Malam Yang Menyakitkan

Malam Yang Menyakitkan
Cemburu


__ADS_3

Seribu pertanyaan dan rasa curiga hadir di dalam benak Dion pada saat itu, dia pun merasa tak bisa lagi berdiam diri dan segera meraih ponselnya lalu menghubungi Adit


"Halo"


"Dit gw mau minta izin sama lu buat ketemu Ara"


"Lu mau ngapain ketemu istri gw?" penuh penekanan pada kata istri


"Astaga apa-apaan sih Adit? jangan bilang kalau dia cemburu sama gw"


"Gw mau minta pendapat dia tentang sesuatu"


"Tentang apa? bilang aja sama gw"


Dion dapat merasakan nada suara Adit menunjukkan bahwa dia merasa keberatan bila Dion menemui istrinya


"Gw mau tau alasan dia pergi setelah berhubungan sama lu malam itu"


"Buat apa lu tanya itu? lu memang teman gw tapi gw ga akan sungkan kalau lu berniat macam-macam sama istri gw"


"Apa lu cemburu sama gw? atau malah lu ga yakin sama istri lu sendiri?" tersenyum tipis


Adit pun tak bisa memberikan jawaban dari pertanyaan yang Dion ajukan, Dion pun akhirnya tertawa lepas dan memberitahukan kepada Adit alasan dia ingin mengetahui penyebab Ara pergi pada malam itu dari sudut pandang Ara sebagai seorang wanita. Karena apa yang Dion alami sama dengan yang Adit alami


"Kenapa lu ga cari dia?"


"Gw sama sekali ga ingat muka dia Dit, tapi gw curiga sama seseorang"


"Siapa?"


Dion kembali menceritakan tentang gadis yang tinggal di sebelah apartemennya


"Apa lu butuh bantuan gw cari tau semua tentang dia?"


"Yah kalau lu ga keberatan"


"Oke gw bantu cari tau tentang perempuan itu, tapi jangan temui istri gw"


"Apa lu tau alasan Ara pergi saat itu?"


Adit terdiam sejenak sebelum menjawab pertanyaan dari Dion


"Awalnya dia bilang karena kejadian itu bukan seratus persen kesalahan gw, tapi setelah gw ngobrol lagi sama dia ternyata dia juga takut dan lebih milih pergi"

__ADS_1


"Takut apa?"


"Karena dia pikir belum tentu gw mau bertanggung jawab dengan kejadian itu, kalau dia gw sampai ga mau bertanggung jawab cuma akan menambahkan luka di hati dia"


"Apa itu juga yang ada di dalam pikiran perempuan itu?"


Setelah menyelesaikan percakapan mereka Adit pun segera memerintahkan seseorang untuk mencari tau siapa perempuan yang di maksud oleh Dion, sedangkan Adit yang merasa kurang tenang karena Nana ada di kediaman mereka pun memutuskan untuk pulang kantor lebih awal


Begitu tiba dia kediamannya Adit langsung mencium kening Ara dengan lembut tepat di hadapan Nana, Nana hanya bisa memberikan senyuman palsu melihat itu semua


"Harusnya aku juga bisa mendapatkan perlakuan seperti itu"


"Kok tumben udah pulang kak?"


"Ya ga ada kerjaan lagi, aku juga kangen sama kamu"


Ara pun tersipu malu


"Aku ke kamar dulu ya mau ganti baju"


Ara pun hanya membalas dengan senyuman dan anggukkan kepalanya


"Aku masuk dulu ya Nana"


Adit meninggalkan mereka semua dan langsung menuju ke kamarnya, pandangan mata Nana pun selalu menatap Adit hingga dia menghilang


"Aku harus bisa menaklukkan kamu"


"Na... Nana..."


"Ya kak" Nana pun langsung mengalihkan pandangannya ke arah Ara


"Kamu kenapa?"


"Ga kak, aku ikut bahagia karena kamu bisa mendapatkan laki-laki yang baik kak. Ga seperti aku" menundukkan kepalanya


Ara pun langsung memegang kedua tangan Nana


"Kamu jangan sedih ya, mungkin aja kak Dion memang bukan jodoh yang tepat buat kamu. Aku yakin suatu saat nanti akan ada laki-laki yang baik untuk kamu"


"Aku udah temukan orang itu kak dan orang itu adalah suami kamu" tersenyum


Setelah berganti pakaian Adit pun segera keluar dari dalam kamarnya dan ikut bergabung bersama mereka, Adit yang sudah terbiasa menghadapi berbagai macam para wanita tak butuh waktu yang lama dia pun sudah menyadari apa yang menjadi tujuan Nana dari sikapnya

__ADS_1


Adit pun akhirnya menunjukan sikap penuh perhatian kepada Ara untuk menunjukkan bahwa hatinya sudah sepenuhnya di miliki oleh Ara, Adit bahkan seolah menunjukkan bahwa dia hanya bisa bergantung hidup kepada istrinya


"Tunggu kak, suatu saat nanti aku pasti bisa merebut suami kami dengan cara apapun. Kalau aku menderita karena kamu maka kamu harus merasakan hal yang sama"


Tingkah laku Adit membuat Nana menjadi tak dapat berkutik sama sekali dan membuat Nana harus mundur terlebih dahulu, dia harus memikirkan cara lain untuk mendapatkan Adit. Tanpa rasa malu Nana ikut makan malam bersama mereka, dia pun akhirnya kembali ke kediaman keluarga Sanjaya setelah makan malam membawa sebuah kekalahan telak


Setelah menemani Daffa di dalam kamarnya Ara pun kembali ke dalam kamarnya dan mulai merebahkan tubuhnya di atas kasur, sedangkan Adit langsung tersenyum bahagia begitu melihat istrinya kembali ke dalam kamar mereka


"Daffa sudah tidur?"


"Ya kak, kamu hari ini kenapa kak?"


"Aku memang kenapa?" mengerutkan keningnya


"Sikap kamu tadi agak berlebihan" menatap tajam


Adit pun memilih untuk mengalah dan tak menatap wajah istrinya


"Aku cuma mau tunjukkan ke semua orang kalau aku mencintai istri aku, apa aku salah?" memasang wajah bersedih


"Aduh apa keterlaluan ya sama kak Adit?"


"Maaf kak aku bukan larang kak Adit berbuat begitu, tapi aku cuma mengimbangi perasaan Nana aja. Gimana juga pasti dia sedih liat kita begitu"


Adit pun kembali ke menatap ke arah istrinya sambil tersenyum


"Kamu terlalu polos sayang, apa kamu ga bisa merasa kalau adik kamu itu punya niat ga baik? tapi ya udah lah lebih baik aku awasi aja Nana supaya ga berbuat yang aneh-aneh ke Ara, pasti saat ini Ara sedang merasa bahagia karena merasa keluarganya sudah menerima kehadiran dia"


"Kenapa kamu liatin aku begitu kak?"


Adit pun memeluk tubuh mungil Ara


"Aku minta maaf ya, aku lupa kalau dia baru aja bercerai sama Dion. Aku cuma ga bisa tutupi perasaan aku ke istri aku ini" semakin mengeratkan pelukannya


Dan tiba-tiba saja suara notifikasi terdengar dari ponsel Adit


"Handphone kamu kak"


Adit pun melepaskan pelukannya dan meraih ponselnya dan mulai memeriksa pesan yang masuk di email miliknya, Ara membulatkan kedua bola matanya dengan sempurna dan langsung menatap tajam ke arah Adit. Adit hanya tersenyum melihat tingkah laku istri kecilnya tersebut


"Apa Ara cemburu cuma karena hal ini? kalau gitu berarti aku sudah berhasil masuk sepenuhnya ke dalam hatinya dong, coba aku godain dia lebih jauh aja. Dia yang lagi begini benar-benar keliatan imut"


Ternyata pesan yang masuk di email Adit pada saat itu adalah semua data tentang wanita yang di inginkan oleh Dion, entah mengapa saat itu Ara tak dapat menyembunyikan rasa cemburu di dalam hatinya. Sedangkan Adit semakin ingin menggoda istrinya dengan hal tersebut

__ADS_1


__ADS_2