
Hari demi hari pun terus berlalu Dion terus memikirkan tentang apa yang telah Ara ucapkan, Dion selalu berkumpul bersama Brian dan Remon untuk mencari kesempatan mencari informasi tentang Adit. Hingga kesempatan pun hadir karena malam itu Remon sang raja minum tak bisa hadir di antara mereka
Dion pun mulai melancarkan aksinya membuat Brian mabuk dia hanya ingin membuat Brian membuka rahasia terbesar tentang Adit, karena bila dalam keadaan yang bisa Brian dan Remon selalu menutup rapat semua rahasia tentang Adit
Malam pun semakin larut dan semakin lama Brian semakin terlihat tak bisa mengendalikan dirinya, Dion pun tersenyum tipis karena rencananya telah berhasil. Dion membawa Brian keluar dari tempat itu dengan alasan akan mengantarkan dia pulang ke kediamannya
"Minum dulu biar lebih segar" menyodorkan sebuah botol minuman
"Makasih ya, lu memang anak baik" tertawa lepas
"Masa?"
Brian menatap ke arah Dion dengan mata yang sudah berat
"Ya lah kan cuma lu dan Adit yang ga pernah main perempuan"
"Tapi kan Adit udah mau nikah sedangkan gw baru nikah malah cerai"
"Kasian juga sih nasib lu ya, coba waktu itu Emon ga usil pasti lu sekarang udah nikah sama Ara"
Tanpa sadar Brian mengucapkan itu semua sedangkan Dion sudah mulai mengeratkan pegangan tangannya di kemudi mobilnya, dia Dion semakin yakin bahwa kecurigaan nya akan menjadi sebuah kenyataan
"Apa maksud dia? sabar Dion lu harus sabar lu harus bisa tau semuanya"
"Ya karena Emon sekarang gw jadi begini" senyum terpaksa
"Jadi lu udah tau semuanya ya?" menatap ke arah Dion
Dion hanya terdiam sambil menganggukkan kepalanya, sedangkan jauh di dalam hatinya dia sudah ingin berteriak sekuat tenaga
"Ya kadang cara Emon bercanda agak sedikit keterlaluan, tapi malam itu anehnya semua terjadi di luar rencana Emon. Gw harap lu ga akan marah sama Emon dan Adit ya, mereka juga ga seratus persen salah dengan masalah yang terjadi sama Ara"
Tanpa sadar Brian sudah mengatakan hal yang selama ini menjadi tabu di antara mereka bertiga, sedangkan Dion yang sudah tak bisa lagi menahan gejolak di dalam hatinya langsung menghentikan mobilnya dan menatap tajam ke arah Brian
__ADS_1
"Kenapa berhenti?"
"Sekarang tolong lu cerita semuanya ke gw!!"
Brian bak tersiram air dingin di kepalanya, tatapan mata Dion membuat dirinya langsung tersadar dari rasa mabuknya
"Lu ngomong apa sih?"
"Lu ga usah tutupi lagi!! tadi lu udah bilang secara garis besarnya!!" melepaskan tatapan membunuh
"Sabar dulu Dion"
"Jadi perempuan yang selama ini Adit cari itu Ara kan!!" berteriak sekuat tenaga
"Mampus kenapa gw bisa kejebak sih? alamat gw bakal jadi amukan Adit"
"Lu bisa tenang dulu ga?"
"Tenang? bisa lu bilang tenang ke gw? gimana kalau lu jadi gw?!!"
Dion menatap tajam ke arah Brian ingin sekali rasanya dia memberikan bogem mentah untuk meluapkan amarah di dalam hatinya
"Gw akan ceritain semua kejadian malam itu, nanti terserah lu gimana menilai kami?"
Dion hanya bisa terdiam sambil mengeraskan rahangnya, Brian pun membuang nafasnya dengan kasar dan membenarkan posisi duduknya agar mendapatkan kembali kesadarannya. Dan akhirnya dia pun mulai bercerita semua kejadian pada malam itu
Di mulai dari acara mereka seperti biasa dan keusilan Remon yang ingin mengerjai Adit dengan menaruh obat di minuman nya, bahkan Brian juga sudah mengatakan bahwa khusus malam itu Remon sudah menyiapkan seorang wanita yang akan melayani Adit. Tapi siapa sangka Adit melarikan diri dari tempat itu dan harus bertemu dengan Ara yang sudah tak sadarkan dan di bawah pengaruh obat
"Akh!!" memukul kemudi mobilnya
"Sekarang lu udah tau semuanya, tapi lu juga ga bisa limpahkan semua kesalahan ke Adit dan Remon"
Dion hanya diam dan tetap setia mengeraskan rahangnya, jauh di dalam lubuk hatinya dia sedang memaki dirinya sendiri karena kebodohan yang telah dia lakukan
__ADS_1
"Apa Adit udah lama tau kalau perempuan itu ternyata Ara?"
Brian menjawab dengan menggelengkan kepalanya
"Dia juga baru tau belakangan ini kok"
"Jadi ini alasannya Adit takut Ara pergi dari dia, sekarang apa yang harus gw lakuin?"
"Kenapa sampai sekarang kalian ga pernah bilang apapun ke gw?"
"Adit pasti akan bilang ke lu suatu saat nanti, apa lu tetap mau lempar semua kesalahan ke Adit dan Remon? apa lu ga sadar kalau alasan Ara pergi bukan karena kejadian malam itu tapi Ara pergi karena sikap lu sendiri"
Dion menatap jauh ke arah depan dia tak dapat lagi menggunakan pikirannya saat itu, karena seluruh pikirannya sudah di penuhi dengan masalah itu
"Ya Ara pergi karena gw bukan karena masalah ini jadi orang yang paling bersalah sama Ara itu gw, waktu itu gw terlalu pengecut untuk mendengar penjelasan dari Ara"
Dion kembali melanjutkan perjalanan mengantarkan Brian kembali ke kediamannya, rasa mabuk Brian pun sudah lenyap entah kemana. Sesaat sebelum turun dari mobil Brian menatap serius ke arah Dion
"Sorry kalau kata-kata gw tadi menyinggung perasaan lu, mau gimana juga lu dan Adit sama-sama teman gw. Tapi gw tetap harus jujur lu ga bisa salahin Adit di masalah ini"
Dion hanya membisu dan menatap jauh ke depan
"Satu lagi..."
"Gw ga mau bahas masalah ini lagi, Adit yang hutang penjelasan sama gw" menatap tajam
"Alamat ribut nih, lagian cewek galak gitu aja kok bisa bikin kalian berdua sang jomblo akut jadi ga berkutik sih"
"Ya udah terserah lu aja, gw harap masalah ini ga bikin rusak pertemanan kita semua"
Dion hanya diam membisu karena dia sendiri tak bisa menjamin apakah dia bisa menahan diri saat bertemu dengan Adit nanti, Brian yang tak mau ikut campur terlalu jauh pun memutuskan untuk keluar dari dalam mobil Dion dan masuk ke dalam rumahnya
"Adit hutang sebuah penjelasan sama gw dia orang yang paling tau gimana keadaan gw saat gw kehilangan Ara, dia tau gw hampir gila memikirkan Ara setiap hari. Gw juga ga mau Adit menikahi Ara cuma karena mereka punya anak atau merasa bersalah kayak yang dia pernah bilang ke gw dulu"
__ADS_1
Dion mengingat kembali semua ucapan Adit di masa lalu saat Adit bercerita tentang dia yang sedang mencari seorang gadis yang telah mencuri sesuatu yang paling berharga bagi dirinya, tetapi Adit tak pernah sekali pun mengatakan dia akan bertanggung jawab. Dion hanya tak ingin bila Adit menikahi Ara hanya karena mereka sudah memiliki seorang anak dari kejadian di malam itu