
Detik demi detik terus berlalu entah sudah berapa gelas yang Vira habiskan pada saat itu, semakin lama dia pun semakin terbawa oleh alkohol yang dia minum. Dan dua orang pria sudah mulai mendekati dirinya, sedangkan Remon terus memperhatikan Vira dari kejauhan
"Hai cantik" tersenyum
"Hai"
"Sendiri aja?"
"Ya, aku baru putus sama tunangan aku" tersenyum
"Masa sih cewek secantik kamu di putusin, pasti tunangan kamu itu buta" tertawa
"Mungkin karena aku sudah tua jadi dia lebih pilih perempuan yang lebih muda dari aku" tertawa
Vira benar-benar sudah terbawa oleh alkohol dan tak lagi bisa mengendalikan dirinya, mereka bertiga pun terus berbincang dan terus memberikan Vira minuman agar semakin tak sadarkan diri. Dan sudah pasti dari kejauhan Remon semakin kesal melihat hal tersebut
"Baru tadi nangis udah kayak anak kecil mana gw yang jadi sasaran pukulan dia, nah sekarang udah ketawa dia di deketin sama cowok ga jelas"
Malam pun semakin larut dan kedua pria yang sedang mendekati Vira sudah mulai menyelesaikan pembayaran bill minuman mereka, mereka akan membawa Vira pergi dari tempat itu karena melihat keadaan Vira yang sudah mulai mabuk berat. Di kejauhan Remon sudah mulai mengepalkan tangannya melihat kedua pria tersebut sudah mulai berani meraba tubuh Vira
"Dasar gadis bodoh!! keluar dari sarang macan sekarang kamu masuk ke sarang buaya"
Kedua pria tersebut pun mulai memapah tubuh Vira dan akan membawa keluar dari tempat itu, tetapi tiba-tiba saja para keamanan di tempat itu langsung menghentikan mereka sebelum berhasil keluar dari pintu
"Maaf mau di bawa ke mana dia?"
"Urusan kami lah mau di bawa kek perempuan ini"
"Tolong tinggalin perempuan itu di sini" dengan tegas
"Dia teman kami kok, dari tadi juga pasti banyak yang liat kami minum bareng"
"Dari tadi juga pak Remon udah gatal mau pukul kalian, sayang aja tempat kami lagi ramai makanya dia menahan diri"
"Maaf tapi perempuan ini ga bisa kalian bawa"
"Kenapa? kami sudah bayar bill minuman kami kok!!" menaikkan volume suaranya
"Karena perempuan itu pacar saya" penuh penekanan
Remon mulai melangkahkan kakinya mendekat ke arah mereka
"Kalau dia pacar kamu kenapa dari tadi kamu cuekin dia di dalam?"
"Karena kami lagi berantem, jadi dari tadi saya diam aja. Tapi kayaknya kalian mau ambil kesempatan dari pacar saya"
__ADS_1
Remon mulai mengambil tubuh Vira yang sudah mabuk berat dari para pria tersebut, mereka pun sudah akan melakukan perlawanan karena hasil karya mereka akan di rebut orang lain. Tetapi mereka tak dapat berkutik karena para keamanan di tempat itu langsung menghalangi mereka
Remon pun mulai membawa Vira dari tempat itu dan memasukkan Vira ke dalam mobilnya, dia menatap ke arah Vira yang sudah tertidur dengan pulas
"Ternyata cewek galak ini manis juga"
Remon sudah menggerakkan tangannya ingin menyentuh bibir Vira, dan dia pun langsung menghentikan aksinya
"Astaga lu gila ya Mon? dia ini teman istrinya Adit apa lu mau cari mati ganggu dia? tapi gw kasian juga liat cewek ini" tersenyum tipis
"Woi!!" menggoyangkan lengan Vira
"Hem...."
"Rumah lu di mana?"
"Ga tau"
"Ga mungkin cewek ini gw bawa ke apartemen gw yang ada gw bisa khilaf nanti, apa gw bawa dia ke hotel aja ya? tapi kalau dia keluar dari kamar belum sadar dan di ganggu orang lagi nanti gimana?"
Remon pun berusaha menghubungi Adit tetapi sudah pasti keadaan ponsel Adit dalam keadaan tidak aktif, dia pun berusaha menghubungi Dion dan Dion mengabaikan panggilan telpon tersebut karena sudah terlelap ke alam mimpi
"Gw bawa ke mana dong cewek ini?"
Remon yang merasa frustasi melajukan mobilnya tanpa arah, akhirnya dia pun menepikan mobilnya di depan sebuah taman
Setelah beberapa kali berusaha membangunkan Vira semakin lama Remon pun tak lagi bisa mengendalikan rasa kantuk yang menghampiri dirinya, dia pun memilih untuk memundurkan tempat duduknya dan mencari posisi yang nyaman untuk tidur
Detik demi detik terus berlalu hingga sinar mentari pagi pun mulai membuat Vira terbangun dari tidurnya, dengan kepala yang masih terasa berat dia berusaha membuka kedua bola matanya
"Aku di mana?" mencoba melihat ke sekeliling sambil memegang kepalanya
Vira pun menjadi terkejut karena orang yang sedang tertidur dengan pulas di sampingnya adalah Remon, Vira berusaha mencoba mengingat kembali kepingan demi kepingan semua kejadian yang telah dia lalui. Dan tiba-tiba saja ponsel Remon pun berdering membuat dia terjaga dari tidurnya
"Kamu udah bangun?"
Vira hanya bisa menjawab dengan anggukkan kepalanya dan Remon pun mulai mengeluarkan ponselnya dari dalam sakunya
"Halo"
"Kenapa tadi malam lu telpon gw?"
"Gw mau tanya alamat teman istri lu Dit" dengan suara yang serak khas orang yang baru bangun tidur
"Memang dia kenapa?"
__ADS_1
"Dia mabuk"
"Mon lu ga buat yang aneh-aneh kan sama dia?"
"Buset deh, lu kira gw sebejat apa?!!"
"Ya karena gw tau lu makanya gw tanya begitu?"
"Karena gw ga tau alamat rumah anak kecil itu sekarang badan gw sakit semua, tau ga lu gw tidur di mobil Dit!!" sedikit menaikkan volume suaranya
"Syukur deh kalau gitu"
"Temen apaan sih lu?!!"
"Sekarang dia di mana?"
"Ini udah bangun anaknya di samping gw"
"Ya udah tolong lu antar dia ke rumahnya ya"
"Hem.." Remon pun langsung memutuskan sambungan teleponnya
"Maaf ya"
"Hem.." Remon membenarkan posisi tempat duduknya
"Tapi aku bukan anak kecil" dengan suara yang pelan dan tetap terdengar
"Cuma anak kecil yang nangis saat kehilangan sesuatu" acuh dan tanpa menoleh sama sekali
Vira pun hanya bisa terdiam sambil menundukkan kepalanya karena semua ucapan Remon benar adanya
"Alamat kamu di mana?" menatap ke arah Vira
"Kamu bisa turunin aku nanti kalau ada taksi" lirih
"Akh kenapa lagi dia? jangan bilang kalau dia masih mikirin cowok ga penting itu?"
"Adit suruh gw buat antar lu sampai rumah, lagian gw juga bukan cowok yang bisa lepasin anak kecil yang lagi galau sendirian"
"Udah aku bilang aku bukan anak kecil" menatap tajam
"Ini baru cewek galak yang gw temuin di pesta itu"
"Oke, rumah kamu di mana anak yang udah besar?" tersenyum meledek
__ADS_1
Vira pun memalingkan wajahnya karena malas melayani Remon dan dia pun mulai menyebutkan alamat rumahnya, tanpa menunggu waktu yang lama Remon segera melajukan mobilnya ke arah alamat yang di sebutkan oleh Vira
Selama perjalanan Remon hanya terdiam dan Vira pun sesekali mencuri pandang ke arah Remon, entah mengapa Vira merasa bila Remon memiliki sisi baik dalam hatinya. Walaupun semua orang yang dia kenal meminta dia untuk tidak berhubungan dengan Remon