
Pemimpin dari orang yang di sewa oleh mama Tania memegang pundak Adit
"Tugas gw di sini udah selesai lu pikirin cara beresin ini semua, gw ga mau terlibat sama polisi"
"Gw ngerti, makasih ya"
Orang tersebut memutar tubuhnya dan mulai melangkahkan kakinya dari sambil melambaikan tangannya
"Bye.."
Tiba-tiba saja Ara melepaskan dirinya dari dalam pelukan Adit dan memegang tangan pria tersebut
"Terima masih ya kak, walaupun sakit tapi sekarang aku tau kalau aku bukan anak pembawa sial"
Black hanya tersenyum dan meletakkan tangannya di ujung kepala Ara
"Apa aku boleh anggap kamu sebagai adik aku sendiri?"
"Aku memang udah anggap seperti kakak aku sendiri" tersenyum walaupun air mata masih mengalir di mata indahnya
FLASH BACK
Remon hari itu mencari tau di mana keberadaan Yudha atau biasa mereka panggil Black karena dia memiliki warna kulit lebih gelap dari pada mereka semua, Remon pun mendatangi salah satu tempat di mana biasanya Black selalu berada. Tetapi hasilnya hanyalah sia-sia karena dia tak berada di sana, Remon pun meninggalkan tempat itu dan meninggalkan nomor telepon agar Black menghubungi dirinya
Sedangkan di tempat yang berbeda Adit baru saja tiba di kediamannya, saat mobilnya akan memasuki gerbang tiba-tiba saja ada sosok yang sangat dia kenal turun dari mobil yang sudah terparkir di dekat gerbang rumahnya
Pria tersebut melangkahkan kakinya mendekat ke arah mobil Adit dan mengetuk kaca mobil Adit, semua para pengawal pun sudah bersiaga tetapi Adit langsung memberikan tanda bahwa dia mengenal orang tersebut. Adit pun segera turun dari dalam mobilnya
"Black"
"Gw ada perlu sama lu" dengan santai dan mengeluarkan rokok dari kantong celana nya
Pria tersebut menyodorkan kotak rokok tersebut ke Adit
"Gw udah ga ngerokok, ayo masuk kita ngomong di dalam"
Adit membawa temannya tersebut ke taman samping dan mereka pun duduk di bangku yang berada di sana
"Gw lagi cari lu karena gw butuh bantuan lu"
Black memberikan senyuman tipis di bibirnya
"Masalah istri lu kan?"
"Lu udah tau?" menatap serius
"Ya dia sewa kami untuk menyingkirkan anak dan istri lu"
"Keterlaluan!! walaupun Ara bukan anak kandung perempuan itu, tapi apa sebuah nyawa ga ada artinya di mata dia?" mengeraskan rahangnya
"Lu tau kan kalau gw benci sama lu"
__ADS_1
"Harus berapa kali gw minta maaf sama lu?"
"Dulu gw pernah mau hancurkan lu berkeping-keping Dit, tapi permintaan terakhir Bunga ke gw adalah gw harus selalu jaga lu"
"Apa sekarang gw boleh balas lu Dit?"
"Lu boleh lakuin apapun ke gw tapi jangan sentuh istri dan anak gw"
Tiba-tiba saja Black bangkit dari duduknya dan mematikan rokok yang sedang dia hisap lalu menatap serius ke arah Adit
"Bangun Dit, gw harus balas semuanya sekarang"
"Ya udah lah semuanya memang harus di selesaikan, dia juga ga akan sampai bunuh gw"
Adit pun mulai bangkit dari duduknya
Bugh... Sebuah bogem mentah mendarat mulus di wajah Adit hingga dia tersungkur di atas tanah, darah segar pun langsung mengalir dari ujung bibir Adit
"Itu karena lu menolak cinta adik gw!! gara-gara itu gw harus kehilangan adik gw untuk selamanya"
Para pengawal yang berjaga sudah mulai berhamburan ke arah mereka, dan Adit pun langsung memberikan tanda agar mereka kembali menjauh. Adit menyeka darah di ujung bibirnya dan kembali bangkit
"Luapin semua rasa benci lu sama gw, tapi ingat jangan pernah sentuh anak dan istri gw"
Black mulai mengepalkan tangannya dan mengarahkan tangannya ke wajah Adit, Adit pun hanya bisa pasrah dan menutup ke dua matanya. Tiba-tiba saja yang terasa hanyalah tamparan kecil di pipi Adit seperti yang selalu Black lakukan di masa lalu
"Gw rasa udah cukup, sekarang saatnya kita ngomong serius"
"Ngapain lu diam di situ?"
"Gw kira gw bakal babak belur, ternyata dia tetap jadi sahabat gw"
"Kalau lu mau tau tentang info yang gw denger lebih baik lu duduk"
Dengan patuh Adit pun ikut mendudukkan tubuhnya di samping Black seperti posisi semula
"Sekali lagi gw minta maaf karena kejadian itu"
"Gw memang sempat salahin lu karena kepergian Bunga untuk selamanya, tapi gw selalu ingat pesan terakhir dia"
Adit pun langsung menatap serius ke arah Black seolah dia bertanya apa pesan terakhir dari Bunga
"Dia minta gw buat selalu jaga lu" dengan santai
"Maaf ya"
"Kita lupain aja dia juga pasti udah tenang di sana, lu tau kenapa gw cari lu?"
"Karena masalah istri gw kan"
"Gw serahin ke lu maunya gimana? dia minta untuk menghabisi anaknya dulu, terus dia minta gw culik istri lu karena ada rahasia yang harus dia sampaikan ke istri lu"
__ADS_1
"Rahasia apa?"
Adit dan Black secara bersamaan langsung menoleh ke arah suara tersebut berasal, dan ternyata Ara sudah berdiri tepat di belakang mereka.Dengan wajah panik Adit pun langsung bangkit dari duduknya dan menghampiri istrinya
"Rahasia apa sih sayang? kami lagi bahas kerjaan kok"
Ara pun langsung menatap tajam ke arah Adit
"Aku udah ada di sini dari sebelum kamu di pukul kak"
"Sial!! berarti Ara denger semuanya"
Black pun tersenyum tipis melihat Adit yang selalu menang atas segala sesuatu tak bisa berkutik di hadapan istrinya, dan entah mengapa sosok Ara mengingatkan dirinya akan adiknya yang selalu membuat dirinya tak berkutik saat mereka beradu argumen
"Kamu denger semua ya?"
"Siapa orang itu kak? rahasia apa maksud dia?"
"Nyonya besar keluarga Sanjaya, kalau masalah rahasia apa gw juga ga tau" dengan santai
"Aku ga percaya mama beneran mau menghabisi nyawa aku dan Daffa"
"Apa boleh aku ikut di permainan kalian?"
Adit pun langsung menunjukkan wajah tidak suka dengan ucapan Ara
"Tapi kamu lagi hamil sayang" penuh penekanan
"Tapi aku harus tau rahasia apa yang sudah di simpan mama selama ini?"
Tiba-tiba saja Ara melangkahkan kakinya mendekat ke arah Black
"Aku yakin kamu orang baik kak"
Black pun hanya bisa terdiam sambil mengerutkan keningnya
"Kamu pasti jaga aku dengan baik kan kak" tersenyum
"Kenapa gw bisa liat sosok Bunga di anak ini?" tersenyum tipis
"Sebagai kakak gw bisa pastiin lu akan aman" meletakkan tangannya di kepala Ara
"Makasih ya kak" tersenyum
Dan mereka pun mulai menyusun rencana, di mulai dari seolah-olah anak buah Black akan selalu mengawasi aktifitas Ara untuk di laporkan ke mama Tania. Agar mama Tania bisa semakin yakin dengan rencana mereka
Dan mereka akan menentukan waktu yang tepat untuk melaksanakan rencana mereka di mulai dengan melaporkan sudah menghabisi Daffa, lalu mereka akan membawa Ara ke tempat di mana mereka sudah berjanji untuk bertemu
Sudah pasti Adit menentang itu semua tetapi keinginan Ara untuk mengetahui rahasia di dalam hidupnya sudah tak bisa di ganggu gugat lagi
FLASH OFF
__ADS_1