
Wajah Ara menunjukkan dengan jelas bahwa dia sulit untuk percaya dengan cerita Adit
"Kamu ga percaya?" menatap tajam
"Ya karena setau aku kak Dion itu orang yang baik, kayaknya mustahil kak Dion akan melakukan hal seperti tadi" dengan serius
"Jadi maksud kamu?"
Ara hanya bisa tersenyum canggung melihat Adit yang sudah memasang wajah kurang suka
"Ayo jawab!! jadi maksudnya kamu lebih percaya aku yang lakuin itu dari pada Dion?" penuh penekanan
"Kalau aku bisa jawab jujur aku pasti akan jawab iya, kak Dion orang selalu bersikap lembut ke aku dan orang lain. Kan Dion hanya bersikap kasar sama aku saat kejadian itu, tapi kak Adit kan orangnya suka terpancing emosi"
"Jawab yang jujur aku ga mau kamu bohong"
"Iya kak, maaf ya" cengengesan
"Aku tegaskan sekali lagi bukan aku yang memasang video itu, tapi memang Dion dapat semua foto dan video itu dari aku"
Ara hanya bisa terdiam seakan masih tak dapat percaya semua penjelasan dari Adit
"Aku benar-benar kecewa sama aku Ara, kamu lebih percaya orang lain dari pada aku orang yang akan menjadi suami kamu"
Ara pun dapat melihat dengan jelas wajah Adit melukiskan kekecewaan terhadap dirinya
"Maaf ya kak" memegang tangan Adit
"Kamu tau apa yang bikin aku kecewa?"
Ara pun menggelengkan kepalanya
"Karena kamu lebih percaya orang lain dari pada aku" lirih
"Iya aku salah, maaf ya kak" meletakkan tangan Adit di pipinya
Adit membuang napasnya dengan kasar dan mulai menatap ke arah Ara dengan tatapan mata yang sendu
"Pokoknya mulai sekarang kamu cuma boleh memikirkan aku, sejahat apapun aku tapi kamu harus yakin aku ga akan pernah melakukan sesuatu yang menyakiti hati kamu Mutiara Sanjaya.."
Wajah Ara pun menjadi memerah karena ucapan Adit, melihat hal tersebut segala rasa kecewa yang Adit rasakan menghilang dengan sendirinya. Adit pun langsung menarik wajah Ara agar terjatuh ke dalam pelukannya
__ADS_1
"Kalau aku ga pikirin perasaan kamu aku pasti sudah lakukan hal yang jauh lebih buruk dari ini untuk membalas semua perbuatan mereka"
"Tapi kenapa kak Dion harus lakuin itu di sana? kak Dion bisa ungkap semua dengan cara kekeluargaan" memasang wajah sedih
Adit melepaskan pelukannya dan menjadi sedikit bingung saat melihat wajah Ara yang bersedih dengan mata yang sudah berkaca-kac
"Kamu harusnya beruntung Dion yang melakukan itu, kalau aku yang membalas mereka ga akan mempunyai muka lagi untuk menatap orang lain"
"Kamu juga harus mengerti posisi Dion, seandainya itu terjadi sama kamu apa yang akan kamu lakukan? Dion juga kan pasti punya pertimbangan sendiri"
Ara pun membuang napasnya dengan kasar
"Seandainya aku lihat kamu begitu sama perempuan lain aku juga pasti akan kecewa, tapi mungkin aku lebih memilih pergi dari pada melakukan hal seperti tadi kak"
Ara mengucapkan itu semua tanpa memiliki pemikiran apapun, tetapi lain hal dengan yang di rasakan oleh Adit. Begitu Adit mendengar kata pergi di ucapkan oleh Ara hatinya langsung merasakan perasaan takut, Adit pun langsung menarik tubuh Ara dan memeluk tubuh Ara dengan sangat erat
"Kamu kenapa kak?"
"Tolong jangan pernah pergi dari aku" lirih
"Kalau gitu kamu harus janji kamu ga akan pernah selingkuh"
"Aku janji aku ga akan pernah lakuin itu"
"Ingat ya kamu sudah janji"
"Sikap kak Adit terkadang benar-benar terlihat aneh, kita kan cuma membahas seandainya kenapa sikap kak Adit jadi begini? ini juga bukan pertama kalinya kak Adit bersikap aneh"
Ara benar-benar sudah merasa ada sebuah keanehan dari cara Adit memperlakukan dirinya, perasaan itu terus mengganjal di dalam hatinya sehingga dia memutuskan untuk berusaha mencari tau apa yang ada di dalam pikiran Adit. Ara merasa terkadang sikap Adit menunjukkan sesuatu yang berbeda dengan yang namanya perasaan cinta belaka
Keesokan harinya papa Surya dan mama Tania memutuskan untuk datang ke kediaman keluarga Dion, bagaimana pun juga mereka harus mencari tau kejelasan dari hubungan anak mereka. Sedangkan Nana hanya bisa mengurung diri di dalam kamarnya, dan kini mereka semua sudah berada di ruang tamu
"Sebelumnya atas nama Nana kami datang ke sini untuk meminta maaf" dengan sopan
"Minta maaf? mudah sekali pak Surya mengucapkan kata itu. Apa pantas seorang perempuan yang sudah terikat hubungan dengan seorang laki-laki melakukan hal itu!!"
Melihat istrinya sudah mulai terpancing emosi sang suami pun langsung berusaha untuk menengahi
"Sabar dulu dong mah" memegang tangan istrinya
"Untuk masalah yang satu ini mama ga bisa pah, keluarga mereka sudah melempar kotoran ke muka kita pah!!"
__ADS_1
"Saya tau anak kami Nana memang sudah berbuat salah, tapi kami benar-benar tidak tau siapa yang memasang video itu"
Ketika mamanya Dion semakin terpancing emosi lain hal dengan Dion yang sedang tersenyum melihat ekspresi mama Tania
"Saat dulu tante tega lakuin itu ke Ara apa yang tante rasakan? sekarang saya hanya membuka aib yang anak tante lakukan wajah tante sepanik itu. Ini bahkan ga sebanding dengan cara tante merusak kehidupan Ara"
"Jadi maksud kalian seandainya video itu tidak tersebar anak kalian ga melakukan kesalahan apapun!!"
"Mah tenang dulu, sebaiknya kita tanya dulu pendapat Dion"
Dion yang sedari tadi hanya diam akhirnya mulai membuka suara ketika semua mata sudah setuju untuk meminta pendapat dari dirinya
"Saya hanya mau bercerai dengan Nana" dengan dingin
Bak sebuah badai datang melanda di dalam hati mama Tania saat itu, karena dia tau dengan pasti bahwa Nana sangat mencintai Dion. Mama Tania yakin bila Nana tak akan sanggup menerima keputusan yang telah Dion ambil
"Cerai? Nana berjuang setengah mati untuk mendapatkan Dion dan sekarang apa Nana sanggup bila bercerai dengan Dion?"
"Tapi Dion kalian baru aja menikah" memasang wajah memelas
"Maaf tante tapi aku ga mungkin lanjutin hubungan yang seperti ini" dengan tegas
"Tapi Nana sangat mencintai kamu Dion" berkaca-kaca
"Kalau dia tau arti kata cinta, dia ga mungkin melakukan hal itu tante"
Papa Surya dan mama Tania hanya bisa pasrah dan pergi dari sana membawa kekecewaan, karena mereka juga tak bisa memaksakan Dion untuk tetap melanjutkan hubungan pernikahan itu. Begitu mereka pergi Dion langsung kembali ke dalam kamarnya dan menghubungi Adit
"Halo"
"Orang tua Nana baru dari sini"
"Terus mereka mau apa?"
"Intinya mereka minta gw pertahankan pernikahan kami"
"Terus lu sendiri gimana?"
"Gw udah minta mereka urus perceraian kami"
"Gw ga sangka lu bakal berbuat sejauh ini"
__ADS_1
"Cuma ini yang bisa gw lakuin untuk membalas perbuatan mereka ke Ara, dan sekarang gw minta tolong sama lu gw titip Ara ya. Tolong jaga dia dan anaknya dengan baik"
"Pasti.. Gw akan jaga mereka dengan baik"