
Seorang pria sedang duduk di bangku kebesarannya dengan wajah yang dingin
Tok.. Tok.. Tok..
"Masuk"
"Ada orang yang menyewa jasa kita bos"
"Hem..."
"Ini foto mereka bos"
Meletakkan foto Daffa dan Ara di atas meja
"Seperti biasa semua pembayaran sudah di lakukan di muka bos"
Pria tersebut memutar bangku kebesarannya dan mulai mengambil foto Daffa dari atas meja
"Anak ini kenapa bisa mirip sama dia waktu masih kecil?"
Pria tersebut pun mulai mengambil foto Ara dari atas meja
"Perempuan ini kan istrinya dia"
"Siapa yang mau menghabisi mereka?"
"Nyonya besar keluarga Sanjaya bos"
"Berarti ibu tiri perempuan ini"
"Apa ada permintaan khusus dari dia?"
__ADS_1
"Ya bos, dia minta kita menghabisi anak itu terlebih dahulu. Lalu dia minta kita menculik perempuan itu sebelum kita menghabisi perempuan itu, karena dia bilang dia mau mengungkapkan sebuah rahasia sama perempuan itu"
"Gw kira dia akan hidup dengan tenang, ternyata tetap ada aja orang yang berani mengganggu dia" tersenyum tipis
Nana sudah mulai bisa tenang karena mama Tania meyakinkan dirinya bahwa kebahagiaan Ara akan segera berakhir, sedangkan papa Surya terus memikirkan keselamatan Ara tetapi dia tak dapat menunjukkan apapun seperti permintaan Adit
Adit dan yang lainnya pun mulai menjalankan hari seperti biasanya, sedangkan Daffa sudah harus mulai bersekolah dan Ara pun selalu menyempatkan diri untuk mengantarkan Daffa ke sekolah
Hari demi hari terus berlalu dan semua berjalan kembali seperti biasanya karena tidak ada kejadian apapun yang menimpa keluarga mereka, walaupun pengawalan untuk mereka masih tetap di perketat. Walaupun belum ada kejadian apapun yang menimpa keluarga kecil Ara, tetapi semua kegiatan keluarga kecil Adit selalu di awasi oleh beberapa orang dari kejauhan
Malam itu saat Adit sudah mulai merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur dengan posisi yang paling dia sukai yaitu memeluk tubuh mungil istrinya, tiba-tiba saja ponselnya pun berdering dan dalam sekejap wajah Adit berubah menjadi tegang. Ara yang menyadari perubahan wajah Adit pun tetap berusaha untuk tersenyum
"Angkat kak"
Adit hanya menjawab dengan anggukkan kepalanya
"Halo"
"Besok"
"Oke"
Dan pagi itu mama Tania tersenyum bahagia saat mendapatkan sebuah pesan bahwa semua perintah dari dirinya akan di laksanakan pada hari itu
"Saya mau lihat bagaimana sakitnya perasaan kamu Ara saat kamu harus kehilangan anak kamu? dan kamu akan mengetahui kebenaran tentang masa lalu kamu yang sebenarnya, kebenaran yang selama ini saya simpan rapat hanya di dalam hati saya"
"Perempuan itu memang pantas mendapatkan itu, dan kamu Ara kamu pantas mendapatkan ini semua karena kamu telah menyakiti perasaan anak saya"
FLASH BACK
Papa Surya dan mama Tania sudah berteman sedari mereka masih masih di bangku SMP, papa Surya sama sekali tak memiliki perasaan apapun terhadap mama Tania. Tetapi lain hal dengan mama Tania karena semakin mereka beranjak dewasa hati mama Tania hanya di isi oleh satu nama yaitu Surya Sanjaya
__ADS_1
Mama Tania selalu mengikuti papa Surya bersekolah di mana pun tanpa pernah sekali pun dia menyatakan perasaannya yang sebenarnya, hingga saat mereka di bangku kuliah papa Surya bertemu dengan mamanya Ara dan langsung jatuh cinta. Mereka pun selalu menghabiskan waktu bertiga tanpa ada yang tau perasaan mama Tania yang sebenarnya
Saat sudah lulus kuliah dan mulai bergabung di perusahaan Sanjaya untuk belajar menjadi penerus papa Surya pun melamar mamanya Ara, dan sudah pasti lamaran tersebut di terima tanpa ada kendala apapun karena mereka berdua memang saling mencintai. Sedangkan mama Tania akhirnya merasakan perasaan dendam yang sangat mendalam terhadap mamanya Ara
Tak selang lama dari pernikahan mereka kabar gembira hadir di tengah keluarga baru itu, karena ada bayi yang sedang tumbuh di rahim mamanya Ara. Kehadiran Ara di dalam rahim mamanya menjadi pelengkap kebahagian keluarga itu
Mama Tania yang sudah gelap mata menggunakan segala cara untuk melenyapkan bayi tersebut, di mulai dari bekerja sama dengan sang dokter untuk memalsukan hasil pemeriksaan kandungan mamanya Ara. Hasil pemeriksaan menyatakan bayi tersebut tidak sehat dan harus melakukan aborsi atau akan membahayakan nyawa sang ibu
Saat itu dengan perasaan yang hancur lebur papa Surya memohon kepada istrinya agar menggugurkan bayi mereka, tetapi sudah pasti ibu mana pun tak akan ada yang mau melakukan hal tersebut. Karena merasa rencananya tak berhasil akhirnya mama Tania menunggu hingga bayi tersebut siap untuk di lahirkan dan dia akan mulai menjalankan aksinya
Saat itu bertepatan dengan papa Surya yang harus pergi ke luar kota karena urusan pekerjaan dan mama Tania pun di minta untuk menemani mamanya Ara, mama Tania memberikan obat kepada mamanya Ara agar terjadi pendarahan hebat. Dengan berpura-pura panik di hadapan seluruh orang yang berada di rumah itu mama Tania membawa mamanya Ara ke rumah sakit
Di saat Ara terlahir ke dunia ini di saat itu pula mamanya Ara harus menghembuskan nafas terakhirnya, mendengar hal tersebut papa Surya pun segera kembali dan dia hanya bisa menangis di hadapan jasad sang istri yang sudah tak bernyawa
Papa Surya baru pertama kali merasakan yang namanya cinta, dan kini dia harus kehilangan wanita yang sangat dia cintai karena kehadiran seorang anak di dunia ini. Rasa kecewa yang di rasakan oleh papa Surya karena keputusan yang di ambil oleh istrinya dia limpahkan sepenuhnya kepada Ara
Dan di saat itu lah mama Tania hadir sebagai seorang pahlawan di mata papa Surya dan akhirnya papa Surya pun menikahi mama Tania, tanpa pernah dia ketahui bahwa orang yang telah merenggut nyawa wanita yang paling dia cintai adalah wanita yang hingga kini menjadi istrinya
FLASH OFF
Ara seperti biasa mengantarkan Daffa berangkat ke sekolah dan tiba-tiba saja kejadian yang tragis pun terjadi, karena ada sekelompok orang yang menghadang iring-iringan mobil mereka. Dan dalam waktu sekejap mata semuanya telah terjadi
Salah seorang pria yang menghadang iring-iringan mobil tersebut langsung menghubungi mama Tania
"Halo"
"Semua sudah beres kami sudah menghabisi anak itu, sekarang saya akan bawa ibunya ke tempat yang sudah kita tentukan"
"Oke, saya ke sana sekarang juga"
"Oke"
__ADS_1
Mama Tania pun langsung memutuskan sambungan teleponnya sambil melepaskan senyuman kemenangan, karena mama Tania merasa rencana pertamanya telah berhasil
"Kalau mama kamu aja bisa saya singkirkan apalagi cuma kamu Ara, kamu dan mama kamu sama saja kalian adalah perempuan yang telah menghancurkan perasaan saya dan anak saya"