Malam Yang Menyakitkan

Malam Yang Menyakitkan
Terungkap


__ADS_3

Seperti biasa pagi itu Adit menjemput Ara untuk pergi ke kantor dan dia juga menyempatkan diri untuk bermain sejenak dengan sang buah hati, seluruh orang yang melihat cara Adit memperlakukan Daffa bisa bernafas dengan lega. Karena cara Adit saat menatap Daffa menunjukkan kasih sayang yang tak dapat di bohongi lagi


Setelah puas bermain dan Ara pun sudah siap mereka pergi ke kantor bersama, saat Adit baru saja memarkirkan mobilnya di tempat khusus untuk dirinya. Dari kejauhan Adit melihat Dion yang sudah berada di sana dengan wajah yang tak bersahabat


"Ngapain anak itu ada di sini? atau dia udah tau semuanya. Cepat atau lambat dia memang harus tau semuanya, tapi untuk sementara aku masih harus tutupi ini semua dari Ara"


Adit berusaha menunjukkan sikap yang normal di hadapan Ara


"Ada yang mau aku bahas sama Dion sebentar, kamu masuk duluan aja ya"


Ara pun hanya membalas dengan senyuman, mereka berdua pun turun dari dalam mobilnya dan saat berpapasan dengan Dion Ara dapat tau dengan jelas bahwa saat itu Dion sedang marah besar


"Kak" tersenyum


Dion hanya membalas dengan senyuman tipis


"Aku masuk dulu ya kak"


Dion tetap setia dengan diam nya dan menganggukkan sedikit kepalanya


"Aku belum pernah lihat kak Dion semarah ini? ada masalah apa antara kak Dion dan kak Adit ya? kok jadi ga tenang gini perasaan aku"


Adit yang memahami perasaan Ara saat itu meletakkan tangannya di ujung kepala Ara dengan lembut sambil tersenyum hangat


"Masuk duluan ya"


"Iya kak"


Dengan berat hati Ara pun terpaksa mengikuti keinginan Adit saat itu, Ara pun meninggalkan mereka berdua dengan perasaan cemas


"Dia udah ga ada, kenapa lu cari gw?"


Bugh... Sebuah bogem mentah mendarat mulus di wajah Adit hingga Adit terjatuh, melihat hal tersebut sudah pasti semua para pengawal Adit langsung berhamburan ke arah mereka berdua. Adit pun langsung memberikan kode agar mereka berhenti dan kembali menjauh

__ADS_1


"Kenapa lu ga pernah bilang sama gw? perempuan malam itu Ara kan!!" mencengkram erat baju Adit


Adit pun menepis tangan Dion dan segera bangkit lalu merapikan pakaiannya sambil tersenyum


"Jadi lu udah tau?"


"Kalau gw ga tau, mau sampai kapan lu diam aja?" menatap tajam


"Gw pasti akan bilang ke lu saat waktunya sudah tepat"


Dion kembali melepaskan sebuah bogem mentah ke wajah Adit hingga darah segar mengalir dari sudut bibir Adit


"Gw anggap dua pukulan lu itu sebagai balasan atas perbuatan gw ke Ara malam itu, tapi gw harap lu ga bersikap berlebihan karena setelah ini gw ga akan diam aja" dengan tegas


Mendengar hal tersebut Dion pun menjadi murka dia pun sudah bersiap untuk melayangkan pukulan yang selanjutnya, pukulan selanjutnya dari Dion berhasil mendarat di perut Adit. Adit menatap Dion dengan tajam sambil menggelengkan kepalanya dan bugh.. Adit pun akhirnya membalas pukulan ketiga dari Dion hingga Dion langsung jatuh terduduk, Adit pun langsung mencengkram erat kerah pakaian Dion


"Gw udah bilang jangan berlebihan!! gw terima dua pukulan dari lu sebagai tanda penyesalan gw saat itu ga bisa mengendalikan diri!! tapi kalau lu mau limpahkan semua kesalahan ke gw lu salah besar!!"


Dion pun berusaha melepaskan tangan Adit dari pakaiannya tetapi hasilnya hanya sia-sia


Dion seperti menemukan jalan buntu dari ucapan Adit pada saat itu, karena perkataan Adit adalah benar adanya. Ara malam itu hanya berada di tempat dan waktu yang salah, dia juga menyadari bahwa Ara pergi meninggalkan dirinya karena sikapnya saat itu kepada Ara


"Kenapa lu jahat sama gw Dit? lu tau kan gw hampir gila cari dia Dit"


Adit pun melepaskan cengkraman tangannya dari pakaian Dion lalu mengulurkan tangannya untuk membantu Dion bangkit, dengan menundukkan kepalanya Dion pun meraih tangan Adit dan bangkit


"Gw minta maaf sama lu, tapi sebelum gw yang maju gw udah kasih kesempatan ke Ara untuk memilih"


Dion hanya bisa terdiam sambil mengeraskan rahangnya menahan semua perasaan yang bergejolak di dalam dadanya


"Gw mau tanya satu hal Dit, dan gw harap lu akan jawab gw dengan jujur"


Adit hanya terdiam sambil menatap Dion dengan serius

__ADS_1


"Apa lu nikahi Ara cuma karena perasaan bersalah lu aja? atau cuma karena sudah ada anak antara kalian?"


"Semua omongan lu benar" dengan santai


Tetapi satu hal yang mereka berdua tak ketahui adalah bahwa Ara yang merasa tak tenang ternyata kembali ke arah mereka berdua, Ara Mendengar dengan jelas semua ucapan mereka berdua. Ara yang merasa terpukul dan bingung langsung melarikan diri dari tempat itu, sedangkan Dion pun langsung melepaskan tatapan membunuhnya ke arah Adit


"Tapi bukan itu alasan utamanya, kalau cuma untuk itu gw cukup bertanggung jawab dengan finansial semuanya bisa selesai"


"Jadi apa alasan lu?"


"Karena dia perempuan aneh pertama yang berhasil menyentuh hati gw" dengan yakin lalu tersenyum tipis


"Sadar Dion kamu sudah terlambat untuk meminta apapun dari mereka berdua, kesempatan yang hadir di hidup kamu sudah kamu sia-sia kan"


Setelah mengetahui semua yang ingin dia ketahui Dion pun pergi dari sana dengan membawa hati yang hampa, sedangkan Adit yang teringat wajah Ara yang khawatir langsung bergegas berusaha mencari Ara. Dia pun segera menuju ke lantai di mana biasanya mereka berada, Adit sempat merasa heran karena meja kerja Ara masih terlihat rapi


"Kemana Ara?"


"Maaf pak tapi Ara belum datang"


"Maksud kamu dari tadi Ara belum sampai sini" menatap tajam


"Iya pak, saya sudah datang dari tadi dan Ara memang belum sampai pak"


"Jangan-jangan Ara dengar semua"


Dengan wajah yang panik Adit segera berlari meninggalkan lantai tersebut dan berusaha mencari keberadaan Ara, dia pun mencoba menghubungi Ara berkali-kali tetapi semua panggilan dari Adit di abaikan oleh Ara


"Aku mohon jangan pergi tinggalin aku Ara, aku tau aku salah aku sudah banyak bikin hidup kamu menderita. Tapi aku ga tau apa aku sanggup hidup tanpa kamu"


Adit yang mulai panik mengerahkan semua para pengawal pribadi yang dia miliki untuk mencari keberadaan Ara, dan dia pun langsung bergegas menuju ke ruang cctv dia berharap bisa menemukan keberadaan Ara dari sana


Adit mulai memperhatikan semua rekaman cctv di gedung tersebut, dan jantung nya mulai berdetak dengan cepat saat melihat rekaman yang menunjukkan bahwa Ara ternyata benar-benar berada di dekat dia dan Dion saat mereka sedang berkelahi

__ADS_1


Adit yang tak bisa menahan rasa yang sedang bergejolak di dalam dadanya memukul dinding di ruangan tersebut dengan sangat kuat, Adit tak ada niat sedikit pun menutupi masalah itu selamanya tetapi dia hanya sedang menunggu waktu yang tepat. Dan kini semuanya terungkap dengan sendirinya


__ADS_2