Malam Yang Menyakitkan

Malam Yang Menyakitkan
Sisi Yang Baik


__ADS_3

"Ini rumah lu?"


"Terima kasih untuk bantuan nya semalam" sambil menganggukkan sedikit kepalanya


"Oh ya mobil lu masih di parkiran, apa mau gw suruh orang antar mobil lu ke sini?"


"Ga usah ngerepotin, biar nanti aku ambil sendiri ke sana"


"Oke, udah turun sana gw mau balik masih ngantuk"


"Sekali lagi aku ucapin terima kasih dan maaf udah ngerepotin kamu"


"Kalau ngerasa bersalah lu bisa traktir gw kapan-kapan" dengan santai


"Ish mobil dia aja jauh lebih bagus dari aku, masa masih berani minta traktir sama perempuan sih? bukannya kemarin dia bilang ga pernah mau terima uang perempuan"


"Kenapa? kalau ga mau juga ga masalah, udah balik sana"


"Oke nanti kapan-kapan aku traktir kamu, aku turun dulu ya"


"Hem"


Vira pun mulai turun dari mobil Remon dan melangkahkan kakinya masuk ke dalam kediamannya, begitu Vira masuk ke dalam rumah hampir seluruh anggota keluarganya sedang berkumpul menanti kepulangan dirinya. Secara serentak semua mata pun langsung tertuju kepada dirinya dan Vira pun hanya bisa pasrah dengan apa yang akan terjadi


"Kamu dari mana semalam ga pulang?" menatap tajam


Gilang sebagai laki-laki satu-satunya di rumah itu membuka suara terlebih dahulu


"Maaf kak" menundukkan kepalanya


"Semalam kakak hubungi kamu tapi handphone kamu ga aktif, kakak telpon Dirga dia bilang dia juga ga tau kamu ada di mana?"


"Bisa-bisanya kak Dirga bilang ga tau aku ada di mana?"


"Selamat pagi"


Semua mata langsung tertuju ke arah suara itu berasal dan ternyata Dirga sudah berada di sana, dan semua yang berada di sana hanya bisa merasa bersalah terhadap Dirga sedangkan Vira melepaskan tatapan membunuhnya


"Masuk Dirga, ini Vira juga baru pulang"


Dirga pun melangkahkan kakinya mendekat ke arah mereka semua


"Kamu dari mana semalam? kak Gilang telpon aku katanya kamu ga pulang" memasang wajah cemas


Tiba-tiba saja Dirga memeluk tubuh Vira


"Sebaiknya kamu diam aja tentang masalah semalam dan semua akan selesai dengan baik, atau kamu mau mereka akan semua akan berpikir bahwa kamu bukan perempuan baik-baik" berbisik

__ADS_1


Vira pun hanya bisa terdiam sambil mengeraskan mengeraskan rahangnya


"Sekarang kamu jelasin sama kami semua kemana kamu semalam?"


Baru saja Vira akan membuka suara tiba-tiba saja Dirga sudah mendahului


"Aku minta maaf sama semuanya ini salah aku, kemarin kami sedikit berselisih paham dan kemarin aku ga berhasil kejar Vira. Mungkin dia jadi ga pulang untuk menenangkan diri"


Vira hanya bisa terdiam sambil menatap tajam ke arah Dirga


"Kenapa kamu ga jadi artis aja kak? akting yang kamu mainkan terlalu bagus, dan sekarang kamu bikin aku ga bisa berkutik. Aku ga mungkin buka suara aku ga mau bikin mama sedih dan drop"


"Vir kamu itu udah ga muda lagi jangan bersikap kekanak-kanakan, kalau ada masalah di bicarakan baik-baik jangan begini" Gilang berucap dengan penuh penekanan


"Apa ini juga yang dulu di rasain Ara? ga ada kesempatan sama sekali buat buka suara"


Senyuman kemenangan sudah tersimpul di bibir Dirga dan tiba-tiba saja asisten rumah tangga mereka menghampiri mereka semua


"Maaf pak, bu ada orang di depan nyariin mbak Vira"


"Siapa?"


"Katanya namanya Remon pak"


"Kamu kenal orang itu Vir? ngapain dia pagi-pagi ada di sini?"


"Maksud kamu apa?!!"


Gilang pun langsung bangkit dari duduknya karena merasa marah mendengar ucapan yang keluar dari bibir adiknya, Gilang sudah mulai melangkahkan kakinya mendekat ke arah Vira dan mengangkat tangannya untuk memberikan sebuah tamparan kepada Vira


"Ya ampun masih pagi udah ribut, apa kalian ga malu di denger tetangga?" dengan santai


Gilang pun tak lagi dapat menahan amarahnya dan langsung menghampiri Remon, dia berencana akan melayangkan sebuah bogem mentah kepada Remon. Tetapi dengan mudah Remon menghentikan aksinya dan menekuk tangan Gilang ke belakang tubuhnya membuat dia tak bisa bergerak


Sedangkan Dirga yang melihat Remon ada di sana pun langsung merasa bahwa dirinya akan terancam, di saat semua orang sedang sibuk meminta Remon melepaskan tangan Gilang di saat itu lah Dirga melarikan diri dari tempat itu


"Hei!! lepasin tangan kakak aku!!" sambil memukul punggung Remon


Remon pun menoleh ke arah Vira sambil tersenyum sinis


"Kalau kamu ga mau lepasin dia, sekarang juga aku akan telpon Ara dan minta Adit buat kasih kamu pelajaran!!"


Remon pun melepaskan tangan Gilang lalu dia mengeluarkan sebuah ponselnya dari dalam sakunya


"Gw ke sini cuma mau balikin ini tadi gw temuin di mobil gw" dengan nada suara yang dingin sambil meletakkan ponsel tersebut ke tangan Vira


Gilang yang merasa semakin kesal melihat sikap sombong Remon pun kembali mencoba memberikan bogem mentah kepada Remon, lagi-lagi Remon berhasil menepis dan sekali ini dia pun membalas pukulan dari Gilang hingga Gilang tersungkur ke atas lantai

__ADS_1


"Harusnya lu berterima kasih sama gw, kalau bukan karena gw mungkin adik lu ga akan kembali ke kediaman kalian dengan keadaan utuh"


Kata-kata Remon berhasil membuat Gilang menahan emosinya, dia pun bangkit tetapi tak ada niat untuk kembali menghajar Remon


"Siapa kamu sebenarnya?"


"Lu tanya aja semua cerita lengkapnya ke adik lu, urusan gw di sini udah selesai gw pergi dulu"


Sebelum Remon meninggalkan tempat itu dia pun melangkahkan kakinya mendekat ke arah Vira


"Kalau lu kira gw ikutin omongan lu karena gw takut sama Adit lu salah, gw cuma ga mau liat anak kecil kayak lu nangis lagi"


Remon pun meninggalkan tempat itu begitu saja, semua orang langsung berkumpul di ruang tamu dan meminta penjelasan dari Vira tentang apa yang sebenarnya telah terjadi. Dan Vira pun mulai menceritakan semua kebenarannya, terlihat Gilang mengeraskan rahangnya setelah mengetahui semuanya


"Kenapa kamu ga bilang dari awal?"


"Apa tadi kak Gilang kasih aku kesempatan buat ngomong?"


"Terus laki-laki tadi siapa?"


"Temennya kak Adit"


"Terus sekarang apa rencana kamu?"


"Aku mau batalin pertunangan aku sama kak Dirga"


"Kak Gilang minta maaf sama kamu ya Vir, harusnya kak Gilang tanya dulu cerita dari sisi kamu"


"Ga apa kak, aku ngerti kok. Aku mau ke kamar dulu ya kak"


Baru saja Vira bangkit dari duduknya Gilang kembali membuka suara


"Oh ya, sampaikan permintaan maaf kak Gilang buat orang tadi"


"Aku juga harus minta maaf sekali lagi sama dia"


"Ya kak"


"Ya udah kamu ga usah kerja hari ini, di rumah aja istirahat. Urusan sama Dirga biar kak Gilang yang urus"


"Makasih ya kak"


Vira pun segera meninggalkan ruang tamu dan masuk ke dalam kamarnya, dia pun langsung merebahkan tubuhnya di tempat tidur


"Aku ga sangka ternyata dia orangnya baik juga, dia lepasin kak Gilang karena ga mau liat aku nangis" tersenyum


Entah mengapa saat itu Vira sangat yakin bila Remon tidak sepenuhnya buruk, dia yakin Remon memiliki sisi yang baik juga di dalam hatinya

__ADS_1


__ADS_2