
Ara yang melihat Adit seperti tak ingin memberikan penjelasan apapun menjadi benar-benar merasa jengkel, dia pun langsung merapikan bajunya dan sudah mau beranjak dari tempat tidur. Melihat hal tersebut secara spontan Adit pun langsung tak memiliki keberanian untuk melanjutkan rencananya menggoda Ara
"Mau ke mana?"
"Pergi" dengan tegas sambil menatap tajam
Adit pun benar-benar menyesal melakukan hal tersebut karena sebuah kata yang paling dia takuti terlontar dari bibir istrinya
"Jangan salah paham dulu sayang, aku bisa jelasin semuanya kok" dengan wajah tegang
"Lepas" menatap tajam
"Maaf, aku cuma mau godain kamu aja kok" memegang erat tangan Ara
"Ga lucu kak kalau kayak gini kamu buat jadi bercandaan"
"Ya aku minta maaf" memelas
"Memang kamu pikir aku anak tujuh belas tahun yang bisa percaya sesuatu yang udah jelas ada di depan mata"
"Oke kasih aku waktu buat jelasin dulu ke kamu, aku janji ga akan lama"
Ara pun kembali mendudukkan dirinya dengan benar dan menghadap ke arah Adit dengan wajah yang masih kurang bersahabat
"Udah dong jangan marah lagi sayang"
"Jelasin ke aku sekarang juga, foto siapa itu?"
"Aku cuma tau sedikit tentang dia"
Ara pun melepaskan tatapan membunuh ke arah Adit
"Bener kok sayang aku ga bohong, aku aja belum pernah ketemu perempuan ini secara langsung"
"Oh... Jadi karena kamu ga pernah ketemu dia secara langsung, terus kamu minta cariin informasi tentang dia"
"Ga sayang, ini bukan buat aku" menjawab dengan cepat
Ara hanya terdiam sambil terus menatap ke arah Adit dengan tatapan membunuh, nyali Adit benar-benar hilang di hadapan Ara yang berubah seperti seekor singa betina
"Astaga mau bikin dia cemburu, ternyata perempuan yang cemburu mengerikan"
"Kamu ga percaya sama aku sayang?"
"Terus itu buat siapa?"
"Dion"
__ADS_1
"Buat apa kak Dion cari tau tentang perempuan itu?"
Adit pun mulai menceritakan semua yang dia tau kepada istrinya, sedangkan Ara hanya terdiam sambil terus mendengarkan penjelasan suaminya
"Udah ya jangan marah lagi"
"Kamu ga bohong kan kak?"
"Oke aku hubungi Dion sekarang di depan kamu ya, biar kamu percaya"
Adit pun segera meraih ponselnya dan menghubungi Dion lalu memasang speaker di panggilan tersebut
"Ya Dit"
"Gw udah dapat info tentang perempuan itu"
"Bisa tolong lu kirim ke gw ga?"
"Oke gw kirim sekarang ke lu ya"
"Makasih ya Dit"
"Oke"
Adit langsung memutuskan sambungan teleponnya dan menatap Ara dengan wajah memelas
"Aku mau kamu janji satu hal sama aku kak"
"Kamu mau minta apa? apapun yang kamu mau pasti aku lakukan" dengan penuh keyakinan
"Kalau suatu saat nanti kamu bosan sama aku kamu harus bilang ya kak, aku ga mau terus ada di samping kamu kalau hati kamu sudah ada perempuan lain"
Adit pun langsung mengeraskan rahangnya dan menarik kepala Ara masuk ke dalam pelukannya, Adit pun memeluk Ara dengan sangat erat. Ara bisa merasakan perasaan marah bercampur takut dari cara Adit memeluk tubuhnya
"Apa kamu masih belum percaya sepenuhnya sama aku? atau hati kamu benar-benar terlalu rapuh sampai takut untuk percaya lagu dengan seseorang. Maaf aku cuma bisa bilang maaf karena aku terlalu lama menemukan kamu"
"Aku ga suka kamu ngomong kayak gitu, sampai kapan pun ga akan pernah ada perempuan lain di hati aku" dengan tegas
Ara pun bisa merasakan perasaan Adit yang tulus pada dirinya, dan dalam sekejap rasa cemburu Ara lenyap entah kemana
Sedangkan di tempat yang berbeda Dion sedang melihat semua data yang telah di kirimkan oleh Adit, dia benar-benar semakin yakin bahwa wanita malam itu adalah Marisa. Karena banyak keanehan dari data yang di kirimkan oleh Adit
Keanehan yang paling menonjol adalah Marisa memiliki apartemen tepat di sebelah apartemennya, sedangkan dari data yang di kirimkan Adit seharusnya dia akan tinggal di apartemen sekelas milik Adit. Dan setelah melihat foto Marisa lebih jelas Dion benar-benar merasa yakin pernah bertemu dengan Marisa tetapi entah di mana
"Aku benar-benar merasa kamu perempuan di malam itu, apa mungkin alasan kamu dan Ara sama? tapi sikap kamu terlalu dingin di dekat aku, aku akan buat kamu merubah sikap kamu dengan sendirinya" tersenyum tipis
Dion pun bergegas bangkit dan segera pergi menuju ke suatu tempat yang ternyata adalah tempat di mana dia di selamatkan oleh Marisa pada malam itu, Dion mulai melangkahkan kakinya dengan pasti ke arah bar dan memesan segelas minuman untuk dirinya. Kedua mata Dion terus berkeliling hingga dia menemukan orang yang dia cari
__ADS_1
"Akhirnya ketemu juga, aku yakin dia waktu itu aku masih sadar waktu ketemu dia. Aku harus bisa ajak dia untuk kerja sama"
Dion pun segera bangkit dari duduknya dan mulai melangkahkan kakinya ke salah satu meja yang berisikan beberapa orang wanita
"Hai..."
Para wanita itu secara serempak menatap ke arah Dion dan salah satu dari wanita tersebut terlihat sangat acuh terhadap Dion
"Bisa bicara sama kamu sebentar?"
"Mau apa? nanti istri kamu datang lagi"
"Berarti bener perempuan ini yang malam itu ngerjain gw"
"Saya mau kasih kamu sebuah penawaran yang menarik, gimana?" tersenyum
Dion membawa wanita tersebut ke tempat awal dia mendudukkan dirinya, dan wanita tersebut dengan malas terpaksa mengikuti keinginan Dion
"Mau minum apa?"
"Langsung aja mau ngomong apa?"
"Kamu pasti tau kan perempuan yang ngaku sebagai istri saya malam itu?"
"Maksudnya perempuan itu bukan istri kamu?"
Dion menjawab dengan menggelengkan kepalanya
"Tapi saya berencana menjadikan dia istri saya, ya itu juga kalau dia mau" tersenyum
"Berarti perempuan itu bohong dong sama gw, gw yang udah susah payah dia main rampas aja"
"Terus lu mau apa sekarang?"
"Saya mau kamu pura-pura lakukan hal itu lagi kalau nanti ada dia di sini"
"Dari mana kamu tau dia ada di sini?"
"Kalau menurut info yang aku dapat dia suka ada di sini"
"Untung gw ga macam-macam sama cowok ini, bahkan dia tau tentang info perempuan itu suka ada di mana"
"Terus apa untungnya buat aku?"
"Kamu mau minta apa dari saya?"
Wanita itu tanpa rasa malu menyebutkan sebuah nominal yang cukup besardan Dion pun tanpa berpikir panjang langsung menyetujui permintaan wanita tersebut, wanita itu tersenyum puas karena apa yang dia minta dapat dengan mudah Dion berikan. Dia hanya perlu berpura-pura melakukan hal yang pernah dia lakukan sekali lagi
__ADS_1