
Sedari awal sebelum menikah Adit sudah menawarkan kepada Ara beberapa tempat yang romantis untuk berbulan madu, tetapi Ara langsung menunjukkan perasaan berat hati di hadapan Adit. Karena selama ini dia belum pernah berpisah dengan Daffa dalam waktu yang lama, akhirnya Adit pun membuat keputusan tidak ada acara bulan madu hanya ada liburan bersama keluarga kecilnya
Hari itu pun akhirnya tiba, hari yang telah di tentukan di mana Ara dan keluarga kecilnya akan pergi berlibur. Nana yang mengetahui hal tersebut semakin terbakar oleh rasa cemburu terhadap Ara dan dia pun mulai tak bisa mengendalikan perasaan tersebut
Ara dan keluarga kecilnya serta beberapa para pengawal pergi berlibur ke luar negeri dan sudah pasti hari-hari indah di lalui oleh keluarga kecil tersebut, dan itu adalah pengalaman pertama bagi Daffa berlibur dengan keluarga yang utuh. Setiap kenangan yang indah selalu di abadikan oleh Ara, dan sudah pasti setiap Nana melihat hasil kiriman foto yang Ara posting membuat dia semakin terbakar rasa cemburu
Nana pun mengamuk sejadi-jadinya saat melihat sebuah foto di mana Daffa mendapatkan sebuah ciuman di kedua pipinya dari kedua orang tuanya, Nana menghancurkan semua benda yang tampak oleh matanya. Mendengar ada kebisingan dari dalam kamar Nana mama Tania pun segera ke kamar Nana
Tok.. Tok.. Tok..
"Nana kamu kenapa sayang?" cemas
Mama Tania mencoba membuka pintu kamar Nana dan hasilnya hanyalah sia-sia karena Nana mengunci pintu kamar tersebut dari dalam
"Nana buka pintu nya sayang, biarin mama masuk ya"
Mama Tania pun semakin cemas karena tak lagi mendengar suara apapun dari dalam kamar Nana, mama Tania segera memerintahkan orang untuk membuka secara paksa pintu kamar Nana. Mama Tania langsung berlari ke arah Nana karena melihat Nana yang sudah tergeletak di atas lantai dengan mulut yang mengeluarkan buih putih
"Sayang kamu kenapa sayang?" menepuk pelan pipi Nana
Tak menunda waktu lama semua orang di kediaman keluarga Sanjaya langsung bergegas melarikan Nana ke rumah sakit, ternyata Nana hendak melakukan percobaan bunuh diri karena merasa sangat frustasi membandingkan nasib dirinya dan Ara
Nana pun segera mendapatkan perawatan untuk menyelamatkan nyawa nya, kini mama Tania berada di ruang rawat menunggu Nana yang belum juga siuman. Sedangkan papa Surya yang sedang berada di luar kota langsung kembali begitu mendengar kabar tentang Nana. Mama Tania terus menggenggam tangan Nana sambil berderai air mata
"Kamu kenapa sih sayang? kamu ga boleh pergi tinggalin mama, karena cuma kamu anak mama satu-satunya"
"Mah..."
"Kamu sudah bangun sayang, sebentar mama panggil dokter dulu ya sayang" tersenyum dengan air mata yang mengalir
Dokter pun segera memeriksa keadaan Nana dan dokter menyatakan bahwa Nana sudah melewati masa kritis, akhirnya mama Tania pun bisa bernafas dengan lega
__ADS_1
"Gimana keadaan kamu sayang?"
"Aku ga mau hidup lagi mah"
"Kamu jangan ngomong gitu dong sayang, apa kamu ga pikirin perasaan mama?" dengan air mata yang mengalir semakin deras
"Kenapa semua orang bisa bahagia tapi aku ga mah? ini ga adil mah" lirih
"Kamu ga boleh punya pikiran kayak gitu sayang, apa yang bikin kamu bahagia pasti mama akan kasih itu semua sayang" menggenggam erat tangan Nana
"Mama janji sama aku?"
"Mama janji sayang" menganggukkan kepalanya
"Aku mau semua yang di miliki kak Ara sekarang mah"
Mama Tania tampak menundukkan kepalanya, bathin nya sedang bergejolak mendengar permintaan dari Nana
"Mama ga mau kasih apa yang aku minta ya?"
"Makasih ya mah" tersenyum tipis
"Kalau dulu aku bisa singkirkan perempuan itu untuk merebut suaminya, maka sekarang aku harus bisa singkirkan anak dari perempuan itu untuk membahagiakan putri aku satu-satunya"
Entah apa yang sudah merasuki hati mama Tania karena hatinya benar-benar sudah menjadi buta, hingga dia bersedia mengulang masa lalu untuk kebahagiaan anaknya. Masa lalu yang selalu dia tutupi dari siapapun
Sedangkan di tempat yang berbeda entah mengapa Vira tak bisa fokus dalam bekerja karena hampir setiap saat dia selalu melihat ke arah ponselnya, dia hanya berharap Remon setidaknya akan mengirimkan dia sebuah pesan
"Dasar om-om yang ga peka, memang ga bisa ya dia sesekali kirim pesan ke aku? masa aku harus hubungi dia lebih dulu, sebagai perempuan kan aku malu kalau harus lakukan itu"
Ternyata Remon pun merasakan hal yang sama saat dia membuka ke dua bola matanya yang terbesit di dalam pikirannya hanya semua tingkah laku Vira, tetapi Remon tak ingin mengganggu Vira yang sedang bekerja. Dia pun segera bangkit dari tidurnya dan segera membersihkan diri karena dia harus mencari sesuatu untuk alasan bertemu dengan Vira
__ADS_1
Remon yang sudah dengan pakaian rapi pun segera meninggalkan apartemennya dan menuju ke sebuah mall yang cukup ternama, dia pun melangkahkan kakinya dengan pasti ke arah salah satu toko perhiasan. Saat Remon akan masuk ke toko tersebut tiba-tiba saja seorang gadis yang sangat cantik pun segera memeluk tubuhnya
"Sayang kamu ke mana aja sih? aku hubungi kamu dari kemarin waktu aku turun pesawat loh. Tapi kamu ga angkat telpon dari aku"
"Kenapa harus ketemu sama dia sih? aku memang sengaja ga mau angkat telpon dia, karena aku mau belajar untuk berubah" tersenyum dengan terpaksa
"Aku bawain kamu parfum yang kamu pesan itu sayang, kamu ambil ke apartemen aku nanti malam ya. Kita kan udah lama juga ga ketemu sayang" tersenyum menggoda
"Kayaknya gw ga bisa"
"Kenapa? ya udah aku antar ke bar kamu nanti malam ya sayang"
Tiba-tiba saja Vira melewati mereka berdua dan menatap tajam ke arah Remon karena saat itu kedua tangan wanita tersebut masih mengalungi leher Remon
"Dasar om-om genit" dengan suara pelan dan terdengar sinis
Secara spontan Remon langsung menghempaskan tangan wanita tersebut dan menangkap tangan Vira
"Itu aku bisa jelasin kok" dengan wajah panik
"Lepasin tangan aku om" menatap tajam
Remon hanya bisa membulatkan ke dua bola matanya dengan sempurna mendengar Vira menyebut dirinya dengan panggilan tersebut, sedangkan wanita yang sedang berusaha menggoda Remon menjadi jengkel karena untuk pertama kalinya Remon mengabaikan dirinya untuk wanita lain
"Dia siapa sayang?" menarik lengan Remon
"Saya cuma ponakan om Remon tante" tersenyum mengejek
"Kamu kira saya buta dan ga bisa lihat?" menatap tajam
"Diam!!" penuh penekanan ke arah wanita tersebut
__ADS_1
Remon langsung menghempaskan tangan wanita tersebut dan menarik tubuh Vira masuk ke dalam pelukannya
"Dia ini perempuan yang akan jadi istri gw" dengan penuh keyakinan