
Remon terus menampilkan senyuman tipis di bibirnya selama mengekor di belakang Vira, tepat sesaat sebelum mereka keluar dari tempat ada sepasang wanita dan pria yang saling bergandengan tangan masuk ke tempat itu. Sang wanita langsung menghentikan langkahnya saat berhadapan dengan Remon, lalu semakin menempel kepada sang pria sambil tersenyum penuh kemenangan
"Apa kabar mantan suami aku?"
"Yah kayak yang kamu liat aku baik-baik aja" cuek
Vira pun segera menghentikan langkah kakinya dan hanya menjadi penonton di belakang pasangan tersebut
"Ya ampun kamu keliatan makin ga ke urus, apa sekarang udah ga ada perempuan yang mau di samping kamu?"
Remon pun memberikan senyuman sinis kepada mantan istrinya, Vira yang melihat Remon di permalukan sang mantan istrinya pun menjadi tak sampai hati. Dengan langkah yang pasti Vira melewati pasangan tersebut dan mengikatkan tangannya ke lengan Remon
"Maaf ya ini salah aku, tadi kak Remon baru bangun tapi aku udah paksa dia buat keluar" tersenyum ramah
"Pintar juga anak kecil ini" menatap ke arah Vira sambil tersenyum
"Ya Remon keliatan baru bangun baju dia aja masih baju begitu, tapi kenapa dia mau langsung di ajak keluar? Dia biasanya kalau baru bangun pasti ga akan mau melakukan apapun"
"Kamu siapa?"
"Kenalin saya calon istrinya kak Remon" mengulurkan tangannya
Dengan sangat terpaksa mantan istri Remon pun menyambut tangan Vira dan saling berkenalan
"Pantas aja Remon bisa keluar rumah pakai baju kayak gitu, ternyata yang akan jadi istrinya cuma anak kecil" sinis
"Ga masalah kalau dia anak kecil yang penting dia bisa bikin gw bahagia" menatap penuh cinta ke arah Vira
"Siapa pun yang liat pasti percaya sama omongan orang ini barusan, aku aja sampai deg-degan di buat orang ini"
"Kami duluan ya"
Saat Remon dan Vira akan melewati mereka tiba-tiba saja mantan istri Remon memegang tangan Vira
"Karena kamu masih muda saya mau kasih kamu sedikit saran, sebaiknya kamu cari laki-laki lain yang lebih baik. Kalau kamu mau saya bisa minta suami saya cariin seseorang untuk di kenalin sama kamu, kalau kamu sama dia kamu cuma akan mendapatkan pengkhianatan" tersenyum puas
"Terima kasih buat tawaran nya tapi yang aku tau saat ini aku cinta sama kak Remon, jadi aku tetap akan pilih dia buat jadi pendamping aku" menatap ke arah Remon
Remon benar-benar terkejut dengan apa yang telah di lakukan Vira, dia tak pernah menyangka bila wanita yang dia anggap sebagai anak kecil berani berbuat sejauh itu. Dia pun tersenyum tipis lalu mencium kening Vira dengan lembut
__ADS_1
"Makasih sayang"
"Akh aku kan cuma akting buat bantuin dia, kenapa malah dia kejauhan sih? jantung aku juga kenapa jadi gini?"
"Permisi ya"
Remon pun mulai melangkahkan kakinya keluar dari tempat itu dan secara otomatis Vira mengimbangi langkah kaki Remon karena tangannya terpaut di tangan Remon, entah mengapa Vira selalu teringat akan senyuman Remon saat mengatakan dirinya membuat Remon bahagia dan saat Remon mencium keningnya. Dan tanpa di sadari mereka sudah berada di depan mobil Vira dengan tangan Vira yang masih terus terkait di tangan Remon
"Gimana mau balik kalau kamu begini terus?"
"Maaf kak" melepaskan tangan Remon
Mereka berdua pun mulai naik ke dalam mobil dan Remon lagi-lagi berperan sebagai supir
"Makasih ya buat yang tadi"
"Ya anggap aja buat balas yang kemarin dan tadi pagi"
"Tapi gimana kalau akhirnya gw mau kejar lu beneran anak kecil?"
"Yang tadi mantan istri kamu ya kak?"
"Ya, kenapa?"
"Ya kayak yang dia bilang aku selalu selingkuh" dengan santai
"Hish... Lagian kalian juga sih, kenapa laki-laki ga bisa puas dengan satu perempuan?"
"Mungkin karena ternyata ga pas"
"Kalau mau pas kamu cari di mall kak" dengan sinis
"Maksudnya?" melirik sekilas ke arah Vira
"Ya kamu tinggal pilih mau yang mana langsung bawa ke ruang pas"
"Dasar anak kecil" tersenyum tipis
"Aku bukan anak kecil kak!!" memasang wajah cemberut
__ADS_1
Remon pun melirik sekilas ke arah Vira yang sedang cemberut dan dia hanya tersenyum
"Seandainya aja umur dia lebih dewasa gw pasti akan kejar dia, gw dulu ledek Adit nikah sama seumuran adik gw masa gw mau lakukan hal yang sama"
Tanpa sadar bahkan Remon sudah membayangkan untuk menikahi Vira, karena untuk pertama kalinya dia merasa nyaman berada di dekat seorang wanita. Vira mungkin tak memiliki paras secantik mantan istrinya atau wanita lain yang pernah berhubungan dengan dirinya, tetapi satu hal yang tak bisa Remon pungkiri bahwa Vira mampu membuat dia tersenyum dengan tulus. Hingga mereka kembali ke bar milik Remon mereka berdua pun berbincang ringan
"Ya udah makasih ya udah di traktir, yakin ga perlu gw ganti?"
"Ya"
"Ya udah nanti gw kirim hadiah terima kasih buat lu, gw turun dulu ya"
"Ya kak sekali lagi aku minta maaf ya buat semuanya"
Remon menatap ke arah Vira sambil tersenyum lalu tiba-tiba saja Remon mengacak rambut Vira
"Boleh ga kalau gw kejar lu?"
"Ga akh"
"Oh.."
"Ngapain harus kejar-kejaran? capek kak"
"Susah memang kalau ngomong sama anak kecil tapi ga mungkin dia ga paham maksud gw, mungkin itu cara dia buat nolak gw secara halus aja"
"Ya udah gw turun dulu ya"
"Ya kak" tersenyum dengan tulus
Remon pun mulai keluar dari dalam mobil Vira dan melangkahkan kakinya dengan pasti ke dalam bar miliknya, Vira hanya bisa menatap punggung Remon hingga dia menghilang dari balik pintu. Remon yang baru saja masuk ke dalam ruangan yang dia jadikan kantor di tempat itu tiba-tiba saja sebuah notifikasi pun terdengar, dia memeriksa ponselnya dan ternyata ada sebuah pesan di kirimkan oleh Vira
"Aku ga mau di kejar kak aku mau nya di ajak untuk serius, aku juga ga mau main-main lagi sama hidup aku. Kalau kakak pilih aku kakak harus siap untuk berubah"
"Dan satu lagi aku ga mau di panggil anak kecil, aku ga mau serasa lagi dekat sama om-om"
Senyuman tipis pun langsung tercipta di bibir Remon membaca pesan yang di kirimkan Vira
"Apa kamu pikir aku ga bosen dengan hidup seperti ini? aku juga pernah mau berubah waktu memilih dia jadi istri aku tapi kenyataannya dia selingkuh duluan, hanya saja aku ga pernah bilang masalah ini ke siapapun. Dan satu-satunya alasan aku tetap pertahanan dia karena saat itu ada anak antara kami"
__ADS_1
"Oke"
Vira pun menjadi kesal sendiri membaca balasan pesan dari Remon