
Sebuah gedung yang sangat mewah telah di siapkan untuk acara pernikahan Dion dan Nana, karena bagaimana pun juga mereka berasal dari dua keluarga yang terpandang
Gedung tersebut sudah di sulap sedemikian rupa agar berubah layaknya sebuah istana yang sangat megah, di sana juga telah hadir banyak para pengusaha dan orang-orang penting di kota itu. Adit hadir di sana dan membawa Ara sebagai pendamping
Papa Surya yang melihat Ara hadir di sana pun langsung menghampiri Ara tanpa menyadari siapa orang berdiri di samping Ara
"Ara kamu datang?" tersenyum hangat
"Papa dulu ga pernah menyambut aku seperti ini, apa sekarang papa udah benar-benar berubah"
"Ya pah"
"Kamu ga kenalin aku sama papa kamu sayang?" menggenggam tangan Ara
Wajah Ara pun langsung merona dalam sekejap, sedangkan papa Surya membulatkan ke dua bola matanya dengan sempurna
"Astaga ini pak Raditya Mahardika, kenapa dia bisa panggil Ara sayang? apa mereka ada hubungan yang spesial? aku kira Ara cuma sebatas pekerja di kantor pak Adit"
"Pah kenalin ini kak Adit"
Setelah mereka sejenak basa-basi Adit dan Ara segera menuju ke pelaminan dan memberikan ucapan selamat kepada kedua mempelai, Nana tak dapat berkutik sama sekali saat melihat Adit ada di samping Ara
"Apa lu yakin mau lakukan itu di sini?" berbisik
"Ya, mereka harus mendapatkan balasan"
"Oke" tersenyum puas
Adit mengajak Ara bergabung di meja Remon dan Brian mereka hadir di sana bersama istri mereka, dengan rasa bangga Adit memperkenalkan Ara sebagai calon istrinya dan sudah pasti semuanya hanya bisa tersenyum mendengar itu. Karena hanya tersisa Adit seorang di antara mereka yang belum menikah
Satu persatu rangkaian acara penting itu berjalan dengan baik, dan tibalah sang mc akan memperlihatkan foto-foto kenangan manis antara kedua mempelai dan tiba-tiba saja semua orang yang berada di sana langsung menjadi riuh
Pada awalnya memang terlihat foto mesra antara Dion dan Nana, tetapi sesaat kemudian berubah menjadi sebuah video perbuatan tak senonoh antara Nana dan pria lain. Mendengar para undangan menjadi riuh Nana pun segera melihat ke arah layar yang terpasang di tempat itu
"Sial!! siapa yang lakuin ini?!!"
"Kak aku bisa jelasin semuanya kak" memasang wajah memelas
"Jelasin apa lagi? semuanya sudah jelas" dengan dingin
Dion dan kedua orang tuanya langsung meninggalkan pelaminan dan pergi dari gedung itu, Nana pun hanya bisa menangis dengan hebatnya. Sedangkan Adit tersenyum tipis melihat drama tersebut
"Sebenarnya ga perlu sampai sejauh ini sih, tapi mau gimana lagi Dion mau membalas semua yang sudah kalian lakukan ke Ara"
Hati Ara pun ikut tersentuh melihat tangisan Nana yang sudah pecah di dalam pelukan mama Tania, Ara mulai menatap ke arah Adit dengan mata yang berkaca-kaca. Ara dapat melihat dengan jelas bahwa saat itu Adit tersenyum penuh kemenangan
"Apa mungkin kak Adit yang lakuin hal ini?"
Adit pun langsung menghilangkan senyuman dari bibirnya saat menyadari Ara sedang memperhatikan dirinya
"Kenapa?"
__ADS_1
"Aku ke sana sebentar ya kak"
"Aku ikut"
"Tapi kak.."
"Aku ga mau mereka berbuat yang aneh-aneh sama kamu"
"Gw antar Ara ketemu keluarganya dulu ya"
"Kalau gitu kita cabut duluan ya"
"Oke.."
Ara hanya bisa pasrah di kawal oleh sang bos besar di kota tersebut, hati Ara ikut tersentuh melihat air mata Nana yang mengalir dengan deras. Nana memang melakukan semua itu tetapi dia melakukan itu karena Dion selalu bersikap dingin kepadanya, dia melakukan itu tanpa ada perasaan cinta di hubungan tersebut
"Nana kamu harus sabar ya"
"Ga usah pura-pura baik, kamu sekarang lagi tertawa di dalam hati kamu kan kak? kamu bahagia kan liat keadaan aku" dengan suara yang terputus-putus tertahan oleh tangisan
Adit sudah memasang wajah kurang suka tetapi Nana belum menyadari itu semua
"Ya ampun aku sama sekali ga ada pemikiran kayak gitu kok" berkaca-kaca
"Lebih baik kak Ara pergi dari sini"
"Tapi aku..."
"Sebaiknya kita pergi dari sini orang seperti dia ga perlu dapat rasa simpati dari kamu" berbisik
"Ya udah kalau itu aku pergi dulu ya"
Dengan berat hati Ara pergi meninggalkan tempat itu, sedangkan jauh di dalam lubuk hatinya ingin sekali dia memeluk adiknya saat itu. Saat sudah tiba di depan kediaman keluarga Vira Ara tak segera turun dari dalam mobil, dia hanya terdiam sambil menatap tajam ke arah Adit
"Kenapa?" mengerutkan keningnya
"Apa kamu yang lakuin itu kak?" penuh penekanan
"Bukan" dengan entengnya
"Kamu udah janji akan jujur sama aku kak, jadi aku tanya sekali lagi apa kamu yang lakuin itu semua?"
Adit pun membuang nafasnya dengan kasar
"Oke aku akui aku yang punya rekaman itu tapi bukan aku yang pasang video itu di sana" dengan serius
FLASH BACK
Suara bel di apartemen Adit pun berbunyi dan saat itu Dion yang datang ke sana, Adit pun segera membuka pintu apartemennya
"Masuk" dengan dingin
__ADS_1
Adit mengajak Dion untuk duduk di ruang tamu dan memberikan Dion minuman kaleng
"Kenapa lu mau ketemu sama gw?"
"Apa udah ada kemajuan Dit? ga tau kenapa gw semakin yakin Nana dan mamanya terlibat di masalah Ara malam itu"
"Lu yakin mau tau semuanya?" menatap tajam
"Gw harus tau semuanya Dit"
"Sebentar"
Adit pun masuk ke dalam kamarnya dan menyerahkan sebuah amplop berwarna coklat kepada Dion
"Kalau lu mau tau buka aja"
Dion benar-benar tak bisa percaya dengan apa yang dia lihat, rasa penyesalan yang selama ini dia rasakan semakin mendalam. Bagaimana dia bisa di butakan oleh sesuatu yang sudah tampak jelas dari awal
"Apa Ara tau tentang bukti ini?"
Adit menjawab dengan menggelengkan kepalanya
"Tapi kayaknya dia yakin mereka terlibat"
"Terus kenapa diam aja?"
"Dia bilang karena mereka keluarganya"
"Tapi ini udah keterlaluan Dit, bahkan mereka berani menghina anak kecil yang ga berdosa"
Adit pun langsung mengeraskan rahangnya
"Nyali mereka memang terlalu besar menghina pewaris utama keluarga Mahardika"
"Apa ga ada bisa kita lakuin untuk membalas ini Dit?"
"Sebenarnya gw punya sesuatu yang menarik, tapi ini menyangkut diri lu juga"
"Apa?"
Adit pun menyerahkan sebuah amplop coklat yang berbeda dengan semua berisikan tentang foto perselingkuhan Nana selama ini, dan yang lebih parah ada sebuah video saat Nana sedang berhubungan badan dengan seorang pria
"Gw rasa ini bisa membalas mereka, cuma gw ga bisa gunakan ini karena gw harus libatkan lu di sana. Dan gw juga yakin Ara ga akan setuju"
"Mungkin dengan cara ini aku bisa menebus sedikit kesalahan di masa lalu ke Ara"
"Biar gw yang ngerjain" dengan serius
"Lu yakin?"
"Tapi jangan sekarang, gw mau kasih balasan yang paling menyakitkan buat mereka"
__ADS_1
FLASH OFF