
Adit pun menyelesaikan semua permasalahan di tempat itu tanpa membawa nama Black sama sekali, sedangkan Nana harus di larikan ke rumah sakit jiwa karena dia mengalami gangguan mental
Adit pun segera membawa Ara kembali ke kediaman mereka karena melihat keadaan Ara yang masih terpukul mengetahui segala kebenaran di dalam hidupnya, tak sedetik pun Adit melepaskan genggaman tangannya di kedua tangan Ara. Hal itu dia lakukan agar ingat bahwa dia akan selalu ada untuk Ara
Sesampainya di kediaman mereka Daffa langsung berlari ke arah Ara, melihat buah hatinya sedang berlari ke arah dirinya Ara pun langsung berjongkok untuk memeluk tubuh Daffa. Ara memeluk tubuh Daffa dengan sangat erat
"Aku ga sangka mama Tania bahkan berencana menghabisi Daffa yang masih sangat kecil" meneteskan air matanya
"Aku baik-baik aja kok mah mama jangan sedih lagi ya, kalau mama sedih kasian adik aku yang ada di perut mama"
Ara melepaskan pelukannya dan menatap wajah Daffa sambil menganggukkan kepalanya
"Mama ga sedih kok sayang, mama cuma bahagia karena kamu baik-baik aja"
Keluarga besar Mahardika pun ada di sana untuk menjaga cucu pertama mereka, ternyata saat mereka memainkan adegan sudah menghabisi Daffa. Saat itu Daffa langsung di bawa oleh kedua orang tua Adit
"Ya udah kamu istirahat dulu ya sayang, orang yang lagi hamil ga boleh terlalu stres sayang"
"Makasih ya mah" tersenyum tipis
"Kamu temenin mama tidur di kamar ya sayang"
"Ya mah"
Adit segera membawa Ara masuk ke dalam kamar dan meminta Ara untuk istirahat, tetapi Ara tak bisa memejamkan matanya sama sekali walaupun dia sudah memeluk Daffa. Ara terus menatap ke arah Daffa yang sudah tertidur pulas
"Kamu masih khawatir ya?" mengelus rambut Ara
"Aku cuma ga sangka ada manusia yang dengan mudah mau menghabisi nyawa orang lain kak, apalagi Daffa kan cuma anak kecil kak"
Hati Ara benar-benar hancur lebur di buat oleh kenyataan yang ada, Adit pun langsung memeluk erat tubuh Ara
__ADS_1
"Rambut boleh sama hitam tapi hati orang ga akan ada yang tau sayang, kamu juga istirahat ya Daffa aja yang mau temenin kamu udah tidur duluan"
"Aku takut kak, gimana kalau saat aku tidur nanti Daffa ga ada di samping aku?" lirih
Adit pun semakin mengeratkan pelukannya untuk menenangkan hati Ara, karena dia tau dengan pasti kenyataan bahwa mama Tania membunuh mamanya menyakitkan. Tapi hati Ara lebih sakit saat yakin bahwa orang yang selama ini dia anggap sebagai orang tua tega akan menghabisi buah hatinya
"Aku akan selalu ada di samping kamu dan Daffa sayang, sebelum ada orang yang menyakiti kalian mereka harus melangkahi aku dulu. Jadi sekarang kamu bisa hidup tenang bersama anak-anak kita nanti" mencium ujung kepala Ara dengan lembut
"Makasih ya sayang"
Adit terus memeluk tubuh Ara hingga rasa kantuk pun menghampiri dirinya, dan saat Ara terbangun hal pertama yang dia lakukan adalah mencari keberadaan Daffa. Dan ternyata semua orang sudah berkumpul di taman belakang untuk mengadakan acara barbeque
Semua itu Adit lakukan untuk membuat Ara merasa bahwa masih banyak orang di sekeliling dirinya yang mencintai dirinya, selain para sahabat Adit papa Surya dan kedua orang tua Adit pun hadir di sana bahkanVira hadir di sana bersama keluarganya. Di saat Ara hadir di sana semua menyambut hangat dirinya
"Kamu udah bangun sayang?" Adit pun langsung menghampiri Ara
"Kok ga bangunin aku kak?"
"Kan kita memang sengaja mau bikin surprise buat kamu"
Adit pun langsung mencium ujung kepala Ara dengan lembut
"Aku pasti lakukan apapun untuk mengembalikan senyuman kamu seperti dulu lagi sayang"
Yang lain pun ikut mengerumuni Ara dan membawa Ara duduk di salah satu bangku yang telah di sediakan, ketika semua sudah duduk di tempat mereka masing-masing Ara memperhatikan ada satu bangku yang belum terisi
"Ada yang belum datang ya kak?"
Adit pun menjawab dengan anggukkan kepalanya sambil tersenyum
"Siapa kak?"
__ADS_1
"Masa adik nya bikin acara kakak nya ga datang"
Black pun hadir di antara mereka semua, Black memegang ujung kepala Ara dengan lembut
"Gimana kabar kamu?"
"Baik kak" tersenyum
"Black umur Ara itu lebih muda dari kita, giliran sama dia lu pake bahasa kamu. Kalau sama kita bahasa lu ga pernah enak di dengar"
Remon yang lama tak bertemu dengan Black merasa sedikit cemburu akan sikap Black terhadap Ara
"Karena dia adik gw, dan kalian semua orang ga penting" dengan entengnya
Semua orang yang ada di sana pun menjadi tertawa lepas melihat sikap Black yang tak pernah berubah, sedari dulu dia hanya akan bersikap lembut bila berhadapan dengan adiknya
Semua orang pun sudah duduk di tempat mereka masing-masing dan sebagian para pria yang lain sibuk membakar daging yang telah di sediakan, Ara pun tersenyum melihat itu semua
"Ga ada satu pun orang yang bisa tau apa yang akan terjadi pada dirinya di masa depan, tapi aku yakin di setiap kesedihan jika di jalani dengan sabar akan berakhir bahagia. Aku kehilangan mama dan sekarang aku mempunyai dua orang mama, aku kehilangan rasa sayang aku terhadap adik aku sendiri tapi sekarang aku punya seorang kakak"
"Aku benar-benar bersyukur memiliki kamu sebagai suami wahai Raditya Mahardika, kamu laki-laki pertama yang menyentuh aku dan kamu laki-laki pertama yang memperjuangkan aku dengan gigih. Kamu orang yang berhasil membuat harga diri aku yang telah hancur kembali"
"Terima kasih karena kalian semua ada di samping aku, aku janji aku akan bahagia dan ga akan bersedih lagi untuk masa lalu. Karena aku yakin kalian akan selalu ada untuk aku"
TAMAT
Aku harap ceritanya bisa menghibur kakak semua dan aku akan mulai untuk membuat cerita baru lagi kak, semoga kakak semua mau mampir di cerita baru aku ya 😊😊
Mengisahkan tentang seorang gadis yang harus menggantikan posisi sepupunya untuk menikah karena sepupunya menghilang menjelang waktu pernikahan, gadis itu pun tak bisa menolak karena berbagai tekanan yang dia terima. Sang pria menikahi dia hanya untuk membalas rasa sakit hati yang dia rasakan, berbagai tindakan kasar pun dia alami selama pernikahan tersebut
Tanpa rasa bersalah sama sekali sepupunya kembali di antara mereka, dan sang pria belum menyadari bahwa perasaan di dalam hatinya sudah berubah. Segala cara di lakukan sepupunya untuk menyingkirkan gadis tersebut dari pria yang seharusnya menjadi suaminya tersebut
__ADS_1
Semua memuncak saat ternyata gadis tersebut hamil, dengan penuh amarah laki-laki tersebut meminta dia pergi dan menceraikan dirinya karena sebuah alasan. Dia pun memilih untuk pergi membawa anak yang sedang tumbuh di dalam rahimnya
Apakah kehidupan gadis itu akan berakhir bahagia? mampir yuk kak ke cerita baru aku "Wanita Pengganti"