Malam Yang Menyakitkan

Malam Yang Menyakitkan
Marisa Kharisma Putri


__ADS_3

Sang wanita aneh yang pernah membantu Ara sedang berada di dalam ruang kerjanya sambil melihat berita tentang pernikahan Ara dan Adit yang di lakukan dengan sangat meriah


"Semoga kamu bahagia ya kak, walaupun di atas kebahagiaan kamu ada seseorang yang terluka. Tapi aku yakin Raditya Mahardika orang yang tepat untuk kamu, kamu orang baik maka kamu harus mendapatkan laki-laki yang baik"


Wanita tersebut meletakkan ponselnya setelah membaca berita tentang pernikahan Ara dan Adit, dia juga mengambil sebuah amplop coklat yang berada di atas meja kerjanya dan memasukkan amplop tersebut ke dalam laci


"Tugas aku untuk kak Ara udah selesai, tinggal satu orang lagi yang aku sendiri ga tau harus gimana cara membalas budi ke dia?"


"Aku sudah berjanji di dalam hati aku untuk membalas budi dengan kalian berdua, aku akan menjamin kebahagiaan untuk kalian berdua. Jadi aku rasa apa yang terjadi belum cukup untuk membalas budi aku ke kak Dion"


Amplop coklat yang baru saja di masukkan oleh wanita tersebut adalah informasi yang telah dia kumpulan tentang Adit dan Ara, ternyata wanita tersebut ingin memastikan terlebih dahulu apakah Adit pantas bersanding dengan Ara. Dan dia pun sudah mengetahui semua hal yang terjadi di antara mereka berdua


Wanita tersebut adalah Marisa Kharisma Putri seorang pengusaha muda yang belum lama tinggal di kota tersebut, walaupun dia baru memulai usahanya di kota itu tetapi namanya sudah cukup di akui di kota tersebut sebagai salah satu pengusaha yang cukup handal


FLASH BACK


"Mah.. Mama harus kuat mah"


"Ca kamu harus lari dari sini, mama udah ga kuat sayang" terduduk dengan nafas yang memburu


"Ga mah mama ga boleh bilang begitu, Caca ga mau pergi dari sini tanpa mama" meneteskan air matanya


"Caca kamu harus dengerin mama ya sayang, kamu harus pergi dari sini sekarang juga nak. Jangan bikin mama sedih Ca, mama mohon kamu harus pergi dari sini nak" mendorong tubuh anaknya


Marisa berlari sekuat tenaga keluar dari tempat itu dengan air mata yang mengalir dengan derasnya, dan tiba-tiba saja dia muncul di sebuah jalan raya bertepatan dengan Dion yang sedang melajukan mobilnya. Dion pun segera menghentikan mobilnya dan turun dari dalam mobilnya bersamaan dengan Ara ikut turun dari dalam mobil


Mereka berdua terkejut melihat ada seorang gadis muda yang terlihat lusuh dengan nafas yang memburu, Ara pun segera melepaskan jaket yang dia gunakan dan menutupi tubuh Marisa


"Kamu ga apa?" khawatir


Marisa hanya menjawab dengan menggelengkan kepalanya, rasa takut dan panik terlihat jelas dari wajah Marisa pada saat itu

__ADS_1


"Kami bawa kamu ke rumah sakit ya?"


Marisa yang terlihat ketakutan malah menggeserkan tubuhnya menjauh dari Ara, Ara pun benar-benar tersentuh melihat keadaan gadis itu dengan cepat Ara langsung memeluk tubuh gadis itu dengan sangat erat


"Ga usah takut kamu sekarang sudah aman, kami bukan orang jahat" dengan suara pelan dan terdengar hangat


Gadis itu pun merasakan perasaan aman pada saat itu di dalam pelukan hangat seorang Mutiara Sanjaya, gadis itu mulai menangis dengan hebatnya


"Tolong kami"


"Kami? ya dia bilang kami berarti ada orang lain selain dia"


Ara segera melepaskan pelukannya dan menatap gadis itu dengan serius


"Kamu sama siapa?"


"Mama" menunjuk ke arah di mana dia keluar


"Ayo kita jemput mama kamu" mengulurkan tangannya


"Tapi di sana ada orang jahat kak, mereka culik aku dan mama" dengan air mata yang masih terus mengalir


"Kak cari sesuatu buat kita jadiin senjata"


Dion pun segera ke dalam mobilnya dan mencari apapun yang bisa dia gunakan, dia pun segera kembali ke mana Ara berada


"Apa ga sebaiknya kita lapor polisi dulu?"


"Kamu ga liat keadaan dia kak? kalau kita laporan polisi dulu gimana keadaan mamanya nanti?" menatap tajam


Dion hanya bisa membuang nafasnya dengan kasar karena tak mungkin dia bisa melawan sesuatu yang sudah Ara putuskan, dan saat itu Marisa melihat Ara bak seorang malaikat yang di kirimkan Tuhan untuk menyelamatkan dia dan mamanya

__ADS_1


Mereka pun segera menuju ke arah yang di tunjukkan oleh Marisa dan dengan mudah mereka bisa menemukan keberadaan sang mama, saat itu keadaan mamanya Marisa sudah dalam keadaan tak sadarkan diri. Dion langsung memberikan senjata yang dia pegang kepada Ara dan mengangkat tubuh mamanya Marisa di pundaknya


Baru saja mereka akan melangkahkan kakinya mereka tiba-tiba saja dua orang yang menculik Marisa dan mamanya sudah berada di dekat mereka, tanpa banyak bicara mereka segera memukul kepala Dion dengan sebuah kayu dan berhasil membuat Dion serta mamanya Marisa jatuh tersungkur. Dengan cepat Ara segera menarik tubuh Marisa ke belakang tubuhnya


"Kalian mau apa? jangan macam-macam atau aku akan pukul kalian!!"


Kedua orang tersebut tertawa terbahak-bahak melihat Ara yang berusaha melindungi orang lain sedangkan dirinya sendiri pun belum tentu bisa selamat


"Kamu tetap di belakang ya, kalau kamu lihat keadaan sudah berbahaya kamu langsung lari sejauh mungkin"


"Kamu kan ga kenal sama aku kak, kenapa kamu bisa berbuat sesuatu yang sama dengan yang mama lakukan?"


"Sebaiknya kamu pergi dari sini, kami ga punya urusan dengan kalian" penuh penekanan


Dan tiba-tiba saja ada dua orang lagi muncul di sana dengan membawa senjata tajam, Ara pun benar-benar tak tau harus berbuat apa pada saat itu. Dia benar-benar merasa bimbang saat melihat Dion sudah tergeletak di atas tanah, dan tiba-tiba saja Marisa pun menarik baju Ara


"Pergi aja dari sini kak, mereka cuma butuh aku"


"Ga aku ga akan tinggalin siapa pun di sini" penuh keyakinan


"Terima kasih kak"


Empat orang itu tertawa terbahak-bahak melihat sikap Ara yang seperti itu, karena sudah pasti dia takkan bisa melindungi dirinya sendiri apalagi orang lain. Ke empat orang tersebut mulai berjalan mendekat ke arah Ara, sedangkan Ara terus berusaha memundurkan langkah kakinya sambil terus menghalangi tubuh Marisa, dengan sangat cepat Ara sudah berhasil di lumpuhkan dan kini Ara pun sudah terbaring di atas tanah dengan kesadarannya yang mulai menghilang secara perlahan


Ke empat orang tersebut sudah mulai akan menghabiskan nyawa Marisa untuk selamanya sambil tertawa lepas


"Tolong jangan sentuh dia" dengan suara pelan sambil mengulurkan tangannya ke arah Marisa


Lalu tiba-tiba saja ada banyak sekali orang berpakaian rapi berada di sana dan meringkus ke empat orang tersebut, dan Ara pun mulai tak dapat melihat apapun karena kesadarannya sudah menghilang sepenuhnya


FLASH OFF

__ADS_1


"Seandainya waktu itu kalian ga membantu kami pasti nyawa mama ga akan pernah bisa di selamatkan untuk selamanya"


__ADS_2