Malam Yang Menyakitkan

Malam Yang Menyakitkan
Harapan Adit


__ADS_3

Dion pun semakin tak tega melihat Marisa yang semakin terlihat menyedihkan karena air matanya sudah mengalir menghiasi pipi merahnya


"Saya minta maaf karena saya sudah berbuat salah di malam itu, tapi saya juga sudah berusaha mencari tau tentang kamu"


"Buat apa kamu cari aku?" menatap ke arah Dion


"Saya harus tanggung jawab dengan apa yang sudah saya lakukan, dan saya juga harus minta maaf ke kamu karena kejadian itu"


Marisa pun memberikan senyuman sinis kepada Dion


"Kita sudah sama-sama dewasa kak hal seperti itu sudah bukan hal yang tabu lagi, jadi kita lupain aja semuanya"


"Bibir kamu bilang begitu tapi mata kamu berkata hal yang berbeda, sebenarnya apa yang sudah saya lakukan selain hal itu sama kamu? kenapa kamu bersikap begini?"


"Aku rasa semuanya sudah jelas, jadi sekarang aku sudah boleh pergi kan?" Viona pun bangkit dari duduknya


Baru saja Marisa melangkahkan kakinya dengan sangat cepat Dion langsung memegang tangannya


"Apa kehilangan kesucian kamu juga kamu anggap sebagai hal yang lumrah?"


"Ga ada perempuan di dunia ini yang ga merasakan sakit hati bila merasakan hal yang aku rasakan kak"


"Buat aku bukan masalah kak" tanpa menoleh sama sekali


Marisa berusaha menutupi perasaan sebenernya yang sedang dia rasakan, tetapi entah mengapa Dion dapat mengetahui semua kebohongan Marisa pada saat itu


"Tapi buat aku akan jadi suatu masalah, aku sudah pernah sekali melakukan kesalahan terhadap Ara jadi aku ga mau melakukan kesalahan sama kamu" dengan penuh keyakinan


"Kamu mau apa kak?" menatap tajam


"Aku mau bertanggung jawab"


Marisa pun kembali mengeraskan rahangnya


"Bertanggung jawab tentang apa? malam itu kamu memang dalam keadaan ga sadar kak tapi aku sadar dan aku juga ga menolak hubungan itu, jadi kamu ga perlu bertanggung jawab kak. Lagi pula saat itu kamu pikir aku kak Ara"


"Astaga Dion apa yang udah lu lakuin? ya aku ingat malam itu aku liat Ara, pantas aja dia bersikap begini ke gw. Pasti dia sakit hati malam itu, tapi kenapa dia ga menolak malam itu? atau jangan-jangan..."


"Kenapa kamu ga menolak saat saya melakukan itu?" menatap dengan serius


"Cuma sebuah kesalahan kak, jadi sekarang tolong lepasin aku mau pergi"


"Sebaiknya aku ga paksa dia, setidaknya aku udah tau siapa perempuan malam itu. Aku akan coba semuanya secara perlahan"

__ADS_1


"Oke tapi kamu harus janji satu hal sama saya"


Marisa hanya terdiam sambil menatap tajam


"Kalau berhubungan badan bagi kamu hal yang lumrah tapi ga bagi saya, jadi jangan bersikap seperti kemarin lagi kalau berpapasan dengan saya"


"Apa sih kak mau kamu?"


"Aku..."


Marisa langsung menghentikan ucapannya karena Dion sudah bangkit dari duduknya dan mendekatkan wajahnya ke wajah Marisa membuat Marisa secara spontan menjauhkan wajahnya


"Kita mulai semuanya dari awal, saya ga bisa menjanjikan hati saya sepenuhnya untuk kamu saat ini. Tapi saya akan berusaha untuk menjadikan kamu sebagai pengganti Ara di hati saya" dengan penuh keyakinan


Marisa hanya bisa membulatkan ke dua bola matanya dengan sempurna karena terkejut


"Kamu ngomong apa sih kak?"


Entah mengapa Dion melihat sosok Ara pada diri Marisa, Marisa seperti gadis polos dan baik seperti Ara tidak seperti sosok gadis sombong yang pernah dia jumpai. Dion meletakkan tangannya dengan lembut di ujung kepala Marisa sambil tersenyum


"Artinya saya mau belajar mencintai kamu dan mulai mengejar kamu, apa kamu ga mau karena status saya seorang duda?"


"Itu..."


"Kamu mau antar aku ke mana?"


"Apartemen sebelah" menoleh sambil tersenyum


Marisa pun tak lagi dapat menutupi rasa malu yang sedang dia rasakan


"Ayo, ga baik perempuan ada di tempat laki-laki berduaan" menarik tangan Marisa


Dan Marisa pun hanya bisa pasrah mengikuti langkah kaki Dion, setelah sampai di depan pintu apartemen Marisa dia pun membuka pintu apartemennya


"Aku masuk dulu kak"


Tiba-tiba saja Dion mengulurkan tangannya ke arah Marisa


"Apa kak?" menatap dengan bingung


"Ponsel kamu"


Entah apa yang merasuki Marisa saat itu karena dengan sangat mudah dia menuruti semua ucapan Dion, Dion pun melakukan panggilan ke ponselnya agar mengetahui nomor telepon Marisa

__ADS_1


"Ini" mengembalikan ponsel Marisa


"Kalau gitu aku masuk dulu kak"


"Selamat istirahat" tersenyum dengan hangat


"Seandainya senyuman itu memang tulus buat aku, pasti aku bahagia banget kak. Tapi mau sampai kapan pun aku tau aku ga akan pernah bisa gantiin posisi kak Ara di hati kamu"


Marisa pun hanya terdiam sambil tersenyum, dia pun mulai masuk ke dalam apartemennya dan langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri. Sedangkan Dion yang sudah berada di dalam kamarnya langsung terbayang wajah Marisa saat sedang menangis, dia pun langsung meraih ponselnya lalu mengirimkan sebuah pesan kepada Marisa


"Sekali lagi aku minta maaf untuk kejadian malam itu, aku ga pernah ada niat untuk merendahkan kamu dengan membayangkan Ara pada saat itu. Tapi aku janji aku akan bertanggung jawab dengan apa yang sudah aku lakukan"


Cukup lama Dion menunggu balasan dari Marisa tetapi tak kunjung ada balasan dari dirinya, hingga tanpa terasa Dion pun terlelap ke alam mimpi. Dan untuk pertama kalinya Dion dapat tertidur tanpa harus lama memandangi foto Ara yang masih terpajang di dinding kamarnya


Marisa anggota baru saja keluar dari dalam kamar mandi pun langsung merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, dan dia pun meraih ponselnya dan mulai memeriksa. Dia benar-benar tak percaya bila Dion mengirimkan pesan seperti itu kepada dirinya


"Akh!! gimana caranya aku bersikap besok-besok kalau ketemu kak Dion lagi? kenapa sih dia selalu bilang bertanggung jawab? aku ga mungkin mau jadi istri orang yang ga mencintai aku"


Maris pun melemparkan ponselnya ke sembarangan arah dan tak membalas pesan yang di kirimkan Dion


Saat pagi menyapa sebelum Adit pergi ke kantor Ara memaksa Adit untuk kembali melihat foto Marisa, dan ternyata Adit sudah menghapus semua info tentang Marisa karena dia tak ingin terjadi perdebatan tentang hal tersebut


"Kenapa di hapus kak?"


"Ya aku buat apa simpan foto perempuan lain sayang? kan udah ada kamu perempuan paling cantik di dunia"


"Tapi aku penasaran kak, jadi aku lihat sekali lagi"


"Udah dong sayang, nanti kamu marah lagi" memasang wajah memelas


Ara pun tertawa lepas melihat ekspresi wajah suaminya, sedangkan Adit langsung mengerutkan keningnya melihat Ara yang tertawa lepas. Ara mulai mendekati Adit dan memegang kedua pipi suaminya


"Aku minta maaf karena aku kemarin curiga sama kamu, tapi aku janji mulai sekarang aku ga akan percaya dengan apapun selain keluar dari mulut kamu sendiri"


"Tapi kamu buat apa sih sayang?"


"Kayaknya aku pernah lihat perempuan itu selain di mall waktu itu, makanya aku harus perhatiin foto dia sekali lagi"


"Oke nanti aku minta Arman kirim ke kamu aja langsung ya"


"Makasih ya kak," mencium pipi Adit


"Aku harap selamanya kamu akan bahagia seperti ini" tersenyum

__ADS_1


__ADS_2