
Dirga pun terkejut bukan main saat tersadar bahwa Vira sudah berdiri di hadapannya dengan air mata yang mengalir dengan derasnya, secara spontan Dirga pun segera menjauhkan tubuhnya dari gadis muda tersebut dan dia pun mulai bangkit dari duduknya
"Kamu kenapa ada di sini sayang?"
"Kenapa? apa mau kamu aku selamanya cuma jadi perempuan bodoh? perempuan bodoh yang percaya semua ucapan kamu!!"
"Bukan gitu sayang, aku bisa jelasin semuanya kok"
Dirga mulai melangkahkan kakinya untuk mendekati Vira, sedangkan Remon yang berada tak jauh dari tempat itu hanya bisa menikmati pertunjukan yang tersaji di depan matanya. Dirga mencoba memegang tangan Vira, tetapi yang Vira lakukan adalah menghadiahkan Dirga sebuah tamparan yang sangat keras
Dirga masih diam terpaku karena merasa terkejut dengan hadiah yang baru saja dia terima, dan gadis muda yang sedari tadi hanya duduk dan terdiam pun akhirnya bangkit dan menghampiri Dirga
"Kamu ga apa sayang?"
Vira pun melepaskan senyuman sinis dengan air mata yang kembali keluar dari mata indah nya
"Kamu panggil dia sayang?"
"Ya, kenapa?" dengan sombongnya
Vira pun mengambil salah satu gelas dan menuangkan isinya ke atas kepala gadis tersebut
"Hei!! apa-apaan sih kamu?"
"Silahkan bawa tunangan saya untuk jadi sayang kamu selamanya" dengan sinis
Gadis muda itu pun hanya terdiam karena mendengar bahwa Vira adalah tunangan dari Dirga
"Mulai sekarang kita ga punya hubungan apapun lagi" menatap ke arah Dirga
Vira pun melangkahkan kakinya keluar dari tempat itu dan Remon mengekor dari belakang, begitu Vira keluar dari tempat itu Dirga sudah berhasil mengejar Vira
"Apa maksud kamu?"
Vira menatap tajam ke arah Dirga sedangkan Remon kembali menjaga jarak di antara mereka berdua, dia hanya ingin memastikan bahwa Vira terjaga dengan baik sesuai perintah Adit
__ADS_1
"Apa masih kurang jelas kak? mulai sekarang kamu bebas melakukan apapun"
"Kamu pikir kamu siapa? kamu pikir kamu sehebat apa?!!" menaikkan volume suaranya
"Aku cuma gadis bodoh yang mencintai kamu dari lama, aku juga cuma gadis bodoh yang rela memberikan semua kebutuhan kamu hingga kamu bisa menjadi seperti sekarang"
"Apa kamu pikir kamu masih muda dan cantik? apa kamu pikir masih ada laki-laki muda dan mapan pekerjaan seperti aku yang mau sama kamu" dengan sombongnya
Vira pun tak dapat lagi menahan segala amarahnya, dia kembali memberikan sebuah tamparan yang sangat keras untuk Dirga
"Kamu kira kamu bisa seperti sekarang kalau bukan karena aku? siapa yang selama ini memberikan semua kebutuhan kamu kak?!!" berteriak
"Kami berani tampar aku?" menatap tajam
"Anggap aja itu untuk membayar semua hutang kamu selama ini ke aku" sinis
"Dasar cewek ga tau diri!!"
Dirga pun mengangkat tangannya tinggi-tinggi bersiap untuk membalas tamparan kedua dari Vira, sedangkan Vira hanya bisa pasrah dan memejamkan kedua bola matanya. Tetapi tiba-tiba saja Remon menghadiahkan bogem mentah kepada Dirga yang membuat Dirga langsung jatuh tersungkur
Dirga yang merasa harga dirinya di rendahkan pun segera bangkit dari duduknya dan akan membalas perbuatan Remon, tetapi apa daya untuk masalah berkelahi adalah hal biasa bagi seorang Remon. Dirga pun kembali tersungkur karena bogem mentah dari Remon
"Sebaiknya lu pergi dari sini dan jangan pernah datang lagi ke sini"
Dengan perasaan kesal bercampur malu Dirga pun bangkit dan pergi dari tempat itu, sedangkan Vira hanya terdiam mematung seolah jiwanya tak berada di tempatnya. Setelah melihat Dirga pergi Remon pun beralih ke Vira
"Hei!!" menjentikan jarinya di depan wajah Vira
Vira pun kembali mendapatkan kesadarannya lalu tiba-tiba saja dia menangis dengan hebatnya
"Woi orangnya udah pergi, ngapain lu baru nangis?" mengerutkan keningnya
Vira yang sedang merasakan sakit bukan main di dalam hatinya, meluapkan segala sesak di dalam dadanya kepada Remon. Dia pun memukul Remon secara berulang kali
"Kenapa semua cowok itu b*jingan? kenapa kalian ga bisa hargai perasaan perempuan?"
__ADS_1
"Kenapa jadi gw yang di jadiin sasaran sama cewek ini? tapi jadi ga tega juga liat dia yang begini, dulu kayaknya mantan istri gw ga sampai begini"
"Aku sekarang udah ga muda lagi, siapa yang mau nikah dengan perempuan seumuran aku?" menangis dengan hebatnya
"Gw harus gimana ini? gw ga pernah menghadapi perempuan yang lagi galau"
"Kalian semua jahat, kalian cuma bisa menghancurkan hati kami"
Remon pun meletakkan tangannya di ujung kepala Vira membuat Vira menghentikan pukulan yang sedang dia lancarkan
"Jangan jadi perempuan bodoh lu itu masih muda dan cantik, gw yakin banyak laki-laki yang bersedia jadi suami lu"
Kata-kata Remon yang dia keluarkan untuk menghibur Vira semakin membuat dia menangis dengan hebatnya, Remon yang semakin tak tega melihat Vira tanpa sadar menarik Vira ke dalam pelukannya dan menepuk pelan punggung Vira secara terus menerus. Vira yang sudah bisa mengendalikan emosinya pun langsung mendorong tubuh Remon yang masih setia memeluk tubuhnya
"Jangan ambil kesempatan!!" menatap tajam
"Ih nyesel gw bantuin perempuan ini"
"Urusan lu udah selesai kan? sekarang lu udah bisa pergi dari sini gw mau masuk ke dalam"
Remon pun segera memutar tubuhnya tanpa menunggu jawaban dari Vira terlebih dahulu, dan tiba-tiba saja Vira memegang baju Remon membuat Remon kembali menoleh kepada dirinya
"Aku mau ke dalam juga aku mau minum buat lupain ini semua"
"Terserah" cuek
Remon pun meninggalkan Vira begitu saja dan kembali masuk ke dalam, sedangkan Vira yang sudah kehilangan jejak Remon kembali masuk ke dalam tempat itu dan mendudukkan dirinya di bar lalu memesan segelas minuman beralkohol
"Kamu selalu bilang aku perempuan paling cantik kak, kamu bilang kamu akan nikahi aku saat kamu sudah mapan karena kamu malu dengan statusnya kita yang berbeda jauh. Ternyata semua cuma omongan belaka, karena bagi kamu aku cuma perempuan bodoh yang kamu jadikan batu pijakan untuk melanjutkan langkah kamu" menghabiskan isi gelasnya dengan sekali tenggak
Remon yang melihat Vira masuk kembali ke tempat itu hanya memperhatikan Vira dari kejauhan, dan entah mengapa dia merasa menjadi jengkel sendiri melihat wajah Vira yang larut dengan kesedihannya
"Apa hebatnya laki-laki kayak gitu? bodoh banget lu nangis dan sedih cuma buat laki-laki kayak gitu, dulu saat pertama kali mantan istri gw tau gw selingkuh dia ga sedih kayak lu. Dia cuma minta mobil baru dan semua masalah selesai"
Entah mengapa Remon merasa kesal karena membandingkan sikap mantan istrinya dan Vira yang bertolak belakang
__ADS_1