Malam Yang Menyakitkan

Malam Yang Menyakitkan
Menarik


__ADS_3

Saat hari mulai menjelang sore Vira pun sudah bersiap akan pergi menuju ke bar milik Remon untuk mengambil mobilnya dan meminta maaf kepada Remon secara langsung, Vira pun mendekat ke arah mamanya dan Merry yang sedang berbincang di ruang keluarga


"Mah aku pamit dulu ya"


"Kamu mau ke mana sayang?"


"Aku mau ambil mobil aku, sekalian mau minta maaf sama kak Remon"


"Kakak antar ya Vir"


Merry pun segera bangkit dari duduknya, dia hanya merasa khawatir dengan keadaan Vira bila pergi sendirian


"Ga usah kak, kakak juga lagi hamil nanti kecapean" tersenyum


"Kamu yakin? tapi kamu pergi naik apa?"


"Aku udah pesan taksi online kok kak, taksi aku udah datang aku jalan dulu ya"


"Hati-hati ya sayang, ingat pulang ke rumah jangan bikin mama khawatir"


"Ya mah"


Vira pun sudah tiba di tempat itu dan memandangi tempat di mana dia melihat kelakuan asli dari orang yang paling dia cintai


"Aku ga tau harus sedih atau senang liat tempat ini, yang pasti karena tempat ini aku tau tentang kak Dirga yang sebenarnya. Aku harap semoga aku akan dapatkan laki-laki yang lebih baik dari dia"


Vira pun mengeluarkan ponselnya dan langsung menghubungi Remon untuk meminta maaf


"Hem..."


"Kamu lagi di mana kak?"


"Di bar"


"Aku ada di depan mau ambil mobil"


"Oke"


"Astaga ini cowok ga bisa lebih ramah dikit apa?"


"Aku mau traktir kamu makan, ada waktu ga?"


"Sebentar"


Remon pun langsung memutuskan sambungan teleponnya, Vira hanya menggenggam erat ponselnya karena sedikit jengkel akan sikap Remon. Tak berapa lama Remon pun keluar dari tempat itu dengan pakaian santai dan wajah yang terlihat seperti baru bangun tidur, Remon pun mulai melangkahkan kakinya ke arah Vira


"Ayo"


Remon mengulurkan tangannya ke arah Vira, sedangkan Vira hanya terdiam sambil mengerutkan keningnya

__ADS_1


"Mana kunci mobilnya?"


"Kamu ga bawa mobil sendiri?"


"Ga usah ribet, gw kan cuma mau makan nanti balik lagi ke sini"


Vira pun menyerahkan kunci mobilnya dan Remon yang bertugas membawa mobil tersebut, Vira beberapa kali mencuri pandang ke arah Remon dengan tatapan penuh pertanyaan


"Kenapa? apa lu suka liat wajah tampan gw?"


"Sumpah narsis abis orang ini, tapi memang harus aku akui dia memang tampan"


"Kamu baru bangun ya kak?"


"Hem..."


"Kamu tidur di situ?"


"Ya"


"Kenapa?"


"Masa gw harus bilang begitu gw sampe apartemen gw ga bisa tidur karena mikirin dia, bisa di ketawain dong sama anak kecil ini"


"Tadi ada kerjaan dikit di situ"


"Kita mau makan di sini?" menatap dengan serius


"Ya, ayo turun"


Remon sudah mematikan mesin mobil tersebut dan Vira pun langsung memegang ujung baju Remon


"Yang mau traktir kan aku, kenapa kamu yang pilih tempatnya?"


"Kenapa? makanan di sini enak kok"


"Ya aku tau enak tapi aku aja datang ke sini kalau ada keluarga yang ulang tahun aja, tapi masa aku mau nolak dia minta traktir di sini. Nanti aku jadi di bilang pelit sama dia"


"Ya udah ayo"


Begitu hendak masuk ke tempat itu Vira pun baru menyadari bahwa pakaian yang di gunakan Remon benar-benar pakaian yang terbilang biasa, Remon saat itu hanya menggunakan kaos dan celana pendek


"Kamu mau pakai baju begitu masuk ke dalam?"


"Kenapa ribet banget sih? kita cuma mau makan masa harus ganti baju dulu"


"Ya tapi kan tempat ini"


"Udah ayo masuk, gw kalau baru bangun pasti laper"

__ADS_1


Remon pun melanjutkan langkah kakinya menuju pintu utama tempat tersebut, sedangkan Vira hanya bisa mengekor dari belakang


"Gimana kalau kita di tolak masuk ke sini karena baju dia? yang ada malu banget lah"


Tetapi semua yang ada di dalam pikiran Vira hanya ada di dalam pikirannya saja, karena sambutan di tempat itu sangat ramah dan sopan terhadap Remon. Mereka pun langsung mengarahkan Remon dan Vira ke salah satu ruangan vvip di tempat itu


Hati Vira semakin tak menentu begitu mereka memasuki ruangan yang di sediakan, tetapi dia tetap berusaha menutupi segala perasaan yang sedang dia rasakan. Dia hanya bisa menyesal dalam hati karena membiarkan Remon yang memilih tempat


"Aku ga tau berapa yang harus aku bayar nanti? kayaknya gaji aku dalam satu bulan akan raib dalam sekejap mata"


"Kenapa?"


"Ga ada kak, ayo pesan kamu mau makan apa kak?"


Mereka pun menyantap makanan yang telah mereka pesan dengan perasaan yang berbeda, Remon menyantap makanan yang dia pesan dengan lahap karena itu adalah menu kesukaan dirinya. Sedangkan Vira menyantap makanan yang tersaji di hadapannya dengan perasaan sedikit sedih membayangkan nominal yang harus dia bayar


"Kenapa? kalau ga sesuai sama selera lu pesan aja yang lain" dengan santai


"Boleh ga sih aku tarik mulut orang ini, dia kira harga makanan di sini murah apa?"


"Ga kok kak, cuma tadi abis makan jadi belum terlalu lapar"


"Kalian tuh perempuan suka pada bikin susah diri sendiri"


"Ish.. Aku harap ke depan nya nanti aku ga akan pernah ketemu lagi sama dia"


Setelah menghabiskan makanan mereka Vira pun segera berpamitan untuk pergi ke kamar mandi, dan Remon pun tetap setia menunggu dia di ruangan tersebut. Ternyata Vira hanya menjadikan itu sebuah alasan, yang dia lakukan sebenarnya adalah pergi ke kasir untuk menyelesaikan pembayaran


"Ya ampun aku harap ini udah cukup untuk permintaan maaf aku ke dia, kalau harus terus-terusan traktir dia di tempat ini. Bisa habis semua isi rekening aku"


Vira pun kembali ke ruangan tersebut dengan membawa hati yang sedikit terluka, karena yang dia harus membayar hampir mencapai nominal pendapatan dia selama satu bulan. Melihat Vira sudah kembali Remon pun segera memanggil pelayan untuk menyelesaikan pembayaran


"Maaf pak tapi ibu itu sudah melakukan pembayaran" tersenyum ramah


Remon langsung menatap ke arah Vira seakan tak percaya


"Ya aku kan udah janji mau traktir sebagai permintaan maaf"


"Gila seumur hidup baru ini gw di bayarin makan sama perempuan, menarik juga anak ini" tersenyum tipis


"Mana nomor rekening kamu?"


"Buat apa?"


"Bayar makanan kita lah"


"Mana ada orang yang di traktir bayar, kalau udah selesai ayo balik"


Vira pun bangkit dari duduknya dan Remon pun mengikuti langkah kaki Vira sambil terus tersenyum tipis

__ADS_1


__ADS_2