
"Apa bisa aku minta kamu tetap di sini?"
Lian pun meneteskan kembali air matanya tetapi sekali ini bukan lagi air mata kesedihan, tetapi air mata kebahagiaan karena ternyata Brian tetap akan menjadi rumah baginya. Tempat di mana dia akan kembali saat dia lelah, tempat di mana dia bisa menyenderkan kepalanya saat semua orang tidak menyenderkan kepalanya di saat semua orang tidak perduli pada dirinya
Melihat Lian sudah mengeluarkan air matanya Brian pun langsung bangkit dan memeluk tubuh istrinya dengan sangat erat
"Maaf, aku minta maaf untuk semua perbuatan aku selama ini. Jangan nangis lagi kamu boleh melakukan apapun yang kamu mau, tapi tolong jangan nangis lagi"
Brian mengira bila air mata Lian yang keluar saat itu karena permintaan dari dirinya
"Aku kira kamu benar-benar mau buang aku kak" dengan suara yang terputus-putus tertahan oleh tangisan
Brian pun langsung melepaskan pelukannya dan menatap istrinya dengan perasaan tak percaya bila Lian menangis dengan pemikiran yang berbeda dengan yang dua bayangkan
"Kamu...."
"Kamu jahat kak"
"Iya aku memang laki-laki jahat, tapi kamu tetap pilih di samping aku kan?"
"Aku bisa pergi ke mana lagi kak? cuma kamu yang aku punya"
Rasa sesak di dalam dadanya Brian pun menghilang entah ke mana dan dia pun langsung memeluk tubuh Lian kembali
"Terima kasih, aku janji mulai sekarang aku akan jadi suami yang baik untuk kamu"
"Selama ini kamu memang suami yang baik kok kak, aku selalu bersyukur memiliki kamu"
"Ternyata selama ini aku sudah mendapatkan perempuan terbaik tapi aku sia-sia kan, aku ga akan lakukan kebodohan yang sama lagi"
Brian pun langsung melepaskan pelukannya dan mencium ujung kepala Lian dengan sangat lembut
"Kita mulai semuanya dari awal ya"
Lian pun hanya membalas dengan senyuman dan anggukkan kepalanya
Sedangkan di tempat yang berbeda ada mama Tania yang sedang memeriksa suaminya apakah sudah tertidur atau belum? saat dia yakin suaminya sudah tertidur dia pun mulai bangkit dan keluar dari dalam kamar dan mendudukkan tubuhnya di ruang keluarga lalu menghubungi seseorang
"Gimana keadaan Nana?"
"Non Nana baru saja tertidur bu, tadi dia seharian menangis dan mengamuk bu"
__ADS_1
"Kamu sabar ya sayang, karena mama akan wujudkan semua keinginan kamu sebentar lagi"
"Oke, jaga dia dua puluh empat jam jangan sampai dia melakukan hal yang aneh-aneh. Besok saya datang"
"Baik bu"
Mama Tania pun memutuskan sambungan teleponnya, dan bayangan tangisan Nana tergambar jelas di dalam benaknya
"Ini semua karena Ara!! kamu tunggu aja Ara saya pasti akan buat hidup kamu menderita"
"Dia bilang Ara, apa yang mau dia lakukan sama Ara? tapi kalau aku keluar sekarang dia pasti ga akan ngaku lagi, sebaiknya aku kasih peringatan ke Ara"
Ternyata papa Surya berada di sana karena merasa curiga saat melihat istrinya keluar dari dalam kamar dengan cara mengendap-endap, dia juga mendapatkan kabar bahwa istri sedang menjual beberapa aset yang dia punya. Saat mama Tania kembali ke dalam kamar dia hanya melihat papa Surya masih berada di atas tempat tidur
Saat pagi yang indah mulai menyapa mama Tania bersikap seolah semua baik-baik saja, dan papa Surya pun hanya berusaha mengikuti semua permainan istrinya. Setelah sarapan papa Surya pun berniat untuk menemui Ara, tetapi hal tersebut dia urungkan mengingat anaknya sedang hamil muda dan akhirnya dia pun memilih untuk menemui Adit di kantornya
Sedangkan mama Tania segera bergegas bersiap untuk menemui seseorang, mama Tania pun melangkahkan kakinya dengan pasti ke salah satu ruangan vvip di salah satu rumah makan dan di sana sudah ada seorang pria yang terlihat dingin dan sedikit menyeramkan
"Kamu bawa uangnya?"
"Saya sudah bawa sesuai permintaan kalian"
"Mana foto mereka?"
"Kamu maunya gimana?"
"Saya mau kalian lenyapkan anak kecil itu terlebih dahulu lalu bawa perempuan itu ke hadapan saya sebelum kalian habisi dia, karena saya mau memberitahukan sebuah rahasia besar tentang dia sebelum dia menghembuskan nafas terakhirnya"
"Oke, karena kami ga perduli apa yang mau kamu lakukan. Yang kami perdulikan hanya bayaran kami harus sesuai"
Orang tersebut langsung pergi dari sana dengan membawa tas besar yang telah mama Tania sediakan sebelumnya, sedangkan mama Tania langsung pergi untuk menemui Nana
Sedangkan di tempat yang berbeda Adit baru saja tiba di kantornya, karena memang hari itu dia datang sedikit terlambat karena ulah manja Ara pada pagi itu. Dan kini Adit sudah duduk di bangku kebesarannya dan papa Surya pun sudah berada tepat di hadapannya
"Ada perlu apa ya pah?"
"Saya mau kasih tau kamu sepertinya istri saya sedang merencanakan sesuatu yang buruk"
"Maksud nya gimana ya pah?"
"Sebenarnya saya curiga sama istri saya, karena belakangan ini istri saya mulai menarik semua uang yang dia punya dan menjual beberapa aset atas nama dia"
__ADS_1
Adit pun hanya terdiam dan mendengarkan dengan serius
"Sampai semalam saya mendengar kalau dia mau melakukan sesuatu sama Ara"
Adit pun mulai mengeraskan rahangnya
"Dasar manusia tidak tau diri, seandainya Ara ga melarang mungkin saya sudah menghabisi kamu dari awal. Apa sebaiknya saya habiskan perempuan itu sekarang juga?"
"Saya mohon lindungi Ara dia sudah terlalu banyak menderita"
"Papa tenang aja saya akan perketat pengawalan untuk Ara, saya ga akan biarkan ada orang yang berhasil menyentuh dia"
"Terima kasih, kalau gitu saya pergi dulu. Saya percayakan keselamatan Ara sama kamu"
Papa Surya pun pergi meninggalkan kantor Adit dan Adit langsung memerintahkan Arman untuk menambahkan para pengawal yang berjaga kediaman mereka
"Papa bilang perempuan itu sedang mengumpulkan uang, berarti dia akan menyewa seseorang. Hati aku masih ga bisa tenang walaupun para pengawal sudah di tambah, aku harus tau siapa yang akan dia sewa untuk mencelakai Ara"
Adit mulai meraih ponselnya dan menghubungi Remon
"Hem..."
"Mon perempuan itu berencana mencelakai Ara"
"Maksud lu siapa sih? nyawa gw belum kumpul Dit"
"Mama tiri Ara"
"Ya ampun perempuan itu jahat Dit, gw udah denger semuanya dari Vira"
"Gw udah perketat pengawalan untuk Ara, tapi hati gw masih belum tenang Mon"
"Tapi ini bukan bidang kita Dit, apa lu ga mau minta bantuan dia?"
"Black"
"Gw ga pernah komunikasi sama dia aemenjak kejadian itu Mon, dia juga pasti masih salahin gw untuk kejadian itu"
"Tapi cuma dia yang bisa bantu kita Dit, kalau orang-orang kayak mereka bertindak walaupun pengawal lu banyak mereka pasti bisa temuin celah Dit"
"Apa yang Remon bilang bener, gw harus temuin orang itu cuma dia yang bisa bantu gw melindungi Ara"
__ADS_1
"Tolong bantu gw cari kontak dia, gw harus ketemu sama dia"
"Oke"