Malam Yang Menyakitkan

Malam Yang Menyakitkan
Berantakan


__ADS_3

Ara kini berada di sebuah gedung yang sedang di bangun dan terbengkalai, dia pun sudah dalam keadaan duduk di sebuah bangku dengan tangan yang terikat dan kepala tertutup sesuatu. Dan akhirnya orang yang di nanti pun tiba di sana, mama Tania datang ke tempat itu bersama Nana


"Apa itu dia?"


"Sesuai permintaan kami bawa dia ke sini"


Mama Tania melihat sekeliling tempat itu ada beberapa pria kekar yang berwajah dingin berjaga di sana


"Ga sia-sia aku habiskan banyak uang untuk ini semua" tersenyum


"Itu kak Ara ya mah?"


"Ya sayang, mama sudah bilang mama akan penuhi semua keinginan kamu"


"Makasih ya mah"


"Cepat selesaikan urusan kalian, kami mau selesaikan tugas kami"


Dengan langkah kaki yang sombong mama Tania dan Nana mendekat ke arah Ara yang sudah tak berdaya, mama Tania pun membuka penutup kepala Ara dan melihat Ara sedang menatap ke arah dirinya dengan mulut yang masih tersumpal sesuatu


"Apa kabar Ara? saya harap kamu puas dengan pelayanan yang sudah kami berikan, kamu ga usah takut karena sebentar lagi kamu akan menyusul anak pertama kamu" tersenyum


Ara pun berusaha meronta untuk melepaskan ikatan di tangan nya, tetapi apa daya karena ikatan di tangan Ara terlalu kuat. Ara berusaha berteriak sekuat tenaga walaupun tak terdengar dengan jelas apa yang dia ucapkan


"Santai aja kak, sebentar lagi kamu juga akan menyusul anak kamu kok"


"Aku ga sangka mereka benar-benar tega mau melakukan ini semua ke aku, aku salah apa sama kalian? padahal selama ini aku selalu anggap kalian sebagai keluarga, tapi ternyata kalian ga pernah anggap aku sebagai keluarga" berkaca-kaca


Mama Tania mencengkram erat dagu Ara


"Sebelum kamu bertemu malaikat maut kamu harus tau tentang sesuatu"


Ara pun menatap tajam ke arah mama Tania dan mama Tania pun tertawa lepas


Sedangkan di tempat yang berbeda ada beberapa orang yang sedang melihat ke sebuah layar adegan tersebut sambil mengeraskan rahangnya


"Kamu selama ini pasti merasa papa kamu membenci kamu kan? karena kamu menyebabkan perempuan yang dia cintai meninggal dunia"


"Ya kan memang itu yang terjadi"


"Ada sebuah rahasia yang akan saya ungkap sebelum kamu pergi untuk selamanya"


Mama Tania mendekatkan bibirnya ke telinga Ara


"Mama kamu meninggal bukan karena sebuah penyakit atau melahirkan kamu, mama kamu meninggal karena saya memberikan dia obat agar pendarahan" berbisik


Ara hanya bisa terdiam kaku mendengar ucapan mama Tania, dia benar-benar merasa terpukul akan kenyataan yang dia dengar tersebut. Dan air mata pun mengalir dengan hebatnya dari mata indahnya

__ADS_1


"Anggap aja itu bonus dari saya supaya kamu bisa pergi dengan tenang" tersenyum


Sedangkan Nana tertawa bahagia melihat keadaan Ara yang benar-benar terpukul, mama Tania dan Nana pun mulai melangkahkan kakinya menjauh dari Ara


"Urusan saya sudah selesai habisi wanita itu"


"Baik"


Orang itu pun langsung berjalan ke arah Ara sedangkan mama Tania dan Nana memperhatikan dari kejauhan, setelah tepat di hadapan Ara orang tersebut mengeluarkan sebuah pisau dari dalam saku nya. Orang tersebut mulai berjalan mengitari Ara dan membuka tali yang mengikat tangan Ara


"Hei!! apa yang kamu lakukan?!!"


Orang tersebut hanya melihat sekilas ke arah mama Tania sambil tersenyum, mama Tania pun sudah bersiap untuk berlari menghampiri mereka. Tetapi tiba-tiba saja para pria kekar yang berada di sana memegangi tangan mama Tania dan Nana


"Kalian mau apa?"


Ara mulai bangkit dari duduknya setelah ikatan tangannya terlepas


"Mama bohong kan sama aku? yang tadi mama bilang ke aku semua itu bohong kan?"


Nana langsung memegang ujung baju mama Tania karena merasa ketakutan, sedangkan mama Tania masih menunjukkan wajah sombong


"Semua yang saya bilang ke kamu itu bener"


Ara pun terjatuh duduk di atas lantai dengan air mata yang mengalir dengan derasnya, hatinya benar-benar hancur lebur mengetahui semua kenyataan yang ada


Orang yang berdiri di belakang Ara pun melepaskan senyuman sinis di bibirnya


"Karena manusia sampah seperti kami akan selalu mengikuti perintah dari bos kami" dengan santai


"Siapa bos kalian? suruh dia keluar!!"


"Dari tadi saya di sini" tersenyum


Seorang pria dengan wajah dingin sedang duduk dengan santai di salah satu bangku di sudut tempat itu


"Apa maksud dari ini semua?"


Pria tersebut melangkahkan kakinya dengan pasti ke arah Ara yang sedang menangis lalu membantu Ara untuk berdiri


"Karena bagi saya uang bukan segalanya"


Tiba-tiba saja Adit berlari menerobos kerumunan orang di sana dan menatap ke arah tangan pria tersebut


"Lepasin tangan lu dari istri gw"


"Ya ampun Dit gw cuma bantu dia buat bangun" tersenyum

__ADS_1


Adit pun langsung menarik tubuh istrinya dan mendekap tubuh Ara dengan erat


"Aku udah bilang kita ga usah lakukan ini" berbisik sambil mengelus pundak Ara


"Mereka keterlaluan kak, mereka benar-benar berencana membunuh aku dan Daffa kak. Aku harus dengar lihat dengan mata dan telinga aku sendiri kak, tapi sakit kak"


Adit pun hanya bisa memejamkan kedua bola matanya untuk meredakan emosinya


"Mama kak.. Mama Tania ternyata yang membunuh mama aku kak" dengan suara yang terputus-putus tertahan oleh tangisan


Ara pun menangis dengan hebat di dalam pelukan suaminya, dan mama Tania langsung memahami semua keadaan yang sedang terjadi


"Jadi kalian semua berkomplot untuk menjebak saya!!"


Adit langsung melepaskan tatapan membunuhnya ke arah mama Tania


"Apa menurut kamu saya selemah itu sampai harus menjebak kamu? semua ini saya lakukan karena istri saya yang menginginkan semua ini"


"Sial berantakan semua rencana aku, sekarang aku harus bagaimana?"


Nana pun semakin merasa ketakutan dan seluruh tubuhnya sudah bergetar dengan hebat, melihat anaknya yang seperti itu mama Tania pun langsung bersimpuh di hadapan mereka semua


"Ini semua salah saya, saya yang merencanakan ini semua jadi tolong jangan bawa Nana dalam masalah ini"


Terdengar suara langkah kaki yang berjalan mendekati mereka dengan pasti


"Kalian berdua harus bertanggung jawab dengan semua perbuatan yang sudah kalian lakukan selama ini"


"Suara ini, berarti dia juga sudah mengetahui semuanya"


Mama Tania pun benar-benar terkejut karena ternyata suaminya pun berada di tempat itu


"Aku bisa jelasin semuanya pah"


"Kamu perlu jelasin apapun, karena semua yang kamu lakukan tadi kami lihat semua"


"Aku lakuin ini semua juga demi keluarga kita pah"


"Apa menurut kamu Ara bukan bagian dari keluarga kita?"


"Apa sekarang semuanya sudah berakhir? ga aku ga mau menghabiskan masa tua aku di dalam penjara"


Tiba-tiba saja mama Tania meronta untuk melepaskan diri lalu berlari sekuat tenaga, dan menjatuhkan tubuhnya dari tempat yang cukup tinggi tersebut. Sedangkan Nana ikut berlari ke arah mamanya terjatuh dan melihat mamanya sudah tergeletak di atas tanah


"Mah..."


Tiba-tiba saja Nana mulai tertawa dan berbicara melantur seperti orang yang hilang kesadaran jiwanya

__ADS_1


"Mama terbang" tertawa lepas


__ADS_2