka tiba tiba kejang kejang lalu mati seketika"kata anak buahnya
"Cari penyebabnya sampai ketemu jika tidak aku akan membunuhmu"perintah bokang marah
"Baik bos"kata anak buahnya begitu juga anak buah Hima yang juga disuruh mencari tau
"Tidak perlu mencari tau karna itu ulah kami"kata Zee tiba tiba berbicara membuat semua yang berada disana menengok kearahnya dan terkejut saat melihat Zee sudah berdiri sambil memegang tali yang mengikatnya tadi sedangkan Jiali sudah tidak ada
"Kau bagaimana bisa lepas"kaget Hima
"Rahasia"kata Zee,belum selesai dengan rasa terkejutnya mereka di buat kaget lagi saat mendengar sebuah teriakan dan saat melihat kebelakang mereka anak buah mereka yang berjumlah sepuluh sudah terkapar mati dengan luka tusuk di jantung mereka dengan Jiali yang duduk santai di salah satu mayat dengan memainkan pisau lipatnya sambil menopang dagunya dengan senyuman manis,walaupun menggunakan topeng setengah wajah namun mereka dapat melihat senyum ejekan di wajah Jiali
"Kurang ajar mati kau"teriak Hima lalu menembakkan peluru nya ke arah Jiali
Dor dor dor dor
Suara tembakan menggema di ruangan diikuti anak buah yang tersisa namun Jiali dengan penuh taktik menggunakan salah satu tubuh yang sudah mati itu sebagai tameng sehingga mereka menembaki kawan mereka sendiri walaupun sudah mati
"Berhenti bersembunyi bangsat"teriak Bokang ikut menembakkan peluru nya,
sedangkan Zee ia sedang berhadapan dengan black dan anak buahnya
"Kau yang menggangu bisnis dunia bawah maka matilah"kata black belum tau jika didepannya adalah bosnya sendiri
"Cobalah"tantang Zee,lalu anak buah black menyerang Zee secara bersamaan sedangkan black hanya diam saja,pertarungan terjadi dengan beberapa anak buah black yang memegang senjata tajam
"Waww mau langsung mengantar nyawa kah"kata Zee sekilas ia terlihat seperti haus akan darah lagi lalu mengambil dua belati di sebuah meja dan menyerang anak buah black dengan gesit namun terlihat halus tanpa ada celah sehingga menyulitkan anak buah black untuk menghindar sehingga dalam sekejap Zee dapat melumpuhkan tiga lawan dengan cara membuat mereka pingsan tanpa membunuhnya
"Hebat sekali"batin Black jarang sekali ia memuji seseorang namun kali ini ia memuji orang selain bosnya itu menurut fikirannya,jelas jelas memang bosnya sendiri
"Bolehkah aku membunuh mereka"tanya Zee
"Berani kau membunuh mereka aku akan membunuhmu saat itu juga"kata black
"Ngeri"kata Zee namun
Crass....
Salah satu tangan anak buah black sudah tergeletak di lantai disusul teriakan sang korban karna ulah Zee
"Akhh"teriak anak buah black
"Untuk menghilangkan penderitaan nya bukankah ada baiknya jika dibunuh"kata Zee sambil menjilat belatinya
"Sial aku malah ketagihan"batin Zee
"Kalian mundur dan obati Dimas"perintah black lalu keenam anak buahnya membawa teman teman mereka mundur untuk diobati segera
"Lawanmu kini adalah aku"kata black
Di tempat yang sama tepatnya Jiali saat ini ia sudah membunuh bokang dan anak buahnya dan tersisa Hima yang sudah terluka parah
"Kenapa kalian lemah sekali"kata jiali sambil mendekati Hima dengan pedang kecil di tangannya
"Si...siapa kalian"tanya Hima disela sela sakitnya
"Perkenalkan kami dari sebuah organisasi baru,organisasi yang akan melenyapkan orang orang yang hanya bisa merusak masa depan negara ataupun seseorang,panggil kami Secret,aneh memang kenapa aku memberitahu mu jika nama kami adalah rahasia,emm baiknya kita bungkam saja ya"kata jiali berbicara sendiri membuat Hima ketakutan
"Le..lepaskan aku dan aku akan memberikan sebagian harta ku"kata Hima mencoba menegosiasi
"Hartamu tak sebanding dengan ku"kata jiali sedikit Sombong,memainkan mental seseorang adalah kesukaannya
"A..aku mohon"kata Hima memelas sambil mencoba memegang kaki Jiali
"Hehehe"kekeh Jiali lalu dalam sekejap terhenti dan melirik Hima dengan datar lalu mengangkat pistol miliknya tepat di depan kening Hima
"Bergabunglah dengan anak buahmu di neraka"kata jiali lalu
Dorr.....
Ia menembak mati Hima tepat dikeningnya setelah itu ia melirik Zee yang sedang bertarung dengan seseorang
Di tempat Zee ia dan black sedikit imbang namun black akui jika lawannya kini benar benar sulit untuk dibunuh
"Matilah"kata black lalu mengeluarkan revolver miliknya.
Dorrr dorr dor....
Tiga tembakan ia lepaskan dari jarak dekat namun sama sekali tidak mengenai target hanya topengnya saja dan terlepas
"Hebat sekali"kata Zee kagum sambil mengelap darah di pipinya akibat tergores peluru black lalu menjilatinya
"Hah hah manis"kata Zee pelan,lalu melirik situasi dimana Jiali sudah pergi mengamankan semua barang transaksi beserta uangnya dibantu Luyten dengan gesit dan rapi sehingga tidak ada yang menyadari jika transaksi hari ini gagal total
"Hahh misiku selesai sampai jumpa lagi black"kata Zee sambil mengambil topengnya lalu memakainya kembali dan pergi menuju balik pintu dan menghilang,black hanya menatapnya datar lalu salah satu anak buahnya bertanya.
"Bos sekarang bagaimana"tanya anak buah black
"Pulang"singkat black lalu mereka pergi dari sana meninggalkan banyak nya mayat disana lalu ia menyuruh beberapa anak buahnya untuk membakar gedung terbengkalai tersebut agar mereka tenang setidaknya walaupun tak dikubur namun dibakar oke juga menurut black lalu pergi dari sana
Zee dan Jiali mengendarai trail mereka ke arah pantai dan beristirahat disana
"Soda"tawar jiali sambil memberikan kaleng minuman ke Zee
"Thanks"jawab Zee sambil menerima kaleng minuman itu lalu membuka dan meminumnya
"Hari yang melelahkan ya"kata jiali
"Ya tapi sepadan kan setidaknya transaksi nya gagal total"kata Zee
"Oh ya apa tidak apa apa kita membunuh mereka semua,bibi Lily kan hanya menyuruh kita menggagalkan usaha gelap mereka saja lalu mengamankan semua barang"kata jiali
"Membunuh mereka termasuk menggagalkan usaha dan juga untuk mengurangi sampah"kata Zee santai sambil menegak minumannya
__ADS_1
"Umurmu berapa"tanya Jiali baru sadar
"Beberapa Minggu lagi 18"kata Zee
"Jadi bolehlah minum,satu kaleng ini kan"lanjutnya
"Kau"tanya Zee
"Aku...18 dari bulan lalu"kata jiali
"Lho kok gx kasih tau sih kan gx bisa buat kado"kata Zee terkejut
"Eheheh lagian kado terbaik sudah aku dapatkan kok"kata jiali
"Apa itu"tanya Zee
"Kalian semua,teman teman ku"kata jiali
"Akhh so sweet"kata Zee terharu lalu tertawa bersama
"Aku janji stelah ini akan memberikan kado untuk mu"kata Zee
"Baiklah aku tunggu ya"kata jiali
******
Tinggalkan mereka kini kita beralih kepada dua anak song yang sekarang berada di Swiss untuk mencari hewan pendamping milik Nian Nian
"Hachim...Hachim...Hachom"bersin terakhir terdengar sangat keras
"Akhh dingin sekali"kata Nian Nian sambil menggosok hidungnya yang memerah,lalu Lian mendekat datang sambil memberikan sarung tangan musim dingin pada adiknya lalu memakaikan syal pada leher Nian Nian.
"Lagian kenapa kau menyetujui permintaan ibu,kau kan tidak tahan dengan dingin"kesal Lian Lian sambil membenarkan tudung adiknya
"Eheheh lagian aku juga pengen mendapatkan hewan pendamping seperti kakak dan yang lainya,lagian aneh dong jika aku takut dengan dingin secara kan elemen utama bahkan elemen kehidupan ku adalah elemen es seperti yang dikatakan ibu jadi mau gx mau aku harus bisa"kata Nian Nian,ya sebelum mereka pergi Lily mengatakan bahwa elemen kehidupan dalam diri Nian Nian adalah es jadi ia harus menyatu dengan elemen nya sendiri.
"Jadi perkiraan kakak bagaimana"tanya Nian Nian pasalnya kakaknya sedang membuat sebuah peta koordinasi sesuai dengan perkiraan nya
"Hahh menurut hasil yang aku dapatkan sebuah berita simpang siur mengatakan bahwa ada keanehan di hutan Pinus barat dari kota ini,katanya ada penampakan sesuatu yang besar bermata menyeramkan,banyak penduduk itu mengatakan jika itu adalah monster ataupun hantu namun tidak dapat dipastikan dengan jelas,dan mereka tidak tau itu berbahaya atau tidak pasalnya ia hanya menampakan dirinya dimalam hari tanpa mengganggu manusia namun hewan hewan ternak di pinggiran yang jadi korbannya sehingga mereka akan memburunya jika terjadi kejadian yang sama lagi pasalnya ini sudah ketiga kalinya seorang peternak kehilangan hewan ternaknya dengan jumlah tidak sedikit"jelas Lian Lian panjang lebar
"Apa kakak yakin itu ada sangkut pautnya dengan hewan pendamping"tanya Nian Nian
"Ada tidaknya kakak tidak tau,jika ada bukanya bagus dan jika tidak ada apa salahnya kita membantu"kata Lian Lian
"Baiklah"jawab Nian Nian
"Baiklah kau bersiap saja kakak mau mengambil kunci mobil dulu"kata Lian Lian lalu pergi sedangkan Nian Nian memilih keluar dari rumah sementara mereka di Swiss,setelah itu mereka menggunakan mobil untuk pergi ke kota barat dimana terdapat hutan Pinus disana yang selalu lebat dengan salju walaupun musim panas sekalipun hanya berkurang setengahnya
Sesampainya di kota tujuannya mereka lalu masuk ke sebuah hutan Pinus dengan persiapan di tangan mereka,mereka menyusuri hutan dari siang hingga sore
"Kita buat tenda saja disini,titik yang tidak terlalu dingin dan sedikit salju"kata Lian Lian lalu mereka membangun tenda dan membawa penghangat tubuh juga,setelahnya mereka membuat api unggun
"Kau sedang tidak datang bulan kan"tanya Lian Lian
"Kakak tenang saja,itu masih lama makanya aku menyetujui permintaan ibu"kata Nian Nian menenangkan kakaknya pasalnya ia memiliki rahim dingin dimana jika sedang datang bulan akan merasakan disminore yang sangat menyakitkan lebih dari perempuan normal lainya
"Syukurlah"lega Lian Lian,ia lalu mengeluarkan beberapa makanan dan mereka mulai memakannya,setelah makan malam dan berbincang bincang sebentar mereka memutuskan untuk masuk tenda untuk beristirahat untuk melanjutkan pencariannya besok lagi,tanpa mereka sadari jika sedari tadi mereka sedang di intai oleh sesosok makhluk yang bersembunyi dibalik kegelapan lalu makhluk itu menghilang
Paginya mereka dikejutkan dengan berantakan nya di sekeliling mereka,bekas api unggun yang berserakan,bangku lipat rusak,dan beberapa pohon tumbang seperti terjadi kerusuhan di sana tapi anehnya kenapa mereka tidak sadar
"Wahh sambutan pagi yang berbeda"kata Lian Lian,Nian Nian melirik kakaknya
"Sambutan yang berbeda?"heran Nian Nian
"Tentu saja lihatlah saat kita membuka mata kita disuguhi pemandangan alam yang indah dan segar"kata Lian Lian
"Agak geser otaknya"batin Nian Nian jelas jelas berserakan di bilang indah
"Biasanya juga kalo kakak kemah dihutan memang seperti ini kan"kata Nian Nian
"Memang tapi berantakan seperti ini jarang terjadi"kata Lian Lian sambil membereskan kayu kayu yang berserakan diikuti Nian Nian
"Dan apa kau tau ini ulah sihir"kata Lian Lian membuat Nian Nian terkejut
"Bagaimana bisa ini ulah sihir"kata Nian Nian bingung,menyeret Nian Nian kearah pohon tumbang lalu Lian menunjukkan sebuah cakaran yang jika diteliti ada sebuah pantulan cahaya dari bekas cakaran itu dan itu adalah pantulan es,elemen es
"Bagaimana mungkin kenapa kita tidak menyadarinya"kaget Nian Nian
"Dugaan ku semakin yakin saat melihat keadaan ini,jelas jelas kerusakan seperti itu disebabkan oleh sesuatu yang besar pastinya kita akan terbangun tapi justru kita malah nyenyak saja"kata Lian Lian
"Dan"lanjutnya lalu mengeluarkan sihir angin nya lalu membuat pusaran angin yang langsung membersihkan tempat itu berserta tenda juga barang barang mereka membuat Nian Nian memutar matanya juga menyelipkan tangannya ke dalam saku jaketnya,lalu terlihatlah jejak besar di tanah yang sudah bersih dari salju
"Jejak hewan apa ini besar sekali"kata Nian Nian
"Lihatlah baik baik"kata Lian Lian sambil menunjuk jejak itu
"Serpihan sihir"kata Nian Nian saat melihat kepingan es kecil di jejak tersebut
"Benar"kata Lian Lian
"Jadi ini ulah sihir"kata Nian Nian
"Sepertinya"kata Lian Lian
"Kak"panggil Nian Nian saat merasakan sesuatu dalam dirinya
"Ada apa nian"tanya Lian Lian mendekat dan memegang tangan adiknya
"Dingin sekali"kata Lian Lian sambil menggosok tangannya
"Bukankah kau mempunyai elemen api gunakan itu untuk menghangatkan tubuhmu nian"kata Lian Lian
"A...aku sudah mencobanya tapi...dingin sekali"kata Nian Nian lalu ambruk di pelukan kakaknya
"Nian"teriak Lian Lian cemas lalu mengeluarkan sayapnya dan terbang dari sana menuju luar hutan dekat mobil mereka,dan pergi dari sana,saat mobil Lian Lian meninggalkan hutan sepasang mata mengikuti kemana arah mobil Lian Lian pergi
"Tuan"kata sosok itu lalu menghilang bersama serpihan salju
***Nian Nian kau kenapa😳
pada kepo ya yaudah ikutin Episode selanjutnya 🤭
see you next time 😘***
__ADS_1
///////)